Anda di halaman 1dari 7

PERSAMAAN DAN

PERTIDAKSAMAAN LINIER

A. KOMPETENSI DASAR DAN PENGALAMAN BELAJAR

KOMPETENSI DASAR

Setelah mengikuti pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa mampu:


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa
percaya diri, dan sikap toleransi dalam perbedaan strategi berpikir dalam memilih dan
menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
3. Mampu mentransformasi diri dalam berperilaku jujur, tangguh, menghadapi masalah,
kritis, dan disiplin dalam melakukan tugas belajar matematika.
4. Mendeskripsikan dan menganalisis konsep nilai mutlak dalam persamaan dan
pertidaksamaan serta menerapkannya dalam pemecahan masalah nyata.
5. Menerapkan konsep nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linier dalam
memecahkan masalah nyata.
6. Membuat model matematika berupa persamaan dan pertidaksamaan linear dua
variabel yang melibatkan nilai mutlak dari situasi nyata dan matematika, serta
menentukan jawab dan menganalisis model sekaligus jawabnya.

PENGALAMAN BELAJAR

Melalui pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear, siswa memperoleh


pengalaman belajar:
 Menghadapi permasalahan yang aktual terkait nilai – nilai mutlak
 Menghadapi permasalahan pada kasus persamaan dan pertidaksamaan linear di
kehidupan sehari-hari.
 Berpikir kreatif dalam membangun konsep dan sifat permasalahan persamaan dan
pertidaksamaan linear dan menerapkannya dalam kehidupan nyata
 Membangun model matematika permasalahan nyata terkait dengan persamaan dan
pertidaksamaan linear nilai mutlak.
 Berpikir kritis dalam mengamati permasalahan.
 Mengajak untuk melakukan penelitian dasar dalam membangun konsep persamaan
dan pertidaksamaan linear nilai mutlak dan menerapkannya dalam kehidupan sehari –
hari.
 Mengajak kerjasama tim dalam menemukan solusi suatu permasalahan.
B. PETA KONSEP

Kalimat Terbuka
Masalah Otentik

Nilai Mutlak

Dihubungkan Dihubungkan
{≠ , ≥ , ≤ , < , >} {=}
Pertidaksamaan Persamaan

Pertidaksamaan
Linear Persamaan
Linear

Tidak ada satu solusi


Himpunan
Penyelesaian Tepat satu solusi

Banyak solusi

Grafik

ISTILAH PENTING :
1. Persamaan Linear
2. Pertidaksamaan Linear
3. Lebih Dari
4. Kurang Dari
5. Nilai Mutlak
C. MATERI PEMBELAJARAN
Pada bab ini, kita akan mempelajari persamaan dan pertidaksamaan linear yang
berkaitan dengan nilai mutlak. Jadi, pertama kali, kita akan mempelajari konsep nilai
mutlak, persamaan linear, pertidaksamaan linear dan kemudian kita akan melibatkan
nilai mutlak dalam persamaan dan pertidaksamaan linear tersebut. Nah, kamu
perhatikan dan amati ilustrasi dan masalah berikut.
1. Memahami dan Menemukan Konsep Nilai Mutlak
Ilustrasi:
Kegiatan pramuka adalah salah satu kegiatan
ekstrakurikuler yang diadakan di sebuah sekolah.
Sebuah grup pramuka sedang belajar baris berbaris
di lapangan sekolah pada hari Sabtu. Sebuah perintah
dari pimpinan pasukan: “Maju 4 langkah, jalan!”, hal
ini berarti jarak pergerakan barisan adalah 4 langkah
ke depan. Jika perintah pimpinan pasukan: “Mundur
3 langkah, jalan!”, hal ini berarti bahwa pasukan akan
bergerak melawan arah sejauh 3 langkah. Demikian
seterusnya.
Besar pergerakan langkah pasukan tersebut merupakan
nilai mutlak, tidak ditentukan arah. “Maju 4 langkah”,
berarti mutlak 4 langkah dari posisi diam dan “mundur
3 langkah, berarti mutlak 3 langkah dari posisi
diam. Dalam hal ini, yang dilihat adalah nilainya,
bukan arahnya. Lebih jelasnya, mari bersama-sama
mempelajari kasus-kasus di bawah ini.

Kasus 2.1
Seorang anak bermain lompat-lompatan di lapangan. Dari posisi diam, si
anak melompat ke depan 2 langkah, kemudian 3 langkah ke belakang,
dilanjutkan 2 langkah ke depan, kemudian 1 langkah ke belakang, dan akhirnya 1
langkah ke belakang.Permasalahan :
a. Dapatkah kamu membuat sketsa lompatan anak tersebut?
b. Tentukanlah berapa langkah posisi akhir anak tersebut dari posisi semula!
c. Tentukanlah berapa langkah yang dijalani anak tersebut!
Alternatif Penyelesaian:
Kita definisikan lompat ke depan adalah searah dengan sumbu x positif,
dengan demikian lompatan ke belakang adalah searah dengan sumbu x negatif.
 Ke belakang 1 langkah
 Ke belakang 1 langkah
 Ke depan 2 langkah
 Ke belakang 3 langkah
 Ke depan 2 langkah

Kita misalkan bahwa x = 0 adalah posisi diam si anak. Anak panah yang pertama
di atas garis bilangan menunjukkan, langkah pertama si anak sejauh 2 langkah ke
depan (mengarah ke sumbu x positif), anak panah kedua menunjukkan 3 langkah
si anak ke belakang (mengarah ke sumbu x negatif) dari posisi akhir langkah
pertama, demikianlah seterusnya sampai akhirnya si anak berhenti pada langkah
ke 5. Jadi, kita dapat melihat pergerakan akhir si anak dari posisi awal adalah 1
langkah ke belakang (x = –1). Banyak langkah yang dijalani si anak merupakan
konsep nilai mutlak, karena kita hanya menghitung banyak langkah, bukan
arahnya. Banyak langkah selalu dinyatakan dengan bilangan bulat positif
walaupun arahnya ke arah sumbu x negatif. Banyak langkah dapat dinyatakan
dengan nilai mutlak dari sebuah bilangan bulat. Misalnya mundur 3 langkah
dinyatakan dengan harga mutlak (|-3|). Sehingga banyak langkah anak tersebut
adalah |2| + |-3| + |2| + |-1| + |-1| = 9 (9 langkah).

Perhatikan tabel 2.1 berikut :


Bilangan Non Negatif Nilai Mutlak Bilangan Negatif Nilai Mutlak
0 0 -1 1
1 1 -2 2
2 2 -3 3

Ada beberapa contoh percobaan perpindahan posisi pada garis bilangan, yaitu
sebagai berikut :

Dari contoh diatas, dapat dituliskan konsep nilai mutlak sebagai berikut :

Definisi 2.1

Misalkan x bilangan real, │𝑥│ dibaca nilai mutlak 𝑥,


dan didefinisikan
𝑥 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 ≥ 0
│𝑥│= {
−𝑥 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑥 < 0

Dapat dikatakan nilai definisi dari suatu nilai mutlak sebagai berikut :
 Nilai mutlak suatu bilangan positif atau nol adalah bilangan itu sendiri,
 Nilai mutlak dari suatu bilangan negatif adalah lawan dari bilangan
negatif itu sendiri.

2. Persamaan Linear

Kasus 2.2
Suatu kolam renang berbentuk persegi panjang memiliki lebar 7 kurangnya dari
panjangnya dan keliling 86 m. Tentukanlah ukuran panjang dan lebarnya

Alternatif Penyelesaian :

Misalkan panjang = 𝑥 meter, maka lebarnya = (𝑥 − 7) meter.

Keliling = 2(𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔) + 2(𝑙𝑒𝑏𝑎𝑟)

86 = 2(𝑥) + 2(𝑥 − 7)

86 = 2𝑥 + 2𝑥 − 14

86 = 4𝑥 − 14 (penambahan ruas kanan dan kiri)

86 + 14 = 4𝑥 − 14 + 14

100 = 4𝑥
100
𝑥 = 4

𝑥 = 25

Sehingga, ukuran kolam :

Panjang = 𝑥 Lebar = 𝑥 − 7

= 25 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 = 25 − 7

= 18 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟

Kasus 2.3
Umur ibu 3 kali umur anaknya. Selisih umur mereka adalah 26 tahun.
Tentukanlah umur masing-masing.
Alternatif Penyelesaian :
Misalkan umur anaknya 𝑥 tahun, maka umur ibunya 3x tahun. Selisih umur
mereka 26 tahun. Jadi persamaannya adalah
3𝑥 − 𝑥 = 26
2𝑥 = 26
26
𝑥 = 2

𝑥 = 13
Jadi, umur anaknya adalah 13 tahun.
Sedangkan umur ibu = 3𝑥
= 3(13)
= 39 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛.

Kedua permasalahan di atas menjadi dasar ide tentang bentuk persamaan linear
satu variabel dan dua variabel. Secara induktif, bentuk umum persamaan linear
satu variabel dan dua variabel adalah sebagai berikut.

Definisi 2.2

Persamaan linear satu variabel adalah persamaan


berbentuk ax + b = 0 dengan a, b ∈ ℝ dan a ≠ 0, dan
x : variabel real
a : koefisien x
b : konstanta

Definisi 2.3
Persamaan linear dua variabel adalah persamaan
berbentuk ax + by + c = 0 dengan a, b, c ∈ ℝ, a dan
b tidak keduanya nol, dimana
x,y: variabel real
a : koefisien x
b : koefisien y c : konstanta