Anda di halaman 1dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pentingnya studi Administrasi Negara dikaitkan dengan kenyataan bahwa


kehidupan menjadi tak bermakna, kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang
bersifat public. Segala hal yang berkenaan dengan penyelenggaraan kegiatan-
kegiatan yang bersifat public telah dicakup dalam pengertian administrasi
Negara, khususnya dalam mengkaji kebijaksanaan publik. Dalam proses
pembangunan sebagai konsekuensi dari pandangan bahwa administrasi
Negara merupakan motor penggerak pembangunan, maka administrasi
Negara membantu untuk meningkatkan kemampuan administrasi. Artinya, di
samping memberikan keterampilan dalam bidang prosedur, teknik, dan
mekanik, studi administrasi akan memberikan bekal ilmiah mengenai
bagaimana mengorganisasikan segala energi sosial dan melakukan evaluasi
terhadap kegiatan.

Dengan demikian, determinasi kebijaksanaan. publik, baik dalam


tahapan formulasi, implementasi, evaluasi, amupun terminasi, selalu
dikaitkan dengan aspek produktifitas, kepraktisan, kearifan, ekonomi dan
apresiasi terhadap system nilai yang berlaku. Peranan administrasi Negara
makin dibutuhkan dalam alam globalisasi yang amat menekankan prinsip
persaingan bebas. Secara politis, peranan administrasi Negara adalah
memelihara stabilitas Negara, baik dalam pengertian keutuhan wilayah
maupun keutuhan politik. Secara ekonomi, peranan Administrasi Negara
adalah menjamin adanya kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi
dan mengatasi persaingan global.

Administrasi Negara, dilihat dari segi Analisa Sistem :

1. Sistem adalah merupakan kebulatan dari bagian yang saling bergantung.

1|Page Sistem Administrasi Negara Indones


2. Sistem terdiri dari gugus-gugus komponen yang bekerja sama untuk
kepentingan tujuan sebagai suatu keseluruhan

3. Sistem adalah kompleks unsur-unsur yang saling berinteraksi.

( Interaksi = bahwa di antara unsur-unsur tersebut saling berhubungan )

Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara merupakan bagian integral


dari sistem Penyelenggaraan negara. Operasionalisasi dari semua ketentuan-
ketentuan dalam UUD 1945 merupakan bagian yang sangat dominan dalam
penyelenggaraan pemerintahan negara.

Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia (SANRI) secara luas


memiliki arti Sistem Penyelenggaraan Negara Indonesia menurut UUD 1945,
yang merupakan sistem penyelenggaraan kehidupan negara dan bangsa dalam
segala aspeknya, sedangkan dalam arti sempit, Sistem Administrasi Negara
Republik Indonesia adalah ideologi Pancasila, Konstitusional – UUD 1945,
serta kebijakan-kebijakan lainnya.

Didalam kebijakannya salah satunya adalah mengenai pembangunan baik


di daerah, pusat, bahkan nasional. Pembangunan meliputi bidang
Infrastruktur baik sosial maupun pendidikan, nyatanya pelaksanaan
pembangunan nasional di negara kita masih banyak kekurangan karena
beberapa faktor, mulai dari letak geografis, wilayah, keadaan penduduk, dll.

Ini merupakan tantangan bagi bangsa kita, karena sudah tertulis pula
dalam UUD 1945 yang terdapat kalimat “mencerdaskan kehidupan bangsa”.
Melalui pembangunan nasional ini lah cita-cita negara kita akan terwujud
karena didalamnya meliputi berbagai kebijakan yang mempengaruhi
kehidupan masyarakat Indonesia dari yang terbawah sampai keatas, ini
merupakan PR bagi bangsa kita ini.

Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah bagi negara kita dalam mengatasi
masalah nasional ini, karena dibutuhkan sebuah kebijakan serta kualitas SDM

2|Page Sistem Administrasi Negara Indones


yang memadai, tapi saya percaya jika para birokrat ingin bangsa kita maju,
maka perbaiki dulu lah kualitas pembangunan di negeri kita ini.

1.2 Rumusan Masalah


Dari makalah ini, saya menarik beberapa analisis masalah mengenai
masalah dalam Pembangunan Nasional di Indonesia, yaitu:
1. Bagaimana Teori Administrasi Negara dalam Pembangunan Nasional?
2. Keterkaitan apa antara Sistem Administrasi Negara Dalam
Pembangunan Nasional?
3. Permasalahan apa Pembangunan Nasional di Indonesia?
4. Solusi apa yang diperlukan dalam Pembangunan Nasional di
Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan


Pembuatan makalah yang berjudul tentang “Sistem Administrasi Negara
Republik Indonesia” bertujuan untuk:
1. Untuk mengetahui Pengertian Administrasi Negara dan fokusnya
terhadap Pembangunan Nasional.
2. Untuk mengetahui peranan Administrasi Negara dalam
Pembangunan, terutama dalam Pembangunan Nasional.
3. Untuk mengetahui permasalah Pembangunan Nasional di
Indonesia.
4. Untuk mengetahui bagaimana solusi terhadap permasalah
Pembangunan Nasional.

3|Page Sistem Administrasi Negara Indones


1.4 Sistematika Penulisan
Dalam pembahasan ini, saya menyusun pokok-pokok pembahasan dan
membaginya secara sistematik yang terdiri dari :

BAB I Pendahuluan, yang terdiri dari : Latar belakang Masalah, Rumusan


Masalah, Tujuan Penulisan, dan Sistematika Penulisan.
BAB II Metode Penulisan.
BAB III Pembahasan.
BAB IV Penutup, yang terdiri dari : Kesimpulan dan Saran.

4|Page Sistem Administrasi Negara Indones


BAB II

METODE PENULISAN

Metode yang di pakai dalam makalah ini adalah Metode Pustaka, yaitu
metode yang dilakukan dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari
pustaka yang berhubungan dengan administrasi, baik berupa buku maupun
informasi di internet.

5|Page Sistem Administrasi Negara Indones


BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pengertian Administrasi Negara

Istilah Administrasi Negara mempunyai berbagai macam definisi. Tetapi,


apabila kita telaah lebih mendalam, definisi-definisi mengenai administrasi
negara diangkat dari dua pola kerangka pemikiran.

1. Administrasi Negara dipandang sebagai satu kegiatan yang dilakukan oleh


pemerintah yakni lembaga eksekutif.
Pendapat ini didukung oleh suatu kasus yang dikaji oleh Dimock yang
mencatat bahwa “W.F. Willoughby (salah satu ahli administrasi negara)
mendefinisikan bahwa “Administrative function is the function of actually
administering the judicial branches of government”. Apa yang dikatakan
oleh Willoughby ini menunjukan suatu pemahaman bahwa administrasi
negara itu hanya berkaitan dengan fungsi-fungsi untuk melaksanakan
hukum yang telah ditetapkan oleh DPR dan telah ditafsirkan oleh lembaga
pengadilan. Dengan pola pikir yang sama, sarjana lain juga menyatakan
bahwa “Public Administration as a field is mainly concerned with the
meands for implementing political values” (Administrasi negara sebagai
salah satu bidang studi berkaitan terutama dengan sarana-sarana untuk
melaksanakan nilai-nilai atau keputusan publik).1

2. Administrasi negara lebih luas dari sekedar pembahasan mengenai


aktivitas-aktivitas lembaga eksekutif saja.
Menurut pendapat yang kedua ini, administrasi negara membahas
mengenai seluruh aktivitas dari ketiga cabang pemerintahan, yakni
Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif, yang semuanya bermuara pada fungsi
untuk memberikan pelayanan publik. Pendapat ini didukung oleh Caiden
(1986) yang mengatakan bahwa “Administrasi negara meliputi setiap

1
Afifuddin S.Ag., M.Si., Pengantar Administrasi Pembangunan, Bandung: Alfabeta, 2013, hlm. 23

6|Page Sistem Administrasi Negara Indones


bidang dan aktivitas yang menjadi sasaran kebijaksanaan pemerintah,
termasuk proses formal dalam kegiatan-kegiatan DPR, fungsi-fungsi yang
berlaku dalam lingkungan pengadilan, dan kegiatan dari lembaga-lembaga
militer”.2

Dua pola pemikiran di atas, melatarbelakangi pendapat para ahli dalam


memberikan definisi mengenai administrasi negara, di antaranya adalah
sebagai berikut;
1. Menurut Edward H. Litchfield
Administrasi negara adalah suatu studi mengenai bagaimana bermacam-
macam badan-badan pemerintahan diorganisasi, di lengkapi tenaga-
tenaganya, dibiayai, digerakkan, dan dipimpin.
2. Menurut Dwight Waldo
Administrasi negara adalah manajemen dan organisasi dari manusia-
manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah.3
3. Menurut John M. Pfiffner dan Robert V. Presthus
Public administration is a process concerned with carrying out public
policies, encompassing Innumerable Skiils and techniques large number of
people.4
Administrasi negara adalah suatu proses yang berhubungan dengan
pelaksanaan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, pengarahan
kecakapan, dan teknik-teknik yang tidak terhingga jumlahnya, memberikan
arah dan maksud terhadap usaha sejumlah orang.
4. Menurut Felix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro
Public Administration is cooperative group effort in public setting.
Administrasi negara adalah suatu kerja sama kelompok dan lingkungan
pemerintahan.

2
Afifuddin S.Ag., M.Si., Pengantar Administrasi Pembangunan, Bandung: Alfabeta, 2013, hlm. 23
3
Inu Kencana Safiie, Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia, Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2003, hlm. 33
4
Inu Kencana Safiie, Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia, Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2003, hlm. 31

7|Page Sistem Administrasi Negara Indones


5. Menurut Prajudi Atmosudirdjo
Administrasi negara adalah administrasi dari negara sebagai organisasi,
dan administrasi yang mengejar tujuan-tujuan yang bersifat kenegaraan.
6. Menurut Marshall E. Dimock, Gladys O. Dimock, dan Louis W.
Koening
Administrasi negara adalah kegiatan pemerintahan di dalam melaksanakan
kekuasaan politiknya.
7. Menurut Arifin Abdulrahcman
Administrasi negara adalah ilmu yang mempelajari pelaksanaan dari
politik negara.
8. Menurut George J. Gordong
Administrasi negara dapat dirumuskan sebagai proses baik yang dilakukan
organisasi maupun perseorangan yang berkaitan dengan penerapan atau
pelaksanaan hukum dan peraturan yang dikeluarkan oleh badan legislatif,
serta peradilan.

Administrasi negara merupakan bagian species dari administrasi, dimana


implementasinya tidak bisa lepas hubungannya dengan fungsi pemerintahan,
setiap negara termasuk Indonesia mengenal adanya perbedaan fungsi-fungsi
politisi dan administrasi dalam pemerintahan. Adanya dikotomi fungsi
pemerintahan tersebut mempunyai pengaruh terhadap perkembangan ilmu
administrasi negara, pengaruh tersebut bisa menguntungkan dan bisa
merugikan, dan di sisi lain menekankan pentingnya administras negara.

Proses penyelenggaran negara dapat dilihat dari cara berpikir


penyelenggaraan negara, dan dapat dilihat fungsi yang bersifat politis, dan
bersifat administratif sehingga diperlukan adanya pemisahan satu dengan
yang lainnya walaupun sama-sama untuk mencapai tujuan negara, hal
tersebut bisa berpengaruh dalam prosesnya yaitu adanya perbedaan persepsi
yang terkadang dapat terjadi.

8|Page Sistem Administrasi Negara Indones


Pada negara yang sedang berkembang fungsi administrasi masih belum
dapat berjalan dengan baik, karena antara lain sikap sewenang-wenangan
kepada masyarakat, korupsi, kolusi, nepotisme, dan perhitungan terhadap
kelestarian alam yang masih kurang sehingga kurang terantisipasi.

Seperti hasil penelitian PERC (Political and Economic Risk Consultancy,


2000) yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat korupsi
tertinggi dan syarat kroniisme dengan skor 9,91 untuk korupsi dan 9,09 untuk
kroniisme di antara negara-negara Asia; dengan skala penilaian yang sama
antara nol yang terbaik hingga sepuluh yang terburuk. Hasil penelitian
tersebut, menempatkan Indonesia pada peringkat bawah atau tergolong pada
negara dengan tingkat korupsi yang sangat parah. Selain itu, menurut
penelitian tersebut, masalah korupsi juga terkait erat dengan birokrasi. Dalam
hubungan ini birokrasi Indonesia dinilai termasuk terburuk. Di tahun 2000
Indonesia memperoleh skor 8 (yaitu kisaran skor nol untuk terbaik, dan 10
untuk yang terburuk) yang berarti jauh di bawah rata-rata kualitas birokrasi di
negara-negara Asia. Terpuruknya Indonesia dalam kategori korupsi dan
birokrasi, juga dilengkapi dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh PERC
(2001) dan Price Water House Cooper (2001) tentang rangking negara-
negara Asia dalam Implementasi Good Governance. Indonesia menempati
rangking/urutan ke 89 dari 91 negara yang disurvei; dan dari sisi
competitiviness Indonesia menempati urutan ke-49 dari 49 negara yang
diteliti. Berbagai fenomena dan sejarah perkembangan korupsi di Indonesia
tersebut menunjukan adanya kaitan erat antara KKN dengan perilaku
kekuasaan dan birokrasi yang melakukan penyimpangan.

Begitu juga dengan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia,


penggunaan kayu glondong dari hutan Indonesia yang sebelumnya diekspor
sampai pada tahun 1996 tepatnya awal permulaan tahun, sekarang Indonesia
sudah harus mengimpor kayu glondongan, karena produsen yang
menggunakan bahan mentah kayu glondongan kekurangan bahan.

9|Page Sistem Administrasi Negara Indones


Proses pengolaan investasi sumber daya alam dan sumber daya lainnya
dalam sistem administrasi negara tersebut biasanya mampu memberikan
imbalan yang rendah baik dari sudut ekonomi maupun politik. Dalam kasus
tertentu biokrasi Indonesia dihadapkan pada berkembangnya ilmu dan
pengetahuan teknologi dari pengaruh globalisasi, di sisi lainnya dukungan
terhadap kesejahteraan birokrat sangat lemah, inisiatif dapat muncul sedikit
ke permukaan manakala birokrat ditekan karena kekuatan. Seharusnya
inisiatif muncul karena atas dasar keadaran tuntutan dari dalam diri birokrat.

Upaya pemberantasan korupsi yang selama lebih dari 40 tahun telah


dilakukan, baik pada era Orde Lama, dan Orde Baru, maupun pada era
reformasi sekarang ini, belum menunjukan hasil seperti yang kita harapkan.
KKN yang merupakan penyakit kronis Orde Baru, berkembang menjadi neo-
KKM di orde transisi sekarang ini. Sebenarnya pemberantasan KKN telah
menjadi agenda utama gerakan reformasi yang bergulir sejak tahun 1998.

Para pakar administrasi negara berusaha mencari jalan keluar. Selain harus
mengenali kompleksitas perilaku manusia, untuk dapat sah menjadi ilmu,
menurut Dahl (1947), administrasi negara harus dapat mengatasi persoalan
nilai atau norma dan berbagai situasi administrasi, dan memperhitungkan
hubungan antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Ia
menegaskan bahwa administrasi sebagai ilmu perlu mengembangkan studi-
studi perbandingan dalam administrasi negara, yang memang pada waktu itu
langka sekali.

Upaya mengembangkan studi perbandingan administrasi negara dilakukan


dengan sungguh-sungguh antara ain dengan dibentuknya Comparative
Administrastration Group (CAG) pada tahun 1960 oleh para pakar
administrasi, seperti John D. Montgomery, William J. Stiffin, Dwight Waldo,
George F. Grant, Edward W. Weidner, dan Fred W. Riggs. Dari CAG inilah

10 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


lahir konsep administrasi pembangunan (development administration),
sebagai bidang kajian baru. Kelahirannya didorong oleh kebutuhan
membangun administrasi negara di negara-negara berkembang atau negara-
negara sedang berkembang.

3.2 Dari Administrasi Negara ke Public Management and Public Service

Terus berkembangnya Administrasi Negara membuat konsep serta


cakupannya yang lebih luas, sekitar tahun 80-an berkembang konsep yang
berlabel baru untuk memberdayakan konsep ilmu administrasi publik.
Konsep-konsep itu antara lain ada yang menyebutnya “New Public
Administration” (Bellone, 1980), “The New Science of Organizations”
(Ramos, 1981), dan terakhir di sekitar dasawarsa 90-an terbit konsep baru
yang disebut New Public Management (Ferlie, 1996). Konsep-konsep itu
pada awalnya ingin mengemukakan pandangan baru yang bisa mencerahkan
konsep ilmu administrasi negara. Jauh sebelumnya sekitar tahun 60-an, telah
banyak dilakukan upaya untuk memperbarui konsep ilmu adminisrasi negara.
Dwight Waldo (1971) misalnya, pernah mengegerkan masyarakat sarjana
Administrasi Negara dengan mengemukakan bahwa administrasi negara
hidup di zaman yang penih dengan kekacauan (turbulance). Gejolak ini
sebenarnya sudah dirasakan ketika diadakan konferensi di Minnouwnbrook
tahun 1967 yang menghasilkan pemikiran-pemikiran baru (Thoha, 1984).

Khusus konsep New Public Management, konsep ini ingin mengenalkan


konsep-konsep yang biasanya diperlakukan untuk kegiatan bisnis dan di
sektor privat. Inti dari konsep ini ialah untuk mentransformasikan kinerja
yang selama ini dipergunakan dalam sektor privat dan bisnis ke sektor
rpublik. Slogan yang terkenal dalam perspektif konsep baru dalam New
Public Management ini ialah mengatur dan mengendalikan pemerintahan
tidak jauh bedanya mengatur dan mengendalikan bisnis run government like
business.

11 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


Isu berikutnya yang berkembang tidak hanya membatasi pada bagaimana
mentransformasikan kinerja sektor bisnis ke sektor pemerintahan. Sistem
diklat pegawai, sistem penggajian pegawai yang merana, sistem pengawasan
dari waskat sampai ke waswas, dan semua sistem-sistem lainnya diatur secara
seragam dan sentral. Susunan pemerintahan termasuk desapun diseragamkan
untuk seluruh negara kita.

Sekarang paradigma ilmu administrasi publik dan manajemen


pemerintahan telah banyak berubah. Salah satu dari perubahan itu ialan
pendekatan yang sarwa negara berubah ke sarwa masyarakat (Thoha,1999).
Oleh karena itu, pemahaman istilah Public seperti yang dilekatkan sebagai
predikat pada istilah administration hendaknya dipahami sebagai predikat
terhadap proses kepemerintahan (governance) yang selaras dengan perubahan
paradigma tersebut. Dengan demikian, istilah administrasi publik dapat
diartikan sebagai adminisrasi pemerintahan yang dilakukan oleh aparat
pemerintahnn untuk kepentingan masyarakat.

Dahulu ketika manajemen pemerintahan di Indonesia masih kental dengan


segala upaya yang sarwa negara, Public Administration diterjemahkan sesuai
dengan wasana saat itu, yakni administrasi negara. Hampir semua kegiatan
dalam masyarakat ini dimulai dari negara, dan yang amat berperan adalah
penguasa negara. Stakeholder dalam mengelola negara ini hanyalah aktor
negara atau pemerintah (governmental actors). Publik dalam arti masyarakat
dan rakyat (non governmental actor) tidak hanya mempunyai peran kecuali
sebagai objek dan sasaran dari kebijakan negara atau pemerintah.

Administrasi negara di Indonesia pada saat ini lebih tepat dikatakan


sebagai alat untuk menegakkan kekuasaan negara bukan kekuasaan untuk
rakyat. Perubahan paradigma dalam ilmu Administrasi Publik menekankan
adanya peranan rakyat. Orientasi Administrasi Publik sekarang ini diarahkan
kepada kepentingan dan kekuasaan pada rakyat. Dengan alasan seperti itu
Ilmu Administrasi Publik lebih menekankan pada program aksi yang

12 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


berorientasi pada kepentingan rakyat dan masyarakat. Sehingga eksitensi
Ilmu Administrasi Publik tidak ada manfaatnya bagi ke kepentingan orang
banyak sebagaimana istilah aslinya.

3.3 Peran Ilmu Administrasi dimasa depan dalam pembangunan


Dalam pemikiran yang sama suatu bagan organisasi departemen
pemerintah tidaklah sama dengan departemen pemerintah, bukan pula suatu
strategi baru sebagai jawaban otomatis terhadap kegagalan administrasi
publik yang diwakili oleh program-program aksi departemen tersebut. Kita
sadar dan tahu persis tentang hal seperti itu. Kan tetapi, seperti biasanya
manakala kita menghadapi kesulitan yang tersembunyi sering kali kita
mencari strategi baru untuk keluar dari masalah itu dengan mengajukan
kemungkinan adanya reorganisasi, restrukturisasi, reshuffle, reengineering
dan sejenisnya. Dan ketika kita melakukan reorganisasi, maka kita berhenti
pada upaya melakukan penalaran organisasi dalam wujud kotak-kotak dalam
bagan struktur organisasi. Derajat keanehan semakin tinggi kita jumpai dan
perubahan tidak banyak kita dapatkan karena administrasi publik diletakkan
sebagai lukisan tanpa ekspresi.

Administrasi publik (negara) selama ini selalu diamsusikan sebagai upaya


melukis suatu benda bukan menaruh perhatian terhadap bagaimana realita
benda tersebut. Sehingga karenanya administrasi publik dianggap kurang
memberikan kontribui terhadap setiap reformasi di bidang pemerintahan.
Reformasi dan perubahan yang ditawarkan oleh Ilmu Administrasi Publik
sering kali berhenti pada lukisan kotak-kotak saja yang acapkali berupa
serangkaian konsep restrukturisasi, reorganisasi, reeenginering (Champy,
1995). Upaya seperti itu senantiasa hanya menekankan pada perbaikan
struktur fisik dari suatu sistem tanpa melihat seberapa jauh kaitan struktur
fisik tersebut dengan Stakeholder yang mampu melahirkan pranata logis
(Lucas Jr.m 1996).

13 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


Di Indonesia seperti dikatakan di depan, maka Ilmu Administrasi Publik
merupakan kumpulan sketsa yang dipergunakan untuk membenarkan
kebijakan penguasa, dan yang dianggap jauh dari harapan rakyat. Kumpulan
sketsa itu tidak berkehendak untuk dilaksanakan dalam realita.
Penyimpangan-peyimpangan pemerintahn yang lalu karena didukung oleh
sistem administrasi.

a. Public administration:
1. Is a cooperative group effort a public setting.
2. Covers all three branches – executive, legislative, and judicial and
their interrelationships.
3. Has an important role in formulation of public policy, and is thus part
of the political process.
4. Is closely associated with numerous private groups and individuals in
providing services to the community. (Nigro and Nigro, 1989).
a. Public administration is the use of managerial, political, and legal
theories and processes to fulfill legislative, executive, and judicial
governmental madates for the provision of regulatory and service
functions for the society as a whole or for some segments of it
(Rosenbloom dan Deborah D. Goldman, 1989).
b. Public administration is centrlally concerned with the organization of
government policies and programs as well as the behavioral of offcials
(usually non elected) formally responsible for their conduct (Levine,
Peters, Thompson, 1990).
c. The practice of public administration involves the dynamic reconciliation
of various forces in government’s efforts to manage public and programs
(Dubnick and Romzek, 1991).
d. Dengan sedikit menyampingkan berbagai kekhususan dari rumusan-
rumusan tersebut, administrasi negara (public administration) mencakup
beberapa hal:

14 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


1) bagian eksekutif dari suatu pemerintahan (walaupun tetap berhubungan
dengan legislatif dan yudikatif dalam kenyataannya),
2) merupakan formulasi dan implementasi kebijakan publik,
3) meliputi atau berhubungan dengan berbagai (bentangan) perlaku,
permasalahan, dan kerjasama demi kemaslahatan manusia
(masyarakat),
4) bidang berbeda dengan swasta,
5) produknya berupa jasa dan pelayanan publik. (stillman ii, 1992).

Rumusan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LANRI):


“Seluruh penyelanggaraan kekuasaan pemerintah (negara Indonesia) dengan
memanfaatkan dan mendayagunakan segala kemampuan aparatur negara
serta segenap dana dan daya demi tercapainya tujuan nasional dan
terlaksananya tugas pemerintah (Pemerintah RI) seperti yang ditetapkan
dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Dari gambaran perkembangan Ilmu Administrasi tersebut, dapatlah
dipahami bahwa perumusan pengertian mengenai administrasi negara
beranekan ragam, dengan alur pikir, pendekatan maupun ruang lingkup
administrasi negara yang dijadikan dasar untuk merumuskan konsep
administrasi tersebut.

15 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


3.4 Pembangunan Nasional

3.4.1 Tujuan Pembangunan Nasional


Tujuan nasional, sebagaimana yang termaktub dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu :
Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pernyataan di atas merupakan cerminan bahwa pada dasarnya


tujuan Pembangunan Nasional adalah untuk mewujudkan kehidupan
masyarakat Indonesia yang sejahtera, lahiriah maupun batiniah.
Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pembangunan yang
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia merupakan pembangunan yang
berkesinambungan, yang meliputi seluruh aspek kehidupan
masyarakat, bangsa dan negara.

Agar pembangunan yang dilaksanakan lebih terarah dan


memberikan hasil dan daya guna yang efektif bagi kehidupan
seluruh bangsa Indonesia maka pembangunan yang dilaksanakan
mengacu pada perencanaan yang terprogram secara bertahap dengan
memperhatikan perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam
kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah merancang suatu
perencanaan pembangunan yang tersusun dalam suatu Repelita
(Rencana Pembangunan Lima Tahun), dan mulai Repelita VII
diuraikan dalam suatu Repeta (Rencana Pembangunan Tahunan),
yang memuat uraian kebijakan secara rinci dan terukur tentang
beberapa Propenas (Program Pembangunan Nasional). Rancangan
APBN tahun 2001 adalah Repeta pertama dari pelaksanaan Propenas
yang merupakan penjabaran GBHN 1999-2004, di samping

16 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


merupakan tahun pertama pelaksanaan otonomi daerah dan
desentralisasi fiskal.

Sejak repelita pertama (tahun 1969) hingga repelita sekarang


(telah menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik aspek
politik, ekonomi, sosial dan budaya. Meskipun realisasi
pembangunan telah menyentuh dan dinikmati oleh hampir seluruh
masyarakat, namun tidak berarti terjadi secara demokratis. Dengan
kata lain, hasil-hasil pembangunan tersebut belum mampu
menjangkau pemerataan kehidupan seluruh masyarakat. Masih
banyak terjadi ketimpangan atau kesenjangan pembangunan maupun
hasil-hasilnya, baik antara pusat dan daerah atau dalam lingkup yang
luas adalah kesenjangan antara Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan
Kawasan Barat Indonesia (KBI), khususnya pada sektor ekonomi.
Salah satu kesenjangan di sektor ekonomi tersebut diantaranya
adalah tidak meratanya kekuatan ekonomi di setiap wilayah, seperti
tidak meratanya tingkat pendapatan (per kapita) penduduk, tingkat
kemiskinan dan kemakmuran, mekanisme pasar dan lain-lain.

Dampak dari kesenjangan tersebut telah menimbulkan


beberapa gejolak dalam bentuk tuntutan adanya pemerataan
pembangunan maupun hasil-hasilnya, dari dan untuk setiap wilayah
di Indonesia. Untuk mengurangi bahkan menghilangkan kesenjangan
tersebut pemerintah telah menempuh beberapa kebijaksanaan
pembangunan diantaranya dengan memberlakukan Undang-undang
Nomor 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang pada prinsipnya
merupakan pelimpahan wewenang pusat ke daerah untuk mengurus
rumah tangganya sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh
masing-masing daerah.Suatu bentuk pemerintahan di negara
manapun, secara formal menyatakan bahwa eksitensi suatu negara,
bangsa beserta perangkatnya, dimaksudkan untuk mencapai tujuan

17 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


akhir dari bangsa dan negara bersangkutan. Dengan gaya adan
bahasa yang beraneka ragam, tujuan akhir tersebut biasanya
mengandung berbagai konotan seperti kesejahteraan, keadilan,
kemakmuran, ketentraman fisik dann mental dan sebagainya. Tujuan
formal, normatif yang demikian itu terdapat di semua negara di
seantero, baik yang sudah maju maupun yang sedang berkembang.
Kenyataan demikian menunjukan bahwa pada dasarnya, usaha
mencapai masyarakat ideal yang dicita-citakan itu merupakan usaha
yang berlangsung terus-menerus selama suatu negara/bangsa
tersebut masih eksis. Tujuan formal dari suatu negara tersebut
biasanya diidentikan dengan tujuan pembangunan nasional.

Tujuan pembangunan nasional merupakan bagian suatu


proses yang terus-menerus dan berkesinambungan. Dengan
perkaataan lain, sukar untuk membayangkan adanya suatu negara,
bangsa yang pada satu titik tertentu dalam perjalannya akan
mengatakan bahwa tingkat dan kondisi ideal yang dicita-citakan
telah tercapai secara absolut sehingga tidak dapat lebih ditingkatkan
lagi. Hal ini bukan saja karena konsepsi seperti keadilan,
kemakmuran dan kesejahteraan yang merupakn suatu konsep yang
bersifat relatif, dan oleh karenanya tidak mengenal titik jenuh yang
absolut, akan tetapi juga karena tujuan pembangunan nasional
merupakan konsep yang dinamik yang seirama pula dengan
dinamika perkembangan kebudayaan manusia.

Pembangunan nasional sebagai proses yang


berkesinambungan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat
secara terencana dan terarah dalam bidang kehidupan dan
penghidupan rakyat, bangsa, dan negara Republik Indonesia adalah
untuk dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional sebagaimana
dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

18 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


Tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan
suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan
spiritual berdasarkan pancasila dalam wadah Negara Kesatuan
Negara Republik Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan
berkedaulatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang
aman, tentram, tertib, dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan
dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan ramai.

Tujuan pembangunan nasional, yang tertuang dalam


Pancasila dan UUD 1945 merupakan tujuan pembangunan yang
bersifat kuntitatif, normatif, dan formal. Sedangkan tujuan
pembangunan nasional dalam bentuk pragmatis, kualitatifnya atau
kenyataannya dalam masyarakat dapat dijabarkan dalam lima
komponen, yaitu:

1. Kemakmuran di bidang material


Kemakmuran di bidang material ini biasanya oleh rakyat
kebanyakan, secara sederhana sering diartikan sebagai
keserbacukupan dalam kebutuhan fisik terutama terwujud dalam
bentuk tersedianya sandang, pangan dan papan yang memadai
untuk manusia beradab dengan harkat dan martabatnya sebagai
manusia terhormat. Tersirat dalam pengertian keserbacukupan di
sini adalah adanya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar
manusia secara wajar dan mudahnya pemenuhan kebutuhan karena
tersedianya hal-hal tersebut dengan jenis, mutu dan harga yang
wajar pula.

Untuk mencapai kemakmuran di bidang material perlu kiranya


menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam
memanfaatkan sumber daya alam, termasuk jasa-jasa

19 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


lingkungannya, secara optimal, efisien, dan berkelanjutan dalam
mendukung perekonomian nasional, dan sekaligus mendorong
perubahan pola produksi dan konsumsi. Dalam kaitan itu kualitas
dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup akan
didorong, termasuk evaluasi SDA, pelaksanaan penyusunan neraca
sumber daya alam dan penerapan PDB Hijau; insentif bagi para
pelaku dalam pengelolaan SDA dan LH dikembangkan untuk
mendorong perubahan ke arah pola produksi dan konsumsi yang
berkelanjutan; tata kelola SDA dan LH ditingkatkan melalui
prinsip transparansi, partisipatif dan akuntabel, termasuk dalam
penegakan hukum secara konsisten dan adil; perlindungan,
pelestarian dan rehabiliitasi ekosistem dan keanekaragaman hayati
ditingkatkan agar yang rusak dapat berfungsi kembali sebagai
penyangga sistem kehidupan; serta kerusakan dan pencemaran
lingkuan bisa dikendalikan.

2. Kesejahteraan mental
Kesejahteraan mental sering dikaitkan dengan tersediannya
kesempatan untuk meningkatkan pendidikan dalam rangka
penambahan pengetahuan dan keterampilan, yang pada gilirannya
akan dapat berperan penting, bukan saja sebagai alat untuk
meningkatkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar tersebut di
atas, akan tetapi jauh lebih lahgi adalah kebebasan dalam
menyatakan, mengemukakan pendapat, tanpa tekanan-tekanan atau
kekangan yang dapat menimbulkan kekerdilan dalam kemampuan
berpikir.

Untuk mendukung kesejahteraan mental maka dipandag perlu


adanya peningkatkan Aksebilitas dan kualitas pendidikan dan
kesehatan. Peningkatan aksebilitas dan kualitas masyarakat
terhadap pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas

20 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


merupakan mandat konstitusi yang harus dilakukan sesuai dengan
tujuan pembangunan nasional. Pendidikan dan kesehatan
merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas
manusia sebagai pelaku sekaligus objek pembangunan.

3. Ketentraman fisik dan rohaniah


Ketentrman fisik sudah barang tentu bertalian erat dengan
keamanan terhadap berbagai jenis gangguan, baik yang
menyangkut nyawa maupun harta benda seseorang. Sedangkan
ketentraman rohaniah berkaitan dengan kebebasan menganut
sesuatu ajaran agama tertentu berdasarkan keyakinan seseorang
serta melakukan ibadahnya menurut ajaran agama yang dianut oleh
seseorang yang bersangkutan.

4. Kehormatan, harkat, dan martabat


Kebahagiaan yang manifestasinya tidak semata-mata, dan
bahkan tidak dalam wujud kebendaan, melainkan yang tidak kalah
pentingnya ialah pengakuan di atas tingginya harkat dan martabat
manusia dan perlakuan terhormat sesuai dengan harkat dan
martabat manusia itu sendiri.

5. Masyarakat bangsa yang berkeadilan sosial


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa salah satu faktor pendorong
pelaksanaan pembangunan nasional adalah karena kesenjangan
yang dikadang-kadang teramat lebar antara sekelompok kecil
anggota masyarakat yang menikmatii kemakmuran material yang
sering dipandang berlebihan dengan mayoritas warga masyarakat
yang tingkat keadaan kebendaannya menyedihkan dan oleh
karenanya dikenal sebagai kelompok miskin, sehingga jurang
pemisah antara si kaya dan si miskin sangat menonjol.

21 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


Prioritas pembangunan salah satunya adalah
penganggulangan kemiskinan dan kesenjangan. Saat ini jumlah
penduduk miskin Indonesia sangat besar. Upaya pengurangan
penduduk miskin, selain merupakan pelaksanaan untuk
mewujudkan kesejateraan bagi seluruh rakyat, untuk meningkatkan
hak dan martabatnya, juga salah satu cara untuk meningkatkan
daya saing di masa depan. Ini dilakukan melalui perbaikan
kemampuan si miskin, sehingga akan membuka jalan untuk
meningkatkan kemampuan ekonomi setiap tingkatan setiap
tingkatan ke tingkat yang lebin tinggi dan meningkatan pelayanan
dasar bagi masyarakat miskin. Upaya penanggulangan kemiskinan
harus berjalan seiring dengan upaya untuk meningkatkan
pemerataan, mengurangin kesenjangan antar wilayah, antar
kelompok dan antar individu.

Langkah pemerintah dalam mengurangi jumlah kemiskinan


adalah dengan meningkatan kesempatan kerja, investasi, dan
ekspor. Upaya penurunan penduduk miskin berjalan seiring dengan
upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kesempatan kerja
seluas-luasnya. Untuk mengatasi masalah kemiskinan dan
pengangguran secara berkesinambungan, diperlukan pertumbuhan
yang lebih tinggi, lebih adil serta berkesinambungan didorong oleh
sumber-sumber pertumbuhan yang lebih berkualitas. Dalam kaitan
itu, untuk mencapai pertumbuhan yang terus meningkat yang
utamanya digerakkan oleh sektor riil, investasi dalam negeri dan
luar negeri serta ekspor harus meningkatan.

3.4.2 Makna dan Hakikat Pembangunan Nasional


Pembangunan Nasional merupakan rangkaian upaya
pembangunan yang berkesinambungan yang meliputi seluruh
kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk melaksanakan

22 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


tugas dalam mewujudkan tujuan nasional yang termaktub dalam
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Keseluruhan semangat,
arah, dan gerak pembangunan dilaksanakan sebagai pengamalan
semua sila Pancasila secara serasi dan sebagai kesatuan yang utuh,
yang meliputi:

1. Pengamalan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang diantara lain


mencakup tanggung jawab bersama dari semua golongan
beragaman dan epercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
untuk secara terus-menerus dan bersama-sama meletakkan
landasan moral, etika dan spiritual yang kokoh bagi
pembangunan nasional sebaga pengalaman dari Pancasila.

2. Pengamalan Sila Kemanusasiaan Yang Adil dan Beradab, yang


diantara lain mencakup peningkatan martabat serta hak dan
kewajiban asasi warga negara serta penghapusan penjajahan,
kesengsaraan dan ketidakadilan di muka bumi.

3. Pengalaman Sila Persatuan Indonesia, yang diantara lain


mencakup peningkatan pembinaan bangsa di semua bidang
kehidupan manusia, masyarakat, bangsa, dan negara, sehingga
makin kuat rasa kesetiakawanan dalam rangka memperkokoh
persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Pengalaman Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat


Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, yang antara
lain mencakup makin menumbuhkan dan mengembangkan
sistem politik demokrasi Pancasila yang semakin mampu
memelihara stabilitas nasional yang dinamis, mengembangkan

23 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


kesadaran dan tanggung jawab politik warga negara serta
bergairahnya rakyat dan proses politik.

5. Pengamalan Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,


yang antara lain mencakup upaya untuk mengembangkan
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yang dikaitkan dengan
pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju kepada
tercapainya kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat
Indonesia dalam sistem ekonomi yang disusun sebagai usaha
bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

3.4.3 Asas Pembangunan Nasional


Asas pembangunan nasional adalah prinsip pokok yang
harus diterapkan dan dipegang teguh dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan nasional.

Asas-asas Pembangunan Nasional tersebut adalah:


1. Asas Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa
Dalam bentuk realitanya segala usaha dan kegiatan
pembangunan nasional dijiwai, digerakkan, dan dikendalikan
oleh keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha
Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual,
moral, dan etik dalam rangka pembangunan nasional sebagai
pengamalan Pancasila.

24 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


2. Asas Pemanfaatan
Asas manfaat ini sangat diperlukan karena segala usaha dan
kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, peningkatan
kesejahteraan rakyat, dan pengembangan pribadi warga
negara serta mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur
budaya bangsa dan kelestarian fungsi lingkungan hidup
dalam rangka pembangunan yang berkesinambungan dan
berkelanjutan.

3. Asas Demokrasi Pancasila


Asas demokrasi Pancasila ini memberikan pengertian bahwa
upaya mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi
seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,
dilakukan dengan semangat kekeluargaan yang bercirikan
kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan melalui
musyawarah untuk mencapai mufakat.

4. Asas Adil dan Merata


Asas adil dan merata merupakan suatu hal yang esensi dalam
pembangunan nasional yang diselenggarakan sebagai usaha
bersama yang harus merata di semua lapisan masyarakat dan
seluruh wilayah tanah air dimana setiap warga negara berhak
memperoleh kesempatan berperan dan menikmati hasil-
hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan
dan darma buktinya yang diberikan kepada bangsa dan
negara.

25 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam
Perikehidupan
Dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan
antara berbagai kepentingan yaitu, keseimbangan, keserasian
dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat,
material dan spiritual, jiwa dan raga individu, masyarakat,
dan negara, pusat dan daerah serta antar daerah, kepentingan
perikehidupan darat, laut, udara dan dirgantara serta
kepentingan nasional dan internasional.

6. Asas Hukum
Penyelanggaraan pembangunan nasional setiap warga negara
dan penyelanggara negara harus taat pada hukum yang
berintikan keadilan dan kebenaran, serta negara diwajibkan
untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.

7. Asas Kemandirian
Bahwa dalam pembangunan nasional harus berlandaskan
pada kepercayaan akan
kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepada
kepribadian bangsa.

8. Asas Kejuangan
Dalam penyelenggaraan pembangunan, penyelenggara negara
dan masyarakat harus memiliki mental, tekad, jiwa, dan
semangat pengabdian serta ketaatan dan disiplin ayang tinggi
dengan lebih mengutamanakan kepentingan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

26 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


9. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Agar pembangunan nasional dapat memberikan kesejahteraan
rakyat lahir batin yang setinggi-tingginya,
penyelenggaraannya perlu menerapkan nilai-nilai ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta mendorong pemanfaatan,
pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi secara seksama dan bertanggung jawab dengan
memperhatikan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya
bangsa.

3.4.4 Perencanaan Pembangunan Nasional


Perencanaan merupakan keputusan untuk waktu yang akan
datang mengenai apa yang dilakukan? Bilamana akan dilakukan?
Dan siapa yang akan melakukan? Perencanaan Pembangunan
merupakan tugas pokok dalam administrasi atau manajemen
pembangunan. Perencanaan diperlukan karena kebutuhan
pembangunan lebih besar daripada sumber daya yang tersedia,
sehingga dalam proses pelaksanaan pembangunan nasional bisa
mencapai tujuan pembangunan secara efektif dan efisien sesuai
dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Melalui
perencanaan ingin dirumuskan kegiatan pembangunan secara
efektif dan efisien yang dapat memberikan hasil optiomal dalam
memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan mengembangkan
potensi yang ada.

Pada dasarnya perencanaan sebagai salah satu fungsi


manajemen adalah proses pengambilan keputusan dari sejumlah
pilihan, untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.
Perencanaan pembangunan pada dasarnya harus memiliki,
mengetahui, dan memperhitungkan beberapa unsur pokok, yaitu:

27 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


1. Tujuan akhir yang ingin dicapai;
2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk merealisasikan tujuan
akhir;
3. Jangka waktu yang diperlukan dalam mencapai sasaran-sasaran
tersebut;
4. Masalah-masalah yang dihadapi;
5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan, serta
pengalokasiannya;
6. Kebijaksanaan-kebijaksanaan untuk merealisasikannya;
7. Orang, organisasi, atau badan pelaksanaannya; dan
8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan
pelaksanaan.

Untuk dapat melakukan perencanaan dengan baik


diperlukan informasi yang memadai, seperti statistik. Oleh karena
itu, menjadi tugas manajemen pembangunan untuk mengupayakan
tersedianya informasi yang dibutuhkan dan mengembangkan
metodologi pengolahan informasi untuk memenuhi kebutuhan
perencanaan.

Apabila dilihat dari segi ruang lingkup, tujuan, dan


sasarannya, perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral, dan
spasial. Terkait dengan itu, perencanaan dapat berupa perencanaan
agregatif atau komprehensif dan parisal. Perencanaan diliat dari
segi jangkauan dari hierarkinya, ada perencaan dapat dilihat dari
segi jangka panjang, menengah, atau jangka pendek. Dilihat dari
arus infomasi, perencanaan dapat bersifat dari atas ke bawah (top
down), dari bawah ke atas (bottom up), atau kedua-duanya. Dari
segi ketetapan atau keluwesan proyeksi ke depannya, perencanaan
dapat berupa indatif atau preskriptif. Berdasarkan sistem
politiknya, perencanaan dapat bersifat alokatif, inovatif, dan radikal

28 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


(Friedman, 1987). Sedangkan produk perencanaan dapat berbentuk
rencana (plan), kebijaksanaan, peraturan, alokasi anggaran,
program, atau proyek.

Terdapat beberapa masalah dan bahan kajian para ahli


dalam menemukan dan mengembangkan model perencanaan yang
dapat diberlakukan untuk semua, karena selain peran lembaga-
lembaga politik dan eonomi, bahkan kebudayaanpun juga ikut
berperan. Daam hal ini Osterfeld (1992) lebih jauh menyatakan
bahwa some markets may function best when left unregulated,
while saticfactory performance in others may require regulation.

Kalau ditinjau dari segi historis, pengalaman negara-negara


Asia yang berhasil dalam pembangunannya, memang dapat ditarik
kesimpulan bahwa perencanaan berperan besar dalam mencapai
keberhasilan Negara-negara di Asia. Misalnya Jepang satu-satunya
negara indsutri yang memiliki lembaga perencanaan, yaitu
Economic Planning Agency, yang dipimpin oleh seorang Menteri
(meskipun sebutannya adalah Direktur Jenderal). Lembaga ini yang
ketika dilahirkan pada tahun 1946 bernama Economic Stabilization
Board, sejak awal berperan mengarahkan perekonomian Jepang.
Lembaga inilah yang membuat rencana komprehensif untuk
pemulihan kembali (recovery) Jepang (Kartasasmita, 1996).

Kegagalan perencanaan biasanya terjadi bukan karena


adanya perencanaan itu sendiri, melainkan dapat bersumber pada
berbagai sebab antara lain:

1. Penyusunan perencanaan yang tidak tepat, mungkin karena


informasinya kurang lengkap, metodologinya belum
dikuasai, atau perencanaannya sejak semula memang tidak
realistis sehingga tidak mungkin bisa terlaksana. Dalam hal
terakhir ini, biasanya pengaruh politis terlalu besar

29 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


sehingga pertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan
diabaikan.
2. Dari segi konsep perencanaannya mungkin baik, tetapi
pelaksanaannya tidak seperti apa yang ada dalam konsep.
Dengan demikian, kegagalan terjadi karena tidak adanya
kaitan antara konsep perencanaan dengan pelaksanaannya.
Penyebabnya bisa juga dikarenakan aparat pelaksana yang
tidak siap atatidak kompeten, tetapi dapa juga karena rakyat
tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak
mendukungnya.
3. Konsep perencanaan mengikuti paradigm yang ternyata
tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak
dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang.
Misalnya, orientasi semata-maa pada pertumbuuhan yang
menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan
demikian, yang keliru buka semata-mata perencanaannya,
tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu sendiri.
4. Perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan
manusai sampai yang paling kecil sekali pun. Perencanaan
disini tidak memberikan kesempatan berkembangnya
prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta
potensi masyaraat secara penuh. Sistem ini bertentangan
dengan hokum penawaan dan permintaan karena
pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti inilah
yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally
planned system).

Sistem perencanaan yang berhasil diterapkan di berbagai


negara yang telah terbukti kemajuannya, seperti Jepang dan negara-
negara industri baru adalah sistem perencanaan yang mendorong
berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat.

30 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


Dalam sistem itu perencanaan dilakukan dengan menentukan
sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun
ekonomin dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha
swasta.
Sebagai kesimpulan, perencanaan dapat dilakukan dan
bahkan diperlukan untuk meningkatkan pembangunan, dengan
memenuhi syarat sebagai beriut:
1. Bersifat garis besar dan indikatif;
2. Mengendalikan dan mengarahkan investasi pemerintah
yang mendorong meningkatnya usaha masyarakat
swasta;
3. Mendorong bekerjanya pasar;
4. Mengikutsertakan masyarakat;
5. Memajukan golongan masyarakat (dan wilayah) yang
dengan ekonomi pasar saja tidak mungki berkembang
atau berkesinambungan dalam memperoleh akses
factor-faktor produksi.

3.5 Pelaksanaan Pembangunan Nasional


Banyak kegiatan pembangunan yang harus dilakukan oleh pemerintah,
setidak-tidaknya pada tahap awal pembangunan. Yang paling utama adalah
pembangunan prasarana dasar, baik prasarana ekonomi maupun sosial.
Prasaran ekonomi meliputi perhubungan dan transportasi, energi, irigasi, dan
sebagainya. Prasarana sosial meliputi sekolah dan rumah sakit.
Pembangunan yang dilakukan pemerintah biasanya dituangkan dalam
mekanisme proyek-proyek pembangunan. Proyek-proyek pembangunan harus
memuat dengan jelas tujuannya (objective), sasaran yang akan dicapai
(target), cara mengukur keberhasilannya (performance evaluation), jangka
waktu pelaksanaannya, tempat pelaksaannya, cara melaksaannya, kebijaksaan
untuk menjamin proyek itu dapat dilaksanakan, biaya serta tenaga yang
diperlukan, dan badan yang akan melaksanakannya. Apabila proyek itu

31 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


merupakan bagian dari kegiatan yang lebih besar, biasanya disebut program,
harus jelas keterkaitan proyek dengan tujuan dan sasaran program, serta
dengan proyek-proyek lain yang berada dalam program yang sama.

3.6 Evaluasi Pembangunan Nasional


Pelaksanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat
harus dipantau terus menerus dan dievaluasi perkembangannya. Tujuannya
adalah untuk mengetahui seberapa jauh pembangunan yang telah
dilaksanakan dan bagaimana hasilnya diukur dengan sasaran yang ingin
dicapai. Atas dasar hasil evaluasi dapat diambil langkah-langkah agar
pelaksanaan pembangunan selanjutnya menunjang dan tidak merugikan
upaya pembangunan secara keseluruhan. Dengan demikian, tujuan dan
sasaran pembangunan secara maksimal dapat tetap tercapai.

Pelaksanaan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana dapat


disebabkan antara lain oleh:

1. Ada hambatan yang tidak diketahui atau diperhitungkan pada


waktu perencanaan.
2. Ada perkembangan keadaan yang tidak dapat diantisipasi pada
tahap perencanaan.
3. Realisasi dari perkiraan yang berbeda dari perencanaan.
4. Atau karena perencanaannya yang keliru.

Oleh karena itu, untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan


pembangunan menjadi tugas manajemen pembangunan, serta mengambil
langkah-langkah apabila dari hasil pemantauan diperlukan pemecahan
masalah atau perubahan pada upaya pembangunan yang direncanakan.

Dalam rangka evaluasi, dikenal adanya kinerja (performance evaluation)


yang dapat memberikan informasi tidak hanya menyangkut input dan output
tetapi lebih jauh lagi menyangkut hasil (result) dan manfaat (benefit),

32 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


termasuk pula dampaknya. Pelaksanaan evaluasi tersebut perli dilakukan
secara sistematis dan melembaga. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan
rencana dan program-program pembangunan mengarah pada terwujudnya
sasaran yang telah ditetapkan, yaitu dicapainya hasil yang optimal dari setiap
investasi yang dilakukan, tercapainya efisiensi, dan peningkatkan
produktivitas dalam pengelolaan sumber daya, serta peningkatan kualitas
produk dan jasa yang ingin dihasilkan.

Evaluasi kinerja pembangunan dapat dilaksanakan pada setiap tahatp,


yakni pada tahap sedang berjalan (on going evaluation), tahap proyek selesai
dibangun (terminal evaluation) dan pada tahap proyrek yang sudah berfungsi
(expost evaluation) untuk menjadikan bahan masukan ke dalam siklus
manajemen proyek. Input terkait sumber daya yang tersedia, misalnya jumlah
dana yang dialokasikan, SDM yang tersedia, teknologi, SDA dan lain-
lainnya, yang merupakan masukan untuk terselenggaranya proyek
pembangunan. Output merupakan hasil keluaran dari proses input yang
tersedia. Effect (outcome/result) merupakan hasil/fungsi dari output
sedangkan impact/benefit merupakan kontribusi hasil effect (outcome/result)
terhadap kondisi yang lebih makro, seperti kesejahteraan masyarakat,
perkembangan ekonomi sektoral, daerah, dan nasional. Dalam
pelaksanaannya, evaluasi kinerja menempuh dua cara yaitu (1) menetapkan
indikator-indikator kinerja, dan (2) melaksanakan studi evaluasi kinerja.
Kedua cara tersbut dalam pelaksanaan evaluasi kinerja saling terkait.

Evaluasi kinerja bukanlah audit, riset, atau inspeksi, karena evaluasi


kinerja sangat berorientasi pada hasil akhir termasuk dampaknya. Evaluasi
kinerja tidak begitu menekankan pada proses seperti audit, yang menekankan
pada compliance terhadap rules and regulations. Dalam melaksanak studi
evaluasi konerja informasi indikator kinerja yang sudah ada akan menjadi
bahan dasar dalam melakukan evaluasi maupun pengembangan indkator
kinerja selanjutnya.

33 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


3.7 Masalah Dalam Pembangunan Nasional
Kendala-kendala yang akan dihadapi dalam kurun waktu 5 tahun
mendatang dalam Pembangunan Nasional adalah:
1. Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan rakyat
dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia dan tingkat pendidikan.
menurut HDR, Indonesia menempati posisi ke 112 dari 175.
2. Banyak penduduk yang miskin.
3. Banyak terjadi kompleksitas dalam persebaran penduduk
4. Menurunnya daya dorong perekonomian
5. Kegiatan ekonomi belum sesuai harapan. akibatnya, terjadi
penurunan penciptaan lapangan kerja. jadi, kriminalitas,
pengangguran, dan kemiskinan juga meningkat.
6. Menipisnya sumber daya alam dan menurunnya daya dukung
lingkungan. hal ini terlihat dari banyaknya eksploitas sumber daya
alam yang menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas.
7. Tingginya kesenjangan antar daerah.
8. Lemahnya supremasi hukum.

3.8 Solusi dalam Peranan Administrasi Negara di Pembangunan Nasional


Solusi dari Pembangunan Nasional yang menjadi momok dari tugas
pemerintah ini adalah mengamalkan Pancasila yang diselenggarakan oleh
Pemerintah bersama-sama seluruh rakyat. Sebagaimana ditegaskan dalam
GBHN 1993,”Berhasilnya pembangunan nasional sebagai pengamalan
Pancasila tergantung pada peran serta aktif masyarakat serta pada sikap
mental, tekad dan semangat, serta ketaatn dan disiplin para penyelenggara
negara serta seluruh rakyat Indonesia”.

Dalam rangka pembangunan nasional, Pemerintah tidak hanya


melaksanakan tugas-tugas umum pemerintah tetapi juga sekaligus

34 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


melaksanakan tugas pembangunan, yaitu untuk mengarahkan, menggerakan
dan mengendalikan pembangunan secara lancar, serta meningkatkan peran
aktif masyarakat dalam pembangunan.

Tugas umum pemerintahan adalah kegiatan yang secara rutin dilakukan


oleh pemerintah pada umumnya dalam rangka memberikan pengayoman dan
pelayanan untuk mewujudkan ketertiban, ketentraman, dan kesejahteraan
seluruh rakyat. Dalam rangka fungsi pengayoman dan pelayan tersebut
tercakup tugas pokok perumusan dan penetapan kebijaksanaan nasional,
kebijaksanaan umum, kebijaksanaan pelaksanaan dan kebijaksanaan teknis;
sedang tugas-tugas pembanguna adalah tugas-tugas pemerintahan dalam
rangka penyelenggaraan kegiatan pembangunan yang meliputi kegiatan
penyusunan rencana, pemograman, pelaksanaan dan pengawasan
pembangunan untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional secara
efektif dan efisien. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka
mengarahkan, menggerakan, memantau, mengendalikan dan meningkatkan
peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembangunan.

Pembangunan atau pendayagunaan administrasi negara mutlak perlu


dilakukan secara sungguh-sungguh, terus-meneru, berkesinambungan, dan
makin ditingkatkan dengan tujuan:
1. Untuk mengembangkan Sistem Administrasi Negara Republik
Indonesia sebagai penjabaran dari Pancasila, dan UUD 1945.
2. Agar administrasi negara mampu mendukung pembangunan
nasional dan menjawab kebutuhan dinamika bangsa.
3. Terwujudnya administrasi pemerintahan yang bersiplin, cakap,
produktif, berdaya guna, berhasil guna, bersih dan berwibawa
dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan
pembangunan dengan dilandasi sikap tanggap dan semangat
pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan
Pancasila dan UUD 1945.

35 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


4. Untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas aparatur negara
dalam melayani, mengayomi dan menumbuhkan prakarsa dan
peran serta masyarakat khususnya dunia usaha dalam
pembangunan, serta sikap tanggapnya terhadap pandangan-
pandangan dan aspirasi yang hidup dalam masyarakat
5. Untuk meningkatkan kemampuan aparatur Pemerintah dalam
menumbuhkan dan memanfaatkan potensi dan peluang yang
terbuka dalam tatanan kehidupan ekonomi nasional, regional dan
global dengan tetap mengindahkan prinsip-prinsip demokrasi
ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan strateginya adalah :


1. Pembangunan Administrasi Negara merupakan bagian integral dari
pembangunan nasional serta untuk mendukung pelaksanaan semua
bidang pembangunan.
2. Pembangunan administrasi bersifat: terus-menerus, menyeluruh
dalam semua aspek administrasi negara, dalam semua bidang tugas
umum pemerintah dan pembangunan, dan tiba semua jajaran
aparatur pemerintahan.
3. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap, berencana dan berdasarkan
prioritas, serta dimulai dengan perbaikan terhadap yang telah ada.
4. Diterapkan asas sentralisasi kebijaksanaan dan desentraliasi
pelaksanaan (centralized guidance and decentraliced
implemetation).

36 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Administrasi Negara dipandang sebagai satu kegiatan yang dilakukan oleh
pemerintah yakni lembaga eksekutif. Pendapat ini didukung oleh suatu kasus yang
dikaji oleh Dimock yang mencatat bahwa “W.F. Willoughby (salah satu ahli
administrasi negara) mendefinisikan bahwa “Administrative function is the
function of actually administering the judicial branches of government”. Apa yang
dikatakan oleh Willoughby ini menunjukan suatu pemahaman bahwa administrasi
negara itu hanya berkaitan dengan fungsi-fungsi untuk melaksanakan hukum yang
telah ditetapkan oleh DPR dan telah ditafsirkan oleh lembaga pengadilan. Dengan
pola pikir yang sama, sarjana lain juga menyatakan bahwa “Public Administration
as a field is mainly concerned with the meands for implementing political values”
(Administrasi negara sebagai salah satu bidang studi berkaitan terutama dengan
sarana-sarana untuk melaksanakan nilai-nilai atau keputusan publik).

4.2 Saran
Pembangunan Nasional merupakan salah satu aspek vital kualitas
pertumbuhan di negara Indonesia, disini didalamnya meliputi berbagai kebijakan
dalam memajukan Infrastruktur serta kualitas di dalam pendidikan, Ekonomi,
Sosial, Budaya, dll. Disini peran Administrasi Negara sangat penting karena
berbagai kebijakan dibuat lewat tugas administrator sebagai para birokrat
pemerintahan, Tugas umum pemerintahan adalah kegiatan yang secara rutin
dilakukan oleh pemerintah pada umumnya dalam rangka memberikan
pengayoman dan pelayanan untuk mewujudkan ketertiban, ketentraman, dan
kesejahteraan seluruh rakyat. Dalam rangka fungsi pengayoman dan pelayan
tersebut tercakup tugas pokok perumusan dan penetapan kebijaksanaan nasional,
kebijaksanaan umum, kebijaksanaan pelaksanaan dan kebijaksanaan teknis;

37 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


sedang tugas-tugas pembanguna adalah tugas-tugas pemerintahan dalam rangka
penyelenggaraan kegiatan pembangunan yang meliputi kegiatan penyusunan
rencana, pemograman, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan untuk
mewujudkan tujuan pembangunan nasional secara efektif dan efisien. Kegiatan-
kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mengarahkan, menggerakan,
memantau, mengendalikan dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam
kegiatan pembangunan.

38 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones


DAFTAR PUSTAKA

Pasolong , Harbani.2013. Teori Administrasi Publik. Bandung:Alfabeta

Safiie, Inu Kencana. 2003. Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia.


Jakarta: PT. Bumi Aksara

Afifuddin, 2013. Pengantar Administrasi Pembangunan, Bandung: Alfabeta

P. Siagian, Sondang . 2013, Administrasi Pembangunan, Jakarta: Bumi


Aksara

M. Katz, Saul. 1985. Guide To Modernizing Administration For National


Development, Jakarta: PT. Bina Aksara

39 | P a g e Sistem Administrasi Negara Indones