Anda di halaman 1dari 2

Meraih Taqwa dengan ibadah Qurban

Reportase kegiatan Majelis taklim Leces probolinggo

Ahad.5 Agustus 2018 di pagi yang cerah telah diselenggarakan kegiatan majelis taklim oleh MT al Husna
Leces. Acara diselenggarakan di rumah ibu Endang ,Perum satelit Indah Leces. Puluhan ibu ibu dan
remaja putri hadir dengan semangat karena ingin menambah ilmu . Tema MT yang diusung adalah
meraih takwa dan ibadah qurban.

Acara dimulai pukul 9 dibuka dengan sapaan hangat oleh moderator ustz Krismiati. Dengan mengutip
terjemah dari al Qur an yang artinya “ Sesungguhnya darah dan daging Qurban tidak akan sampai
kepada Alloh, tetapi yang sampai kepada Alloh adalah ketaqwaan .Acara dilanjutkan dengan pembacaan
tilawah QS. Al Hajj 34-37 oleh Ananda Khoirunnisa. Setelah itu, acara inti penyampaian materi oleh ustz
Arin.

Ustz Arin membuka dengan mengajak bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah kepada kita
nikmat yang tidak terhitung dan tidak ternilai , jika kita mensyukuri nikmatnya maka nikmat akan
ditambah dan sebaliknya jika kita tidak mensyukuri maka Allah akan mengurangi nikmatNya dan
memberikan azabNya.

Pemateri menyampaikan Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijah yang harus diisi dengan ibadah
ibadah seperti banyak berpuasa, membaca Al Quran, takbir, bersedekah, puncak nya menyembelih
Qurban.Ibadah qurban adalah bukti ketaqwaan dan kepatuhan seorang hamba terhadap perintah Alloh.
Syariat qurban sudah ada sejak nabi Adam ketika habil dan qobil diminta mempersembahkan
pengorbanan kepada Allah dimana yang diterima qurbannya habil karena yang diberikan kepada Allah
adalah yang terbaik.

Kemudian Kisah Nabi Ibrahim yang diperintah untuk menyembelih putranya yang mana beliau dengan
tabahnya melaksanakan perintah tersebut. Demikian pula nabi Ismail sang putra juga menerima
perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan ketundukan sikap beliau berdua merupakan teladan
bagi kaum muslimin untuk:

1. Tunduk terhadap perintah Allah tanpa memilah milah walaupun berat.


2. Sabar dalam menjalankan syariatNya walaupun nyawa taruhannya
3. Berbaik sangka pada Allah, apapun perintahNya pasti ada kebaikan di dalamnya
4. Syariat Allah adalah jalan keluar – solusi bagi orang yang bertakwa
5. Berbagi kesenangan kepada sesama
Selanjutnya adalah sesi tanya jawab, pertanyaan datang dari :

1. ibu yayuk : “Apa syarat hewan qurban dan yang berqurban?”


Jawaban dari pemateri : binatang qurban cukup umur, sehat, tidak cacat, diutamakan jantan
(dikhawatirkan kalau betina bunting dan yang berqurban tidak memotong rambut dan kuku
sampai hewan disembelih.

2. Ibu yuli : “Mana yang didulukan, aqiqah atau berqurban?”


Jawaban dari pemateri : aqiqah adalah kewajiban orang tua kita jadi yang didulukan adalah
berqurban

3. Ibu tin : “Mana yang lebih bagus embek atau wedhus?”


Jawaban dari pemateri : yang lebih bagus adalah yang hewannya lebih baik dan lebih mahal
(karena yang lebih baik biasanya lebih mahal)

4. Ibu yumi : “Bolehkah menyembelih qurban diniatkan pahalanya untuk orang tua yang sudah
meninggal?” (orang tua waktu masih hidup sudah berniat)
Jawaban dari pemateri : boleh karena untuk orang tuanya termasuk ibadah haji, sedekah

5. Ibu Irma :”Harta ,anak adalah titipan Allah, bagaimana caranya supaya ikhlas ketika Allah
mengambilnya
Jawaban dari pemateri : semua adalah milik Allah manusia hanya diberi potensi untuk
menggunakan atau sebagai orang yang dititipi maka ketika Allah sebagai pemilik nya mengambil
maka tidak ada yang bisa menghalangi kehendaknya. Dan manusia akan dimintai pertanggung
jawaban atas titipan Alloh tsb

6. Ibu Buna : “Apakah orang yang tidak sholat qurbannya diterima?”


Jawaban pemateri : apabila hewannya memang memenuhi syarat dan halal maka diterima
sedangkan hukumnya tidak sholat tetap berdosa,tanda kalau qurban diterima adalah akan
dimudahkan untuk melakukan ibadah yang lain dan kebaikan kebaikan