Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN PRAKTIKUM ADMINISTRASI JARINGAN KOMPUTER APACHE WEB SERVER DI LINUX

NAMA NIM KELAS PRODI DOSEN PENGAJAR NO. PRAKTIKUM

: T. ZAKIA MAULANI : 1557301108 : 3.3 : TEKNIK INFORMATIKA : AMIRULLAH SST., M.K om : 03/PAJK/3.3/it/2018

INFORMATIKA : AMIRULLAH SST., M.K om : 03/PAJK/3.3/it/2018 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

2018

LEMBAR PENGESAHAN

No Praktikum

: 03/PAJK/3.3/IT/2018

Judul Praktikum

: Apache Web Server Di Linux

Tanggal Praktikum

: 3 Mei 2018

Tanggal Penyerahan Laporan

: 10 Mei 2018

Nama Praktikan

: T. Zakia Maulani

NIM

: 1557301108

Kelas

: 3.3

Jurusan

: Teknologi Informasi dan Komputer

Prodi

: Teknik Informatika

Nilai

:

Keterangan

:

Buket Rata, 10 Mei 2018

Amirullah SST., M.Kom

i

DAFTAR ISI

LEMBAR

PENGESAHAN

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

3.1 Tujuan Praktikum

1

3.2 Dasar Teori

1

3.2.1

Instalasi

3

3.2.1

Konfigurasi

7

3.3 Alat dan Bahan

9

3.4 Keselamatan Kerja

9

3.5 Langkah Percobaan

10

3.5.1

Login Ubuntu

10

3.5.2

Install Apache

11

3.5.3

Cek Koneksi

12

3.5.4

Konfigurasi Apache

13

3.6 Analisa

19

3.6.1 Login Ubuntu

19

3.6.2 Install Apache

19

3.6.3 Cek Koneksi

19

3.6.4 Konfigurasi Apache

19

3.7 Kesimpulan

22

DAFTAR PUSTAKA

22

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Login pada ubuntu

10

Gambar 3.2 Masuk sebagai super user

10

Gambar 3.3 Menginstal Apache

11

Gambar 3.4 Proses instalasi apache pada Ubuntu

11

Gambar 3.5 Mengecek koneksi internet dengan melakukan ping ke Google

12

Gambar 3.6 Mengecek koneksi antara Windows dan VM

12

Gambar 3.7 Membuka halaman Apache2 Ubuntu Default Page

13

Gambar 3.8 Masuk ke Root untuk mengecek file index.html

13

Gambar 3.9 Masuk ke settingan file index.html

14

Gambar 3.10 Mengubah teks pada index.html

14

Gambar 3.11 Menyimpan pengaturan pada file index.html

15

Gambar 3.12 Melihat perubahan pada file index.html

15

Gambar 3.13 Perintah untuk mensetting Port Apache

16

Gambar 3.14 Tampilan konfigurasi Port Apache

16

Gambar 3.15 Mengubah port Apache menjadi 2018

16

Gambar 3.16 Merestart Apache

17

iii

PRAKTIKUM 3 APACHE WEB SERVER DI LINUX

3.1 Tujuan Praktikum

Mahasiswa mengetahui cara instalasi web service apache di Linux

Mahasiswa mengetahui konfigurasi web service di Linux

3.2 Dasar Teori Apache merupakan web server yang paling banyak dipergunakan di Internet. Program ini pertama kali didesain untuk sistem operasi lingkungan UNIX. Namun demikian, pada beberapa versi berikutnya Apache mengeluarkan programnya yang dapat dijalankan di Windows NT. Berdasarkan sejarahnya, Apache dimulai oleh veteran developer NCSA httpd (National Center for Supercomputing Application). Saat itu pengembangan NCSA httpd sebagai web server mengalami stagnasi. ROB MC COOL meninggalkan NCSA dan memulai sebuah proyek baru bersama para webmaster lainnya, menambal bug, dan menambahkan fitur pada NCSA httpd. Mereka mengembangkan program ini lewat mailing list. Dengan berpijak pada NCSA httpd

versi 1.3, Team Apache mengeluarkan rilis pertama kali secara resmi Apache versi 0.6.2. Tim inti pengembang Apache waktu itu :

Brian Behlendorf

Roy T. Fielding

Rob Hartill

David Robinson

Cliff Skolnick

Randy Terbrush

Robert S. Thau

Andrew Wilson

Dengan tambahan kontribusi dari :

Eric HagBerg

Frank Peters

Nicolas Pioch

1

Nama Apache diambil dari kata "A Patchy Server", server perbaikan yang penuh dengan tambalan (patch). Tambalan yang dimaksud adalah penambahan fitur dan penambalan bug dari NCSA httpd Versi 1.3. Saat ini Apache dipergunakan secara luas. Hal ini disebabkan karena programnya yang gratis, dengan kinerja relatif stabil. Dalam pengembangannya pun mempergunakan sistem Bazaar, yakni tiap orang dibuka kesempatan seluas-luasnya untuk dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan program. Kontribusi dikomunikasikan lewat mailing list. Tim Apache mempunyai mailing list yang terbuka untuk siapa saja yang ingin ambil bagian. Untuk mendaftar cukup kirim email ke majordomo@apache.org dengan baris pertama dari email bertuliskan "subscribe new-httpd". Perlu dicatat bahwa proyek pengembangan Apache ini mempunyai sistem meritokrasi. Semakin banyak yang Anda sumbangkan, semakin banyak yang boleh dikerjakan. Apache mempunyai program pendukung yang cukup banyak. Hal ini memberikan layanan yang cukup lengkap bagi penggunanya. Beberapa dukungan Apache :

Kontrol Akses Kontrol ini dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP

CGI (Common Gateway luteace ) Yang paling terkenal untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), didukung oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod perl)

PHP (Personal Home Page/PHP Hypertext Processor )

Program dengan metode semacam CGI, yang memproses teks dan bekerja di server. Apache mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai

salah satu modulnya (mod lebih baik

Hal ini membuat kinerja PHP menjadi

php).

SSI (Server Side Includes)

2

3.2.1 Instalasi

Instalasi yang dibahas berikut adalah modus instalasi standar (default). Metode instalasi Apache (sejak Versi I .3) ada dua macam, yakni dengan metode APACI (Apache 1.3 Autoconf-'style Interface) atau dengan cara pada versi sebelumnya. Sebelum mulai instalasi, pastikan mesin Anda memenuhi beberapa hal :

Ruang hardisk kosong sebanyak 12 Megabyte. Sebagai tambahan kurang lebih 3 Megabyte untuk modul-modul yang akan dipasang.

Pastikan mesin Anda memiliki ANSI-C Compiler. Untuk Linux yang paling ideal adalah gcc (GNU C Compiler).

Perl interpreter (tidak harus) untuk menjalankan beberapa skrip konfigurasi. Jika tidak ada tidak akan mengganggu instalasi secara keseluruhan. Hanya saja beberapa skrip tidak akan dijalankan.

Dukungan Dynamic Share Object (DSO) (tidak harus), yang memungkinkan Apache menjalankan modul sebagai bagian dari run time-nya.

Platform yang didukung oleh Apache saat ini :

Linux

SunOS

UnixWare

FreeBSD

Solaris

AIX

OpenBSD

IRIX

SCO

NetBSD

HPUX

BSDI

Digital Unix

Yang belum didukung sama sekali adalah Ultrix. Setelah mengecek beberapa syarat yang harus dipenuhi, lanjutkan dengan instalasi. Berikut prosedur instalasi, dengan

3

asumsi bahwa Anda sudah memperoleh file sumber Apache: Jika kita menginstall dari cd atau dari source list yang sudah kita kenal maka kita cukup mengetikkan :

$ apt-get install apache

atau dengan menggunakan $ deselect

Jika kita menggunakan source program apache yang masih berupa file tar,maka yang hams kita lakukan adalah sebagai berikut :

$ tar -zxvf apache

1.3.X.tar.gz

perintah diatas adalah untuk mengecxtract file tar.gz ke directory tertentu

$ ./configure -prefix=PREFIX

$ make

$ su

password:

# make install

4

Modul Apache

Apache dikompilasi dengan memasukkan modul-modulnya sebagai bagian dari file binary. Modul-modul tersebut yang mendukung fitur-fitur yang ditawarkan oleh

yang mendukung otentikasi teks murni. Modul yang

disediakan oleh Apache secara default adalah :

Apache. Misalnya mod

auth

Pembuatan environment (+)mod_env Pembuatan variabel environment untuk skrip CGI/SSI (+)mod_setenvif Pembuatan variabel environment berdasarkan header HTTP (-)mod_unique_id Pembuatan pengenal khusus untuk permintaan

Content Type Decision (+)mod_mimePenentuan tipe isi/encoding (congured) (-)mod_mime_magic Penentuan tipe isi (otomatis) (+)mod_negotiation Penentuan pemilihan berdasarkan the HTTP

Accept* headers URL mapping (+)mod_alias Penerjemahan dan penerusan URL sederhana (-)mod_rewrite Penerjemahan dan penerusan URL tingkat lanjut (+)mod_userdir Pemilihan direktori sumber berdasarkan nama user (-)mod_speling Mengoreksi URL salah eja.

Pengaturan direktori (+)mod_dir Pengaturan direktori dan direktori default file

(+)mod_autoindex Kontrol akses terhadap pembuatan direktori file indeks secara otomatis. (+)mod_access Kontrol akses (user, host, jaringan) (+)mod_auth Autentikasi dasar HTTP (user, passwd) (-)mod_auth_dbm Autentikasi dasar HTTP lewat file Unix NDBM. (-)mod_auth_db Autentikasi dasar HTTP lewat file Berkelev-DB (-)mod_auth anon Autentikasi dasar HTTP untuk user anonymous (-)mod_digest Autentikasi HTTP Digest Autentikasi HTTP response (-)mod headers Respon header HTTP secara acak (configured)

(-)mod

cem

meta

Respon header HTTP secara acak (CERN-sty/e jlLes )

5

(-)mod_expires Respon HTTP yang lewat jangka waktu

(+)mod_asis Skripting respon HTTP mentah (+)mod_include Dukungan Server Side Includes (SSI)

(+)mod

(+)mod

cgi

Dukungan Common Gateway Intetface (CGI)

actions

Memetakan skrip CGI untuk berjalan sebagai internal 'handlers'

Pengaturan Content Internal (+)mod status Pengaturan content untuk status server ran-time (-)mod_info Pengaturan content untuk info singkat konfigurasi server

Pencatatan Akses

*[(+)mod

*[(-)mod_log_agent]Pencatatan HTTP User-Agent khasas (deprecated)

*[(-)mod_log

*[(-)mod_usertrack]Pencatatan atas user click-trails lewat cookie HTTP

log_config]Pencatatan

refer]Pencatatan

akses yang dapat diatur sesuai keinginan

HTTP Referrer khasas(deprecated)

Lain-lain

* [(+)mod_imap]Dukungan Server-side Image Map

* [(-)mod_proxy]Caching Modal Proxy (HTTP, HTTPS, FTP)

* [(-)mod so]Dynamic Shared Object (DSO) bootstrapping

Eksperimental

* [(-)mod mmap

static]Caching

Pengembangan

* [(-)mod

example]Demonstrasi

halaman yang sering diminta lewat mmap()

Apache AP/ demonstration (developers only)

(+) = tersedia secara default [menghilangkannya dengan -disable-module} (-) = tidak tersedia secara default [mengaktifkannya dengan -enable-module]

6

Dynamic Shared Object Untuk mengaktifkan semua modul, cukup tambahkan -enable-shared=all pada saat kompilasi.

# ./configure -enable-shared=all

Penggunaan parameter -enabled-shared memungkinkan modul dijalankan dengan metode DSO (Dynamic Shared Object), yakni menjalankan modul lewat program yang inheren di Apache. Di sistem Unix, modul dijalankan lewat dua cara, yakni lewat program Id.so yang merupakan bagian dari keseluruhan sistem, atau lewat DSO, /oader-nya dari program itu sendiri. Dua modul apache yang tidak bisa ditempatkan dalam DSO (dikompilasi langsung) adalah http_core.c danmod_so.c (yang merupakan modul DSO). Jika nanti Anda akan menambahkan modul (misal modul php), Anda bisa jalankan lewat perintah configure :

# ./configure -add-module=/path/to/module/mod

# make install

php.c-enable-shared=php

3.2.1 Konfigurasi File konfigurasi Apache terletak di direktori /var/apache/conf (atau PREFIX/conf, tergantung direktori yang Anda set saat configure Apache ditahap instalasi) atau /var/lib/apache/conf jika Anda instal lewat binary Slackware. Nama fllenya adalah httpd.conf, srm.conf dan access.conf. httpd.conf merupakan file yang dieksekusi pertama kali saat Apache dijalankan. Didalamnya berisi konfigurasi secara umum. srm.conf adalah file konfigurasi yang dieksekusi setelah httpd.conf. Disarankan untuk membiarkan file konfigurasi ini tetap kosong. Dan access.conf merupakan konfigurasi untuk memfilter host-host yang boleh mengakses layanan Apache.

7

File Konfigurasi Apache

Secara default, Apache memisahkan file konfigurasinya menjadi 3 bagian, yakni httpd.conf, srm.conf dan access.conf. Namun semua binary program pada distribusi yang dicobakan (Slackware 7.0) menyatukannya dalam satu file yakni httpd.conf. File ini dibagi menjadi 3 bagian utama :

* Global environment

Berisi konfigurasi Apache secara umum, seperti berapa banyak user dapat mengakses pada saat yang bersamaan.

* Section (Main) Configuration

Konfigurasi utama yang tidak termasuk dalam virtual host. Bagian ini juga termasuk

seting default untuk virtual host.

* Virtual host

Konfigurasi untuk virtual host, yakni memanggil nomor IP dan DNS yang berbeda meskipun masih dalam satu administrasi oleh Apache.

8

3.3

Alat dan Bahan

Laptop

VMWare Workstation 12

Ubuntu Server 17.0.1

Koneksi Internet

3.4 Keselamatan Kerja

Sebelum melaksanakan praktikum di laboratorium, praktikan wajib menggunakan baju lab. Baju lab harus dikancing, berguna untuk melindungi praktikan dari sengatan arus listrik yang ada di lab.

9

3.5 Langkah Percobaan

3.5.1 Login Ubuntu

1. Pertama, login dengan username dan password pada Ubuntu. Lihat Gambar

3.1.

dengan username dan password pada Ubuntu. Lihat Gambar 3.1. 2. Gambar 3.1 Login pada ubuntu Kemudian

2.

Gambar 3.1 Login pada ubuntu

Kemudian masuk sebagai super user dengan perintah ~$ sudo su. Lihat Gambar 3.2.

Kemudian masuk sebagai super user dengan perintah ~$ sudo su . Lihat Gambar 3.2. Gambar 3.2

Gambar 3.2 Masuk sebagai super user

10

3.5.2 Install Apache

1. Setelah masuk sebagai super user, install apache dengan menggunakan perintah ~$ apt-get install apache2. Jika ada option Y/n, ketik Y. (Harus ada koneksi internet). Lihat Gambar 3.3.

ketik Y. (Harus ada koneksi internet). Lihat Gambar 3.3. Gambar 3.3 Menginstal Apache 2. Berikut ini

Gambar 3.3 Menginstal Apache

2. Berikut ini adalah proses instalasi apache pada Ubuntu. Lihat Gambar 3.4.

ini adalah proses instalasi apache pada Ubuntu. Lihat Gambar 3.4. Gambar 3.4 Proses instalasi apache pada

Gambar 3.4 Proses instalasi apache pada Ubuntu

11

3.5.3 Cek Koneksi

1. Pertama, cek koneksi internet dengan melakukan ping dari ip VM ke ip “Google” yaitu 8.8.8.8. Lihat Gambar 3.5.

ip VM ke ip “Google” yaitu 8.8.8.8. Lihat Gambar 3.5. Gambar 3.5 Mengecek koneksi internet dengan

Gambar 3.5 Mengecek koneksi internet dengan melakukan ping ke Google

2. Kemudian, cek koneksi antara Windows dan VM dengan cara buka Command Prompt pada Windows dan ping ip VM yaitu 192.168.43.190. Lihat Gambar 3.6.

pada Windows dan ping ip VM yaitu 192.168.43.190. Lihat Gambar 3.6. Gambar 3.6 Mengecek koneksi antara

Gambar 3.6 Mengecek koneksi antara Windows dan VM

12

3.5.4 Konfigurasi Apache

Mengedit File index.html

1. Pertama, buka web browser lalu ketikkan ip “192.168.43.190” pada address bar. Maka akan tampil halaman Apace 2 Ubuntu Default Page. Lihat Gambar

3.7.

halaman Apace 2 Ubuntu Default Page. Lihat Gambar 3.7. Gambar 3.7 Membuka halaman Apache2 Ubuntu Default

Gambar 3.7 Membuka halaman Apache2 Ubuntu Default Page

2. Kemudian untuk melakukan konfigurasi pada Apache, seperti mengubah text pada halaman web di atas, user perlu masuk ke Root, dengan menggunakan perintah # cd / >> /# cd var >> /var# ls >> /var# cd www >> /var/www# ls >> /var/www# cd html >> /var/www/html# ls. Lihat Gambar 3.8.

cd html >> /var/www/html# ls . Lihat Gambar 3.8. Gambar 3.8 Masuk ke Root untuk mengecek

Gambar 3.8 Masuk ke Root untuk mengecek file index.html

13

3.

Selanjutnya, untuk melakukan setting file index.html gunakan perintah ~$ nano index.html. Lihat Gambar 3.9.

gunakan perintah ~$ nano index.html . Lihat Gambar 3.9. Gambar 3.9 Masuk ke settingan file index.html

Gambar 3.9 Masuk ke settingan file index.html

4. Kemudian scroll ke bawah, dan lakukan pengeditan text menjadi Apache2 Wkwk, di mana sebelumnya teksnya adalah “Apache2 Ubuntu Default Page”. Lihat Gambar 3.10.

teksnya adalah “Apache2 Ubuntu Default Page” . Lihat Gambar 3.10. Gambar 3.10 Mengubah teks pada index.html

Gambar 3.10 Mengubah teks pada index.html

14

5.

Untuk menyimpan settingan pada file index.html, tekan Ctrl+X lalu ketik Y dan Enter. Lihat Gambar 3.11.

tekan Ctrl+X lalu ketik Y dan Enter. Lihat Gambar 3.11. Gambar 3.11 Menyimpan pengaturan pada file
tekan Ctrl+X lalu ketik Y dan Enter. Lihat Gambar 3.11. Gambar 3.11 Menyimpan pengaturan pada file

Gambar 3.11 Menyimpan pengaturan pada file index.html

6. Lalu, buka web browser dan ketikkan ip “192.168.43.190” pada address bar untuk melihat apakah ada perubahan pada file index.html yang sebelumnya telah disetting. Maka akan tampil halaman Apace2 Wkwk. Lihat Gambar 3.12.

disetting. Maka akan tampil halaman Apace2 Wkwk. Lihat Gambar 3.12. Gambar 3.12 Melihat perubahan pada file

Gambar 3.12 Melihat perubahan pada file index.html

15

Mengubah Port Apache : 2018

1. Gunakan perintah di bawah ini untuk melakukan konfigurasi terhadap Port Apache. Lihat Gambar 3.13.

konfigurasi terhadap Port Apache. Lihat Gambar 3.13. Gambar 3.13 Perintah untuk mensetting Port Apache 2. Berikut

Gambar 3.13 Perintah untuk mensetting Port Apache

2. Berikut ini adalah tampilan konfigurasi untuk Port Apache. Lihat Gambar 3.14.

tampilan konfigurasi untuk Port Apache. Lihat Gambar 3.14. Gambar 3.14 Tampilan konfigurasi Port Apache 3. Kemudian

Gambar 3.14 Tampilan konfigurasi Port Apache

3. Kemudian ubahlah Port menjadi 2018. Lihat Gambar 3.15.

Port Apache 3. Kemudian ubahlah Port menjadi 2018. Lihat Gambar 3.15. Gambar 3.15 Mengubah port Apache

Gambar 3.15 Mengubah port Apache menjadi 2018

16

4.

Untuk menyimpan settingan di atas, tekan Ctrl + X, tekan Y, lalu Enter.

5. Kemudian, Restart Apache dengan menggunakan perintah ~$ sudo /etc/init.d/apache2 restart. Lihat Gambar 3.16.

~$ sudo /etc/init.d/apache2 restart . Lihat Gambar 3.16. Gambar 3.16 Merestart Apache ▪ Mengakses kembali web

Gambar 3.16 Merestart Apache

Mengakses kembali web Apache Ubuntu

1. Lalu, buka web browser dan ketikkan ip “192.168.43.190” pada address bar untuk melihat, apakah web masih dapat diakses setelah port diubah menjadi 2018. Lihat Gambar 3.17.

diakses setelah port diubah menjadi 2018. Lihat Gambar 3.17. Gambar 3.17 Melihat perubahan pada web ubuntu

Gambar 3.17 Melihat perubahan pada web ubuntu dengan port 80 (default)

17

2. Pada langkah 1, ternyata web tidak dapat diakses dengan port 80. Maka, pada langkah ke-2, ketikkan ip “192.168.43.190:2018” pada address bar untuk melihat, apakah web dapat diakses dengan port 2018 atau tidak. Lihat Gambar 3.18.

diakses dengan port 2018 atau tidak. Lihat Gambar 3.18. Gambar 3.18 Web Apache Ubuntu dapat diakses

Gambar 3.18 Web Apache Ubuntu dapat diakses dengan port 2018

18

3.6 Analisa

3.6.1 Login Ubuntu

Pada Bab 3.6.1 dapat dianalisa bahwa login pada Ubuntu memang langkah yang pertama kali dilakukan. Untuk masuk ke Ubuntu, user perlu memasukkan username dan password. Kemudian, user harus masuk sebagai super user dengan menggunakan perintah ~$ sudo su untuk dapat memiliki hak akses lebih terhadap perintah-perintah pada Ubuntu yang akan dilakukan nantinya.

3.6.2 Install Apache

Pada Bab 3.6.2 dilakukan instalasi apache dimana digunakan perintah ~$ apt-get install apache2. Apache merupakan web server yang akan digunakan dipraktikum ini, dan untuk saat ini, apache yang digunakan adalah Apache2. Proses instalasi tidak sulit, hanya menjalankan perintah di atas, kemudian menekan Y jika ada option Y/N, setelah itu proses instalasi telah selesai, dan Apache berhasil diinstal lengkap dengan package- packagenya.

3.6.3 Cek Koneksi

Pada Bab 3.6.3 cek koneksi internet dan cek koneksi dari Windows ke VM. Pada tahap cek koneksi internet, dilakukan ping dari ip VM ke ip Google, di mana diketahui ip VM adalah 192.168.43.190 dan ip Google yaitu : 8.8.8.8. Hasil ketika dicek dengan cara ping 8.8.8.8, ternyata berhasil. Artinya, tidak ada masalah dengan koneksi Internet. Selanjutnya tahap cek koneksi dari Windows ke VM, di mana perintah ping dilakukan di cmd Windows. Hasil yang didapat adalah, windows dan VM terkoneksi dengan baik. Berarti, pada Bab ini tidak ada masalah.

3.6.4 Konfigurasi Apache

Pada Bab 3.6.4 konfigurasi apache meliputi beberapa percobaan, mulai dari mengedit file index.html dan mengubah port apache.

Mengedit file index.html Setelah berhasil menginstal apache, maka User dapat membuka halaman web di mana halaman tersebut merupakan halaman bawaan yang ditampilkan ketika User berhasil menginstal Apache. Halaman tersebut dapat diakses dengan

19

mengetikkan alamat ip yang ada di Ubuntu. Untuk mengakses web tersebut, buka browser. Di sini user menggunakan UC Browser, kemudian pada address bar diisi IP : 192.168.43.190. Maka akan tampil halaman Apache 2 Ubuntu Default Page. Web tersebut merupakan program html yang disimpan dalam sebuah file bernama index.html. Nah, untuk mengedit file tersebut, user harus masuk k Root di mana root merupakan direktori akar dalam sebuah Linux. Untuk masuk ke root digunakan perintah ~$ cd /. Tanda /atau slash merupakan symbol dari root. Kemudian digunakan perintah /$ ls untuk melihat isi direktori root. Terdapat folder var di dalam direktori root, maka selanjutnya masuk ke direktori var dengan perintah /#cd var, kemudian digunakan perintah ls lagi untuk melihat isi dari direktori var, kemudian masuk lagi ke direktori www dan di dalam direktori www ada folder html. Selanjutnya, masuk k html dan di dalam direktori html ada file index.html. Setelah itu, gunakan perintah nano index.html untuk melihat isi file index.html. Terlihat program html di dalamnya, dan terdapat Teks Apache 2 Ubuntu Default Pagedan teks itu yang akan di edit. Teks diganti menjadi Apache 2 Wkwk, kemudian untuk menyimpan editan teks tersebut, tekan Ctrl+X , Y, dan Enter. Maka file index.html sudah teredit. Lalu untuk memastikannya, diakses kembali web denga nip 192.168.43.190, dan hasilnya teks berhasil diedit.

Mengubah Port Apache : 2018

Port Apache secara default adalah 80. Dipercobaan ini, akan diubah 80 menjadi 2018. Digunakan perintah ~$ sudo nano /etc/apache2/ports.conf untuk melihat setting pada port Apache. Tampak tulisan Listen 80 di file tersebut, kemudian angka 80 diubah menjadi 2018, dan untuk menyimpan settingan tekan Ctrl+X, Y, dan Enter. Setelah itu, Restart Apache dengan perintah ~$ sudo /etc/init.d/apache2 restart. Sebelumnya saat dilakukan Restart, muncul pesan Faileddan port tidak dapat diubah, dan Apache menjadi Error. Beberapa x user menginstal ulang Apache2. Ternyata penyebabnya adalah Port 2018 sedang digunakan pada SSH. Sehingga tidak dapat digunakan untuk Web lainnya. Jadi, user mengubah Port SSH ke setelan default di mana Port SSH menjadi 22 kembali. Kemudian user mencoba ulang perintah untuk mengubah Port, dan saat dilakukan Restart tidak muncul pesan

20

Failedmelainkan pesan Ok. Dan ketika web di akses seperti pertama kali, hasilnya Web tidak dapat di akses, muncul kalimat Page Not Found. Kemudian, user mencoba mengakses web dengan cara 192.168.43.190:2018, dan hasilnya web berhasil di akses, dan menampilkan halaman dengan teks Apache2 Wkwk.

21

3.7 Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :

1.

DAFTAR PUSTAKA

1. Instalasi Telnet dan SSH Server

22