Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

PSIKOLOGI INDUSTRI

“PEngaruh Motivasi terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan”

Dosen Pengampu : Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, M.S.

Disusun oleh :

Nama : Rofiah
NIM : 155100300111001
No. Absen :3
Kelas :C

JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah

melimpahkan rahmat serta taufiq hidayahnya sehingga makalah ini dapat

terselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan mekipun masih banyak

kekurangan.

Tujuan penulis membuat makalah ini untuk memenuhi penilaian tugas

Psikologi Industri Kelas C. Penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Orang tua yang telah mendorong dan memberi semangat dalam

menyelesaikan makalah ini.

2. Dosen pembimbing Psikologi Industri kelas C yang telah membimbing dan

membina dalam menyelesaikan makalah ini.

3. Teman – teman yang telah membantu dan memberikan semangat kepada

penulis sehingga makalah ini segera diselesaikan.

Penulis menyadari bahwa makalah ini yang dibuat jauh dari kesempurnaan,

oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun

demi penyempurnaan makalah di masa mendatang.

Harapan penulis dengan makalah ini supaya dapat bermanfaat bagi

pembaca umumnya dan pada generasi muda pada khususnya

Malang, Oktober 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI
Halaman Judul ................................................................................................. i
Kata Pengantar ................................................................................................. ii
Daftar Isi .......................................................................................................... iii
BAB I Pendahuluan .......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 3
1.3 Tujuan ......................................................................................................... 3
1.4 Manfaat ....................................................................................................... 3
BAB II Tinjauan Pustaka ................................................................................... 4
2.1 Pengertian Motivasi ................................................................................... 4
2.2 Faktor-Faktor Motivasi ............................................................................... 5
2.3 Produktivitas Kerja ..................................................................................... 6
2.3.1 Pengertian Produktivitas Kerja ............................................................ 6
2.3.2 Faktor yang Mempegaruhi Produktivitas Kerja .................................... 7
2.3.3 Pengukuran Produktivitas Kerja .......................................................... 8
BAB III Pembahasan ...................................................................................... 10
3.1 Motivasi sebagai Penentu Produktivitas Kerja .......................................... 10
3.2 Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja ..................................... 11
BAB IV Penutup ............................................................................................. 14
4.1 Kesimpulan .............................................................................................. 14
4.2 Saran ....................................................................................................... 14
Daftar Pustaka ............................................................................................... 15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara maju
maupunnegara berkembang sangat ditentukanolehkemampuan SDM. Dimana
dalam perkembangan tersebut tidak semuanya berdampak positif. Sehingga
dapat menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, apalagi melalui budaya
yang sering kita jumpai setiap saat yang memiliki perbedaan masing-masing
di setiap negara.
Suatu perusahaan dalam melakukan kegiatannya baik perusahaan
yang bergerak di bidang industri, perdagangan, maupun jasa akan berusaha
untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Satu hal yang perlu diperhatikan
dalam mencapai tujuan bukan hanya tergantung pada keunggulan teknologi,
operasi yang tersedia sarana dan prasarana yang dimiliki, melainkan juga
tergantung dari aspek sumber daya manusia. Faktor sumber daya manusia ini
merupakan elemen penting yang harus diperhatikanperusahaan, dimana
terjadinya persaingan atau kompetisi yang sangat berbeda. Hal ini memaksa
perusahaan untuk bekerja dengan lebih efisien, efektif dan produktif.
Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional
agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan
kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan
kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.
Perkembangan usaha dan organisasi sangatlah bergantung pada
produktivitastenaga kerja yang ada di perusahaan.
Peningkatan produktivitas dapat terwujud, jika pimpinan perusahaan
memahami secara tepat tentang faktor-faktor penentu keberhasilan
peningkatan produktivitas kerja. Perusahaan mengharapkan pegawainya
dapat bekerja dengan baik, dan memiliki produktivitas yang tinggi serta mampu
menjabarkan visi dan misi yang telah disepakati bersama dalam rangka
pencapaian tujuan perusahaan. Mendapatkan sumber daya manusia yang
diharapkan oleh organisasi agar memberikan andil positif terhadap semua
kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuannya, setiap karyawan diharapkan
memiliki motivasi kerja yang tinggi sehingga nantinya akan meningkatkan
produktivitas kerja yang tinggi. Ada konsensus yang menyatakan bahwa

1
faktor-faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tergantung pada
manajemen: perencenaan yang lebih baik, prosedur kerja yang lebih efektif,
komunikasi yang lebih baik, sumber-sumber kemanusiaan yang lebih efektif,
kebijakan, pembuatan keputusan yang ditingkatkan dan sebagainya. Semua
usaha untuk meningkatkan produktivitas dalam perusahaan, sektor atau
negara memerlukan organisasi serta manajemen yang kokoh adalah
menyatukan langkah dalam semua sistem produksi (atas jasa).
Motivasi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh
pihak manajemen bila mereka menginginkan setiap karyawan dapat
memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Karena dengan motivasi, seorang karyawan akan memiliki semangat yang
tinggi dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Tanpa
motivasi, seorangkaryawan tidak dapat memenuhi tugasnya sesuai standar
atau bahkan melampaui standar karena apa yang menjadi motif dan
motivasinya dalam bekerja tidak terpenuhi. Karena itu motivasi sebagai
dorongan pribadi bagi karyawan bukan paksaan dari luar, merupakan faktor
penting dalam pengambilan kesempatan untuk dapat menjalankan tugas
secara optimal.Jika setiap tugas dapat dijalankan secara optimal diyakini
bahwa produktivitas kerja karyawan dapat ditunjukkan sebagai kepentingan
organisasi atau lembaga dimana mereka bekerja.
Setiap manajer harus menyadari bahwa untuk mencapai tujuan
perusahaan sangat tergantung kepada kerjanya khususnya semangatatau
kegairahan kerja dari para bawahannya.Produktivitas kerja kelompok memberi
peluang kepada orang- orang yang bekerja untuk mengambil bagian yang
maksimal dalam perusahaan yang bersangkutan.Untuk itu, tenaga kerja
manusia sangat perlu mendapatkan perhatian yang khusus karena pemakaian
tenaga kerja manusia secara efektif merupakan kunci dari peningkatan
produktivitas dan produktivitas kerja. Para karyawan harus memiliki motivasi
kerja yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas kerja yang nantinya
diharapkan dapat menghasilkan kerja yang baik, sehingga pelayanan kepada
masyarakat dapat terwujud secara maksimal.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka penulis
mengambil judul makalah “Pengaruh Motivasi Terhadap Peningkatan
Produktivitas Kerja Karyawan”.

2
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis
dapat merumuskan masalah yang akan dibahas yaitu “Bagaimana pengaruh
motivasi terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan?”.
1.3 Tujuan
Tujuan yang hendak dicapai melalui makalah ini ialah untuk
mengetahui pengaruh motivasi terhadap peningkatan produktivitas kerja
karyawan.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah:
a. Bagi penulis
1) Memenuhih tugas mata kuliah Psikologi Industi
2) Dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai
peranan motivasi dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja
karyawan.
3) Sebagai saran untuk menambah wawasan yang lebih luas dalam
bermasyarakat.
b. Bagi masyarakat umum
Sebagai bahan referensi bagi orang lain yang ingin menambah
wawasan mengenai pengaruh motivasi terhadap pengingkatan
produktivitas kerja karyawan.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Motivasi


Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi
individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Sikap
dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan
untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan (Sutrisno,
2009). Mengingat bahwa setiap individu dalam perusahaan berasal dari
berbagai latar belakang yang berbeda-beda, maka sangat penting bagi
perusahaan untuk melihat apa kebutuhan dan harapan karyawannya, apa
bakat dan keterampilan yang dimiliki serta bagaimana rencana karyawan
tersebut pada masa mendatang (Rivai dan Ella, 2011).
Motivasi merupakan suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri
seseorang manusia, yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan
oleh sejumlah kekuatan dari luar yang ada, pada intinya berkisar sekitar
imbalan materi dan imbalan non materi yang dapat mempengaruhi hasil
kinerjanya secara positif atau secara negatif, dimana tergantung pada situasi
dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan. Motivasi merupakan
kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan yang terarah atau yang
tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan atau yang tertuju untuk
mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan
positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk
mencapai kinerja maksimal (Rahmawati, 2013).
Diery dalam buku “Beginning to Unlock The Black Box In The HR Form
Performance Relationship” berpendapat bahwa “Motivasi terdiri dari 4 dimensi:
1. Evaluasi Kinerja Kesempatan untuk memperoleh komisi lebih banyak
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja.
2. Kenaikan Gaji Dengan kesempatan untuk memperoleh komisi lebih banyak
dapat meningkatkan produktivitas dan hasil kerja.
3. Bonus Dengan pemberian bonus, motivasi kerja untuk meningkatkan
produktivitas dan hasil kerja.
4. Kesempatan promosi Pemberian promosi yang sama setiap karyawan,
dapat meningkatkan kinerja karyawan. (Gardner, 2001)

4
Ada beberapa hal yang menyebabkan motivasi seseorang menjadi
tinggi, diantaranya adalah gaji atau upah (reward ), prestasi, afiliasi, kekuasaan
atau karier. Menurut hasil beberapa penelitian khususnya tentang sumber
daya manusia disebutkan bahwa motivasi kerja mempunyai pengaruh
signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja. Prestasi karyawan
merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok
orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
masing-masing, dalam rangka mencapai tujuan organisasi (Dhermawan dkk,
2012).

2.2 Faktor-Faktor Motivasi


Motivasi seseorang dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu (Dhermawan
dkk, 2012) :
a. Faktor Internal
Faktor yang berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:
1) Persepsi individu mengenai diri sendiri, seseorang termotivasi atau tidak
untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kongnitif berupa
persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan
mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak.
2) Harga diri dan prestasi, faktor ini mendorong atau mengarahkan individu
(memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan
memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam
lingkungan masyarakat, serta dapat mendorong individu untuk berprestasi.
3) Harapan, adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini
merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap
dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari
perilaku.
4) Kebutuhan, manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya
sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya
secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang
untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon
terhadap tekanan yang dialaminya.
5) Kepuasan kerja, lebih merupakan suatu dorongan efektif yang muncul
dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari
suatu perilaku.

5
b. Faktor Eksternal
Faktor yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:
a. Jenis dan sifat karyawan, dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat
karyawanan tertentu sesuai dengan objek karyawanan yang tersedia akan
mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan karyawanan
yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh sejauh mana
nilai imbalan yang dimiliki oleh objek karyawanan dimaksud.
b. Kelompok kerja dimana individu bergabung, kelompok kerja atau
organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau
mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku
tertentu.
c. Situasi lingkungan pada umumnya, setiap individu terdorong untuk
berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara
efektif dengan lingkungannya.
d. Sistem imbalan yang diterima, imbalan merupakan karakteristik atau
kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang dapat
mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu
objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem
pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam
mencapai tujuan, perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika
tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.

2.3 Produktivitas Kerja


2.3.1 Pengertian Produktivitas
Definisi produktivitas secara sederhana adalah hubungan antara
kualitas yang dihasilkan dengan jumlah kerja yang dilakukan untuk mencapai
hasil itu. Sedangkan secara umum bahwa produktivitas merupakan rasio
antara kepuasan atas kebutuhan dan pengorbanan yang dilakukan (Kamuli,
2012).

Produktivitas kerja merupakan tingkat keunggulan yang diharapkan


dan pengendalian atas tingkat keunggulan untuk memenuhi keinginan
konsumen. Produktivitas dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada
persepsi pelanggan. Hal ini dapat diimplementasikan interaksi antara
karyawan dan pelanggan yang mencakup (a) ketepatan waktu, berkaitan
dengan kecepatan memberikan tanggapan terhadap keperluan-keperluan

6
pelanggan; (b) penampilan karyawa, berkaitan dengan kebersihan dan
kecocokan dalam berpakaian; (c) kesopanan dan tanggapan terhadap
keluhan, berkaitan dengan bantuan yang diberikan dalam menyelesaikan
masalah-masalah yang diajukan pelanggan. Berarti produktivitas yang baik
dilihat dari persepsi pelanggan bukan dari persepsi perusahaan. Persepsi
pelanggan terhdap produktivitas jasa merupakan penilaian total atas
kebutuhan suatu produk yang dapat berupa barang ataupun jasa (Rumondor,
2013).

Produktivitas kerja merupakan perbandingan terbaik antara hasil yang


diperoleh dengan jumlah kerja yang dikeluarkan. Produktivitas kerja dikatakan
tinggi jika hasil yang diperoleh lebih besar dari pad Produktivitas yang diukur
dari daya guna (efisiensi penggunaan personal sebagai tenaga kerja).
Produktivitas ini digambarkan dari ketepatan penggunaan metode atau cara
kerja dan alat yang tersedia, sehingga volume dan beban kerja dapat
diselesaikan sesuai dengan waktu yang tersedia. Hasil yng diperoleh bersifat
non material yang tidak dapat dinilai dengan uang, sehingga produktivitas
hanya digambarkan melalui efisiensi personal dalam pelaksanaan tugas-
tugas pokoknya (Dunggio, 2013).

2.3.2 Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Kerja


Ada beberapa faktor yang mampu mempengauruhi produktivitas
tenaga kerja yaitu sebagai berikut (Hakim, 2011) :
a. Pendidikan dan Latihan
Pendidikan adalah membentuk dan menambah pengetahuan seseorang
untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat. Sedangkan latihan adalah
membentuk dan meningkatkan keterampilan seseorang.
b. Gizi Kesehatan
Keadaan gizi dan kesehatan yang baik memberikan kemampuan dan
kesegaran fisik dan mental dalam melaksanakan pekerjaan.
c. Penghasilan dan Jaminan Sosial
Penghasilan dan Jaminan Sosial yang sering juga disebut imbalan dapat
mendorong seseorang untuk bekerja lebih giat dan produktif.
d. Kesempatan Kerja

7
Kesempatan untuk berkarya, kesempatan untuk menikmati pekerjaan yang
sesuai dengan pendidikan dan keterampilan, kesempatan untuk
mengembangkan diri.
c. Kemampuan manajerial pimpinan
Secara klasik prinsip manajemen tersebut adalah menigkatkan efisiensi
melalui pengurangan /pengikisan keborosan yang diaplikasikan pada
semua fungifungsi manajemen.
d. Kebijaksanaan Pemerintah
Sistem ekonomi apapun yang dipakai oleh suatu negara peranan
pemerintahannya tak mungkin terlepaskan terutama yang terkait dengan
kebijakan yang akan dikeluarkan untuk mewujudkan adanya iklan usaha
yang kondusif.

Peningkatan produktivitas merupakan dambaan setiap perusahaan,


produktivitas mengandung pengertian berkenaan denagan konsep ekonomis,
filosofis, produktivitas berkenaan dengan usaha atau kegiatan manusia untuk
menghasilkan barang atau jasa yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan
hidup manusia dan masyarakat pada umumnya (Kamuli, 2012).

2.3.3 Pengukuran Produktivitas Kerja


Pengukuran produktivitas kerja pada dasarnya digunakan untuk
mengetahui sejauhmana tingkat efektivitas dan efisiensi kerja karyawan
dalam menghasilkan suatu hasil. Dalam usaha untuk dapat mengukur tingkat
kemampuan karyawan dalam mencapai sesuatu hasil yang lebih baik dan
ketentuan yang berlaku (kesuksesan kerja). Tingkat produktivitas kerja
karyawan dapat diukur dari dua komponen yaitu (Hakim, 2011):
a. Efisiensi kerja
Efisiensi kerja karyawan dapat dilihat dari ketercapaian terget, ketepatan
waktu, ketepatan masuk kerja.
b. Produksi
Produksi kerja yang dihasilkan karyawan dapat dilihat dari kualitas,
peningkatan setiap bulan dan persentase kesesuaian dengan harapan
perusahaan.
Produktifitas kerja diartikan sebagai perbandingan kegiatan antara
efektifitas keluaran dengan efisiensi masukan, artinya sebagai sikap mental
yang diperlukan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam setiap

8
pekerjaannya. Cara mengukur produktifitas kerja dapat dilakukan dengan cara
(Muchtar, 2010) :
1) Menghitung volume penjualan periode yang lalu dengan penjualan periode
sekarang, termasuk keuntungan dari penjualan setiap periode.
2) Perputaran persediaan dan perkembangan pasar.
3) Tingkat daya beli dan jumlah pelanggan apakah semakin meningkat atau
menurun.
4) Efisiensi biaya dan efektifitas kerja
5) Membandingkan usaha anda dengan bisnis lain yang sejenis.

9
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Motivasi Sebagai Penentu Produktivitas Kerja

Banyak penelitian yang telah dilakukan tentang motivasi kerja dalam


prestasi yang telah mendorong lahirnya berbagai teori motivasi. Namun sayang
antara teori yang satu dengan yang lain tidak terdapat keserasian karena
masingmasing hanya memperhatikan segi-segi tertentu saja dari motivasi. Seluruh
teori-teori itu pada hakikatnya dapat dikelompokan ke dalam dua kelompok teori,
yaitu teori-teori menyangkut proses dan teori-teori yang menyangkut kepuasan
atau kebutuhan.

Teori tentang proses menentukan perilaku manusia yang dapat digiatkan


dan dipertahankan. Sedangkan teori kepuasan adalah mengenai adanya apa yang
terdapat dalam diri seseorang atau lingkungan orang-orang itu yang menggiatkan
dan mempertahankan perilaku orang tersebut. Setiap pegawai atau karyawan
yang memasuki lingkungan kerja memiliki tujuan tertentu dan tujuan inilah yang
mendorong atau memotivasi dirinya untuk terlibat dalam suatu lingkungan kerja.
Hal ini searah dengan pandangan Kohar (1994: 28) yang mengatakan bahwa
tujuan orang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlepas dari
apa dan bagaimana jenis dan kebutuhan yang ingin dipenuhi.

Menurut Susilo (1996: 76) motivasi merupakan bagian integral dari


manajemen dalam rangka melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai ketentuan, aturan dan kebijakan organisasi. Selanjutnya Samir Sofian
(1993: 47) mengatakan bahwa motivasi adalah suatu kemampuan untuk
mempunyai rasa keterlibatan atau keterikatan moral dan tanggung jawab dalam
organisasi untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sungguh-
sungguh guna mewujudkan tujuan organisasi secara efisien dan efektif.

Dalam pandangan yang lebih luas Masri (1987:30) berpendapat bahwa


motivasi kerja merupakan fungsi yang melekat baik pada pimpinan maupun bagi
pelaksanaan operasional organisasi yang saling mempengaruhi dalam proses
pelaksanaan kegiatan- kegiatan yang dilakukan akan ditentukan oleh ada tidaknya
motivasi kerja atau mewujudkannya.

10
3.2 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Produktivitas merupakan suatu aspek yang penting bagi perusahaan


karena apabila tenaga kerja dalam perusahaan mempunyai kerja yang tinggi,
maka perusahaan akan memperoleh keuntungan dan hidup perusahaan akan
terjamin. Untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu adanya tenaga kerja
yang memiliki keterampilan dan keahlian bekerja, karena apabila tenaga kerja
tidak memiliki keahlian dan keterampilan akan berakibat menurunnya
produktivitas dan merugikan perusahaan. Produktivitas dipengaruhi berbagai
faktor, baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun faktor-
faktor lainnya, seperti pendidikan, keterampilan, disiplin kerja, sikap, etika,
manajemen, motivasi kerja, teknologi, sarana, produksi, kesempatan kerja
dan kesempatan berprestasi serta lingkungan kerja yang mendukung.

Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika didukung para karyawan


yang mempunyai motivasi dan lingkungan kerja dalam melaksanakan tugas
dan kewajibannya. Motivasi dapat menimbulkan kemampuan bekerja serta
bekerja sama, maka secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas.
Sedangkan apabila motivasi karyawan lebih tinggi tetapi tidak didukung
lingkungan kerja yang nyaman untuk bekerja maka hasil produktivitas kerja
tidak baik.

Motivasi merupakan salah satu faktor yang memberikan kontribusi


terhadap produktivitas kerja. Dengan adanya motivasi yang tinggi berarti pula
karyawan tersebut mempunyai minat yang tinggi dalam menjalankan rutinitas
kerja sesuai dengan apa yang menajdi tanggung jawabnya. Dengan adanya
minat yang tinggi, karyawan akan bekerja dengan perasaan senang.
Perasaaan senang inilah yang mampu memberikan kontribusi terhadap
efisiensi dan produktivitas kerja karyawan.

Motivasi yang tinggi ditunjukkan dari sikap positif karyawan terhadap


pekerjaan. Apabila target yang diharapkan perusahaan terpenuhi, karyawan
tersebut merasa senang. Sikap positif lainnya adalah merasa memiliki
perusahaan dan mempunyai frekuensi kehadiran yang tinggi. Sikap tersebut
memberikan kontribusi yang berarti terhadap efektivitas dan produktivitas
kerja yang dihasilkan.

11
Setiap instansi pada dasarnya akan memiliki kebijakan yang berbeda-
beda terhadap sumber daya manusia yang dimilikinya guna mencapai
produktivitas kerja pegawai. Dalam pencapaian yang mempengaruhi
produktivitas kerja pegawai terdapat banyak faktor yang mempengaruhi
produktivitas kerja karyawan antara lain dalah adanya motivasi kerja. Motivasi
kerja merupakan suatu kondisi dimana pegawai membutuhkan apresiasi
penuh atas pekerjaannya, mendapatkan suasana yang nyaman dalam
pekerjaan, keamanan dalam bekerja, gaji/upah yang baik, pekerjaan yang
menarik dan disiplin yang bijaksana dari setiap pimpinan.

Setiap perusahaan berupaya untuk mendapatkan karyawan yang


terlibat dalam kegiatan organisasi/perusahaan dapat memberi prestasi kerja.
Dalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan
yang telah ditetapkan sebelumnya. Terdapat banyak faktor yang dapat
mempengaruhi produktivitas kerja yaitu: jaminan masa depan, fasilitas yang
diberikan, waktu bekerja yang sangat luas, motivasi, iklim kerja.

Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah


masalah motivasi kerja yang kurang dilakukan pada suatu pimpinan instansi.
Motivasi kerja adalah kondisi atau keadaan dalam suatu instansi yang ingin
meningkatkan keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya, maka dari itu
motivasi kerja sangat berperan penting dalam mendapat produktivitas yang
maksimal. Karena tujuan dari motivasi kerja adalah memberikan semangat
kerja kepada setiap pegawai agar dapat melaksanakan tugasnya secara
efektif dan efisien.

Produktivitas kerja yang tinggi dapat ditingkatkan dengan memberikan


motivasi-motivasi, semangat kerja dan memperhatikan disiplin kerja.
Semangat kerja merupakan sikap mental yang mampu memberi dorongan
bagi seseorang untuk dapat bekerja lebih giat, cepat, dan baik. Semangat
kerja anggota yang tinggi akan berpengaruh terhadap efisiensi kerja dan
efektivitas kerja.

Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan pendorong


yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai tujuan kepuasan
dirinya. Motivasi dimulai dengan kebutuhan yang ada dalam diri kita sendiri.
Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi, kita menetapkan sasaran baik secara sadar
maupun tidak sadar dan mengambil tindakan untuk mencapai sasaran

12
tersebut. Akan tetapi kebutuhan setiap individu dan bagaimana cara
kebutuhan tersebut dipenuhi jauh lebih komplek daripada yang cendereung
kita pikirkan. Kita mengamati perilaku dan menarik kesimpulan darinya, tetapi
lebih sering kita tidak benar-benar mengetahui apa faktor motivasi tersebut,
kita harus mengetahui llebih banyak tentang kebutuhan yang mempengaruhi
motivasi, bagaimana kebutuhan diklasifikasikan dan beroperasi.

Produktivitas biasanya selalu dikaitkan dengan hubungan rasio antara


keluaran (output) yang dihasilkan dengan masukan (input) dari sumber-
sumber yang digunakan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Dengan kata
lain, hasil yang dimaksudkan disini berhubungan dengan efektivitas suatu misi
atau prestasi. Sementara itu sumber-sumber yang digunakan berhubungan
dengan efisiensi dalam memperoleh hasil dengan menggunakan sumber yang
minimal. Dengan demikian dapat dinyatakan dalam produktivitas terdapat
hubungan efisiensi dan efektivitas

Dampak yang terjadi apabila di dalam instansi tidak ada motivasi kerja,
dimana pegawai akan melakukan pekerjaannya dengan biasa-biasa saja dan
kurang semangat dalam melaksanakan tugasnya. Berdasarkan dari asumsi di
atas bahwa dengan peran motivasi kerja terhadap produktivitas dapat
meningkatkan semangat kerja karyawan dimana karyawan akan bekerja
secara maksimal dan menyukai lingkungan kerjanya dan keuntungan yang
didapat dalam suatu instansi adalah mendapatkan penghasilan yang
meningkat dari tahun ke tahun apabila motivasi ini terus dilakukan.

13
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Motivasi merupakan kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan


yang terarah atau yang tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan atau
yang tertuju untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental
karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja itulah yang memperkuat
motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal. Motivasi seseorang dapat
dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal
berasal dari dalam diri individu sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan.

Produktivitas kerja merupakan perbandingan terbaik antara hasil yang


diperoleh dengan jumlah kerja yang dikeluarkan. Produktivitas dipengaruhi
berbagai faktor, baik yang berhubungan dengan tenaga kerja itu sendiri maupun
faktor-faktor lainnya, seperti pendidikan, keterampilan, disiplin kerja, sikap, etika,
manajemen, motivasi kerja, teknologi, sarana, produksi, kesempatan kerja dan
kesempatan berprestasi serta lingkungan kerja yang mendukung.

Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja adalah masalah


motivasi kerja yang kurang dilakukan pada suatu pimpinan instansi. Motivasi kerja
adalah kondisi atau keadaan dalam suatu instansi yang ingin meningkatkan
keuntungan yang lebih besar dari sebelumnya, maka dari itu motivasi kerja sangat
berperan penting dalam mendapat produktivitas yang maksimal. Karena tujuan
dari motivasi kerja adalah memberikan semangat kerja kepada setiap pegawai
agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.

4.2 Saran

Beberapa saran yang dapat diajukan berkaitan dengan kesimpulan adalah


sebagai berikut:

a. Disarankan kepada perusahaan agar memaksimalkan motivasi karena


motivasi diberikan dengan seimbang maka kinerja karyawan pasti
meningkat.
b. Sebaiknya perusahaan lebih memperhatikan motivasi kerja pada
komunikasi antar karyawan dan atasan, apabila karyawan merasa nyaman
dengan komunikasi otomatis produktivitas kerja mereka meningkat.

14
DAFTAR PUSTAKA

Brahmasari, I. A., dan Suprayetno, A. 2009. Pengaruh Motivasi Kerja,


Kepemimpinan Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja
Karyawan Serta Dampaknya Pada Kinerja Perusahaan (Studi Kasus pada
PT. Pei Hai International Wiratama Indonesia). Jurnal Manajemen dan
kewirausahaan. 10(2): 124-135

Dhermawan, A. A. N. B., Sudibya, I. G. A., & Utama, I. W. M. 2012. Pengaruh


Motivasi, Lingkungan Kerja, Kompetensi, dan Kompensasi terhadap
Kepuasan Kerja Dan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kantor Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi Bali. Matrik: Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis
dan Kewirausahaan.

Dunggio, M. 2013. Semangat dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja


Karyawan pada PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulawesi
Utara. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan
Akuntansi, 1(4)

Gardner, T., et al. 2001. The Relationship Between Organizational Culture


Withdrawal Intention and Behaviour. International Journal of Manpower

Hakim, A. K. 2011. Pengaruh Kompensasi dan Motivasi terhadap


Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis
UMSU. 11(2)

Kamuli, S. 2012. Pengaruh Iklim Organisasi Terhadap Produktivitas Kerja


Pegawai di Sekretariat Daerah Kota Gorontalo. Jurnal Inovasi. 9(1)

Mahesa, D., dan Djastuti, I. 2010. Analisis Pengaruh Motivasi dan Kepuasan
Kerja terhadap Kinerja Karyawan dengan Lama Kerja sebagai Variabel
Moderating (Studi pada PT. Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java)).
Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro.

Muchtar. 2010. Strategi Memenangkan Persaingan Usaha dengan Menyusun


Business Plan. Elex Media Komputindo. Jakarta

Rahmawati, D. 2013. Pengaruh Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja


Karyawan PR Fajar Berlian Tulungagung. Jurnal Universitas Tulunggagung
Bonorowo. 1(1) : 1-16

15
Rivai, V. dan Ella, J. S. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk
Perusahaan. Rajawali Pers. Jakarta

Rumondor, V. W. 2013. Motivasi, Disiplin Kerja, dan Kepemimpinan Terhadap


Produktivitas Kerja Pada Badan Kepegawaian Dan Diklat Daerah
Minahasa Selatan. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis
dan Akuntansi. 1(4)

Sutrisno, E. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kencana. Jakarta

16