Anda di halaman 1dari 2

NAMA: VERA ROSITA RESKI

NIM: I11116010
ILMU PEMULIAAN TERNAK B

POLIMORFISME GENETIKA

Polimorfisme:
o Variasi biologis merupakan fenomena alami
o Dapat diamati pada semua mahluk hidup: uniseluler dan multiseluler
o Ada dalam populasi maupun antar populasi
o Dapat bersifat kontinyu dan tak-kontinyu
o Merupakan hasil antar aksi faktor genetik dan nir-genetik
o Dapat dilihat pda aras fenotipik dan genotipik
o Mudah diamati pada aras fenotipik lewat indra dan/atau alat bantu
o Dapat menghasilkan polimorfisma.

1. Polimorfisme genetik adalah keberadaan lebih dari satu alel


dalam satu lokus genetik dan frekuensi alel-jarang ≥1% di dalam
suatu populasi.
2. Polimorfisme genetik merupakan varian dalam sekuens DNA
yang dapat menyebabkan perubahan fungsi protein dalam tubuh,
tetapi karena tubuh kita sangat kompleks sehingga terbentuk
mekanisme kompensasi luar biasa untuk menormalkan fungsi
tubuh, oleh karenanya orang yang mempunyai polimorfisme ini
tetap dapat mewariskan gen nya ke keturunannya sehingga
frekuensinya didalam populasi adalah lebih dari 1%.
3. Polimorfisme gen inilah yang dapat memicu berbagai penyakit
seperti kardiovaskuler, sindrom metabolik, dan lainnya jika terjadi
manifest.
4. Telah dikembangkan nutrigenomik dan farmakogenomik yang
diharapkan mampu menjadi solusi kesehatan individual karena
genetik antara satu individu dengan individu yang lain berbeda
sehingga diperlukan kekhususan dalam menentukan nutrisi dan obat
yang tepat.
5. Nutrigenomik dapat menjelaskan peran nutrisi terhadap
genomik, pengertian sederhananya adalah kenapa jika A dan B
makan makanan z dapat memberikan respon yang berbeda dimana
B berespon lebih gemuk tetapi A masih keadaan normal.
Perkembangan nutrigenomik inilah yang didasarkan untuk
penanggulangan polimorfisme dimana diharapkan suatu nutrisi
dapat menekan ekspresi polimorfisme gen sehingga gen tersebut
tidak akan diwariskan lagi kepada keturunannya.
6. Farmakogenomik yang secara spesifik mempengaruhi
metabolisme tubuh dengan senyawa aktifnya yang dapat
mempengaruhi secara langsung ekspresi gen untuk aktif atau
nonaktif.Sejak dalam kandungan, penyakit genetik juga sudah dapat
dideteksi dengan pengambilan cairan amnion, sel-sel trofoblast,
serum maternal dimana dapat dilakukan uji apakah proses
perkembangan janin berjalan normal. Biasanya hal ini dilakukan
setelah kelahiran anak 1 yang mengalami kecacatan, sehingga ingin
mengetahui kemungkinan berulang kongurensinya.