Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL USAHA

PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN BERBAHAN DASAR HEWANI


AYAM ABON

Proposal ini disusun untuk nemenuhi Tugas Mata Pelajaran Prakarya dan
Kewirausahan

Penyusun :
Nama : 1. Alfian Mulyo Santoso
2. Ica Safitri
3. Ratna Aulia K.D
4. Suci Daruwati
Kelas : X IIS 2

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMA NEGRI 1 ROWOKELE
JAWA TENGAH

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang dengan ini kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
nelimpahkan ramat-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan proposal
yang kami beri judul “pengolahan makanan dari bahan hewani ( Abon ayam ).”
Adapun proposal ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya
dengan bantuan dari banyak pihak sehingga kami dapat mempelancar proses
pembuatan proposal ini. Oleh sebab itukami ingin menyampaikan rasa terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam
proposal ini. Khususnya kepada ibu Rini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semonga dari proposal ini dapat diambil
manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca. Selain itu, kritik
dan saran dari anda kami tunggu untuk perbaikan proposal ini nantinya.

Kebumen, 25 Februari 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN
JUDUL………………………………………………………………………………………………………
i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………
ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………
iii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………...1
1
2. Visi dan Misi………………………………………………………………………………………
1
3. Tujuan usaha………………………………………………………………………………………
1
4. Manfaat Usaha…………………………………………………………………………………..2
1

BAB II PERENCANAAN PENASARAN


1. Gambar usaha……………………………………………………………………………………..3
2
2. Rencana pemasaran…………………………………………………………………………….3
2
3. Analisa usaha………………………………………………………………………………………
2
4. Target konsumen…………………………………………………………………………………4
3
BAB III PERENCANAAN PRODUKSI
1. Bahan baku…………………………………………………………………………………………
4
2. Peralatan dan perlengkapan……………………………………………………………….5
4
3. Proses produksi…………………………………………………………………………………..6
4
BAB IV PERENCANAAN BIAYA
1. Rencana modal……………………………………………………………………………………7
6
2. HPP…………………………………………………………………………………………………
6
3. Perhitungan laba/rugi………………………………………………………………………….7
6
BAB V PENUTUP
1. KESIMPULAN……………………………………………………………………………………
7
2. SARAN……………………………………………………………………………………………
7

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Abon ayam merupakan salah satu produksi pangan kering yang diolah
melalui proses penggorengan dan penambahan bumbu-bumbuan. Beberapa
keuntungan dari proses pembuatannya ialah mudah dilakukan. Produk yang
dihasilkan memiliki aroma dan rasa yang khas serta dapat dikembangkan sebagai
salah satu usaha baik dalam skala industri kecil maupun menengah.
Adapun jenis bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan abon dapat
berupa daging sapi, kerbau, ayam dan jenis ikan. Salah satu bahan yang juga dapat
digunakan untuk abon adalah ayam afkir. Untuk mendapatkan abon yang berkualitas
tinggi, diperlukan pengolahan yang baik. Proses pengolahan yang dilakukan dalam
produk abon adalah pemasakan, lama pemasakan yang tepat dalam pengolahan
daging ayam akan menentukan kegurihan dan kelezatan abon.

B. Visi dan Misi


Visi:
Membuat produk yang berkualitas, bermanfaat serta diminati.
Misi:
1. Menggunakan bahan baku yang berkualitas.
2. Mengolah secara higenis dan tidak menggunakan bahan yang berbahaya.
3. Mengemas dengan menarik.`
4. Memberi harga yang terjangkau dan menguntungkan.

C. Tujuan Usaha
1. Mencari keuntungan.
2. Menciptakan lapangan kerja.
3. Menambah wawasan dan pengalaman dalam kewirausaha.

D. Manfaat Usaha
1. Mengurangi penganguran
2. Menjadikan pengalaman berbisnis bagi pemilik.
3. Menambah wawasan barwirausaha bagi para pelajar.

1
BAB II
PERENCANAAN PEMASARAN

A. GAMBAR UMUM USAHA


Nama Usaha : Abon Ayam
Jenis Usaha : Kuliner
Alamat : Jl. Jatijajar Km 05 Rowokele, Kebumen

B. RENCANA PEMASARAN
1. Product : Abon ayam
2. Price : Rp 40.000,00/ kg
3. Place : Pasar, warung , super market
4. Promotion : Melalui media sosial, dan mulut kemulut

C. ANALISIS PELUANG USAHA


Dalam menjalankan usaha abon ayam membutuhkan peralatan yang
memadai dalam kinerjanya. Usaha abon ayam ini membutuhkan mesin suwir
abon, yangmana penggunaan mesin suwir abon ini dibutuhkan supaya proses
produksi abon daging bisa berjalan dengan lancar. Mesin suwir ini berkinerja
dengan cara mencacah atau suwir daging ayam yang sebelumnya sudah direbus
hingga menjadi irisan-irisan kecil. Mesin suwir abon bekerja lebih cepat
mengandalkan sistim kinerja mesin yang modern. Pengolahan abon ayam jadi
semakin mudah, cepat dan lebih praktis jika prosesnya menggunakan suwir
abon. Jika tertarik menggunakan mesin suwir abon demi kemudahkan dalam
mengolah abon ayam, maka bisa langsung mendapatkannya melalui Toko
Mesin Maksindo.
Demikianlah sekilas ulasan menarik tentang peluang usaha abon
ayam dan analisa usahanya yang dapat kami sampaikan kepada Anda. Semoga
saja kehadirannya artikel yang kami sajikan diatas bisa berguna dan berguna
bermanfaat untuk pembaca.

2
D. TERGET KONSUMEN
Dalam memjalankan usaha ini terget konsumen kami yaitu mencakup
semua kalangan masyarakat, baik kelangan bawah, kalangan menengah dan
kalangan atas, anak-anak remaja maupun dewasa. Dari semua kalangan
tersebut sebagian besar maupun untuk membeli produk yang kami tawarkan
,karna harga yang kami berikanpun cukup terjangkau untuk semua kalangan.

3
BAB III
PERENCANAN PRODUKSI

A. BAHAN BAKU
Bahan yang digunakan dalam pembuatan abon daging ayam: bumbu yang
digunakan untuk 1 kg daging menurut Lisdiana (1998) yang terdiri dari:
a. Tiga butir kelapa parut, diperas dalam 1200 ml air.
b. Bumbu-bumbu yang dihaluskan : 5 gr ketumbar, 70 gr bawang merah, 20 gr
bawang putih, 7 gr jinten, 5 gr langkuas, 15 gr garam dapur, 5 gr daun salam.

B. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN


a. Alat dapur: kompor, kuali, sendok pengaduk, wajan
b. Timbangan
c. Pisau
d. Panci

C. PROSES PRODUKSI
1. Cara Kerja
a. Daging ayam dibersihkan, lalu direbus sampai empuk (± 1 jam), setelah
empuk kemudian disuir-suir dan daging yang telah disuir tersebut dibagi
empat masing-masing 100 gr karena pada penelitian ini terdiri dari empat
perlakuan.
b. Semua bumbu-bumbu yang telah dihaluskan sepeti ketumbar, bawang
merah, bawang putih, jinten, langkuas, dan daun salam dimasukkan ke
dalam empat buah kuali beserta santan kelapa.
c. Kemudian santan kelapa yang telah diberi bumbu tersebut dimasak
sampai mengeluarkan minyak sambil diaduk-aduk.
d. Setelah itu dimasukkan masing-masing 100 gr daging yang telah disuir
tersebut ke dalam kuali, lalu dimasuk menggunakan api kecil dengan suhu
bahan kurang lebih 60oC (diukur menggunakan thermometer) sesuai
dengan perlakuan yaitu selama 2 jam, 3 jam, 4 jam dan 5 jam).
e. Terus diaduk agar tidak gosong
f. Setelah abon masak sesuai dengan perlakuan yaitu selama 2 jam, 3 jam, 4
jam, dan 5 jam kemudian ditimbang kira-kira 10 gr untuk diamati kadar

4
gizinya (kadar protein, lemak dan air) dan selebihnya digunakan untuk uji
organoleptik.
Alur Proses pembuatan :
Bahan

Disiangi, dicuci

Direbus (± 1 jam)

Dicabik-cabik/disuir

Dimasak dengan santan yang ditambah bumbu-bumbuan

hingga warna coklat

Ditiriskan diangin-anginkan

Abon

5
BAB IV
PERENCANAAN BIAYA

A. RENCANA MODAL
Modal yang dingunakan sekali produksi ialah sebesar Rp. 100.000,00 yang
dapat menghasikan 4 kg abon ayam.
Total biaya = bahan baku + perlengkapan + biaya lain
= Rp 80.000 + Rp 20.000 + Rp 0
= Rp 100.000

B. HARGA POKOK PRODUKSI


Harga pokok 1 kg = 80.000/ 4
= Rp 20.000
Harga jual 1 kg = harga pokok 1kg + keuntungan yang di inginkan
= Rp20.000 + Rp 5000 = Rp25.000/kg

a. PERHITUNGAN LABA / RUNGI


Harga jual 1 kg = Rp 25.000 maka:
Penjual = 4 x Rp 25.000 = Rp100.000
Harga pokok produksi = 4 x Rp20.000 = Rp 80.000
Laba = penjualan – harga pokok
= Rp100.000 –RP 80.000
= Rp20.000
Persentase laba = laba : penjualan x 100%
= ( Rp20.000 : Rp100.0000) X 100%
= 20%

6
BAB V
PENUTUP

1. Kesimpulan
Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan abon
dibutuhkan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan abon yang
enak dan dengan tekstur yang baik, pengorengan tidak membutuhkan suhu yang
begitu besar sehingga tidak terjadinya hangus pada abon, dibutuhkan
juga takaran yang sesuai untuk mencampurkan bumbu-bumbu untuk
mendapatkan rasa yang pas.

2. Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya
penulis akan lebih fokus dan details dalam menjalaskan tentang proposal diatas
dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung
jawabkan . untuk saran biasannya berisi keritikan atau saran terhadap penulis
junga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasa proposal yang
telah dijelaskan.