Anda di halaman 1dari 3

MENGUKUR BERAT BADAN DAN

TINGGI BADAN
No Dokumen :
No Revisi :
SOP Tanggal
: 5 Januari 2016
Terbit
Halaman : 1 dari 3
PUSKESMAS Ariston Panu
KOTA TIMUR NIP.19700412 199312 1 002
Pengukuran berat badan pasien dengan memamakai timbangan untuk

1. Pengertian mengetahui status gizi, laju pertumbuhan fisik dan menentukan dosis
obat.
Sebagai acuan untuk melakukan penilaian status gizi, laju pertumbuhan
2. Tujuan
fisik dan menentukan dosis obat

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas tentang Kebijakan Layanan Klinis

Keputusan Menteri Kesehatan No. 514 Tahun 2015 tentang Panduan

4. Referensi Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat


Pertama
5. Prosedur Peralatan :
1. Timbangan berat badan dewasa
2. Timbangan berat badan bayi
3. Meteran (microtoice)
4. Status pasien
5. Alat tulis
Teknik Pemeriksaan
A. Pasien Dewasa
1. Jelaskan kepada pasien jenis dan prosedur pemeriksaan yang
dilakukan
2. Tempatkan meteran pada dinding. Minta pasien berdiri tegak
dengan tumit menempel pada lantai dan pandangan lurus kedepan
3. Ukur tinggi badan pasien dan catat hasilnya
4. Kemudian minta pasien berdiri diatas timbangan. Posisi pasien
berdiri tegak dengan pandangan lurus ke depan. Saat melakukan
pemeriksaan berat badan, pasien harus melepas alas kaki, jaket, tas
serta benda-benda lain yang dapat mempengaruhi hasil timbangan
5. Ukut berat badan pasien dan catat hasilnya
6. Tentukan indeks massa tubuh ( BMI) pasien dengan menggunakan
rumus : Berat badan (kg)
Tinggi badan (m)²
B. Pasien Bayi & Anak
1. Jelaskan pada ibu pasien atau wali mengenai jenis dan prosedur
yang akan dilakukan
2. Ukur panjang / tinggi badan anak dengan menggunakan neonatal
stadiometer/ meteran sesuai usia pasien
Apabila pemeriksa menggunakan neonatal stadiometer
a) Baringkan anak di atas neonatal stadiometer
b) Minta orang tua atau asisten untuk memegang kepala
bayi agar tidak bergerak
c) Rentangkan kaki hingga lurus sempurna
d) Ukur panjang badan dimulai dari ujung kaki ke kepala
e) Lakukan pengukuran sebanyak 3 kali dan diambil rata-
rata untuk mendapatkan hasil yang akurat
Apabila pemeriksa menggunakan meteran
a) Tempatkan meteran pada dinding
b) Minta pasien berdiri tegak dengan tumit menempel pada
lantai dan pandangan lurus kedepan
c) Ukur tinggi badan pasien dan mata pemeriksa harus
sejajar atau lebih tinggi dari tinggi badan pasien,
kemudian catat hasilnya
3. Petakan tinggi badan pasien pada kurva tinggi badan sesuai jenis
kelamin dan usia.
4. Ukur rasio tinggi badan menurut tinggi badan ideal sesuai usia.
5. Ukur berat badan bayi dengan menggunakan baby scale dan ukur
berat badan anak dengan menggunakan timbangan.
Apabila pemeriksa menggunakan baby scale :
a) Sebelum pasien ditempatkan diatas baby scale, letakkan
ditempat datar dan dikalibrasi di titik nol
b) Minta orang tua untuk melepas jaket dan popok sekali
pakai pasien. Idealnya pada pemeriksaan ini, bayi tidak
menggunakan pakaian
c) Tempatkan bayi diatas baby scale
d) Ukur berat badan bayi dan catat hasilnya
Apabila pemeriksaan menggunakan timbangan
a) Minta pasien untuk mengenakan pakaian seminimal
mungkin dengan melepas alas kaki, jaket atau tas yang
dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan
b) Minta pasien naik diatas timbangan. Posisi tubuh berdiri
tegak, pandangan lurus ke depan
c) Ukur berat badan dan catat hasilnya

6. Unit Terkait Semua unit