Anda di halaman 1dari 2

PENGUKURAN

TEKANAN DARAH
No Dokumen :
No Revisi :
SOP Tanggal : 5 Januari
Terbit 2016
Halaman : 1 dari 2
PUSKESMAS Ariston Panu
KOTA TIMUR NIP.19700412 199312 1 002

1. Pengertian Prosedur pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter.

2. Tujuan Sebagai acuan untuk pengukuran tekanan darah pasien

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas tentang Kebijakan Layanan Klinis

Keputusan Menteri Kesehatan No. 514 Tahun 2015 tentang Panduan

4. Referensi Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat


Pertama
5. Prosedur Persiapan alat :
1. Stetoskop
2. Tensimeter
3. Status pasien
4. Alat tulis

Pelakasanaan :
1. Siapkan alat dan bahan
2. Jelaskan kepada pasien jenis dan prosedur pemeriksaan yang akan
dilakukan
3. Mempersilahkan pasien untuk istirahat paling tidak 5 menit dalam
posisi pemeriksaan ( posisi duduk).
4. Lengan yang akan diperiksa harus bebas dari pakaian. Pastikan
pada lengan tersebut tidak terdapat cimino untuk dialysis, bekas
luka yang disebabkan putusnya arteri brachial sebelumnya
maupun limfaoedem
5. Lakukan palpasi pada arteri brakhialis untuk memastikan
terabanya denyut
6. Posisikan lengan pasien sedemikian rupa sehingga arteri
brakhialis sejajar dengan jantung. Apabila pasien dengan posisi
duduk maka letakkan lengan pada meja sedikit diatas pinggul
7. Tentukan ukuran manset. Bila manset terlalu besar untuk lengan
pasien, seperti pada anak-anak, maka pembacaan akan lebih
rendah dari tekanan sebenarnya. Bila manset terlalu kecil,
misalnya pada penggunaan manset standar pada pasien obes,
maka pembacaan akan lebih tinggi dibanding tekanan
sebenanrnya
8. Pasang manset dengan membalutkannya dengan kencang dan
lembut pada lengan atas. Batas bawah manset berada pada 2,5 cm
diatas fossa antecubiti, dan balon manset harus berada di tengah
arteri brakhialis
9. Posisikan lengan pasien sedemikian rupa sehingga siku sedikit
fleksi
10. Pompa manset hingga mengembang. Untuk menentukan seberapa
tinggi tekanan manset, pertama-tama perkirakan tekanan sistolik
dengan palpasi. Raba arteri radialis dengan satu tangan,
kembangkan manset secara cepat sampai dengan pulsasi arteri
radialis menghilang. Baca takanan yang terbaca pada manometer,
lalu tambahkan 30 mmHg. Gunakan jumlah ini sebagai target
untuk mengembangkan manset sehingga mengurangi
ketidaknyamanan karena manset yang terlalu kencang
11. Kempiskan manset dan tunggu 15-30 detik
12. Tempatkan memberan stetoskop pada arteri brakhialis
13. Kemabangkan manset secara cepat sampai pada tekanan yang
telah ditentukan sebelumnya
14. Kempiskan secara perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg per
detik
15. Dua bunyi pertama yang terdengar adalah tekanan sistolik pasien
16. Turunkan tekanan 10-20 mmHg
17. Kemudian kempiskan manset secara tepat hingga nol
18. Titik dimana bunyi terdengar menghilang merupakan tekanan
diastolik pasien
19. Tunggu selama 2 menit, kemudian ulangi pemeriksaan untuk
mendapatkan nilai rata-rata
20. Catat hasil pada rekam medis pasien

6. Unit Terkait Semua Unit