Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

“HAL YANG MENGOTORI AQIDAH”

FAKULTAS SYARIAH & HUKUM


JURUSAN EKONOMI SYARIAH
ILMU TAUHID
KELOMPOK 5 :
 MUHAMMAD ANDRIANSYAH
 MUHAMMAD NAUFAL ZAIDAN
 SATRIO ADI. W
 SYAFIQ IBRAHIM
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah yang maha megetahui dan maha bijaksana yang telah
memberi petunjuk agama yang lurus kepada hamba-Nya dan hanya kepada-
Nya. Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi Muhammad SAW
yang membimbing umat nya degan suri tauladan-Nya yang baik .
Dan segalah Syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
anugrah,kesempatan dan pemikiran kepada kami untuk dapat menyelesaikan
makalah ini . makanlah ini merupakan pengetahuan tentang konsep hal yang
mengotori aqidah, semua ini di rangkup dalam makalah ini , agar pemahaman
terhadap permasalahan lebih mudah di pahami dan lebih singkat dan akurat .
Sistematika makalah ini dimulai dari pengantar yang merupakan apersepsi atas
materi yang telah dan akan dibahas dalam bab tersebut .Selanjutnya ,
membaca akan masuk pada inti pembahasaan dan di akhiri dengan kesimpulan
, saran dan makalah ini. Diharapkan pembaca dapat mengkaji berbagai
permasalahan tentang konsep hal yang mengotori aqidah,kami penyusun
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses
pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaaat bagi kita semua.
Terimakasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bandung, 20 September 2018


BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Aqidah adalah pokok - pokok keimanan yang telah ditetapkan oleh Allah,
dan kita sebagai manusia wajib meyakininya sehingga kita layak disebut
sebagai orang yang beriman (mu’min).Namun bukan berarti bahwa keimanan
itu ditanamkan dalam diri seseorang secara dogmatis, sebab proses keimanan
harus disertai dalil-dalil aqli. Akan tetapi, karena akal manusia terbatas maka
tidak semua hal yang harus diimani dapat diindra dan dijangkau oleh akal
manusia. Para ulama sepakat bahwa dalil-dalil aqli yang haq dapat
menghasilkan keyakinan dan keimanan yang kokoh. Sedangkan dalil-dalil naqli
yang dapat memberikan keimanan yang diharapkan hanyalah dalil-dalil yang
qath’i.
Aqidah memiliki peranan yang penting dalam konsep mendidik umat
manusia, ruang lingkup aqidah dapat membentuk akhlak yang mulia akan
mengantarkan umat manusia untuk memahami dalam segala aspek
kehidupan.Islam selalu menganjurkan untuk selalu meyakini dan mengimani
apa yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-quran. Dan sesungguhnya
orang yang mengikuti sebuah jalan kehidupan yang penuh kesesatan adalah
karena kurangnya pemahaman tentang aqidah

2.Rumusan Masalah

1. Apa aqidah bisa kotor?


2. Yang kotor itu aqidah atau hati tempatnya aqidah?
3. Apa saja hal-hal yang mengotori aqidah

3.Tujuan Makalah

1. Menjelaskan pengertian aqidah


2. Menjelaskan akibat kotor nya aqidah
3. Menjekaskan tempat kotor nya aqidah
4. Penyebab yang mengotori aqidah
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN AQIDAH

1.1 Pengertian Aqidah Islam


Secara etimologi (lughatan), aqidah berakar dari kata ‘aqada – ya’qidu – ‘aqdan
yang berarti simpul, ikatan, perjanjian dan kokoh. Setelah terbentuk menjadi
aqidah berarti keyakinan. Relevansi antara arti kata aqdan dan aqidah adalah
keyakinan itu tersimpul dengan kokoh di dalam hati, bersifat mengikat dan
mengandung perjanjian.