Anda di halaman 1dari 15
Diagnosis epilepsi
Diagnosis epilepsi
Kejang Kejang Epileptik Kejang non Epileptik Acute Aritmia Serangan Bangkitan Epilepsi Symptomatic Sinkop
Kejang
Kejang Epileptik
Kejang non Epileptik
Acute
Aritmia
Serangan
Bangkitan
Epilepsi
Symptomatic
Sinkop
Cardiac
Panik
Psikogenik
Seizure
Sindrom
Epilepsi
3B. Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat
3B. Gawat darurat
Lulusan dokter
mampu membuat diagnosis klinik
memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat
darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah
keparahan dan/ atau kecacatan pada pasien.
mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi
penanganan pasien selanjutnya.
Mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari
rujukan.
KEJANG EPILEPTIK = EPILEPTIC SEIZURE Terjadinya tanda/ gejala yang bersifat sesaat akibat aktifitas elektrik neuronal
KEJANG EPILEPTIK
= EPILEPTIC SEIZURE
Terjadinya tanda/ gejala yang bersifat
sesaat akibat aktifitas elektrik neuronal
yang abnormal dan berlebihan di otak
KEJANG NON EPILEPTIK = NON EPILEPTIC SEIZURE Terjadinya tanda/ gejala yang bersifat sesaat bukan akibat
KEJANG NON EPILEPTIK = NON EPILEPTIC SEIZURE Terjadinya tanda/ gejala yang bersifat sesaat bukan akibat
KEJANG NON EPILEPTIK
= NON EPILEPTIC SEIZURE
Terjadinya tanda/ gejala yang bersifat
sesaat bukan akibat aktifitas elektrik
neuronal yang abnormal dan berlebihan di
otak
tanda/ gejala yang bersifat sesaat bukan akibat aktifitas elektrik neuronal yang abnormal dan berlebihan di otak
tanda/ gejala yang bersifat sesaat bukan akibat aktifitas elektrik neuronal yang abnormal dan berlebihan di otak
karakteristik Bangkitan Epileptik Sinkop Pencetus Kelelahan, kurang tidur, Emosi, cedera, nyeri, keramaian,
karakteristik
Bangkitan Epileptik
Sinkop
Pencetus
Kelelahan, kurang tidur,
Emosi, cedera, nyeri, keramaian,
hormonal, stres psikologis,
panas,dehidrasi, ketakutan,
alkohol, compliance
olahraga
Suasana
Apapun
Posisi tegak, kondisi ramai,
panas, stress emosi
Berhubungan dengan postur
Tidak
Sering
Waktu
Kapan saja
Umumnya siang hari
Awal
Mendadak, aura +/-
Berangsur, merasa gelap/mual,
penglihatan buram, berkeringat
Warna Kulit
Normal, pucat, sianosis
Biasanya pucat
Keringat
Jarang
Sering
Muntah
Jarang
Sering
Karakteristik Bangkitan Epileptik Aritmia Cardiac Faktor pencetus Kelelahan, kurang tidur, hormonal, stres
Karakteristik
Bangkitan Epileptik
Aritmia Cardiac
Faktor pencetus
Kelelahan, kurang tidur, hormonal, stres
psikologis, alkohol, compliance
Olahraga
Karakteristik klinis
Stereotipi, paroksismal (detik), bisa disertai
aura
Palpitasi
menjelang serangan
Karakteristik klinis
pada saat serangan
Gerakan tonik (kaku) diikuti gerakan jerking
yang ritmis, Gerakan otomatism, cyanosis ,
Bisa terjadi dimana saja dan kapan saja
Pucat, bisa disertai kaku
atau menghentak hentak
sebentar
Gejala sisa setelah
serangan
Mengantuk , Lidah tergigit, Nyeri enggota
gerak, d
paralisis)
Lesu
Riwayat penyakit
Trauma kepala, alkohol, ketergantungan obat,
kejang demam, infeksi SSP, stroke
Penyakit jantung kongenital
dahulu
Inkontinensia Sering terjadi Jarang Lidah tergigit Sering terjadi Sangat jarang Fenomena motorik Tonik, klonik,
Inkontinensia
Sering terjadi
Jarang
Lidah tergigit
Sering terjadi
Sangat jarang
Fenomena motorik
Tonik, klonik, tonik klonik
Lemas tanpa gerakan
Pernafasan
Mendengkur, mulut berbusa
Dangkal, lambat
Cedera
Sering terjadi
Jarang
Pasca serangan
Bingung, mengantuk, tidur
Cepat sadar tanpa rasa bingung
Lama serangan
Beberapa detik- menit
Beberapa detik
Tanda neurologis fokal
Ada/ tidak
Tidak
Tanda kardiovaskular
Tidak
Sering
EEG
Sering abnormal
Normal, mungkin generalized
slowing selama serangan
Karakteristik Bangkitan Epileptik Serangan Panik Faktor pencetus Kelelahan, kurang tidur, hormonal, stres psikologis,
Karakteristik
Bangkitan Epileptik
Serangan Panik
Faktor pencetus
Kelelahan, kurang tidur, hormonal, stres
psikologis, alkohol, compliance
Situasi Sosial
Karakteristik klinis
menjelang serangan
Stereotipi, paroksismal (detik), bisa disertai
aura
Ketakutan, perasaan tidak
realistis, sulit bernafas, kesemutan
Karakteristik klinis
pada saat serangan
Gerakan tonik (kaku) diikuti gerakan jerking
yang ritmis, Gerakan otomatism, Cyanosis ,
Bisa terjadi dimana saja dan kapan saja
Agitasi, nafas cepat, kaku pada
tangan
Gejala sisa setelah
serangan
Mengantuk , Lidah tergigit, Nyeri anggota
gerak, d
paralisis)
-
Riwayat penyakit
dahulu
Trauma kepala, alkohol, ketergantungan
obat, kejang demam, infeksi SSP, stroke
Ansietas
Karakteristik Bangkitan Epileptik Bangkitan Psikogenik Pencetus Kelelahan, kurang tidur, hormonal, stres psikologis,
Karakteristik
Bangkitan Epileptik
Bangkitan Psikogenik
Pencetus
Kelelahan, kurang tidur, hormonal,
stres psikologis, alkohol, compliance
Biasanya emosi
Suasana
Saat tidur atau bangun
Sendirian
Biasanya terjadi ketika di depan
banyak orang, jarang waktu tidur
Waktu
Kapan saja
Umumnya siang hari
Onset
Mendadak, aura +/-
Perlahan, berangsur dengan
meningkatnya emosi, aura -
Durasi
Pendek/ singkat
Dapat memanjang/ lama
Jeritan pada awal
Sering
Jarang
Inkontinensia
Sering
Tidak terjadi
Lidah tergigit
Sering
Jarang
Cedera
Sering
Jarang
Karakteristik Bangkitan Epileptik Bangkitan Psikogenik Hubungan dengan Biasanya berhubungan Tidak berhubungan
Karakteristik
Bangkitan Epileptik
Bangkitan Psikogenik
Hubungan dengan
Biasanya berhubungan
Tidak berhubungan
perubahan obat
Hubungan dengan
menstruasi pada perempuan
Kadang-kadang meningkat
Tidak berhubungan
Frekuensi serangan
Tidak begitu sering
Lebih sering, bisa sepanjang hari
EEG interictal
Sering abnormal
Normal
EEG ictal
Abnormal
Normal
Serangan muncul o/k sugesti
Tidak
Kadang-kadang
Adanya keuntungan
Tidak
Sering
sekunder
Gangguan psikiatri
Jarang
Sering
Karakteristik Bangkitan Epileptik Bangkitan Psikogenik Vokalisasi Hanya saat otomatisme Biasa selama serangan
Karakteristik
Bangkitan Epileptik
Bangkitan Psikogenik
Vokalisasi
Hanya saat otomatisme
Biasa selama serangan
Fenomena motorik
Stereotip, aktivitas tonik klonik yang
terkoordinasi
Bervariasi, tidak terkoordinasi,
mengangkat pelvis
Mata
Terbuka
Tertutup
Kesadaran
Menurun
Normal
Pengekangan
Tidak berpengaruh
Melawan, kadang-kadang
menghentikan serangan
Henti Serangan
Pendek, bingung, mengantuk, tidur
Berangsur, seringkali dengan emosi,
tanpa rasa bingung
Postictal confusion
Sering
Jarang
Postictal headache
Sering
Jarang
Postictal crying
Jarang
Sering
rasa bingung Postictal confusion Sering Jarang Postictal headache Sering Jarang Postictal crying Jarang Sering
Bangkitan / Seizure Epileptic Seizure/ True Seizure Non Epileptic Seizure/ Pseudo Seizure Acute Aritmia Serangan
Bangkitan / Seizure
Epileptic Seizure/
True Seizure
Non Epileptic Seizure/
Pseudo Seizure
Acute
Aritmia
Serangan
Bangkitan
Epilepsi
Symptomatic
Sinkop
Cardiac
Panik
Psikogenik
Seizure
Sindrom
Epilepsi
Cardiac Panik Psikogenik Seizure Sindrom Epilepsi Kondisi yang dapat menyebabkan acute symptomatic seizures:
Cardiac Panik Psikogenik Seizure Sindrom Epilepsi Kondisi yang dapat menyebabkan acute symptomatic seizures:
Kondisi yang dapat menyebabkan acute symptomatic seizures: - Kejang demam pada early childhood - Sleep
Kondisi yang dapat menyebabkan acute symptomatic seizures:
- Kejang demam pada early childhood
- Sleep deprivation / kurang tidur
- Hipoglikemi
- Hiponatremi
- Ensefalopati Metabolik
- Infeksi Sistem Saraf Pusat
- Stroke
- Putus obat atau alkohol
- Ketergantungan obat (mis: amphetamine, cocaine)
- Obat-obatan (mis: aminophyline, phenothiazine, dan beberapa
analgetik)
- Acute Traumatic Seizure (nyeri kepala ringan-sedang diikuti
dengan tonik klonik seizure)
Pada penderita epilepsi, acute symptomatic seizures bisa terjadi Cerebrovascular disease, cerebral hypoxia Dalam 7 hari
Pada penderita epilepsi, acute symptomatic seizures bisa terjadi Cerebrovascular disease, cerebral hypoxia Dalam 7 hari
Pada penderita epilepsi,
acute symptomatic seizures bisa terjadi
Cerebrovascular disease, cerebral hypoxia
Dalam 7 hari onset
Traumatic Brain Injury, Intracranial surgery
Dalam 7 hari onset
Infeksi Intrakranial
Dalam 7 hari, sesuai klinis dan hasil
laboratorium
Multiple Sclerosis
Dalam 7 hari dari relaps
Metabolik
Sampel darah dalam 24 jam dari kejang
Alkohol
Dalam 1-46 jam setelah minum terakhir
Penyebab Persentase ASS Stroke 15 30% Alkohol dan Obat-Obatan 15 30% Trauma kepala 15% Infeksi
Penyebab
Persentase ASS
Stroke
15
30%
Alkohol dan Obat-Obatan
15
30%
Trauma kepala
15%
Infeksi
15%
Metabolik
10%
(Manford,2003)
ASS Stroke 15 30% Alkohol dan Obat-Obatan 15 30% Trauma kepala 15% Infeksi 15% Metabolik 10%
EPILEPSI (Definisi Konseptual) Penyakit otak yang ditandai dengan kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik
EPILEPSI (Definisi Konseptual) Penyakit otak yang ditandai dengan kecenderungan untuk menimbulkan bangkitan epileptik
EPILEPSI
(Definisi Konseptual)
Penyakit otak yang ditandai dengan
kecenderungan untuk menimbulkan
bangkitan epileptik yang terus menerus,
dengan konsekuensi neurobiologis,
kognitif, psikologis, dan sosial
konsekuensi neurobiologis, kognitif, psikologis, dan sosial EPILEPSI (Definisi Operasional / Definisi Praktis)
EPILEPSI (Definisi Operasional / Definisi Praktis) Epilepsi adalah suatu penyakit otak yang ditandai dengan
EPILEPSI
(Definisi Operasional / Definisi Praktis)
Epilepsi adalah suatu penyakit otak yang ditandai dengan
kondisi/gejala berikut:
1. Minimal terdapat 2 bangkitan tanpa provokasi atau 2 bangkitan
refleks dengan jarak waktu antar bangkitan pertama dan kedua lebih
dari 24 jam
2. Satu bangkitan tanpa provokasi atau 1 bangkitan refleks dengan
kemungkinan terjadinya bangkitan berulang dalam 10 tahun ke
depan minimal 60%
3. Sudah ditegakkan diagnosis sindrom epilepsi
Sindrom Epilepsi Fokal dan Fokal General General - Sindrom West - Epilepsi Lena pada anak
Sindrom Epilepsi Fokal dan Fokal General General - Sindrom West - Epilepsi Lena pada anak
Sindrom Epilepsi Fokal dan Fokal General General - Sindrom West - Epilepsi Lena pada anak
Sindrom Epilepsi Fokal dan Fokal General General - Sindrom West - Epilepsi Lena pada anak
Sindrom Epilepsi
Fokal dan
Fokal
General
General
- Sindrom West
- Epilepsi Lena pada anak
- Epilepsi Mioklonik pada
Remaja
Sindrom
- Epilepsi Rolandic
- Epilepsi Lobus Temporal
Lennox-
Gastaut
Automatism : Aktivitas motorik yang terkoordinasi, mendadak, berulang, dan subjek biasanya tidak sadar. Atonic :
Automatism : Aktivitas motorik yang terkoordinasi, mendadak, berulang, dan subjek biasanya tidak sadar. Atonic :
Automatism : Aktivitas motorik yang terkoordinasi, mendadak,
berulang, dan subjek biasanya tidak sadar.
Atonic : Hilang atau berkurangnya tonus otot mendadak tanpa adanya
mioklonik atau tonik sebelumnya. Berlangsung 1-2 detik, melibatkan
kepala, tubuh, rahang, atau otot anggota badan
Epileptic Spasms : Gerakan fleksi, ekstensi, atau ekstensi dan fleksi,
mendadak. Seperti merengkuh, kepala mengangguk, atau gerakan mata
halus
merengkuh, kepala mengangguk, atau gerakan mata halus Clonic : Jerking, simetris atau asimetris, berulang kali dan
Clonic : Jerking, simetris atau asimetris, berulang kali dan melibatkan kelompok otot yang sama Hyperkinetic
Clonic : Jerking, simetris atau asimetris, berulang kali dan melibatkan
kelompok otot yang sama
Hyperkinetic : Gerakan yang kompleks dari otot ekstremitas
proksimal, seringkali bersifat kekerasan dan aneh.
Myoclonic : gerakan tiba-tiba, singkat (<100 msec) berupa kontraksi
otot tunggal atau multipel yang tidak disadari
Tonic : Peningkatan kontraksi otot yang berlangsung beberapa detik
sampai beberapa menit
Tonic-clonic : diawali dengan tonik diikuti dengan klonik Myoclonic-tonic-clonic : gerakan mendadak satu atau beberapa
Tonic-clonic : diawali dengan tonik diikuti dengan klonik
Myoclonic-tonic-clonic : gerakan mendadak satu atau beberapa
anggota tubuh , diikuti dengan kejang tonik-klonik.
Myoclonic-atonic :
Absance typical : terdiam atau bengong dengan tiba-tiba, gangguan aktivitas yang sedang berlangsung, tatapan kosong
Absance typical : terdiam atau bengong dengan tiba-tiba, gangguan
aktivitas yang sedang berlangsung, tatapan kosong atau mata melirik ke
atas. Biasanya tidak respons saat diajak bicara. Durasi adalah beberapa
detik sampai setengah menit dengan pemulihan yang sangat cepat.
Absance atypical : terdiam atau bengong dengan onset yang perlahan-
lahan, diawali dengan perubahan nada suara.
Eyelid myoclonia : jerking pada kelopak mata dengan frekuensi
minimal 3 kali per detik. Umumnya mata ke atas, biasanya berlangsung
<10 detik, bisa sadar atau tidak sadar.
Autonomic : perubahan sistem saraf otonom yang melibatkan kardiovaskular, pupil, gastrointestinal, traktus urinarius
Autonomic : perubahan sistem saraf otonom yang melibatkan kardiovaskular,
pupil, gastrointestinal, traktus urinarius ,vasomotor, dan termoregulasi
Behavior arrest : berhentinya aktifitas yang sedang dilakukannya, sebagai
tanda yang menonjol dari seluruh kejang.
Cognitive : berhubungan dengan proses berfikir dan fungsi kortikal, seperti
bahasa, persepsi spasial, memori, dan praksis.
Emotional : menunjukkan emosi sebagai tanda awal yang menonjol, seperti
rasa takut, sukacita spontan atau euforia, tertawa, atau menangis
Sensory : Persepsi sensorik yang tidak disebabkan oleh adanya rangsangan
spontan atau euforia, tertawa, atau menangis Sensory : Persepsi sensorik yang tidak disebabkan oleh adanya rangsangan
Tidak bisa memberi banyak petunjuk Tidak bisa menjawab pertanyaan diatas Mau diterapi apa ?
Tidak bisa memberi banyak petunjuk Tidak bisa menjawab pertanyaan diatas Mau diterapi apa ?
Tidak bisa memberi banyak petunjuk Tidak bisa menjawab pertanyaan diatas
Tidak bisa memberi banyak petunjuk
Tidak bisa menjawab pertanyaan diatas
Mau diterapi apa ?
Mau diterapi apa ?