Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

Profil Puskesmas Dau tahun 2018 disusun berdasarkan format yang telah

disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Profil Puskesmas Dau tahun

2018 ini berisi data-data yang meliputi:

1. Data wilayah atau geografis

2. Data Kependudukan

3. Data Kelahiran dan Kematian

4. Data Status Kesehatan

5. Data Sarana Kesehatan

6. Data Ketenagaan

7. Data Anggaran atau Pembiayaan

8. Data Kegiatan Pelayanan dan Program Kesehatan

9. Data Partisipasi Masyarakat

Data-data tersebut dituangkan dalam bentuk table yang diambil dari data form

pencatatan dan pelaporan Puskesmas Dau tahun 2017. Tabel-tabel tersebut disusun

berdasarkan format yang telah disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

1
BAB II
SEJARAH PUSKESMAS DAU

SEJARAH SINGKAT PUSKESMAS DAU


Puskesmas Dau berdiri ± tahun 1955 dengan nama Balai Pengobatan
(BP), berlokasi sama seperti Puskesmas Dau sekarang ini, yaitu di Jl. Raya
Mulyoagung 212 Dau Kabupaten Malang dan berdiri diatas tanah dengan status
tanah bekas pasar. Bangunannya terdiri dari 4 ruang, 2 ruang sebelah barat dan
ruang sebelah timur, dikepalai oleh Pak Kasno (Mantri Kesehatan). Program
yang menonjol pada saat itu adalah Komando Cacar (Kocar).
Pada tahun 1962 Balai Pengobatan Kecamatan Dau di Kepalai oleh Pak
Marno (Mantri Kesehatan), program yang menonjol adalah Pencegahan dan
Pemberantasan Muntaber. Pada saat itu Balai Pengobatan Dau juga dilayani
oleh dr. Pangkat, seminggu sekali yang merangkap sebagai Dokter di Lawang.
Program unggulan lain yang berkembang adalah Keluarga Berencana.
Pada tahun 1977 dr. Pangkat diganti oleh dr. Utoyo yang tidak lama
kemudian Balai Pengobatan (BP) berganti nama menjadi Puskesmas Dau.
Program yang menonjol pada saat itu adalah Upaya Peningkatan Gizi Keluarga
(UPGK).
Pada tahun 1987 Kepala Puskesmas Dau adalah dr. Sofwanul Hadi.
Program yang menonjol adalah Posyandu. Gedung Puskesmas direhab dengan
menambah ruang tunggu pasien, ruang dokter, ruang pengobatan, ruang KB dan
gudang obat.
Pada tahun 1995 Puskesmas Dau di kepalai oleh dr. Eko Wardoyo. Pada
waktu itu dilakukan perbaikan gedung Puskesmas, yaitu pemasangan keramik,
pemasangan paving, penambahan ruang vaksin.
Pada tahun 2002 kepala Puskesmas Dau adalah drg. Endang Rukmini.
Rumah dinas dokter dipakai sebagai kantor. Pada tahun 2004 Kepala
Puskesmas Dau adalah dr. Sugiatmoko, saat itu dilakukan rehab perbaikan atap
gedung Puskesmas dan pengecatan, juga pemberian nama-nama posyandu.
Tahun 2006 Puskesmas Dau di kepalai dr. Abdurrahman, M.Kes. beliau
merubah paradigma lama menjadi paradigma baru dengan mengubah nama
Puskesmas Dau menjadi Puskesmas Wisata Dau, paradigma ”sakit” menjadi
paradigma ”sehat”. Perubahan total Puskesmas lama menjadi Puskesmas baru
bertingkat 2 (dua) lantai yang megah dengan bernuansa wisata. Tampilan
seragam karyawan diubah menjadi seragam ”Puskesmas Wisata Dau”.
Pelayanan Puskesmas Wisata menjadi pelayanan 24 jam. Program Puskesmas
Wisata menjadi Icon Puskesmas di Kabupaten Malang.
Tahun 2011 kepala Puskesmas Dau adalah dr. Bambang Pujaswendro.
Pada saat itu Puskesmas Dau menyandang Predikat Baik Unit Pelayanan Publik

2
Percontohan Tingkat Provinsi Jawa Timur dan Puskesmas ISO (9001-2008).
Rumah dinas dokter dibangun menjadi ruang UGD, Rawat Inap dan Kamar
bersalin (tahun 2012). Tahun 2014 Puskesmas Dau mendapat Instalasi
Pengolahan Air Limbah dan Genset (2015). Pembangunan Musholla Al Ikhlas
secara swadaya.
Pada tahun 2015 sampai dengan sekarang kepala Puskesmas Dau
adalah dr. Widya Damayanti. Puskesmas Dau menjadi Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) bertahap mulai bulan Januari 2016 dan pelaksanaan survei
akreditasi puskesmas diakhir tahun 2016.Pembangunan gedung dua lantai di
bagian belakang gedung induk juga dilaksanakan pada tahun 2016. Bagian
bawah difungsikan untuk ruang imunisasi dan ruang KIA, sedangkan ruang atas
difungsikan sebagai ruang pertemuan.
Mulai bulan Maret 2017 sampai dengan sekarang Kepala UPT
Puskesmas Dau adalah dr. Yulia Rachmawati. Dari hasil survei akreditasi yang
dilaksanakan pada bulan Desember 2016, Puskesmas Dau masuk dalam
kategori Madya.

3
BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS DAU

A. KONDISI GEOGRAFIS
Puskesmas Dau berada diwilayah administrative Kecamatan Dau, tepatnya
terletak di ibukota kecamatan Dau, yaitu di Desa Mulyoagung dengan jarak tempuh ±
35 Km dari ibu kota Kabupaten Malang dan waktu tempuh ± 45 menit dengan
kendaraan bermotor.
Luas wilayah kerja Puskesmas Dau ± 5.602.671 Ha, yang meliputi 10
Desa yaitu: Mulyoagung, Landungsari, Sumbersekar, Gadingkulon, Tegalweru,
Selorejo, Kalisongo, Karangwidoro, Petungsewu dan Kucur.
Adapun batas-batas wilayah kerja Puskesmas Dau sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Kecamatan Karang Ploso
- Sebelah Selatan : Kecamatan Wagir
- Sebelah Barat : Kecamatan Junrejo Kota Batu
- Sebelah Timur : Kecamatan Lowokwaru Kota Malang
Keadaan wilayah Kecamatan Dau sebagian besar terletak dilereng pegunungan Kawi
(disebut Daerah Atas) dan sebagian lagi terletak di Dataran Rendah ( Daerah Bawah),
terletak pada ketinggian 650 m diatas permukaan air laut dengan suhu udara antara
25 C – 35 C dengan curah hujan rata – rata 1100 mm / tahun.

B. KONDISIDEMOGRAFIS
B.1 Jumlah Penduduk

 Jumlah Penduduk 71.345 Jiwa dengan perincian sebagai berikut:


 Laki-laki : 36.455 Jiwa
 Perempuan : 34.890 Jiwa
Jumlah 71.345 Jiwa
 Jumlah Rumah : 16.978 Rumah
 Jumlah KK : 19.433 KK
 Jumlah Dusun/ RW : 35/ 79
 Jumlah RT : 328
B.2 Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan:
 Petani : 6.174 orang
 Buruh Tani : 4.145 orang
 Buruh Bangunan : 1.435 orang
 Buruh Pabrik/Industri : 1.255 orang
 Usaha Perikanan : 37 orang
 Peternak : 5.919 orang
 Pedagang : 3.373 orang
 Jasa : 1.017orang

4
 PNS : 3.731 orang
 TNI / POLRI : 392 orang
 Lain-lain : 1.615 orang

B.3 Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan:


 Tidak Sekolah/DO : 8.208 orang
 Tidak tamat SD : 5.231 orang
 Tamat SD : 5.867 orang
 Tidak tamat SLTP : -
 Tamat SLTP : 4.619 orang
 Tamat SLTA : 3.135 orang
 Tidak tamat SLTA : -
 Tamat Akademi : 577 orang
 Universitas : 588 orang

B.4 Jumlah Penduduk Menurut Agama


 Islam : 60.276 orang
 Katholik : 545 orang
 Protestan : 2.546 orang
 Hindu : 56 orang
 Budha : 40 orang

B.5 Data sarana & Prasarana Kesehatan Pemerintah dan Swasta


a. Sarana & Prasarana Kesehatan Pemerintah
 Puskesmas Induk : 1 gedung
 Puskesmas Pembantu : 2 gedung
 Ponkesdes : 8 gedung

b. Sarana & Prasarana Kesehatan Swasta (bersumber masyarakat):


 Posyandu Balita : 65 tempat
 Posyandu Lansia : 45 tempat
 Posyandu Remaja : 1 tempat
 PMI : 1 gedung
 Pengobatan tradisional : 4 tempat
 Praktek Dokter swasta : 18 tempat
 Praktek Perawat swasta : 7 tempat
 Rumah Sakit Swasta : 2 tempat
 Balai Pengobatan swasta : 3 tempat

B.6 Data Sarana Pendidikan:


5
 TK : 33 gedung
 SD / MI : 32 gedung
 SLTP / MTS : 12 gedung
 SMU / SMK : 4 gedung

B.7 Data Sarana Tempat Ibadah:


 Masjid : 66 gedung
 Langgar : 164 gedung
 Musholla : 15 gedung
 Ponpes : 9 gedung
 Gereja : 10 gedung
 Pura : 1 gedung

B.8 Data Sarana Lain-lain:


 BRI : 1 gedung
 KUD : 1 gedung
 KUA : 1 gedung
 Kantor Pos : 1 gedung

PETA WILAYAH UPT PUSKESMAS DAU

6
BAB IV
GAMBARAN KHUSUS PUSKESMAS DAU

A. FOTO PUSKESMAS

7
B. DENAH BANGUNAN PUSKESMAS DAU

ruang imunisasi ruang mtbs

KM LAB RUANG
KONSUL-
TASI
GIZI
DAPUR DAPUR
POLI PKPR PERAWATAN KARYAWAN
KM
RUANG
RUANG RUANG KB,
PENYIMPANAN OBAT GUDANG OBAT TUNGGU IBU HAMIL

RUANG
RAWAT INAP

RUANG
TINDAKAN RUANG
PERSALINAN UGD POLI
RUANG UMUM POLI
JAGA RUANG GIGI
TUNGGU

RUANG
P2M
RUANG LOKET REKAM
TUNGGU MEDIK

RUANG
RAWAT INAP

KM KM T.CUCI

8
9
C. STRUKTUR ORGANISASI Sesuai Permenkes
KEPALA PUSKESMAS No. 75 tahun 2014
dr. Yulia Rachmawati

TIM MANAJEMEN MUTU KEPALA TATA USAHA

Dewi Mahmudah Hanik,SST Ninik Budi S, SKL

KEPEGAWAIAN

Moch. Abdillah, AMAK

KEUANGAN

Umi Kalsum, SAP

UMUM/ SARPRAS

Moch. Abdillah, AMAK

SISTEM INFORMASI
PUSKESMAS
Susanti Agustina

PENANGGUNG JAWAB
UKP, FARMASI DAN PENANGGUNG JAWAB JARINGAN DAN
PENANGGUNG
PENANGGUNG JAWAB
JAWAB UKM
UKM PENANGGUNG JAWAB UKM NON
LABORATORIUM JEJARING
ESENSIAL
ESENSIAL ESENSIAL
Diyah
Diyah Nurkhotimah,
Nurkhotimah, S.Kep.Ns
S.Kep.Ns Rinda Hepiana, Amd.Keb Drg. Susyani Thamhari Sulistiani, SST

PROMKES
PROMKES IMUNISASI FARMASI
PUSTU
Diyah
Diyah Nurkhotimah,
Nurkhotimah, S.Kep.Ns
S.Kep.Ns Dewi Mahmudah H, SST Lilin S, S.Psi

KESLING
KESLING UKGMD LABORATORIUM
PONKESDES
Ninik
Ninik Budi
Budi S,
S, SKL
SKL Drg. Susyani T Moch. Abdillah, AMAK

PENCEGAHAN
PENCEGAHAN DAN
DAN PENGENDALIAN
PENGENDALIAN JIWA UGD
KLINIK
RS, BPM, DPM
Agung
Ns. Abu
Prasetia,
Bakar,S.Kep.Ns
S.Kep Setijoati, SST Laily Kurniatin, Amd.Kep

INDERA HOME CARE DAN / RAWAT


PERKESMAS
PERKESMAS INAP
Dwi
Dwi Suprihatin,
Suprihatin, Amd.Kep
Amd.Kep Laily K, Amd.Kep Diyah Nurkhotimah, S.Kep.Ns

LANSIA GILUT
KIA-KB
KIA-KB MASYARAKAT
MASYARAKAT

Sulistiani,
Sulistiani, SST
SST Rinda Hepiana, drg. Susyani T
Amd.Keb

PENANGGUNG
PENANGGUNG JAWAB
JAWAB GIZI
GIZI KIA
MASYARAKAT
MASYARAKAT KERJA

Dody
Dody Arista
Arista N,
N, Amd.Gz
Amd.Gz Sri Sumarni, SST Sulistiani, SST

OLAHRAGA KB

Diyah N, S.Kep.Ns Sri Sukawati, Amd.Keb

POLI UMUM

dr. Sofia Nuri

PERSALINAN

Dewi M H, SST

POJOK GIZI

Dody AN, Amd.Gz

KLINIK SANITASI

Ninik Budi S, SKL

10
D. VISI, MISI, ICON, MOTTO DAN SLOGAN

MELAKUKAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI BIDANG


PENDIDIKAN,KESEHATAN,DAN EKONOMI GUNA MENINGKATKAN
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA.

1. PUSKESMAS WISATA
2. PUSKESMAS SAYANG IBU, BAYI, ANAK DAN LANSIA
3. PUSKESMAS PENDIDIKAN

1. PROFESIONAL
2. RAMAH
3. INISIATIF DAN INOVATIF
4. MALU
5. AKUNTABEL

11
E. DATA KETENAGAAN, SARANA DAN PRASARANA
E.1. Data Ketenagaan
Jumlah tenaga kesehatan pada awal tahun 2017 tercatat 56 orang terdiri dari
PNS 31 orang, , Bidan PTT 1 orang, Perawat Ponkesdes 10 orang, Kontrak Pemda 3,
Kontrak Puskesmas 1 orang, Magang 10 orang, terbagi pada Puskesmas Pembantu,
dan Ponkesdes sejumlah 20 orang, Puskesmas Induk 36 orang,terinci menurut jenis
ketenagaan sebagai berikut :

UNIT KERJA
JENIS KETENAGAAN PUSKESMAS PUSTU POLINDES/ JUMLAH
INDUK PONKESDES
Dokter Umum PNS 1 0 0 1
Dokter Umum Kontrak JKN 1 0 0 1
Dokter Gigi PNS 1 0 0 1
Dokter Gigi PTT 0 0 0 0
Bidan PNS 8 2 7 17
Bidan PTT 0 0 1 1
Perawat 3 0 10 13
SPPH / AKL / S1 Kesling 1 0 0 1
S-1 Apoteker / SAA / SMF 1 0 0 1
Analis Kesehatan 1 0 0 1
Gizi 1 0 0 1
Tata Usaha 0 0 0 0
Staf TU 3 0 0 3
Sopir 1 0 0 1
Kontrak Pemda 3 0 0 3
Kontrak Puskesmas 1 0 0 1
Magang 10 0 0 10
JUMLAH 36 2 18 56

E.2.Sarana dan Prasarana Puskesmas


E.2.1. Sarana Tidak bergerak
a. Sarana dan Prasaran Fisik / gedung
 Puskesmas induk : 1 gedung
 Puskesmas pembantu : 2 gedung
 Rumah Dinas Dokter : 0 gedung
 Ruang Dokter : 1 keadaan cukup
 Ruang Dokter Gigi : 1 keadaan cukup
 Ruang KIA : 1 keadaan cukup
 Ruang KB : 1 keadaan cukup
 Ruang Periksa/BP : 1 keadaan cukup
 Ruang Loket : 1 keadaan cukup

12
 Ruang Apotik : 1 keadaan cukup
 Ruang Rapat : 1 keadaan cukup
 Ruang Obat : 1 keadaan cukup
 Ruang Dapur : 1 keadaan cukup
 Ruang Laboratorium : 1 keadaan cukup
 Ruang Vaksin : 1 keadaan cukup
 Kamar mandi/WC : 10 keadaan baik, 1 rusak

b. Sarana Peralatan
 Mesin Ketik : 2 buah,Rusak
 Komputer/lap top : 9 buah / 18 buah
 Tape/radio/sound : 4 buah keadaan baik
 Alat medis : cukup
 Alat non medis : cukup

E.2.2. Sarana bergerak


 Mobil Pusling : 3 buah, 2 baik & 1 keadaan rusak
 Sepeda motor : 3 buah, 1 cukup & 2 baik

F.Jenis Pelayanan dan Program Puskesmas


a. Pelayanan Dasar: BP Umum, BP Gigi, KIA, KB, Kesehatan Remaja, Kesehatan
Lansia, Surat Keterangan Sehat, Pelayanan Laboratorium dan lain-lain (sesuai
standar Pelayanan Minimal/SPM).
b. UGD 24 jam
c. Rawat Inap
d. Kamar Bersalin
e. Program Dasar dan Pengembangan : Program Gizi, Promosi Kesehatan,
Kesehatan Lingkungan, UKS, P2M, termasuk Imunisasi dan lain-lain (sesuai SPM)

G. Anggaran / Pembiayaan
Sumber pembiayaan Puskesmas Dau Tahun 2017 berasal dari dana Kapitasi
tahun 2017, BLUD tahun 2017, Dana BOK tahun 2017 dan dana Jampersal tahun
2017. Adapun gambaran pembiayaan Puskesmas Dau yang berasal dari dana tersebut
adalah sbb:
NO Sumber Dana Target (Rp) Pencapaian (Rp) %
1 Dana Kapitasi 1.430.287.186,76 1.352.765.529 94,58
2. Dana BLUD 370.143.380,56 357.916.701,20 96,70
3. Dana BOK 470.000.000 470.000.000 100
TOTAL 2.270.430.567,3 2.180.682.230,2 96,05

13
Biaya operasional Puskesmas Dau digunakan untuk : honorarium pelayanan
medis dan non medis, biaya listrik, telpon, ATK, foto kopi, cetak, alat kebersihan, servis,
perawatan sarana pelayanan dan transportasi petugas dalam rangka pelaksanaan
program, mamin (rapat, tamu dan pasien), jasa pelayanan dsb. Sedangkan untuk
pembiayaan program Puskesmas Dau tahun 2017 berasal dari dana Kapitasi, Klaim,
pendapatan BLUD dan dana BOK tahun 2017.

14
BAB V
SITUASI UPAYA KESEHATAN

A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR


1. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Ibu Bersalin
a. Pelayanan Antenatal
Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat cakupan kunjungan K1 dan
K4.Cakupan K1 (akses pelayanan ibu hamil) merupakan gambaran
jumlah ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama ke fasilitas
kesehatan untuk mendapatkan pelayanan, sedangkan K4 adalah
gambaran jumlah ibu hamil yang mendapatkan pelayanan 4 (empat) kali
yaitu sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester kedua dan dua
kali pada trimester ketiga.
Cakupan kunjungan ibu hamil (K1) sebesar 91,4% dan (K4)
sebesar 91,4% di Kecamatan Dau tahun 2017.
b. Ibu Hamil Resiko Tinggi yang Ditangani
Tindakan lebih lanjut dalam hal ini adalah upaya rujukan ke unit
pelayanan kesehatan yang memadai perlu dilakukan karena terbatasnya
kemampuan dalam memberikan pelayanan kesehatan khususnya tenaga
Bidan di desa dan Puskesmas kepada ibu hamil yang memiliki resiko
tinggi (risti).
Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani di wilayah
Puskesmas Dau tahun 2017 sebesar 236 ibu hamil risti (20%).
c. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian
besar terjadi pada masa di sekitar persalinan, hal ini disebabkan
pertolongan tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai
kompetensi kebidanan (professional).
Pada tahun 2017 cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan di Puskesmas Dau sebesar 1050 persalinan ( 93,3%).
d. Pelayanan Nifas
Masa nifas adalah masa 6-8 minggu setelah persalinan dimana
organ reproduksi mulai mengalami pemulihan untuk kembali normal dan
baru pulih benar setelah tiga bulan pasca persalinan, sehingga dalam
masa nifas tersebut ibu harus memperoleh pelayanan kesehatan yang
tepat yaitu 3 kali kunjungan sehingga memperkecil resiko kelainan atau
kematian.
Pelayanan nifas di Puskesmas Dau tahun 2017 sebesar 93,3%
yaitu 1050 dari 1126 sasaran ibu nifas.
2. Pelayanan Kesehatan Bayi

15
a. Neonatus dengan komplikasi yang ditangani
Pelayanan neonatus yang dilakukan di Puskesmas Dau yaitu
pemeriksaan kesehatan bayi dan melakukan konseling perawatan bayi
kepada ibu. Dari data tahun 2017 diketahui bahwa jumlah neonatus yang
ditangani sebanyak 154 dari 160 sasaran yang ada (96,3%).
b. Kunjungan bayi
Kunjungan bayi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari
tenaga kesehatan disebut kunjungan bayi. Jumlah kunjungan bayi tahun
2017 di wilayah Puskesmas Dau sebanyak 1056 bayi (100% dari jumlah
bayi yang ada).
3. Pelayanan Kesehatan Anak Balita dan Anak Sekolah
Pemantauan kesehatan pada anak balita dilakukan deteksi dini
tumbuh kembang minimal dua kali per tahun oleh tenaga kesehatan.
Penyimpangan tumbuh kembang yang dicermati diantaranya status gizi
buruk, lingkar kepala tidak normal, perilaku tidak normal, daya
lihat/kesehatan mata tidak normal dan pendengaran yang tidak normal.
Cakupan pelayanan anak balita tahun 2017 di Puskesmas Dau
mencapai 72,8% ( 3.892 dari 5.349 sasaran )
Pelayanan kesehatan untuk anak sekolah dilaksanakan melalui
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yaitu upaya terpadu lintas program dan
lintas sector dalam upaya membentuk perilaku hidup sehat pada anak
usia sekolah. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat
sebesar 100% (847 dari 847 sasaran).
4. Pelayanan Keluarga Berencana
Cakupan peserta KB aktif di wilayah Puskesmas Dau tahun 2017
sebesar 85,2% (10.327 dari 12.126 sasaran).
5. Pelayanan Imunisasi
Desa mencapai Universal Child Imunization (UCI) adalah desa
dimana ≥80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah
mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Dari 10 desa yang ada di
Kecamatan Dau,ada 9 desa yang sudah UCI di tahun 2017.

B. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT


1. Ibu Hamil Mendapatkan Tablet Fe
Jumlah ibu hamil pada tahun 2017 sebanyak 1.180orang, cakupan
ibu hamil mendapatkan tablet Fe sekali (Fe 1/30 bungkus) sebanyak
1.067 (90,4%) sedang cakupan ibu hamil mendapat Fe tiga kali (Fe 3/90
bungkus) sebanyak 1.069 (90,6%).
2. Balita Mendapatkan Kapsul Vitamin A

16
Kekurangan vitamin A (KVA) merupakan masalah gizi utama di
Indonesia. Penanggulangan masalah KVA dilakukan secara preventif dengan
cara suplementasi kapsul vitamin A dosis tinggi dan fortifikasi bahan
makanan dengan vitamin A. Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi
diberikan kepada sasaran prioritas yaitu bayi (6 – 11 bulan), anak balita (1 –
5 tahun) dan ibu nifas.
Cakupan vitamin A pada bayi usia 6 – 11 bulan di tahun
2017Puskesmas Dau sebesar95,27% sedangkan cakupan balita (1 – 5
tahun) mendapatkan vitamin A sebesar 82,5% dan ibu nifas sebesar 93,2%.
3. Keluarga dengan Beryodium Baik
Gangguan akibat kekurangan yodium merupakan sekumpulan gejala
yang timbul karena tubuh seseorang kekurangan unsur yodium secara terus
menerus dan dalam jangka waktu yang lama. Dari hasil survey yang
dilakukan di Kecamatan Dau tahun 2017, ada 520 sampel garam dari 10
desa.Masing-masing desa diwakili dari 1 sekolah dasar dengan sampel kelas
4 dan 5 (masing-masing 13 siswa membawa sampel garam). Dilakukan pada
bulan Pebruari dan Agustus tahun 2017. Dari hasil survei telah
menggunakan garam yodium dengan status baik ada 5 desa yaitu desa
Mulyoagung, Landungsari, Sumber Sekar, Petung Sewu dan Kalisongo.
Sedangkan 5 desa lainnya dalam status tidak baik yaitu desa Tegal Weru,
Gading Kulon, Selorejo, Kucur dan Karang Widoro.
Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan di Kecamatan
Dau sebanyak 0 balita, ini berarti di wilayah Kecamatan Dau tidak ada balita
dengan gizi buruk.

C. KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)


Di wilayah Kecamatan Dau tahun 2017 terdapat 1 desa terserang KLB
(10%) dari 10 desa dan semuanya ditangani oleh petugas kesehatan sebelum 24
jam.Jenis KLB yang terjadi adalah Hepatitis di desa Sumber Sekar.

D. PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT MISKIN


Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien miskin di Puskesmas Dau
tahun 2017 sebanyak 592 orang dari 9996 orang (5,9%), artinya tidak semua
pasien miskin dirujuk ke Rumah Sakit tetapi cukup ditangani di Puskesmas Dau.

E. PERILAKU HIDUP MASYARAKAT


Cakupan Desa Siaga Aktif di wilayah Kecamatan Dau tahun 2017 adalah
100%, artinya semua desa adalah Desa Siaga.
F. KEADAAN LINGKUNGAN
1. Rumah Sehat

17
Rumah sehat diartikan sebagai bangunan rumah tinggal yang
memenuhi syarat kesehatan diantaranya memiliki jamban sehat, sarana air
bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah,
ventilasi rumah baik, tidak padat penghuni, dan lantai rumah tidak lembab.
Dari hasil survey diketahui bahwa79,20% rumah tangga di Kecamatan Dau
tahun 2017 termasuk rumah tangga sehat.
2. Akses Sarana Air Bersih
Sesuai dengan hasil survey bahwa di Kecamatan Dau tahun 2017
diketahui100% telah memiliki sarana air bersih.
3. Akses Jamban Sehat
Kepemilikan jamban sehat di wilayah Kecamatan Dau tahun 2017
sebanyak 98,98%dari hasil survey.Dari Survey terakhir desa yang sudah
bebas buang air besar sembarangan ada 3 desa dari 10 desa yang ada
(30%) dan sudah diverifikasi yaitu desa Landungsari, desa Tegal weru dan
desa Karang Widoro.
4. Sarana Pembuangan Air Limbah
Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) di wilayah Kecamatan Dau
tahun 2017 sebanyak 94,3% dari hasil survey.

18
BAB VI
KESIMPULAN

Pengumpulan data profil kesehatan Puskesmas Dau tahun 2018 (berdasarkan


data tahun 2017) berasal dari berbagai sumber data. Sumber data yang digunakan
dalam penyusunan profil ini berasal dari data masing-masing pemegang program yang
bersumber dari hasil kegiatan dan hasil pendataan yang ada di desa, baik kegiatan
yang dilakukan oleh bidan desa, perawat desa, kader kesehatan maupun petugas
kesehatan terkait.
Sedangkan hambatan yang dijumpai berkaitan dengan sumber data tersebut
diantaranya belum semua Bidan Desa maupun Perawat Desa melaporkan data yang
dibutuhka secara lengkap dan tepat waktu, dan hasil pendataan yang kurang akurat
karena kesulitan di lapangan.
Data-data yang disampaikan di Profil Puskesmas Dau tahun 2018 ini diharapkan
dapat memberikan informasi kesehatan seoptimal mungkin sehingga dapat digunakan
sebagai acuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan lebih baik lagi.

19
PENUTUP

Demikian, penyusunan Profil Puskesmas Dau Tahun 2018 yang dapat kami

sampaikan, dengan harapan semoga mendapatkan masukan, saran, dan kritik yang

membangun dari semua pihak demi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan

kualitas peningkatan kesehatan masyarakat serta kualitas manajemen dan administrasi

Puskesmas Dau.

Dan atas kerja, dukungan, dan partisipasi semua pihak khususnya semua staf

Puskesmas Dau, kami ucapkan banyak terima kasih. Dan juga kami ucapkan terima

kasih atas bimbingan dan pembinaan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang sehingga

penyusunan Profil ini dapat diselesaikan dengan baik, semoga profil ini dapat diterima

dan disetujui, agar pelaksanaan pelayanan dan program kesehatan masyarakat serta

manajemen dan administrasi Puskesmas Dau dapat berjalan dengan baik, Amin….

Tim Penyusun
Profil Puskesmas Dau

20