Anda di halaman 1dari 3

D.

Rencana Asuhan Keperawatan


No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1 Resiko syok b.d Tidak terjadi devisit Mandiri :
Perdarahan volume cairan,
1. Cek Airway, Breathing, and 1. Sebagai pertolongan pertama pada
seimbang antara Circulation keadaan syok
intake dan output 2. Penderita dibaringkan dalam posisi 2. Mencegah gangguan perfusi serebral dan
baik jumlah maupun trendelenburg, yaitu posisi telentang untuk auto transfusi
kualitas biasa dengan kaki sedikit tinggi 30
derajat
3. Monitor kondisi TTV tiap 2 jam 3. Pengeluaran cairan pervaginal memiliki
karekteristik bervariasi

4. Monitor input dan output cairan 4. Jumlah cairan ditentukan dari jumlah
kebutuhan harian ditambah dengan
jumlah cairan yang hilang pervaginal
Kolaborasi :
1. Berikan sejumlah cairan pengganti1. Tranfusi mungkin diperlukan pada
harian(NaCl 0.9%, RL, Dekstran), kondisi perdarahan massif
plasma dan transfusi darah
2. Evaluasi status hemodinamika
2. Penilaian dapat dilakukan secara harian
2. Setelah kebebasan jalan nafas melalui pemeriksaan fisik
terjamin untuk meningkatkan
3. Untuk mencegah atau menanggulangi
oksigenasi dapat diberi oksigen asidosis
100% kira- kira 5 liter pm melalui
jalan nafas dan bila perlu penderita
diberi cairan bikarbonat natricus
2 Intoleransi Aktivitas b.d Klien dapat Mandiri :
kelemahan, penurunan melakukan aktivitas
1. pantau tingkat kemampuan klien 1. Mungkin klien tidak mengalami
sirkulasi tanpa adanya untuk beraktivitas perubahan berarti, tetapi perdarahan
komplikasi masif perlu diwaspadai untuk menccegah
kondisi klien lebih buruk.
2. Aktivitas merangsang peningkatan
2. Monitor pengaruh aktivitas terhadap vaskularisasi dan pulsasi organ
kondisi uterus/kandungan reproduksi
3. Bantu klien untuk memenuhi 3. Mengistiratkan klilen secara optimal
kebutuhan aktivitas sehari-hari
4. Bantu klien untuk melakukan 4. Mengoptimalkan kondisi klien, pada
tindakan sesuai dengan kemampuan / abortus imminens, istirahat mutlak sangat
kondisi klien diperlukan
5. Evaluasi perkembangan kemampuan 5. Menilai kondisi umum klien
klien melakukan aktivitas
5 Cemas b.d kurang Tidak terjadi Mandiri :
pengetahuan kecemasan, 1. Monitor tingkat pengetahuan/
1. Ketidaktahuan dapat menjadi dasar
pengetahuan klien persepsi klien dan keluarga terhadap peningkatan rasa cemas
dan keluarga penyakit.
terhadap penyakit2. Monitor derajat kecemasan yang 2. Kecemasan yang tinggi dapat
meningkat dialami klien. menyebabkan penurunan penialaian
objektif klien tentang penyakit.
3. Kelibatan klien secara aktif dalam
3. Bantu klien mengidentifikasi tindakan keperawatan merupakan support
penyebab kecemasan yang mungkin berguna bagi klien dan
meningkatkan kesadaran diri klien.
4. Peningkatan nilai objektif terhadap
masalah berkontibusi menurunkan
4. Asistensi klien menentukan tujuan kecemasan.
perawatan bersama.
1. Konseling bagi klien sangat diperlukan
Edukasi : bagi klien untuk meningkatkan
1. Terangkan hal-hal seputar aborsi pengetahuan dan membangun support
yang perlu diketahui oleh klien dan system keluarga; untuk mengurangi
keluarga kecemasan klien dan keluarga