Anda di halaman 1dari 23

Al-Amwal, Volume 10, No.

1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Tingkat Literasi Keuangan Syariah Di Kalangan UMKM Dan Dampaknya


Terhadap Perkembangan Usaha
Diana Djuwita
Ayus Ahmad Yusuf
Dosen Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
IAIN Syekh Nurjati Cirebon
Email: dianadjuwita12@gmail.com

Abstrak

Rendahnya kinerja UMKM di Indonesia salah satunya disebabkan oleh kurangnya


akses pemodalan. Hal ini dapat disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan pemahaman
UMKM terhadap keberadaan lembaga keuangan, yang dikenal dengan sebutan literasi
keuangan. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) pada
tahun 2013 bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia terbagi menjadi empat
kategori, yaitu well literate (21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), dan
not literate (0,41%). Saat ini keuangan syariah makin berkembang pesat dengan banyaknya
lembaga-lembaga keuangan syariah yang menawarkan produk dan jasa keuangan
berlandaskan syariat Islam. Tetapi faktanya keuangan syariah hingga saat ini masih
memiliki pangsa pasar yang rendah di negara Indonesia yang mayoritas penduduknya
muslim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi keuangan syariah di
kalangan UMKM khususnya pedagang kaki lima di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota
Cirebon, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan
syariah di kalangan UMKM di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon, dan untuk
mengetahui dampak tingkat literasi keuangan syariah terhadap perkembangan usaha UMKM
di kawasan Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah descriptive survey dan
explanatory surve. Jumlah responden 31 UMKM, yang 87 persen adalah pedagang kaki
lima. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Data hasil kuesioner diuji asumsi klasik (uji normalitas,
heterokedastisitas, multikolinearitas, dan autokorelasi). Analisis deskriptif dilakukan
terhadap data hasil penelitian, kemudian dilakukan uji regresi berganda untuk mengetahui
hubungan antar variabel yang diteliti.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah hanya variabel lama usaha dan jumlah
karyawan yang berpengaruh signifikan terhadap financial knowledge. Seluruh variabel
demografi (lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis usaha, lama usaha, modal awal,
sumber modal, pendapatan, dan jumlah karyawan) tidak mempengaruhi financial behaviour
dan financial attitude para pedagang kaki lima. Hanya financial behaviour saja yang
mempengaruhi perkembangan usaha para pedagang kaki lima, sementara financial
knowledge dan financial attitude tidak mempengaruhi perkembangan usaha.

Kata Kunci: Literasi Keuangan Syariah, UMKM, Pedagang Kaki Lima, Perkembangan
Usaha

105
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Abstract
The low performance of MSMEs in Indonesia is caused by the lack of access to
capital. This can be caused by the lack of knowledge and understanding of MSMEs on the
existence of financial institutions, known as financial literacy. Based on the results of a
survey conducted by the Financial Services Authority (OJK) in 2013 that the level of
financial lteracy of Indonesian population is divided into four categories, namely well literate
(21,84%), sufficient literate (75,69%), less literate (2,06%), and not literate (0,41%).
Currently sharia finance is growing rapidly with the number of Islamic financial institutions
that offer products and financial services based on Islamic Sharia. But the fact that Islamic
finance to date still has a low market share in the majority moeslem country of Indonesia.
The purpose of this study is to determine the level of Islamic financial literacy among SMEs,
especially street vendors in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City, to determine the
factors that affect the level of Sharia financial literacy among MSMEs in the area At-Taqwa
Mosque Cirebon City, and to know the impact of the level of sharia financial literacy on the
development of SMEs in the area of At-Taqwa Mosque Cirebon City.
The research methode used in this descriptive survey and explanatory survey. Number
of respondents 31 SMEs, of which 87% are street vendors. Data collection using research
instruments in the form of questionnaires that have been tested for validity and reliability.
The results of the questionnaires tested the classical assumptions (test of normality,
heterocedasticity, multicollinearity, and autocorrelation). Descriptive analysis conducted on
the data of research results, then multiple regression test to determine the relationship
between variables studied.
The result of the research is only the old variable of business and the number of
employees that have significant effect on the financial knowledge. All demographic variables
(location, age, gender, education, type of business, length of business, initial capital, source
of capital, income, and number of employees) do not affect the financial behaviour and
financial attitude of street traders. Only financial behaviour alone affects the business
development of street traders, while financial knowledge and financial attitude does not
affect business development.

Keywords: Sharia Financial Literacy, SMEs, Street Traders, Business Development

106
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Pendahuluan pasok global hanya sebesar 0,8 persen.


Usaha Mikro, Kecil, dan Ini menunjukkan bahwa
Menengah (UMKM) dapat menjadi pengembangan usaha besar tidak
penopang perekonomian suatu negara melibatkan kontribusi UMKM.
karena UMKM mampu menyerap Sebagian besar pelaku UMKM tidak
banyak tenaga kerja. Sektor UMKM memiliki akses dan informasi ke pasar
membantu penyerapan tenaga kerja di global. (http://www.kemenperin.go.id).
dalam negeri. Selama periode lima Bisnis UMKM memang memiliki
tahun terakhir, tingkat serapan tenaga beberapa kelemahan dalam beroperasi.
kerja pada sektor UMKM tumbuh dari Misalnya, kesulitan pemasaran, akses
96,99 persen menjadi 97,22 persen. ke sumber pembiayaan yang sangat
Kamar Dagang dan Industri Indonesia terbatas, keterbatasan sumber daya
(Kadin) menilai bahwa banyaknya manusia (SDM), kesulitan bahan baku,
tenaga kerja yang mampu diserap oleh keterbatasan inovasi dan teknologi
sektor UMKM dapat meningkatkan (http://www.cnnindonesia.com).
pendapatan masyarakat. Oleh karena Kinerja UMKM di Indonesia
itu, UMKM dianggap memiliki peran masih relatif lebih rendah
strategis dalam mengurangi angka dibandingkan negara-negara ASEAN
kemiskinan dan pengangguran lainnya, terutama dalam hal
(www.cnnindonesia.com). produktivitas, kontribusi ekspor,
Sektor UMKM tidak hanya partisipasi produksi global dan regional
memberikan kontribusi dalam hal serta kontribusi terhadap nilai tambah.
penyediaan lapangan pekerjaan tetapi Rendahnya daya saing UMKM di
berkontribusi pula terhadap produk Indonesia antara lain disebabkan oleh
domestik bruto (PDB) yang semakin rendahnya tingkat pendidikan dan
menggeliat dalam lima tahun terakhir. keahlian, sulitnya pengurusan perizinan
Berdasarkan catatan Kementerian bagi UMKM, kurangnya akses
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah pemodalan, dan kurangnya dukungan
(Kemenkop dan UKM), kontribusi infrastruktur (http://bi.go.id).
sektor UMKM meningkat dari 57,84 Salah satu penyebab rendahnya
persen menjadi 60,34 persen kinerja UMKM adalah karena
(http://www.kemenperin.go.id). kurangnya akses pemodalan. Hal ini
Adapun dari 15 subsektor ekonomi dapat disebabkan oleh minimnya
kreatif yang dikembangkan, tiga di pengetahuan dan pemahaman UMKM
antaranya tercatat berkontribusi paling terhadap keberadaan lembaga
besar terhadap PDB, yaitu kuliner keuangan. Inilah yang dikenal dengan
sebesar 209 triliun Rupiah atau 32,5 sebutan literasi keuangan. Berdasarkan
persen, fesyen sebesar 182 triliun hasil survey yang dilakukan Otorisasi
Rupiah atau 28,3 persen, dan kerajinan Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2013
sebesar 93 triliun Rupiah atau 14,4 bahwa tingkat literasi keuangan
persen (www.cnnindonesia.com). penduduk Indonesia terbagi menjadi
Meskipun indikator kontribusi empat kategori, yaitu well literate
terhadap pembentukan produk (21,84%), sufficient literate (75,69%),
domestik bruto (PDB) dan serapan less literate (2,06%), dan not literate
tenaga kerja meningkat, akses sektor (0,41%) (http://www.ojk.go.id).
UMKM ke rantai pasok produksi Artinya, baru seperlima dari seluruh
global sangat minim. Kontribusi masyarakat yang telah teredukasi dan
UMKM di Indonesia terhadap rantai memiliki trust terhadap lembaga

107
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

keuangan serta produk dan jasanya faktanya keuangan syariah hingga saat
serta memiliki keyakinan dengan baik. ini masih memiliki pangsa pasar yang
Kategori well literate berarti rendah di negara Indonesia yang
masyarakat telah teredukasi dan mayoritas penduduknya muslim.
memiliki trust akan lembaga keuangan Islam adalah agama yang sangat
serta produk dan jasa keuangan, memperhatikan literasi. Di dalam Al-
meliputi fitur, manfaat dan risiko, hak Qur’an juga banyak disebutkan ayat-
dan kewajiban terkait produk dan jasa ayat yang berkaitan dengan kekayaan
keuangan, serta terampil dalam dan keuangan, seperti zakat, shodaqah,
menggunakan produk dan jasa wakaf, dan haji yang membutuhkan
keuangan. Sedangkan kategori dana yang cukup besar, sehingga
sufficient literate berarti masyarakat diperlukan perencanaan keuangan.
telah terdukasi dan memiliki keyakinan Islam sebagai agama yang mengatur
terhadap keberadaan lembaga semua aspek kehidupan memberikan
keuangan serta produk dan jasa arahan dalam hal memperoleh
keuangan, termasuk fitur, manfaat dan pendapatan atau penghasilan,
risiko, hak dan kewajiban terkait mengkonsumsinya, menabung,
produk dan jasa keuangan. Kategori berinvestasi, mengelola harta, dan
less literate artinya masyarakat yang segala aspek yang berkaitan dengan
hanya teredukasi tentang lembaga keuangan (Ahmad Lutfi Abdul Razak
keuangan, produk dan jasa keuangan, dan Rose Abdullah, 2015).
dan terakhir kategori not literate yang Pengelolaan keuangan sangat
berarti masyarakat tidak teredukasi dan penting untuk pengeloaan keuangan
tidak memiliki trust terhadap lembaga personal (pribadi) juga untuk
keuangan serta produk dan jasanya, perusahaan, baik skala mikro, kecil,
serta tidak terampil dalam juga menengah.
menggunakan produk dan jasa Salah satu jenis UMKM yang
keuangan (http://www.ojk.go.id). berkembang pesat saat ini adalah
Literasi keuangan sangat pedagang kaki lima. Keberadaan
diperlukan bagi pelaku usaha termasuk pedagang kaki lima hampir ada di
UMKM agar UMKM mampu semua wilayah di Indonesia, termasuk
menentukan pilihan dan memanfaatkan di Kota Cirebon. Sejak dibukanya tol
produk dan layanan jasa keuangan Cipali, Cirebon menjadi wilayah yang
yang sesuai kebutuhan, memiliki mudah diakses oleh masyarakat dari
kemampuan dalam melakukan Jakarta, Bandung, dan sekitarnya,
perencanaan keuangan dengan lebih sehingga kini Cirebon menjadi salah
baik, dan terhindar dari aktivitas satu destinasi wisata dan kuliner. Hal
investasi pada instrumen keuangan ini dapat mendorong tumbuhnya
yang tidak jelas. UMKM di Cirebon.
Saat ini keuangan syariah Cirebon yang dikenal sebagai
makin berkembang pesat dengan kota wali seringkali menjadi salah satu
banyaknya lembaga-lembaga keuangan tujuan wisata religi bagi turis domestik.
syariah yang menawarkan produk dan Biasanya para turis domestik ini tak
jasa keuangan berlandaskan syariat melewatkan kesempatan untuk singgah
Islam. Keuangan syariah diharapkan melaksanakan sholat juga beristirahat
dapat menjadi solusi bagi praktik- sejenak di Masjid Raya At-Taqwa yang
praktik keuangan yang mengarah pada merupakan masjid terbesar di Kota
riba, maysir, dan gharar. Tetapi Cirebon. Di kawasan Masjid Raya At-

108
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Taqwa terdapat banyak pedagang kaki (pedagang) di kawasan Masjid Raya


lima yang saat ini telah direlokasi oleh At-Taqwa Kota Cirebon?
Pemerintah Kota Cirebon sehingga
nampak lebih rapi, tertib, dan bersih. Landasan Teori
Para turis domestik dapat menikmati Literasi Keuangan Syariah
aneka jajanan yang dijual oleh para Menurut The Association of
pedagang kaki lima tersebut. Hal ini Chartered Certified Accountants
seharusnya mendorong para pedagang (2014), konsep literasi keuangan
kaki lima untuk lebih kreatif dan meliputi pengetahuan mengenai konsep
mengembangkan usahanya agar dapat keuangan, kemampuan memahami
melayani permintaan pasar dengan komunikasi tentang konsep keuangan,
lebih baik. Tetapi kenyataannya para kecakapan mengelola keuangan
pedagang kaki lima tidak mengalami pribadi/perusahaan, dan kemampuan
perkembangan usaha yang signifikan melakukan keputusan keuangan dalam
dari tahun ke tahun. Sejak dulu hingga situasi tertentu .
sekarang, skala dan model usaha Tingkat literasi keuangan
dagang yang mereka jalani tidak penduduk Indonesia dibagi menjadi
banyak mengalami perubahan yang empat bagian, yakni, Well literate,
disebabkan karena sulitnya mereka yakni memiliki pengetahuan dan
dalam mengakses pemodalan. keyakinan tentang lembaga jasa
Lokasi usaha para pedagang kaki keuangan serta produk jasa keuangan,
lima yang berada di kawasan Masjid termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak
Raya At-Taqwa sedikitnya dan kewajiban terkait produk dan jasa
memberikan sentuhan dan pengaruh keuangan, serta memiliki keterampilan
Islam pada sikap dan perilaku para dalam menggunakan produk dan jasa
pedagang kaki lima tersebut. Apalagi keuangan, sufficient literate , memiliki
Masjid Raya At-Taqwa memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang
Islamic Center yang menjadi pusat lembaga jasa keuangan serta produk
kegiatan agama Islam masyarakat Kota dan jasa keuangan, termasuk fitur,
Cirebon juga Lembaga zakat yang manfaat dan risiko, hak dan kewajiban
mengelola zakat produktif. terkait produk dan jasa keuangan, less
Berdasarkan latar belakang yang literate, hanya memiliki pengetahuan
dipaparkan, maka rumusan masalah tentang lembaga jasa keuangan, produk
dapat disusun sebagai berikut: dan jasa keuangan, dan not literate,
1. Bagaimana tingkat literasi keuangan tidak memiliki pengetahuan dan
syariah di kalangan UMKM keyakinan terhadap lembaga jasa
khususnya pedagang di kawasan keuangan serta produk dan jasa
Masjid Raya At-Taqwa Kota keuangan, serta tidak memiliki
Cirebon? keterampilan dalam menggunakan
2. Faktor-faktor apa saja yang produk dan jasa keuangan. Literasi
mempengaruhi tingkat literasi Keuangan memberikan manfaat, seperti
keuangan syariah di kalangan mampu memilih dan memanfaatkan
UMKM (Pedagang) di kawasan produk dan layanan jasa keuangan
Masjid Raya At-Taqwa Kota yang sesuai kebutuhan, memiliki
Cirebon? kemampuan dalam melakukan
3. Bagaimana dampak tingkat literasi perencanaan keuangan dengan lebih
keuangan syariah pada baik, dan terhindar dari aktivitas
perkembangan usaha UMKM

109
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

investasi pada instrumen keuangan behaviour adalah kemampuan


yang tidak jelas (www.ojk.go.id). seseorang melakukan perencanaan,
Literasi keuangan syariah adalah penganggaran, pemeriksaan,
perluasan dari literasi keuangan dengan pengelolaan, pengendalian, pencarian
elemen-elemen yang sesuai syariat dan penyimpanan dana keuangan
Islam didalamnya. Literasi keuangan sehari-hari. Perilaku keuangan
syariah meliputi banyak aspek dalam seseorang dapat dilihat dari empat hal,
keuangan, diantaranya pengelolaan yaitu konsumsi, manajemen arus kas,
uang dan harta (seperti menabung menabung dan berinvestasi, serta
untuk hari tua dan dana darurat untuk manajemen utang.
digunakan sewaktu-waktu), aspek Menurut Irine Herdjiono dan
perencanaan keuangan seperti dana Lady Angela Damanik (2016) dalam
pensiun, investasi, dan asuransi. Ada Pankow (2003), mendefinisikan
juga aspek bantuan sosial seperti financial attitudes sebagai keadaan
wakaf, infaq, dan shadaqah.aspek pikiran, pendapat serta penilaian
lainnya adalah tentang zakat dan tentang keuangan. Menurut Furnham
warisan. (1984) yang dikutip Irine Herdjiono
Beberapa indikator yang dapat dan Lady Angela Damanik (2016),
digunakan untuk menilai tingkat financial attitudes tercermin dalam
literasi keuangan syariah adalah enam konsep berikut yaitu (1)
kepemilikan rekening di lembaga Obsession, merujuk pada pola pikir
keuangan syariah, pemahaman tentang seseorang tentang uang dan
produk dan jasa serta akad-akad persepsinya tentang masa depan untuk
syariah, pengetahuan tentang bagi mengelola uang dengan baik; (2)
hasil, dan jaminan. Power, yaitu merujuk pada seseorang
Ada beberapa dimensi dalam yang menggunakan uang sebagai alat
literasi keuangan diantaranya financial untuk mengendalikan orang lain dan
knowledge (pengetahuan keuangan), menurutnya uang dapat menyelesaikan
financial behaviour (perilaku masalah; (3) Effort, merujuk pada
keuangan), dan financial attitude (sikap seseorang yang merasa pantas memiliki
keuangan). uang dari apa yang sudah
Financial knowledge adalah dikerjakannya; (4) Inadequacy,
edukasi mengenai tata cara pengelolaan merujuk pada seseorang yang selalu
keuangan pribadi untuk menghadapi merasa tidak cukup memiliki uang; (5)
masa depan dengan kemandirian Retention, merujuk pada seseorang
ekonomi. Menurut Irine Herdjiono dan yang memiliki kecenderungan tidak
Lady Angela Damanik (2016) yang ingin menghabiskan uang; dan (6)
dikutip dari Kholilah dan Iramani Security, merujuk pada pandangan
(2013), financial knowledge adalah seseorang yang sangat kuno tentang
penguasaan seseorang atas berbagai hal uang seperti anggapan bahwa uang
tentang dunia keuangan. Pengetahuan lebih baik hanya disimpan sendiri tanpa
keuangan meliputi pengetahuan umum ditabung di Bank atau untuk investasi.
keuangan pribadi, tabungan dan
pinjaman, asuransi, dan investasi. Usaha Mikro Kecil dan Menengah
Financial Behaviour menurut (UMKM)
Irine Herdjiono dan Lady Angela Menurut Undang-Undang No. 20
Damanik (2016) dikutip dari Kholilah Tahun 2008, UMKM terdiri dari usaha
dan Iramani (2013), financial mikro, usaha kecil, dan usaha

110
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

menengah. Usaha mikro adalah usaha bangunan tempat usaha) serta omset
produktif milik orang perorangan penjualan sebesar Rp 300.000.000 - Rp
dan/atau badan usaha perorangan yang 2.500.000.000 per tahun. Sedangkan
memenuhi kriteria usaha mikro usaha menengah memiliki kekayaan
sebagaimana yang diatur dalam bersih sebesar Rp 500.000.000 – Rp
undang-undang ini. Sedangkan usaha 10.000.000.000 (tidak termasuk tanah
kecil adalah usaha ekonomi produktif dan bangunan tempat usaha) dan omset
yang mandiri, yang dilakukan oleh penjualan tahunan sebesar Rp
orang perseorangan atau badan usaha 2.500.000.000 – Rp 50.000.000.000.
yang bukan merupakan anak Selain berdasarkan UU No. 20
perusahaan atau cabang perusahaan Tahun 2008, kriteria UMKM
yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi berdasarkan sudut pandang
bagian baik langsung maupun tidak perkembangannya dikelompokkan
langsung dan usaha menengah atau menjadi empat jenis, yaitu livelihood
usaha besar yang memenuhi kriteria activities, mikro enterprise, small
usaha kecil sebagaimana dimaksud dynamic enterprise, dan fast moving
dalam undang-undang ini. Usaha enterprice. Lifelihood activities
menengah adalah usaha ekonomi merupakan UKM yang digunakan
produktif yang mandiri yang dilakukan sebagai kesempatan kerja untuk
oleh perseorangan atau badan usaha mencari nafkah, yang lebih umum
yang bukan merupakan anak dikenal sebagai sektor informal, seperti
perusahaan atau cabang perusahaan pedagang kaki lima. Micro enterprise,
yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi merupakan UKM yang baru memiliki
bagian baik langsung maupun tidak sifat pengrajin tetapi belum memiliki
langsung dengan usaha kecil atau usaha sifat kewirausahaan. Small Dynamic
besar dengan jumlah kekayaan bersih Enterprise, merupakan UKM yang
atau hasil penjualan tahunan telah memiliki jiwa kewirausahaan dan
sebagaimana diatur dalam undang- mampu menerima pekerjaan
undang ini. subkontrak dan ekspor. Fast moving
Badan Pusat Statistik enterprise, merupakan UKM yang
mendefinisikan UMKM berdasarkan telah memiliki jiwa kewirausahaan dan
jumlah tenaga kerja, yang mana usaha bersiap melakukan transformasi
mikro mempunyai jumlah tenaga kerja menjadi usaha besar.
kurang dari 5 orang, usaha kecil Menurut Peraturan Gubernur
memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak DKI No. 33 Tahun 2010, pedagang
5-19 orang, dan usaha menengah kaki lima adalah kegiatan usaha jasa
memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak perdagangan yang menempati
20-99 orang. prasarana kota, fasilitas sosial, dan
Kriteria UMKM menurut UU fasilitas umum milik pemerintah
No. 20 Tahun 2008 diantaranya usaha daerah, tanah atau lahan milik
mikro memiliki kekayaan bersih paling perorangan atau badan yang telah
banyak Rp 50.000.000 (tidak termasuk mendapat izin dari gubernur atau
tanah dan bangunan tempat usaha) dan kepala daerah. Jenis lokasi usaha mikro
memiliki omset sebesar Rp pedagang kaki lima terdiri dari lokasi
300.000.000 per tahun. Usaha kecil binaan usaha mikro pedagang kaki
memiliki kekayaan bersih minimal Rp lima, lokasi sementara usaha mikro
50.000.000 dan maksimal Rp pedagang kaki lima, lokasi usaha
500.000.000 (tidak termasuk tanah dan pedagang tanaman hias dan batu alam,

111
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

lokasi pujasera UKM, lokasi terjadwal keuangan yang kompleks, sehingga hal
usaha mikro pedagang kaki lima, dan ini tidak secara lengkap
lokasi usaha terkendali usaha mikro memperlihatkan kondisi aktual yang
pedagang kaki lima. terjadi pada bisnis tersebut, dan
Sarana dan fasilitas lokasi binaan pengukuran kinerja yang kerap dipakai
usaha mikro pedagang kaki lima terdiri relatif hanya sesuai bila digunakan
dari lahan tempat usaha terbuka, untuk perusahaan besar yang
setengah tertutup atau tertutup yang terstruktur dengan baik manajemen
dilengkapi dengan fasilitas sarana perusahaannya (Ali, 2003).
MCK, listrik, tempat sampah, dan Pendekatan non-cost
papan nama lokasi. performance measures untuk
mengukur kinerja UMKM sebagai
Perkembangan Usaha UMKM pengukuran kinerja keuangan dan non
Pengembangan UMKM keuangan UMKM. Metode pengukuran
seringkali mengalami keterlambatan. yang mudah, melalui persepsi,
Hal ini disebabkan berbagai masalah diharapkan mampu memperlihatkan
konvensional yang tidak terselesaikan kondisi sebenarnya dari UMKM
secara tuntas, seperti masalah kapasitas tersebut, selain ke depan perlu
SDM, kepemilikan, pembiayaan, dilakukan edukasi untuk menghitung
pemasaran dan berbagai masalah lain kinerja perusahaan dengan indikator
yang berhubungan dengan pengelolaan yang mudah seperti company’s growth,
usaha, sehingga UMKM sulit bersaing company’s total revenue (sales), total
dengan perusahaan-perusahaan besar orders dan cash position (Dwitya
(Abor dan Quartey, 2010). Aribawa, 2016).
Menurut hasil penelitian Perkembangan usaha UMKM
Manurung dan Barlian (2012), UMKM dapat dilihat dari beberapa indikator
di industri kreatif cenderung memiliki yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia,
orientasi jangka pendek dalam diantaranya indikator keuangan
pengambilan keputusan bisnisnya. Hal (meliputi modal, aset, dan omset),
ini terlihat dari tidak adanya konsep indikator pemasaran, dan indikator
inovasi yang berkelanjutan dan SDM.
aktivitas inti bisnis yang tidak Tingkat literasi keuangan yang
konsisten. Pada akhirnya, baik memberikan kemudahan bagi
perkembangan kinerja jangka panjang pelaku usaha (UMKM) dalam
UMKM industri kreatif cenderung mengakses pemodalan dari lembaga
stagnan dan tidak terarah. keuangan baik khususnya yang
UMKM cenderung memiliki berprinsip syariah. Selain itu akan
ketahanan atau kinerja yang stabil di dapat meningkatkan kemampuan
tengah perubahan iklim bisnis dan UMKM dalam pengelolaan keuangan
ekonomi. Kinerja UMKM dapat yang akan berdampak pada
dianalisis dengan menggunakan perkembangan usahanya yang ditandai
pendekatan yang didasarkan pada tiga dengan meningkatnya pendapatan,
asumsi, yaitu pengukuran kinerja volume penjualan, peningkatan laba
UMKM kerap sulit dilakukan secara usaha, dan meningkatnya permintaan,
kuantitatif, dikarenakan terbatasnya meningkatnya pemodalan yang tidak
sumber daya (pemahaman keuangan hanya ersumber dari modal sendiri
dan tenaga kerja), pengukuran kinerja tetapi modal yang berasal dari
pada umumnya melihat indikator pinjaman atau pembiayaan dari

112
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

lembaga keuangan. Hal tersebut sejalan masyarakat pada produk-produk


dengan hasil penelitian Dwitya keuangan syariah, seperti saham
Aribawa (2016), bahwa literasi syariah, obligasi syariah, takaful dan
keuangan berpengaruh terhadap kinerja produk-produk keuangan syariah
dan keberlanjutan usaha pada UMKM lainnya. Mohamad Azmi Abdullah dan
kreatif di Jawa Tengah. UMKM Rosita Chong (2014) juga melakukan
memiliki kecenderungan untuk penelitian terkait dengan literasi
mengatasi keterbatasan yang melekat keuangan syariah dengan judul
padanya sehingga UMKM kooperatif “Financial Literacy : An Exploratory
dalam menjalankan bisnisnya untuk Review of Literature and Future
saling melengkapi keterbatasan dan Reseach” yang menyimpulkan bahwa
memperoleh keunggulan kompetitif dengan semakin berkembangnya
yang spesifik untuk mampu bersaing di institusi-institusi dan produk-produk
lingkungan global. keuangan syariah berdampak cukup
Penciptaan nilai tambah pada signifikan pula terhadap tingkat literasi
aspek financial seperti meningkatnya keuangan syariah masyarakat
modal, pendapatan, dan laba, Malaysia. Berdasarkan kajian literatur-
meningkatnya jumlah sumber daya literatur sebelumnya maka hipotesis
manusia (SDM) atau karyawan, yang dapat dikembangkan adalah:
meningkatnya keahlian yang dimiliki H1 : Tingkat Literasi Keuangan
seperti keahlian memasarkan, keahlian Syariah di kalangan UMKM masih
mengelola modal, serta meningkatnya rendah berada pada rentang less literate
keahlian untuk berinovasi menciptakan hingga sufficient literate.
berbagai produk yang berkualitas. Penelitian Zara Fathia Muflihani
dan Irfan Syauqi Beik yang berjudul
Kajian Literatur dan Pengembangan Tingkat Literasi Pelaku Usaha Mikro
Hipotesis terhadap Perbankan Syariah pada tahun
Terdapat beberapa penelitian 2015. Metode penelitian menggunakan
terdahulu yang mengukur dan kuantitatif. Hasil penelitian
menganalisis tingkat literasi keuangan, menunjukkan bahwa 40% responden
namun masih sedikit penelitian yang memiliki tingkat literasi yang rendah,
mengukur dan menganalisis tingkat 28,57% responden memiliki tingkat
literasi keuangan syariah. Diantara literasi sedang, dan 31,43% memiliki
penelitian-penelitian tersebut tingkat literasi tinggi. Tingkat literasi
diantaranya adalah: perbankan syariah dapat
Rose Abdullah dan Ahmad Lutfi mempengaruhi sikap responden
Abdul Razak (2015) melakukan terhadap lembaga perbankan syariah.
penelitian dengan judul “Exploratory Semakin tinggi literasi masyarakat
Reseach Into Islamic Financial terhadap perbankan syariah maka
Literacy in Brunei Darussalam” semakin memudahkan upaya mengajak
penelitian ini secara garis besar masyarakat lainnya untuk menjadi
menyimpulkan bahwa rendahnya nasabah perbankan syariah (Jurnal
literasi keuangan syariah berakibat Iqtishodia, 2015).
pada rendahnya kesadaran untuk Penelitian Isnurhadi yang
membayar zakat, terutama zakat maal. berjudul Determinan Tingkat Literasi
Rendahnya literasi keuangan syariah Masyarakat terhadap Perbankan
masyarakat Brunei Darussalam juga Syariah (Studi Kasus: Masyarakat Kota
berdampak pada rendahnya akses Palembang) pada tahun 2013.

113
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Penelitian ini menggunakan metode usia, lamanya usaha, tingkat


kuantitatif. Hasil penelitian pendidikan, dan tingkat pendapatan.
menunjukkan bahwa pengetahuan Penelitian Dwitya Aribawa yang
individu terhadap muamalah di dalam berjudul Pengaruh Literasi Keuangan
Islam dan upaya promosi yang terhadap Kinerja dan Keberlangsungan
dilakukan perbankan syariah UMKM di Jawa Tengah pada tahun
berpengaruh terhadap literasi 2016. Penelitian ini menggunakan
masyarakat terhadap perbankan model persamaan struktural untuk
syariah, sedangkan promosi oleh menganalisis data. Hasil penelitian
pemerintah tidak berpengaruh menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
(eprints.unsri.ac.id, 2013). literasi keuangan terhadap kinerja dan
Siti Hafidzah Abdul Rahim keberlangsungan UMKM di Jawa
(2015) melakukan penelitian berjudul Tengah. Adanya literasi keuangan yang
Psychological Factors and Gender baik diharapkan UMKM akan memiliki
Influencing The Level of Islamic kemampuan membuat keputusan
Financial Literacy. Penelitian ini manajemen dan keuangan yang tepat
menilai tingkat literasi keuangan Islam untuk meningkatkan kinerja dan
di kalangan mahasiswa S1 Keuangan keberlangsungan UMKM (Jurnal Siasat
dan Perbankan Syariah di Universitas Bisnis, 2016).
Utara Malaysia. Tujuan penelitian Penelitian Adib Agusta yang
adalah untuk menguji faktor psikologis berjudul Analisis Deskriptif Tingkat
seperti ketidakberdayaan, religiusitas, Literasi Keuangan pada UMKM di
kepuasan keuangan dan gender Pasar Koga Bandar Lampung tahun
terhadap literasi keuangan syariah. 2016. Penelitian ini menggunakan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode deskriptif. Hasil penelitian
tingkat literasi keuangan Islam di menunjukkan bahwa tingkat literasi
kalangan responden (mahasiswa) keuangan di Pasar Koga Bandar
tinggi. Perbedaan yang signifikan Lampung termasuk kategori well
dalam literasi keuangan Islam literate, tingkat gender dan tingkat
ditemukan antara responden menurut pendidikan menunjukkan adanya
jenis kelamin (gender) dan lamanya pengaruh dalam meningkatkan literasi
masa studi, bahwa laki-laki nemiliki keuangan. Akun yang dimiliki para
tingkat literasi keuangan Islam yang pelaku UMKM di pasar Koga Bandar
lebih tinggi dibandingkan perempuan, Lampung didominasi oleh produk
sementara mahasiswa tingkat tiga perbankan (Skripsi, 2016).
memiliki tingkat literasi keuangan Berdasarkan kajian literatur-
Islam yang lebih tinggi dibandingkan literatur sebelumnya maka hipotesis
mahasiswa tingkat satu dan dua. Hasil yang dapat dikembangkan adalah:
penelitian diperoleh hubungan yang H3 : Tingkat literasi keuangan
signifikan antara faktor psikologis, syariah berpengaruh signifikan
ketidakberbayaan, religiusitas, dan terhadap perkembangan usaha UMKM.
gender terhadap literasi keuangan Penelitian Rike Setiawati yang
Islam. berjudul Literasi Keuangan Islam
Berdasarkan kajian literatur- (Suatu telaah Literatur). Metode telaah
literatur sebelumnya maka hipotesis yang digunakan adalah review
yang dapat dikembangkan adalah: sistematis yang bersumber dari
H2 : Tingkat literasi keuangan berbagai rujukan jurnal yang berupa
syariah dipengaruhi oleh faktor gender, penelitian empiris dan kajian

114
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

konseptual. Hasil penelitian atau yang pokok. Data sekunder berupa


menunjukkan bahwa penelitian literasi publikasi yang terkait dengan topik
keuangan umumnya menemukan penelitian dan desk study.
kondisi yang masih relatif rendah Metode penelitian yang
dilihat dari penggunaan akses di sektor digunakan adalah: deskriptive survey
keuangan formal maupun informal. dan explanatory survey. Objek
Kondisi literasi keuangan Indonesia penelitian adalah variabel yang akan
yang relatif rendah ini didukung diteliti dalam hal ini adalah tingkat
adanya tingkat kemiskinan yang relatif literasi keuangan dan variabel-variabel
tinggi namun berbanding terbalik yang mempengaruhinya serta
dengan pertumbuhan industri dampaknya terhadap perkembangan
perbankan syariah dan aktivitas pasar UMKM. Subjek pada penelitian ini
modal syariah telah menunjukkan adalah UMKM (pedagang) di kawasan
kemajuan. Artinya, kehadiran institusi Masjid Raya At-Taqwa Cirebon yang
tersebut yang seharusnya mendorong berjumlah 31 responden. Pengambilan
pergerakan ekonomi syariah, tetapi sampel dilakukan menggunakan
sejauh ini hanya melayani masyarakat sampel jenuh, yaitu seluruh populasi
yang feasible dan bankable, serta diambil sebagai sampel.
relatif belum menjangkau masyarakat Pengamatan menggunakan
golongan miskin yang mayoritas cakupan waktu “one shoot”/cross
muslim. Sementara penelitian literasi sectional yaitu kurang dari satu tahun.
keuangan saat ini masih terbatas pada Jangka waktu penelitian akan
lingkup masyarakat kelas menengah dilakukan selama 6 bulan yaitu Bulan
dan atas, belum menjangkau lapisan Juni sampai Bulan November 2017.
terbesar pembentuk iliterasi yaitu Penelitian dilakukan di kawasan
lapisan chronic poor. Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon.
(jurnalreturn.stiealkhairiyah.ac.id). Teknik pengumpulan data
Perbedaan penelitian yang akan dengan menyebarkan kuesioner yang
dilakukan dengan penelitian disusun menggunakan skal likert dari 1
sebelumnya adalah bahwa penelitian hingga 4, skala 1 berarti sangat tidak
tentang literasi keuangan syariah ini benar, skala 2 berarti tidak benar, skala
akan mengukur tingkat literasi 3 artinya benar, skala 4 artinya sangat
sekaligus pengaruhnya terhadap benar.
preferensi, dan penelitian diperdalam Untuk mendapatkan gambaran
dengan adanya kajian pada aspek tingkat literasi keuangan syariah di
implikasinya bagi lembaga keuangan kalangan UMKM (pedagang), faktor-
syariah. faktor yang menentukan tingkat literasi
dan untuk mendapatkan gambaran
Metode Penelitian bagaimana pengetahuan tentang
Pendekatan penelitian yang keuangan syariah yang dimiliki
digunakan pada penelitian ini adalah mempengaruhi perkembangan usaha
penelitian deskriptif dan verifikatif. yang dijalankan, maka digunakan
Terdapat dua jenis data yang digunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif.
dalam peneltian, yaitu data primer dan Pengukuran dan analisis deskriptif
sekunder. Data primer terdiri dari tersebut kemudian digunakan sebagai
observasi, wawancara, dan dasar untuk melakukan analisis
pengumpulan data di lapangan melalui statistik. Di sini akan dicoba
kuesioner sebagai alat pengumpulan diidentifikasi faktor demografi dalam

115
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

menentukan tingkat literasi keunagan independen. Ditetapkan α = 0,1 sebagai


syariah melalui model analisis regresi taraf kesalahan yang dapat ditolerir.
berganda (multivariate regression Persamaan regresi linear
analysis). Faktor demografi yang berganda pada penelitian ini adalah:
diteliti adalah lokasi usaha, usia, jenis y = 𝛽0 + 𝛽1 𝑥1 + 𝛽2 𝑥2 + 𝛽3 𝑥3 +
kelamin, pendidikan, jenis usaha, lama 𝛽4 𝑥4 + 𝛽5 𝑥5 + 𝛽6 𝑥6 + 𝛽7 𝑥7 +
usaha, modal awal, sumber modal, 𝛽8 𝑥8 + 𝛽9 𝑥9 + 𝛽10 𝑥10 + 𝑒
pendapatan, dan jumlah karyawan.
Tingkat literasi keuangan Dimana 𝛽0 adalah intersep dan
syariah dihitung berdasarkan mean atau 𝛽𝑗 ; j = 1 sampai dengan 10 adalah
rata-rata dari setiap pertanyaan survey parameter terkait dengan variabel j.
dan mengelompokkannya ke dalam Sedangkan 𝑒 adalah error term
empat kategori. UMKM dengan skor 3 (disturbances) yang merupakan
≤ x ≤ 4 diklasifikasikan sebagai penampung faktor lain yang tidak
UMKM yang memiliki literasi tercakup dalam model, seperti
keuangan syariah yang baik (well kesalahan fungsional, kesalahan
literate), UMKM dengan skor 2 ≤ x ≤ 3 pengukuran, dan sebagainya.
diklasifikasikan sebagai UMKM yang Parameter 𝛽𝑗 (i = 1, 2, 3, ..., 10)
memiliki literasi keuangan syariah menunjukkan besaran hubungan antara
yang cukup (sufficient literate), variabel bebas ke i dengan variabel
UMKM dengan skor 1 ≤ x ≤ 2 terikat, dengan mengasumsikan seluruh
diklasifikasikan sebagai UMKM yang faktor lain (yang tercakup dalam 𝑒)
memiliki literasi keuangan syariah sebagai konstan.
yang kurang (less literate), dan
UMKM dengan skor 1 ≤ x
diklasifikasikan sebagai UMKM yang Hasil Penelitian
tidak memiliki literasi keuangan Tingkat Literasi Keuangan Syariah
syariah (not literate). Pengolahan data kuesioner yang
Pada penelitian ini dilakukan disebar kepada 31 responden
pengujian instrumen untuk memastikan menghasilkan angka rata-rata literasi
apakah alat ukur yang digunakan valid keuangan syariah sebesar 2,04. Angka
dan reliabel. Kemudian dilakukan juga tersebut menunjukkan bahwa tingkat
uji asumsi klasik untuk memastikan literasi keuangan syariah di kalangan
bahwa model memenuhi kriteria BLUE pedagang sektor non formal di kawasan
(Best Linear Unbiased Estimator). Uji masjid Raya At-Taqwa termasuk dalam
asumsi klasik yang dilakukan kategori less literate.
diantaranya uji normalitas, uji Menurut hasil survey sebelumnya
heterokedastisitas, uji yang dilakukan Otorisasi Jasa
multikolinearitas, dan uji autokorelasi. Keuangan (OJK) less literate berarti
Model verifikatif yang pedagang hanya memiliki pengetahuan
digunakan pada penelitian ini tentang lembaga jasa keuangan syariah,
menggunakan teknik regresi linear produk keuangan syariah, dan jasa
berganda (multivariate linear keuangan syariah.
regression) untuk melihat pengaruh
jumlah variabel independen Analisis Deskriptif
X1,X2,....Xk terhadap variabel dependen Pada penelitian ini diperoleh data
Y yang merupakan variabel dari 31 responden, terdiri dari
pedagang yang memiliki lokasi usaha

116
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

di dalam lingkungan masjid Raya At- perempuan, dengan rincian pedagang


Taqwa dan di sekitar masjid yang laki-laki berjumlah 15 orang (48,4%),
merupakan relokasi karena sebelumnya sedangkan pedagang perempuan
para pedagang tersebut berjualan di berjumlah 16 pedagang (51,6%).
trotoar jalan Kartini di depan masjid
At-Taqwa. Variabel pendidikan
Berdasarkan pengolahan data, Jenjang pendidikan pedagang
analisis deskriptif mengenai demografi dibagi menjadi enam kategori, yaitu
responden sebagai berikut: pedagang yang tidak mengenyam
pendidikan (tidak bersekolah),
Variabel Lokasi pedagang berpendidikan SD/sederajat,
pedagang berpendidikan
Lokasi pedagang dibagi menjadi SMP/sederajat, pedagang
dua lokasi, yaitu di dalam komplek berpendidikan SMA/sederajat,
masjid dan di sekitar masjid Raya At- pedagang berpendidikan diploma, dan
Taqwa (relokasi). Hasil olah data pedagang berpendidikan sarjana.
secara deskriptif diperoleh gambaran Berdasarkan hasil olah data deskriptif
tentang lokasi usaha pedagang dengan diperoleh gambaran bahwa pedagang
kode 1 (relokasi) berjumlah 27 yang tidak bersekolah sebanyak 2
pedagang (87,1%) dan pedagang orang (6,5%), pedagang yang
dengan kode 2 (di dalam lingkungan berpendidikan SD/sederajat berjumlah
masjid At-Taqwa) berjumlah 4 7 orang (22,6%), pedagang
pedagang (12,9%). Hal ini berpendidikan SMP/sederajat
menunjukkan bahwa lebih banyak berjumlah 5 orang (16,1%), pedagang
pedagang yang memilki lokasi usaha di berpendidikan SMA/sederajat
sekitar masjid At-Taqwa yang sebanyak 14 orang (45,2%), tidak ada
merupakan relokasi. pedagang yang berpendidikan diploma,
dan sisanya 3 orang pedagang (9,7%)
Variabel Usia berpendidikan sarjana.
Usia pedagang dibagi menjadi
tiga kategori, yaitu pedagang berusia Variabel Jenis Usaha
kurang dari 20 tahun, pedagang berusia Berdasarkan hasil olah data
antara 20-30 tahun, dan pedagang deskriptif diperoleh gambaran
berusia lebih dari 30 tahun. pedagang yang memiliki jenis usaha
Berdasarkan hasil olah data deskriptif kuliner sebanyak 29 orang (93,5%),
diperoleh gambaran bahwa tidak ada tidak ada pedagang yang memiliki jenis
pedagang yang berusia kurang dari 20 usaha fashion, dan sebanyak 2 orang
tahun, dan pedagang berusia 20-30 pedagang (6,5%) memiliki jenis usaha
tahun berjumlah 4 pedagang (12,9%), lainnya. Pedagang di kawasan masjid
sedangkan pedagang berusia lebih dari Raya At-Taqwa didominasi oleh
30 tahun berjumlah 27 pedagang pedagang dengan jenis usaha kuliner.
(87,1%). Usaha kuliner di Cirebon makin
berkembang pesat seiring dengan
Variabel Jenis Kelamin makin banyaknya pendatang yang
Responden pada penelitian ini berkunjung ke Cirebon setelah
terdiri dari laki-laki dan perempuan. dibukanya tol Cipali. Cirebon memiliki
Berdasarkan hasil olah data deskriptif banyak makanan khas daerah
diperoleh informasi bahwa pedagang (tradisional) sehingga kini Cirebon
laki-laki lebih sedikit dibanding

117
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

telah menjadi salah satu destinasi berikut. Informasi tersebut dapat


wisata kuliner bagi para pendatang. diartikan bahwa mayoritas pedagang di
kawasan masjid At-Taqwa memulai
Variabel Lama Usaha usaha dengan modal sendiri.
Jumlah pedagang yang Berdasarkan hasil observasi diperoleh
menjalankan usahanya kurang dari satu informasi bahwasanya para pedagang
tahun berjumlah 5 orang (16,1%), tersebut tidak suka berutang, sehingga
pedagang yang yang menjalankan lebih memilih untuk berusaha dengan
usaha selama 1-3 tahun sebanyak 3 modal sendiri.
orang (9,7%), dan pedagang yang telah
menjalankan usahanya selama lebih Variabel Pendapatan
dari 3 tahun sebanyak 23 orang Pendapatan pedagang-pedagang
(74,2%). Artinya, kebanyakan tersebut dikelompokkan ke dalam tiga
pedagang di kawasan masjid raya At- kategori, yaitu kelompok pertama
Taqwa telah lama berdagang. adalah pedagang yang menghasilkan
pendapatan kurang dari Rp 500.000 per
Variabel Modal Awal hari, kelompok kedua adalah pedagang
Informasi yang diperoleh dari yang memperoleh pendapatan per hari
hasil survey adalah bahwa pedagang antara Rp 500.000 hingga Rp
yang memulai usaha dengan 1.000.000, dan kelompok ketiga adalah
menggunakan modal awal kurang dari pedagang yang menghasilkan
Rp 1.000.000 berjumlah 13 orang pendapatan lebih dari Rp 1.000.000 per
(41,9%), pedagang yang memulai hari. Pedagang yang memiliki tingkat
usaha dengan modal awal sebesar Rp pendapatan kurang dari Rp 500.000 per
1.000.000-Rp 3.000.000 sebanyak 8 hari sebanyak 24 orang (77,4%),
orang (25,8%), dan pedagang yang pedagang dengan tingkat perolehan
memulai usaha dengan modal awal pendapatan sebanyak Rp 500.000-Rp
lebih dari Rp 3.000.000 sebanyak 10 1.000.000 sebanyak 6 orang (19,4%),
orang (32,3%). Hal ini menunjukkan dan pedagang yang memperoleh
bahwa kebanyakan pedagang di pendapatan lebih dari Rp 1.000.000 per
kawasan masjid raya At-Taqwa hari hanya ada 1 orang (3,2%).
merupakan pedagang-pedagang mikro
yang bermodal sangat kecil. Variabel Jumlah Karyawan
Analisis deskriptif mengenai
Variabel Sumber Modal jumlah karyawan yang dimiliki oleh
Modal usaha dapat bersumber para pedagang di kawasan masjid At-
dari pemilik usaha yang disebut modal Taqwa yang dikelompokkan menjadi
sendiri dan modal yang berasal dari dua kategori, yaitu pedagang yang
pinjaman (pembiayaan). Berdasarkan memiliki jumlah karyawan kurang dari
dua kategori pengelompokkan tersebut, 2 orang dan pedagang dengan jumlah
maka didapatkan deskripsi bahwa karyawan lebih dari 2 orang.
pedagang yang memulai usahanya Berdasarkan hasil survey,
dengan modal sendiri berjumlah 28 diperoleh informasi bahwa pedagang
orang (90,3%) dan pedagang yang dengan jumlah karyawan kurang dari 2
memulai usaha dengan dana yang orang berjumlah 26 pedagang (83,9%)
berasal dari pinjaman (pembiayaan) dan pedagang dengan jumlah karyawan
sebanyak 3 orang (9,7%) yang dapat lebih dari 2 orang sebanyak 5 pedagang
digambarkan pada tabel dan grafik (16,1%). Artinya, sebagian besar

118
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

pedagang di kawasan masjid At-Taqwa terhadap Z, semua data terdistribusi


mengelola sendiri usaha dagangnya normal karena dari semua gambar
karena skala usahanya yang masih terlihat sebaran titik-titik mendekati
kecil. atau rapat pada garis (diagonal).

Uji Instrumen Penelitian Uji Heterokedastisitas


Uji Validitas dan Reliabilitas Pengujian heterokedastisitas
Pengujian validitas dilakukan dilakukan dengan membuat scatterplot
untuk mengetahui aspek kecermatan (alur sebaran) antara residual dan nilai
pengukuran sehingga alat ukur yang prediksi dari variabel terikat yang telah
digunakan dapat mendeteksi distandarisasi. Sebaran titik tidak
perbedaan-perbedaan kecil yang ada membentuk pola atau alur tertentu,
pada atributnya. Berdasarkan hasil olah sehingga dapat disimpulkan tidak
data seluruh item pernyataan terjadi heterokedastisitas. Asumsi
dinyatakan valid. klasik tentang heterokedastisitas dalam
Pengujian reliabilitas dilakukan model ini terpenuhi, yaitu terbebas dari
untuk mengukur tingkat konsistensi heterokedastisitas.
dan kemantapan alat ukur. Reliabilitas
adalah sejauh mana pengukuran dari Uji Multikolinearitas
suatu tes tetap konsisten setelah Model regresi linear yang baik
dilakukan berulang-ulang terhadap adalah yang terbebas dari adanya
subjek dan dalam kondisi yang sama. multikolinearitas. Pada semua tabel
Penelitian dianggap dapat diandalkan terlihat nilai VIF untuk seluruh variabel
bila memberikan hasil yang konsisten < 5 sehingga dapat dikatakan tidak
untuk pengukuran yang sama. terjadi multikolinearitas pada seluruh
Berdasarkan hasil pengujian, seluruh variabel bebas.
variabel dinyatakan reliabel.
Uji Autokorelasi
Uji Asumsi Klasik Tabel Durbin_Watson
Model regresi linier berganda menunjukkan bahwa nilai dL = 0,741
(multiple regression) dapat disebut dan nilai dU = 2,333 sedangkan nilai
sebagai model yang baik jika model DW hitung adalah DW hitung 1 =
tersebut memenuhi kriteria BLUE 1,823, DW hitung 2 = 1,854, DW
(Best Linear Unbiased Estimator). hitung 3 = 2,069, dan DW hitung 4 =
BLUE dapat dicapai bila memenuhi 1,908, sehingga dapat disimpulkan
asumsi klasik. Sedikitnya terdapat bahwa nilai DW hitung seluruhnya
empat uji asumsi yang harus dilakukan lebih besar dari dL dan lebih kecil dari
terhadap suatu model regresi tersebut, dU, maka dapat disimpulkan bahwa
yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, dalam model regresi linear tidak terjadi
uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi.
heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Berganda
Uji Normalitas Berikut adalah hasil olah data
Berdasarkan pengujian statistik yang menggambarkan korelasi
normalitas untuk variabel X1-X10 (hubungan) variabel demografi
terhadap Y1, uji normalitas X1-X10 responden (X1-X10) terhadap variabel
terhadap Y2, uji normalitas X1-X10 financial knowledge (Y1).
terhadap Y3, dan uji normalitas Y1-Y3

119
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Tabel Model Summary


Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
a
1 ,683 ,467 ,200 4,84506
a. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal, Jenis_Usaha,
Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal, Pendidikan, Lokasi

Menurut Tabel di atas diperoleh menunjukan besarnya pengaruh


informasi angka R sebesar 0,683 variabel lokasi, usia, jenis kelamin,
menunjukkan bahwa korelasi antara pendidikan, jenis usaha, lama usaha,
variabel lokasi, usia, jenis kelamin, modal awal, sumber modal,
pendidikan, jenis usaha, lama usaha, pendapatan, dan jumlah karyawan
modal awal, sumber modal, terhadap variabel financial knowledge
pendapatan, dan jumlah karyawan adalah 20%. Sisanya sebesar 80%
dengan financial knowledge adalah dipengaruhi faktor lain.
kuat. Besarnya angka Adjusted R
Square adalah 0,200. Angka tersebut
Tabel ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 411,282 10 41,128 1,752 ,137b
Residual 469,492 20 23,475
Total 880,774 30
a. Dependent Variable: Financial_Knowledge
b. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal, Jenis_Usaha,
Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal, Pendidikan, Lokasi

Tabel ANOVA diperoleh hasil jumlah karyawan memiliki nilai Sig. <
uji F yang menunjukkan bahwa nilai F Alpha 0,05 (5%) maka dapat
hitung sebesar 1,752 dan nilai Sig. disimpulkan variabel lama usaha dan
sebesar 0,137 yang mana nilai Sig. jumlah karyawan secara signifikan
Sebesar 0,137 lebih dari nilai alpha berpengaruh terhadap variabel
0,05 (5%) (1,137 > 0,05), sehingga financial knowledge. Sedangkan
dapat disimpulkan bahwa variabel variabel lokasi, usia, jenis kelamin,
lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, pendidikan, jenis usaha, modal awal,
jenis usaha, lama usaha, modal awal, sumber modal, dan pendapatan
sumber modal, pendapatan, dan jumlah memiliki nilai Sig. > Alpha 0,05 (5%),
karyawan secara simultan tidak maka dapat disimpulkan variabel
berpengaruh terhadap variabel lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan,
financial knowledge. jenis usaha, modal awal, sumber
modal, dan pendapatan tidak
Berdasarkan Tabel Coefficient berpengaruh terhadap variabel
diketahui nilai signifikansi dari tiap financial knowledge.
variabel. Variabel lama usaha dan

120
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Tabel Ringkasan Signifikansi Variabel X1-X10 terhadap Variabel Y1


Variabel Nilai Sig. Nilai Alpha Keputusan
Lokasi 0,246 0,05 Tidak Berpengaruh
Usia 0,345 0,05 Tidak Berpengaruh
JK 0,610 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendidikan 0,672 0,05 Tidak Berpengaruh
Jenis_Usaha 0,433 0,05 Tidak Berpengaruh
Lama_Usaha 0,009 0,05 Berpengaruh
Modal_Awal 0,183 0,05 Tidak Berpengaruh
Sumber_Modal 0,086 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendapatan 0,583 0,05 Tidak Berpengaruh
Jumlah_Karyawan 0,037 0,05 Berpengaruh

Berikut adalah hasil olah data variabel demografi (X1-X10) terhadap


statistik yang menggambarkan korelasi variabel financial behaviour (Y2).
Tabel Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
a
1 ,712 ,508 ,261 4,13079
a. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal,
Jenis_Usaha, Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal,
Pendidikan, Lokasi

Berdasarkan Tabel Model Square adalah 0,261. Angka tersebut


Summary diperoleh informasi menunjukan besarnya pengaruh
mengenai angka R sebesar 0,712 variabel lokasi, usia, jenis kelamin,
menunjukan bahwa korelasi antara pendidikan, jenis usaha, lama usaha,
variabel lokasi, usia, jenis kelamin, modal awal, sumber modal,
pendidikan, jenis usaha, lama usaha, pendapatan, dan jumlah karyawan
modal awal, sumber modal, terhadap variabel financial behaviour
pendapatan, dan jumlah karyawan adalah 26,1%. Adapun sisanya sebesar
dengan Financial Behaviour adalah 73,9% dipengaruhi oleh faktor lain.
kuat. Besarnya angka Adjusted R
Tabel ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 351.829 10 35.183 2.062 .081a
Residual 341.268 20 17.063
Total 693.097 30
a. Dependent Variable: Financial_Behaviour
b. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal, Jenis_Usaha,
Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal, Pendidikan, Lokasi

Tabel ANOVA tersebut lebih dari nilai alpha 0,05 (5%)


menggambarkan hasil uji F yang sehingga (0,081 > 0,05). Berarti dapat
menunjukkan bahwa nilai F hitung disimpulkan bahwa variabel lokasi,
sebesar 2,062 dan nilai Sig. sebesar usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis
0,081. Nilai Sig. Sebesar 0,081 adalah usaha, lama usaha, modal awal, sumber

121
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

modal, pendapatan, dan jumlah jenis usaha, lama usaha, modal awal,
karyawan secara simultan tidak sumber modal, pendapatan, dan jumlah
berpengaruh terhadap variabel karyawan tidak berpengaruh terhadap
financial behaviour. variabel financial behaviour.
Berdasarakan Tabel Coefficient Ringkasan pengaruh signifikansi
diketahui nilai signifikansi dari tiap antara variabel demografi (lokasi, usia,
variabel yaitu, lokasi, usia, jenis jenis kelamin, pendidikan, jenis usaha,
kelamin, pendidikan, jenis usaha, lama lama usaha, modal awal, sumber
usaha, modal awal, sumber modal, modal, pendapatan, dan jumlah
pendapatan, dan jumlah karyawan karyawan) terhadap financial
memiliki nilai Sig. > Alpha 0,05 (5%), behaviour disajikan pada tabel berikut.
maka dapat disimpulkan variabel
lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan,

Tabel Ringkasan Signifikansi Variabel X1-X10 terhadap Variabel Y2


Variabel Nilai Sig. Nilai Alpha Keputusan
Lokasi 0,133 0,05 Tidak Berpengaruh
Usia 0,603 0,05 Tidak Berpengaruh
JK 0,507 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendidikan 0,751 0,05 Tidak Berpengaruh
Jenis_Usaha 0,965 0,05 Tidak Berpengaruh
Lama_Usaha 0,488 0,05 Tidak Berpengaruh
Modal_Awal 0,067 0,05 Tidak Berpengaruh
Sumber_Modal 0,320 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendapatan 0,393 0,05 Tidak Berpengaruh
Jumlah_Karyawan 0,072 0,05 Tidak Berpengaruh

Selanjutnya adalah hasil olah korelasi (hubungan) variabel demografi


data statistik yang menggambarkan responden (X1-X10) terhadap variabel
financial attitude (Y3).

Tabel Model Summary


Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .486a .236 -.146 3.24419
a. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal,
Jenis_Usaha, Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal,
Pendidikan, Lokasi

Angka R sebesar 0,486 kuat (sedang). Besarnya angka adjusted


menunjukan bahwa korelasi antara R square adalah -0,146. Angka tersebut
variabel lokasi, usia, jenis kelamin, menunjukkan besarnya pengaruh
pendidikan, jenis usaha, lama usaha, variabel lokasi, usia, jenis kelamin,
modal awal, sumber modal, pendidikan, jenis usaha, lama usaha,
pendapatan, dan jumlah karyawan modal awal, sumber modal,
dengan financial attitude adalah cukup pendapatan, dan jumlah karyawan

122
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

terhadap variabel financial attitude digunakan, variabel terlalu banyak dan


adalah -14,6%. Angka minus data atau observasi terlalu sedikit.
menunjukkan bahwa model tidak layak

Tabel ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 64.924 10 6.492 .617 .782a
Residual 210.496 20 10.525
Total 275.419 30
a. Dependent Variable: Financial_Attitude
c. Predictors: (Constant), Jumlah_Karyawan, JK, Sumber_Modal, Jenis_Usaha,
Lama_Usaha, Usia, Pendapatan, Modal_Awal, Pendidikan, Lokasi

Hasil uji F pada Tabel di atas Berdasarakan Tabel dapat


menunjukkan bahwa nilai F hitung diketahui nilai signifikansi dari tiap
sebesar 0,617 dan nilai Sig. sebesar variabel lokasi, usia, jenis kelamin,
0,782. Berarti nilai Sig. sebesar 0,782 pendidikan, jenis usaha, lama usaha,
lebih dari nilai alpha 0,05 (5%), modal awal, sumber modal,
sehingga (0,782 > 0,05). Maka dapat pendapatan, dan jumlah karyawan
disimpulkan bahwa variabel lokasi, memiliki nilai Sig. > Alpha 0,05 (5%),
usia, jenis kelamin, pendidikan, jenis maka dapat disimpulkan variabel
usaha, lama usaha, modal awal, sumber lokasi, usia, jenis kelamin, pendidikan,
modal, pendapatan, dan jumlah jenis usaha, lama usaha, modal awal,
karyawan secara simultan tidak sumber modal, dan pendapatan tidak
berpengaruh terhadap variabel berpengaruh terhadap variabel
financial attitude. financial attitude.

Tabel Ringkasan Signifikansi Variabel X1-X10 terhadap Variabel Y3


Variabel Nilai Sig. Nilai Alpha Keputusan
Lokasi 0,821 0,05 Tidak Berpengaruh
Usia 0,569 0,05 Tidak Berpengaruh
JK 0,937 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendidikan 0,216 0,05 Tidak Berpengaruh
Jenis_Usaha 0,870 0,05 Tidak Berpengaruh
Lama_Usaha 0,131 0,05 Tidak Berpengaruh
Modal_Awal 0,862 0,05 Tidak Berpengaruh
Sumber_Modal 0,859 0,05 Tidak Berpengaruh
Pendapatan 0,656 0,05 Tidak Berpengaruh
Jumlah_Karyawan 0,313 0,05 Tidak Berpengaruh

Berikutnya adalah hasil olah data syariah yang terdiri dari financial
statistik yang menggambarkan korelasi knowledge (Y1), financial behaviour
(hubungan) variabel literasi keuangan (Y2), dan financial attitude (Y3)
terhadap variabel perkembangan usaha
UMKM (Z).

123
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Tabel Model Summary


Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .773a .598 .553 2.55810
a. Predictors: (Constant), Financial_Attitude, Financial_Behaviour,
Financial_Knowledge

Berdasarkan Tabel Model R Square adalah 0,553. Angka tersebut


Summary diperoleh informasi menunjukkan besarnya pengaruh
mengenai angka R sebesar 0,773 yang variabel financial knowledge, financial
menunjukkan bahwa korelasi antara attitude, dan financial behaviour
variabel financial knowledge, financial dengan perkembangan usaha UMKM
attitude, dan financial behaviour adalah 55,3%. Adapun sisanya sebesar
dengan perkembangan usaha UMKM 44,7% dipengaruhi oleh faktor lain.
adalah kuat. Besarnya angka Adjusted
Tabel ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 262.412 3 87.471 13.367 ,000b
Residual 176.685 27 6.544
Total 439.097 30
a. Dependent Variable: Perkembangan_Usaha
c. Predictors: (Constant), Financial_Attitude, Financial_Behaviour,
Financial_Knowledge

Hasil uji F pada Tabel ANOVA variabel financial behaviour


menunjukkan bahwa nilai F hitung berpengaruh terhadap variabel
sebesar 13,367 dan nilai Sig. sebesar perkembangan usaha. Sedangkan
0,000 yang artinya nilai Sig. Sebesar variabel financial knowledge dan
0,000 kurang dari nilai alpha 0,05 financial attitude memiliki nilai Sig. >
(5%), sehingga (0,000 < 0,05). Maka Alpha (5%), maka dapat disimpulkan
dapat disimpulkan bahwa variabel variabel financial knowledge dan
financial knowledge, financial attitude, financial attitude tidak berpengaruh
dan financial behaviour secara terhadap variabel perkembangan usaha.
simultan berpengaruh terhadap
perkembangan usaha UMKM. Ringkasan pengaruh signifikansi
antara variabel literasi keuangan
Berdasarakan Tabel 4.25 syariah (financial knowledge, financial
diketahui nilai signifikansi dari behaviour, dan financial attitude)
variabel financial Behaviour memiliki terhadap perkembangan usaha
nilai Sig. sebesar 0,000 < Alpha 0,05 disajikan pada tabel berikut.
(5%), maka dapat disimpulkan bahwa

Tabel Ringkasan Signifikansi Variabel Y1-Y3 terhadap Variabel Z


Variabel Nilai Sig. Nilai Alpha Keputusan
Financial Knowledge 0,389 0,05 Tidak Berpengaruh
Financial Behaviour 0,000 0,05 Berpengaruh
Financial Attitude 0,098 0,05 Tidak Berpengaruh

124
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Berdasarkan pengujian statistik (pengetahuan keuangan) dan financial


diperoleh hasil penelitian yang attitude (sikap keuangan) tidak
menunjukkan bahwa hanya variabel mempengaruhi perkembangan usaha.
lama usaha dan jumlah karyawan yang Hasil penelitian ini berbeda dengan
berpengaruh signifikan terhadap penelitian sebelumnya yang dilakukan
financial knowledge. Artinya hampir oleh Dwitya Aribawa (2016) bahwa
literasi keuangan mempengaruhi
seluruh variabel demografi tidak kinerja dan keberlanjutan usaha pada
mempengaruhi tingkat pemahaman UMKM kreatif di Jawa Tengah.
atau literasi keuangan syariah para UMKM memiliki kecenderungan untuk
pedagang kaki lima sektor informal ini, mengatasi keterbatasan yang melekat
hanya lamanya usaha dan jumlah padanya sehingga UMKM kooperatif
karyawan saja yang berpengaruh dalam menjalankan bisnisnya untuk
terhadap literasi keuangan syariah di saling melengkapi keterbatasan dan
kalangan pedagang. memperoleh keunggulan kompetitif
Hampir 99 persen, UMKM di yang spesifik untuk mampu bersaing di
Indonesia adalah usaha mikro di sektor lingkungan global.
informal dan pada umumnya Saat observasi di lapangan
menggunakan bahan baku lokal dengan didapatkan informasi bahwa umumnya
pasar lokal. Itulah sebabnya UMKM para pedagang tidak mengetahui
tersebut tidak terpengaruh secara keberadaan lembaga keuangan syariah
langsung oleh krisis global. Laporan juga produk-produk maupun jasa yang
World Economic Forum (WEF) 2010 ditawarkannya. Hal ini disebabkan
menempatkan pasar Indonesia pada kurangnya sosialisasi pihak lembaga
ranking ke-15. Hal ini menunjukkan keuangan syariah di kalangan
bahwa Indonesia sebagai pasar yang pedagang non formal.
potensial bagi negara lain. Potensi ini Selain itu didapatkan pula
belum dimanfaatkan oleh UMKM informasi bahwa para pedagang takut
secara maksimal (Sudaryanto, dkk., meminjam dana dari pihak lain untuk
2014). menambah modalnya, sehingga para
Hasil pengujian statistik juga pedagang ini hanya menggunakan
menginformasikan bahwa variabel modal sendiri yang jumlahnya rendah
demografi seluruhnya tidak dan terkesan seadanya.Para pedagang
berpengaruh signifikan terhadap sektor informal tersebut semuanya
financial behaviour dan financial menjalankan bisnis perorangan secara
attitude. Artinya seluruh variabel tradisional, sehingga tidak menerapkan
seperti lokasi, usia, jenis kelamin, manajemen keuangan, manajemen
pendidikan, jenis usaha, lama usaha, pemasaran, dan manajemen SDM yang
modal awal, sumber modal, profesional. Hal ini diperkuat dengan
pendapatan, dan jumlah karyawan tidak hasil penelitian sebelumnya yang
mempengaruhi perilaku dan sikap dilakukan oleh I Made Narsa, dkk.
keuangan para pedagang kaki lima. (2012), bahwa kendala utama yang
Pengujian statistik juga dihadapi oleh UMKM selain minimnya
menunjukkan bahwa hanya financial modal adalah penerapan manajemen
behaviour (perilaku keuangan) saja yang profesional. Sistem pembukuan
yang mempengaruhi perkembangan UMKM selama ini umumnya sangat
usaha para pedagang kaki lima, sederhana dan cenderung mengabaikan
sementara financial knowledge kaidah administrasi keuangan yang

125
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

standar (baku). Padahal laporan terhadap perkembangan usaha


keuangan yang akurat dan baku akan pedagang.
banyak membantu UMKM untuk
mengembangkan bisnisnya secara Daftar Pustaka
kuantitatif dan kualitatif. Ikatan Abdullah Rose dan Razak Abdul Haji
Akuntan Indonesia padahal sudah Lutfi Ahmad. 2015. Exploratory
menyiapkan SAK (Standar Akuntansi Research into Islamic Financial
Keuangan) untuk UMKM yang Literacy in Brunei Darussalam.
dinamakan dengan SAK- ETAP https://www.researchgate.net/pub
(Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) lication/283225608 diunduh pada
yang resmi diberlakukan efektif sejak 1 Rabu, 18 Oktober 2017
Januari 2011. Kenyatannya, UMKM Abdullah, M.A. and Chong, R. 2014.
tidak memiliki laporan keuangan sesuai Financial Literacy: An
dengan standar SAK-ETAP dan Explanatory Review of The
UMKM yang memiliki catatan Literature and Future Research.
keuangan yang baik mempunyai Journal of Emerging Economies
perkembangan yang lebih pesat and Islamic Research 2.3
dibanding UMKM lainnya meskipun Abor, J., dan P. Quartey. 2010. Issues
usia pendiriannya sama, bahkan lebih in SME development in Ghana
muda dari beberapa UMKM yang and South Africa. International
lainnya. Salah satu yang mendorong Research Journal of Finance and
kemajuan UMKM adalah kemampuan Economics. 39 (6). 219–227.
mengakses kredit dari perbankan, Adib Agusta. 2016. Analisis Deskriptif
sehingga masalah kesulitan permodalan Tingkat Literasi Keuangan pada
dapat diatasi, bahkan omzet pun UMKM di Pasar Koga Bandar
mengalami kenaikan. Lampung. Skripsi
Ali, I. 2003. A Performance
Penutup Measurement Framework for a
1. Tigkat literasi keuangan syariah di Small and Medium Enterprise.
kalangan UMKM (pedagang) di Univerity of Alberta Dissertation.
Kawasan Masjid Raya At-Taqwa Aribawa Dwitya. 2016. Pengaruh
termasuk kategori less literate. Literasi Keuangan terhadap
2. Faktor-faktor yang mempengaru Kinerja dan Keberlangsungan
literasi keuangan syariah di UMKM di Jawa Tengah. Jurnal
kalangan UMKM (pedagang) di Siasat Bisnis Vol. 20 No.1
kawasan Masjid Raya At-Taqwa Ariefianto Doddy Mochamad. 2012.
diantaranya lokasi, usia, jenis Ekonometrika. Jakarta: Penerbit
kelamin, pendidikan, jenis usaha, Erlangga
lama usaha, modal awal, sumber Chen, H., and Volpe, R. P. 1998. An
modal, pendapatan, dan jumlah Analysis of Personal Financial
karyawan. Tetapi hanya lamanya Literacy among College Students.
usaha dan jumlah karyawan yang Financial Services Review, 7(2),
mempengaruhi financial knowledge. 107-128
3. Diantara ketiga variabel literasi Ghozali, I. 2009. Multivariate Analysis
keuangan syariah yang diteliti, Application with SPSS Program.
hanya financial behaviour yang Diponegoro University Publisher
memilki pengaruh signifikan Herdjiono Irine, Damanik Angela
Lady. 2016. Pengaruh Financial

126
Al-Amwal, Volume 10, No. 1 Tahun 2018
DOI : 10.24235/amwal.v10i1.2837

Attitude, Financial Knowledge, Setiawati Rike. Literasi Keuangan


Parental Income terhadap Islam (Suatu telaah Literatur).
Financial Management jurnalreturn.stiealkhairiyah.ac.id
Behaviour. Jurnal Manajemen diunduh pada Sein, 13 Maret
Teori dan Terapan Tahun 9 No.3, 2017
Desember 2016 Sugiyono. 2010. Statistika Untuk
Isnurhadi. 2013. Determinan Tingkat Penelitian. Bandung: Penerbit
Literasi Masyarakat terhadap Alfabeta
Perbankan Syariah (Studi Kasus: http://bi.go.id/id/umkm/penelitian/nasi
Masyarakat Kota Palembang). onal/kajian/Pages/Pemetaan-dan-
eprints.unsri.ac.id. diunduh pada Strategi-Peningkatan-Daya-
Senin, 13 Maret 2017 Saing-UMKM-dalam-
Lusardi, Annamaria, and Peter, Tufano. Menghadapi-Masyarakat-
2009. Debt Literacy Financial Ekonomi-ASEAN-(2015)-dan-
Experiences, and Pasca-MEA-2025.aspx diunduh
Overindebtedness. No. W14808. pada Senin, 13 Maret 2017
National Bureau of Economic http://www.cnnindonesia.com/ekonomi
Research /20161121122525-92-174080/
Manurung, E.M., dan Barlian, I. 2012. kontribusi-umkm-terhadap-pdb-
From small to significant: tembus-lebih-dari-60-persen/
Innovation process in small- diunduh pada Senin, 13 Maret
medium creative businesses. 2017
International Journal of http://www.jakarta.go.id/jakv1/produkh
Innovation, Management and ukum/search/0/0/all/90/all/75
Technology. 3(6). 788 - 792 diunduh pada 8 November 2017
Muflihani Fathia Zara dan Beik Syauqi http://www.kemenperin.go.id/artikel/14
Irfan. 2015. Tingkat Literasi 200/Kontribusi-UMKM-Naik
Pelaku Usaha Mikro terhadap diunduh pada Senin, 13 Maret
Perbankan Syariah. Jurnal 2017
Iqtishodia http://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-
Rahim Abdul Hafidzah, Siti. dan-perlindungan konsumen/
Psychological Factors and Gender Pages/ Literasi-Keuangan.aspx
Influencing The diunduh pada Senin, 13 Maret
Level of Islamic Financial 2017
Literacy. Universitas Utara http://www.perpustakaan.kemenkeu.go
Malaysia .id/FOLDERJURNAL/2014_kaji
Santoso, Singgih (2000). Buku Latihan an_pkem_Strategi%20Pemberda
SPSS Statistik Parametrik. yaan%20UMKM.pdf
Jakarta: PT Elex Media Undang-Undang Nomor 20 Tahun
Komputindo
2008

127