Anda di halaman 1dari 2

TERMINOLOGI

 Lactose intolerance adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap


laktosa (gula yang terdapat dalam susu dan produk susu) karena berkurangnya atau
tidak adanya enzim laktase.

RUMUSAN MASALAH

1. Mengapa dhia diare dan muntah?


2. Mengapa dhia tidak dapat mengonsumsi makanan padat layaknya anak seusia nya?
3. Apakah ada hubungan lokasi tempat tinggal dhia dengan tempat pembuangan
sampah akhir?
4. Px pada dhia?
5. Apa dx dan dd ?
6. Bagaimana tatalaksana pada dhia?
7. Apa komplikasi dan prognosis yang dapat dialami dia?

HIPOTESA

1. – diare: terjadi kerusakan mikrofili →↓/ ber(-) enzim laktase→laktosa masuk ke lumen
usus halus→tekanan osmosis usus ↑ → menarik molekul air dari dalam usus besar→
air dalam lumen usus ber(+) → terbentuknya tinja yang encer, lembek, atau bahkan
tinja yang hanya berupa air saja
-muntah:
2. -------
3. --------
4. -Pada riwayat makan didapati bahwa penderita sebelumnya mengkonsumsi laktosa
yang ada dalam makanan atau minumannya
-timbul gejala yang timbul antara 30 menit hingga 2 jam kemudian. Karakteristik
feses yang timbul adalah encer dan disertai flatus, yang timbul beberapa jam setelah
konsumsi laktosa. -Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri perut yang makin parah
bila perut ditekan. Selain itu juga terdapat peningkatan suara peristaltik usus pada
auskultasi.
- Hidrogen Breath Test merupakan pemeriksaan yang saat ini dianjurkan untuk mendiagnosa
malabsorpsi laktosa, Pemeriksaan ini dilakukan dimana orang yang minum-minuman laktosa
kemudian nafas dianalisissecara berkala untuk mengukurjumlah hidrogen
- Stool Acidity Test (Teskeasaman tinja) merupakan pemeriksaan yang paling
amandigunakan untukbayi dan anak keciluntuk mengukurjumlah asamdalam tinja.
5. Lactosa intolerance dan gizi buruk
6. Tata laksana
Sebagian besar diare pada anak self-limited diseases, sehingga jangan terburu-buru
memberikan antibiotik dan mengubah diet. Tatalaksana utama adalah mencegah dehidrasi
dan gangguan nutrisi.

Langkah optimal tata laksana diare

Pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) hipotonik

Rehidrasi cepat (3-4 jam)

ASI harus tetap diberikan

Realimentasi segera dengan makanan sehari-hari

Susu formula yang diencerkan tidak dianjurkan

Susu formula khusus diberikan sesuai indikasi

Antibiotik hanya berdasarkan indikasi kuat.

7. Komplikasi
PEM. Pertumbuhan anak terlambat. Dehidrasi, dan gangguan keseimbangan elektrolik