Anda di halaman 1dari 24

HSE PLAN (RENCANA HSE)

General (Umum)

Judul Pekerjaan : Pekerjaan Jasa Penunjang Supervisi Untuk Mendukung Operasional Rig Workover/Wellservise

Nomor Kontrak :

Lokasi Pekerjaan : PT. PERTAMINA EP ASSET 5 Tanjung

Nama Perusahaan : PT. Indonesia Suppliers Fortune

Pimpinan Perusahaan : Cut Anzilla Natasha

Pimpinan Proyek : Legiman

I. URAIAN SINGKAT PEKERJAAN :

Secara garis besar lingkup pekerjaan dan tanggung jawab PT. Indonesia Suppliers Fortune adalah menyediakan jasa penunjang untuk supervise dalam rangka
mendukung operasional rig workover/wellservice completion di lapangan tanjung untuk periode 1 Oktober 2013 s.d 30 September 2015, dengan menyediakan
tenaga supervise yaitu :

1. Senior Rig Superintendent sejumlah 2 Orang

2. Rig Superintendent sejumlah 3 Orang.


Mba sifa, tolong dilampirkan
II. Komitmen HSE : dokumen bagian yang HSE
commitment ISF saja ya.
Manajemen PT. Indonesia Suppliers Fortune berkomitmen untuk melindungi karyawan dan harta benda milik perusahaan dari suatu kerugian yang tidak
diinginkan. Setiap kegiatan perusahaan memilik sasaran utama dengan nilai capaian nihil kecelakaan. Pengawas setiap kegiatan bertanggung jawab atas semua
aspek dalam keselamatan kerja Termasuk dalam penerapan prosedur-prosedur perusahaan, Undang-undang dan peraturan yang berlaku sesuai dengan HSE
Policy PT. Indonesia Suppliers Fortune Maupun Sesuai dengan HSE Policy dari PT. Pertamina EP. ( HSE Commitment terlampir )

III. Kebijakan Strategis, Tujuan & Program K3LL.

PT. Indonesia Suppliers Fortune telah membuat , menetapkan kebijakan – kebijakan K3LL di lingkungan kerjanya. Kebijakan tersebut dikomunikasikan dan
dipelihara sesuai dengan lingkup kerja operasi PT. Indonesia Suppliers Fortune. Kebijakan tersebut sebagai bukti terhadap komitmen manajemen dalam
merencanakan tujuan K3LL pada bisnis operasinya..

III.1. Kebijakan K3LL Corporate

Kebijakan HSE PT. Indonesia Suppliers Fortune dibuat, dikomunikasikan dan dipelihara di lingkungan kerja yang terkait unit bisnis perusahaan. Hal
tersebut mencerminkan keinginan manajemen PT. Indonesia Suppliers Fortune. serta bersungguh-sungguh dalam :

 Melindungi karyawannya dari kecelakaan kerja maupun dampak yang diakibatkan dari aktivitas kerja tersebut.
 Menekan seminimal mungkin angka kecelakaan kerja di project PT. Indonesia Suppliers Fortune.
 Menekan dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas operasi PT. Indonesia Suppliers Fortune
 Pemenuhan terhadap standar, persyaratan kan perundangan yang berlaku.
 Melindungi peralatan dari kerusakan yang serius
 Menaikkan citra perusahaan dan meningkatkan moral karyawan.
 Memenuhi harapan pelanggan di dalam penerapan aspek K3LL.
III.2. Kebijakan K3LL Project

Kebijakan HSE Pekerjaan Jasa Penunjang Supervisi Untuk Mendukung Operasional Rig Workover/Wellservise untuk dibuat, ditetapkan serta
dikomunikasikan kepada semua lini personil yang terlibat di dalam opersi tersebut. Kebijakan-kebijakan tersebut mencakup :

 Menetapkan K3LL sebagai tanggung jawab dari semua lini sesuai dengan kebijakan HSE PT. Indonesia Suppliers Fortune
 Seluruh personil PT. Indonesia Suppliers Fortune, maupun pihak luar yang terkait secara langsung dalam unit operasi Pekerjaan Jasa Penunjang
Supervisi Untuk Mendukung Operasional Rig Workover/Wellservise berperan dan bertanggungjawab terhadap aspek K3LL terutama pada keselamatan
dan kesehatan kerja dan lindung lingkungan (K3LL) diri personil masing-masing.
 Setiap personil diberi kewenangan dalam “PENGHENTIAN PEKERJAAN” apabila pekerjaan yang dijalankan dirasa mengancam keselamatan dirinya dan
pekerjaalain.
 Komitmen dalam pencegahan kecelakaan kerja dan sakit penyakit
 Komitmen terhadap persyaratan dan perundang-undangan yang berlaku
 Memastikan ketersediaan sumber daya sesuai dengan kebutuhan proyek Perbaikan Pagar Keliling di PPP Menggung Pertamina EP Field Cepu
Melaksanakan perbaikan-perbaikan sebagai bentuk perbaikan berkesinambungan di dalam aspek penerapan K3LL
 Komitmen terhadap pelarangan penggunaan alkohol dan obat-obatan, pelarangan penggunaan senjata di dalam area kerja maupun tindakan-tindakan
yang dapat merugikan perusahaan
Dokumen kebijakan K3LL ini dibuat, ditetapkan, didokumentasikan , dikomunikasikan kepada seluruh personil yang terlibat serta dipelihara
kesesuaiannya.
III.3 Target (Tujuan) K3LL

Di dalam unit operasinya PT. Indonesia Suppliers Fortune yang bekerja di area proyek Pekerjaan Jasa Penunjang Supervisi Untuk Mendukung Operasional
Rig Workover/Wellservise menetapkan tujuan K3LL dalam meminimalisir risiko-risiko yang ditimbulkan. Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan harus
terukur . Adapun ukuran dalam pelaksanaan dan pengawasan terhadap pencapaian tujuan K3LL mencakup pada dua aspek yaitu

 Aspek aktif (Leading Indicator)


 Aspek reaktif (Lagging Indicator)

Indikator aspek aktif (Leading Indicator) mencakup pada :

 Persen induksi karyawan


 Site visit managemen ke lokasi
 Drill / Pelatihan
 Inspeksi dan audit

Indikator aspek reaktif (Lagging Indicator) meliputi :

 tingkat keparahan
 Tingkat kekerapan
 Tingkat waktu ilang akibat kerja
 tingkat kecelakaan yang tercatat
 Jumlah kasus kematian
IV. ORGANISASI PROYEK, SUMBER DAYA, STANDAR, DAN DOKUMENTASI :

Organisasi

PT. Indonesia Suppliers Fortune membuat dan menetapkan organisasi sebagai bentuk dalam memastikan ketersediaan sumberdaya personil dan sesuai
fungsi yang telah ditetapkan. Dimana organisasi yang telah ditetapkan ini simultan dalam pekerjaannya.

Organisasi ini dibuat sesuai dengan kebutuhan Pekerjaan Jasa Penunjang Supervisi Untuk Mendukung Operasional Rig Workover/Wellservise.

Peran Personil dilokasi Kerja

Untuk memastikan tugas masing-masing personil dalam mendukung kegiatan operasional project PT. Indonesia Suppliers Fortune menetapkan
peran, tugas, tanggung jawab, kewenangan dan akuntabilitas) sesuai dengan tugas masing-masing personil. Hal tersebut mencakup pada :

 Penerapan rencana HSE pada proyek yang dilakukan oleh masing-masing personil
 Keterlibatan secara langsung personil terhadap peran , tanggung jawab, kewenangan dan akuntabilitas pada aspek K3LL baik yang diberikan secara
langsung maupun secara kelompok kerja.
 Sebagai sarana komunikasi personil yang terlibat baik di internal PT. Indonesia Suppliers Fortune maupun pihak luar yang terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan.
 Tugas, peran, tanggung jawab, kewenangan dan akuntabilitas yang dibuat, ditetapkan harus dikomunikasikan dengan pihak-pihak yang terkait terutama
untuk personil PT. Indonesia Suppliers Fortune.
Organisasi Project Perbaikan Pagar Keliling di PPP Menggung Cepu Field.

No Nama Jabatan Tugas & Tanggung Jawab


1 ………………………………….. Project Manager Tugas & Kewajiban :

1. Mengadakan komunikasi dengan Team PERTAMINA EP Field 5 Tanjung


yang menangani Proyek.
2. Mengadakan komunikasi dengan Internal PT ISF Maupun Pengguna Jasa
yaitu PT Pertamina EP Field 5 Tanjung.
3. Mengawasi pemilihan personel yang sesuai dengan syarat pelaksanaan
pekerjaan yang sudah ditentukan oleh client yaitu PT. PERTAMINA EP Field
5 Tanjung
4. Membuat dan memberikan pengarahan mengenai Sistem Pelaksanaan
Pekerjaan yang efisien.
5. Mengatur dan mengawasi seluruh rencana pekerjaan dan perubahan –
perubahan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
6. Membagi dan memberi batas wewenang pekerjaan (Work Authorization,
Schedule & Budget) dari overall proyek di job site.
7. Mengontrol seluruh staff dan pekerja di lapangan.
8. Mengadakan pertemuan sesuai dengan kebutuhan client yaitu PT.
PERTAMINA EP Field 5 Tanjung.

Wewenang :

1. Menetapkan personel yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sesuai


dengan syarat yang ditentukan.
2. Mengganti dan menetapkan pengganti personil yang menangani proyek,
apabila personil tersebut tidak bisa melaksanakan tugas dan
kewajibannya.
3. Memutuskan hal – hal yang menyangkut dengan personil
(pengangkatan/pemberhentian dan gaji)
2 …………………………….. Cost Project Control Fungsi : Bertanggung jawab dalam pembuatan jadwal pekerja yang di sesuaikan dengan
kebutuhan pekerjaan Pekerjaan Jasa Penunjang Supervisi Untuk Mendukung
Operasional Rig Workover/Wellservise

Tugas & Kewajiban :

1. Membuat dan meng – update jadwal proyek.


2. Memantau dan membuat laporan bulanan kegiatan pekerjaan..
3. Mempersiapkan budget pelaksanaan dan cash flow anggaran.
4. Membuat kode kegiatan & anggaran, Register Cost & Commitment,
serta Register usulan perubahan lingkup kerja.
5. Membuat laporan evaluasi penggunaan budget proyek
6. Koordinasi dengan bagian keuangan untuk mempersiakan Project
Finansial Status Report
TENAGA PELAKSANA PEKERJAAN

3 ………………………………………. Senior Rig Superintendent dan Fungsi :


Rig superintendent
1. Sebagai koordinator WO/WS supervisor dan membantu WO/WS untuk
bertanggung jawab atas seluruh persiapan , pelaksanaan dan kelancaran
operasiwork over dsn wellservice sumur sesuai program.
2. Memberikan solusi pemecahan operasional rig dlapangan.
3. Bertanggung jawab dalam pengawasan dan pelaksanaan program kerja rig
secara bergilir/shiftdengan disesuaikan kebutuhan client.
4. Mengkoordinir aktifitas semua mitra kerjasama.
5. Melakukan program WO /WS den supervisi langsung proram pelaksanaan
teknis dilapangan operasional rig
6. Segera melapor ke WO/WS Assistant Manager apabila terjadi hambatan
operasional sumur.
7. Membauat laporan harian sumur yang di kerjakan.
8. Mencatat dan memonitor laporan aktifitas, Material yang digunakan, besarnya
biaya harian dan kumulatif biaya.
9. Memberikan solusi pemecahan masalah Workover dan supervisi pemecahan
masalah Operasi WO/WS rig dilapangan.
10. Membauat laporan akhir WO /WS rig setelah sumur dinyatakan selesai.
11. Melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab dengan memperhatikan dan
mengutamakan aspek HSE dan K3l di Lingkungan kerja baik terhadap diri sendiri
dan rekan kerja lainya.

Kompetensi Personil (Training)

PT. Indonesia Suppliers Fortune merencanakan, membuat, menetapkan dan melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk mendukung kompetensi
personil dalam menjalankan tugasnya. Program-program pelatihan yang terkait dengan aspek HSE tentunya sesuai dengan tugas yang dijalankan personil
tersebut dan akan dilakukan secara periodik. Pelatihan tersebut meliputi :

1. Induksi Setiap Pekerja Baik dari PT. Indonesia Suppliers Fortune yang masuk kedalam area pekerjaan wajib mendapatkan Induksi HSE yaitu pengenalan
/ informasi mengenai peraturan, lingkungan dan prosedur keselamatan kerja meliputi : Peratuan perundangan, Peraturan dasar HSE, Bahaya di Area
Kerja, Perijinan kerja ( PTW dll. ) maupun rencana tanggap darurat yang telah disiapkan
2. Pelatihan, First aid, Basic Fire, Kaji Risko, Observasi Bahaya (Basic Safety Training). sesuai kebutuhan
3. Prosedur perijinan kerja / PTW ( Dalam pelaksanaanya setiap pekerjaan wajib diketahui personel HSE yang bertugas, dan telah memenuhi persyaratan
perijinan yaitu JSA, Permit To Work dan Ijin dari pemilik Area kerja.)
Mba sifa, tolong diisi sesuai sertifikat yang
4. Pelatihan tambahan seperti bekerja di ketinggian, pinch point, kesiapsiagaan tanggap darurat, kepedulian lingkungan
dimiliki sesuaiakan
personel yang kebutuhan
dikirim ya.. saya
belum dapat datnya.

Daftar Kompetensi personel :

No Nama Jabatan Kompetensi

1 ………………………………….. Project Manager


2 …………………………….. Cost Project Control

3 ……………………………………. Senior Rig Superintendent

4 …………………………….. Rig Superintendent

Kepatuhan terhadap standar perundangan

Standar Keselamatan kerja yang berlaku di pekerjaan penyediaan jasa penunjang operasional supervise operasional wellservise ini mengikuti Standar
PT. Pertamina EP Field 5 Tanjung, dan Standar keselamatan dari PT. Indonesia Suppliers Fortune.

Komunikasi

PT. Indonesia Suppliers Fortune akan menunjukkan sistem komunikasi yang mudah dipahami oleh personil yang terlibat di dalam proyek. Dalam
komunikasi tersebut bisa kepada internal PT. Indonesia Suppliers Fortune dan atau pihak lain yang terlibat (PT. PERTAMINA EP Field 5 Tanjung).

Sistem Komunikasi ini harus dilakukan setiap waktu terutama yang menyangkut aspek risiko dan pengendalian . Sistem komunikasi ini mencakup :

 Meeting khusus yang dipersyaratkan (kick off meeteng, pre job meeting, management meeting, dll)
 Hand over ketika pergantian personil
 Pertemuan secara berkala (harian , mingguan, bulanan, dll)
 Pelaporan yang sistematis mengenai pelaksanaan pekerjaan maupun bidang K3LL secara rutin baik secara internal maupun kepada pihak pengguna
jasa sesuai aturan yang disepakati.
Seluruh pekerja pelaksana dari PT. Indonesia Suppliers Fortune harus berpartisipasi dalam rapat atau pertemuan yang diselenggarakan, hasil rapat
atau pertemuan yang menjadi perhatian harus dilakukan tindakan yang dianggap perlu, tindakan tutup temuan yang dilakukan harus diawasi dan dicatat
serta diinformasikan secara berkala.

Dokumentasi dan Pencatatan

Semua dokumen yang dibuat dan ditetapkan harus tercatat yang diperuntukkan identifikasi, penyimpanan, perlindungan, masa atau waktu dokumen,
pembuangan. Dokumen-dokumen tersebut dipergunakan dalam menjamin ketersediaan dokumen , keefektivitasan rencana, operasi, pengendalian proses
yang terkait dengan risiko proyek. Dokumen-dokumen tersebut harus disebarkan kepada pihak yang terkait dan dikendalikan. Catatan dan dokumentasi
harus mudah diidentifikasi dan mudah telusur.

Bekerja dengan Subkontraktor

Setiap Peraturan HSE / Keselamatan kerja PT. Indonesia Suppliers Fortune berlaku untuk semua personel baik dari bagian manajemen maupun pelaksana
tanpa terkecuali sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Serta wajib ditaati dan dilaksanakan sebagai bentuk implementasi komitmen PT. Indonesia
Suppliers Fortune dalam bidang HSE.

Manajemen Bahaya dan Dampak

Semua proses aktifitas di dalam operasi harus dilakukan identifikasi bahaya ( baik bahaya dari dalam operasi maupun dari luar operasi ) dan dilakukan analisa
atau kaji risiko terhadap bahaya-bahaya tersebut dan dilakukan langkah pengendalian terhadap risiko yang dapat berdampak pada operasional PT. Indonesia
Suppliers Fortune.
Metode Identifikasi, Kaji Resiko Bahaya dan Dampak

Sistem penilaian bahaya ( Risk Assesment ) dalam project ini menggunakan JSA sesuai dengan peraturan yang berlaku di PT. Indonesia Suppliers Fortune
dan PT. Pertamina EP Field 5 Tanjung. Prosedur yang dibuat dan ditetapkan harus dikomunikasikan . Prosedur ini akan dikomunikasikan dengan PT.
PERTAMINA EP Field 5 TanjungCepu dan dilakukan integrasi sistem identifikasi bahaya, kaji risiko dan penetapan langkah pengendalian atau mengacu
kepada standart yang telah ditetapkan oleh PT. Pertamina EP Field 5 Tanjung. Prosedur yang dibuat harus dikomunikasikan , diterapkan dan dipelihara .
Dan mekanisme proses pembuatan di lapangan disesuaikan dengan masing-masing pekerjaan dan harus mendapat persetujuan dari PT. Pertamina EP Field
5 Tanjung.

. Di dalam pengendalian bahaya harus mempertimbangkan Hirarki yang ditetapkan sebagai berikut :

1. Eliminasi
2. Substistusi
3. Pengendalian engineering
4. Sinyal / rambu dan atau pengendalian administratif
5. Alat pelindung diri

Matriks Risiko

Secara umum, PT. Indonesia Suppliers Fortune. melakukan penilaian risiko dengan menggunakan definisi risiko. Risiko adalah kejadian yang
disebabkan oleh adanya kemungkinan-kemungkingan dengan tingkat keparahan. Penilaian risiko ini harus dikomunikasikan dengan pihak PT. Pertamina EP
Field 5 Tanjung

Alat Pelindung Diri


Semua pekerjaan yang berinteraksi dengan sumber bahaya atau mengancam keselamatan personil di lingkungan kerja harus disediakan apalat
pelindung diri yang sesuai dengan jenis pekerjaannya dimana alat pelindung diri ini harus dirawat atau dipeliharan oleh masing-masing personil. Prosedur
yang mengantur alat pelindung diri yang mencakup penyediaan, penyimpanan, inspeksi, penggantian, cadangan Alat pelindung diri mengacu pada
prosedur internal PT. Indonesia Suppliers Fortune dan prosedur alat pelindung diri PT. Pertamina EP Field 5 Tanjung

Persyaratan minimum penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dilokasi sebagai berikut

 Perlindungan Kepala (Safety Helmet)


 Perlindungan Mata ( Safety Google)
 Seragam Kerja ( Coverall)
 Perlindungan Tangan ( Safety Gloves)
 Perlindungan Kaki
Dalam pelaksanaan pemakaian alat pelindung ini disesuaikan dengan ;

 Jenis Pekerjaan
 Lokasi kerja
 Risiko Pekerjaan
 Jenis Material yang ditangani
 Kenyaman penggunaan Alat Pelindung Diri.
Standar Alat Pelindung Diri (APD)

No Jenis Pekerjaan APD

1 RIG Operation 1. Safety Helmet ( Z 94-1 )


2. Kaca Mata ( Z 87.1 )
3. Perlindungan Telinga (Ear Plug/Muff)
4. Masker Debu ( Jika Diperlukan) ( ANSI Z88.2 (1969, Rev 1980 )
5. Cover All
6. Sarung Tangan Kain (Polkadot) Umum
7. Sarung Tangan Karet ( Jika Kontak Dengan Bahan B3)
8. Sarung Tangan Kulit untuk Rigging ( Untuk Pekerjaan Lifting).
9. Full Body Harness (Untuk Pekerjaan Diketinggian)
10. SCBA
11. Safety Shoes
4 Karyawan Office 1. Safety Helmet ( Z 94-1 )
2. Kaca Mata ( Z 87.1 )
3. Perlindungan Telinga (Ear Plug/Muff)
4. Masker Debu ( Jika Diperlukan) ( ANSI Z88.2 (1969, Rev 1980 )
5. Cover All
6. Sarung Tangan Kain (Polkadot) Umum.
7. Safety Shoes.

Sistim Ijin Kerja

Setiap pekerjaan yang berpotensi pada dampak Kesehatan, keselamatan kerja, dan lindung lingkungan serta kerusakan peralatan yang cukup serius harus
dikendalikan sedini mungkin (pengendalian secara administrasi) , dan harus mendapat ijin dari personil yang mendapat kewenangan baik dari internal PT. Indonesia
Suppliers Fortune, maupun dari PT. PERTAMINA EP field 5 Tanjung dan ditunjuk secara langsung oleh perusahaan ijin kerja yang diberikan akan berlaku 12 jam kerja
(mulai jam 06.00 pagi sampai dengan 18.00 petang) .

1. Pekerjaan yang dirasa mengancam keselamatan jiwa personil.


2. Pekerjaan pada tempat-tempat dan/atau menggunakan peralatan yang tidak aman.
3. Pekerjaan yang menggunakan material yang tidak dilengkapi dengan perijinan yang sesuai
4. Pekerjaan yang tidak dilengkapi dengan APD sesuai dengan jenis pekerjaan yang dimaksud.
IDENTIFIKASI & MITIGASI RESIKO

KEGIATAN PENYEDIAAN JASA PENDUKUNG OPERATIONAL WORK OVER /WELLSERVICE RIG DI PT. PERAMINA EPFIELD 5 TANJUNG

No Basic Job Steps Hazards Risk Assessment Risk Control

LL SV RR

PERSIAPAN

1. Pemilihan personel Personel pelaksana tidak memenuhi 3 5 15 1.a Pastikan sudah dilaksanakan pengetesan maupun validasi dokumen syarat calon
pelaksana ( Senior Rig syarat kemampuan yang disepakati pekerja sebelum menentukan personel pelaksana.
Superintendent dan (H)
rig superintendent ) 1.b Pastikan personel yang terpilih lulus cek kesehatan dan telah dinyatakan FIT dari
tim pemeriksa kesehatan sebelum diberangkatkan.

1. Perijinan • Pembuatan Perijinan yang 3 2 6 1.a. Lakukan briefing mengenai prosedur kerja, bahaya yang ada dan

- Ijin Kerja kurang benar dapat (M) pencegahannya serta scope pekerjaan yang akan dilakukan kepada pekerja

- Ijin Masuk Kilang menyebabkan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan ( Induction ).

- Ijin Masuk Miscomunication dan 1.b. Pekerjaan baru dapat dilakukan jika ijin kerja dari Pertamina telah divalidasi
Kendaraan
Menimbulkan oleh departemen terkait .
- Safety Tag
keterlambatan pekerjaan. 1.d. Supervisor harus memberi arahan tentang pekerjaan dengan jelas kepada
- Ijin Kerja Dingin &
para pekerja
Panas

PELAKSAAN PEKERJAAN

2. Koordinasi program Keslahan pelaksanaan program ( 3 3 9 1. Pastikan tenaga pelaksana telah berkonunikasi dengan pihak terkait sebelum
workover/ well kerugian material ) melasanakan program.
service rig 2. Pastikan perkerjaan hanya dilaksanakan jika telh diberikan ijin oleh pihak
berwenang dari client.
3. Laksanakan komunikasi aktif 2 arah dengan tenaga pengawas pelaksana dari
client
4. Dokumentasikan setiap kegiatan secara sistematis.

3. Pelaksanaan 1. alat kerja tidak layak 3 5 15 1.a Pastikan alat yang akan digunakan telah diperiksa pihak terkait dan telah
pekerjaan / 2. alat kerja rusak dan tidak mendapatkan tanda layak pakai.
operational mampu bekerja maksimal
workover/well service 3. Operator tidak mampu 2 .a. Pastikan dilaksnakan pre start checklist dan briefing sebelum alat
rig menguasai peralatan dioperasikan.
4. Rig Terguling / terbakar
b. Segera ganti peralatan yang rusak.
5. Personel cidera terkena
gerakan / aktifitas rig 2.a Pastikan hanya operator yang telah memiliki ijin yang boleh mengoperasikan
peralatan.

b. PAstikan telah memeriksa kondisi lingkungan rig, maupun posisi rig aman
sebelum operasional maupun selama operasional.

c. pastikan setiap personel yang memasuki area telah memahami baya yang ada.

d. Pastikan setiap pekerja menggunakan APD sesuai jenis pekerjaannya

PEKERJAAN SELESAI

1 Merapikan Peralatan • Material yang berantakan dapat 2 2 4 • Pastikan penempatan material tidak mengganggu akses lain
Pekerjaan
Mengganggu akses lain. (L) • Rapikan segala peralatan dan material sebelum dan setelah selesai bekerja

• Tersandung/Terpeleset

2 Clean up area • Sampah tercampur. 2 2 4 • Pilah pilah sampah sesuai jenisnya B3/Non B3

(L) • Membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan.

• Membersihkan lokasi pekerjaan setelah selesai bekerja.


Safety Hazard Identification/Risk Assessment

SEVERITY LIKELIHOOD

1 Negligible Tidak ada ada yag luka, sangat kecil pengaruh kekeuangan, performa kerja 1 Improbable Sangat jarang terjadi, tapi mungkin
tidak terpengaruh

2 Minor Cukup dengan P3K, Pengaruh di lapangan dapat langsung ditangani, 2 Unlikely Dapat terjadi kadang-kadang
berpengarug sedang dikeuangan,

3 Moderate Memerlukan perawatan medis, pengaruh dilapangan dapat diatasi dengan 3 Occasional Mungkin terjadi setiap waktu
pengawasan dari luar, kerugian keuangan tinggi

4 Major Luka yang serius, kemunduran waktu konstruksi, Pengaruh sampai luar 4 Probable Terjadi sangat sering
lapangan tanpa efek detrimental, kerugian keuangan sangat tinggi.

5 Catastrophic Kematian, pelepasan bahan berbahaya sampai luar lapangan dengan efek 5 Frequent Kejadian diperkirakan terjadi sangat rutin
detrimental, kerugian keuangan dalam jumlah yang sangat besar

RISK RANKING

Likelihood (LL) Severity (SV) Score

1.Improbable 2.Unlikely 3.Occasional 4.Probable 5.Frequent Risk Ranking (RR) : 1 – 5 Low (rendah)

1 Negligible 1 2 3 4 5 6 – 12 Medium (sedang)

2 Minor 2 4 6 8 10 13 – 25 High (tinggi)

3 Moderate 3 6 9 12 15

4 Major 4 8 12 16 20

5 Catastrophic 5 10 15 20 25
V. PERENCANAAN DAN PROSEDUR

Rencana dan Prosedur

Rencana penerapan Prosedur

PT. Indonesia Suppliers Fortune harus menetapkan , menerapkan dan memelihara prosedur yang dipergunakan untuk identifikasi bahaya , kaji risiko dan
penetapan langkah pengendalian dengan mencakup :

1. aktifitas rutin dan non rutin


2. Aktifitas semua personil yang memiliki akses ke tempat kerja (termasuk kontraktor dan pengunjung)
3. Perilaku pekerja, kapabilitas dan kompetensi.
4. Identifikasi bahaya yang berasal dari luar area kerja
5. Bahaya yang diciptakan oleh lingkungan kerja yang terkait dengan aktifitas kerja dan dalam kendali PT. Indonesia Suppliers Fortune
6. Infrastuktur peralatan dan material di lokasi kerja
7. Manajemen perubahan
8. Penggunaan peundangan atau persyaratan lain atau standar yang terkait dengan kaji risiko dan penerapan pengendalian
9. Desain area kerja, proses, instalasi, mesin atau peralatan, prosedur operasi dan organisasi kerja.
10. Fasilitas yang disediakan seperti transportasi dan tempat kerja
11. Persiapan yang dilakukan dalam mengidentifikasi bahaya termasuk penerapan harus dilakukan pengawasan (lini pengawas lapangan).

Sertifikasi Personil, Alat dan Pengendalian Operasi

1. Dalam pengendalian operasional yang dipersyaratkan, PT. Indonesia Suppliers Fortune harus menerapkan, mengawasi dan memelihara yang mencakup :
 Pengendalian operasi yang diterapkan pada organisasi dan aktivitasnya yang terintegrasi dengan pengendalian operasi yang secara keseluruhan yang
mencakup pada sistem manajemen HSE
 Pengendalian yang terkait pembiayaan material , peralatan dan pelayanan
 Pengendalian yang terkait dengan subkontraktor dan pengunjung di lokasi kerja
 Dokumentasi prosedur untuk menangani situasi jika ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi
Sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan personil yang didalamnya berkompeten serta alat yang dipergunakan layak yang berguna untuk mendukung
sistem operasi PT. Indonesia Suppliers Fortune dan PT. Pertamina EP 5 Tanjung. Semua proses sertifikasi ini harus tercatat, terdokumen dan
terpeliharan dengan baik. Sertifikasi baik yang menyangkut personil maupun peralatan.
Manajemen Perubahan

Untuk manajemen perubahan, PT. Indonesia Suppliers Fortune akan melakukan kaji risiko pada tiap unit operasinya yang terkait dengan perubahan
tersebut. Setiap perubahan yang berdampak pada aspek kesehatan, keselamatan dan lingkungan harus memperhitungkan tindakan-tindakan
pengendalian terhadap perbahan tersebut sesuai dengan aturan yang telah disepakati.
Pelaporan dan Investigasi Kejadian/Kecelakaan

PT. Indonesia Suppliers Fortune menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur akan melakukan investigasi setiap kejadian yang berdampak pada
kesehatan, keselamatan dan lindung lingkungan, dimana dalam kejadian tersebut ditimbulkan dari ketidaksesuaian. Dalam sistem laporan investigasi
mencakup :
 Pengendalian langkah-langkah yang dianggap perlu terhadap aspek K3LL
 Identifikasi terhadap kebutuhan langkah pengendalian dan pencegahan sebagai bentuk perbaikan secara berkesinambungan
 Mengkomunikasikan “lesson learn” sebagai hasil investigasi
 Semua hasil investigasi haris didokumentasikan dan dipelihara
Manajemen Keselamatan Transportasi

Semua sarana transportasi harus diatur yang bertujuan untuk mengendalikan bahaya-bahaya yang dapat terjadi selama proses transportasi
dilaksanakan. Prosedur yang dibuat, ditetapkan, diterapkan dan dipeliharan untuk memastikan keselamatan transportasi, dimana prosedur tersebut
mencakup :

 kompetensi pengemudi, penilaian terhadap pengemudi (fisik maupun psikis)


 Surat Izin Mengemudi
 persyaratan dan karakteristik area kerja
 Inspeksi kendaraan dan pengecekan sebelum dilakukan pengoperasian terhadap kendaraan

Kesiapsiagaan dan Tanggap darurat

Setiap kondisi atau situasi keadaan darurat harus dilakukan identifikasi , dilakukan pengendalian bahaya serta penanganan-penanganan yang dianggap perlu dengan
melibatkan personil yang telah ditetapkan.

Kesiapsiagaan tanggap darurat ini harus menyiapkan organisasi , peran, dan tanggung jawab serta nomor-nomor yang dapat dihubungi apabila terjadi keadaan
darurat. Prosedur yang dibuat harus diuji, dicoba dan dievaluasi mengenai keefektivitasan prosedur tersebut. Jika melibatkan pihak lain yang terkait, harus
dikomunikasikan dengan baik .

Acuan pelaksanaanya adalah mengikuti program K3ll PT. Pertamina EP 5 Tanjung.

1. Penanggulangan Keadaan Darurat Kecelakaan

Penanggulangan Keadaan Darurat Kecelakaan Kerja :

Dalam Penanggulangan keadaan darurat yang bersifat lokal akan diselsaikan di area kerja dengan mengikut prosedur penanganan korban keecelakaan PT.
Pertamina EP 5 Tanjung , namun jika memerlukan bantuan dari pihak Head office akan dilakukan penengangan sesuai dengan pertimbangan yang ada
dengan melibatkan fungsi manajemen PT. Indonesia Suppliers Fortune
2. Penanggulangan Keadaan Darurat Kebakaran :

Pada intinya prosedur pelaksanaan penanggulangan Keadaan Darurat kebakaran mengikuti prosedur yang ada di PT. Pertamina EP 5 Tanjung

3. Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Alam (Banjir, Gempa Bumi, dll) :

Penanggulangan Keadaan Barurat Bencana Alam, diatur dalam prosedur kesiapsiagaan dan tanggap darurat, yang tersedia didalam lokasi kerja yang ada
potensi-potensi bahaya kebakaran mengikuti prosedur yang ada di PT. Pertamina EP 5 Tanjung

4. Penanggulangan Keadaan Darurat Gangguan Masyarakat :

Dalam memastikan unit proses bisnisnya PT. Indonesia Suppliers Fortune juga melakukan tindakan antisipasi terhadap gangguan-gangguan yang mungkin
menghambat operasi pekerjaan, dalam mengantisipasi dan menyiapkan prosedur kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang mencakup penanganan masalah
gangguan masyarakat mengikuti prosedur yang ada di PT. Pertamina EP 5 Tanjung

Kompetensi Personel HSE

Nama Pekerja Kompetensi Pengalaman

Sulistio Adi Riantoko K3 Migas Pusdiklat Migas Cepu PT. Danapatimulia


HSE Coordinator FPS Project di PT. Pertamina EP
Asset 5 Tanjung
Basic Fire Fighting PT. GAKA KARYA E&C
HSE Coordinator RFCC Project di PT. Pertamina RU IV
Cilacap
Manajemen K3 Depnaker PT. DAEAH E&C
HSE Coordinator RFCC Project di PT. Pertamina RU IV
Cilacap
First Adi training PT. El Nusa Tbk.
HSE Coordinator IPAL Project di PT. Pertamina RU IV
Cilacap
BSS – HUET
VI. PENGUKURAN PELAKSANAAN, PENERAPAN DAN PENGAWASAN

. Indonesia Suppliers Fortune menetapkan terhadap pengukuran kinerja K3LL pada operasinya serta melakukan pengawasan terhadap penerapan K3LL
tersebut . Pelaksanaan K3LL yang diukur mencakup :

 Pengukuran Kualitatif dan kuantitatif


 Target yang ditetapkan (pengukuran proaktif dan pengukuran reaktif)
 Pengawasan terhadap keefektivitasan pengendalian
 Mencatat semua hasil pengawasan dan pengukuran untuk menghasilkan hasil perbaikan dan pencegahan sebagai bentuk perbaikan secara
berkesinambungan, hal ini akan dilakukan secara berkala.

VIII. AUDIT DAN TINJAUAN, INSPEKSI DAN EVALUASI KEPATUHAN

Inspeksi dan Audit K3LL

PT. Indonesia Suppliers Fortune dalam program pengawasan dan evaluasi kesesuaian akan melakukan inspeksi dan audit pada unit operasi . Prosedur yang
dibuat akan diterapkan dan dilakukan evaluasi kesesuaiannya, dimana prosedur ini akan mencakup :

 ruang lingkup inspeksi dan audit ,


 rencana inspeksi audit,
 frekwensi audit dan inspeksi,
 lokasi inspeksi dan audit,
 nama auditor
Hasil-hasil audit dan inspeksi ini akan dilaporkan kepada lini manajemen untuk mendapat tindakan –tindakan yang dianggap perlu.
Ketidak sesuaian, Perbaikan dan Tindakan Pencegahan

Setiap ketidaksesuaian yang berdampak pada aspek K3LL harus dilaporkan ke pihak lini manajemen terkait. Setiap hasil-hasil ketidaksesuaian
termasuk perbaikan dan langkah pencegahan harus tercatat .

Setiap kinerja yang direncanakan, ditetapkan, dilaksanakan harus dilakukan evaluasi terhadap ketidaksesuaian untuk memastikan kesesuaian
penerapan dalam langkah kerja sesuai dengan rencana kerja. Dan perlu diperatikan dalam sistem operasi harus sesuai dan patuh pada peraturan
perundangan dan persyaratan lain yang berlaku.
KONTRACTOR HSE PERFORMANCE INDICATOR
PT. Indonesia Suppliers Fortune

Penanggung Jawab Bobot


No Keterangan Target Realisasi Indicator Keterangan
dari kontraktor Target Realisasi

01 Jumlah Pekerja Project Direktur Kontraktor 5 orang Absensi kehadiran 5


02 Jumlah Total Jam Kerja Direktur Kontraktor 14600 jam Laporan Pekerjaan 5
Project kerja aman
Target HSE

03 Kecelakaan Fatal Direktur Kontraktor Nil Laporan insiden (HSE Performance ) 10


04 Kecelakaan Sedang & First Direktur Kontraktor Nil Laporan insiden (HSE Performance ) 10
Aid
05 Kebakaran Besar Direktur Kontraktor Nil Laporan insiden (HSE Performance ) 10
06 Kebakaran sedang & kecil Direktur Kontraktor Nil. Laporan insiden (HSE Performance ) 10
Program HSE

08 Pelaksanaan Tools Box Safety Representative Setiap Pagi Laporan Safety talk (absensi) 5
Meeting
09 Pelaksanaan Training Direktur Kontraktor 1x( Laporan Pelaksanaan Training 5
Project)
10 Pelaksanaan Inspeksi HSE Direktur Kontraktor Setiap Hasil inspeksi 10
Bersama minggu 1x
11 Kepatuhan pemakaian APD Direktur Kontraktor 95 % Hasil Inspeksi & laporan Work In 10
progress
12 Laporan Mingguan Aspek HSE Officer / Setiap Laporan Mingguan HSE Kontraktor 5
HSE Safetyman minggu
13 Kepatuhan terhadap Direktur Kontraktor 100 % Hasil Inspeksi dan laporan Work In 5
Progress
Rekomendasi JSA
14 Tindak Lanjut Rekomendasi Direktur Kontraktor 90 % Laporan Hasil Tindak Lanjut & Visual 5
Hasil Inspeksi Bersama & Rek
KK dari Pengawas Pekerjaan
15 Pelaksanaan Unjuk kerja Project Manager Setiap hari Laporan Mingguan HOC 5
karyawan

TANJUNG, TABALONG, ……………………………………

Ditetapkan oleh : Disetujui Oleh :

Project Manager HSE PERTAMINA EP ASSET 5 TANJUNG

PT. Indonesia Suppliers Fortune

Legiman ……………………………………………………………..