Anda di halaman 1dari 10

Nama : Nikita Nur Fitriana

NPM : 2015200105

Uraian PP PKB
Definisi Peraturan perusahaan Dalam Permenaker
adalah peraturan yang tersebut, pengertian
dibuat secara tertulis oleh Perjanjian Kerja
pengusaha yang Bersama (PKB)
memuatketentuan tentang adalah adalah perjanjian
syarat kerja serta tata yang merupakan hasil
tertib perusahaan. perundingan antara serikat
Peraturan Perusahaan pekerja/serikat buruh atau
dibuat untuk menjadi beberapa serikat
pegangan bagi Perusahaan pekerja/serikat buruh yang
maupun karyawan yang tercatat pada instansi yang
berisikan tentang hak-hak bertanggung jawab di
dan kewajiban masing- bidang ketenagakerjaan
masing pihak dengan dengan pengusaha, atau
tujuan memelihara beberapa pengusaha atau
hubungan kerja yang baik perkumpulan pengusaha
dan harmonis antara yang memuat syarat-syarat
pengusaha dan karyawan, kerja, hak dan kewajiban
dalam usaha bersama kedua belah pihak. (Pasal
meningkatkan 1 ayat (1))
kesejahteraan karyawan
dan kelansungan usaha
perusahaan.
Syarat Penyusunan Minimal harus Perundingan PKB harus
memupunyai 10 orang didasari itikad baik dan
buruh/pekerja (Pasal 2 kemauan bebas kedua
ayat (1)) belah pihak (Pasal 14 ayat
(2))
Cara Penyusunan Pengusaha harus PKB dirundingkan oleh
menyampaikan naskah serikat pekerja/serikat
rancangan PP kepada buruh atau beberapa
wakil pekerja/buruh serikat pekerja/serikat
dan/atau serikat buruh yang telah tercatat
pekerja/serikat buruh pada instansi yang
untuk mendapatkan saran menyelenggarakan urusan
dan pertimbangan. Saran di bidang ketenagakerjaan
dan pertimbangan dari dengan pengusaha atau
wakil pekerja/buruh beberapa pengusaha.
dan/atau serikat (Pasal 14 ayat (1))
pekerja/serikat buruh Perundingan pembuatan
terhadap naskah PKB dimulai dengan
rancangan PP harus sudah menyepakati tata tertib
diterima oleh pengusaha perundingan yang
dalam waktu 7 hari kerja sekurang-kurangnya
sejak tanggal diterimanya memuat:
naskah rancangan PP oleh a. tujuan pembuatan tata
wakil pekerja/buruh tertib
dan/atau serikat b. susunan tim perunding;
pekerja/serikat buruh. c.lamanya masa
Pengusaha wajib perundingan
memperhatikan saran dan d. materi perundingan
pertimbangan wakil e. tempat perundingan
pekerja/buruh dan/atau f. tata cara perundingan
serikat pekerja/serikat g. cara penyelesaian
buruh tersebut. (4) apabila terjadi kebuntuan
Apabila dalam waktu 7 perundingan
(hari kerja) wakil h. sahnya perundingan
pekerja/buruh dan/atau i. biaya perundingan.
serikat pekerja/serikat (Pasal 21)
buruh tidak memberikan
saran dan pertimbangan,
maka pengusaha dapat
mengajukan pengesahan
PP disertai bukti berupa
surat permintaan saran dan
pertimbangan dari
pengusaha kepada
pekerja/buruh dan/atau
serikat pekerja/serikat
buruh. (Pasal 6)
Tahapan Penyusunan Peraturan perusahaan 1. Pengajuan Perundingan
dalam waktu paling lama Pengajuan perundingan
30 (tiga puluh) hari kerja PKB, lazimnya datang
sejak naskah peraturan dari pihak serikat
perusahaan diterima harus pekerja/serikat buruh. Jika
sudah mendapat ada pengajuan
pengesahan oleh Menteri perundingan PKB dari
atau pejabat yang serikat pekerja/serikat
ditunjuk. Apabila buruh, maka perushaan
peraturan perusahaan telah wajib untuk menanggapi
memenuhi ketentuan pengajuan tersebut.
dalam Pasal 111 ayat (1) Pengajuan dimaksud
dan (2) UU biasanya diberikan secara
Ketenagakerjaan, tetapi tertulis.
dalam jangka waktu 30 Setelah tanggapan
(tiga puluh) hari kerja diberikan oleh perusahaan,
belum mendapatkan maka hal selanjutnya yang
pengesahan dari Menteri harus dilakukan adalah
atau Pejabat yang perusahaan melakukan
ditunjuk, maka peraturan verifikasi keanggotaan
perusahaan dianggap telah serikat pekerja/serikat
mendapatkan pengesahan. buruh.Verifikasi bertujuan
Namun, apabila peraturan untuk memastikan
perusahaan belum keanggotaan serikat
memenuhi persyaratan pekerja/serikat buruh telah
dalam Pasal 111 ayat (1) memenuhi ketentuan
dan (2) UU untuk ikut serta dalam
Ketenagakerjaan, maka perundingan. Verifikasi
Menteri atau pejabat yang sebaiknya dilakukan
ditunjuk harus dengan melakukan
memberitahukan secara pengecekan kartu tanda
tertulis kepada pengusaha anggota serikat
mengenai perbaikan pekerja/serikat buruh.
peraturan perusahaan. Dan
dalam waktu paling lama 2. Menyepakati Tata
14 (empat belas) hari kerja Tertib Perundingan
sejak tanggal Agar perundingan berjalan
pemberitahuan diterima dengan lancar maka perlu
oleh pengusaha, adanya suatu aturan yang
pengusaha wajib juga menjadi acuan jika
menyampaikan kembali pada perundingan terjadi
peraturan perusahaan yang deadlock. Aturan ini
telah diperbaiki tersebut dituangkan dalam Tata
kepada Menteri atau Tertib Perundingan.
pejabat yang ditunjuk. Tata Tertib Perundingan
yang sekurang -
kurangnya memuat :

Tujuan pembuatan tata


tertib;
Susunan tim perundingan;
Lamanya masa
perundingan;
Materi perundingan;
Tempat perundingan;
Tata cara perundingan;
Cara penyelesaian apabila
terjadi kebuntuan
perundingan;
Sahnya perundingan;
Biaya perundingan .
Biaya perundingan
pembuatan perjanjian
kerja bersama biasanya
menjadi beban pengusaha,
kecuali disepakati lain
oleh kedua belah pihak.
Tata Tertib Perundingan
sangat penting ditetapkan
karena hal ini menyangkut
:
Masalah hak dan
kewajiban tim
perundingan masing –
masing pihak (khususnya
mengenai dispensasi bagi
tim perunding dari pihak
serikat pekerja)
Masalah legalitas tim
perunding dari masing –
masing pihak (khususnya
menyangkut keabsahan
status selaku tim
perunding serta
kewenangannya untuk
mengambil keputusan)
Masalah kewenangan
tentang siapa pembuat
keputusan (decision
maker) dari masing –
masing tim perunding
Masalah tata cara
pengesahan materi
perundingan
Jadwal/waktu perundingan
Fasilitas bagi tim
perunding selama
perundingan berjalan.
3. Perundingan

Memasuki tahap
perundingan selama
perundingan berjalan para
pihak harus patuh pada
tata tertib perundingan
yang telah disepakati
sebelumnya. Selain itu
para pihak juga harus
memahami tata cara dalam
perundinan.
Adapun Tata Cara
Perundingan antara lain :

Baik tim perunding dari


serikat pekerja maupun
tim perunding dari
perusahaan harus
menetapkan seorang juru
bicara
Juru bicara dalam tim
perundingan tidak harus
ketua tim perundingan
akan tetapi orang yang
benar – benar dianggap
mampu/menguasai etika
perundingan
Setiap materi/konsep PKB
yang akan dibahas harus
disampaikan oleh juru
bicara tim perundingan
Setiap materi/konsep yang
akan dibahas selanjutnya
dicatat dalam risalah
perundingan yang
dilakukan oleh notulis
Materi/konsep PKB yang
telah dibahas selanjutnya
dicatat dalam risalah
perundingan yang
dilakukan oleh notulis
Materi/konsep PKB yang
belum disepakati dapat
dipending/tunda untuk
selanjutnya dibahas
kembali setelah seluruh
konsep PKB selesai
dirundingkan
Dalam hal ternyata ada
materi/konsep yang tidak
dapat disepakati maka
dapat melaporkan kepada
instansi yang bertanggung
jawab dibidang
ketenagakerjaan, antara
lain :
Instansi yang bertanggung
jawab dibidang
ketenagakerjan di
Kabupaten/Kota apabila
lingkup berlakunya
perjanjian kerja bersama
hanya mencakup satu
Kabupaten/Kota;
Instansi yang bertanggung
jawab dibidang
ketenagakerjan di
Provinsi, apabila lingkup
berlakunya perjanjian
kerja bersama lebih dari
satu Kabupaten/Kota di
satu Provinsi;
Ditjen Pembina Hubungan
Industrial pada
Departemen Tenaga Kerja
dan Transmigrasi apabila
lingkup berlakunya
perjanjian kerja bersama
lebih dari satu provinsi.

Setelah seluruh isi konsep


PKB dirundingkan dan
disepakati maka isi konsep
PKB tersebut disalin
kembali berdasarkan yang
telah disepakati untuk
selanjutnya dilakukan
penanda tanganan secara
keseluruhan oleh kedua
belah
pihak. Penandatangan
PKB oleh serikat
pekerja/buruh dilakukan
oleh Ketua dan Sekretaris
pengurus serikat
pekerja/buruh dan dari
pihak perusahaan
dilakukan oleh Presiden
direktur/Direktur utama
perusahaan
tersebut. Setelah
perjanjian kerja bersama
disepakati dan
ditandatangani oleh
pengusaha dan wakil
pekerja dalam hal ini oleh
pengurus serikat pekerja
(minimal ketua dan
sekretaris) maka
selanjutnya didaftarkan
pada instansi pada instansi
yang bertangung jawab
dibidang ketenagakerjaan
dengan maksud :
Setelah seluruh isi konsep
PKB dirundingkan dan
disepakati maka isi konsep
PKB tersebut disalin
kembali berdasarkan yang
telah disepakati untuk
selanjutnya dilakukan
penanda tanganan secara
keseluruhan oleh kedua
belah
pihak. Penandatangan
PKB oleh serikat
pekerja/buruh dilakukan
oleh Ketua dan Sekretaris
pengurus serikat
pekerja/buruh dan dari
pihak perusahaan
dilakukan oleh Presiden
direktur/Direktur utama
perusahaan
tersebut. Setelah
perjanjian kerja bersama
disepakati dan
ditandatangani oleh
pengusaha dan wakil
pekerja dalam hal ini oleh
pengurus serikat pekerja
(minimal ketua dan
sekretaris) maka
selanjutnya didaftarkan
pada instansi pada instansi
yang bertangung jawab
dibidang ketenagakerjaan
dengan maksud sebagai
alat monitoring dan
evaluasi pengaturan syarat
– syarat kerja yang
dilaksanakan di
perusahaan dan sebagai
rujukan utama jika terjadi
perselisihan pelaksanaan
Perjanjian Kerja Bersama.
(Bab III)

Materi Muatan Peraturan perusahaan PKB sekurang-kurangnya


sekurang-kurangnya harus memuat:
memuat: nama, tempat kedudukan
serta alamat serikat
1. hak dan kewajiban pekerja/serikat buruh,
pengusaha; nama, tempat kedudukan
2. hak dan kewajiban serta alamat perusahaan,
pekerja/buruh; nomor serta tanggal
3. syarat kerja; pencatatan serikat
4. tata tertib pekerja/serikat buruh pada
perusahaan; dan SKPD bidang
5. jangka waktu ketenagakerjaan
berlakunya kabupaten/kota, hak dan
peraturan kewajiban pengusaha, hak
perusahaan. dan kewajiban serikat
pekerja/serikat buruh serta
pekerja/buruh, jangka
waktu dan tanggal mulai
berlakunya PKB, tanda
tangan para pihak pembuat
PKB. (Pasal 21)
Cara Pengusaha harus Pengusaha mendaftarkan
Pengesahan/Pendaftaranmengajukan permohonan PKB kepada instansi yang
pengesahan PP kepada menyelenggarakan urusan
Pejabat yang berwenang pemerintahan di bidang
yang dilengkapi oleh: ketenagakerjaan serta
a. naskah PP yang telah melampirkan naskah PKB
ditandatangani oleh yang telah ditandatangani
pengusaha oleh pengusaha dan serikat
b. bukti telah dimintakan pekerja/serikat buruh
saran dan pertimbangan diatas meterai cukup.
dari serikat pekerja/serikat (Pasal 30)
buruh dan/atau wakil
pekerja/buruh apabila di
perusahaan tidak ada
serikat pekerja/serikat
buruh. (Pasal 8)
Cara Perubahan Perubahan
Perubahan/Pembaharuan Dalam hal perusahaan Apabila pekerja dan
akan mengadakan pengusaha akan
perubahan isi PP dalam melakukan perubahan
tenggang waktu masa PKB yang sedang berlaku,
berlakunya PP, maka maka perubahan tersebut
dalam hal perubahan harus berdasarkan
tersebut menjadi lebih kesepakatan para pihak
rendah dari PP (Pasal 27 ayat (1))
sebelumnya, sepanjang Pengusaha dan serikat
tidak bertentangan dengan pekerja/serikat buruh
peraturan perundang- wajib memberitahukan isi
undangan, dan harus PKB atau perubahannya
disepakati oleh serikat kepada seluruh
pekerja/serikat buruh pekerja/buruh. (Pasal 32)
dan/atau wakil
pekerja/buruh itu sendiri.
Perubahan tersebut harus
mendapat pengesahan
kembali dari pejabat yang
berwenang. Apabila
perubahan PP tidak
mendapat pengesahan oleh
pejabat yang berwenang
maka perubahan dianggap
tidak ada. Permohonan
perubahan PP tercantum
dalam Lampiran IV
Peraturan Menteri ini.
(Pasal 12)

Pembaharuan
Pengajukan pembaharuan
PP paling lama 30 hari
kerja sebelum berakhir
masa berlakunya PP.
Pengajuan pengesahan
pembaharuas harus
memenuhi persyaratan
sesuai ketentuan dalam
Pasal 8 ayat (2) yaitu :
a. naskah PP yang
telah
ditandatangani
oleh pengusaha
b. bukti telah
dimintakan saran
dan pertimbangan
dari serikat
pekerja/serikat
buruh dan/atau
wakil
pekerja/buruh
apabila di
perusahaan tidak
ada serikat
pekerja/serikat
buruh.
Pembaharuan PP
memperhatikan saran dan
pertimbangan wakil
pekerja/buruh. (Pasal 13)