Anda di halaman 1dari 9

Daftar Isi   Kategori   Kirim Artikel

Home // Kelistrikan Mesin
KATEGORI
11 Komponen Motor Starter +
Gambar dan Fungsinya Materi Otomotif
 Amrie Muchta   10/20/2017   Kelistrikan Mesin

Komponen motor starter – Sistem starter adalah suati sistem
Perawatan Mobil
permulaan untuk mempermudah proses penghidupan engine.
Prinsip kerja motor starter adalah dengan memutar poros engkol Perawatan Motor
mesin melalui flywheel menggunakan rangkaian motor listrik.
Hasilnya engkol berputar dan siklus kerja mesin dapat terpicu
REKOMENDASI
untuk bekerja berkesinambungan.

6 Cara Mudah
Berkat adanya motor starter, maka proses penyalaan mesin Menghidupkan Motor Injeksi
mobil menjadi lebih mudah dan cepat. Cukup memutar kunci Yang Mogok
kontak atau menekan tombol start mesin otomatis menyala. Ini
berbeda dengan sepeda motor yang memiliki kapasitas mesin 9 Penyebab Motor Keluar
Asap Putih + Cara Ampuh
kecil, meski tidak ada sistem starter tetap mudah dihidupkan
Mengatasinya
melalui kick starter. Sementara mesin mobil yang berkapasitas
diatas 1000 cc akan sulit tanpa adanya starting system.
Motor Brebet di Putaran
Atas, Cek 6 Penyebab Ini (+
Untuk pembahasan kali ini, akan kita bedah seperti apa bentuk Solusinya)
motor starter sampai kedalam­dalammnya. Untuk mempelajari
cara kerja motor starter, bisa anda simak pada artikel 4 Gejala Kiprok Motor Rusak
sebelumnya mengenai cara kerja motor starter beserta + Cara Ampuh
Memperbaikinya
rangkaian.

9 Syarat Menjadi Driver
Sebelumnya, motor starter sendiri memiliki 3 macam. Jenis jenis GoJek (Ternyata Mudah)
motor starter yang dimaksud adalah ; 
4 Penyakit Langganan Mio J
+ Cara Ampuh
Tipe Planetary
Mengatasinya
Tipe Reduksi
Tipe Konvensional
Anda bisa membaca selengkapnya diartikel berikut ; Jenis­jenis
motor starter beserta cara kerjanya. Di artikel ini kita akan lebih
spesifik ke komponen motor starter tipe konvensional.
Komponen Komponen Pada Motor
Starter

img by jcrsupplies.co.uk

1. Solenoid starter

Komponen pertama bisa anda lihat pada bagian yang berbentuk
seperti tabug diatas motor utama. Komponen ini diberi nama
solenodi starter karena berisi dua buah solenoid. Fungsi utama
Solenoid starter adalah sebagai penggerak drive pinnion dan
pemberi tegangan pada motor utama.

Ada dua buah solenoid pada komponen ini yakni ;
Pull in coil, komponen ini berfungsi mendorong plunger
untuk menggerakan drive pinion.
Hold in coil, merupakan komponen serupa yang terletak
didepan pull in coil. Fungsinya untuk menahan
pergerakan pull in coil dan menghubungkan arus baterai
ke motor utama.
Bentuk dari solenoid ini seperti coil, dimana sebuah inti besi
diletakan ditengah lilitan tembaga. Namun lilitan ini memiliki
jumlah yang besar dan dimensinya juga besar sehingga mampu
menggerakan plunger dengan kuat dan cepat.

2. Solenoid plunger

Plunger ini terletak pada ujung pull in coil. Fungsinya hanya satu
yakni menghubungkan pergerakan pull in coil ke drive lever.
Dengan kata lain komponen ini hanya berfungsi sebagai batang
penghubung. Meski demikian, bahan plunger ini juga kuat
karena akan menghubungkan daya tarik pull in coil yang begitu
kua.

3. Solenoid caps

Tutup solenoid adalah rangkaian penutup solenoid starter yang
terletak dibagian depan starter. Bukan hanya sebagai penutup,
tapi komponen ini juga dijadikan sebagai media penghubung
antara arus dari sistem ke aktuator starter. Terbilang ada 3 buah
terminal pada motor starter yakni
Terminal 50, merupakan terminal yang terhubung dengan
rangkaian starter dari kunci kontak. Melalui terminal ini
motor starter mendapat perintah untuk aktif atau tidak.
Saat terminal 50 mendapat arus maka solenoid akan
bekerja dan starter akan bereaksi.
Terminal 30, terminal yang langsung mendapatkan arus
listrik dari baterai. Dengan kata lain arus listrik selalu
tersedia pada terminal ini saat motor mati atau hidup.
Terminal C, terminal yang digunakan untuk menyalurkan
arus utama dari solenoid ke motor starter agar dapat
berputar. Terminal ini akan mnghubungkan arus dari
terminal 30 ketika 50 mendapatkan arus.

4. Field Coil

Kita lanjut kebagian dalam motor starter, disini ada banyak
komponen yang bisa anda temukan. Pertama anda bisa
menemukan field coil. Apa itu field coil ? field coil adalah
serangkaian magnetic coil yang digunakan untuk
membangkitkan kemagnetan disekitar rotor coil. Sesuai prinsip
kerja motor listrik yang mengharuskan adanya medan magnet
disekitar rotor, komponen ini akan menyediakannya.

Advertisement  

Tapi field coil tidak bersifat permanent magnet, field coil hanya
akan menghasilkan magnet apabila ada input arus dari terminal
50. Proses ini biasa kita sebut sebagai proses induksi
elektromagnetik. Pada field coil sendiri terdiri dari beberapa
bagian seperti
Yoke, merupakan housing tempat coil berada. Dalam hal
ini kumparan terletak didalam yoke.
Pole core, merupakan inti besi pipih yang dijadikan
tempat melilitnya tembaga agar menjadi kumparan.
Kumparan, ini terbuat dari kumparan tembaga biasa yang
dilillit dengan arah tertentu disekitar pole core, didalam
yoke ada sekitar 4 hingga 6 unit pole core yang saling
berhubungan untuk mendapatkan kemagnetan besar.
5. Armature coil

Komponen selanjutnya, pada motor listrik biasa disebut sebagai
rotor coil atau kumparan yang terletak disekitar poros motor.
Fungsi utama dari armature coil ini juga sebagai pembangkit
medan magnet yang akan direaksikan dengan kemagnetan field
coil untuk terjadinya pergerakan.

Bentuk armature coil seperti rotor pada umumnya yang dililiti
oleh tembaga, perbedaannya pada armature ini memiliki jumlah
lilitan yang banyak serta diameter tembaga yang melillitnya juga
tergolong besar, sehingga diameter coil ini juga lebih besar.

6. Commutators

img by groschoop.com

Komponen selanjutnya, terletak dibagian depan armature coil,
bentuknya seperti plat tembaga yang saling tersegmentasi.
Fungsi commutator adalah sebagai penghubung antara arus
listrik dari brush menuju kumparan armature. Bentuk
commutator yang tersegmentasi mencegah adanya hubunngan
singkat arus listrik karena dalam proses kerjanya commutator
akan terhubung dengan arus positif dan negatif secara
langsung.

7. Drive lever/Actuator shaft

Kita kembali kebagian dalam solenoid, disini ada komponen
yang berbentuk garpu yang berfungsi untuk menggerakan pinion
gear. Drive lever bekerja dengan prinsip tuas, yang akan
mengungkit pinion gear ketika ujung lainnya terdorong kearah
berlawanan. Siapa yang mendorong ? ini adalah fungsi dari pull
in coil melalui plunger. Sementara ujung lainnya akan membuat
pinion gear terdorong keluar dan terhubung dengan gigi
flywheel.

8. Brushes

Komponen berikutnya terletak dibagian main motor. Disini ada
rangkaian sikat yang dipakai untuk mengubungkan arus listrik
dari static conductor ke dynamic conductor. Maksudnya, brush
ini akan mengirimkan arus listrik dari terminal 50 ke armature
coil yang bergerak berputar melalui commutator.

Pada sebuah motor starter, biasanya ada sekitar 4 atau lebih
sikat dengan dua sebagai sikat positif dan dua lainya sebagai
sikat negatif. Bahan sikat ini juga terbuat dari tembaga namun
lebih lunak, untuk menjaga agar commutator tidak mengalami
keausan. Tapi, impactnya brush menjadi lebih cepat aus. Jika ini
terjadi maka starter akan sulit dihidupkan.

9. Drive Pinnion Clutch

Komponen selanjutnya, akan kita temui kopling starter yang
berfungsi dalam pemutusan dan penghubungan putaran dari
starter ke flywheel. Mengapa perlu diputus ? ini karena motor
stater tidak mungkin terus berputar ketika mesin sudah hidup.
Sehingga pada kondisi normal, starter akan terhubung dan saat
sistem starter dinyalakan putaran starter akan terhubung
dengan flywheel.

Cara kerja kopling ini yakni dengan memanfaatkan slide gear
dengan model miring. ini karena ada komponen overlap clutch
yang terletak pada ujung drive pinion. Saat sistem starter
dinyalakan maka drive lever akan mendorong kopling ini, tapi
dengan slide gear miring maka drive pinion akan bergerak
keluar sambil berputar melebihi putaran starter.

Ini ditujukan agar pinion bisa berkaitan dengan cepat dan
sempurna dengan roda gigi flywheel. Pada tipe strater reduksi,
komponen kopling ini mendapatkan tambahan part yang
dijadikan sebagai roda gigi pereduksi putaran, tujuannya agar
moment pada pinnion gear menjadi semakin besar.

10. Drive pinnion gear

Komponen selanjutnya berbentuk seperti roda gigi pada
umumnya yang terletak diujung drive pinion shaft. Fungsi
pinnion gear ini adalah untuk menghubungkan putaran yang
dihasilkan motor listrik ke poros engkol mesin melalui flywheel.
Diameter pinnion cukup kecil dibandingkan dengan flywheel
sehingga akan menambah perbandingan gigi yang membuat
sistem starter sanggup memutar poros engkol mesin.

11. Motor housing
 

Part terakhir adalah housing, yang memiliki fungsi sebagai
rumah pelindung dan sebagai tempat meletakan berbagai
komponen starter. Housing ini terbuat dari logam yang terdiri
dari main housing yang berbentuk tabung, pinion housing
sebagai pelindung roda gigi pinion dan hosung cap didepan
main housing sebagai penutup rangkaian starter.

Rangkaian Sistem Motor Starter

img by prestolite.com

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai komponen motor
starter beserta gambar dan fungsinya pada mobil dan sepeda
motor. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat
bagi kita semua.

  

Artikel Terkait:

Cara Kerja Regulator pada Sistem Pengisian
Konvensional

Daftar 19 Sensor Pada Mesin Mobil + Fungsi +
Penjelasannya

Idle Speed Control (ISC) ­ Pengertian, Fungsi dan
Cara Kerja

5 Komponen Sistem Pengisian Sepeda Motor +
Fungsinya

Cara Kerja Sistem Starter Pada Mobil dan Motor

Sistem Pengisian Sepeda Motor (Pengertian +
Diagram + Cara Kerja)

Buka Komentar

Disclaimer   Tentang   Sitemap   Kontak   TOS   Privasi

© 2018 AutoExpose