Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

ATMOSFER DAN HIDROSFER

Dosen Pengampu: 1. Prof. Dr. Supriyadi

2. Nila Prasetya Aryani, S.Pd., M.Si.

Anggota Kelompok: 1. Fitriyah (4201414076)

2. Maslahatul Ummah (4201414079)

3. Meiseti Awan (4201414070)

4. Nurul Lailatis Sa’adah (4201414063)

5. Tsalis Fauzyah (4201414047)

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2016
A. Atmosfer

Atamosfer terdiri dari kata atmos yang berarti uap dan sphaira yang berarti bola.
Atmosfer adalah bulatan udara yang membungkus bola bumi. Atmosfer termasuk bagian
bumi. Karena pengaruh gaya berat, maka atmosfer berputar atau berotasi bersama-sama bumi
setiap saat dan bersama-sama mengelilingi matahari. Tebal atmosfer mencapai kurang lebih
1000 km. Semakin tinggi lapisan udara, tekanannya semakin rendah.

1. Sifat-Sifat Atmosfer

Atmosfer mempunyai sifat-sifaat sebagai berikut:

a. Merupakan selimat gas tebal yang secara menyeluruh menutupi bumi sampai ketinggian
560 km dari permukaan bumi.

b. Atmosfer bumi tidak mempunyai batas mendadak, tetapi menipis lambat laun dengan
menambahnya ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dengan luar angkasa.

c. Tidak berwarna, tidak berbau, tidak dapat dirasakan, tidak dapat diraba (kecuali bergerak
sebagai angina).

d. Mudah bergerak, dapat ditekan, dapat berkembang (dinamis dan elastis).

e. Mempunyai berat (56 x 1014 ton) dan dapat memberikan tekanan. 99 % dari beratnya
berada sampai ketinggian 30 km, dan separuhnya berada di bawah 6.000 m.

f. Memberikan tahanan jika suatu benda melewatinya berupa panas akibat pergesekan.
Sangat penting untuk kehidupan dan sebagai media untuk proses cuaca. Sebagai selimut
yang melindungi bumi terhadap tenaga penuh dari matahari pada waktu siang,
menghalangi hilangnya panas pada waktu malam. Tanpa atmosfer suhu bumi pada siang
hari dapat mencapai 93,30C dan pada malam hari dapat mencapai -148,90C.

2. Komposisi Atmosfer

Atmosfer mengandung campuran gas-gas yang lebuh dikenal dengan nama udara
dan menutupi seluruh permukaan bumi. Campuran gas-gas ini menyatakan komposisi dari
atmosfer bumi. Bagian bawah dari atmosfer bumi dibatasi oleh daratan, samudera, sungai,
danau, es, dan permukaan salju. Gas pembentuk atmosfer disebut udara. Udara adalah
campuran berbagai unsur dan senyawa kimia sehingga udara menjadi beragam.
Keberagaman terjadi biasanya karena kandungan uap air dan susunan masing-masing
bagian dari sisia udara (disebut udara kering). Atmosfer bumi terdiri atas nitrogen (78,17%)
dan oksigen (20,97%), dengan sedikit argon (0,93%), dan gas lainnya.

Tabel gas-gas penyusun atmosfer bumi.

Nama Gas Simbol Kimia Volume (%)


Nitrogen N2 78,08
Oksigen O2 20,95
Argon Ar 0,93
Karbondioksida CO2 0,034
Neon Ne 0,0018
Helium He 0,0052
Ozon O3 0,0006
Hidrogen H 0,00005
Kripton Kr 0,00011
Metana CH4 0,00015
Xenon Xe Sangat Kecil

3. Lapisan Atmofer
a. Lapisan Troposfer
Lapisan yang berada pada jarak 0 sampai dengan 12 km dari muka bumi ini merupakan
lapisan yang paling dasar dan dekat dengan bumi. Maka lapisan ini yang paling
menjaga dan menstabilkan keadaan bumi.
b. Lapisan Stratosfer
Lapisan yang berada di atas sub lapisan tropopause, troposfer. Jaraknya dengan lapisan
permukaan bumi sekitar di atas 12 km sampai dengan 60 km. pada bagian inilah yang
terkenal dengan lapisan ozon. Kasus lubang ozon akibat ulah global warming memang
meresahkan seluruh makhluk hidup.
c. Lapisan Mesosfer
Lapisan atmosfer yang berada tepat di atas lapisan stratosfer. Disebut lapisan mesosfer
yang berada pada ketinggian 60 sampai 80 km di atas permukaan bumi.
d. Lapisan Termosfer
Lapisan termosfer berada di atas lapisan mesosfer. Letaknya sekitar 80 sampai 100 km
dari permukaan bumi. Dari sinilah terbentuk aurora yang indah tersebut.
e. Lapisan Ionosfer
Merupakan lapisan yang berjarak dari permukaan bumi sekitar 100 sampai 800 km.
pada lapisan inilah semua atom dan molekul udara yang ada mengalami proses
ionisasi. Itulah mengapa lapisan ini disebut lapisan ionosfer.
f. Lapisan Eksosfer
Inilah pelindung atau lapisan atmosfer terakhir yang menyelimuti bumi. Lapisan
eksosfer menjadi lapisan atmosfer paling tinggi dari permukaan bumi dengan jarak
antara 800 sampai 3.260 km. Di lapisan inilah mulai terjadi banyak interaksi dan
hubungan antara gas-gas yang ada di dunia luar bumi. Karena jaraknya yang teramat
jauh dari permukaan bumi, maka kekuatan gaya gravitasi bumi juga rendah.
4. Manfaat Atmosfer
 Memantulkan kembali sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari.
 Melindungi bumi dari benturan benda-benda langit seperti meteor.
 Sebagai pemantul gelombang radio yang dapat digunakan dalam proses
telekomunikasi.
 Menjaga kestabilan suhu udara.
 Pemenuhan kebutuhan oksigen untuk bernafas makhluk hidup.
 Sebagai seumber gas dan uap pembuat hujan.
5. Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang
relative sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan
unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari,
siang hari, atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta
setiap jamnya.
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu yang panjang (beberapa tahun)
untuk suatu lokasi di bumi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis
dan topografi tempat tersebut. Pengaruh posisi relative matahari terhadap suatu tempat di
bumi menimbulkan musim, suatu penciri yang membedakan iklim satu dari yang lain.
Perbedaan iklim menghasilkan beberapa sistem klasifikasi iklim
Unsur-unsur cuaca dan iklim meliputi:
 Suhu Udara, adalah suatu keadaan panas atau dinginnya udara. Suhu udara tertinggi di
permukaan bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan semakin ke kutub
suhunya menjadi semakin dingin. Udara akan menjadi panas karena adanya penyinaran
matahari.
 Tekanan Udara, adalah berat massa udara pada suatu wilayah. Tekanan udara
menunjukan tenaga yang bekerja untuk menggerakan massa udara dalam setiap satuan
luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah jika semakin tinggi dari permukaan laut.
 Kelembapan Udara, yaitu kandungan uap air dalam udara. Uap air yang berada di
udara berasal dari hasil penguapan air di permukaan bumi, air tanah, air laut, atau air
yang berasal dari penguapan tumbuh-tumbuhan. Semakin tinggi suhu udara, semakin
banyak uap air yang dapat dikandungnya. Hal ini berarti semakin lembaplah udara
tersebut.
 Angin, dapat diartikan sebagai massa udara yang bergerak dari suatu tempat ke tempat
lain. Tiupan angina terjadi jika di suatu daerah terdapat perbedaan tekanan udara.
Angina bergerak dari daerah bertekanan udara maksimum ke minimum.
 Curah Hujan, adalah peristiwa sampainya air dalam betuk cair maupun padat yang
dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis pada peta yang menghubungkan
tempat-tempat yang memiliki curah hujan yang sama disebut isohyet. Secara sederhana
proses hujan berasal dari penguapan air akibat penyinaran matahari. Kemudian
mengalami pengembunan membentuk titik air yang berkumpul menjadi awan. Jika titik
aur sudah berat turunlah dalam bentuk hujan.
B. Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan air yang ada di permukaan bumi. Kata hidrosfer berasal dari kata
hidros yang berarti air dan sphere yang berarti lapisan. Hidrosfer di permukaan bumi meliputi
danau, sungai, laut, lautan, salju atau gletser, air tanah, dan uap air yang terdapat di lapisan
udara.

1. Siklus Hidrologi

Siklus hidrologi adalah suatu proses peredaran atau daur ulang air yang berurutan
secara terus-menerus. Pemanasan sinar matahari menjadi pengaruh pada siklus hidrologi.
Air di seluruh permukaan bumi akan menguap bila terkena sinar matahari. Pada ketinggian
tertentu ketika temperature semakin turun uap air akan mengalami kondensasi dan berubah
menjadi titik-titik aur dan jatuh sebagai hujan. Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga,
siklus pendek, siklus sedang, dan siklus panjang.

Siklus pendek, radiasi matahari dan angina menyebabkan air laut mengalami
penguapan. Kemudian terjadi kondensasi dan membentuk titik-titik air yang disebut awan.
Awan yang jenuh turun sebagai air hujan di permukaan air laut.

Siklus sedang, pada siklus sedang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh
angina ke atas daratan. Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai
hujan di atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, selokan, dan
sebagiannya hingga kembali lagi ke laut.

Siklus panjang, pada siklus panjang, uap air yang berasla dari lautan ditiup oleh
angina ke atas daratan. Adanya pendinginan yang mencapai titik beku pada ketinggian
tertentu, membuat terbentuknya awan yang mengandung kristal es. Awan tersebut
menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam
bentuk gletser, masuk ke sungai dan selanjutnya kembali ke lautan.

2. Perairan Darat

Perairan di daratan tergolong sebagai perairan tawar, yaitu semua perairan yang melintasi
daratan. Air di dataran meliputi air tanah dan air permukaan.
 Air Tanah
Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanaha berasal dari salju, hujan,
atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tertampung pada lapisan
kedap air.
Jenis-jenis air tanah:
1. Air tanah dangkal
Air freatis adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air dan tidak jauh
dari lapisan permukaan tanah. Air freatis sangat dipengaruhi oleh resapan air di
sekelilingnya. Pada musim kemarau jumlah air freatis berkurang. Sebaliknya pada
musim hujan jumlah air freatis akan bertambah. Air freatis dapat diambil melalui
sumur atau mata air.
2. Air tanah dalam
Air artesis adalah air tanah yang terletak jauh di dalam tanah, di antara dua lapisan
kedap air. Lapisan di antara dua lapisan kedap air tersebut disebut lapisan akuifer.
Lapisan tersebut banyak menampung air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami
air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut mata air
artesis. Air artesis dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya
disebut sumur artesis.
 Air Permukaan
Air permukaan adalah wadah air yang terdapat di permukaan bumi. Bentuk air
permukaan meliputi sungai, danau, rawa.
1. Sungai
Sungai adalah air hujan atau mata air yang mengalir secara alami melalui suat
ulembah atau di antara dua tepian dengan batas jelas, menuju tempat lebih rendah
(laut, danau, atau sungai lain).
Bagian-bagian sungai:
 Bagian hulu singai terletak di daerah yang relative tinggi sehingga air dapat
mengalir turun.
 Bagian hilir sungai terletak di daerah landau dan sudah mendekati muara
sungai.
 Bagian muara yaitu tempat berakhirnya aliran sungai di laut, danau, atau
sungai lain (sungai yang sudah dekat dengan laut).
Jenis-jenis sungai:

 Sungai hujan, adalah sungai yang berasal dari hujan.


 Sungai gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari gletser atau bongkahan
es yang mencair.
 Sungai campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari hujan dan salju yang
mencair.
 Sungai permanen, adalah sungai yang airnya relatif tetap.
 Sungai periodic, adalah sungai dengan volume air yang tidak tetap.
2. Danau
Danau adalah tubuh air dalam jumlah besar yang menempati basin di wilayah
daratan. Suatu genangan dapat disebut danau jika memiliki tiga kriteria sebagai
berikut:
 Mempunyai permukaan air yang cukup luas untuk mampu menimbulkan
gelombang.
 Air cukup dalam sehingga terdapat strata suhu pada kedalama air.
 Vegetasi yang mengapung tidak cukup untuk menutupi keseluruhan
permukaan danau.

Jenis-jenis danau:

 Danau glasial, adalah danau yang terjadi karena akibat adanya erosi dan
pengendapan yang diakibatkan aktivitas gletser di lereng-lereng bukit atau
pegunungan.
 Danau vulkanik, adalah danau yang terbentuk karena aktivitas vulkanik.
Kaldera yang terbentuk tergenang oleh air hujan sehingga terbentuklah danau.
 Danau tektonik, adalah danau yang terbentuk karena pergeseran lempeng
tektonik. Pergerakan lempeng tektonik akan membentuk lembah yang
kemudian terisi oleh air hujan.
 Danau tekto-vulkanik, adalah danau yang terbentuk karena adanya aktivitas
tektonik yang mengacu kegiatan vulkanik. Bekas gunung tersebut akan
membentuk basin yang terisi air hujan.
 Danau kurst, adalah danau yang terbentuk karena pelarutan kapur oleh air
yang membentuk basin
 Danau aliran
 Danua laguna
 Danau buatan (waduk)

3. Perairan Laut

Laut menutupi permukaan bumi kurang lebih 75%. Batas perairan laut dengan
daratan disebut grais pantai. Perairan lait di permukaan bumi tidak merata luasnya. Pada
belahan bmi utara tertutup lautan sebesar 60 %, sedangkan pada belahan bumi selatan 80%.

Berdasarkan letknya, lau dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Laut tepi, laut tepi merupakan laut yang berada di tepi benua dan dipisahkan oleh
kepulauan dari samudera. Contoh dari laut ini adalah laut cina selatan yang
terletak di Benua Asia.

2. Laut pedalaman, laut pedalaman merupakan laut yang hamper seluruhnya


dikelilingi oleh daratan atau terletak di tengah-tengah suatu benua. Laut yang
termasuk jenis ini adalah laut hitam yang terletak di tengah benua Asia.

3. Laut tengah, laut tengah merupakan laut yang memisahkan dua benua atau lebih.
Misalnya laut tengah (mediterania) yang memisahkan benua Eropa dan Afrika.

Pembagian laut menurut zona atau jalur kedalamnya, yaitu:

1. Zona litoral, yaitu bagian cekungan lautan yang terletak di antara pasang naik dan
pasang turun.

2. Zona neritik, bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 50-200 m.

3. Zona batial, bagian cekungan lautan yang dalamnya antara 200-2.000 m.

4. Zona abisal, bagian cekungan lautan yang dalamnya lebih dari 2.000 m.

Pembagian laut menurut terjadiya, yaitu laut trangresi, laut integrasi, dan laut
regresi.
Daftar Pustaka

http://jayantihartini.blogspot.co.id/2013/03/sifat-sifat-atmosfer.html (Dimuat tanggal 28 Maret


2013)

https://sekarilmu.wordpress.com/2013/02/24/komposisi-atmosfer-bumi/ (Dimuat tanggal 24


Februari 2013)

http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/meteorologi/lapisan-atmosfer (Dimuat tanggal 30 September


2015)

http://www.seputarpendidikan.com/2016/03/7-manfaat-atmosfer-bagi-kehidupan-sehari-hari-
bahaya-kerusakan-lapisan-ozon.html (Dimuat tanggal 2 Maret 2016)

https://id.wikipedia.org/wiki/Iklim (Dimuat tanggal 28 Juni 2016)

http://www.konsepgeografi.net/2016/01/unsur-unsur-cuaca-dan-iklim.html (Dimuat tanggal 17


Januari 2016)

http://artikelmateri.blogspot.co.id/2016/01/hidrosfer-pengertian-siklus-tubuh-air-ips-lengkap.html
(Dimuat tanggal 10 Januari 2016)

https://id.wikipedia.org/wiki/Hidrosfer (Dimuat tanggal 8 Juni 2016)

Tjasyono, Bayong. 1999. Klimatologi Umum. Bandung: FMIPA - ITB.