Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa tentu saja memiliki panca indra yang
membantu manusia dalam melakukan aktivitas. Indra merupakan alat penghubung kontak
antara jiwa dalam wujud kesadaran rohani diri dengan material lingkungan. Lima panca
indra berfungsi sebagai alat sensor dalam bahasa Sansekerta disebut sebagai panca budi
indriya dan dlam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai panca indra. Alat bantu utuk
melihat (mata), alat pembantu untuk mengecap (lidah), alat pembantu untuk membau
(hidung), alat pembantu untuk mendengar (telinga), dan alat pembantu untuk merasakan
sentuhan(kulit). Mata sebagai bagian dari panca indra sangat berperan dalam proses
penglihatan manusia. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektro-
kimia pada sel saraf. Mata adalah sistemoptik kompleks yang mengumpulakn cahaya dari
lingkungan sekitarnya, mengatur intensitasnya melalui disfragma, memfokuskan melalui
perakitan yang menyesuaikan lensa untuk membentuk sebuah gambar, mengkonfersi
gambar tersebut menjadi atau himpunan sinyal listrik, dan mentransmisikan sinyal-sinyal
ke otak melalui jalur saraf kompleks yang menghubungkan mata melalui saraf optik
menuju korteks visual dan area lain dari otak
Dalam keseharian kita selalu melihat ada orang yang memakai kaca mata dan ada
pula yang tidak, dan ada pula yang dulunya tidak memakai kacamata tetapi sekarang
memakai kaca mata. Disamping itu ada pula yang memakai kaca mata tetapi masih
melihat suatu benda tersebut tidak jelas. Hal itulah yang membuat penulis mengangkat
masalah ini menjadi makalah penulis. Sampai abad ke-4 sebelum masehi orang masih
berpendapat bahwa benda-benda di sekitar dapat dilihat oleh karena mata mengeluarkan
sinar-sinar penglihatan. Anggapan ini didukung oleh Plato (429 – 348 ) dan Euclides (287
– 212 SM) oleh karena pada mata binatang di malam hari tampak bersinar. Pendapat di
atas di tentang oleh Aristoteles (384 – 322 SM) karena pada kenyataan kita tidak dapat
melihat benda-benda di dalam ruang gelap. Namun demikian Aristoteles tidak dapat
memberi penjelasan mengapa mata dapat melihat benda.
Pada abad pertengahan Alhazan (965 – 1038) seorang Mesir di Iskandria berpendapat
bahwa benda di sekitar itu dapat dilihat oleh karena benda-benda tersebut memantulkan
cahaya atau memancarkan cahaya yang masuk ke dalam mata . teori ini akhirnya di
terima sampai abad ke 20 ini.

1.2 Rumusan Masalah

1
Adapun rumusan masalah yang dapat diperoleh dari latar belakang diatas adalah :
1. Apa pengertian tentang biooptik?
2. Apa saja bagian dari optik mata?
3. Apa saja jenis-jenis optik?
4. Apa saja gangguan pada penglihatan?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan penulisan yang dapat diperoleh dari rumusan masalah diatas adalah :
1. Untuk dapat mengetahui pengertian tentang biooptik.
2. Agar dapat mengetahui bagian-bagian dari optik mata.
3. Agar dapat mengetahui apa saja jenis-jenis lensa.
4. Agar dapat mengetahui apa saja gangguan pada penglihatan.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan yang dapat diperoleh dari tujuan penulisan diatas adalah :
1. Dapat menambah pengetahuan mengenai pengertian tentang biooptik.
2. Dapat menambah pengetahuan mengenai bagian-bagian dari optik mata.
3. Untuk menambah wawasan mengenai jenis-jenis lensa
4. Untuk menambah wawasan gangguan pada penglihatan.
1.5 Metode Penulisan
Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Metodi studi
kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang sistem
pelayanan keperawatan. Selain itu, penulis juga memperoleh data dari internet.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Biooptik

2
Biooptik tersusun atas kata bio dan optik. Bio berkaitan dengan mahkluk hidup/zat
hidup atau bagian tertentu dari mahkluk hidup,sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu
fisika yang berkaitan dengan cahaya atau berkas sinar. Secara spesifik ada klasifikasi optik
geometri (membahas fenomena pemantulan dan pembiasan) dan optik fisis (membahas
fenomena polarisasi,difraksi,dan interferensi. Fokus utama dibiooptik adalah terkait dengan
indera penglihatan manusia, yaitu mata. Adapun komponen dari indera pengelihatan
diantaranya sistem saraf mata yang memberi informasi ke otak,mata memfokuskan bayangan
pada retina,korteks pengelihatan salah satu bagian yang menganalisa pengelihatan tersebut.

2.2 Bagian-bagian optik mata

Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Yang dilakukan mata yang
paling sederhana tak lain hanya mengetahui apakah lingkungan sekitarnya adalah terang
atau gelap. Mata yang lebih kompleks dipergunakan untuk memberikan pengertian visual.
Bagian-bagian mata:

 Retina
Merupakan reseptor pada mata yang terletak pada bagian belakang koroid.
Bagian ini merupakan bagian terdalam dari mata. Lapisan ini lunak, namun tipis,
hampir menyerupai lapisan pada kulit bawang. Retina tersusun dari sekitar 103
juta sel-sel yang berfungsi untuk menerima cahaya. Di antara sel-sel tersebut
sekitar 100 juta sel merupakan sel-sel batang yang berbentuk seperti tongkat
pendek dan 3 juta lainnya adalah sel konus (kerucut). Sel-sel ini berfungsi untuk
penglihatan hitam dan putih, dan sangat peka pada sedikit cahaya.
 Fovea sentralis
Daerah cekung yang berukuran 0,25 mm di tengah-tengahnya terdapat
macula lutea (bintik kuning). Fungsinya yaitu untukmemberikan ketajaman
pengelihatan yang tinggi.
 Kornea
Kornea merupakan lapisan mata paling depan dan berfungsi memfokuskan
benda dengan cara refraksi, tebalnya 0,5 mm sedangkan lensa terdiri dari kristal
mempunyai dua permukaan dengan jari-jari kelengkungan 7,8 m fungsinya adalah
memfokuskan objek pada berbagai jarak.

 Pupil
Di tengah-tengah iris terdapat pupil yang fungsinya mengatur cahaya
yang masuk. Apabila cahaya terang pupil menguncup demikian sebaliknya.
 Lensa

3
Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada
retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya
jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya
datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat objek
yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.
 Sklera
Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya rata-
rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3 milimeter. Sklera
berfungsi melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat
melekatnya bola mata.
 Pupil dan iris
Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan
kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata
akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan menyempit jika
kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya.Iris
berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna
pada mata.
 Saraf optik
Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju
ke otak.
 Konjungtiva
Konjungtiva merupakan membran mukosa tipis yang membatasi
permukaan dalam dari kelopak mata dan melipat ke belakang membungkus
permukaan depan dari bola mata, kecuali bagian jernih di tengah-tengah mata
(kornea). Membran ini berisi banyak pembuluh darah dan berubah merah saat
terjadi inflamasi.

2.3 Jenis-jenis lensa

Lensa adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya,


biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan
jenis lain dari radiasi elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah
lensagelombang mikro dapat dibuat dari "paraffin wax". Lensa sederhana(en:simple
lens, singlet lens) atau sering disebut Lensa saja adalah sebuah Lensa tunggal speris.
Lensa sederhana dibedakan berdasarkan kelengkungan kedua bidang
antarmukanya. Sebuah Lensa cembung (en:biconvex lens) mempunyai dua bidang
antarmuka yang cembung, Lensa dengan dua bidang cekung disebut Lensa
cekung (en:biconcave lens). Jika salah satu bidang antarmuka datar (mempunyai
radius yang tak berhingga), maka Lensa tersebut disebut Lensa plano
cembung atau Lensa plano cekung. Lensa cembung cekung mempunyai satu bidang
antarmuka cekung dan satu bidang antarmuka cembung, juga sering disebut. Lensa
meniskus (en:meniscus lens). Lensa sederhana sangat rentan terhadap aberasi
kromatik dan aberasi optis lainnya.
Jenis-jenis lensa:
 Lensa Cekung (Negatif)

4
Lensa cekung disebut lensa divergen karena dapat memancarkan
berkas sinar cahaya yang sejajar sumbu utama dan seolah-olah berasal dari
satu titik di depan lensa. Tiga sinar istimewa pada lensa cekung. Sinar datang
sejajar sumbu utama lensa dibiaskan seakan-akan berasal dari titik fokus aktif
F1. Sinar datang seakan-akan menuju titik fokus pasif F2 dibiaskan sejajar
sumbu utamaSinar datang melalui titik pusat optik O diteruskan tanpa
pembiasan

 Lensa Cembung (Positif)


Lensa Cembung (konveks) memiliki bagian tengah yang lebih tebal
daripada bagian tepinya. Lensa cembung terdiri atas 3 macam bentuk yaitu
lensa bikonveks (cembung rangkap), lensa plankonveks(cembung datar) dan
lensa konkaf konveks (cembung cekung). Lensa cembung disebut juga lensa
positif. Lensa cembung memiliki sifat dapat mengumpulkan cahaya sehingga
disebut juga lensa konvergen.Apabila ada berkas cahaya sejajar sumbu utama
mengenai permukaan lensa, maka berkas cahaya tersebut akan dibiaskan
melalui satu titik.
Ada tiga tiga sinar istimewa pada lensa cembung.
1. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan melalui titik fokus
2. Sinar melalui F dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar melalui pusat optik tidak dibiaskan.

 Lensa Cembung Cekung (Meniskus)


Kanta meniskus (en:meniscus lens, ophthalmic lens) atau kanta
cembung cekung, dapat berupa kanta positif atau negatif yang bergantung
pada radius speris kedua bidang antarmuka. Pada nilai radius speris yang sama
besar, sinar yang merambat tidak akan dibiaskan. Kanta meniskus positif akan
membiaskan sinar seperti kanta cembung, kanta ini mempunyai bidang
antarmuka cembung dengan radius speris yang lebih kecil. Sebaliknya kanta
meniskus negatif mempunyai bidang antarmuka cekung dengan radius speris
yang lebih kecil.

2.4 Gangguan-gangguan pada pengelihatan

 Mata Normal

Sering disebut juga mata emetrop. Mata normal memiliki titik dekat
25 cm dan titik jauh tak terhingga. Apabila mata memiliki titik dekat tidak
sama dnegan 25 cm dan titik jauh tidak sama dengan tak terhingga, maka

5
dikatakan sebagai cacat mata. Hal ini mengakibatkan mata sulit melihat benda
yang jauh maupun dekat karena bayangan tidak jatuh tepat pada retina.

 Rabun Jauh (Miopi)

Disebut juga mata terang dekat, memiliki titik dekat kurang dari 25 cm
(< 25 cm) dan titik jauh pada jarak tertentu. Orang yang menderita miopi dapat
melihat dengan jelas benda pada jarak 25 cm, tetapi tidak dapat melihat benda
jauh dengan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi piph
sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di depan retina,
disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda dengan jarak dekat atau
kurang dari 25 cm. cacat mata ini dapat diatasi dengan memakai kacamata
berlensa cekung (minus).

 Rabun Dekat (Hipermetropi)

Rabun dekat memiliki titik dekat lebih dari 25 cm (> 25 cm), dan titik
jauhnya pada jarak tak terhingga. Penderita rabun dekat dapat melihat jelas
benda-benda yang sangat jauh tetapi tidak dapat melihat benda-benda dekat
dnegan jelas. Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menjadi cembung
sebagaimana mestinya sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina,
disebabkan karena mata dibiasakan melihat benda yang jaraknya jauh. Cacat
mata ini dapat diatasi dengan kacamata berlensa cembung (plus).

 Mata Tua (Presbiopi)

Jenis mata ini bukan termasuk cacat mata, disebabkan oleh daya
akomodasi yang berkurang akibat bertambah usia. Letak titik dekat maupun
titik jauh telah bergeser. Titik dekatnya lebih dari 25 cm dan titik jauhnya
hanya pada jarak tertentu. Pada penderita presbiopi tidak dapat melihat benda
jauh dengan jelas serta tidak dapat membaca pada jarak baca normal. Jenis
mata ini dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap (minus di atas
dan plus di bawah) yang disebut kacamata bifokal

 Astigmatisma

Cacat mata ini disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk
sferis, tapi lebih melengkung pada satu sisi daripada sisi yang lain. Akibatnya

6
sebuah titik akan difokuskan sebagai garis pendek. Penderita astagmatisma,
dengan satu mata akan melihat garis dalam satu arah lebih jelas daripada kea
rah yang berlawanan. Penderita astagmatisma dapat diatasi dnegan
menggunakan kacamata berlensa silindris.

 Mata Campuran

Penderita yang matanya sekaligus mengalami prsesbiopi dan miopi,


maka memiliki titik dekat yang letaknya terlalu jauh dan titik jauh terlalu
kecil, dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap atau bifocal (negatif
di atas dan positif di bawah).

 Buta Warna

Buta warna adalah suatu kondisi ketika sel-sel retina tidak mampu
merespon warna dengan semestinya. sel-sel kerucut di dalam retina mata
mengalami kelemahan atau kerusakan permanen.

a. Klasifikasi Buta Warna

- Trikromasi
Yaitu mata mengalami perubahan tingkat sensitivitas
warna dari satu atau lebih sel sel kerucut pada retina.
Jenis buta warna inilah yang sering dialami oleh orang-
orang. Ada tiga klasifikasi pada Trikromasi:
Protanomali, seorang buta warna lemah
mengenal merah.
Deuteromalin, warna hijau akan sulit dikenali
oleh penderita.
Trinomali, kondisi di mana warna biru sulit di
kenali penderita.

- Dikromasi
Keadaan ketika satu dari tiga sel kerucut tidak ada. Ada
tiga klasifikasi turunan:
Protanopia, sel kerucut warna merah tidak ada
sehingga tingkat kecarahan warna merah atau
perpaduannya kurang.

7
Denteranopia, retina tidak memiliki sel kerucut
yang peka terhadap warna hijau.
Tritanopia, sel kerucut warna biru tidak
ditemukan.

- Monokromasi
Monokromasi sebenarnya sering dianggap
sebagai buta warna oleh orang umum. Kondisi ini
ditandai oelh retina mata mengalami kerusakan total
dalam respon warna. Hanya warna hitam dan putih yang
mampu diterima retina.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

8
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan Biooptik tersusun atas kata bio dan
optik. Bio berkaitan dengan mahkluk hidup/zat hidup atau bagian tertentu dari
mahkluk hidup,sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu fisika yang berkaitan
dengan cahaya atau berkas sinar. Secara spesifik ada klasifikasi optik geometri
(membahas fenomena pemantulan dan pembiasan) dan optik fisis (membahas
fenomena polarisasi,difraksi,dan interferensi.fokus utama di biooptik adalah terkait
dengan indera penglihatan manusia yaitu mata. Mata menjadi alat optik yang paling
penting pada manusia.

3.2 Saran

Makalah ini semoga berguna bagi pembaca,khususnya bagi mahasiswa namun


manusia tidaklah ada yang sempurna. Oleh karena itu,kritik dan saran yang
membangun sangat diperlukan guna memperbaiki makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://rimaseptiany.blogspot.co.id/2012/06/konsep-biooptik.html
http://esa166.weblog.esaunggul.ac.id/2013/01/05/bio-optik/
https://docs.google.com/document/d/155njRYIIxLpCuXh1vkgtmzfW6jv8qApD_1wMEH6L
o_Q/edit
https://id.wikipedia.org/wiki/Mata

9
10