Anda di halaman 1dari 1

PRESTASI, SYUKURI !

(Triono Ali Mustofa, M.Pd.I.)

Jika Kau merasa besar, Periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.

Jika Kau merasa suci, Periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

Jika Kau merasa tinggi, Periksna batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan.

Jika Kau merasa wangi, Periksa ikhlasmu. Mungkin itu asap dari amal sholihmu yang hanya dibakar riya‟ (by Ustadz Sali Fillah)

Manakala manusia merasa sudah baik, sudah banyak belajar, sudah berprestasi, sudah rajin beribadah, sudah pakai baju yang “alim” dan kemudian merasa sudah jadi orang baik, saat itulah sesungguhnya ia adalah manusia yang terburuk. Sombong karena merasa sudah baik. Suatu hari Rasulullah saw ditanya, “Kapan seseorang dikatakan buruk?”Rasulullah saw pun menjawab,“Saat ia menyangka dirinya seorang yang baik.”(Riwayat Aisyah ra dalam At- Taisiir bisyarh Al-Jaami‟ as-Shoghiir 2/606)

Kita memang merasa bangga atas preastasi yang telah kita raih. Namun jangan sampai terlena. Kita harus bisa bersyukur. Bersyukur bukan berarti puas dengan apa yang telah kita raih, melainkan terus berusaha mencapai yang terbaik. Teruslah berusaha menjadi lebih baik. Rasulullah saw menjelaskan bahwa Allah sangat senang melihat nikmat yang diberikan kepada hamba-Nya itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmat-Nya pada hamba-Nya.” [HR. Tirmidzi dari Abdullah bin Amr]

Maksud dari hadits di atas adalah bahwa Allah menyukai hamba yang menampakkan dan mengakui segala nikmat yang dianugerahkan kepadanya. Misalnya, orang yang berprestasi hendaknya menampakkan prestasinya untuk dikembangkan dan sejenisnya. Orang yang berilmu menampakkan ilmunya dengan mengajarkannya kepada sesama manusia, memberi nasihat dan sebagainya. Maksud menampakkan di sini bukanlah pamer, namun sebagai wujud syukur yang didasari karena-Nya. Allah SWT berfirman: Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).”(QS. Adh-Dhuha : 11)

Maka atas semua prestasi baik internasional, nasional maupun daerah yang telah diraih SD Muhammadiyah Ponorogo yang bertepatan dengan Milad ke-97 ini, kita harus senantiasa bersyukur namun jangan sampai membuat kita lalai dan sombong. Jangan sampai keberhasilan kita justru membawa kita lalai dari Allah swt.

Rabbi auzi‟ni an asykura ni‟mataka allati an‟amta ‟alayya wa „ala walidayya wa an a‟mala shalihan tardhahu, wa adkhilni birahmatika fi ‟ibadika as-shalihinYa Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh“. (QS. An-Naml: 19)