Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM GIZI DASAR DAUR KEHIDUPAN

MENU HIDANGAN BALITA

OLEH:

KELOMPOK 10

NI KADEK GITA NOVITASARI (P07131217050)

NI PUTU SRI RATNA SARI (P07131217063)

KOMANG WIWIK WIDYA ASTUTI (P07131217075)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN GIZI

TAHUN AKADEMIK

2017/2018
I. Pendahuluan
A. Landasan Teori
Irian Jaya adalah nama sebuah daerah di sebelah timur Indonesia yang dulu
sempat berenama Papua. Nama Irian sendiri merupakan pemberian dari presiden RI
yang pertama, Sokarno. Irian merupakan sebuah kependekan dari 'Ikut Republik
Indonesia, Anti Nedherland' (Ikut menjadi bagian dari Republik Indonesia, anti
Belanda). Dan pada tanggal 1 Maret 1973, nama Irian Barat yang telah di cetuskan
oleh Soekarno, diganti menjadi 'Irian Jaya' oleh Soeharto sesuai dengan peraturan
Nomor 5 Tahun 1973 bersamaan dengan peresmian eksplorasi PT Freepot Indonesia
di Tembagapura.
Sebelum nama Irian di tetapkan, daerah tersebut bernama Papua. Banyak yang
tidak mengerti pula dengan arti 'Papua' yang sesungguhnya bermakna negatif.
Bahkan tak sedikit dari warga Papua yang tidak suka dengan nama daerah mereka
sendiri dan lebih suka menyebutnya Nuu Waar. Nuu Waar adalah dua kata bahasa
Irarutu di kerajaan Nama Tota Kaimana, yakni Nuu Eva. Nuu bermakna sinar,
pancaran atau cahaya. Sementara Waar dari kata Eva, yang makna pertama adalah
‘mengaku’ atau diterjemahan dengan makna lebih dalam yang artinya ‘menyimpan
rahasia’. Dari bahasa Onim (Patipi) Nuu juga adalah cahaya. Waar artinya perut
besar yang keluar dari perut Ibu. Maka nama Nuu Waar artinya negeri yang mengaku
menyimpan atau memikul rahasia.
Ayam tuturaga merupakan salah satu olahan khas dari irian dimana tuturaga
berarti penyu, namun penyu dilindungi dan tidak dapat dimakan oleh karena itu
dinamakan tuturaga karena menganggap daging ayam seperti tuturaga. Ayam
tuturaga adalah olahan seperti opor ayam dimana rasanya yang gurih dan bersantan.
Disini menggunakan bumbu-bumbu khas yaitu daun kemangi daun jeruk dan pandan.
Perpaduan tersebut menghasilkan aroma yang sedap dan rasa yang enak.

B. Tujuan
a. Tujuan umum :
Setelah menyelesaikan praktikum ini mahasiswa dapat membuat olahan ayam
khususnya ayam tuturuga dengan baik
b. Tujuan khusus :
- Mahasiswa mampu memilih bahan untuk membuat suatu masakkan ayam
tuturuga
- Mahasiswa mampu memilih dan menggunakan alat untuk membuat hidangan
ayam tuturuga
- Mahasiswa mampu menyajikan hidangan masakan sesuai resep dan hiasan
untuk makanan
- Mahasiswa mampu menghitung nilai gizi pada resep dan proporsinya
II. Alat dan Bahan
a. Alat

- Talenan - Sendok
- Pisau - Garpu
- Wajan - Waskom plastik
- Sutil - Mangkok
- Gelas - Ulekan

b. Bahan
- Ayam 1kg - Daun pandan 1 lembar
- 1 buah jeruk nipis - Santan kental 750ml
- Garam 1sdt - Cabai rawit 25 gram
- Minyak 4sdm - Daun kemangi 30 lembar
- Sereh 5 batang
 Bumbu halus
- Cabai rawit 25 gram - Kunyit 4 cm
- Bawang merah 12 buah - Kemiri 6 butir
- Bawang putih 6 siung - Garam 1 sdt
- Jahe 4 cm
III. Metode Praktikum
a. Prosedur Kerja
1. Memasuki lab lengkap dengan pakaian lab ( pakaian set kitchen )
2. Mengecek alat-alat masak (curve awal)
3. Mengecek bahan praktek, menimbang bahan makanan, melaporkan bila ada yang
kurang dari pesanan.
- Mulai memasak ayam tuturuga
- Persiapan :
a. Semua alat dicuci bersih
b. Semua bahan dicuci bersih
c. Bersihkan ayam terlebih dahulu
d. Potong ayam menjadi 10-12 bagian, lumuri dengan air jeruk nipis dan garam dan
diamkan selama 10 menit
e. Ulek bumbu halus
- Pemasakan :
a. Panaskan minyak
b. Tumis bumbu halus kemudian masukkan sereh daun pandan dan daun jeruk aduk
hingga harum
c. Masukkan potongan ayam dan masak ayam hingga kaku
d. Tuangi santan encer, masak hingga santan mendidih dan ayam setengah masak
e. Kemudian masukkan cabai rawit dan aduk sesekali agar santan tidak pecah
f. Setelah santan mendidih lagi, kecilkan apinya
g. Masak terus hingga ayam cukup matang dan santan berminyak
h. Kemudian masukkan daun kemangi sambil diaduk sebentar
i. Jika sudah matang angkat ayam
j. Dan ayam tuturuga siap disajikan
- Penyajian
a. Timbang ayam tuturugauntuk resep keseluruhan
b. Timbang ayam tuturuga untuk satu porsi
c. Berikan garnish untuk mempercantik hidangan dan siap dipersentasikan
4. Membersihkan alat-alat memasak dan meja kerja disekitar tempat memasak
5. Presentasi dan evaluasi hasil praktek
6. Menikmati hasil praktek
7. Membersihkan alat-alat yang digunakan
8. Mengecek alat (curve akhir)
9. Membersihkan laboratorium

IV. Hasil Praktikum


A. Pengamatan Penyajian dan Kandungan Gizi
Nama bahan Berat Energy Lemak Protein Karbohidrat Harga

Ayam paha 500 g 875,8 52,78 72,5 0 Rp


15000
jeruk nipis 50 g 14,06 0,304 0,038 4,67 Rp
1000
Garam 2 sdt - - - - -

Minyak 40 g 360,8 0 0 0 -
goreng
Sereh 75 g - - - - Rp
2000
Daun 25g - - - - Rp 500
pandan
Daun jeruk 25g - - - - Rp 500

Santan 750 ml 915 15 75 57 Rp


5000
Cabe rawit 30 g 26,26 1,19 0,61 5,07 Rp
2000
Daun 5g - - - - Rp 500
kemangi
Bawang 25 g 8,7 0,38 0,07 0,05 Rp
5000
merah
Bawang 15 g 12,54 0,59 0,02 3,04 Rp
5000
putih
Jahe 5g 2,32 0,06 0,04 0,45 Rp 500

Kunyit 5g 2,45 0,07 0,10 0,35 Rp 500

Kemiri 25 g - - - - Rp 500

Total 2217,93 70,374 148,62 122,302 Rp


38000

V. Pembahasan
A. Perbandingan hasil dan tinjuan pustaka
Ayam tuturaga adalah olahan seperti opor ayam dimana rasanya yang gurih dan
bersantan. Disini menggunakan bumbu-bumbu khas yaitu daun kemangi daun jeruk
dan pandan. Perpaduan tersebut menghasilkan aroma yang sedap dan rasa yang enak.
Dari hasil teori yang kamidapatkan diinternet, ayam tuturaga yang kami buat
sudah seseuai dengan pustaka yang kami dapatkan. Dimana ayam tuturaga sudah
memiliki rasa yang enak, gurih dan warna serta bahan yang kami gunakan sudah
seseuai resep dan teori yang kami dapatkan.
B. Kesulitan dalam praktikum
Tidak ada kesulitan
VI. Kesimpulan
Ayam tuturaga merupakan salah satu olahan khas dari irian dimana tuturaga
berarti penyu, namun penyu dilindungi dan tidak dapat dimakan oleh karena itu
dinamakan tuturaga karena menganggap daging ayam seperti tuturaga. Ayam tuturaga
adalah olahan seperti opor ayam dimana rasanya yang gurih dan bersantan. Disini
menggunakan bumbu-bumbu khas yaitu daun kemangi daun jeruk dan pandan.
Perpaduan tersebut menghasilkan aroma yang sedap dan rasa yang enak.
Dalam pemasakan kami tidak mengalami kesulitan apapun, ayam tutraga mudah
untuk dimasak serta resepnya mudah dipahami. Kesesuain hasil dengan resep sudah
seimbang, rasa sudah enak,sajian menarik dengan garnis peterseli, serta aroma yang
menggugah selera.

VII. Daftar Pustaka


http://empiriss.blogspot.co.id/2014/02/arti-nama-irian-jaya.html

VIII. Lampiran

Daging ayam 500 g

1 porsi ayam tuturaga 100 g


Saat memasak ayam tuturaga

Ayam tuturaga 4 porsi