Anda di halaman 1dari 6

Pembahasan Teori

A. Perencanaan Kurikulum

Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan
dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik.

Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk
membelajarkan siswa. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi
perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan kata
lain, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Itu sebabnya, suatu
kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Kurikulum tidak terbatas pada
sejumlah mata pelajaran saja, melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa,
seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-
lain; yang pada gilirannya menyediakan kemungkinan belajar secara efektif.
2. Implementasi Kurikulum

3. Evaluasi Kurikulum

Evaluasi (penilaian) hasil belajar siswa merupakan salah satu kegiatan manajemen kurikulum. Evaluasi berguna dan
bertujuan untuk mendapatkan umpan balik (feed back) bagi pendidik tentang sejauh mana tujuan instruksional
(pengajaran) telah tercapai, sehingga dapat diketahui apakah guru masih harus memperbaiki langkah-langkah yang ia
tempuh dalam kegiatan mengajar.

Bagi siswa, hasil evaluasi akan menunjukkan kepada mereka betapa keberhasilan mereka dalam kegiatan belajar
yang pernah mereka lakukan. Secara garis besar, evaluasi belajar di sekolah dapat dibedakan atas:

1. Tes Formatif, evaluasi/ penilaian berupa tes (soal-soal, pertanyaan) yang dilakukan setelah satu pokok
bahasan selesai dipelajari
2. Tes Sumatif, evaluasi/ penilaian berupa tes (soal-soal, pertanyaan) yang dilakukan setelah kegiatan belajar
mengajar berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Misalnya setelah satu caturwulan atau satu semester.

Tes hasil belajar berguna membantu siswa dalam mengambil keputusan tentang rencana pendidikan dan membantu
sekolah menilai berbagai aspek kurikulum yang menggambarkan kemajuan belajar siswa.

Sekilas Tentang MTS Ummul Quro Depok

IDENTITAS MADRASAH

Nama Sekolah : MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) UMMUL QURO

NSS : 212340407021

Propinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta


Otonomi Daerah : Sleman

Kecamatan : Depok

Desa / Kelurahan : Condong Catur

Jalan dan Nomor : Jl. Kaliurang Km. 7

Dusun : Babadan Baru

Kode Pos : 55283

Telepon : Kode wilayah : (0274) Nomor : 888936

E-mail : mts.ummulquro7@gmail.com

Daerah : Perkotaan

Status Sekolah : Swasta

MTs UMMUL QURO berlokasi di Jl. Kaliurang Km. 7 Babadan Baru Condongcatur Depok Sleman D.I. Yogyakarta, phone
: (0274) 888936. Atau Madrasah sebelah selatan pasar Colombo, sehingga siswa kami memberi sebutan keren untuk
almamaternya MAKIDSA.Comb. MTs UMMUL QURO berada di bawah Yayasan Sultan Agung Sleman. Di Komplek
Yayasan Sultan Agung selain MTs UMMUL QURO, juga terdapat TK Sultan Agung, dan MI/SDIT Sultan Agung.

Lingkungan masyarakat dusun Babadan Baru terdukung dari berbagai aspek; letak geografis, ekonomi, dan agama
Islam yang kuat. Dengan memperhatikan lingkungan tersebut dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat yang
memiliki wawasan / faham yang sebagain besar sama yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah serta kekompakan
masyarakat dalam mengamalkan ajaran agama, maka para tokoh agama mampu memanfaatkan potensi masyarakat
yang cukup meyakinkan tersebut. Terbukti pada Tahun Ajaran 1985/1986 berdirilah sebuah Madrasah

VISI DAN MISI


Visi : Mewujudkan generasi muslim yang berkepribadian luhur, berwawasan keimanan, keilmuan dan ketaqwaan.
Misi :
1. Menciptakan suasana yang harmonis dan religius di madrasah
2. Mengembangkan daya fikir dan dzikir yang maksimal
3. Melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisiensi
4. Memberikan bekal ketrampilan dan kemampuan sosial
5. Memberikan suri tauladan akhlakul karimah
Kurikulum di MTS Ummul Quro Depok.

Kurikulum yang digunakan di MTS Ummul Quro saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sekolah
ini pernah menggunakan Kurikulum 2013 (K-13), tetapi mengikuti peraturan baru dari pemberintah mengenai K-13,
bahwa hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang sudah siap menggunakan tematik yang diperbolehkan menggunakan
K-13, maka sekolah ini kembali menggunakan KTSP. Tetapi dalam penerapannya, mata pelajaran agama
menggunakan model pembelajaran tematik, sedangkan mata pelajarannya lainnya menggunakan model pembelajaran
per mata pelajaran.

Dalam sekolah ini pelaksanaan pembelajaran telah direncanakan sebelumnya dengan menggunakan Rancangan
Proses Pembelajaran (RPP) dan Silabus. Kemudian dalam kegiatan pelaksanaanya pembelajarannya sudah disesuaikan
dengan rancangan yang ada.

Perencanaan Kurikulum

Perencanaan Kurikulum di MTS Ummul Quro, disana ada jembatan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dianalis
dengan ini ada pengembang, jadi, setiap madrasah satuan pendidikan, MTS Ummul Quro mempunyai tim
pengembang kurikulum, nanti ada panitianya kemudian istilahnya kurikulum apa yang akan diterapkan di madrasah
ini sesuai dengan karakter peserta didik dan lingkungan satuan pendidikan. Disesuaikan dengan lingkungan yang ada
disetelah nanti disusun kemudian kurikulum itu istilahnya kurikulum itu kemudian disosialisasikan dalam sebuah
workshop di madrasah. Pembicaranya dari madrasah kemudian nanti disitu ada istilahnya dewan penasehatnya,
dewan penasehatnya itu dari pengawas tentu saja pengawas kemenag yang bertugas di madrasah ini kemudian dari
komite, komite madrasah dan bapak ibu guru yang ada disini. nanti ada istilahnya diworkshopkan kemudian setelah
diworkshop ada review, direview istilahnya disempurnakan nantinya. jadi ada masukan-masukan nanti untuk
penyempurnaan. Kualitas RPP dan Silabus, perencanaannya sudah sangat baik, sudah ada pengembangan. Baik
kualitas rumusan, kejelasan, integrasi kemampuan, kualitas rumusan KD, rumusan indikator keberhasilan, pemilihan
isi dan organisasi materi pembelajaran, serta kelengkapan sudah baik.

2. Implementasi Kurikulum

Kegiatan pembelajaran di MTS Ummul Quro disesuaikan dengan materinya, jikalau materi itu memang memungkinkan
anak untuk dibawa keluar sekolah, disekitar lingkungan, maka metode pembelajaran yang menggunakan lingkungan
sekolah sebagai sumber belajar. akan tetapi kalau misalnya karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan ya
menggunakan metode yang bisa dilaksanakan dikelas. walaupun mungkin nanti sumber belajarnya mungkin dengan
gambar, dengan internet atau dengan wawancara dilain hari misalnya. Sempat ada pergantian kurikulum yang
sempat membuat sekolah MTS Ummul Quro kewalahan. Karena kebijakan pemerintah harus seperti MTS Ummul Quro
harus siap dengan segala kondisi yang ada. Walaupun, istilahnya dengan berbagai, dengan berbagai permasalahan
atau kekurangan dan sebagainya kita tetap istilahnya mendukung, Sempat menggunakan kurikulum K13 selama satu
semester, akan tetapi ada peraturan lagi, jadi yang menerapkan ke ktsp untuk semua mapel hanya madrasah atau
sekolah yang ditunjuk. yang wajib. artinya yang tidak ditunjuk tidak wajib. Tidak wajib itu kan boleh tidak karena ada
keringanan kemudian kita satu semester kemudian pindah ke ktsp lagi. Hal ini menyulitkan guru terutama di MTS
Ummul Quro, dikarenakan materi yang ada di ktsp dengan K 13 khususnya untuk ips itu jauh berbeda jadi sama sekali
di K 13 untuk semester 1 itu, materi diKTSP tidak dibahas, sama sekali tidak dibahas artinya di semester 2 otomatis
karena kembali ke KTSP satu semester di semester 2 itu membahas materi 2 semester.

Dalam pelaksanakaan ada berbagai kendala, terutama menyulitkan guru dan siswa juga kesulitan karena kondisi
anak-anak kan tidak sama ya antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Di Umuul Quro sendiri, karena
merupakan sekolah swasta dan input yang masuk siswanya tidak sehebat dengan sekolah bonafit. Kemudian disikapi
dengan baik oleh MTS Ummul Quro dengan baik, dan siswa juga mampu menyelesaikan SK dan KD yang ada.

Di MTS Ummul Quro, sempat menjalankan kurkulum 2013, namun hanya berjalan satu semester, dan setelahnya
kembali ke KTSP. Tetapi untuk maple agama, tetap menggunakan kurikulum K13, sesuai dengan peraturan
Kementrian Agama. Menurut MTS Ummul Quro, KTSP dengan K13, sama saja efektifnya karena semua ada
kekurangan dan kelebihannya. K13, membuat guru lebih nyaman di waktu jam kegiatan pembelajaran berlangsung,
namun dalam persiapan dan penilaian cenderung menyulitkan.

Namun, sebagian besar pelaksanaan kegiatan pembelajaran guru sudah cukup baik dalam menyampaikan materi.
Sudah melakukan apersepsi dan motivasi dengan baik sebelum materi disampaikan. Kemudian dalam kegiatan inti
juga, guru sudah menguasai maeri yang diajarkan, guru juga sudah menerapkan strategi pembelajaran yang
mendidik seperti dikenalkan secara langsung dengan media gambar dan diselingi dengan tanya jawab antara guru
dengan siswa. Di dalam pelaksanaannya juga guru sudah melaksanakan penilaian, terbukti dengan adanya catatan-
catatan mengenai siswa.Dalam pelaksanaan pembelajaran juga guru sudah menggunakan bahasa yang cukup
komunikan dengan siswa. Dan diakhir pembelajaran guru menutup dengan sangat bagus, karena ada sedikit refleksi
dan ada penugasan untuk siswa.

3. Evaluasi Kurikulum

Evaluasinya, karena Ummul Quro masih menggunakan KTSP masih penilaian kognitif, menggunakan tes. Misalnya,
psikomotor dengan memberikan tugas, tugas-tugas yang tidak terstruktur, PR, kemudian yang afektif, dengan
mengamati siikap pada waktu proses belajar mengajar itu bagaimana.

Adapun prestasi akademik maupun non akademik, yang telah MTS Ummul Quro capai. Akan tetapi untuk umum
secara akademik, siswa masih rendah karena input dari MTS Ummul Quro sendiri biasanya siswa yang merupakan
hasil seleksi terendah dari sekolah lain, kebanyakan yang tidak diterima di negeri, sebagian besar karena tidak
diterima di negeri dan mendaftar di sekolah tersebut, tapi ada juga satu dua yang memang niatnya di MTS tersebut
yangi memang jadi tujuan utama ada, masih sedikit sekali yang seperti itu. Tentu saja di prestasi akademik kita
belum begitu membanggakan, tapi, ada satu dua anak yang NEMnya memang bisa tinggi yang sampai 37, 36 ada
satu dua, tapi terus langsung anjlok ke nem yang 30 kebawah. Akan tetapi tidak semua siswa bisa masuk seleksi di
MTS Ummul Quro, bagaimanapun tetap seleksi walaupun istilahnya yang dipilih barang-barang seperti itu tapi kita
kalau ada banyak yang dipilih kita tetap memilih. jadi ada seleksi wawancara, seleksi baca Qur’an, dan etia
pendidikan yang lain, atau dia mempunyai prestasi atau apa walaupun prestasinya itu tidak dibidang akademik,
karena kita itu secara akal bisa dikata kurang tapi kemampuan non akademik, pasti ada yang lebih unggul. Seperti,
MTS Ummul Quro sendiri pernah membintangi futsal di Jogja. Yang kedua pramuka, pramuka LT3, LT3 itu tingkat
Kabupaten regu putri menang, tahun 2017 awal maju LT4 tingkat provinsi, kemudian ada satu siswa yang berhasil
dikirim jambore Nasional besok pada bulan Agustus. Jambore Nasional tadi juga melalui seleksi tertulis dan
wawancara. Sarana dan prasaranya sudah cukup, karena apa ya banyak fasilitas seperti buku dari pemerintah itu kan
sudah ada kemudian kalau gedung karena tanah ini sekitar 4000 meter ini untuk masjid, MI, TK dan MTS. Kebutuhan
media juga masih banyak dibutuhkan, terutama yang kaitannya dengan teknologi. Karena, untuk sarana komputer,
LCD masih terbatas. Adapun ekstra kurikuler wajib, yaitu pramuka untuk mendukung kurikulum yang digunakan di
MTS Ummul Quro ini. Bahkan, bagi kelas 7 dan 8, wajib dan merupakan syarat kenaikan kelas maka nilai minimalnya
harus B. Selain pramuka, ada silat, kalau silat itu kan jamnya didalam jam pelajaran. Kemudian, BTAQ juga masuk ke
jadwal, kewirausahaan juga masuk ke jadwal.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan

Kurikulum yang digunakan di MTS Ummul Quro saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Sekolah
ini pernah menggunakan Kurikulum 2013 (K-13), tetapi mengikuti peraturan baru dari pemberintah mengenai K-13,
bahwa hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang sudah siap menggunakan tematik yang diperbolehkan menggunakan
K-13, maka sekolah ini kembali menggunakan KTSP. Tetapi dalam penerapannya, mata pelajaran agama
menggunakan model pembelajaran tematik, sedangkan mata pelajarannya lainnya menggunakan model pembelajaran
per mata pelajaran.

Kurikulum sangat erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, proses pembelajaran
yang akan dilaksanakan, dan evaluasi yang akan dilakukan sebagai bentuk untuk mengetahui tingkat keberhasilan
kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Begitu halnya dengan MTS Ummul Quro Depok. Dalam sekolah ini
pelaksanaan pembelajaran telah direncanakan sebelumnya dengan menggunakan Rancangan Proses Pembelajaran
(RPP) dan Silabus. Kemudian dalam kegiatan pelaksanaanya pembelajarannya sudah disesuaikan dengan rancangan
yang ada.

1. Saran
Evaluasi kurikulum pembelajaran yang di terapkan di MTS Ummul Quro Depok sudah baik, dimana sekolah tersebut
sudah sesuai dengan rancangan yang telah dibuat. Jadi sarannya, apa yang sudah baik tingkatkanlah, dan untuk
kekurangan seperti media pembelajaran, sebaiknya guru juga berinovasi dan kreatif untuk menciptakan atau
mengembangkan media pembelajaran sendiri, karena yang tahu secara pasti karakteristik dari tiap peserta didik di
sekolah tersebut ya gurunya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 1993. Evaluasi Kurikulum. Cetakan ke- 3. Bandung: PT. Remain Resdakarya

Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2011. Cetakan pertama. Jakarta: Rajawali Pers

Hasan, Hamid. 2009. Evaluasi Kurikulum.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

BAB 1
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
MENURUT Undang-Undang Sistem pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003
menyatakan bahwa “ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai
tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan pembelajaran unrtuk mencapai tujuan tujuan pendidikan tertentu.
Proses Pendidikan dalam kegiatan pembelajaran atau dalam kelas, akan bisa berjalan
dengan lancar, kondusif, interaktif, dan lain sebagainya apabila pendidikan bisa di
jalankan dengan baik ketika kurikuum menjadi penyangga utama dalam proses belajar
mengajar. Kurikulum mengandung sekian banyak unsur konstruktif supaya
pembelajaran berjalan secara optimal. Sejumlah pakar kurikulum berpendapat bahwa
jantung pendidikan beradapada kurikulum. Baik dan buruknya pendidikan di hasilkan
oleh penerapan krikulum apakah mampu membangun kesadaran kritis terhadap peserta
didik atau tidak. Dengan demikian kurikulum memegang peranan penting dalam
keberhasilan sebuah pendidikan bagi peserta didik.
2
6. Waktu dan Tempat
Observasi ini dilaksanakan pada tanggal 20 Seftember 2014 pukul 08.00 yang
dilakukan di SMAN 1CIPONGKOR Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan
Cipongkor kabupaten Bandung Barat.

BAB 2
PEMBAHASAN
1. Profil Sekolah dan Narasumber

1.1. Profil Sekolah


 Nama : Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cipongkor
 Status : Negeri
 NSS : 20227869
 Alamat : Jl. PLTA SAGULING desa Sarinagen kecmatan
Cipongkorkabupaten Bandung Barat.
 Jumlah Tenaga Pendidik : 22
 Jumlah Tenaga kependidikan :7

1.1. Profil Narasumber


 Nama : Iman Budiman M.Pd.
 Profesi : Wakasek Kurikulum, Guru Bhs. Indonesia
 NIP : 197909092006041011
 Alamat : Kp. Cisatong Rt. 01/02 Desa karang sari
kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat.

3. Hasil Observasi

3.1.
3.2. Implementasi Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Penerapan kurikulum 2013 mendapatkan respon positif dari guru-guru yang
ada di SMA Negeri 1 Cipongkor apalagi setelah mengikuti Bimtek yang bisa
menambah wawasan guru bahwa proses pembelajaran itu tidak hanya metode
ceramah saja. Tetapi hanya sebagian kecil saja dari siswa yang menganggap
bahwa kurikulum 2013 itu merupakan kurikulum yang tepat dan menyenangkan.
Dalam implementasi kurikulum 2013 tentunya guru harus terlebih dulu
mempelajari dan memahami benar materi dan esensi kurikulum 2013 sebelum
menerapkannya kepada peserta didik. Untuk itu pihak sekolah menugaskan tiga
orang guru bidang studi SMA Negeri 1 Cipongkor yaitu sejarah, matematika, dan
PJOK mengikuti bimtek yang merupakan program dari Dinas Pendidikan
Provinsi sedangkan guru bidang studi yang lain belum melakukan bimtek tetapi
dalam waktu dekat semua guru akan malaksanakan bimtek. Selain melaksanakan
bimtek SMA Negeri 1 Cipongkor berinisiatif untuk melakukan pembinaan di
sekolah dengan mengundang sekolah-sekolah swasta yang ada dengan
mendatangkan narasumber dari Dinas pendidikan tentang penerapan kurikulum
2013. Materi yang dibahas dan di jelaskan pada saat itupun baru seputar cara
pembuatan RPP di kurikulum 2013 sedangkan Silabus tidak di bahas karena akan
di sediakan oleh pemerintah belum mencakup keseluruhan kurikulum 2013.

3.3. Evaluasi siswa dalam Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor


Dalam proses penilaian di SMA Negeri 1 Cipongkor, guru lebih
mengedepankan penilaian pada saat proses belajar siswa, adapun UTS dan UAS
tetap menjadi bahan pertimbangan penilaian tetapi persentasenya lebih kecil yaitu
sekitar 40% saja dan 60% dari peniaian proses belajar, selain itu juga untuk
pembuatan soal UTS guru di tekankan untuk membaut soal yang berbentuk
uraian bukan pilihan ganda, gunanya supaya siswa mempu memecahkan masalah
dengan solusi sendiri. Jadi sebagian besar nilai akhir atau raport itu di dapatkan
dari nilai proses atau nilai keaktifan siswa dikelas.
3.4. Kendala Kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Cipongkor
Kendala yang di temukan di SMA Negeri 1 Cipongkor diantaraanya adalah
kebanyakan siswa masih terbiasa dengan metode belajar ceramah sehingga ketika
guru memberi kesempatan buat siswa untuk mencari gagasan, ide, dan pendapat
sendiri sesalu agak sulit karena kebiasaan mereka hanya menyimak dan
mendengarkan saja. Apalagi ketika siswa masuk SMA tidak memiliki dasar yang
cukup dalam berbagai pelajaran.
Selain siswa, guru juga masih senang menggunakan metode ceramah
dibanding dengan metode-metode lain. Oleh karena itu setelah beres UTS pihak
sekolah berinisiatif mengadakan bimtek di sekolah khusus tentang cara-cara
mengajar dikelas dengan sistem kurikulum 2013 dan pada semester dua akan
mendatangkan narasumber yang berkaitan dengan cara penilaian dalam
kurikulum 2013.
Kendala juga dapat di temukan dari datangnya buku yang tidak tepat waktu
bahkan ada beberapa mata pelajaran yang belum di berikan buku oleh pemerintah
yang sudah datang juga di berikan pada pertengahan seftember padahal proses
pembelajaran sudah dimulai dari awal agustus.
Selanjutnya kendala yang di temukan juga terdapat pada penerapan
kurikulum 2013 di kelas XI yang juga haru mengejar Kurikulum 2013 di kelas X
karena kurikulum yang mereka gunakan di kelas X dulu masih menggunakan
KTSP yang kontennya jauh berbeda dengan Kurikulum 2013 sehingga membuat
kelas XI ketinggalan materi kurikulum 2013 di kelas X.

4.
5. Keterkaitan Kurikulum 2013 dengan KTSP
Sebenanya Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari KTSP. Ketika
seseorang mengatakan bahwa mempelajari kurikulum 2013 itu sulit, berarti dia belum
memahami KTSP tetapi apabila KTSP sudah di pahami oleh seseorang makan
kurikulum 2013 akan mudah untuk di pahami dan di terapkan dalam proses
pembelajaran. Kurikulum 2013 dengan KTSP memiliki konsep yang tidak jauh
berbeda, namun dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013 lebih memberi
kesempatan yang luas kepada siswa untuk meningkatkan kreatifitas. Meskipun seperti
itu bukan berarti guru hanya diam saja tetapi sorang guru harus mampu mengawasi dan
mengarahkan siswa untuk lebih kreatif dan inovatif.