Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKNG
Emesis Gravidarum adalah keluhan utama dan merupakan keluhan umum yang
disampaikan pada kehamilan muda dengan gejala yang biasa ditimbulkan yaitu kepala
pusing, terutama pagi hari disertai mual muntah. Hal ini bisa menghilang dengan
sendirinya sampai usia kehamilan ± 4 bulan.
Pada kasus yang berat Emesis Gravidarum yang terjadi berlaki-kali ini bisa
menimbulkan gangguan kekurangan cairan elektrolit atau bisa menjadi Hiperemesis
Gravidarum.
Untuk pengobatan Emesis gravidarum ini dapat dengan mengkonsumsi vitamin, zat
besi, dan pemeriksaan antenatal secara rutin, serta untuk menguranginya dengan makan
sedikit tapi sering.
(Sarwono Prowirotarjo 99)

B. Rumusan Masalah
Dari data belakang di atas dapat di ambil perumusan masalah sebagai berikut :
“ Bagaimanakah Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil Dengan Emisis Gravidarum
pada TM I Terhadap ny.F umur 24 tahun G1 P0 A0 usia kehamilan 8 minggu di
Puskesmas Mutiara Timur Tahun 2018 ?

C. Tujuan Studi Kasus


1. Tujuan Umum
Mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dan dapat memberikan asuhan
kebidanan dengan menggunakan proses manajemen kebidanan pada ibu hamil
dengan Emisis Gravidarum.

2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu
1. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian pada ibu hamil dengan Emesis Gra
2. Mahasiswa dapat menentukan diagnosa pada ibu hamil dengan Emesis
Gravidarum.

1
3. Mahasiswa dapat menentukan diagnosa potensial pada ibu hamil dengan
Emesis Gravidarum.
4. Mahasiswa dapat menentukan dan melaksanakan tindakan segera pada ibu
hamil dengan Emesis Gravidarum.
5. Mahasiswa dapat menentukan perencanaan yang telah dirumuskan pada ibu
dengan Emesis Gravidarum.
6. Mahasiswa dapat melaksanakan perencanaan yang telah dirumuskan pada ibu
dengan Emesis Gravidarum.
7. Mahasiswa dapat mengevaluasi asuhan yang telah diberikan pada ibu hamil
dengan Emesis Gravidarum.
b. Mahasiswa mampu menganalisis kesenjangan antara teori dan kasus nyata
di lapangan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil Ny. F
dengan emisis grafidarum.
c. Mahasisa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah pada ibu hamil
Ny. F dengan emisis gravidarum.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Emesis gravidarum adalah keluhan umum yang disampaikan pada kehamilan
muda. Terjadinya kehamilan menimbulkan perubahan hormonal pada wanita.
Karena terdapat peningkatan hormone esterogen, progesterone dan dikeluarkannya
human chorionic gonadothropine placenta. Hormone-hormon inilah yang diduga
menyebabkan emesis gravidarum. Muntah biasanya disertai dengan mual,tapi tidak
selalu demikian. Mual merupakan perasaan yang diakui secara sadar tentang
terjadinya eksitasi yang tidak disadari pada pusat muntah didalam medulla
oblongata atau didaerah yang dekat dengan pusat muntah tersebut . Muntah
merupakan serangkaian gerakan komplek mengeluarkan isi usus ketika salah satu
bagiannya mengalami iritasi atau distensi.
Komponen sensorik dan motorik reflek muntah diatur oleh system saraf
otonom. Pengaturan ini menimbulkan perasaan seperti “ mau muntah”. Muntah
juga biasanya disertai dengan sekresi saliva, perspirasi, pucat, penurunan tekanan
darah, takikardia dan respirasi yang tidak teratur disamping perasaan subjektif.
Stasis lambung biasanya mendahului muntah. Untuk mengeluarkan isi lambung,
esophagus bagian bawah dan lambung bagian atas harus mengadakan relaksasi
sementara deudenum dan lambung bagian bawah berkontraksi. Lambung akan
mengalami kompresi antara diafragma dan dinding abdomen.

B. ETIOLOGI
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Frekuensi
kejadian adalah 3,5 per 1000 kehamilan. Faktor-faktor predisposisi yang
dikemukakan : ( Rustan Mochtar, 1998 )
 Faktor Organik.
Masuknya vili khoriales dalam sirkulasi maternal dan perubahan
metabolik akibat kehamilan serta resistensi yang menurun dari pihak ibu
terhadap perubahan-perubahan ini serta adanya alergi, yaitu merupakan salah
satu respon dari jaringan ibu terhadap janin.
 Faktor Psikologik.

3
Faktor ini memegang peranan penting pada penyakit ini. Rumah tangga
yang retak, kehilangan pekerjaan, takut terhadap kehamilan dan persalinan,
takut terhadap tanggungan sebagai ibu, dapat menyebabkan konflik mental
yang dapat memperberat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar
terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran
hidup.Faktor endokrin lainnya : hipertiroid, diabetes, peningkatan kadar HCG
dan lain-lain.

C. GEJALA dan PENYEBAB


 GEJALA :
1. Mual dan sampai muntah yang terjadi dalam 12 minggu pertama kehamilan,
biasanya menghilang pada akhir waktu tersebut, tapi kadang muncul kembali
menjelang akhir kehamilan .
2. Mual dan muntah yang terjadi kira-kira mulai 2 minggu sesudah haid tidak
datang dan berlangsung kira-kira selama 6 sampai 8 minggu. Sesudah 12
minggu biasanya menghilang .
3. Mual dan muntah yang terjadi pada tribulan pertama kehamilan dan akan
berakhir pada awal tribulan kedua kehamilan (Rustam, 2002).
4. Perasaan mual kadang disertai muntah di pagi hari. Ada yang merasakan
siksa ini hanya dipagi hari, namun tidak jarang yang harus mengalaminya
seharian penuh dan nyaris tidak dapat melakukan aktivitas apapun (Maramis,
2006)

 PENYEBAB
1. Penyebab tidak diketahui, tetapi diduga disebabkan oleh peningkatan
hormon kelamin yang diproduksi selama hamil
2. Penyebab hampir dapat dipastikan karena kepekaan terhadap hormon
kehamilan. Tetapi, akan berlebihan jika calon ibu terlalu cemas atau
mengalami tekanan emosional. Mual di pagi hari lebih umum daripada di
saat yang lain, karena perut mengandung kumpulan asam gastrik yang
diendapkan semalaman.
3. Penyebabnya adalah perubahan hormon yang akan mengakibatkan
pengeluaran asam lambung yang berlebihan, terutama di pagi hari .

4
Perasaan mual dan muntah pada ibu hamil disebabkan karena selama hamil
muda pergerakan usus menjadi lambat, karena pengaruh hormon hipofise
4. Penyebab yang pasti masih belum diketahui diduga karena pengaruh
perubahan psikologis dan adanya pengaruh perubahan hormonal selama
kehamilan (Suririnah, 2009).

D. PATOFISIOLOGI
Perasaan mual adalah akibat dari meningkatnya kadar estrogen yang biasa
terjadi pada trimester I. Bila terjadi terus-menerus dapat mengakibatkan dehidrasi
dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik.Emesis gravidarum
ini dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk
keperluan energi. Karena okisidasi lemak yang tak sempurna, terjadilah ketosis
dengan tertimbunnya asam aseto-asetik, asam hidroksida butirik, dan aseton dalam
darah. Muntah menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan ekstraseluler dan plasma
berkurang. Natrium dan klorida darah turun. Selain itu, dehidrasi menyebabkan
hemokonsentrasi, sehingga aliran darah ke jaringan berkurang. Hal ini
menyebabkan jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang pula
tertimbunnya zat metabolik yang toksik. Di samping dehidrasi dan gangguan
keseimbangan elektrolit, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan
lambung ( sindroma mollary-weiss ), dengan akibat perdarahan gastrointestinal.

E. PENANGANAN
1. Penanganan hiperemesis gravidarum awalnya berupa anjuran bagi ibu hamil
untuk banyak istirahat, Minum air putih yang cukup dan menghindari
begadang serta sedapat mungkin hentikan aktivitas apapun dimalam hari.
2. Mengkonsumsi biskuit juga bisa dijadikan penanganan hiperemesis
gravidarum yang terbukti mampu mengurangi intensitas rasa mual selama
kehamiulan karena biskuit mudah dicerna oleh sistem pencernaan secara
berkala yang dapat menekan rasa mual dan mencegah keinginan untuk
muntah.
3. Menghindari segala bentuk makanan yang dapat memicu munculnya
keparahan kondisi hiperemesis gravidum seperti jenis makanan rendah gizi
seperti junk food yang meliputi makana setengah matang, Jenis jeroan dan lain
lain

5
4. Memberikan Vitamin yang dianjurkan adalah vitamin B1 dan B6.untuk anti
mual
5. Bila mual muntahnya sudah parah atau telah menjadi Hiperemesis gravidarum
tingkatan I, II dan III harus dirawat inap dirumah sakit.

6
BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Tinjauan Kasus Kebidanan


a. Pengkajian
Tanggal 05 September 2018 pukul 09:45 WIB
1. Identitas Pasien
Nama : Ny.F Nama : Tn.M
Umur : 24 tahun Umur : 28 tahun
Suku / bangsa : Aceh /Indonesia Aceh/indonesia : Aceh/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan :SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Tukang
Alamat :Rambong Alamat : Rambong

2. Anamnesa (data subyektif )


1. Alasan utama pada waktu masuk
Ibu mengatakan mengeluh mual muntah
2. Riwayat perkawinan
a. Status perkawinan : Sah
b. Menikah : Pertama
c. Lama : 1 tahun
d. Usia menikah : 23 tahun
3. Riwayat menstruasi
a. Menarche : Ibu mengeluh haid pertama kali saat umur 12 tahun
b. Siklus : ibu mengatakan siklus haid nya 27 hari
c. Teratur : ibu mengatakan sehari ganti pembalut 2-3 kali
d. Teratur : ibu mengatakan haidnya teratur
e. Lamanya : ibu mengatakan lama haidnya 6-7 hari
f. Sifad darah : ibu mengatakan saat haid darah nya encer
4. Riwayat hamil
a. HPHT : 08 juli 2018
b. TTP : 15 april 2019

7
c. ANC : Sejak umur kehamilan 8 minggu di puskesmas
- Trisemester I : 1 kali
- Trisemester II : -
- Trisemester III : -

d. Imunisasi : ibu mengatakan tidak melakukan suntik TT


e. Keluhan yang dirasakan : ibu merasa lemas
f. Pola kebiasaan sehari hari
a) Nutrisi
Selama hamil : Makan 3kali sehari, satu porsi sedang
Jenis : Nasi , Sayur , lauk
Minum : 8 gelas lebih ( air putih )
b) Pola eliminasi
Selama hamil
- BAK : ibu mengatakan BAK 2-3 kali sehari, konsistensi lunak, warna
khas
- BAB : ibu mengatakan BAB 1 kali sehari, warna khas , konsistensi cair
c) Aktivitas
Selama hamil : melakukan pekerjaan rumah
Istirahat & tidur : Siang 1 jam ,malam 7- 8 jam
Seksualitas : ibu mengatakan tidak ada
d) Personal hygeane : mandi 2 kali , menggantikan celana dalam setiap
Kali mandi
5. Riwayat kehamilan , persalinan, dan nifas yang lalu
G1 P0 A0
6. Riwayat kontrasepsi
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi
7. Riwayat kesehatan
a. Riwayat penyakit sistematik
Ibu mengatakan tidak ada yang mendserita penyakit sistematik
b. Riwayat penyakit keluarga.
Ibu mengatakan baik keluarganya maupun keluarga suaminya tidak memiliki
penyakit keturunan.

8
c. Riwayat keturunan kembar ibu mengatakan baik dari keluarganya maupun
suaminya tidak mempunyai keturunan kembar.
8. Psikososial budaya
a. Kehamilan ini di rencanakan atau tidak
Ibu mengatakan kehamilan ini di rencana kan .
b. Pengetahuan ibu tentang kehamilan sekarang
Ibu mengatakan ibu kurang mengetahui tentang kehamilan dan keadaan
sekarang
c. Penerimaan ibu terhadap kehamilan saat ini
Ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilan sekarang
d. Tanggapan keluarga terhadap kehamilan
Ibu mengatakan bahwa keluarganya senang dengan kehamilannya
e. Ketaatan ibu dalam beribadah
Ibu mengatakan rajin shalat 5 waktu
9. Kebiasaan kebiasaan
- Pengguna obat obatan, jamu
Ibu mengatakan hanya mengonsumsi obat dari bidan dan tidak pernah
minum jamu
- Merokok
Baik ibu maupun suami tgidak ada yang merokok

3. Pemeriksaan fisik ( Data objektif )


1. Status generalis
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadasran : composmetris
c. TTV ( tanda tanda vital )
TD : 120 / 80 mmHg
Nadi : 88 kali permenit
Suhu : 36 derjat celcius
Respirasi : 23 kali permenit
d. TB : 144 cm
e. BB sebelum hamil : 40 kg
f. BB sekarang : 42,7 kg

9
g. IMT :-
h. Lila : 23,5 cm
2. Pemeriksaan sistematris
a. Kepala dan leher
Edema wajah : tidak ada
Closmagravidarum : -
Mata :sklera ikterus (-) konjungtiva pucat (-)
Mulut : karies (-) stomatitis (-) gigi palsu (-)
Leher : tidak ada pembekakam
Payudara : Normal
Bentuk : simetris
Areola mammae : hiperpigmentasi
Putting susu : menonjol
Colostrum : tidak ada
3. Pemeriksaan khusus obstetris ( status lokal )
- Abdomen
1. inspeksi
a. Membesar : sesuai kehamilan
b. Letak : memanjang
c. Strie gravidarum : tidak ada
d. Bekas luka : tidak ada
2. Palpasi
Lepold I : dibelakang simpisis
Lepold II : -
Lepold III : -
Lepold IV : -
3. Auskultasi
a. DJJ :-
b. Puschtum maksimaum :-
c. Frekuensi :-

b. Ekstremitas
Edema : tidak ada

10
Varises : tidak ada
Reflek patela : positif
Kuku : bersih

c. Genetalia luar
tanda chatwich : tidak ada
Varises : tidak ada
Bekas lika : tidak ada
Kelenjar bartholini : normal
Pengeluaran : Normal

d. Anus
Hemoroid : tidak ada

e. Pemeriksaan panggul
1. Distansia spinsrum : tidak dilakukan
2. Distansia kristarum : tidak di lakukan
3. Boudelogue : tidak dilakukan
4. Lingkar panggul : tidak di lakukan

ASESSMEN
1. Diagnosa kebidanan
Ny. F umur 24 tahun G1 P0 A0 datang memeriksa kehamilan dengan keluhan
emisis gravidarum
2. Masalah
Ibu merasakan lemas , tidak nyaman , nafsu makan menurun
3. Kebutuhan
Istirahat yg cukup terapi obat paracetamol , B6 , tablet Fe
4. Diagnosa potensial
Hipermisis gravidarum
5. Maslah potensial
Bila tidak ditangani akan lahir bayi BBLR , kurang nutrisi untuk janin yang
menyebabkan kecacatan

11
6. Tindakan segera
a. Mandiri
Terapi obat : parasetamol, B6 , tablet Fe
b. Kolaborasi
Tidak di lakukan
c. rujuk
tidak di lakukan

PLANNING
A. Perencanaan
1. Sampaikan hasil pemeriksaan pada ibu.
2. Anjurkan ibu untuk makan sedikit namun sering
3. Jelaskan tentang pemenuhan nutrisi dan gizi yang di butuhkan saat
kehamilan .
4. Beritahukan ibu agar tidak mengkonsumsi makanan yang berminyak dan
yang berbumbu merangsang.
5. Anjurkan ibu untuk meminum tablet fe waktu ingin tidur dan meminum
obat anti mual .
6. Anjurkan ibu untuk istirahat yg cukup.
7. Beritahukan ibu agar tidak menggosok gigi setelah makan

B. Pelaksanaan
1. Menyampaikan hasil pemeriksaan pada ibu bahwa ibu sedang mengalami
emisis gravidarum.
2. Menganjurkan ibu untuk makan sedikit namun sering.
3. Menjelaskan tentang pemenuhan nutrisi dan giziyang di butuhkan selama
kehamilan seperti mengonsumsi makanan yg banyak mengandun karbohidrat ,
lemak protein, vitamin, dan mineral dengan seimbang.
4. Memberitahukan kepada ibu agar tidak mengkonsumsi makanan yang
berminyak dan berbumbu terangsang
5. Menganganjurkan kepada ibu untuk meminum tablet fe ketika mau tidur , dan
meminum B6 untuk antri muntah.
6. Menganjurkan ibu untuk beristirahat yang cukup .

12
7. Memberi tahu kan ibu untuk tidak menggosok gigi setelah makan.

C. Evaluasi
1. Ibu sudah mengerti dengan keadaan ibu sekarang .
2. Ibu mau melakukan saran yang diberikan bidan dalam upaya meringankan
mual muntahnya.
3. Ibu puasa dengan penjelsan yang diberikan bidan .

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penulis melaksanakan asuhan kebidanan sesui dengan menajemen kebidanan 7
langkah yang meliputi: pengkajian , interpretasi data , diagnosa potensial , tindakan
segera , rencana tindakan , pelaksanaan ,evaluasi, serta data perkembangan
menggunakan soap , maka pada kasus ibu hamil Ny. F dengan emisis gravidarum
din Puskemas Mutiara Timur dapat di sampaikan bahwa :
Pengkajian dilakukan dengan cara mengumpulkan data subyektif yaitu data
yang diperlukan dari pasien dan keluarga pasien, data subjeyektif yang di dapat kan
yaitu ibu mengatakan ini kehamilan pertama, belum pernah keguguran, ibu
mengatakan rasa mual muntah , mengatakan menstruasi terakhir tanggal 08 juli
2018. Data objektif yang diperoleh dari pemeriksaannya itu keadaan umum ibu baik ,
TD :120 / 80 mmHg, Nadi : 88 kali permenit, raspirasi : 23 kali permenit ,umur
kehamilan 8 minggu dilakukan pemeriksaan dalam pukul 09:45

B. Saran
Dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penulis meminta kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca untuk
kesempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah yang kami buat dapat
bermanfaat bagi pembaca dan pendengar.

14
DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 2018.Ilmu Kebidanan, Kandungan dan KB . Jakarta :EGC


Pranoto . 2007 . Ilmu kebidanan . Yogyakarta . Yayasan Bina Pustaka
SarwonoParawiroharjo.
Rustam . 2005 .Sipnosis obstetri jilid I , Jakarta .EGC .
Saifuddin . 2005. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal .
Yogyakarta Bina Pustaka Sorwono Prowiroharjo.

15