Anda di halaman 1dari 2

“ Harapan Keluarga Setelah ODGJ Pulang Dirawat “

Seorang ibu mengeluh ketika keponakannya yang kembali dirawat di RS serasa tak ada bekasnya. Ia
katakan bahwa keponakannya itu masih tetap keras kepala, perilaku lamanya yang kurang menjaga
kebersihan masih berlanjut, masih merokok, tidak mau solat, tidak mau bergaul ke luar, jika ada yang
ikut memberi nasehat, disergah, ia bersikeras mengatakan sehat hingga tak perlu minum obat. Berbeda
dengan berita yang disampaikan petugas ketika dirawat ia sudah namapak mandiri, mau mencuci
sendiri, mau melakukan solat, suka mandi, bicara lancar dan nyambung. Ketika penulis jumpai
keponakannuya itu, sebenarnya sudah ada kemajuan ia mau diajak bicara mendengarkan nasehat
walaupun ada sedikit bantahan namun tidak berlanjut, penampilan sudah meyakinkan bercukur dan
sudah mulai berspon yang sesuai ketika ada kejadian disekelilingnya, mines apa yang dikeluhkan si ibu.
Siibu juga menyampaikan kebanyakan keluarga berpendapat karena ia sudah dirawat di rumah sakit, ia
kembali normal sesuai harapan mereka. Melihat kenyataan demikian mereka kecewa. Pasien dirawat
selam 1 bulan kemudian petugas memintanya untuk dijemput oleh keluarga , dan dinyatakan sembuh.

Beberapa kemungkinan sisi rumah sakit serta petugasnya, sisi pasien dan keluarga kurang lebih berikut
ini. Kemungkinan pihak rumah sakit menerapkan standar waktu rawat berdasarkan Kepemenkes no 129
th 2008 standar pelayanan minimal rumah sakit, bahwa rawata inap pasien gangguan jiwa dalam waktu
≤ 1 bulan 15. Yang penting ke luar dahulu soal nanti pasen masuk lagi jika dirasa belum tuntas atau ada
keluhan lagi lalu dirawat lagi, itu dianggap baru lagi. Untuk berharap sembuh seratus persen
sebagaimana sedia kala kurang memungkinkan. Yang dinyatakan sembuh saja masih ada sebagian gejala
sisa, harus tetap control dan minum obat. Belum lagi daya tilik (kesadaran diri) yang belum normal, ia
masih merasa tidak sakit, hingga merasa tidak perlu meminum obat. Khususnya bagi keluarga yang baru
saja salah satu anggota keluarganya mengalami ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) belum banyak
terpapar tentang daya tilik pasien yang demikian itu. Kemungkinan pasen taat pada petugas ketika di
rumah sakit kemudian di rumah tidak taat, mungkin terkait rasa otoritas di rumah sakit petugas adalah
orang lain, suasana kondusif: ada petugas juga ada pasien lain yang minum obat. Di rumah dengan care
giver yang kurang terlatih mengakibatkan gagal mengarahkan pasien untuk minum obat. Kelemahan lain
adalah karena petugas juga dengan keterbatasan tenaga mereka jarang melakukan home visit sebagai
tindak lanjut. Beruntung bagi pasien yang tinggal dekat pasilitas kesehatan yang program jiwanya
berjalan hingga dapat ditindaklanjuti. Kejdian di atas akan berkurang jika perencnaan pasien pulang
dilakukan petugs maksimal, keluarga diberi penjelasan secara tuntas tentang ODGJ dan hal yang harus
dilakukan keluarga sebagai care giver. Dari pengkajian penulis keluarga hanya diminta menjemput
tentang pesan harus minum obat pada pasien pun ditipkan pada sopir pembawa pasien, selanjutnya
sopir menyampaikan pada pembantu di rumah pemabntu di rumah langsung menyampaikan pada
pasien tantu saja pasien kurang kooperatif. Sementara itu keluarga dengan persepsinya bahwa pasien
normal sedia kala; harapam yang tinggi sekali.

Untuk para care giver sebaiknya proaktif untuk mendapat penjelasan semaksimal mungkin dari petugas
atau dokter, hingga dapat menjalankan peran dengan tepat. Pemahaman tentang ODGJ juga dapat
memberikan kesabaran dalam mendampinginya. Keluarga dikondisikan diberi pengetahuan yang sama,
agar mereka tepat dalam berespon pada anggota keluarganya yang ODGJ. Ingat ODGJ adalah sama
seperti sakit biasa yang membutuhkan perawatan dan pengobatan, ODGJ punya kesempatan untuk
hidup berkualitas dan produktif, ODGJ manusia yang sama dengan yang lain punya martabat dan mahluk
mulia mulia.

“Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah
Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan,
Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. ( QS. At-Tin [95] : 4).

Ktika keluarga Anda ada yang sakit fisik maupun jiwa janganlah berputus asa, lakukan upaya dan
bersabarlah. Moga bermanfaat