Anda di halaman 1dari 9

2.

Uraian mengenai siapa Tuhan beserta sifat-sifatNya

Dalam konsep Islam, Tuhan disebut Allah dan diyakini sebagai Zat Maha Tinggi Yang
Nyata dan Esa, Pencipta Yang Maha Kuat dan Maha Tahu, Yang Abadi, Penentu Takdir,
dan Hakim bagi semesta alam.

Islam menitik beratkan konseptualisasi Tuhan sebagai Yang Tu nggal dan Maha Kuasa
(tauhid).Menurut Al-Quran terdapat 99 Nama Allah (asma'ul husna artinya: "nama-nama
yang paling baik") yang mengingatkan setiap sifat-sifat Tuhan yang berbeda. Semua
nama tersebut mengacu pada Allah, nama Tuhan Maha Tinggi dan Maha Luas. Di antara
99 nama Allah tersebut, yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah "Maha
Pengasih" (ar-rahman) dan "Maha Penyayang" (ar-rahim).

Penciptaan dan penguasaan alam semesta dideskripsikan sebagai suatu tindakan


kemurahhatian yang paling utama untuk semua ciptaan yang memuji keagungan-Nya dan
menjadi saksi atas keesan-Nya dan kuasa-Nya. Menurut ajaran Islam, Tuhan muncul di
mana pun tanpa harus menjelma dalam bentuk apa pun. Al-Quran menjelaskan, "Dia
tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang
kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui." (Al-'An'am 6:103)

Tuhan dalam Islam tidak hanya Maha Agung dan Maha Kuasa, namun juga Tuhan yang
personal: Menurut Al-Quran, Dia lebih dekat pada manusia daripada urat nadi manusia.
Dia menjawab bagi yang membutuhkan dan memohon pertolongan jika mereka berdoa
pada-Nya. Di atas itu semua, Dia memandu manusia pada jalan yang lurus, “jalan yang
diridhai-Nya.”
Sifat Wajib dan Sifat Mustahil Bagi Allah

Allah SWT memiliki 20 sifat-sifat wajib, yaitu :

1. Sifat Wajib Wujud (ْ‫)ﺟﻭﺟﺟﻮﻮﺩ‬, sifat mustahil Adam (‫)ﻋﺪﻡ‬

Allah SWT memiliki sifat wujud yang berarti ada. Maksudnya adalah bahwa Allah SWT
ada dengan zat-Nya sendiri, dan Allah ada bukan karena ada yang mengadakan atau yang
menciptakan. Kita bisa melihat bukti-bukti nyata bahwa Allah itu ada dengan
memperhatikan langit dan bumi yang kita pijak, dimana alam semesta beserta isinya itu
ada karena ada yang menciptakan, dan itu adalah Allah SWT.

Selain itu, kita juga bisa melihat tanda-tanda kebesaran Allah dengan melihat diri kita
sendiri, dimana jiwa, raga serta segala perlengkapan yang kita butuhkan untuk hidup pasti
ada yang menciptakannya, Dialah Allah SWT. Karena Allah memiliki sifat wajib ada,
maka sifat mustahil bagi-Nya adalah Adam (tidak ada)

Dalil-dalil yang menunjukkan bahwa Allah itu ada adalah :

Al-Qur’an Surat Al- A’raaf ayat 54

Al-Qur’an Surat Al- Mu’minun ayat 78-80

Al- Qur’an Surat As- Sajdah ayat 4

Al- Qur’an Surat Ar- Rad ayat 16

2.Sifat Wajib Qidam (‫)ادﻮلققـِدﺪﺟﻡ‬, sifat mustahil Hudus (ْ‫)ﺟﺣﺟﺪﻮﻭﺙ‬

Sifat wajib bagi Allah yang kedua adalah Qidam yang artinya zat yang terdahulu,
sedangkan untuk sifat mustahilnya adalah hudus yang artinya baru. Sebagai pencipta,
Allah tentu saja ada terlebih dahulu daripada apa yang Ia ciptakan, seperti alam semesta
beserta isinya. Dan tidak ada permulaan bagi Allah, karena Dia adalah Sang Maha
pencipta.

Dalil Naqlinya adalah Al-Qur’an Surat Al- Hadiid ayat 3


‫ظاَقهﺟر دﻭاﻮلدباَقطﺟن دﻭهﺟدﻮ بقﺟكلل دشﻮيءء دﻋقليِمم‬
‫هﺟدﻮ الظﻭﺟل دﻭالقخﺟر دﻭال ظ‬

Artinya

“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin 1453; dan Dia Maha
Mengetahui segala sesuatu.”

3. Sifat Wajib Baqa (‫)بددقاَقﺀ‬, sifat mustahil Fana (‫)ﻓددﻨاَقﺀ‬

Allah memiliki sifat baqa’ yang berarti kekal, sedangkan sifat mustahil bagi-Nya adalah
fana yang artinya binasa atau akan berakhir. Maksudnya adalah bahwa kekekalan yang
dimiliki oleh Allah SWT sebagai pencipta langit dan bumi tidak akan pernah berakhir
atau berkesudahan.

Lain halnya dengan makhluk yang Ia ciptakan seperti manusia, hewan, tumbuh-
tumbuhan, maupun benda-benda ruang angkasa yang suatu saat akan mengalami
kebinasaan atau kehancuran. Oleh karena itulah sangatlah tidak patut bagi kita untuk
berbangga diri atas segala kelebihan atau kehebatan yang kita miliki, sementara itu
hanyalah bersifat sementara.

‫)ﺟﻣدﺨاَلدﻔدﺘﺟﻪﺟ لقﻮلدﺤدﻮاقﺩْ ق‬, sifat Mustahil Mumatsalatuhu


4.Sifat Wajib Mukhalafatuhu lilhawadits (ْ‫ﺙ‬
‫)ﺟﻣدﻤاَﺛدلدﺘﺟﻪﺟ لقﻮلدﺤدﻮاقﺩْ ق‬
lilhawadits (ْ‫ﺙ‬

Mukhalafatuhu lilhawadits merupakan sifat wajib bagi Allah ini memiliki arti bahwa
Allah berbeda dengan ciptaan-Nya, sedangkan sifat mustahilnya adalah Mumatsalatuhu
lilhawadits yang berarti serupa dengan ciptaan-Nya.

Sifat wajib Allah ini sudah jelas menunjukkan bahwa Allah sebagai Yang Maha Pencipta
memiliki perbedaan dengan apa-apa yang Dia ciptakan, dimana kedudukan yang dimiliki
oleh makhluk ciptaan Allah sangatlah tidak sepadan dengan kebesaran, keagungan, serta
ketinggian dari sifat-sifat yang dimiliki Allah SWT, sehingga tidak ada satu makhlukpun
yang mampu menyerupai-Nya.
Dalil Naqli :

Al-Qur’an Surat Asy-Syura ayat 11

Al- Qur’an Surat Al- Ikhlas ayat 4

5. Sifat Wajib Qiyamuhu Binafsihi (‫ )ﻗقديِاَﺟﻣﻪﺟ بقﻨدﻮﻔقﺴقﻪ‬sifat mustahil Ihtiyaju lighairihi

Sifat wajib bagi Allah SWT yang selanjutnya adalah Qiyamuhu Binafsihi yang artinya
adalah berdiri sendiri. Artinya Allah itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang
mengadakan atau menciptakan. Selain itu, dalam menciptakan makhluk-makhluk-Nya,
Allah tidak membutuhkan bantuan dari makhluk apapun.

Berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya yang satu sama lainnya saling membutuhkan.
Misalnya saja manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka tentu membutuhkan bantuan
dari manusia lainnya.

Dalil Naqli :

Al- Qur’an Surat Al- Ankabut ayat 6

Al- Qur’an Surat Ali Imron ayat 2

6.Sifat Wajib Wahdaniyat (‫ )دﻭﻮﺣدﺪاﻧقيِدقﺔ‬sifat mustahil Ta’addud (ْ‫)ﺗددﻌﺪﺪﺩ‬

Wahdaniyat merupakan sifat wajib bagi Allah yang artinya Esa atau tunggal. Maksudnya
adalah bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik itu dalam hal sifat, dzat,
maupun perbuatannya. Dan jika Allah itu ada yang menyamai atau lebih dari satu, maka
alam semesta ini akan hancur, karena tentu saja akan terjadi berbagai perbedaan diantara
keduan-Nya.

Ke-esaan Allah telah dinyatakan dalam kalimat syahadat (‫ )أشهﺪ أن ل الﻪ ال ا‬yang artinya
“Tiada Tuhan selain Allah). Kebalikan dari sifat Allah ini adalah Ta’addud yang artinya
lebih dari satu (berbilang)
Dalil Naqli :

Al-Qur’an Surat Al- Ikhlas ayat 1-4

Al- Qur’an Surat Al- Anbiya’ ayat 22

7.Sifat Wajib Qudrat (‫ )ﻗﺟﻮﺪدﺭقﺓ‬sifat mustahil Ajzun (ْ‫)دﻋﻮﺟﺰ‬

Qudrat merupakan sifat wajib bagi Allah yang memiliki arti berkuasa, maksudnya adalah
bahwa Allah SWT memiliki kekuasaan yang mutlak atas segala sesuatu tanpa ada
batasan, jadi apabila Allah SWT telah berkehendak, maka tidak ada satupun yang dapat
menghalangi-Nya.

Hal ini berbeda dengan manusia yang memiliki kelemahan dan kekuasaan yang terbatas.
Adapun kebalikan dari sifat wajib Allah Qudrat adalah Ajzun yang artinya lemah.

8.Sifat wajib Iradat (‫ )ﺇقدﺭادﺩْقﺓ‬sifat mustahil Karahah (‫)دﻛدراهدﻮﻪ‬

Allah SWT memiliki sifat Iradat yang artinya berkehendak, sedangkan kebalikannya
yang merupakan sifat mustahil bagi allah adalah Karahah yang berarti terpaksa (tidak
berkemauan). Maksudnya adalah bahwa penciptaan Alam semesta ini merupakan
kehendak dari Allah tanpa adanya paksaan maupun campur tangan dari pihak lain. Selain
itu, setiap kehendak dari Allah SWT pasti akan terjadi, dan setiap hal yang tidak menjadi
kehendak Allah pasti tidak akan pernah terjadi.

Allah SWT mustahil bersifat Karahah (terpaksa), karena Allah adalah Maha Sempurna,
dan jika Allah memiliki sifat karahah maka kemungkinan besar alam semesta ini tidak
akan pernah ada, karena karahah adalah sifat kekurangan.

Dalil Naqli :

Al- Qur’an surat Yasiin ayat 82

Al- Qur’an Surat Hud ayat 107


9.Sifat Wajib Ilmun (‫ )قﻋﻮلم‬sifat mustahil Jahlun (‫)دﺟﻮهل‬

Ilmun merupakan sifat wajib bagi allah yang artinya adalah mengetahui, dan Allah
mustahil memiliki sifat Jahlun yang artinya bodoh. Kamna dari sifat Allah Ilmun adalah
bahwasannya pengetahuan yang dimiliki oleh-Nya adalah tidak terbatas dan tidak pula
dibatasi.

Selain itu, Allah Maha mengetahui apa-apa yang ada di alam semesta ini, baik yang
terlihat oleh mata maupun yang ghaib. Inilah tanda bahwa Allah SWT memiliki
kesempurnaan dalam hal kepandaian dan pengetahuan.

Dalil Naqli :

Al- Qur’an Surat Al- Hujurat ayat 16

Al- Qur’an Surat al- Baqarah ayat 231

10.Sifat wajib Hayat (‫ )دﺣديِاَﺓ‬sifat mustahil Maut (‫)ﻤﻮﺕ‬

Selain sifat-sifat di atas, Allah juga memiliki sifat wajib Hayat yang artinya hidup, dan
Allah mustahil memiliki sifat maut yang berarti mati atau binasa. Allah adalah Maha
sempurna, dimana Ia mampu hidup dengan dzat-Nya sendiri, dan tidak ada satupun yang
menghidupkan-Nya.

Hal ini berbanding terbalik dengan makhluk ciptaan-Nya, di mana mereka ada yang
menghidupkan, dan suatu saat mereka akan dimatikan, yaitu Allah SWT. Makhluk
ciptaan Allah memerlukan makan, minum, tidur, dan berbagai macam hal lainnya. Akan
tetapi Allah tidak membutuhkan semua itu.

11. Sifat wajib sama’ (‫ )دﺳدﻤﻮﻊ‬sifat mustahil Shummum (‫صﺪﻤﻮم‬


‫)ال ﺟ‬

Allah memiliki sifat wajib Sama’ yang artinya mendengar, dan Ia mustahil memiliki sifat
Shummum yang berarti tuli atau tidak mendengar. Allah mampu mendengarkan setiap
suara yang ada di alam semesta ini dan tidak ada satu suarapun yang mampu terlepas dari
pendengaran Allah, meskipun suara itu hanya berupa bisikan.

Dalil Naqli :

Al- qur’an Surat Al- Maidah ayat 76

Al- Qur’an Surat Asy- syuro ayat 11

12.Sifat wajib Basar (‫ﺼر‬


‫ )بد د‬sifat mustahil Umyun

Sifat wajib bagi allah yang selanjutnya adalah Basar yang berarti melihat, dimana allah
SWT mampu melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, baik kecil maupun
besar, baik tampak maupun tidak tampak. Dan penglihatan Allah tidaklah terbatas
maupun dapat dibatasi oleh sesuatu pun. Dan sebagai sifat mustahil bagi Allah adalah
umyun yang artinya buta.

13.Sifat wajib Kalam (‫ )ﻛﻼ ﻡ‬sifat mustahil Bukmun

Sifat wajib bagi Allah yang lainnya adalah Kalam yang berarti berbicara atau berfirman.
Allah memiliki sifat kalam yang begitu sempurna, sehingga Allah mampu berbicara tanpa
harus menggunakan bantuan dalam bentuk apapun. Sifat kalam Allah SWT terbukti
dengan firman-firman-Nya dalam kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya kepada para
utusan-Nya.

Adapun sifat mustahil bagi Allah sebagai kebalikan dari sifat wajib kalam adalah bukmun
yang berarti bisu. Jika saja allah bisu, tidak akan mungkin para utusan beliau mampu
mengerti, memahami, serta mengamalkan apa yang Ia perintahkan dan menjauhi segala
larangan-Nya.

14.Sifat wajib Qadiron (‫ )دﻗاَقﺩْﺭﺭا‬sifat mustahil Ajizan (ْ‫)دﻋاَقﺟﺭﺰ‬


Allah SWT itu tidaklah lemah, dimana Ia adalah penguasa atas seluruh makhluk dan
ciptaan-Nya secara mutlak. Inilah yang dimaksud dengn sifat wajib bagi Allah Qadiron
yang artinya berkuasa. Dan Allah tidaklah memiliki sifat mustahil Ajizun yang artinya
bahwa Allah itu lemah.

15. Sifat Wajib Muriidan (‫ )ﺟﻣقرﻮﻳﺭﺪا‬sifat mustahil mukrahan (َ‫)ﺟﻣﻮكدرﺭها‬

Allah SWT merupakan Dzat yang Maha berkehendak atas segala sesuatu, dan apabila
Allah telah berkehendak, maka yang dikehendaki-Nya tersebut pastilah akan terlaksana.
Inilah yang dimaksudkan dengan sifat wajib bagi Allah Muriidan yang memiliki arti
berkehendak. Adapun sifat mustahil-Nya adalah mukrahan yang berarti terpaksa atau
tidak dapat menentukan.

16.Sifat Wajib Aliman (َ‫ )دﻋاَلقﺭﻤا‬sifat mustahil Jahilan (‫)دﺟاَقهﻼ‬

Allah merupakan Dzat yang maha mengetahui segala hal yang telah terjadi maupun yang
belum terjadi, termasuk isi hati maupun pikiran dari ciptaan-Nya. Inilah mengapa Allah
disebut memiliki sifat wajib Aliman yang artinya mengetahui, dan Dia mustahil bersifat
Jahilan yang artinya bodoh.

17.Sifat wajib Hayyan (َ‫ )دﺣﺭﻴيِا‬Sifat mustahil mayitan (َ‫) ﻣيِﺗا‬

Allah SWT itu adalah Dzat yang hidup, Ia tidak pernah mati, tidak pernah tidur, lengah
maupun segala hal yang menjadi kebiasaan ciptaan-Nya. Inilah yang dimaksudkan
dengan sifat wajib bagi Allah Hayyan yang artinya adalah hidup. Dan Dia mustahil
memiliki sifat mayitan yang artinya dalam keadaan mati.

‫)أد د‬
18.Sifat wajib Sami’an (َ‫ )دﺳقﻤﻮيِﺭﻌا‬sifat mustahil Ashamma (‫صم‬
Pada hakikatnya, sifat wajib bagi Allah sami’an yang artinya mendengar memaknai
bahwa Allah SWT merupakan Dzay yang memiliki pendengaran yang sempurna, tidak
ada batasan dan tiada hal yang dapat membatasinya. Oleh karena itulah mengapa Allah
SWT mustahil memiliki sifat Ashamma yang artinya tuli.

‫ )بد ق‬sifat mustahil a’maa (َ‫)أدﻮﻋدﻤﻰ‬


19. Sifat Wajib Bashiiran (‫ﺼﻮيِﺭﺭا‬

Allah SWT merupakan Dzat yang mampu melihat segala hal yang ada di alam semesta
ini tanpa adanya batasan. Ini merupakan sifat wajib bagi Allah yaitu Bashiiran yang
berarti melihat. Sehingga sangatlah mustahil jika Allah memiliki sifat a’maa yang artinya
buta.

20. Sifat Wajib Mutakalliman (َ‫ )ﺟﻣﺘددكللﺭﻤا‬sifat Mustahil abkam (‫)أدﻮبدكﻮم‬

Arti sifat wajib bagi Allah mutakalliman adalah berbicara, dimana Allah SWT mampu
berbicara atau berfirman di dalam kitab-kitab yang Dia turunkan bagi para utusan-Nya.
Dan sangatlah mustahil bagi Allah untuk bersifat abkam yang artinya bisu.

Sumber

http://dalamislam.com/landasan-agama/tauhid/sifat-sifat-allah-dan-asmaul-husna