Anda di halaman 1dari 12

ek

SIPIL’ MESIN ’ARSITEKTUR ’ELEKTRO

PERBANDINGAN KONSUMSI DAYA OLEH ALAT PENGATAUR KECEPATAN MOTOR


UNIVERSAL YANG MENGGUNAKAN METODE MODULASI LEBAR PULSA (PWM) DAN
METODE TAHANAN DEPAN
Ahmad Antares Adam*

Abstract
A universal motor is a small seri motor with capacity of fractional and subfractional horse power
which can be operated at both alternating current and direct current. The speed control of this
motor can be done by pulse width modulation (PWM) and rheostat resistance methods. The
aim of this research is to compare the power consumed of speed controller with pulse width
modulation method and rheostat resistance method. The result of this experiment showed that
the speed controller of the PWM method consumed less power from the voltage source than
the rheostat resistance one for the same speed and torque.
Key words : Pulse Width Modulation (PWM), speed controller, rheostat resistance methods

Abstrak
Motor universal adalah sebuah motor seri berukuran kecil dengan kapasitas daya pecahan
dan sub pecahan daya kuda yang dapat dioperasikan baik pada sumber tegangan bolak-
balik maupun tegangan searah. Pengaturan kecepatan motor ini dapat dilakukan dengan
metoda modulasi lebar pulsa maupun metoda tahanan depan. Tujuan penelitian ini adalah
untuk membandingkan daya yang dikonsumsi oleh alat pengatur kecepatan pada kedua
metode ini. Hasil percobaan menunjukkan bahwa untuk putaran motor dan torsi yang sama,
alat pengatur kecepatan dengan metoda modulasi lebar pulsa menkonsumsi daya yang lebih
sedikit dari metoda tahanan depan.
Kata Kunci : Modulasi lebar pulsa, pengaturan kecepatan, metode tahanan depan

1. Pendahuluan kecepatan ini (Theraja and Theraja,


Motor universal adalah motor 1999). Kecepatan beban penuhnya
seri atau motor seri yang adalah 4000 sampai dengan 16.000
terkompensasi yang didesain untuk rpm. Motor ini mempunyai rating
beroperasi pada kecepatan dan daya 1 mili tenaga kuda sampai
daya yang sama untuk tegangan dengan 1 tenaga kuda.
searah (DC) ataupun tegangan Pengaturan kecepatan
tegangan bolak-balik (AC) satu fasa motor universal dapat dilakukan
yang nilai tegangan rms-nya sama dengan memasang tahanan depan
dengan tegangan DC tersebut dan (rheostat resistance) dan tapping
frekuensinya tidak lebih besar dari 60 medan. Tetapi metoda-metoda
Hz (Cyne and Martin, 1987). tersebut tidak efisien karena terdapat
Kecepatan tanpa beban motor ini rugi-rugi daya pada tahanan depan
sangat tinggi, yaitu 20.000 rpm, (I2R). Dengan melihat hubungan
namun rangkaian jangkarnya telah antara tegangan dengan kecepatan
dirancang untuk tidak rusak pada pada motor universal selalu

* Staf Pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

berbanding lurus, salah satu cara rumah, mesin bor, dan mixer (Cyne
pengaturan kecepatan motor and Martin, 1987).
universal adalah dengan Putaran motor universal
menghasilkan tegangan yang biasanya tinggi, apalagi dalam
bervariasi (berubah-ubah). Seiring keadaan tanpa beban. Maka dari itu,
dengan kemajuan di bidang biasanya motor universal
elektronika daya, tegangan masukan dihubungkan langsung dengan
motor yang bervariasi untuk beban sehingga putaran motor yang
pengaturan kecepatan motor tinggi bisa berkurang dengan
universal dapat dilakukan dengan pembebanan tersebut.
mengatur besarnya sudut penyalaan
komponen elektronika daya seperti
TRIAC dan SCR.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perbandingan antara
daya yang dikonsumsi oleh alat
pengatur kecepatan motor universal
pada metoda modulasi lebar pulsa
dan metoda tahanan depan. Alat
pengatur kecepatan pada metoda
modulasi lebar pulsa adalah
rangkaian PWM sedangkan alat
pengatur kecepatan pada metode
tahanan depan adalah tahanan Gambar 1. Karakteristik kecepatan
geser (rheostat). motor universal

Karakteristik motor universal AC dan


2. Tinjauan Pustaka
DC cukup berbeda karena dua
2.1 Karakteristik motor universal
alasan (ibid):
Motor universal mempunyai a. Pada motor universal dengan
karakteristik motor seri karena sumber tegangan AC, tegangan
berputar pada kecepatan rata-rata reaktansi akan timbul pada
bila bebannya juga rata-rata, dan rangkaian AC ketika sebuah
apabila bebannya dikurangi maka magnet dibentuk oleh arus yang
kecepatannya akan naik. Motor ini mengalir dalam rangkaian listrik.
mempunyai sifat-sifat yang sama Tegangan reaktansi ini menyerap
seperti motor DC seri. Pada sebagian dari tegangan jala-jala
pembebanan ringan motor berputar dan akan mengurangi tegangan
dengan cepat dan menghasilkan yang diaplikasikan ke jangkar
kopel yang kecil. Tetapi pada sehingga mengurangi kecepatan
keadaan pembebanan yang berat, motor.
maka motornya berputar secara
b. Dengan sumber tegangan AC,
perlahan-lahan dengan torsi yang
rangkaian magnetis menjadi
besar. Jadi, motor mengatur
cukup jenuh pada puncak
kecepatannya sesuai dengan beban
gelombang arus, dan nilai rms
yang dihubungkan kepadanya.
fluks menjadi lebih kecil
Motor jenis ini banyak ditemui antara
dibandingkan dengan sumber
lain pada: blower, dinamo mesin jahit
tegangan DC. Pada keadaan
tanpa beban dengan nilai rms

231
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 3. Agustus 2011: 230 - 241

yang sama, torsi cenderung lebih dapat mengurangi suplai arus


kecil dan kecepatannya lebih pada motor untuk mengatur
tinggi dibandingkan dengan kecepatannya.
sumber tegangan DC. 2) Metoda tapping medan
Untuk metoda ini, medan kutub di
2.2 Pengaturan kecepatan Motor tap pada beberapa titik dan
universal kecepatan motor dikendalikan
Pengaturan kecepatan dengan merubah-merubah kuat
motor universal adalah dengan cara medan. Untuk maksud tersebut,
mengatur besar tegangan yang dapat digunakan susunan
diberikan kepada motor. Motor sebagai berikut:
universal merupakan motor yang a. Kumparan medan dilihat
dapat bekerja dengan sumber dalam beberapa bagian
tegangan AC maupun DC, sehingga dengan ukuran kawat berbeda
pengaturan tegangannya pun dapat dan ujung tapping dikeluarkan
dilakukan dengan dua macam yaitu dari setiap bagian tersebut.
pengaturan dalam bentuk sumber b. Kawat tahanan nichrom dililit
tegangan AC dan pengaturan pada satu kutub medan dan
dalam bentuk sumber tegangan DC. tap dikeluarkan dari kawat
Semakin besar tegangan yang tersebut.
diberikan kepada motor universal ini,
maka semakin besar pula kecepatan
2.3 Rangkaian Pembangkit Modulasi
putarnya. Sebaliknya, semakin kecil
Lebar Pulsa (PWM)
tegangan yang diberikan
kepadanya, maka semakin kecil pula Pulsa PWM dibangkitkan dari
kecepatannya. perbandingan sinyal referensi (Vref)
dan sinyal kontrol (Vcont). Sinyal PWM
Menurut Theraja (1999) untuk
ini digunakan untuk melakukan
mengatur kecepatan motor universal
pengontrolan besarnya waktu Ton dan
ada beberapa metoda yang dapat
Toff yang merupakan representasi dari
dilakukan, yaitu:
perbandingan kedua sinyal tersebut.
1) Metoda tahanan depan Pembangkit PWM diperlihatkan
Kecepatan motor dikendalikan seperti gambar berikut ini dimana
dengan memasang sebuah sinyal PWM dihasilkan oleh sebuah
tahanan variabel R seri dengan komparator.
motor. Dengan metoda ini kita

Gambar 2. Pembangkit PWM

232
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

(a). Bentuk kedua sinyal input. (b) bentuk sinyal output PWM.

Gambar 3. Bentuk sinyal input dan output komparator.

Tegangan kontrol dan


gelombang segitiga yang dihasilkan
oleh rangkaian pembangkit
gelombang dan rangkaian pembagi
tegangan diinputkan dikedua input
komparator. Komparator ini akan
memodulasi gelombang yang masuk
yang akan menghasilkan suatu sinyal
pengendali berupa gelombang PWM
(Mohan et al, 1989)
Gambar 4. Gambar sebuah
a. Pembanding (comparator)
pembanding (komparator)
Sebuah pembanding adalah
rangkaian dengan dua tegangan
b. Ramp Generator
input (membalik dan tidak
membalik) dan satu tegangan Ramp generator adalah sebuah
keluaran. Bila masukan tak rangkaian yang melaksanakan
membalik lebih besar dari pada operasi matematik karena dapat
masukan membalik, pembanding menghasilkan tegangan keluaran
menghasilkan tegangan keluaran yang sebanding dengan
yang tinggi. Bila masukan tak tegangan masukan. Pada
membalik lebih kecil dari pada prinsipnya ramp generator
masukan membalik, keluarannya merupakan sebuah rangkaian
rendah (Malvino, 1994). Cara yang yang bekerja seperti integrator
paling sederhana untuk membuat (Malvino, 1994). Pemakaian yang
sebuah pembanding adalah lazim adalah penggunaan
dengan memasang sebuah Op- tegangan yang tetap untuk
Amp tanpa tahanan umpan balik. menghasilkan suatu lerengan
Sebuah pembanding dapat dilihat (ramp) atau sinyal gigi gergaji
pada gambar 4. pada tegangan keluaran. Sebuah
lerengan adalah tegangan yang

233
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 3. Agustus 2011: 230 - 241

naik atau turun secara linear. karena itu dimungkinkan untuk


Dengan menggunakan Op-Amp, mengisolasi resistansi antara dua
maka ramp generator dapat rangkaian dalam orde ribuan
dibuat yaitu rangkaian yang mega Ohm. Isolasi seperti ini
menghasilkan sebuah lerengan berguna dalam aplikasi tegangan
dari masukan empat persegi tinggi dimana dapat memisahkan
(gelombang kotak). Gambar 5 rangkain tegangan tinggi dengan
adalah sebuah integrator yang rangkain kontrol tegangan rendah.
prinsip kerjanya sama dengan Pada pengaturan kecepatan
ramp generator. pada motor universal, pulsa PWM
yang dihasilkan oleh komparator
digunakan untuk menggerakkan
optocoupler. Sehingga tegangan
pada motor dapat diatur
berdasarkan sinyal PWM.

Gambar 5 Integrator

c. Optocoupler
Sebuah optocoupler (Optoisolator)
menggunakan led dan komponen
Gambar 6. Optocoupler
foto dioda, foto transistor atau foto
menggabungkan
diac dalam satu kemasan. Pada
LED dan foto diac
optocoupler driver triac, terdapat
led pada sisi inputnya dan foto
diac pada sisi outputnya. Modulasi 3. Metodologi
lebar pulsa merupakan input led Penelitian ini dilakukan di
dan resisitor seri mengatur arus Laboratorium Mesin-mesin Listrik
yang menyuplai led. Kemudian Jurusan Teknik Elektro Universitas
cahaya dari led mengenai foto Tadulako. Metode yang digunakan
diac dan akan mengatur arus balik pada penelitian ini adalah metode
pada rangkaian output. Saat lebar eksperimental, melalui tahapan-
pulsa PWM berubah, jumlah tahapan sebagai berikut:
cahaya yang dihasilkan juga akan
a. Mengumpulkan alat dan bahan
berubah. Ini berarti tegangan
yang akan digunakan untuk
output berubah bersamaan
melakukan penelitian pengaturan
dengan berubahnya tegangan
kecepatan motor universal, baik
input.
dengan menggunakan metode
Keuntungan pokok optocoupler modulasi lebar pulsa, maupun
adalah terjadinya isolasi elektrik metode tahanan depan.
antara rangkaian input dan output.
b. Membuat alat pengatur
Dengan optocoupler, hanya
kecepatan motor universal
terdapat kontak input dan output
dengan metoda PWM.
dalam bentuk pancaran sinar. Oleh

234
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

Langkah-langkah pembuatan (tahanan geser) pada


alat: pengaturan kecepatan
a) Perancangan rangkaian menggunakan tahanan
elektronika berdasarkan teori depan.
dan spesifikasinya. Pengujian ini dilakukan dengan
b) Perakitan masing-masing blok memasang tahanan geser
rangkaian pada papan PCB (rheostat) yang seri dengan
untuk memudahkan motor. Dilakukan pengaturan
penyambungan dan kecepatan yang bervariasi (dari
pengujian laboratorium. nilai tahanan 0, 25, 50, 75, 100
c) Pengecekan ulang pada Ohm) pada beban motor
rangkaian yang telah selesai konstan, kemudian dilakukan
dibuat. pembacaan arus, tegangan,
Diagram blok rangkaian alat daya, faktor daya dan putaran
pengatur kecepatan motor yang terukur pada alat ukur
universal dengan metoda PWM seperti pada gambar 8.
diberikan pada gambar 7.
d. Pengujian Nilai Konsumsi Daya
c. Melakukan pengujian laboratorium Pada Pengaturan Kecepatan
Pengujian laboratorium dilakukan Dengan Metoda PWM
dengan maksud untuk Dengan menggantikan posisi
mengetahui tingkat keberhasilan tahanan depan dengan alat
rangkaian, membandingkan nilai pengatur kecepatan dengan
komsumsi daya pada pengaturan metoda PWM, kemudian
kecepatan dengan metoda PWM mengatur nilai kecepatan dan
dan metoda tahanan depan. beban (torsi) motor sama dengan
Pengujian ini meliputi: pada saat menggunakan metoda
a) Pengujian alat tahanan depan. Maka akan
Pengujian ini dilakukan untuk dilihat perbedaan nilai konsumsi
membuktikan kinerja dan daya yang diserap oleh kedua
tingkat keberhasilan dari proses rangkaian. Gambar 9
perancangan dan pembuatan memperlihatkan diagram satu
rangkaian pengatur garis pengaturan kecepatan
kecepatan motor universal. dengan metoda kontrol fasa
b) Pengujian nilai konsumsi daya berdasarkan sinyal PWM.
alat pengatur kecepatan

Gambar 7. Diagram blok rangkaian pengatur kecepatan motor

235
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 3. Agustus 2011: 230 - 241

Gambar 8. Diagram satu garis pengujian pengaturan kecepatan


dengan tahanan depan

Gambar 9. Diagram satu garis pengujian pegaturan kecepatan dengan


metoda kontrol fasa berdasarkan sinyal PWM

e. Melakukan pengambilan data Alat dan bahan yang digunakan


Setelah pengujian dilakukan dan dalam penelitian ini adalah:
rangkaian pengatur kecepatan a) Motor universal
motor universal bekerja sesuai b) Voltmeter 2 buah
dengan yang diinginkan maka c) Amperemeter
dilakukan pengambilan data yaitu d) Wattmeter 2 buah
perbandingan nilai konsumsi daya e) Torsimeter
pada alat pengatur kecepatan f) Tachometer
dengan metoda PWM dan g) Osiloskop
metoda tahanan depan. h) cos Ф meter
i) Tahanan geser
f. Analisa Data j) Ramp generator
Data yang diperoleh dari hasil k) zero crossing detector
pengujian, kemudian dianalisis l) Ramp & V komparator
untuk mengetahui daya yang m) Driver TRIAC
dikonsumsi alat pengatur n) TRIAC
kecepatan pada masing-masing
metode.

236
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

4. Hasil dan Pembahasan kecepatan menggunakan tahanan


4.1 Hasil pengujian depan dan pengaturan kecepatan
Pengujian di laboratorium dengan metoda PWM. Data
dilakukan untuk membandingkan nilai pengujian dan pengukuran
konsumsi daya alat pengatur diperlihatkan pada gambar 10 dan
kecepatan pada pengaturan tabel 1 dan tabel 2.

Volt/Div = 5 V Volt/Div = 5 V
Time/Div = 5 mS Time/Div = 5 mS Output PWM
Tegangan Kontrol

(a)

Volt/Div = 5 V Volt/Div = 5 V
Time/Div = 5 mS Tegangan Kontrol Time/Div = 5 mS Output PWM
(b)

Volt/Div = 5 V Output PWM


Volt/Div = 5 V Time/Div = 5 mS
Time/Div = 5 mS Tegangan Kontrol
(c)

Volt/Div = 5 V Volt/Div = 5 V
Time/Div = 5 mS Tegangan Kontrol 100% Time/Div = 5 mS Output PWM
(d)
Gambar 10. Perubahan tegangan kontrol terhadap sinyal PWM, (a). Tegangan
kontrol 25%, (b). Tegangan kontrol 50%, (c). Tegangan kontrol 75%,
(d). Tegangan kontrol 100%

237
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 3. Agustus 2011: 230 - 241

Tabel 1. Nilai konsumsi daya pada pengaturan kecepatan dengan menggunakan


tahanan depan (0, 25, 50, 75, 100 Ohm)

VL R Vmotor Arus P1 P2 Putaran Torsi


No (watt) CosØ (N-m)
(Volt) (Ohm) (Volt) (A) (watt) (rpm)
1 220 100 127 0,95 213 115 0,996 1000 0,1
2 220 75 147 1,1 235 150 0,99 3100 0,1
3 220 50 169 1.12 240 171 0,995 3900 0,1
4 220 25 195 1.13 245 205 0,995 4900 0,1
5 220 0 220 1.14 248 246 0,995 5900 0,1

Tabel 2. Nilai konsumsi daya pada pengaturan kecepatan dengan


menggunakan metoda PWM
Sudut P1
VL Vmotor Arus P2 Putaran Torsi
NO α (watt) CosØ
(Volt) (Volt) (A) (watt) (rpm) (N-m)
(%)
1 220 60 130 0,99 112 110 0,98 1000 0,1
2 220 70 148 1,1 158 156 0,99 3100 0,1
3 220 75 162 1,12 180 174 0,985 3900 0,1
4 220 85 192 1,13 210 206 0,995 4900 0,1
5 220 100 220 1,14 245 240 0,99 5900 0,1

250
M e to d a
Tahanan
200
T eg an g an  (Vo lt)

Depan
M e to d a
150 P W M

100

50

0
1000 3100 3900 4900 5900

K e c e p a ta n  (r p m )
Gambar 11. Grafik perubahan tegangan terhadap kecepatan

4.2 Analisa Hasil pengujian Berdasarkan hasil pengujian terlihat


Berdasarkan tabel 1 dan bahwa perubahan tegangan
tabel 2 dapat dianalisa mengakibatkan terjadinya
perbandingan antara pengaturan perubahan kecepatan. Gambar 11
kecepatan dengan metoda tahanan memperlihatkan grafik perubahan
depan dan pengaturan kecepatan tegangan terhadap kecepatan
dengan metoda PWM. motor.

• Hubungan tegangan masukan


motor dengan kecepatan

238
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

Dari grafik gambar 11 terlihat ΔP = P1 – P2 = 112 - 110 = 2 Watt


bahwa kecepatan putaran motor b. Untuk putaran motor 3100 rpm
berbanding lurus dengan kenaikan - Metode tahanan depan, daya
tegangan. Makin besar tegangan yang dikonsumsi alat pengatur
yang diberikan pada motor makin kecepatan (ΔP):
besar pula kecepatannya.
ΔP = P1 – P2 = 235 – 150 = 85 Watt
• Perbandingan nilai konsumsi daya - Metode PWM, daya yang
pada pengaturan kecepatan dengan dikonsumsi alat pengatur
metoda tahanan depan dan dengan kecepatan (ΔP):
metoda PWM
Perbandingan nilai konsumsi ΔP = P1 – P2 = 158 - 156 = 2 Watt
daya pada pengaturan kecepatan c. Untuk putaran motor 3900 rpm
dengan metode tahanan depan dan - Metode tahanan depan, daya
metode PWM disajikan pada Tabel 3. yang dikonsumsi alat pengatur
Dari hasil pengujian dapat kecepatan (ΔP):
dilihat perbandingan nilai konsumsi
daya pada alat pengatur kecepatan ΔP = P1 – P2 = 240 – 171 = 69 Watt
dengan metoda tahanan depan dan
alat pengatur kecepatan dengan - Metode PWM, daya yang
metoda PWM. Perbandingan ini dikonsumsi alat pengatur
dilakukan pada kecepatan yang kecepatan (ΔP):
sama dan torsi yang konstan, yaitu 0,1 ΔP = P1 – P2 = 180 - 174 = 6 Watt
N-m.
d. Untuk putaran motor 4900 rpm
a. Untuk putaran motor 1000 rpm
- Metode tahanan depan, daya
- Metode tahanan depan, daya
yang dikonsumsi alat pengatur
yang dikonsumsi alat pengatur
kecepatan (ΔP):
kecepatan (ΔP):
ΔP = P1 – P2 = 245 – 205 = 40 Watt
ΔP = P1 – P2 = 213 – 115 = 98 Watt - Metode PWM, daya yang
- Metode PWM, daya yang dikonsumsi alat pengatur
dikonsumsi alat pengatur kecepatan (ΔP) :
kecepatan (ΔP): ΔP = P1 – P2 = 210 - 206 = 4 Watt

Tabel 3. Perbandingan nilai konsumsi daya pada pengaturan kecepatan dengan


metoda tahanan depan dan dengan metoda PWM.

Metoda Tahanan Metoda PWM


VL Kec. Torsi
No. I P1 P2 Vm I P1
(Volt) (rpm) (N-m) Vm P2
(V) (A) (W) (W) (V) (A) (W) (W)
1 220 1000 0,1 127 0,95 213 115 130 0,99 112 110
2 220 3100 0,1 147 1,1 235 150 148 1,1` 158 156
3 220 3900 0,1 165 1,12 240 171 162 1,12 180 174
4 220 4900 0,1 193 1,13 245 205 192 1,13 210 206
5 220 5900 0,1 220 1,14 248 246 220 1,14 245 240

239
Jurnal SMARTek, Vol. 9 No. 3. Agustus 2011: 230 - 241

e. Untuk putaran motor 5900 rpm terjadi jika metode pengaturan


- Metode tahanan depan, daya kecepatan motor memakai metode
yang dikonsumsi alat pengatur PWM. Pada pengaturan kecepatan
kecepatan (ΔP): motor dengan metode PWM, nilai
ΔP = P1 – P2 = 248 – 246 = 2 Watt daya yang dikonsumsi oleh alat
pengatur kecepatan ini relatif jauh
- Metode PWM, daya yang lebih kecil dan cenderung konstan,
dikonsumsi alat pengatur yaitu hanya berkisar 2 sampai
kecepatan (ΔP) : dengan 6 Watt. Sehingga untuk
ΔP = P1 – P2 = 245 - 240 = 5 Watt aplikasi penggunaan motor universal
di industri yang membutuhkan
Dari hasil pengukuran daya kecepatan yang berubah-ubah
yang diserap oleh masing-masing alat (variabel speed), maka metode PWM
pengatur kecepatan untuk metode lebih efisien dibandingkan dengan
tahanan depan dan metode PWM , metode tahanan depan karena rugi-
terlihat bahwa makin besar nilai rugi (konsumsi daya) pada alat
tahanan depan yang dihubungkan pengatur kecepatan jauh lebih kecil.
ke motor, maka makin besar daya Dengan menggunakan metode ini
yang diserap oleh tahanan ini. Hal ini besar tegangan masukan motor
sesuai dengan persamaan I2R, dapat divariasikan, tanpa rugi-rugi
dimana R adalah besar nilai tahanan yang signifikan.
dan I adalah arus. Semakin besar
daya yang dikonsumsi oleh tahanan
5. Kesimpulan
ini, maka putaran motor semakin
Berdasarkan penelitian yang
kecil. Sebaliknya, dengan
telah dilakukan, dapat diambil
berkurangnya nilai tahanan yang
kesimpulan sebagai berikut :
dihubungkan ke motor, maka daya
a. Pada pengaturan kecepatan
yang diserap oleh tahanan juga
motor dengan metode tahanan
semakin kecil. Hal ini berakibat
depan, semakin rendah
putaran motor semakin bertambah,
kecepatan motor, maka semakin
karena tegangan masukan ke motor
besar daya yang dikonsumsi oleh
bertambah besar. Pada hasil
alat pengatur kecepatan. Dari hasil
pengukuran pada tabel 3, besarnya
pengujian, diperoleh bahwa pada
daya yang dikonsumsi tahanan
putaran motor universal yang
depan yang terbesar adalah 98 Watt
rendah yaitu 1000 rpm, besarnya
pada putaran motor yang terendah
daya yang dikonsumsi tahanan
yaitu 1000 rpm. Ketika tahanan
adalah 98 Watt. Nilai ini terus turun
depan bernilai nol, hanya sedikit
dengan berkurangnya nilai
daya yang dikonsumsi oleh alat
tahanan yang dihubungkan ke
pengatur kecepatan ini, yaitu 2 Watt.
motor. Semakin kecil nilai tahanan
Seiring dengan semakin kecilnya
yang dihubungkan, maka semakin
daya yang diserap oleh tahanan,
tinggi tegangan yang masuk ke
maka motor akan menyerap
motor, sehingga kecepatan motor
tegangan penuh dari jala-jala (220
juga semakin bertambah.
V). Hal ini menyebabkan motor
berputar dengan kecepatan tanpa b. Pada pengaturan kecepatan
bebannya, yaitu 5900 rpm. motor dengan metode PWM, nilai
Kerugian daya yang diserap daya yang dikonsumsi oleh alat
oleh tahanan depan ini tidak akan pengatur kecepatan ini relatif jauh

240
Perbandingan Konsumsi Daya oleh Alat Pengatur Kecepatan Motor Universal
Yang menggunakan Metode Modulasi Lebar Pulsa (PWM) dan Metode Tahanan Depan
(Ahmad Antares Adam)

lebih kecil dibandingkan dengan Technology, S. Chand &


metode tahanan depan, yaitu Company LTD, New Delhi.
hanya berkisar 2 sampai dengan 6
Zuhal., 2000, Teknik Tenaga Listrik dan
Watt. Metode ini lebih efisien untuk
Elektronika Daya, Gramedia,
aplikasi penggunaan motor
Jakarta.
universal di industri yang
membutuhkan kecepatan yang
berubah-ubah (variabel speed),
karena dengan metode ini besar
tegangan masukan motor dapat
divariasikan tanpa rugi-rugi yang
berarti.

6. Daftar Pustaka
Bogart, T.F.,at.al., 1997, Electronic
Devices and Circuit, Prentice
Hall, New York.

Cyne, V.G ; Joseph, Martin E., 1987,


Fractional and Subfractional
Horsepower Electric Motors,
Mc. Graw Hill International
Edition, Singapore.
Lister. E.C., 1993, Mesin dan
Rangkaian Listrik, Terjemahan
Oleh Hanapi Gunawan,
Erlangga, Jakarta.
Malvino, A.P., 1994, Aproksimasi
Rangkaian Semikonduktor,
Terjemahan Oleh Barmawi,
Erlangga, Jakarta.
Malvino, A.P., 1996, Prinsip-Pinsip
Elektronika, Terjemahan Oleh
Barmawi, Erlangga, Jakarta.
Mohan N., Undeland T.M., and
Robbins W.P., 1989, Power
Electronics: Converters,
Applications and Design,
Singapore.
Petruzella, F.D., 1996, Elektronika
Industri, Terjemahan Oleh
Sumanto, Andi, Yogyakarta.
Theraja, B.L., and A.K. Theraja, 1999, A
Text Book of Elektrical

241