Anda di halaman 1dari 42

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN RPP KIMIA

SMA KELAS X MATERI LARUTAN


ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Analisis Materi Ajar Kimia Sekolah Lanjutan dan Menengah

Oleh:

Helmi Fauziah Nasution

Rohazmy Rizki

Ucia Mahya Dewi

DIK A - 2017

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2017
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KIMIA SMA

1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


A. Hakikat Pengembangan RPP
Menurut Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk
satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan
pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar. Selanjutnya menurut
Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 Lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum
Pedoman Umum Pembelajaran (Kemdikbud, 2013: 37) tahapan pertama dalam pembelajaran
menurut Standar Proses adalah perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan kegiatan
penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP adalah rencana pembelajaran
yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu
pada silabus. Sementara itu menurut Panduan Teknis Penyusunan RPP di SD (Kemdikbud,
2013: 9) RPP adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau
lebih.
RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang
mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya
mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban
menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. RPP
disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau
lebih.
Pengembangan RPP dapat dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun
pelajaran dengan maksud agar RPP telah tersedia terlebih dahulu dalam setiap awal
pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara individu
maupun berkelompok dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) di gugus sekolah, di bawah
koordinasi dan supervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan. Kurikulum 2013 untuk SD
menggunakan pendekatan pembelajaran Tematik Terpadu dari kelas I sampai kelas VI.
Kurikulum 2013 SD melaksanakan pembelajaran Tematik Terpadu dan prosesnya
menerapkan pendekatan scientific. Penerapan pembelajaran Tematik Terpadu dengan
pendekatan scientific membawa implikasi perubahan dalam pembelajaran di SD. Perubahan
itu mengakibatkan perubahan pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran,
sistem penilaian, buku siswa, buku guru, program remedial serta pengayaan, dan sebagainya.
Panduan penyusunan RPP ini diperlukan agar semua pemangku kepentingan pendidikan
dasar memiliki persepsi yang sama dalam pelaksanakan Kurikulum 2013 SD, khususnya
perencanaan pembelajaran. Hal ini sangat mendukung proses dan hasil pembelajaran.

B. Pengertian dan Fungsi RPP


Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi pembelajaran,
metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah program perencanaan yang disusun sebagai pedoman
pelaksanaan pembelajaran untuk setiap kegiatan proses pembelajaran. RPP dikembangkan
berdasarkan silabus. Dengan kata lain, RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur
dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan
dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling
luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator
untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Figur 1 Menggambarkan alur perumusan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

ALUR RPP
SK dan KD

SILABUS

RPP
Perencanaan pembelajaran merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan
di sekolah. Melalui perencanaan pembelajaran yang baik, guru akan lebih mudah dalam
melaksanakan pembelajaran dan siswa akan lebih terbantu dan mudah dalam belajar.
Perencanaan pembelajaran dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta
didik, sekolah, mata pelajaran, dsb.
Mungkin masih ada guru yang beranggapan bahwa mengajar bagi seorang guru
adalah tugas rutin atau pekerjaan keseharian. Dengan demikian, muncul anggapan berikutnya
yaitu bahwa guru yang berpengalaman tidak perlu membuat perencanaan , sebab ia telah tahu
dan hafal apa yang harus dikerjakannya di dalam kelas. Pendapat itu mungkin ada benarnya,
seandainya mengajar hanya dianggap sebagai proses menyampaikan materi pelajaran.

Pendapat ini jelas berbeda dengan yang sudah dipelajari di muka bahwa mengajar
tidak sesempit itu. Mengajar adalah proses mengatur lingkungan supaya siswa belajar yang
kemudian diistilahkan dengan pembelajaran. Dengan demikian, maka setiap proses
pembelajaran selamanya akan berbeda tergantung pada tujuan, materi pelajaran serta
karakteristik siswa sebagai subjek belajar. Oleh sebab itu, guru perlu merencanakan dengan
matang, sebagai bagian dari tugas profesionalnya.

C. Komponen-komponen RPP

Komponen-komponen RPP
1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan.
2. Identitas tema/subtema.
3. Kelas/semester.
4. Materi pokok.
5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban
belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus
dan KD yang harus dicapai.
6. Kompetensi Inti (KI), merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi
dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk
suatu jenjang sekolah, kelas, dan matapelajaran.
7. Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian kompetensi.
a. Kompetensi Dasar; merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan pelajaran;
b. Indikator pencapaian merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang
ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
c. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, satuan pendidikan, dan
potensi daerah. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
Dalam merumuskan indikator perlu memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
1) Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata
kerja yang digunakan dalam KI-KD.
2) Indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks,
dekat ke jauh, dan dari konkrit ke abstrak (bukan sebaliknya).
3) Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat
dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan
siswa.
4) Indikator harus menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
8. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja
operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Tujuan dapat diorganisasikan mencakup seluruh KD atau diorganisasikan
setiap pertemuan. Tujuan pembelajaran yang dinyatakan dengan baik mulai dengan menyebut
Audience peserta didik untuk siapa tujuan itu dimaksudkan. Tujuan itu kemudian
mencantumkan Behavior atau kemampuan yang akan diamati. Akhirnya, tujuan itu
mencantumkan Degree keterampilan itu harus dicapai dan diukur, yaitu dengan standar
seperti apa kemampuan itu dapat dinilai.
9. Materi pembelajaran adalah rincian dari materi pokok yang memuat fakta, konsep, prinsip,
dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator ketercapaian kompetensi.
10. Metode pembelajaran merupakan rincian dari kegiatan pembelajaran, digunakan oleh
pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.
11. Media, Alat dan Sumber Pembelajaran
a. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan
materi pelajaran.
b. Alat pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang memudahkan memberikan
pengertian kepada siswa.
c. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau
sumber belajar lain yang relevan.
12. Langkah – langkah Kegiatan Pembelajaran, mencakup:
a. Pertemuan pertama, berisi pendahuluan; kegiatan Inti, dan penutup.
b. Pertemuan kedua, berisi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.
13. Penilaian
a. Berisi jenis/teknik penilaian.
b. Bentuk instrumen.
c. Pedoman perskoran.
Pembelajaran merupakan suatu system yang terdiri atas komponen-komponen yang
satu sama lain saling berkaitan. Dengan demikian, maka merencanakan pelaksanaan
pembelajaran adalah merencanakan setiap komponen yang saling berkaitan. Dalam Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran minimal ada lima komponen pokok, yaitu komponen tujuan
pembelajaran, materi pelajaran, metode, media dan sumber pelajaran serta komponen
evaluasi. Hal ini seperti yang digariskan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
Bab IV Pasal 20 yang menyatakan bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus
dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya:

1. Tujuan Pembelajaran
2. Materi ajar
3. Metode pengajaran
4. Sumber belajar
5. Dan penilaian hasil belajar

Berikut ini adalah rincian dari komponen minimal RPP yang dimaksud:

1) Tujuan Pembelajaran
Dalam Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan, tujuan pembelajaran
dirumuskan dalam bentuk kompetensi yang harus dicapai atau dikuasai oleh siswa.
Melalui rumusan tujuan, guru dapat memproyeksikan apa yang harus dicapai oleh
siswa setelah berakhir suatu proses pembelajaran. Dalam merumuskan tujuan
pembelajaran, tugas guru adalah menjabarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar (SK/KD) menjadi indikator hasil belajar. Mengapa demikian? Sebab SK/KD itu
sendiri telah ada dalam Standar Isi kecuali seandainya guru ingin mengembangkan
Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah.

Indikator hasil belajar itu sendiri pada dasarnya adalah pernyataan perilaku
yang memiliki dua syarat utama, yakni bersifat observable dan berorientasi pada hasil
belajar (Anda bisa pelajari lagi dalam merumuskan tujuan pembelajaran khusus).

2) Materi/Isi

Materi/Isi pelajaran berkenaan dengan bahan pelajaran yang harus dikuasai


siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Materi pelajaran harus digali dari berbagai
sumber belajar sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai. Dalam kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) materi pelajaran yang harus dikuasai siswa bisa
berbeda antar daerah. Hal ini dikarenakan setiap daerah memiliki karakteristik yang
tidak sama. Misalkan, ketika guru akan mengajarkan tokoh penyebar agama Islam di
Indonesia.

Dalam sistem Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, guru diberikan


kewenangan untuk mengajarkan materi-materi yang bersifat atau lebih tepatnya
berstandar local termasuk ketika guru mengajarkan tokoh penyebar Islam di
Indonesia. Guru bisa menentukan sendiri tokoh yang mana yang akan dibahas
berdasarkan daerah masing-masing. Jadi ketika berbicara penyebaran dan dakwa
Islam di pulau Jawa maka pembahasan Wali Songo tidak bisa dihilangkan, bahkan
guru bisa lebih spesifik lagi menentukan dari asal tokoh tersebut.

Contoh, ketika berbicara tokoh penyebar Islam pertama di Cirebon adalah


Sunan Gunung Djati dan ketika berbicara mengenai tokoh di Surabaya maka Sunan
Ampel adalah tokoh yang dikaji. Kalau kebetulan tidak terdapat tokoh di daearah
tersebut, maka guru bisa mencari tokoh yang berpengaruh dan terdekat dengan lokasi
satuanpendidikan tempat pembelajaran SKI tersebut diselenggarakan.

3) Strategi dan metode pembelajaran

Strategi adalah rancangan serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu;


sedangkan metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan strategi. Dengan
demikian, strategi dengan implementasi itu tidak dapat dipisahkan. Strategi dan metode
pembelajaran harus dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang
berhubungan dengan bidang kognitif berbeda strategi dan metodenya dengan tujuan dalam
bidang afektif dan psikomotor. Dengan demikian juga materi yang diajarkan berupa data dan
fakta harus berbeda strategi dan metode yang digunakan dengan mengajarkan konsep atau
prinsip. Masing-masing memiliki perbedaan. Satu ha yang perlu diperhatikan dalam
menentukan strategi dan metode pembelajaran adalah, bahwa strategi dan metode itu harus
dapat mendorong siswa untuk beraktivitas sesuai dengan gaya belajarnya. Sejumlah prinsip
yang telah diselenggarakan dalam PP No. 19 tahun 2005 adalah bahwa proses pembelajaran
harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, memberikan ruang yang
cukup bagi perkembangan fisik serta psikologi peserta didik.

4) Media dan sumber belajar

Media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat bantu untuk mempermudah
pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan sumber belajar adalah segala sesuatu yang
mengandung pesan yang harus dipelajari sesuai materi pelajaran. Penentuan media dan
sumber belajar harus sesuai dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik daerah.
Suatu media dan sumber belajar yang digunakan tidak mungkin cocok untuk semua siswa.

5) Evaluasi

Evaluasi dalam KTSP diarahkan bukan hanya sekedar untuk mengukur keberhasilan
setiap siswa dalam pencapaian hasil belajar, tetapi juga untuk mengumpulkan informasi
tentang proses pembelajaran yang dilakukan setiap siswa. Oleh sebab itu, dalam Perencanaan
Pelaksanaan Pembelajaran, setiap guru tidak hanya menentukan tes sebagai alat evaluasi akan
tetapi juga menggunakan non-tes dalam bentuk tugas, wawancara, dan lain sebagainya.

d. Prinsip-prinsip penyusunan RPP

1. memperhatikan perbedaan individu peserta didik

RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal,


tinggal intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya
belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik

Proses pembelajaran dirancangdengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong


motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan smangat belajar.

3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis

Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca,


pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut

RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,


pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan

RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan anatar SK, KD,
materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan
mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas mata
pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

6. Menerafkan teknologi informasi dan komunikasi

RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan


komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan afektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

e. Langkah-langkah penyusunan RPP

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi
Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran, Sumber
Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing,
namun semua merupakan suatu kesatuan.

Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagi berikut:

1. Mencantumkan Identitas

Terdiri atas nama sekolah, mata pelajaran, kelas, semester, standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator dan alokasi waktu.

Hal yang perlu diperhatikan adalah:

a. RPP boleh disusun untuk suatu kompetensi dasar.


b. Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator dikutip dari silabus. (Standar
Kompetensi-Kompetensi Dasar-Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait
tidak dapat dipisahkan).
c. Indikator merupakan:
 Ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberi gambaran bahwa peserta didik
telah mencapai kompetensi dasar.
 Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku
yang dapat diukur yang mencakup sikpa, pengetahuan, dan keterampilan.
 Dikembangkan sesuai karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi
daerah.
 Rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat
diobservasi.
 Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk mencapai suatu kompetensi dasar; dinyatakan
dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2x35 menit).

Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan
dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.

2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: kegiatan
pembelajaran: “Menyimak penjelasan mengenai kebiasaan masyarakat pra-Islam di jazirah
Arab.”

Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran,


misalnya peserta didik dapat:

a. Mendeskripsikan kebiasaan buruk masyarakat Arab pra-Islam.


b. Mendeskripsikan kebiasaan baik masyarakat Arab-pra-Islam.
c. Membenci tanggapan atas kebiasaan buruk dan baik masyarakat Arab pra-Islam.
d. Menceritakan kebiasaan-kebiasaan orang-orang Arab pra-Islam.

Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan
pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat
memberikan hasil.

3. Menentukan Materi Pembelajaran

Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.


Contoh:

indikator: peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri masyarakat jahiliyah.

Materi pembelajaran: masyrakat pra-Islam: kebiasaan buruk masyarakat Arab pra-Islam:


menyembah berhala, suka minum-minuman keras, hidup boros, bermain judi, berbuat riba,
membunuh anak bayi perempuan, suku berkelahi. Kebiasaan baik orang Arab pra-Islam:
dermawan, suka menepati janji, memiliki tekad yang kuat, menjaga harga diri, teguh
pendirian, dan dapat dipercaya.
4. menentukan Metode Pembelajar

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan
sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan atau
strategi yang dipilih.

Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang
diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:

a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual,


pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab,
e-learning dan sebagainya.

5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran

a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan


setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan
pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajara adalah
sebagai berikut:

1) Kegiatan pendahuluan
a) Orientasi: merumuskan perhatian peserta didik pada materi yang akan
dibelajarkan dengan cara menunjukan benda yang menarik, memberikan
ilustrasi, membaca berita disurat kabar, menampilkan slide animasi dan
sebagainya.
b) Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi
yang akan diajarkan.
c) Motivasi: guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi,
bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dan sebagainya.
d) Pemberian acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari.
Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran
secara garis besar.
e) Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan
pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran).
2) Kegiatan inti
Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat
mengkonstruksi ilmu sesuai dengan kerangka pemikiran masing-masing. Langkah-
langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukan
perubahan prilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.

Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan lembaran kerja


siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau non-cetak. Khusus untuk pembelajaran
berbasis ICT (Information and Communication Technology/Teknologi Komunikasi
dan Informasi) yang inline dan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik
harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas.
Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.

3) Kegiatan Penutup
a) Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman atau simpulan.
b) Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes
tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali
simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya-jawab dengan
mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
c) Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar
kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidial/pengayaan.

b. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh


rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih,
menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan
pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam
setiap pertemuan.

6. Memilih Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang
dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber,
alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung
dinyatakan bahan aar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan
buku referensi, dalam RPP harus dicentumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan
halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT (Information and
Communication Technology / Teknologi Komunikasi dan Informasi), maka harus ditulis
nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website
yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

7. Menentukan Penilaian

Penilaian dijabarkan atas enis penilaian, bentuk instrumen, dan teknik instrumen yang
dipakai.

Contoh Format Rencana Pelaksanan Pembelajaran

Seperti yang telah dikemukakan di atas, Perencanaan Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP) pada dasarnya adalah pengembangan dari silabus dengan demikian, maka apa yang
telah dirumuskan dalam silabus menjadi dasar penyusunan RPP.

(sumber buku lain)

Dra. Loeloek Endah Poerwatu, M.Pd

Sopam Amri, S.Pd

Panduan memahami kurikulum 2013. Jakarta: PT Prestasi Pustaka Raya

2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam
upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP
secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kretivitas, dan kemandirian sesuai dengam
bakat, minat, dan perkembangan fisik serat psikologis peserta didik.

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
atau lebih. Guru merancang penggalam RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan
penjadwalan di satuan pendidikan.

Komponen RPP adalah:


1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan, kelas, identias,
program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan.

2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kulaifikasi kemampuan minimal peserta didik yang
menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilam yang diharapkan
dicapai pada setiap kelas dan semester pada suatu mata pelajaran.

3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah seumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik
dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi
dalam suatu pelajaran.

4. Indikator pencapaian kompetensi


Indikator kompetensi adalag perilaku yang dapat diukur dan diobservasi untuk
menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian
mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan
kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.

5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan
dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.

6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip-prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalma bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi.

7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban
belajar.

8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat
indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan
situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan
kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan
pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/MI.

9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang
ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta
didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan
pembelajaran dilakukan secara interakti, inspriratif, menyenangkan, menantang,
memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang
cukup bagi prakars kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara
sistematis dan sistematik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan,
penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.

10. Penilaian hasil belajar


Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan
indikator pencapaian komptensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar


Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar,
serat materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP

Penyusunan RPP sangat di perlukan dalam konsep pembelajaran, maka perhatikan


pola-pola berikut ini:

1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik


RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal,
tingkat intelektual, minta, motivasi belajar, bakat, potnsi, kemampuan sosial, emosi,
gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, dan
lingkungan peserta didik.

2. Mendorong partisipasi peserta didik


Proses pembelajaran dirancamg dengan berpusat pada peserta didik untu mendorong
motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.

3. Mengembang budaya membaca dan menulis


Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca,
pemahaman beragam bacaan, dan berekpresi dalam berbagai bentuk tulisan.

4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut


RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi.

5. Keterkaitan dan keterpaduan


RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD,
materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan sumber belajara dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun
dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keberagaman budaya.

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi


RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan
komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan
kondisi.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(Sebelum di Analisis)

A. Identitas
Identitas Sekolah : MAS YP.MADINATUSSALAM
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester :X/2
Materi Pokok : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Alokasi Waktu : 1 x 3 JP
B. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsan dalam
pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
C. Kompetensi Dasar dan Indikator
KD dari KI 1:
1.1 Menyadari adanya keteraturan elektrolit dan nonelektrolit sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang elektrolit dan nonelektrolit
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator :
 Mengagungkan kebesaran Tuhan YME
 Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah
yang terbaik bagi kita.
KD dari KI 2:
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan
melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Indikator :
 Rasa ingin tahu
 Jujur dalam menggunakan data percobaan untuk membuktikan larutan
elektrolit dan nonelektrolit (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai
dengan data percobaan)
 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data (melakukan pembuktian larutan
elektrolit dan nonelektrlit secara benar sesuai dengan langkah-langkah)
 Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung penyelesaian
masalah (dapat menyelesaikan masalah secara runut di awal hingga akhir
dengan langkah-langkah yang benar).
KD dari KI 3:
3.1 Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan daya hantar
listriknya.
Indikator:
 Menjelaskan pengertian dan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit
berdasarkan daya hantar listriknya
 Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
berdasarkan sifat hantaran listriknya
 Menentukan larutan elektrolit yang dapat berupa senyawa ion atau senyawa
kovalen polar
 Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus
listrik dan jenisnya.
 Menentukan larutan elektrolit kuat,elektrolit lemah dan nonelektrolit
berdasarkan derajat ionisasi.

KD dari KI 4:
4.1 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit serta larutan elektrolit
kuat dan elektrolit lemah.

Indikator :
 Mengolah data percobaan atau informasi, sehingga mampu membuktikan
larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
 Menganalisis data percobaan atau informasi, sehingga dapat menentukan
larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit
berdasarkan daya hantar listriknya.
2. Siswa dapat mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
3. Siswa dapat menentukan larutan elektrolit yang dapat berupa senyawa ion atau
senyawa kovalen polar.
4. Siswa dapat menentukan reaksi ionisasi pada senyawa ion dan reaksi ionisasi pada
senyawa kovalen.
5. Siswa dapat menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan
arus listrik.
6. Siswa dapat membedakan larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.
7. Siswa dapat menentukan larutan elektrolit kuat,elektrolit lemah dan nonelektrolit
berdasarkan derajat ionisasi.
E. Materi Pembelajaran
1. Defenisi larutan elektrolit, nonelektrolit dan teori Arrhenius
2. Elektrolit senyawa ion dan senyawa kovalen polar
3. Larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah
4. Derajat ionisasi
F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Scientific

Model : Problem Based Learning (PBL)

Strategi : Kolaboratif & Kooperatif

Metode : Praktikum, diskusi, latihan dan penugasan

G. Media dan Sumber Belajar


 LCD projector
 Lembar Kerja Siswa (LKS)
 Buku-Buku Kimia SMA Kelas X

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Pertemuan 1 (3 x 45 menit)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu
Pendahuluan Fase 1 (menyampaikan tujuan dan 20 menit
memotivasi)
1) Siswa menjawab salam yang diucapkan
oleh guru.
2) Sebelum memulai kegiatan belajar
mengajar, siswa dipimpin ketua kelas
diminta untuk membaca doa bersama-
sama.
3) Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
4) Siswa diberi motivasi oleh guru.
5) Siswa menyimak penjelasan guru
mengenai tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai.
6) Melakukan apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan dan menayangkan video/
animasi untuk mengarahkan siswa ke
materi yang akan dipelajari.
Inti Fase 2 (menyajikan/menyampaikan 100 menit
informasi)
1. Siswa membaca dan mengkaji literatur
tentang larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
2. Siswa diberi kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan mengenai
materi larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit.
Fase 3 (mengorganisasikan siswa dalam
kelompok bekerja)
1. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok dengan
tiap kelompok terdiri dari 4 orang, dengan
masing-masing kelompok terdapat anak
yang kemampuannya lebih dari siswa
yang lain (heterogen).
2. Masing-masing kelompok berdiskusi
mengenai cara menentukan larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
3. Selama siswa bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong
semua siswa untuk terlibat dalam diskusi.
Yang sudah bisa menjelaskan kepada
siswa yang belum bisa.
Fase 4 ( membimbing kelompok bekerja
dan belajar)
1. Guru membimbing setiap kelompok
selama bekerja dan berdiskusi.
2. Guru menyuruh siswa untuk
mengelompokkan larutan berdasarkan
jenis ikatan dan menjelaskannya.

Fase 5 (evaluasi)
1. Guru meminta kepada masing-masing
kelompok untuk menampilkan hasil
diskusi di depan kelas secara bergantian
dan kelompok yang lain menanggapi.
2. Dengan tanya jawab antara kelompok
yang presentasi dan kelompok lain yang
tidak presentasi, guru mengarahkan semua
siswa dalam memberikan penguatan
terhadap materi yang sudah didiskusikan
secara bersama-bersama mengenai cara
menentukan larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
3. Setiap siswa diminta untuk mencatat hasil
diskusi semua kelompok.
4. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi
tiap kelompok.
Penutup Fase 6 (penghargaan) 15 menit
1. Siswa dapat membuat kesimpulan dari
materi pokok larutan elektrolit dan
nonelektrolit.
2. Guru memberikan reward terhadap
siswa yang aktif dalam diskusi dikelas
dan kelompok presentasi yang aktif.
3. Guru memberikan 3 soal sebagai
PR/tugas untuk dikerjakan oleh tiap
siswa.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar
dengan memberikan pesan untuk
membaca buku mengenai materi yang
akan dipelajari pada pertemuan
berikutnya.
Pertemuan 2 (3 x 45 menit)
Kegiatan Langkah Pembelajaran Alokasi Waktu
Pendahuluan Fase 1 ( menyampaikan tujuan dan 20 menit
memotivasi)
1. Siswa menjawab salam yang diucapkan
oleh guru.
2. Sebelum memulai kegiatan belajar
mengajar, siswa dipimpin ketua kelas
diminta untuk membaca doa bersama-
sama.
3. Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru.
4. Siswa diberi motivasi oleh guru.
5. Siswa menyimak penjelasan guru
mengenai tujuan pembelajaran yang
hendak dicapai.
6. Melakukan apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan dan menayangkan video/
animasi untuk mengarahkan siswa ke
materi yang akan dipelajari.
Inti Fase 2 (menyajikan/menyampaikan 100 menit
informasi)
1. Siswa mengamati demonstrasi dari guru.
2. Siswa diberi kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan mengenai
demonstrasi tersebut.
Fase 3 (menorganiasikan siswa dalam
kelompok belajar)
1. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok dengan
tiap kelompok terdiri dari 4 orang,
dengan masing-masing kelompok
terdapat anak yang kemampuannya lebih
dari siswa yang lain (heterogen).
2. Masing-masing kelompok melakukan
percobaan daya hantar listrik pada
beberapa larutan.
3. Siswa mengamati dan mencatat data hasil
percobaan daya hantar listrik pada
beberapa larutan.
4. Selama siswa bekerja di dalam kelompok,
guru memperhatikan dan mendorong
semua siswa untuk terlibat dalam
melakukan praktek.
Fase 4 (membimbing kelompok bekerja
dan belajar)
1. Guru membimbing setiap kelompok
selama bekerja.
2. Guru menyuruh siswa untuk
menganalisis data hasil percobaan.
3. Guru menyuruh siswa menyimpulkan
bahwa larutan elektrolit dapat berupa
senyawa ion atau senyawa kovalen.
Fase 5 (evaluasi)
1. Guru meminta kepada masing-masing
kelompok untuk menampilkan hasil
diskusi di depan kelas secara bergantian
dan kelompok yang lain menanggapi.
2. Menyajikan laporan hasil percobaan
tentang daya hantar listrik larutan
elektrolit kuat,larutan elektrolit lemah
dan larutan nonelektrolit.
Penutup Fase 6 (penghargaan) 15 menit
1. Guru memberikan reward terhadap siswa
yang aktif dalam diskusi dikelas dan
kelompok presentasi yang aktif.
2. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan
memberikan pesan untuk membaca buku
mengenai materi yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya.
Penilaian Hasil Belajar
1. Tes hasil belajar (penguasaan konsep) kimia menggunakan peskoran (setiap soal
diberi skor 1 bila jawaban benar, dan skor nol bila salah).
2. Penilaian Sikap (perilaku) menggunakan rubrik penilaian perilaku.
3. Penilaian keterampilan mengolah data hasil percobaan menggunakan rubrik
Kinerja.
Berikut ini matriks hasil pengembangan RPP K-13 Pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
2. Tabel Hasil identifikasi RPP

No Komponen RPP Review RPP Pengembangan RPP


1 Kompetensi Inti - -
2 Kompetensi Dasar - -
3 Indikator
 KD dari KI 1  -  -
 KD dari KI 2  -  -
 KD dari KI 3  -  -
 KD dari KI 4  Belum dapat mencakup seluruh isi  Merancang percobaan untuk menyelidiki
dari kompetensi inti sifat larutan berdasarkan daya hantar
 Mengolah data percobaan atau listriknya
informasi, sehingga mampu  Melakukan percobaandaya hantar listrik
membuktikan larutan elektrolit dan pada beberapa larutan.
nonelektrolit berdasarkan daya  Mengamati dan mencatat data hasil
hantar listriknya. percobaandaya hantar listrik pada
 Menganalisis data percobaan atau beberapa larutan.
informasi, sehingga dapat  Menganalisis data hasil percobaan daya
menentukan larutan elektrolit kuat hantar listrik larutan elektrolit dan larutan
dan larutan elektrolit lemah. non-elektrolit.
 Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan
daya hantar listrik larutan elektrolit dan
larutan non-elektrolit.
 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit
dapat berupa senyawa ion atau senyawa
kovalen polar

 Mengkomunikasikan hasil percobaan


larutan elektrolit dan non elektrolit.
4 Tujuan Pembelajaran - -
5 Materi Pembelajaran Penyusunan materi ajar masih bersifat  Fakta
umum, tidak di susun berdasarkan tipe o Konduktor
pengetahuan.
o Isolator
o Pelarut
o Terlarut
 Konsep
o Larutan
o Larutan elektrolit
o Larutan non elektrolit
o Reaksi
o Ionisasi
 Prinsip
o Peran ion dalam hantaran listrik
larutan(teori Arrhenius)
o Kekuatan elektrolit
Prosedur
6 Pendekatan dan Metode  Belum memberikan pengalaman Pendekatan : Scientific
Pembelajaran belajar yang melibatkan proses Model : Problem Based Learning (PBL)
mental dan fisik melalui interaksi
antar peserta didik, peserta didik Strategi : Kolaboratif & Kooperatif
dengan guru, lingkungan, dan Metode : Praktikum, diskusi, latihan dan
sumber belajar lainnya dalam
rangka pencapaian KD. penugasan

8 Media dan Sumber Belajar  Belum mendukung pendekatan dan 1. Media.


metode pembelajaran  LCD projector
 Video/ Animasi
2. Sumber Belajar
 Internet
 Buku-Buku Kimia SMA Kelas X
 Lembar kerja Siswa
9 Kegiatan Pembelajaran  Tidak membedakan kegiatan guru  Membedakan kolom kegiatan guru dan siswa
an siswa hanya berbentuk deskriptif
10 Penilaian dan Hasil belajar  Penilaian pencapaian KD peserta  Penilaian pencapaian KD peserta didik
didik belum dilakukan berdasarkan dilakukan berdasarkan indikator.

indikator.
PENGEMBANGAN RPP HASIL ANALISIS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


A. Identitas
Identitas Sekolah :
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester :X/2
Materi Pokok : Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit
Pertemuan : 1 dan II
B. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsan dalam
pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
C. Kompetensi Dasar dan Indikator
KD dari KI 1:
1.1 Menyadari adanya keteraturan elektrolit dan nonelektrolit sebagai wujudkebesaran
Tuhan YME dan pengetahuan tentang elektrolit dan nonelektrolit sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
Indikator:
 Mengagungkan kebesaran Tuhan YME
 Menyadari bahwa ketentuan yang ditetapkan oleh Tuhan YME adalah
yangterbaik bagi kita.
KD dari KI 2:
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,bertanggung jawab,
kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalammerancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkandalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerja sama, santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Indikator :
 Rasa ingin tahu
 Jujur dalam menggunakan data percobaan untuk membuktikan larutan
elektrolit dan nonelektrolit (menggunakan data apa adanya dan hasilnya sesuai
dengan data percobaan)
 Teliti dalam mengolah dan menganalisis data (melakukan pembuktian larutan
elektrolit dan nonelektrlit secara benar sesuai dengan langkah-langkah)
 Ulet dalam mencari sumber pengetahuan yang mendukung penyelesaian
masalah (dapat menyelesaikan masalah secara runut di awal hingga akhir
dengan langkah-langkah yang benar).
KD dari KI 3:
3.1 Mengidentifikasi sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit berdasarkan daya hantar
listriknya.
Indikator:
 Menjelaskan pengertian dan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit
berdasarkan daya hantar listriknya
 Mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit
berdasarkan sifat hantaran listriknya
 Menentukan larutan elektrolit yang dapat berupa senyawa ion atau senyawa
kovalen polar
 Menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan arus
listrik dan jenisnya.
 Menentukan larutan elektrolit kuat,elektrolit lemah dan nonelektrolit
berdasarkan derajat ionisasi.
KD dari KI 4:

4.1 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan


untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit serta larutan elektrolit
kuat dan elektrolit lemah.

Indikator :
 Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan daya
hantar listriknya
 Melakukan percobaandaya hantar listrik pada beberapa larutan.
 Mengamati dan mencatat data hasil percobaandaya hantar listrik pada
beberapa larutan.
 Menganalisis data hasil percobaan daya hantar listrik larutan elektrolit dan
larutan non-elektrolit.
 Menyimpulkan sifat larutan berdasarkan daya hantar listrik larutan elektrolit
dan larutan non-elektrolit.
 Menyimpulkan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion atau
senyawa kovalen polar
 Mengkomunikasikan hasil percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian dan sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit
berdasarkan daya hantar listriknya.
2. Siswa dapat mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan larutan
nonelektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya
3. Siswa dapat menentukan larutan elektrolit yang dapat berupa senyawa ion atau
senyawa kovalen polar.
4. Siswa dapat menentukan reaksi ionisasi pada senyawa ion dan reaksi ionisasi pada
senyawa kovalen.
5. Siswa dapat menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit menghantarkan
arus listrik.
6. Siswa dapat membedakan larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah
7. Siswa dapat menentukan larutan elektrolit kuat,elektrolit lemah dan nonelektrolit
berdasarkan derajat ionisasi.
E. Materi Pembelajaran
 Fakta
o Konduktor
o Isolator
o Pelarut
o Terlarut
 Konsep
o Larutan
o Larutan elektrolit
o Larutan non elektrolit
o Reaksi
o ionisasi
 Prinsip
o Peran ion dalam hantaran listrik larutan(teori Arrhenius)
o Kekuatan elektrolit
o Prosedur
o Langkah kerja percobaan daya hantar listrik dalam larutan
Suatu larutan yang dapat menghantarkan listrik dinamakan larutan elektrolit.Kekuatan
menghantarkan listrik tergantung pada jumlah ion yang terdapat dalam larutan
tersebut.Semakin banyak jumlah ionnya semakin kuat sifat elektrolitnya.Hal ini
disebabkan oleh derajat ionisasi zat yang terlarut.
1. LARUTAN ELEKTROLIT KUAT
 Mempunyai derajat ionisasi 1 (  = 1 )
 Terion sempurna
Contoh : HCl(aq), H2SO4(aq), NaCl(aq), NaOH(aq)
HCl(aq)  H+(aq) + Cl-(aq)
NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq)
H2SO4(aq) 2H+(aq) + SO42-(aq)
NaOH(aq)Na+(aq) + OH-(aq)
2. LARUTAN ELEKTROLIT LEMAH
 Mempunyai derajat ionisasi ( 0<  < 1 )
 Terion sebagian
Contoh : CH3COOH(aq), NH4OH(aq)
CH3COOH(aq)  CH3COO-(aq) + H+(aq)
NH4OH(aq)  NH4+(aq) + OH-(aq)
3. LARUTAN NON ELEKTROLIT
 Mempunyai derajat ionisasi ( =0)
 Tidak terion
Contoh :CO(NH2)2(aq), C12H22O11(aq)
CO(NH2)2(aq) CO(NH2)2(aq) ( tidak terion )
C12H22O11(aq)  C12H22O11(aq) ( tidak terion )
4. JENIS SENYAWA ELEKTROLIT
Sifat Senyawa
No Jenis Senyawa ( elektrolit / non elektrolit )
Padat Lelehan Larutan
1. Senyawa ion (NaCl, Non elektrolit Elektrolit Elektrolit
2. MgCl2) Non elektrolit Non elektrolit Elektrolit
Senyawa kovalen polar
(HCl, HBr)

Pada senyawa ion yang berwujud lelehan dan larutan ion-ionya dapat bergerak
bebas, sedangkan pada wujud padat tidak.Demikian pula pada senyawa kovalen
hanya yang berwujud larutanlah yang ionnya dapat bergerak bebas.Jadi sifat
elektrolit suatu senyawa ditentukan oleh ionnya.

F. Pendekatan dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Scientific
Model : Problem Based Learning (PBL)
Strategi : Kolaboratif & Kooperatif
Metode : Praktikum, diskusi, latihan dan penugasan
G. Media dan Sumber Pembelajaran
3. Media.
 LCD projector
 Video/ Animasi
4. Sumber Belajar
 Internet
 Buku-Buku Kimia SMA Kelas X
 Lembar kerja Siswa
H. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (3 x 45 menit)

Kegiatan Sintaks Model Kelas Eksperimen 1 (eXe Learning + Problem Based Learning) Alokasi Waktu
Problem Based
Deskripsi Kegiatan
Learning
Pendahuluan Fase I :  Guru memberikan salam
Orientasi peserta  Siswa menjawab salam guru 15’
didik kepada  Gru menjelaskan tujuan pembelajaran
masalah  Siswa mendengarkan penjelasan guru
 Guru memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah
Menanya
 Guru memberikan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
 Apakah semua larutan dapat menghantarkan arus listrik?
 Mengapa larutan dapat menghantarkan arus listrik?
 Siswa menjawab pertanyaan atau masalah dari guru
 Guru memberikan pretest
 Siswa mengerjakan pretest
Kegiatan Inti Fase II :  Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok.
Mengorganisasikan  Guru memerintahkan siswa untuk duduk bersama kelompoknya masing-masing. 40’
Peserta didik  Guru menjelaskan mengenai larutan, larutan elektrolit dan nonelektrolit,
elektrolit kuat dan elektrolit lemah, teori Arrhenius dan larutan elektrolit dapat
berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar (dengan media eXe Learning).
Mengamati ( observing)
 Siswa mengkaji literatur tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit.
 Siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru
Menanya
 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang dijelaskan.
 Mengapa HCl tidak dikategorikan sebagai senyawa ion tetapi bisa dapat
menghantarkan arus listrik?
 Bagaimana mekanisme hantaran listrik melalui larutan tersebut.
 Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru
 Guru memberikan masalah kepada tiap-tiap kelompok.
 Guru memerintahkan siswa untuk mendiskusikan masalah yang telah diberikan
bersama teman sekelompoknya.
Pengumpulan Data
 Siswa mendiskusikan dan menganalisis masalah yang diberikan guru bersama
teman sekelompok.
 Siswa memecahkan masalah yang diberikan guru bersama teman sekelompok..
Mengasosiasi
 Siswa membuat laporan/hasil diskusi mengenai masalah yang diberikan guru.
 Guru membantu siswa dalam merencanakan dan membuat laporan/hasil diskusi.
Mengkomunikasi
Fase III:
 Guru mengundi kelompok untuk presentasi.
Membimbing
 Guru memmerintahkan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi secara lisan
penyelidikan
dan berkelompok.
individu dan 40’
 Kelompok siswa yang terpilih mengkomunikasikan hasil diskusi secara lisan
kelompok
bersama teman sekelompok.
Fase IV:  Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberi 25’
Mengembangkan pertanyaan/tanggapan.
dan menyajikan  Siswa merespon hasil diskusi dengan bertanya atau memberi tanggapan.
hasil karya
Penutup Fase V:  Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dan hasil
Menganalisis dan diskusi siswa. 15
mengevaluasi  Guru menilai laporan/hasil diskusi siswa.
proses pemecahan  Kelompok yang melakukan presentasi dengan bagus mendapatkan penghargaan
masalah dari guru.
 Guru dan siswa bersama menyimpulkan pembelajaran.
Pertemuan 2 (3 x 45 menit)

Kegiatan Sintaks Model Kelas Eksperimen 1 (eXe Learning + Problem Based Learning) Alokasi Waktu
Problem Based
Deskripsi Kegiatan
Learning
Pendahuluan Fase I :  Guru memberikan salam.
Orientasi peserta  Siswa menjawab salam guru.
didik kepada  Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
masalah  Siswa mendengarkan penjelasan guru. 15’

 Guru memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah.
Menanya
 Guru memberikan pertanyaan atau masalah yang berkaitan dengan larutan
elektrolit dan nonelektrolit.
 Mengapa sari jeruk dan larutan cuka jila dialiri oleh aliran listrik lampu
menyala atau terdapat gelembung gas?
 Mengapa urea dan glukosa jika dialiri oleh aliran listrik lampu tidak
menyala da tidak terdapat gelembung gas?
 Siswa menjawab pertanyaan guru.

Kegiatan Inti Fase II :  Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok.


Mengorganisasikan  Guru memerintahkan siswa untuk duduk bersama kelompoknya masing-masing.
Peserta didik  Guru menjelaskan mengenai materi yang akan dipraktikumkan hari ini (dengan 30’
media eXe Learning).
Mengamati ( observing)
 Siswa mengkaji literatur tentang larutan elektrolit dan nonelektrolit.
 Siswa memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari guru
Menanya
 Guru memberikan pertanyaan kepada siswa mengenai materi yang dijelaskan.
 Siswa menjawab pertanyaan dari guru

Pengumpulan data (Eksperimen)


 Guru memerintahkan siswa untuk melakukan percobaan mengenai larutan
elektrolit kuat, elektrolit lemah dan nonelektrolit pada beberapa larutan.
 Siswa melakukan percobaan mengenai larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah
Fase III: dan nonelektrolit pada beberapa larutan untuk mendapatkan penjelasan dan
Membimbing pemecahan masalah.
penyelidikan
 Siswa mengamati hasil percobaan
individu dan
 Siswa mengelompokkan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan
kelompok
nonelektrolit berdasarkan data percobaan.
 Guru memberikan LKS.
 Siswa mencatat hasil percobaan dan mengerjakan LKS.
 Guru mengamati jalannya praktikum dan mencatat siswa yang aktif dalam
praktikum.
Mengasosiasi
 Guru membantu siswa dalam merencanakan dan membuat laporan hasil
percobaan.
 Membuat laporan hasil percobaan mengenai praktikum yang dilakukan
Fase IV: Mengkomunikasi 50’
Mengembangkan  Guru mengundi kelompok untuk presentasi.
dan menyajikan  Guru memerintahkan siswa untuk mempresentasikan laporan hasil percobaan
hasil karya yang dilakukan secara lisan dan berkelompok.
 Kelompok siswa yang terpilih mengkomunikasikan laporan hasil percobaan 25’
yang dilakukan secara lisan bersama teman sekelompok.
 Siswa merespon hasil percobaan dengan bertanya atau memberi tanggapan.
 Guru memberikan kesempatan kepada siswa lain untuk memberi
pertanyaan/tanggapan.

Penutup Fase V:  Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dan hasil
Menganalisis dan diskusi siswa.
mengevaluasi  Guru menilai laporan/hasil diskusi siswa. 15’
proses pemecahan  Kelompok yang melakukan presentasi dengan bagus mendapatkan penghargaan
masalah dari guru.
 Guru menyimpulkan pembelajaran bersama dengan siswa.
 Siswa menyimpulkan pembelajaran bersama dengan guru.
I. Penilaian
Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur
1. Sikap - Observasi Kerja - Lembar Observasi
Kelompok
2. Pengetahuan - Penugasan - Soal Penugasan
- Tes Tertulis - Soal Objektif
3. Ketrampilan - Kinerja Presentasi - Kinerja Presentasi
- Laporan Praktik - Rubrik Penilaian

1. Lembar Pengamatan Sikap (Afektif)


Observasi

Responsive
Kerja sama
Tanggung
Kejujuran
Disiplin

santun
peduli
Jawab

N
Nama Siswa Jumlah NILAI
o
skor

(1 (2 (3) (4) (5) (6) (7)


1.
2.
3.
4.
5.

1 = kurang 3= baik
2 = sedang 4= sangat baik

Jumlah Skor
Nilai sikap  x 100
28

2. Penilaian kognitif
NO NAMA NO SOAL SKOR KETERANGAN
1 2 3 4 5 ...

Soal pilihan ganda, setiap soal memiliki skor 1

𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐽𝐴𝑊𝐴𝐵𝐴𝑁 𝐵𝐸𝑁𝐴𝑅𝑋 4


SKOR = 𝑋 100
100
3. Penilaian keterampilan

Aspek Penilaian
Nama Keterampilan Keterampilan Ketepatan Jumlah
No Nilai
Mengemukakan Merancang Alat Melakukan Skor
Pendapat Percobaan Percobaan

 Rubrik Penilaian Psikomotor

No Keterampilan yang dinilai Skor Rubrik


1. Keterampilan Mengemukakan 3 Mengemukakan pendapat dengan
Pendapat sangat jelas.
2 Mengemukakan pendapat dengan
jelas.
1 Mengemukakan pendapat dengan
kurang jelas.
2. Keterampilan Merancang Alat 3 Alat yang digunakan benar.
Percobaan Prosedur yang dilakukan benar.
Merancang alat percobaan dengan
rapi.
2 Ada dua aspek yang benar.
1 Ada satu aspek yang benar.
3. Ketepatan Melakukan Percobaan 3 Alat dan bahan yang digunakan
benar.
Prosedur yang dilakukan benar.
Waktu yang digunakan pas dan
sesuai.
2 Ada dua aspek yang benar
1 Ada satu aspek yang benar

Jumlah Skor
Nilai psikomotor ik  x 100
9
Petunjuk Penskoran :

Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan


rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
× 4 = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

Contoh : Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir
:

14
× 4 = 2,8
20

Peserta didik memperoleh nilai :

Sangat Baik : apabila memperoleh skor : 3.33 < skor < 4.00

Baik : apabila memperoleh skor : 2.33 < skor < 3.33

Cukup : apabila memperoleh skor : 1.33 < skor < 2.33

Kurang : apabila memperoleh skor : skor < 1.33