Anda di halaman 1dari 4

PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA

Tujuan Kegiatan :
Memberikan simulasi kepada seluruh ibu-ibu PKK Desa Pulu Beruang, Ogan Komering Ilir
untuk melakukan indikator pemanfaatan pekarangan rumah yang salah satu indikatornya adalah
menanan tanaman obat tradisional di pekarangan rumah. Agar mereka bisa memberikan manfaat
bagi keluarganya dari hasil memanfaatkan pekarangan rumahnya serta menjadikan Desa Pulu
Beruang sebagai desa yang mandiri dalam bidang kesehatan dan lingkungan.

Rincian Kegiatan :
Memberikan penyuluhan berupa informasi dan pengetahuan kepada seluruh ibu-ibu PKK Desa
Pulu Beruang, Ogan Komering Ilir tentang cara memanfaatkan pekarangan rumah dan manfaat
tanaman obat tradisional serta mempraktekkannya secara langsung terhadap teori yang telah
diberikan kepada seluruh ibu-ibu PKK Desa Pulu Beruang, Ogan Komering Ilir.
Memberikan simulasi kepada mereka tentang bagaimana cara menanam obat tradisional dengan
media tanam yang sederhana, manfaat yang diperoleh ketika menerapkan pemanfaatan
pekarangan rumah serta membagikan polybag yang telah diisi dengan tanah dan bibit tanaman
obat keluarga berupa bibit kunyit, lengkuas, serai, kencur dan jahe.

Alat dan Bahan :


Alat : Ember, Sekop Kecil, Polybag, Booklet.
Bahan : Air, Tanah, Bibit Kunyit, Bibit Serai, Bibit Jahe, Bibit Lengkuas, Bibit Kencur.

Indikator Keberhasilan
1. Lebih dari 50% ibu-ibu PKK Desa Pulu Beruang mampu menerapkan hasil penyuluhan
tanaman obat keluarga.
2. Tingginya tingkat partisipasi warga dalam setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dalam
program penanaman obat keluarga.
3. Warga desa merespon baik keberadaan program dan berkeinginan kuat untuk melanjutkan
program secara berkesinambungan.
Luaran yang Diharapkan
1. Panduan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis preventif dan promotif
dalam bentuk booklet.
2. Masyarakat bersedia melanjutkan program secara terpadu dan mandiri.

Kemitraan
Peran pihak-pihak yang bermitra dalam program ini antara lain yaitu:
1. Kepala desa, berperan sebagai tokoh yang paling berpengaruh di desa sehingga dengan
adanya instruksi dan perintah dari kepala desa akan memudahkan pelaksanaan program.
Pasca program kepala desa dapat mengayomi warga desa untuk tetap mandiri menjaga
kesehatan dan lingkungan.
2. Warga desa, berperan sebagai objek sasaran yang akan diubah perilaku, pengetahuan, dan
sikapnya serta menjadi sasaran perubahan yang sesungguhnya terhadap kesehatan warga
desa.
3. Dinas Kesehatan dan Dinas Tata Kota Kabupaten Ogan ilir sebagai instansi terkait yang
turut serta membantu kegiatan tersebut baik dukungan moril maupun material.
4. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya, sebagai instansi yang membantu
sumber daya manusia sebagai penyuluh kesehatan dan metode penyuluhan yang efektif.
PENYULUHAN BAHAYA ROKOK

Tujuan Kegiatan :
Untuk memberikan informasi dan tips kepada siswa/i SMKN 1 Tulung Selapan mengenai
bahaya merokok, yang di khususkan ke pemberian informasi terhadap kandungan zat berbahaya
pada rokok serta penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rokok, baik perokok aktif maupun
perokok pasif.

Rincian kegiatan :
Narasumber melakukan penyuluhan di depan para sasaran. Media yang digunakan narasumber
dalam penyuluhan ini ialah berupa presentasi powerpoint, video-video menarik mengenai rokok,
serta membagikan leaflet kepada sasarannya. Setelah itu, diadakan sesi diskusi dan tanya jawab
antara narasumber dan siswa/i SMKN 1 Tulung Selapan.

Alat dan bahan :


LCD, leaflet, slide presentasi dan video-video menarik.

Indikator Keberhasilan
1. Lebih dari 50% siswa/i SMKN 1 Tulung Selapan mampu menerapkan hasil penyuluhan
kesehatan.
2. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa/i SMKN 1 Tulung Selapan untuk
menerapkan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan.
3. Tingginya tingkat partisipasi SMKN 1 Tulung Selapan dalam setiap kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam program.
4. SMKN 1 Tulung Selapan merespon baik keberadaan program dan berkeinginan kuat
untuk melanjutkan program secara berkesinambungan.

Luaran yang Diharapkan


1. Panduan pelaksanaan program pemberdayaan berbasis preventif dan promotif dalam
bentuk leaflet.
2. Institusi sekolah bersedia melanjutkan program secara terpadu dan mandiri.
3. Poster hasil pelaksanaan program.

Kemitraan
Peran pihak-pihak yang bermitra dalam program ini antara lain yaitu:
1. Kepala desa, berperan sebagai tokoh yang paling berpengaruh di desa sehingga dengan
adanya instruksi dan perintah dari kepala desa akan memudahkan pelaksanaan program.
Pasca program kepala desa dapat mengayomi warga desa untuk tetap mandiri menjaga
kesehatan dan lingkungan.
2. Bidan desa, berperan sebagai tenaga medis yang mendukung setiap program yang
berhubungan dengan medis seperti pemeriksaan kesehatan warga. Pasca program bidan
desa dapat mempertahankan promosi kesehatan dan tetap melanjutkan program preventif
untuk mempertahankan perilaku warga.
3. Siswa/i SMKN 1 Tulung Selapan, berperan sebagai objek sasaran yang akan diubah
perilaku, pengetahuan, dan sikapnya serta menjadi sasaran perubahan yang sesungguhnya
terhadap kesehatan warga desa.
4. Dinas Kesehatan dan Dinas Tata Kota Kabupaten Ogan ilir sebagai instansi terkait yang
turut serta membantu kegiatan tersebut baik dukungan moril maupun material.
5. Fakultas Kesehatan Masyrakat Universitas Sriwijaya, sebagai instansi yang membantu
sumber daya manusia sebagai penyuluh kesehatan dan metode penyuluhan yang efektif.