Anda di halaman 1dari 30
Proposal Tugas Akhir Lembar Pengesahan LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR Judul Oleh Nrp : Aplikasi

Proposal Tugas Akhir

Lembar Pengesahan

Proposal Tugas Akhir Lembar Pengesahan LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR Judul Oleh Nrp : Aplikasi Material

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL TUGAS AKHIR

Judul

Oleh

Nrp

: Aplikasi Material Sandwich Plate System Pada Konstruksi Kapal Tanker

: ALFAN RAHMATULLAH

: 33311 501 0002

Telah diseminarkan pada:

Hari

Tanggal : 17 Januari 2018

Tempat : Ruang A 203

: Rabu

Dosen Penguji :

Mengetahui/Menyetujui:

Dosen Pembimbing:

1. Ir. Alam Baheramsyah. M.Sc

NIP. 196801291992031001

2. Akhmad Maulidi, S.T.,M.T. NIP.

3. Tristiandinda Permata, S.T., M.T. NIP.

Heni Siswanti,S.T.,M.T. NIP. 198308142015042001

M. Musta’in, S.T., M.T. NIP. 198201252014041001

i

Proposal Tugas Akhir Abstrak APLIKASI MATERIAL SANDWICH PLATE SYSTEM PADA KONSTRUKSI KAPAL TANKER Nama :

Proposal Tugas Akhir

Abstrak

Proposal Tugas Akhir Abstrak APLIKASI MATERIAL SANDWICH PLATE SYSTEM PADA KONSTRUKSI KAPAL TANKER Nama : Alfan

APLIKASI MATERIAL SANDWICH PLATE SYSTEM PADA KONSTRUKSI KAPAL TANKER

Nama

: Alfan Rahmatullah

NRP

: 3311 501 002

Pembimbing I

: Heni Siswanti, S.T., M.T.

Pembimbing II : M. Musta’in, S.T., M.T.

ABSTRAK

Sebuah bangunan kapal terdiri atas komponen konstruksi yang selain memberikan bentuk namun juga berkontribusi dalam hal kekuatan dan ketahanan bangunan kapal tersebut. Pada umumnya material baja digunakan sebagai pilihan utama untuk komponen konstruksi kapal, salah satu contohnya adalah pada pembujur (longitudinal frames) yang jumlahnya dapat mencapai ratusan. Hal tersebut membuat tingginya kebutuhan proses pengelasan dan banyaknya jumlah perpotongan (intersection) dan sambungan antara komponen pembujur dengan komponen melintang kapal. Proses pengelasan sendiri memiliki kelemahan seperti potensi terjadinya deformasi di area sekitar pengelasan dan timbulnya tegangan sisa (residual stress) yang sulit untuk dihilangkan. Kemudian banyaknya intersection dan sambungan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kegagalan struktur pada bagian bagian tersebut.

Sandiwch Plate System (SPS) merupakan salah satu contoh material alternatif yang mampu mengeleminasi penggunaan pembujur sehingga dapat mengurangi proses pengelasan dan jumlah intersection serta sambungan antar komponen konstruksi. Pada penelitian ini akan dilakukan aplikasi penggunaan material SPS untuk menggantikan inner bottom plate pada kapal tanker KM DEWI SRI 3557 DWT sehingga dapat menghilangkan penggunaan pembujur inner bottom. Aplikasi dilakukan dengan melakukan perhitungan konstruksi pada bagian tersebut menggunakan material SPS berdasarkan regulasi Lloyd’s Register. Selain itu, pada penelitian ini juga akan dilakukan analisa tegangan (stress analysis) menggunakan Software Solidworks 2012 pada konstruksi double bottom eksisting dan konstruksi double bottom yang menggunakan material SPS dengan tiga variasi material top plate & bottom plate; ASTM Grade AH36, ASTM Grade A36, dan ASTM Grade D.

Hasil dilakukannya penelitian ini berupa spesifikasi material SPS yang digunakan untuk menggantikan konstruksi double bottom eksisting, perbandingan berat konstruksi, dan perbandingan hasil analisa tegangan.

Kata Kunci: Aplikasi, Sandwich Plate System, Inner Bottom, Stress Analysis

ii

Proposal Tugas Akhir Daftar Isi DAFTAR ISI ABSTRAK ii BAB I 1 PENDAHULUAN 1 1.1.

Proposal Tugas Akhir

Daftar Isi

Proposal Tugas Akhir Daftar Isi DAFTAR ISI ABSTRAK ii BAB I 1 PENDAHULUAN 1 1.1. Latar

DAFTAR ISI

ABSTRAK

ii

BAB I

1

PENDAHULUAN

1

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Rumusan Masalah

3

1.3. Batasan Masalah

3

1.4. Tujuan Penelitian

4

1.5. Manfaat Tugas Akhir

4

BAB II

5

TINJAUAN PUSTAKA

5

2.1. Material Sandwich Plate System (SPS)

5

2.2. Polyurethane Elastomer

7

2.3. Jenis - Jenis Material Baja ASTM

8

2.4. Konstruksi Double Bottom

10

2.5. Perhitungan Konstruksi Sandwich Plate System

11

2.5.1.

Definisi Definisi

12

2.5.2.

Simbol Simbol

13

2.5.3.

Ketebalan Panel Sandwich

14

2.5.4.

Indeks Kekuatan (Strenght Index)

17

BAB III

18

METODOLOGI PENELITIAN

18

3.1. Diagram Alir Penelitian

18

3.2. Tahapan Penelitian

20

3.2.1. Identifikasi & Perumusan Masalah

20

3.2.2. Studi Literatur

20

3.2.3. Pengumpulan Data

20

3.2.4. Redrawing

21

3.2.5. Perhitungan Konstruksi

22

iii

Proposal Tugas Akhir Daftar Isi 3.2.6. Desain Konstruksi 22 3.2.7. Perbandingan Berat Konstruksi 22 3.2.8.

Proposal Tugas Akhir

Daftar Isi

Proposal Tugas Akhir Daftar Isi 3.2.6. Desain Konstruksi 22 3.2.7. Perbandingan Berat Konstruksi 22 3.2.8.

3.2.6. Desain Konstruksi

22

3.2.7. Perbandingan Berat Konstruksi

22

3.2.8. Analisa Tegangan (Stress Analysis)

22

3.2.9. Penarikan Kesimpulan

23

3.2.10. Timeline Pengerjaan Tugas Akhir

23

DAFTAR PUSTAKA

24

iv

Proposal Tugas Akhir Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR Gambar 1.0 Bagian – Bagian Kritis Yang Sering

Proposal Tugas Akhir

Daftar Gambar

Proposal Tugas Akhir Daftar Gambar DAFTAR GAMBAR Gambar 1.0 Bagian – Bagian Kritis Yang Sering Mengalami

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.0 Bagian Bagian Kritis Yang Sering Mengalami Fatigue dan

Kegagalan Struktur Pada Kapal Tanker

Gambar 1.1 Fatigue Crack Pada Pembujur Memanjang Side Shell Kapal Tanker 7

Gambar 1.2 Pembentukan Crack Pada Lambung Kapal Yang Diakibatkan Oleh

6

Fatigue Damage

7

Gambar 2.0 Material Sandwich Plate System

10

Gambar 2.1 Grafik Stress Strain Material Elastomer

12

Gambar 2.2 Polyurethane Elastomer

12

Gambar 2.3 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang (a)

15

Gambar 2.4 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang (b)

15

Gambar 2.5 Bagian-Bagian Utama Material SPS

16

Gambar 2.6 Material SPS Pada Overlay Construction

17

Gambar 3.0 Diagram Alir Penelitian

24

Gambar 3.1 Midship Section KM DEWI SRI 3557 DWT

26

v

Proposal Tugas Akhir Daftar Tabel DAFTAR TABEL Tabel 2.0 Mechanical Properties Material Elastomer 11 Tabel

Proposal Tugas Akhir

Daftar Tabel

Proposal Tugas Akhir Daftar Tabel DAFTAR TABEL Tabel 2.0 Mechanical Properties Material Elastomer 11 Tabel 2.1

DAFTAR TABEL

Tabel 2.0 Mechanical Properties Material Elastomer

11

Tabel 2.1 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja ASTM

Grade AH36

14

Tabel 2.2 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja ASTM

Grade A36

14

Tabel 2.3 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja ASTM

Grade D

15

Tabel 2.4 Penentuan Penguat (Scantling) Berdasarkan t rule dan Z rule

19

Tabel 2.5 Ketebalan Minimum Material Sandwich Plate System

20

Tabel 2.6 Penentuan Ketebalan Top Plate, Bottom Plate, dan Core Thickness

 

20

Tabel 2.7 Ketebalan Minimum Yang Diizinkan Di Bagian Bagian

Tertentu Pada Struktur Kapal

21

Tabel 3.0 Principle Dimension KM DEWI SRI 3557 DWT

26

Tabel 3.2 Timeline Pengerjaan Tugas Akhir

28

vi

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Baja merupakan material

Proposal Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Baja merupakan material yang

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Baja merupakan material yang umum digunakan dalam membangun sebuah kapal. Material tersebut digunakan untuk membuat komponen - komponen konstruksi kapal salah satunya seperti komponen pembujur (longitudinal frames) yang berfungsi untuk memberikan kekuatan secara memanjang kapal. Penggunaan pembujur pada konstruksi kapal yang jumlahnya dapat mencapai hingga ratusan pembujur membuat tingginya kebutuhan proses pengelasan dimana hal tersebut

berpotensi menimbulkan terjadinya deformasi pada daerah sekitar pengelasan dan timbulnya tegangan sisa yang sulit untuk dihilangkan. Selain itu, penggunaan pembujur juga akan menghasilkan banyaknya perpotongan (intersection) ataupun sambungan antara komponen konstruksi membujur dengan komponen konstruksi melintang kapal yang mana pada bagian tersebut merupakan bagian kritis (lihat gambar 1.0) dan sering mengalami kegagalan struktur, misalkan fatigue crack seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1.1 dan gambar 1.2.

seperti yang ditunjukkan oleh gambar 1.1 dan gambar 1.2. Gambar 1.0 Bagian – Bagian Kritis Yang

Gambar 1.0 Bagian Bagian Kritis Yang Sering Mengalami

Fatigue dan Kegagalan Struktur Pada Kapal Tanker

(The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

1

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan Gambar 1.1 Fatigue Crack Pada Pembujur Memanjang Side Shell

Proposal Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan Gambar 1.1 Fatigue Crack Pada Pembujur Memanjang Side Shell Kapal
Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan Gambar 1.1 Fatigue Crack Pada Pembujur Memanjang Side Shell Kapal

Gambar 1.1 Fatigue Crack Pada Pembujur Memanjang

Side Shell Kapal Tanker

(The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

Tanker (The Royal Institution of Naval Architects, 2004 ) Gambar 1.2 Pembentukan Crack Pada Lambung Kapal

Gambar 1.2 Pembentukan Crack Pada Lambung Kapal

Yang Diakibatkan Oleh Fatigue Damage

(The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka pada penelitian ini akan dilakukan aplikasi material sandwich plate system (SPS) untuk menggantikan inner bottom plate pada konstruksi double bottom kapal tanker KM DEWI SRI 3557 DWT sehingga dapat mengeleminasi kebutuhan pembujur inner bottom. Aplikasi dilakukan dengan melakukan perhitungan konstruksi pada bagian tersebut menggunakan regulasi dari Lloyd’s Register Provisional Rules for The Application of Sandwich Panel Construction to Ship Structureuntuk mengetahui spesifikasi material SPS yang sesuai.

2

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan Selain itu, pada penelitian ini juga akan dilakukan analisa

Proposal Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan Selain itu, pada penelitian ini juga akan dilakukan analisa tegangan

Selain itu, pada penelitian ini juga akan dilakukan analisa tegangan (stress

analysis) terhadap konstruksi double bottom eksisting dan konstruksi double

bottom yang menggunakan material SPS dengan tiga variasi material top plate

dan bottom plate; ASTM Grade AH36, ASTM Grade A36, dan ASTM Grade D.

Analisa dilakukan menggunakan software Solidworks 2012 dengan membuat

pemodelan sederhana.

1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, permasalahan utama yang akan dibahas

pada tugas akhir ini adalah:

Bagaimana langkah-langkah perhitungan konstruksi menggunakan

material sandwich plate system?

Bagaimana perbandingan berat konstruksi antara material pelat ASTM

Grade A36 dengan material sandwich plate system?

Bagaimana perbandingan analisa tegangan (stresss anlalysis) pada

konstruksi double bottom eksisting dan double bottom dengan tiga variasi

material sandwich plate system?

1.3. Batasan Masalah

Pada tugas akhir ini terdapat beberapa batasan masalah untuk lebih mengerucutkan dan memfokuskan konten sehingga diharapkan dapat menghasilkan output yang maksimal, batasan batasan masalah tersebut antara lain:

Objek pada penelitian ini adalah kapal tanker KM DEWI SRI 3557 DWT

(single hull tanker) dan aplikasi dilakukan pada kondisi konstruksi

eksisting (overlay construction).

Aplikasi material Sandwich Plate System (SPS) hanya dilakukan pada

konstruksi double bottom dengan cara mengganti inner bottom plate

dengan material SPS sehingga dapat menghilangkan kebutuhan pembujur

inner bottom, serta hanya dilakukan pada daerah parallel middle body

yang memiliki panjang 52.8 m dan lebar 15 m.

Jenis variasi material baja untul top plate dan bottom plate pada panel

sandwich yang akan dianalisa antara lain: ASTM Grade AH36, ASTM

Grade A36, dan ASTM Grade D.

3

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan  Jenis material top plate dan bottom plate pada

Proposal Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

Proposal Tugas Akhir BAB I Pendahuluan  Jenis material top plate dan bottom plate pada panel

Jenis material top plate dan bottom plate pada panel sandwich yang

digunakan pada tahapan perbandingan berat konstruksi adalah baja ASTM

Grade A36.

Jenis material pada kondisi konstruksi eksisting diasumsikan

menggunakan baja ASTM Grade A36.

Dasar atau acuan yang digunakan untuk menghitung konstruksi SPS pada

tugas akhir ini adalah Provisional Rules for The Application of Sandwich

Panel Construction to Ship Structure” dari Lloyd’s Register.

Analisa tegangan (stress analysis) dan pemodelan material dilakukan

dengan menggunakan software Solidworks 2012.

Pada tugas akhir ini tidak membahas teknis pembuatan dari material

sandwich plate system dan instalasinya pada konstruksi kapal, serta tidak

membahas analisa ekonomi terkait penggunaan material SPS.

1.4.

Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai pada pembuatan tugas akhir ini, antara

yaitu:

Mendapatkan spesifikasi material sandwich plate system yang sesuai untuk

digunakan pada konstruksi double bottom kapal tanker KM DEWI SRI

3557 DWT.

Mengetahui perbandingan berat konstruksi sebelum dan sesudah

menggunakan material sandwich plate system.

Mengetahui struktur kekuatan konstruksi double bottom, baik pada kondisi

eksisting maupun setelah digunakan material SPS dengan tiga variasi

material top plate dan bottom plate yang berbeda melalui analisa tegangan

menggunakan software Solidworks 2012.

1.5.

Manfaat Tugas Akhir Secara umum, manfaat yang dapat diperoleh dari tugas akhir ini antara

lain:

Mendapatkan wawasan tentang alternatif material kapal (Sandwich Plate

System) selain baja dan penggunannya pada konstruksi kapal.

Mengetahui perhitungan konstruksi dengan menggunakan material

sandwich plate system.

4

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Material Sandwich Plate

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Material Sandwich Plate System

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Material Sandwich Plate System (SPS)

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Material Sandwich Plate System (SPS) Gambar 2.0 Material Sandwich Plate System (www.ie-sps.com)
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Material Sandwich Plate System (SPS) Gambar 2.0 Material Sandwich Plate System (www.ie-sps.com)

Gambar 2.0 Material Sandwich Plate System

Sandwich Plate System (SPS) merupakan material komposit yang terdiri

dari dua lapisan pelat baja yang direkatkan dengan inti (core) berbahan

polyurethane elastomer dengan metode injeksi. Pada awal mulanya SPS

dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan offshore di Canadian

Beaufort Sea. Riset dan pengembangan selama lebih dari sepuluh tahun yang

memfokuskan pada karakteristik material, dinamika dan performa struktur,

kemampuan menahan api (fire resistance),serta kemampuan dalam menyerap

energi telah menstimulasi aplikasi material SPS baik untuk proyek marine

maupun sipil. Pemilik hak paten sekaligus pengembang dari material SPS ini

adalah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang engineering “Intelligent

Engineering” dengan mitra industrinya yaitu “Elastogram GmbH” yang

merupakan anggota dari BASF group. Penggunaan material SPS pada konstruksi

bangunan kapal baru (new building) maupun untuk kapal eksisting (existing

construction) telah mendapatkan persetujuan (approval) dari badan klasifikasi

kapal ternama milik Inggris yaitu Llyod’s Register. Bagian inti dari polyurethane

elastomer telah dikembangakan oleh Elastogram GmbH dan disesuaikan dengan

karakterisasi spesifikasi material dari Intelligent Engineering dimana material

diuji pada suhu operasional yang ekstrim (-45˚C dan +100˚C). Mechanical

5

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Properties dari elastomer meliputi berat jenis , kekuatan

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Properties dari elastomer meliputi berat jenis , kekuatan tarik

Properties dari elastomer meliputi berat jenis, kekuatan tarik (seperti yang ditunjukkan oleh gambar 2.1) kekuatan tekanan, modulus geser, dan rasio poisson yang telah memenuhi standar ASTM atau DIN seperti yang telah terangkum pada tabel 2.0.

Tabel 2.0 Mechanical Properties Material Elastomer

(The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

pada tabel 2.0. Tabel 2.0 Mechanical Properties Material Elastomer (The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

6

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.1 Grafik Stress – Strain Material Elastomer

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.1 Grafik Stress – Strain Material Elastomer (The
Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.1 Grafik Stress – Strain Material Elastomer (The

Gambar 2.1 Grafik Stress Strain Material Elastomer

(The Royal Institution of Naval Architects, 2004)

2.2. Polyurethane Elastomer

of Naval Architects, 2004) 2.2. Polyurethane Elastomer Gambar 2.2 Polyurethane Elastomer (www.ravelast.com )

Gambar 2.2 Polyurethane Elastomer

Polyurethane merupakan suatu bahan campuran yang dihasilkan dari reaksi kimia antara polyol dan isocyanate (Soepartono, A.P, 2013). Polyurethane termasuk dalam kategori polimer yang memiliki ciri khas adanya gugus fungsi urethane (-NHCOO-) dalam rantai utama polimer. Karakteristik lain dari polyurethane ini juga sangat tergantung pada jenis isocyanate danpolyol yang digunakan dalam proses pencampuran. Pada umumnya bahan ini digunakan sebagai busa (foam) pada insulasi yang terdapat pada mobil atau bangunan, cellular foam untuk furniture dan matras, atau sebagai microcellular foam untuk

7

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka sol sepatu. Polyurethane Elastomer (PU) merupakan salah satu

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka sol sepatu. Polyurethane Elastomer (PU) merupakan salah satu bagian

sol sepatu.Polyurethane Elastomer (PU) merupakan salah satu bagian dari

kelompok polyurethane yang menggabungkan hard isocynate dan elastic polyol

sehingga menghasilkan produk polyurethane elastomer dengan kualitas yang

superior. Bahan mentah (raw materials) dalam pembuatan polyurethane

elastomer inin dapat dibagi menjadi 4 bagian, antara lain:

Isocyanates, pada umumnya berupa toluene diisocyanate (TDI) dan

diphenylmethane diisocyanate (MDI).

Polyols, pada umumnya polyethers dan polyesters.

Cross Linked Polyethylene (XLPE)

Bahan tambahan seperti pigmen, filler, dan penghambat api (flame

retardants).

Kelebihan yang dimilki oleh bahan polyurethane elastomer ini antara lain:

Tahan abrasi.

Memiliki ketahanan terhadap sobekan (tear strength).

Tahan terhadap bahan kimia seperti minyak dan gas.

Mampu menahan beban (load resistance).

Tahan korosi.

Memiliki daya rekat yang kuat (Adhesiveness).

2.3. Jenis - Jenis Material Baja ASTM American Society for Testing and Material (ASTM) merupakan organisasi

internasional yang salah satu fokusnya adalah mengembangkan standarisasi untuk

material, dimana telah banyak negara negara maju maupun negara negara

berkembang yang menggunakan standar ASTM untuk berbagai bidang termasuk

dalam industri perkapalan. Beberapa jenis material standar ASTM yang umum

digunakan pada industri perkapalan antara lain:

a) ASTM Grade AH36

Merupakan salah satu

composition dan mechanical properties seperti yang ditunjukkan pada

jenis baja high tensile steel dengan chemical

tabel 2.1.

8

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.1 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja ASTM

Tabel 2.1 Chemical Composition & Mechanical Properties

Baja ASTM Grade AH36

(www.steelplatesforsale.com)

Properties Baja ASTM Grade AH36 (www.steelplatesforsale.com) b) ASTM Grade A36 Merupakan jenis baja mild/low carbon

b) ASTM Grade A36 Merupakan jenis baja mild/low carbon steel dengan chemical composition dan mechanical properties seperti yang ditunjukkan pada tabel 2.2.

Tabel 2.2 Chemical Composition & Mechanical Properties

Baja ASTM Grade A36

(www.matweb.com)

Mechanical Properties Baja ASTM Grade A36 (www.matweb.com) c) ASTM Grade D Chemical composition dan mechanical

c) ASTM Grade D Chemical composition dan mechanical properties seperti pada material ASTM grade D ini dapat dilihat pada table 2.3.

9

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.3 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.3 Chemical Composition & Mechanical Properties Baja ASTM

Tabel 2.3 Chemical Composition & Mechanical Properties

Baja ASTM Grade D

(www.steelplatesforsale.com)

Properties Baja ASTM Grade D (www.steelplatesforsale.com) 2.4. Konstruksi Double Bottom Gambar 2.3 Double Bottom Pada

2.4. Konstruksi Double Bottom

(www.steelplatesforsale.com) 2.4. Konstruksi Double Bottom Gambar 2.3 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang (a)

Gambar 2.3 Double Bottom

Pada Tipe Konstruksi Memanjang (a)

(Ship Construction, 2012 )

Berdasarkan aturan MARPOL Annex I Chapter 4 tentang pencegahan polusi yang diakibatkan oleh minyak. Sebuah kapal tanker dengan bobot mati 5000 DWT dan diatasnya harus dilengkapi dengan konstruksi dasar ganda (double bottom) dengan ketentuan tinggi minimum yang diizinkan adalah 1.0 m dari base line kapal. Konstruksi double bottom ini terdiri dari bagian bottom yang merupakan lapisan paling bawah pada double bottom, inner bottom/tank top. Pada konstruksi double bottom ini juga terdapat wrang terbuka (bracket floor) dan wrang kedap (solid floor) selain memiliki penguat berupa gading-gading memanjang ataupun melintang (frames).

10

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.4 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.4 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang (b)
Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.4 Double Bottom Pada Tipe Konstruksi Memanjang (b)

Gambar 2.4 Double Bottom

Pada Tipe Konstruksi Memanjang (b)

(Ship Construction, 2012 )

2.5. Perhitungan Konstruksi Sandwich Plate System Perhitungan ini berdasarkan pada regulasi “Provisional Rules for The

Application of Sandwich Panel Construction to Ship Structuredari Lloyd’s

Register. Dalam aturan tersebut memuat ketentuan ketentuan aplikasi material

SPS baik untuk new construction (new building) ataupun overlay (existing)

construction. Selain itu pada aturan tersebut juga memuat tentang perhitungan-

perhitungan untuk menentukan spesfikasi material SPS, simbol-simbol, dan

definisi-definisi yang berkaitan dengan material SPS.

dan definisi-definisi yang berkaitan dengan material SPS. Gambar 2.5 Bagian-Bagian Utama Material SPS (Lloyd’s

Gambar 2.5 Bagian-Bagian Utama Material SPS

(Lloyd’s Register, 2015)

11

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.6 Material SPS Pada Overlay Construction (Lloyd’s

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.6 Material SPS Pada Overlay Construction (Lloyd’s Register
Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Gambar 2.6 Material SPS Pada Overlay Construction (Lloyd’s Register

Gambar 2.6 Material SPS Pada Overlay Construction

(Lloyd’s Register, 2015)

2.5.1. Definisi Definisi

Dibawah ini merupakan definisi definisi terkait perhitungan konstruksi untuk sandwich plate system yang telah penulis rangkum dari regulasi Lloyd’s Register:

Primary Members Merupakan struktur atau konstruksi utama kapal yang memberikan support terhadap material SPS dan dikelompokkan sebagai berikut:

a) Konstruksi deck pelintang geladak dan girders.

b) Konstruksi sisi (side structure)-pelintang sisi dan side stringer.

c) Konstruksi sekat (bulkheads) vertical webs dan bulkhead stringers.

d) Single dan double bottom structure floors dan girders.

Top Plate Merupakan bagian plat yang bersinggungan langsung dengan air laut, cuaca bebas, ataupun muatan (cargo)

Bottom Plate Bottom plate merupakan pelat baja pada material SPS yang pada aplikasinya akan menempel dengan konstruksi utama kapal (primary members).

Rongga (Cavity) Merupakan rongga yang terbentuk oleh top & bottom steel plate dan perimeters bars.

Panel Diartikan sebagai panel sandwich yang telah menyatu dengan struktur utama kapal.

12

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka  Spacer Spacer merupakan square atau round block

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka  Spacer Spacer merupakan square atau round block yang

Spacer Spacer merupakan square atau round block yang terbuat dari elastomer atau baja untuk memberikan pengamanan pada bagian bottom plate. Spacer dimaksudkan untuk mempertahankan jarak antara top dan bottom plate pada material SPS.

Overlay Construction Merupakan suatu kondisi dimana konstruksi baja yang telah ada (existing steel structure) dilapisi oleh elastomer dan top steel plate baru. Komponen utama pada overlay construction ini meliputi:

- Top steel plate baru (becomes the new wearing surface)

- Inti elastomer (elastomer core)

- Struktur pelat eksisting (existing steel plate), termasuk semua penegar utama (primary stiffener) dan penguat tambahan (secondary stiffener)yang telah terpasang atau menempel pada konstruksi eksisting.

- Perimeter bars (flat bars). Menempel atau terpasang pada existing plate diatas struktur pembantu melintang dan memanjang.

- Katup (plug) pengontrol tekanan temperature (temperature control pressure relief plugs).

2.5.2. Simbol Simbol

Berikut ini merupakan simbol simbol penting yang digunakan dalam perhitungan konstruksi kapal menggunakan material SPS:

- a = panjang dari panel SPS (diambil sisi terpanjangnya), dalam satuan mm.

- = lebar dari panel SPS (diambils sisi terpendeknya), dalam satuan

b

mm.

- = 0.5 ( 1 + 2 ) + ,dalam satuan mm

d

- D = kekakuan lentur (flexural rigidity) materal sandwich, dalam mm

= 1 2 2

( 1 + 2 )

- = modulus elastisitas top & bottom plate, dalam satuan N/mm 2

13

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka = 2.06 × 10 5 untuk baja (steel).

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka = 2.06 × 10 5 untuk baja (steel). -

= 2.06 × 10 5 untuk baja (steel).

- G c = modulus minimum shear design dari material inti (core material), dalam satuan N/mm 2 .

- t 1 = ketebalan dari top plate, dalam satuan mm.

- t 2 = ketebalan dari bottom plate, dalam satuan mm.

- ta 1 = ketebalan top plate yang diizinkan, dalam satuan mm.

- ta 2 = ketebalan bottom plate yang diizinkan, dalam satuan mm.

- t c = ketebelan dari material inti, dalam satuan mm.

- v = poisson’s ratio.

2.5.3. Ketebalan Panel Sandwich

Tabel 2.4 Penentuan Penguat (Scantling) Berdasarkan t rule dan Z rule

(Lloyd’s Register, 2012)

r u l e dan Z r u l e (Lloyd’s Register, 2012) Ketebalan dari top

Ketebalan dari top plate (t 1 ), bottom plate (t 2) dan inti (core) (t c) dari panel sandwich harus ditentukan sesuai dengan langkah langkah ditunjukkan oleh tabel 2.4 dengan ketebalan minimum tidak boleh kurang dari nilai yang terdapat tabel 2.5. Sedangkan untuk ketebalan minimum dari material inti (t c) tidak boleh kurang dari 15 mm.

14

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.5 Ketebalan Minimum Material Sandwich Plate System

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka Tabel 2.5 Ketebalan Minimum Material Sandwich Plate System (Lloyd’s

Tabel 2.5 Ketebalan Minimum Material Sandwich Plate System

(Lloyd’s Register, 2012)

Material Sandwich Plate System (Lloyd’s Register, 2012) Tabel 2.6 Penentuan Ketebalan Top Plate, Bottom Plate, dan

Tabel 2.6 Penentuan Ketebalan Top Plate, Bottom Plate, dan Core Thickness

(Lloyd’s Register, 2012)

Bottom Plate, dan Core Thickness (Lloyd’s Register, 2012) Equivalent rule thickness (t r u l e

Equivalent rule thickness (t rule) dikalkulasikan sesuai dengan bab untuk jenis kapal dan bagian konstruksi tertentu. Contoh, untuk perhitungan rule thickness (t rule) pada bagian inner bottom dapat dihitung berdasarkan peerhitungan

15

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka yang ada pada Chapter 1 Part 4 (Provisional

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka yang ada pada Chapter 1 Part 4 (Provisional Rules

yang ada pada Chapter 1 Part 4 (Provisional Rules For The Application of Sandwich Panel Construction to Ship Structure). Ketika melakukan perhitungan t rule dan Z rule faktor material (k) selalu diambil nilai sebesar 1 dengan spacing (s) = 700 mm.

Tabel 2.7 Ketebalan Minimum Yang Diizinkan Di Bagian Bagian

Tertentu Pada Struktur Kapal

(Lloyd’s Register, 2012)

2.7 Ketebalan Minimum Yang Diizinkan Di Bagian – Bagian Tertentu Pada Struktur Kapal (Lloyd’s Register, 2012)
2.7 Ketebalan Minimum Yang Diizinkan Di Bagian – Bagian Tertentu Pada Struktur Kapal (Lloyd’s Register, 2012)

16

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka 2.5.4. Indeks Kekuatan (Strenght Index) Indeks kekuatan material

Proposal Tugas Akhir

BAB II Tinjauan Pustaka

Proposal Tugas Akhir BAB II Tinjauan Pustaka 2.5.4. Indeks Kekuatan (Strenght Index) Indeks kekuatan material sandwich

2.5.4. Indeks Kekuatan (Strenght Index)

Indeks kekuatan material sandwich pada kondisi konstruksi eksisting

(overlay) disesuaikan dengan perhitungan dibawah ini:

Dimana:

- s

= 0.0125 [0.1

+ 2 ) + 11.7 ( 2 ) 1.3]

2

( 1

= jarak memanjang material (mm)

- = 200 ( ) 2 (N/mm 2 )

p eq

- = lihat Bab 3, 4.4 Ketebalan sandwich panel (mm)

t rule

- = ketebalan material inti yang dipilih (mm)

- = ketebalan material top plating (mm), tidak bolrh kurang

tc

t 1

darit 1MIN + t a1

- = ketebalan material bottom plating (mm)

- R ≤ 1

t 2

17

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Proses

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Diagram Alir Penelitian Proses pengerjaan tugas akhir ini dapat dijabarkan dalam bentuk diagram

alir dibawah ini:

Mulai

Identifikasi & Perumusan Masalah

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Principle

Dimension

Midship Section

General

Arrangement

Profile

Construction

Redrawing

A
A

18

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian A Perhitungan Konstruksi Desain Konstuksi Perbandingan Berat

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian A Perhitungan Konstruksi Desain Konstuksi Perbandingan Berat
A
A

Perhitungan

Konstruksi

Desain Konstuksi

Perbandingan Berat Konstuksi

Analisa Tegangan

(Stress Analysis)

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.0 Diagram Alir Penelitian

19

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian 3.2. Tahapan Penelitian Berikut ini merupakan penjabaran dari

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian 3.2. Tahapan Penelitian Berikut ini merupakan penjabaran dari

3.2. Tahapan Penelitian Berikut ini merupakan penjabaran dari serangkaian proses penelitian yang

akan dilakukan pada pengerjaan tugas akhir ini:

3.2.1. Identifikasi & Perumusan Masalah

Identifikasi dan perumusan masalah merupakan tahapan awal dalam proses perencanaan suatu tugas akhir. Tahapan ini dilakukan dengan membaca jurnal dari internet dan membaca referensi tugas akhir di perpustakaan.

3.2.2. Studi Literatur

Untuk menunjang proses pengerjaan dan hasil dari tugas akhir ini maka dilakukan studi literatur tentang hal-hal yang berkaitan dengan tugas akhir seperti;

literatur tentang konstruksi kapal tanker, material Sandwich Plate System, dan aturan pengaplikasiannya pada konstruksi kapal, serta jenis jenis material baja ASTM pada bangunan kapal.

3.2.3. Pengumpulan Data Data data yang dibutuhkan dalam pengerjaan tugas akhir ini antara lain:

- Principal Dimension Kapal Tanker KM DEWI SRI 3557 DWT

- General Arrangement

- Midship Section

- Construction Profile

Berikut ini merupakan principle dimension (lihat table 3.0) dari kapal yang dapat dilihat pada table dan gambar midship section yang ditunjukkan oleh gambar 3.1.

20

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian Tabel 3.0 Principle Dimension KM DEWI SRI 3557

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian Tabel 3.0 Principle Dimension KM DEWI SRI 3557 DWT

Tabel 3.0 Principle Dimension KM DEWI SRI 3557 DWT

MT DEWI SRI, IMO 9208708

 

LOA

89,98 m

LPP

85,56 m

B

15

m

H

7,2 m

 

T

5 m

 

Vs

11

knot

Gross Tonnage

2755

 

Net Tonnage

1116

 

Dead Weight Tonnage

3557

ton

Tank Capacity

4759

m 2

Tonnage 3557 ton Tank Capacity 4759 m 2 Gambar 3.1 Midship Section KM DEWI SRI 3557

Gambar 3.1 Midship Section KM DEWI SRI 3557 DWT

3.2.4. Redrawing Dari data kapal dan referensi gambar kapal yang diperoleh maka selanjutnya dilakukan penggambaran ulang (redrawing) menggunakan software AutoCAD. Hasil dari redrawing ini berupa gambar general arrangement dan konstruksi midship section.

21

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian 3.2.5. Perhitungan Konstruksi Tahapan selanjutnya adalah mengolah hasil

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian 3.2.5. Perhitungan Konstruksi Tahapan selanjutnya adalah mengolah hasil

3.2.5. Perhitungan Konstruksi

Tahapan selanjutnya adalah mengolah hasil pengumpulan data untuk melakukan perhitungan konstruksi kapal yang menggunakan material Sandwich Plate System. Referensi yang digunakan untuk menghitung konstruksi ini menggunakan aturan dari Lloyd’s Register “Provisional Rules for The Application of Sandwich Panel Construction to Ship Structure”tahun 2015.

3.2.6. Desain Konstruksi

Setelah proses perhitungan konstruksi selesai diklakukan, tahapan selanjutnya adalah men desain General Arranangement dan Midship Section dari kapal tanker dengan konstruksi double bottom yang telah diaplikasikan material sandwich plate system.

3.2.7. Perbandingan Berat Konstruksi

Pada tahapan ini dilakukan perhitungan berat konstruksi pada saat kondisi eksisting dan pada saat setelah diaplikasikan material sandwich plate system pada

konstruksi double bottom kapal tanker KM DEWI SRI 3557 DWT.

3.2.8. Analisa Tegangan (Stress Analysis)

Pada tahapan ini akan dibuat pemodelan sederhana dari konstruksi double bottom kapal dalam bentuk tiga dimensi, kemudian dilakukan simulasi analisa tegangan untuk mengetahui berapa kekuatan struktur konstruksi dalam hal mengani tegangan (stress). Analisa dilakukan menggunakan software Solidworks 2012. Berikut merupakan pemodelan pemodelan yang akan dibuat untuk dianalisa:

- Double Bottom (A): Merupakan pemodelan konstruksi eksisting double bottom kapal.

- Double Bottom (B): Merupakan pemodelan konstruksi double bottom SPS dengan material top plate dan bottom plate menggunakan baja ASTM Grade AH36.

- Double Bottom (C): Merupakan pemodelan konstruksi double bottom SPS dengan material top plate dan bottom plate menggunakan baja ASTM Grade A36.

22

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian - Double Bottom (D): Merupakan pemodelan konstruksi double

Proposal Tugas Akhir

BAB III Metodologi Penelitian

Proposal Tugas Akhir BAB III Metodologi Penelitian - Double Bottom (D): Merupakan pemodelan konstruksi double bottom

- Double Bottom (D): Merupakan pemodelan konstruksi double bottom

SPS dengan material top plate dan bottom plate menggunakan baja

ASTM Grade D.

3.2.9. Penarikan Kesimpulan

Tahapan akhir dari penelitian ini adalah penarikan kesimpulan dari

serangkaian tahapan penelitian yang dilakukan tentang aplikasi material sandwich

plate system pada konstruksi double bottom kapal tanker KM DEWI SRI 3557

DWT meliputi hasil perhitungan konstruksi, hasil perbandingan berat konstruksi,

dan hasil analisa kekuatan struktur konstruksi.

3.2.10. Timeline Pengerjaan Tugas Akhir

Berikut merupakan timeline pengerjaan dari tugas akhir ini seperti yang dapat dilihat pada table 3.1

Tabel 3.1 Timeline Pengerjaan Tugas Akhir

NO

KEGIATAN

 

BULAN KE-

 

1

2

3

4

5

6

1.

Identifikasi dan Perumusan Masalah

           

2.

Studi Literatur

           

3.

Pengumpulan Data

           

4.

Redrawing

           
 

Perhitungan

           

5.

Konstruksi

6.

Desain Konstruksi

           

7.

Perbandingan Berat Konstruksi

           

9.

Analisa Tegangan

           

10.

Pembuatan Laporan

           

23

Proposal Tugas Akhir Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA The Royal Institution of Naval Architects . 2004.

Proposal Tugas Akhir

Daftar Pustaka

Proposal Tugas Akhir Daftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA The Royal Institution of Naval Architects . 2004. Design

DAFTAR PUSTAKA

The Royal Institution of Naval Architects .2004. Design and Operations of Double Hull Tankers. London: The Royal Institution of Naval Architects.

Lloyd’s Register. 2015. Provisional Rules for The Application of Sandwich Panel Construction to Ship Structure. London: Lloyd’s Register.

Baidowi, Ahmad, Edy Utomo, dan Hery Indria. 2015. Penggunaan Sandwich Plate System (SPS) Pada Konstruksi Inner Bottom. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

24