Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PRAKTIK DESAIN LABORATORIUM FARMASI

Disusun Oleh :
- Anisya Liestianti (1617504)
- Adma Yudha Assaba
- Dinda Rachel Alia (1617540)
- Malona Sihotang (1617614)
- M. Anas Afif
- Reyhan Juliardo (1617700)

POLITEKNIK AKA BOGOR


PROGRAM STUDI ANALISIS KIMIA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan “Makalah desain laboratorium
farmasi di PT NOVEL PHARMACEUTICAL LABORATORIES” dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Dosen mata kuliah Teknik
laboratorium yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai desain atau pengaturan pada laboratorium. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.

Bogor, Oktober 2018

Penyusun
DAFTAR ISI

Cover

KATA PENGANTAR

Daftar isi

BAB I
Pendahuluan

1.1 latar belakang

1.2 rumusan masalah

1.3 tujuan penulisan

1.4 manfaat penulisan


BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Definisi Laboratorium
2.1.1 Pengertian Laboratorium
2.1.2 Pengertian Laboratorium Menurut Fungsinya
2.1.3 Laboratorium Farmasi
2.2 Desain Laboratorium

BAB III penutupan


3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

Daftar pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan


ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-
kegiatan tersebut secara terkendali. Sementara menurut Emha (2002), laboratorium diartikan
sebagai suatu tempat untuk mengadakan percobaan, penyelidikan, dan sebagainya yang
berhubungan dengan ilmu fisika, kimia, dan biologi atau bidang ilmu lain.

Pengertian lain menurut Sukarso (2005), laboratorium ialah suatu tempat dimana dilakukan
kegiatan kerja untuk menghasilkan sesuatu. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup,
kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun dan lain-lain.

Dalam laboratorium, setiap orang harus menanamkan sikap kesadaran keselamatan dan keamanan
serta praktik laboratorium yang bijak agar suasana dalam laboratorium menjadi maksimal dan
menyenangkan. Untuk itu diperlukan pengelolaan desain laboratorium, yaitu usaha untuk
mengelola laboratorium dengan baik.Ada beberapa faktor yang menentukan pengelolaan
laboratorium agar berjalan dengan baik seperti tata ruang lab, peralatan lab, administrasi,
inventarisasi,keselamatan dan keamanan lab,skill (keterampilan) dalam
laboratorium.Walaupun dapat didukung alat yang canggih dan staf yang profesional, belumtentu
laboratorium dapat beroperasi dengan baik jika tidak didukung dengan manajemen laborartorium
Dalam hal ini akan dibahas mengenai disain ataupun kondisi laboratorium yang baik,
sehingga dapat dioperasikan secara efisien, terjaminnya kesehatan dan keselamatan kerja
karyawan, serta lingkungan yang tidak tercemar. PT Novel Pharmautical Laboratories merupakan
salah satu laboratorium farmasi yang akan kami ulas bentuk ataupun rancangan bangunan
laboratoriumnya.
1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apakah desain laboratorium medis di PT Novel Pharmaceutical Laboratories telah sesuai


dengan pedoman minimum perencanaan laboratorium yang memperhatikan kesehatan,
keselamatan kerja dan lingkungan hidup?
2. Bagaimanakah kondisi laboratorium medis PT Novel Pharmaceutical Laboratories?
3. Bagaimanakah syarat umum dalam merancang suatu laboratorium yang baik dan benar?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Tujuan penulisan makalah desain laboratorium ini adalah untuk mendiskusikan perencanaan
laboratorium yang dapat dioperasikan dengan efisien, kesehatan dan keselamatan kerja
karyawan yang terjamin, serta lingkungan yang terjaga.

1.4 MANFAAT PENULISAN

Manfaat yang dapat diperoleh dari pembuatan makalah ini adalah agar kita dapat memahami
tentang desain dan pendeskripsian dari laboratorium dan dapat memberi masukan dan
pembuatan laboratorium dan penataan laboratorium dengan baik dan benar dengan
memperhatikan keselamatan kerja
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Laboratorium

2.1.1 Pengertian Laboratium

Istilah laboratorium berasal dari bahasa Latin, yaitu “Labora” yang berarti bekerja. Secara
umum laboratorium didefinisikan sebagi tempat bekerja, yaitu bangunan, gedung atau ruangan
yang dilengkapi peralatan (instrumen) untuk melakukan pekerjaan ilmiah seperti riset,
demonstrasi, diskusi dll. Di samping itu, yang dimaksud dengan laboratorium secara umum adalah:
1. Bangunan, atau ruangan untuk melakukan penyelidikan atau eksperimen secara ilmiah
maupun teknis.
2. Situasi atau tempat yang menyediakan sarana untuk melakukan studi, observasi atau
eksperimen dll.
3. Tempat dimana bahan kimia dan obat-obatan disiapkan.
Dalam perkembangannya, kata 'laboratorium' mempertahankan arti aslinya, yaitu sebagai
'tempat bekerja', tetapi khusus untuk keperluan penelitian ilmiah.Saat ini, laboratorium banyak
dijumpai di berbagai tempat, seperti rumah sakit, apotik, poliklinik, pabrik, proyek-proyek besar,
dan lembaga pendidikan. Masing-masing laboratorium itu mempunyai fungsi dan tugas yang tidak
sama, sehingga bila didefinisikan akan menghasilkan definisi yang berbeda.
Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan
tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan
pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan
bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian,
dan/atau pengabdian kepada masyarakat. (PERMENPAN No. 3 Tahun 2010)
2.1.2. Penggolongan Laboratorium menurut fungsinya

Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum. (1995 )Laboratorium sebagai pusat


reservasi dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya, antara lain :
1. Laboratorium Kimia
Laboratorium kimia digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang
berhubungan dengan analisa kimia kualitatif (kimia organik, kimia anorganik, dan
biokimia) dan kimia kuantitatif (Penetapan kadar unsur maupun senyawa, Uji mutu
maupun Quality Control).
2. Laboratorium Fisika
Laboratorium Fisika digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang
berhubungan dengan analisa fisik suatu produk seperti uji kebocoran, uji kekentalan, uji
organoleptik dll.
3. Laboratorium Mikrobiologi
Laboratorium Mikrobiologi digunakan untuk melaksanakan kegiatan praktikum yang
berhubungan dengan analisa mikrobiologi seperti Uji bakteri gram positif dan negatif, uji
bakteri patogen, uji kapang dan jamur.

2.1.2. Laboratorium Farmasi


Laboratorium farmasi adalah suatu ruangan tempat melakukan kegiatan praktek
atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alat-alat laboratorium serta adanya
infrastruktur laboratorium yang lengkap yang mempunyai tanggung-jawab memastikan efektivitas
dan keamanan penggunaan obat.
Ruang lingkup dari praktik farmasi termasuk praktik farmasi tradisional seperti peracikan dan
penyediaan sediaan obat, serta pelayanan farmasi modern yang berhubungan dengan layanan
terhadap pasien (patient care) di antaranya layanan klinik, evaluasi efikasi dan keamanan
penggunaan obat, dan penyediaan informasi obat. (N, SORA. 2015. )
2.2. Desain Laboratorium

Desain laboratorium adalah tata cara untuk menentukan letak ruang-ruang yang terdapat dalam
laboratorium tertentu. Sehingga menjadikan laboratorium sesuai dengan standar yang telah
ditentukan. Untuk mengelola laboratorium yang baik, maka kita harus mengetahui
perangkat- perangkat yang dikelola. Adapun perangkat-perangkat tersebut antara lain :

a. Tata Ruang laboratorium

Tata ruang laboratorium merupakan suatu tatanan komponen pengisi


ruanganlaboratorium, seperti dalam laboratorium kimia. Desain lab harus dirancang
dengansebaik mungkin yakni menyangkut bentuk ruangan, bagian-bagian
ruangan, perlengkapan dan fasilitas yang harus ada serta posisi terhadap bangunan
lainnya.Tata ruang lab kimia dapat dibagi atas ruang tetap dan ruang tidak tetap. Dalamruang
tetap, yang memuat tentang tata letak ruangan, apakah lab dekat dengan bangunanlain atau
tidak, luas yang harus membuat orang yang bekerja didalamnya nyaman, sertaletak ventilasi
yang harus sesuai dengan arah mata angin untuk menghindari hal yangtidak diinginkan.
Sementara ruang tidak tetap dimaksudkan untuk pengaturan untuk perabotan yang mudah
dipindahkan dengan mempertimbangkan keamanan, kemudahan,keleluasaan serta
keindahan.Secara umum, tata ruang lab kimia yang baik harus mempunyai :
1.Pintu masuk, keluar dan pintu darurat
2.Ruang persiapan, penyimpanan, serta peralatan dan zat
3.Ruang staf, seminar , bekerja, dan gudang
4.Lemari peralatan, lemari asam
5. Ruang instrumen
b. Alat yang Baik dan Terkalibrasi
Alat yang baik dan terkalibrasi sangat berhubungan erat dengan perawatannya,salah
satunya adalah cara penyimpanan. Penyimpanan yang baik dan benar akanmemperkecil
kerusakan peralatan kimia tersebut.Prinsip penyimpanan peralatan kimia adalah sebagai
berikut.
1.Alat-alat disimpan berdasarkan kelompok alat, misalnya berdasarkan jenis bahannya
seperti gelas, logam, kayu dll
2.Alat-alat yang disimpan berdasarkan frekuensi penggunaannya
Alat yang bersih, terkalibrasi, tidak rusak serta dapat beroperasidengan baik. Peralatan yang
ada juga harus disertai dengan buku petunjuk (manual-operation), mana tahu sesewaktu ada
kerusakan kecil/atau kerusakan besar, maka buku manual ini akan dapat dimanfaatkan oleh
technician/technisi lab.

c. Infrastruktur Laboratorium
Laboratorium yang baik harus dilengkapi dengan berbagai infrastruktur
untukmemudahkan pemakai laboratorium dalam melakukan aktivitasnya.
Infrastrukturtersebut ada yang berupa infrastruktur umum dan khusus. Infrastruktur
umummerupakan fasilitas yang dapat digunakan oleh semua pemakai laboratorium
contohnya penerangan, ventilasi, air, bak cuci (sinks), aliran listrik, gas. Infrastruktur khusus
berupa peralatan dan mebelair, contohnya meja siswa/mahasiswa, meja guru/dosen,kursi,
papan tulis, lemari alat, lemari bahan, dan ruang timbang, lemari
asam, perlengkapan P3K, pemadam kebakaran dll. Dalam pengaturan infrastruktur tersebutha
rus dilakukan sesuai ketentuan agar tercipta keselamatan dan keamanan kerja dilaboratorium.
d. Administrasi Laboratorium
Admisnistrasi merupakan kegiatan yang menunjang kerja di laboratorium
yang berkesinambungan. Administrasi meliputi kegiatan administrasi yang ada dilaboratoriu
m. Kegiatan itu meliputi :
1.Inventarisasi peralatan lab
2. Daftar kebutuhan alat baru, atau alat tambahan, alat-alat yang rusak, dan alat-alat yang
dipinjam/dikembalikan
3. Keluar masuk surat menyurat
4. Daftar pemakaian lab, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang ada
e. Organisasi Laboratorium
Organisasi lab merupakan suatu susunan personalia yang mengelolalaboratorium.
Organisasi ini ditanggungjawabi oleh kepala lab. Adapun tugas untuksemua personalia yang
terlibat adalah untuk mengkoordinir segala aspek laboratoriumserta mengatur jadwal
penggunaan laboratorium.Untuk itu, diperlukan keterampilan untuk setiap personal dalam
organisasi lab.Tenaga-tenaga laboran yang memiliki keterampilan (Skill) yang baik harus
dapatditingkatkan kualitasnya. Peningkatan keterampilan mungkin dapat diperoleh
melalui pendidikan tambahan sebagai pendidikan keterampilan khusus, penataran (workshop
maupun magang-magang dan sebagainya. Namun diharapkan agar semua laboran
dapat berperan aktif di labnya masing-
masing. Untuk menunjang keterampilan ini laborandapat bertanya pada staf pengajar yang
lebih berpengalaman, atau pada tenaga lab teknisi yang ada.

2.3 Profil Perusahaan

2.3.1 Pengantar

PT Novel Prahmaceutical Laboratories adalah Perusahaan farmasi di Bojong


Nangka, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat .Novell Pharmaceutical Laboratories didirikan
pada tahun 1998 sebagai konsekuensi dari meningkatnya globalisasi dan kecenderungan
menuju efisiensi dalam industri farmasi.
Kata Novell berasal dari kata bahasa Inggris Novel yang diterjemahkan sebagai sesuatu
yang baru, segar dan juga membawa makna inovasi. Pada tahun 2013, Novell Pharma
menjadi perusahaan farmasi lokal Indonesia pertama yang memperoleh persetujuan GMP
dari otoritas Uni Eropa (Jerman - Lageso) untuk pabrik injeksinya.

2.3.2 Visi Misi


Visi dan Misi PT. Novell Pharmaceutical Laboratories memiliki visi dan misi
“ We are dedicated to you”, untuk mencapainya PT. NPL bertekad mencapai
kepuasan pelanggan (pasien dan medical community) yang memproduksi atau
menyuplai obat yang berkualitas dan tingkat biaya yang efisien serta mutu obat
yang efektif untuk penyakit tersebut dan aman bagi penggunanya
2.3.3 Alamat Perusahaan

Jl. Wanaherang 35 Tlanjung Udik Gunung Putri


Kota : Cibinong
Website : www.novellpharm.com
Telp : 021 8672448,021 8672449,021 8670351,021
2.1 Persyaratan Umum Laboratorium

2.1.1 Persyaratan Bangunan

 Klasifikasi desainer
 Mempunyai lisensi profesi
 Berpengalaman dalam bidangnya
 Klasifikasi penghunian bangunan
 Klasifikasi penghunian adalah berdasarkan penilaian tim penilai bangunan untuk
laboratorium kimia (PU/Dinas Bangunan)
 Dalam desain harus tercantum tentang keselamatan dari bahaya kebakaran (Depnaker)
 Ijin mendesain lingkungan, terutama usaha pengelolaan limbah/pencemaran laboratorium
tersebut (lingkungan hidup)

2.1.2 Persyaratan Desain Bangunan

a. Bahan-bahan kontruksi untuk bangunan harus dari bahan-bahan tahan api (fireproof) harus
menjadi pertimbangan khusus. Pemilihan lokasi harus tidak berisiko atau sedikit resiko
terhadap terjadinya longsor atau banjir.
b. Ruang untuk petugas laboratorium harus terpisah. Dilarang menyimpan, makan, memakai
make-up atau mengunyah permen dilokasi bahan-bahan berbahaya digunakan atau
disimpan.
c. Akses publik ke kantor personil laboratorium sangat dianjurkan dengan koridor terpisah.
d. Hendaknya dilengkapi kran gas yang dapat menutup secara otomatis bila terjadi gempa.
Selain itu, dipasang pula kran gas manual.
e. Sebagian besar kaca hendaknya tahan getaran ketika terjadi gempa, apabila kaca lemari
dan jendela pecah maka pecahannya harus tertahan agar tidak melukai.
2.1.3 Pertimbangan Desain Laboratorium

2.1.3.1 Dinding atau Pintu atau Keamanan

a. Laboratorium harus benar-benar terpisah dari daerah luarnya (harus dibatasi dengan
empat dinding). Laboratorium yang tertutup antara lain akan membantu melokalisasi
atau menahan tumpahan bahan kimia berbahaya dan mencegah personil luar memasuki
daerah operasi berbahaya sedang dilakukan. Aturan ini terutama diterapkan untuk
laboratorium yang berisi bahan-bahan radioaktif.
b. Laboratorium hendaknya memiliki peralatan khusus yang terjamin keamanannya
(seperti pintu-pintu terkunci, lemari-lemari terkunci dan sebagainya) untuk menyimpan
seperti narkotika dan obat-obatan terlarang mikroba penyebab penyakit, dan bahan-
bahan radioaktif.

2.1.3.2 Jendela
Untuk laboratorium yang berisi bahan-bahan biologis hendaknya jendela-jendela dan
pintu-pintu bila dibuka dilengkapi dengan kasa penahan insekta, selain itu, hendaknya
dipasang teralis

2.1.3.3 Lantai
a. Khususnya untuk laboratorium yang berisi bahan-bahan biologis dan radioaktif, lantai
harus tidak dapat ditembus tumpahan, penutup lantai dijadikan satu dengan dinding
(misal dengan perekat, las panas vinil flooring dan slab baja dengan lapisan epoksi)
b. Lantai pada daerah penyimpanan bahan atau cairan korosif harus kontruksi kedap cairan.

2.1.3.4 Bak Cuci Tangan


a. Setiap laboratorium harus memiliki bak pencuci tangan yang letaknya dekat dengan
pintu keluar. Penting sekali mencuci tangan sebelum meninggalkan laboratorium,
untuk membersihkan dari bahan – bahan kimia/biologis yang menempel baik disadari
ataupun tidak.
b. Bak cuci tangan harus mempunyai bibir – bibir untuk melindungi saluran buangan dari
percikan/tumpahan. Bibir bak cuci tangan harus lebih besar dari 0,25 in dan didesain
untuk memisahkan dari area kerja meja laboratorium atau ruangan.

2.1.3.5 Penyimpanan Bahan Kimia/Barang Buangan


a. Rak penyimpanan bahan kimia tidak boleh berada diatas bak cuci
b. Bahan kimia/gas-gas (baik barang buangan atau bukan) harus disimpan secara terpisah.
Direkomendasikan tidak menyimpan pelarut-pelarut dibawah ruang asam (fume hood),
karena dilokasi ini banyak bekerja dengan api. Barang buangan pada umumnya
disimpan dalam lab dimana barang tersebut dihasilkan, tidak dikumpulkan terpusat.

2.1.3.6 Desain “Furniture” dan Lokasi Jalan Keluar


a. Semua “furniture” harus kokoh. Semua permukaan kerja harus tahan terhadap bahan
kimia. Permukaan meja labiratorium dari kayu sebenarnya kurang sesuai, karena
permukaan kayu yang tanpa “finishing” dapat mengasorsi cairan. Juga kayu mudah
terbakar pada saat kejadian kebakaran. Fiberglass juga tidak sesuai karena dapat
terdekomposisi dengan desinfektan dan menghasilkan asap yang bersifat toksik bila
terbakar. Hal tersebut perlu dipertimbangkan terutama untuk laboratorium b iologi dan
bahan radioaktif
b. Lebar gang dalam laboratorium (aisle clearance) minimum 24 inch (60 cm). Jalan
utama (main aisle) untuk keluar emergensi lebarnya paling sedikit 36 inch (90 cm).
Gang/jalan yang bebas hambatan penting sekali untuk memfasilitasi keluar pada waktu
emergensi.
c. Desain furniture harus berbasis spesifikasi ergonomic.
d. Jalan keluar lebarnya 36 inch harus bebas dari hambatan-hambatan seperti penempatan
kursi, meja, lemari es dan lain-lain.
e. Ruang antara suatu tempat kerja dengan meja laboratorium harus 5 feet atau lebih,
untuk memudahkan akses kepadanya. Untuk laboratorium pendidikan 6 feet.
f. Ruang antar meja lab, lemari, dan peralatan-peralatan harus cukup luas untuk
memudahkan pembersihan dan pemeliharaan/perbaikan peralatan.
g. Pintu-pintu laboratorium sebaiknya dapat menutup sendiri. Juga dapat dibuka dengan
mudah.
h. Daun pintu harus membuka ke arah jalan keluar. Hal ini akan memudahkan pekerja di
lan tersebut untuk keluar laboratorium pada waktu dalam keadaan emergensi.
i. Meja tulis harus ditempatkan disekat jalan keluar dan ditempat masuknya udara segar.
Dalam keadaan darurat pekerja laboratorium tidak keluar melalui daerah/lokasi yang
lebih berbahaya, tetapi sebaliknya harus menjauhi daerah tersebut.

2.1.3.7 Penerangan
Semua area laboratorium harus mendapat penerangan yang memadai baik oleh alam
ataupun buatan untuk keselamatan dan kesehatan kerja.

2.1.3.8 Penahan Gempa Bumi


a. Semua peralatan yang perlu diberi jangkar harus diberi jangkar, disangga dan terikat
kuat kepada struktur bangunan. Contohnya tempat peralatan atau rak dengan tinggi 60
inch atau lebih dan berpotensi jatuh bilaman terjadi gempa, harus diikat secara
permanen atau dijangkar pada dinding atau lantai.
b. Semua rak harus mempunyai sistem penahan seperti “seismic shelf lips” (3/4 inch atau
lebih). Raknya sendiri harus tertanam kuat sehingga tidak terjadi getaran yang
menyebabkan isi rak berjatuhan.
c. Lemari-lemari harus dilengkapi pintu yang dapat dikunci dengan mengikuti
mekanisme penguncian tertentu (positive locking). Penahan magnetic atau penjepit
untuk menahan agar pintu lemari tidak terbuka bukan termasuk ‘positive locking’
karena itu tidak boleh dipergunakan.

2.1.3.9 Kemudahan untuk dibersihkan (cleanability)


a. Laboratorium harus didesain agar mudah untuk dibersihkan. Bagian atas meja lab harus
didesain saru lapis dan tanpa sambungan untuk mencegah kontaminasi. Bagian atas
meja lab bukan dilaminasi. Lubang-lubang untuk aliran listrik pipa ledeng atau maksud
lainnya harus tertutup rapat dan permanen. Meja lab yang berbatasan dengan dinding
(rapat dengan dinding) harus diberi “cove” atau mempunyai bachsplash (penahan
percikan) terhadap dinding. Dinding harus dicat dengan cat yang dapat dicuci, keras
dan tidak berpori. Dinding dan lantai dari kayu tidak diperbolehkan karena dapat
mengadsorpsi bahan-bahan berbahaya dan atau dapat mengakibatkan infeksi, terutama
cairan. Hal-hal tersebut diatas terutama untuk laboratorium biologi dan radioaktif.
b. Ruang antara meja lab, lemari-lemari, dan peralatan harus cukup untuk memudahkan
untuk dibersihkan. Furniture lab harus licin permukaannya tidak berpori, sehingga
tidak mudah mengadsorpsi cairan.

2.1.3.10 Ruang istirahat


Dalam mendesain laboratorium harus disiapkan juga fasilitas-fasilitas untuk
penyimpanan makanan, shalat, dan tempat diskusi/ruang rapat, dll.

2.1.3.11 Pertimbangan Meknikal


Listrik
a. Listrik instalasinya harus sesuai dengan aturan yang berlaku
b. Laboratorium harus diberi tenaga listrik yang sesuai dengan kebutuhannya dengan
penambahan 20-40%. Laboratorium mempunyai berbagai macam peralatan yang
memerlukan tenaga listrik yang besar. Contohnya freezer, inkubator, alat-alat uji
mekanik & instrumental analisis dan penggilingan
c. Peralatan pemutus arus listrik harus ditempatkan diluar laboratorium, tetapi bukan
di koridor.

Plumbing (perpipaan)
a. Kran gas dan vakum harus ditempatkan diluar laboratorium.
b. Untuk menghubungkan gas dan utilitas lainnya kepada suatu alat seperti “biosafety
cabinets”.flaxible conection cocok untuk penghubung yang beroperasi pada tekanan
lebih dari satu atmosfer. Alat tersebut harus dibuat dari bahan yang kompatible
dengan gas yang dialirkan. Harus dilengkapi dengan katup penutup. Flexible
conection juga tahan terhadap goncangan gempa, dimana penyambung lainnya
rusak.
c. Pipa-pipa air limbah laboratorium harus dipisahkan dari pipa buangan domestik, dan
dibuat titik pengambilan sampel yang diinstalasikan sehingga mudah dicapai dan
terletak diluar bangunan.
Emha, S. M., 2002, Pedoman Penggunaan Laboratorium Sekolah, Bandung: Remaja
Rosadakarya.

Sukarso. 2005. Pengertian Dan Fungsi Laboratorium, (Online http://wanmustafa.


wordpress.com/2011/06/12/pengertian-dan-fungsi-laboratoriumm/. Diakses pada tanggal 28
Oktober 2018

Direktorat Jendral Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah


Direktorat Pendidikan Menengah Umum. 1995. Pedoman Pendayagunaan Laboratorium dan
Alat Pendidikan IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan

N, Sora. 2015. Pengertian Laboratorium Farmasi


http://www.pengertianku.net/2015/01/pengertian-labfarmasi-yang-lebih-jelas.html.
Diakses pada tanggal 28 Oktober 2018