Anda di halaman 1dari 5

Sebagai diagnosa medis, pedofilia didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan pada

orang dewasa atau remaja yang telah mulai dewasa (pribadi dengan usia 18 atau
lebih tua) biasanya ditandai dengan suatu kepentingan seksual primer atau
eksklusif pada anak prapuber (umumnya usia 16 tahun atau lebih muda,
walaupun pubertas dapat bervariasi). Anak harus minimal dua belas tahun lebih
muda dalam kasus pedofilia remaja (12 tahun atau lebih tua) baru dapat
diklasifikasikan sebagai pedofilia. Kata pedofilia berasal dari bahasa Yunani:
paidophilia (παιδοφιλια)—pais (παις, "anak-anak") dan philia (φιλια, "cinta yang
bersahabat" atau "persahabatan", meskipun ini arti harfiah telah diubah terhadap
daya tarik seksual pada zaman modern, berdasarkan gelar "cinta anak" atau
"kekasih anak," oleh pedofil yang menggunakan simbol dan kode untuk
mengidentifikasi preferensi mereka.
American Psychiatric Associaton (APA) memasukkan pedofilia ke dalam Manual
Diagnosis dan Statistik Gangguan Jiwa (DSM) sejak tahun 1968. Di dalam DSM,
yang diperbaharui secara periodik, pedofilia telah dikelompokkan dengan parafilia
lainnya – di mana APA mendefinisikannya sebagai ‘suatu dorongan, fantasi, dan
perilaku seksual yang berulang, yang melibatkan anak-anak, entah sebagai subjek
ataupun angan-angan fantasi’
As a medical diagnosis, pedophilia is defined as a psychiatric disorder in adults or
adolescents who are mature (private by age 18 or older) usually characterized by
a primary or exclusive sexual interest in prepubertal children (generally 16 years
of age or younger, though puberty may vary). Children should be at least twelve
years younger in cases of adolescent pedophilia (12 years or older) can only be
classified as pedophilia. The word pedophilia comes from the Greek: paidophilia
(παιδοφιλια) -pais (παις, "children") and philia (φιλια, "friendly love" or
"friendship", though this literal meaning has been altered to the sexual appeal of
modern times , based on the title of "child love" or "child lover," by pedophiles
who use symbols and codes to identify their preferences
The American Psychiatric Associaton (APA) includes pedophilia in the Manual of
Diagnosis and Mental Disorder Statistics (DSM) since 1968. In DSM, which is
periodically updated, pedophiles have been grouped with other parafilia - in
which APA defines it as' an impulse, fantasy, and repetitive sexual behavior,
involving children, whether as subjects or fantasies of fantasy '
pedofilia dapat diobati. Meskipun para ahli banyak yang berpikir bahwa pedofilia
tidak dapat diobati, akan tetapi metode terapi dipercaya dapat membantu orang-
orang pedofil mengatur perasaan dan tidak melakukan dorongan seksualnya di
kehidupan nyata. Beberapa pasien yang tidak mampu mengontrol dorongan
seksualnya memang membutuhkan obat untuk mengurangi hasrat seksulanya.
pedophilia can be treated. Although many experts think that pedophilia can not
be cured, but therapeutic methods are believed to help pedophiles organize
feelings and not do their sex drive in real life. Some patients who are unable to
control their sex drive do need medication to reduce their sexual desire.
Kebiri (disebut juga pengebirian atau kastrasi) adalah tindakan bedah dan atau
menggunakan bahan kimia yang bertujuan untuk menghilangkan fungsi testis
pada jantan atau fungsi ovarium pada betina. Pengebirian dapat dilakukan baik
pada hewan maupun manusia.
Chemical injection (also known as castration or castration) is surgical action and /
or uses chemicals aimed at removing testicular function in males or ovarian
function in females. Castration can be done both in animals and humans.
kebiri secara kimia (chemical castration), yaitu dengan pemberian obat-obatan
untuk menekan hormon testosteron pada pedofilia.
chemical castration, by giving drugs to suppress the hormone testosterone in
pedophilia.
Arguments :
Kontra

”Kalau soal sanksi atau pidana dikebiri, ya pasti kita enggak setuju, karena
sebagian dari pelanggaran HAM," ujar anggota Komnas Perempuan Masruchah

Ia menambahkan, jika efek jera yang dicari maka dapat dilakukan dengan
memaksimalkan hukuman yang sudah berlaku pada saat ini.

Dalam Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, hukuman


maksimal bagi pelaku pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur adalah 15
tahun penjara dan denda sekitar Rp 60.000.000 - Rp. 300.000.000.
"If the matter of sanction or criminal castration, yes we must not agree, because
some of the human rights violations," said Komnas Perempuan member
Masruchah

He added that if the deterrent effect is sought then it can be done by maximizing
the punishment that has been in effect at this time.
In Law no. Law No. 23 of 2002 on Child Protection, the maximum sentence for
sex offenders against minors is 15 years in prison and a fine of around Rp
60,000,000 - Rp. 300,000,000.

Pakar seksologi dr. Boyke Dian Nugraha menilai hukuman kebiri bagi para pelaku
kejahatan seksual kepada anak-anak tidaklah efektif.

Alasannya, pelaku kejahatan seksual pada anak masih berpotensi melakukan aksi
kejahatannya selama kondisi mentalnya tidak diobati.

"Yang sakit itu kan jiwanya. Kastrasi atau kebiri tidak akan menyelesaikan
jiwanya. Makanya saya kurang setuju dengan diberlakukannya itu," kata Boyke.

Cara terbaik menghadapi pedofilia, menurut Boyke, adalah dengan memberikan


pengobatan dan rehabilitasi bagi para pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

"Kemudian anak-anak diberikan pendidikan seks sehingga mereka bisa melindungi


diri sendiri dari monster seksual,”

Dr sexology expert dr. Boyke Dian Nugraha assessed that the punishment of the
wives for the perpetrators of sexual crimes to children is not effective.

The reason, perpetrators of sexual crimes in children still have the potential to
commit crimes during his mental condition is not treated.

"The illness is his soul." Kastrasi or kebiri will not finish his soul, so I do not agree
with the enactment, "Boyke said.
The best way to deal with pedophilia, according to Boyke, is to provide treatment
and rehabilitation for child sex offenders.
"Then the kids are given sex education so they can protect themselves from sexual
monsters,"

Pro

Jaksa Agung HM. Prasetyo menilai kejahatan kekerasan seksual terhadap anak
harusnya menjadi kejahatan luar biasa, atau extraordinary crime, sehingga harus
ada pula penanganan proses penegakan hukum yang luar biasa.

"Saya sendiri katakan bahwa kekerasan seksual itu sudah jadi kejahatan luar biasa
dan harus ditangani dengan luar biasa juga," ungkap Prasetyo.

Apa landasan hukumnya?

"Landasan hukum yang paling dinilai cepat, ya Perppu (Peraturan Pemerintah


Pengganti Undang-Undang). Kalau revisi UU kan lama, makanya yang dianggap
landasan paling cepat ya Perppu," kata Prasetyo.

Attorney General HM. Prasetyo considered crimes of sexual violence against


children should be extraordinary crime, or extraordinary crime, so there must be
handling of extraordinary law enforcement process.

"I myself say that sexual violence has become an extraordinary crime and must be
handled with extraordinary as well," said Prasetyo.

What is the legal basis?

"The legal basis is most quickly assessed, the Perppu (Government Regulation in
Lieu of Law) .If the revision of the Law is long, that is why it is considered the
fastest basis of the Perppu," said Prasetyo.