Anda di halaman 1dari 23

18 of 21

Proposal promkes

1. PROPOSAL KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN DIABETES MILITUS DI


KELURAHAN PENATABAN KEC. GIRI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BANYUWANGI Institute Of Health Science Jl. Letkol Istiqlah N0. 40 Banyuwangi tlp.
(0333) 421610 2013 - 2014

2. LEMBAR PERSETUJUAN PROPOSAL

Nama Kegiatan : Kegiatan Promosi Kesehatan Penyakit Diabetes Militus Tema


Kegiatan : Promosi Kesehatan Penyakit Diabetes Militus Harapan : Semoga dengan
diadakan kegiatan ini dapat menambah ilmu dan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat
Waktu : Januari - Febuari 2014 ( 1 minggu 1x, hari sabtu ) Tempat : Kelurahan Penataban
Kec. Giri, Kab. Banyuwangi Tempat Ibu Ibu PKK Banyuwangi, 18Januari 2014 Dosen
Pembimbing Mahasiswa Titis Sriyanti, S.km Yanuar Yostan Ali Akbar NIK. 00.000.0000
NIM. 2012.01.040 Mengetahui, Ketua STIKes Banyuwangi Pembina Kemahasiswaan
DR. H. Soekardjo, S.Kep, MM Ivan Rachmawan, S. Kom NIK.06.001.0906 NIK.
06.039.0906

3. BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Semakin bertambah usia manusia maka semakin tambah
kemungkinan terkena penyakit. Semakin bertambah usia maka sel-sel manusia bertambah
tua dan berkurang fungsi serta anatominya. Dengan demikian akan semakin dekat dan
mudah terkena penyakit. Penyakit yang mungkin muncul adalah salah satunya diabetes
melitus. Meskipun diabetes melitus mungkin juga terjadi pada usia anak dan muda
tergantung jenis DM yang menjangkit. Dari tahun ketahun penderita Diabetes Melitus
sangat meningkat. Penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa. Makin tua umur
makin tinggi resiko terkena penyakit. Diabetes Melitus Suatu kumpulan gejala yang
timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadargula
(Glukosa) darah akibat kekurangan Insulin baik absolute maupun Relatif. Diabetes
Melitus penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun bisa dikendalikan. Untuk
mengendalikan penyakit Diabetes Melitus diperlukan pengetahuan dan kemauan dari
pasien. Untuk itu pasien memerlukan bantuan dalam menghadapi penyakit Diabetes
Melitus dengan asuhan keperawatan yang komprehensif. 1.2 Definisi Diabetes Militus
Diabetes Militus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi (
peningkatan jumlah zat gula dalam darah ) yang berhubungan dengan abnormalitas
metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi
insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya dan menyebabkan komplikasi
kronis mikrovaskular, makrovaskular, dan neuropati. 1.3 Penyebab Penyebab Diabetes
Melitus berdasarkan klasifikasi menurut WHO tahun 1995 adalah : 1. DM Tipe I (IDDM
: DM tergantung insulin) 1. Faktor genetik / herediter

4. Faktor herediter menyebabkan timbulnya DM melalui kerentanan sel-sel beta terhadap


penghancuran oleh virus atau mempermudah perkembangan antibodi autoimun melawan
sel-sel beta, jadi mengarah pada penghancuran sel-sel beta. 2. Faktor infeksi virus Berupa
infeksi virus coxakie dan Gondogen yang merupakan pemicu yang menentukan proses
autoimun pada individu yang peka secara genetik 2. DM Tipe II (DM tidak tergantung
insulin = NIDDM) Terjadi paling sering pada orang dewasa, dimana terjadi obesitas pada
individu obesitas dapat menurunkan jumlah resoptor insulin dari dalam sel target insulin
diseluruh tubuh. Jadi membuat insulin yang tersedia kurang efektif dalam meningkatkan
efek metabolik yang biasa. 3. DM Malnutrisi 1. Fibro Calculous Pancreatic DM (FCPD)
Terjadi karena mengkonsumsi makanan rendah kalori dan rendah protein sehingga
klasifikasi pangkreas melalui proses mekanik (Fibrosis) atau toksik (Cyanide) yang
menyebabkan sel-sel beta menjadi rusak. 2. Protein Defisiensi Pancreatic Diabetes
Melitus (PDPD) Karena kekurangan protein yang kronik menyebabkan hipofungsi sel
Beta pancreas 4. DM Tipe Lain 1. Penyakit pankreas seperti : pancreatitis, Ca Pancreas
dll 2. Penyakit hormonal Seperti : Acromegali yang meningkat GH (growth hormon)
yang merangsang sel-sel beta pankeras yang menyebabkan sel-sel ini hiperaktif dan rusak
1. Obat-obatan 1. Bersifat sitotoksin terhadap sel-sel seperti aloxan dan streptozerin

5. 2. Yang mengurangi produksi insulin seperti derifat thiazide, phenothiazine dll. 1.4
Tanda dan Gejala Diabetes Militus 1. Gejala Diabetes Militus 1. Gejala Diabetes Tipe1
(pada anak-anak) Mengenali gejala diabetes tipe satu pada anak tak selalu mudah karena
gejala-gejalanya sering salah dikira penyakit flu. Selain itu gejalanya terkadang baru
muncul setelah penyakit berjalan cukup panjang. Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya
memiliki gejala awal sebagai berikut: 1. Sering berkemih Hal ini terjadi karena ginjal
ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering
buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala
adanya diabetes, terutama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol. 2. Banyak
minum Karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus. 3. Berat
badan berkurang Tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai
memecah otot dan cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar.
Karenanya meski nafsu makan anak normal tetapi berat badannya sulit naik. 4. Mudah
lelah Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk
energi.

6. 2. Gejala-Gejala Diabetes Tahap Lanjut Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-
anak dan remaja meskipun pada dasarnya dapat terjadi pada usia berapapun. Diabetes tipe
2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering
dapat dicegah. 1. Berat badan turun dengan cepat Buat penderita diabetes, jangan senang
dulu jika berat badan Anda turun dengan cepat. Ini bukan diakibatkan karena diet yang
sukses, namun lebih disebabkan karena pankreas mulai rusak. Pankreas memiliki tugas
memproduksi insulin yang digunakan mengolah glukosa menjadi sumber energi. Karena
pankreas pada penderita diabetes gagal mengolah gula menjadi energi, maka terjadilah
resistensi insulin. Tubuh kemudian akan mencari sumber energi alternatif dengan
membakar cadangan lemak dalam tubuh. Jika cadangan lemak habis, maka sasaran
selanjutnya adalah otot. Akibatnya bobot tubuh akan terus menyusut. 2. Sering
Kesemutan gejala ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang
mengalir di ujung–ujung saraf pun berkurang. 3. Luka yang sulit sembuh Ini adalah efek
lain dari kerusakan pembuluh darah dan saraf selain kesemutan. Kerusakan ini
mengakibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika mengalami luka. Mereka
bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar gula darah yang tinggi dan tidak
adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan
bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, amputasi merupakan satu-satunya jalan
untuk menyembuhkannya.
7. 3. Gejala Diabetes Pada Wanita Sementara itu, sayangnya dari beberapa gejala khusus
yang sering dialami wanita namun tidak disadari mereka. Lantas, gejala-gejala apa saja
itu biasanya hadir itu? Di bawah ini ada beberapa gejala yang dapat Anda harus waspadai
dan segera konsultasi ke dokter, menurut Imam, di antaranya sebagai berikut: 1. Infeksi
vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah
mendapatkan pengobatan. 2. Wanita diabetes lebih mudah terserang infeksi jamur di
daerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelambaban cukup tinggi. 3.
Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar. 4. Cenderung
mengalami polycystic ovarian syndrome. Keseimbangan hormon terganggu yang akan
menganggu sistem reproduksi. 5. Pemicu diabetes juga, biasanya ditemukan pada wanita
yang mengalami depresi. 6. 2. Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria
Pemeriksaan Diagnostik : 1. Kadar glukosa darah Tabel : Kadar glukosa darah sewaktu
dan puasa dengan metode enzimatiksebagai patokan penyaring Kadar Glukosa Darah
Sewaktu (mg/dl) Kadar Glukosa Darah Sewaktu DM Belum Pasti DM Plasma vena >200
100-200 Darah kapiler >200 80-100

8. Kadar Glukosa Darah Puasa (mg/dl) Kadar Glukosa Darah Puasa DM Belum Pasti DM
Plasma vena >120 110-120 Darah kapiler >110 90-110 2. Kriteria diagnostik WHO untuk
diabetes mellitus pada sedikitnya 2 kali pemeriksaan : 1. Glukosa plasma sewaktu >200
mg/dl (11,1 mmol/L) 2. Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L) 3. Glukosa
plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr
karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl). 3. TES LABORATORIUM DM Jenis
tes pada pasien DM dapat berupa tes saring, tesdiagnostik, tes pemantauan terapi dan tes
untuk mendeteksikomplikasi. 4. TES SARING Tes-tes saring pada DM adalah: 1. GDP 2.
GDS 3. Tes Glukosa Urin: 1. Tes konvensional (metode reduksi/Benedict) 2. Tes carik
celup (metode glucose oxidase/hexokinase

9. 5. TES DIAGNOSTIK Tes-tes diagnostik pada DM adalah:1.GDP2.GDS3.GD2PP


(Glukosa Darah 2 Jam Post Prandial)4.Glukosa jam ke-2 TTGO 6. TES MONITORING
TERAPI Tes-tes monitoring terapi DM adalah: 1. GDP : plasma vena, darah kapiler 2.
GD2 PP : plasma vena 3. A1c : darah vena, darah kapiler 7. TES UNTUK
MENDETEKSI KOMPLIKASI Tes-tes untuk mendeteksi komplikasi adalah: 1. 2.
Ureum, Kreatinin, Asam Urat 3. Kolesterol total : plasma vena (puasa) 4. Kolesterol LDL
: plasma vena (puasa) 5. Kolesterol HDL : plasma vena (puasa) 6. 1.5 Mikroalbuminuria :
urin Trigliserida : plasma vena (puasa) Penatalaksanaan Tujuan utama terapi DM adalah
mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah dalam upaya
mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik. Tujuan terapeutik pada
setiap tipe DM adalah mencapai kadar glukosa darah normal (euglikemia) tanpa terjadi
hipoglikemia dan gangguan series pada pola aktivitas pasien. Ada lima konponen dalam
penatalaksanaan DM, yaitu:

10. 1. Diet a. Syarat diet DM hendaknya dapat: 1) Memperbaiki kesehatan umum


penderita 2) Mengarahkan pada berat badan normal 3) Menormalkan pertumbuhan DM
anak dan DM dewasa muda 4) Mempertahankan kadar KGD normal 5) Menekan dan
menunda timbulnya penyakit angiopati diabetik 6) Memberikan modifikasi diit sesuai
dengan keadaan penderita. 7) Menarik dan mudah diberikan b. Prinsip diet DM, adalah:
1) 2) Jadwal diet ketat 3) c. Jumlah sesuai kebutuhan Jenis: boleh dimakan/tidak Diit DM
sesuai dengan paket-paket yang telah disesuaikan dengan kandungan kalorinya. 1) Diit
DM I : 1100 kalori 2) Diit DM I : 1300 kalori 3) Diit DM III : 1500 kalori 4) Diit DM IV
: 1700 kalori 5) Diit DM V : 1900 kalori 6) Diit DM VI : 2100 kalori 7) Diit DM VII :
2300 kalori 8) Diit DM VIII : 2500 kalori Keterangan : Diit I s/d III : diberikan kepada
penderita yang terlalu gemuk Diit IV s/d V : diberikan kepada penderita dengan berat
badan normal Diit VI s/d VIII : diberikan kepada penderita kurus. Diabetes remaja, atau
diabetes komplikasi. Dalam melaksanakan diit diabetes sehari-hari hendaklah diikuti
pedoman 3 J yaitu: JI : jumlah kalori yang diberikan harus habis, jangan dikurangi atau
ditambah J II : jadwal diit harus sesuai dengan intervalnya. J III : jenis makanan yang
manis harus dihindari

11. Penentuan jumlah kalori Diit Diabetes Mellitus harus disesuaikan oleh status gizi
penderita, penentuan gizi dilaksanakan dengan menghitung Percentage of relative body
weight (BBR= berat badan normal) dengan rumus: BB (Kg) BBR = X 100 % TB (cm) –
100 Keterangan Hasil: 1. Kurus (underweight) : BBR < 90 % 2. Normal (ideal) : BBR 90
– 110 % 3. Gemuk (overweight) : BBR > 110 % 4. Obesitas, apabila : BBR > 120 % 5.
Obesitas ringan : BBR 120 – 130 % 6. Obesitas sedang : BBR 130 – 140 % 7. Obesitas
berat : BBR 140 – 200 % 8. Morbid : BBR > 200 % Sebagai pedoman jumlah kalori yang
diperlukan sehari-hari untuk penderita DM yang bekerja biasa adalah: kurus : BB X 40
– 60 kalori sehari Normal : BB X 30 kalori sehari Gemuk : BB X 20 kalori sehari
Obesitas : BB X 10-15 kalori sehari 2. Latihan Beberapa kegunaan latihan teratur setiap
hari bagi penderita DM, adalah: 1. Meningkatkan kepekaan insulin (glukosa uptake),
apabila dikerjakan setiap 1 ½ jam sesudah makan, berarti pula mengurangi insulin
resisten pada penderita dengan kegemukan atau menambah jumlah reseptor insulin dan
meningkatkan sensitivitas insulin dengan reseptornya. 2. Mencegah kegemukan apabila
ditambah latihan pagi dan sore 3. Memperbaiki aliran perifer dan menambah supply
oksigen 4. Meningkatkan kadar kolesterol-high density lipoprotein 5. Kadar glukosa otot
dan hati menjadi berkurang, maka latihan akan dirangsang pembentukan glikogen baru

12. 6. Menurunkan kolesterol (total) dan trigliserida dalam darah karena pembakaran
asam lemak menjadi lebih baik. 3. Penyuluhan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah
Sakit (PKMRS) merupakan salah satu bentuk penyuluhan kesehatan kepada penderita
DM, melalui bermacam-macam cara atau media misalnya: leaflet, poster, TV, kaset
video, diskusi kelompok, dan sebagainya. 4. Obat 1. Tablet OAD (Oral Antidiabetes) 1)
Mekanisme kerja sulfanilurea kerja OAD tingkat prereseptor : pankreatik, ekstra pancreas
kerja OAD tingkat reseptor 2) Mekanisme kerja Biguanida Biguanida tidak mempunyai
efek pankreatik, tetapi mempunyai efek lain yang dapat meningkatkan efektivitas insulin,
yaitu: 1. Biguanida pada tingkat prereseptor ekstra pankreatik 1. Menghambat absorpsi
karbohidrat 2. Menghambat glukoneogenesis di hati 3. Meningkatkan afinitas pada
reseptor insulin 2. Biguanida pada tingkat reseptor : meningkatkan jumlah reseptor insulin
3. Biguanida pada tingkat pascareseptor : mempunyai efek intraseluler 2. Insulin Indikasi
penggunaan insulin 1) DM tipe I 2) DM tipe II yang pada saat tertentu tidak dapat
dirawat dengan OAD 3) DM kehamilan 4) DM dan gangguan faal hati yang berat 5) DM
dan infeksi akut (selulitis, gangren) 6) DM dan TBC paru akut 7) DM dan koma lain pada
DM

13. 8) DM operasi 9) DM patah tulang 10) DM dan underweight 11) DM dan penyakit
Graves  Beberapa cara pemberian insulin 1. Suntikan insulin subkutan Insulin reguler
mencapai puncak kerjanya pada 1-4 jam, sesudah suntikan subcutan, kecepatan absorpsi
di tempat suntikan tergantung pada beberapa factor antara lain: 1. lokasi suntikan ada 3
tempat suntikan yang sering dipakai yitu dinding perut, lengan, dan paha. Dalam
memindahkan suntikan (lokasi) janganlah dilakukan setiap hari tetapi lakukan rotasi
tempat suntikan setiap 14 hari, agar tidak memberi perubahan kecepatan absorpsi setiap
hari. 2. Pengaruh latihan pada absorpsi insulin Latihan akan mempercepat absorbsi
apabila dilaksanakan dalam waktu 30 menit setelah suntikan insulin karena itu pergerakan
otot yang berarti, hendaklah dilaksanakan 30 menit setelah suntikan. 2. Pemijatan
(Masage) Pemijatan juga akan mempercepat absorpsi insulin. 3. Suhu Suhu kulit tempat
suntikan (termasuk mandi uap) akan mempercepat absorpsi insulin. 1. Dalamnya suntikan
Makin dalam suntikan makin cepat puncak kerja insulin dicapai. Ini berarti suntikan
intramuskuler akan lebih cepat efeknya daripada subcutan. 2. Konsentrasi insulin Apabila
konsentrasi insulin berkisar 40 – 100 U/ml, tidak terdapat perbedaan absorpsi. Tetapi
apabila terdapat penurunan dari u –100 ke u – 10 maka efek insulin dipercepat. 4.
Suntikan intramuskular dan intravena

14. Suntikan intramuskular dapat digunakan pada koma diabetik atau pada kasus-kasus
dengan degradasi tempat suntikan subkutan. Sedangkan suntikan intravena dosis rendah
digunakan untuk terapi koma diabetik.

15. BAB 2 DISKRIPSI KEGIATAN 2.1 Latar Belakang Upaya pengembangan


masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur tidak hanya merupakan tanggung
jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemba pula oleh seluruh
komponen bangsa lainnya, termasuk di dalamnya masyarakat yang bersangkutan itu
sendiri, maupun oleh lapisan masyarakat lain yang secara social ekonomi berkemampuan
relative lebih baik. Seluruh komponen ini mempunyai kepentingan untuk secara aktif
bersinergi dalam upaya perbaikan taraf kesejahteraan masyarakat. Adapun mahasiswa
sebagai generasi penerus sekaligus elemen intelektual dalam masyarakat adalah salah satu
pihak yang turut mengemban amanah pembangunan bangsa. Sesuai dengan Tri Dharma
Perguruan Tinggi, peran serta mahasiswa dalam masyarakat tidaklah dibatasi pada
kewajiban akademis dan lingkungan kampus saja, melainkan juga vital pada berbagai
fungsi lain di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk secara kritis mampu terlibat lebih aktif
dalam upaya pembangunan nasional, melalui proses belajar dan pengembangan ilmu
pengetahuan yang diiringi pula dengan kerja nyata di lingkungan. Dan pengabdian
mahasiswa di bidang pembangunan masyarakat ini dapat dimulai sejak dini melalui
berbagai bentuk aplikasi karya dan bakti. Salah satu langkah yang dapat diambil
mahasiswa, dalam hal ini mahasiswa Prodi D3 Keperawatan dalam kapasitasnya sebelum
berprofesi langsung di masyarakat, sebagai seorang perawat ataupun tenaga medis
lainnya, adalah melalui kegiatan – kegiatan penyuluhan kesehatan dan kemanusiaan.
Dengan salah satu bentuknya adalah kegiatan Penyuluhan Kesehatan, Bakti Sosial dan
Promosi Kesehatan. Diharapkan, suatu kegiatan Penyuluhan Kesehatan yang dikelola
secara optimal dan terorganisir dapat mengemas misi pendidikan, promosi kesehatan
sekaligus alokasi bantuan materiil bagi masyarakat yang membutuhkan, dimana pada
akhirnya akan menuju perbaikan taraf hidup serta peningkatan kesejahteraan jangka
panjang yang mandiri dan terarah. Peran aktif mahasiswa ini tentunya tidak lepas dari
dukungan STIKes Banyuwangi

16. sebagai almamater, yang merupakan salah satu perguruan tinggi yang tentunya cukup
banyak memahami kondisi kemasyarakatan di Banyuwangi. Dukungan dari berbagai
pihak akan menjadi suatu kehormatan dan harapan besar bagi kami. Untuk kemudian
bersama - sama, dapat mewujudkan tujuan social kemanusiaan kemasyarakatan melalui
kegiatan ini. 2.2 Nama Kegiatan dan Tema Kegiatan Kegiatan Promosi Kesehatan
Penyakit Diabetes Militus 2.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu : Januari - Febuari
2014 ( 1 minggu 1x, hari sabtu ) Tempat : Kelurahan Penataban Kec. Giri, Kab.
Banyuwangi Tempat Ibu Ibu PKK 2.5 Anggaran Dana 1. Leaflet : Rp. 500.000,- 2.
Banner : Rp. 200.000,- 3. Dll : Rp. 100.000,- = Rp. 800.000,- Total Anggaran 2.6 Tujuan
promosi kesehatan Tujuan penyuluhan pencegahan penyakit Diabetes Militus yaitu:
Tujuan umum : 1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan
penyakit

17. Diabetes Militus. 2. Meningkatkan perilaku masyarakat untuk berprilaku hidup sehat
3. Meningkatkan status kesehatan masyarakat Tujuan khusus : 1. Masyarakat mampu
mencegah timbulnya penyakit Diabetes Militus. 2. Meningkatkan prilaku hidup bersih
dan sehat. 3. Masyarakat tidak lagi berprilaku sembarangan. 4. Masyarakat dapat
mengetahui pentingnya memilih makanan yang sehat yang akan dikonsumsi 5. Berperan
aktif dalam upaya kegiatan kesehatan. 6. Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat
mengenai penyakit Diabetes Militus. 2.7 Sasaran Promosi Kesehatan 1. Tatanan rumah
tangga Sasaran di rumah tangga adalah seluruh anggota keluarga secara keseluruhan
Kelurahan Penataban Kec. Giri, Kab. Banyuwangi yang terbagi dalam : 1. Sasaran Primer
Adalah sasaran utama dalam rumah tangga yang akan dirubah prilakunya atau anggota
keluarga yang bermasalah. 2. Sasaran Sekunder Adalah sasaran yang dapat
mempengaruhi individu dalam keluarga yang bermasalah misalnya, kepala keluarga, ibu,
orang tua, tokoh keluarga, kader tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan
sector terkait. 3. Sasaran tersier Adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsure
pembantu dalam menunjang atau mendukung pendanaan, kebijakan, dan kegiatan untuk
tercapainya promosi kesehatan misal, kepala desa, lurah, camat, kepala Puskesmas, guru,
tokoh masyarakat. 2. Kemungkinan hambatan dan kesuitan. Hambatan yang mungkin
dihadapi adalah sulitnya mengumpulkan warga dan terbatasnya waktu dan dana yang
tersedia.

18. 3. Sumber daya yang potensial. Tokoh kunci di masyarakat dapat menjadi mitra
dalam pemberdayaan masyarakat adalah Pak Lurah, Ketua RT, Tokoh Agama, Tokoh
Masyarakat, Kader Kesehatan dan Tokoh Pemuda. 4. Penyebab permasalahan yang
bersifat prilaku dan budaya. Adanya prilaku masyarakat yang tidak sehat seperti
kurangnya kebersihan makanan, kurangnya pengetahuan akan pentingnya kebersihan. 2.8
Metode Promosi Metode yang akan digunakan dalam promosi kesehatan penyuluhan
pencegahan penyakit Diabetes Militus adalah penyuluhan langsung, pemasangan poster,
penyebaran leaflet, serta meberikan contoh konkrit berupa foto-foto dan slide atau melalui
pemutaran film/video untuk pengetahuan tentang Diabetes Militus. Sasaran juga harus
diberi kesempatan untuk mencoba keterampilan tersebut dan mempertimbangkan sumber
dana & sumber daya. 2.9 Penyusunan Rencana pelaksanaan dan Evaluasi Penyusunan
Rencana pelaksanaan dan Evaluasi harus dijabarkan tentang kapan pelaksanaan dan
evaluasi akan dilaksanakan, dimana, kelompok sasaran yang mana akan dievaluasi &
siapa yang akan melaksanakan evaluasi tersebut 2.10 Pokok materi Isi promosi kesehatan
harus dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran. Bila perlu
buat menggunakan gambar dan bahasa setempat sehingga sasaran mau melaksanakan isi
pesan tersebut, meliputi : 1. Pengertian Diabetes Militus. 2. Penyebab Diabetes Militus. 3.
Tanda dan gejala penyakit Diabetes Militus. 4. Pencegahan penyakit Diabetes Militus. 5.
Pengobatan penyakit Diabetes Militus. 6. Perawatan pada penderita Diabetes Militus.

19. 2.11 Kegiatan Belajar Mengajar 1. Metode : Ceramah, Tanya jawab. 2. Langkah-
langkah kegiatan : 1. Kegiatan pra pembelajaran 1. Mempersiapkan materi, media dan
tempat. 2. Memberikan salam 3. Perkenalan 4. Kontrak waktu 2. Membuka pembelajaran
1. Menjelaskan pokok bahasan 2. Menjelaskan tujuan 3. Apersepsi 3. Kegiatan inti 1. 2.
Sasaran menyimak Diabetes Militus. 3. Sasaran mengajukan pertanyaan tentang Diabetes
Militus. 4. Penyuluh menjawab pertanyaan. 5. 4. Penyuluh menjelaskan materi Diabetes
Militus. Penyuluh menyimpulkan jawaban. Penutup 1. 2. Penyuluh dan sasaran
menyimpulkan materi 3. 3.12 Evaluasi Memberi salam Media dan sumber 1. Media
Media yang dipilih harus bergantung pada jenis sasaran, tingkat pendidikan, aspek yang
ingin dicapai, metode yang digunakan dan sumber daya yang ada. Contoh : Leaflet
(terlampir), Power Point , gambar

20. 2. Sumber berbagai referensi buku dan internet 2.13 Evaluasi 1. Prosedur : Pre Test
dan Post Test 2. Jenis test : Pertanyaan secara lisan 3. Butir soal :6 1. Jelaskan pengertian
penyakit Diabetes Militus ! 2. Jelaskan penyebab penyakit Diabetes Militus ! 3. Jelaskan
tanda dan gejala penyakit Diabetes Militus ! 4. Jelaskan cara pencegahan penyakit
Diabetes Militus ! 5. Jelaskan cara pengobatan penyakit Diabetes Militus ! 6. Jelaskan
cara merawat penderita Diabetes Militus !

21. BAB 3 PENUTUP


3.1 Kesimpulan Promosi Kesehatan tentang penyuluhan Diabetes Militus memang
penting bagi sasaran yaitu masyarakat Kelurahan Penataban Kec. Giri, Kab. Banyuwangi.
Untuk menambah kesadaran tentang pentingnya berprilaku sehat terhadap dilingkungan.
Serta dapat meningkatkan status kesehatan dalam pencegahannya terhadap Diabetes
Militus . Diabetes Melitus penyakit yang tidak dapat disembuhkan namun bisa
dikendalikan. Untuk mengendalikan penyakit Diabetes Melitus diperlukan pengetahuan
dan kemauan dari masyarakat. Untuk itu masyarakat memerlukan bantuan dalam
menghadapi penyakit Diabetes Melitus dengan promosi kesehatan yang komprehensif.
Kami berharap proposal ini dapat di setujui dan kegiatan ini dapat terselenggara.
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah
membantu kami baik dari institusi maupun dari masyarakat. Serta segenap bantuan dan
dukungan, kritik dan saran, baik berupa moral maupun material sangat bermanfaat demi
terlaksananya kegiatan ini, segenap panitia mengapresiasi dengan tinggi demi kesuksesan
kegiatan ini. Dan menyampaikan terima kasih atas semua perhatian dan kerja sama dari
semua pihak yang terkait.