Anda di halaman 1dari 4

1.

Product

Product atau produk adalah apapun yang berbentuk benda (fisik) dan bukan benda yang dapat
ditawarkan atau dijual ke konsumen atau pasar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan
konsumen. Bagi Estte Lauder dan Hearst, orientasi pasar lebih mengarah ke konsep produk dimana
menganggap bahwa konsumen lebih memilih tawaran pasar berupa produk berkualitas baik dan
inovatif. Estee Lauder dan Hearst termasuk ke dalam klasifikasi produk atau barang habis pakai
dimana merupakan produk yang sering dibeli dan dikonsumsi kemudian habis. Kemudian terkait
dengan merek produk, kedua perusahaan memilih untuk memutuskan memberi nama atau merek
kepada masing-masing jenis produknya dengan nama sebuah merek yang berbeda dengan produk
lainnya. Kedua perusahaan memilih strategi pengambilan keputusan pemberian nama merek dengan
menggunakan strategi nama merek individual. Pemberian merek individual tersebut memiliki nilai
strategis bagi kedua perusahaan karena selain sebagai identitas dan pembeda, juga merupakan
representasi dari kualitas produk tersebut.

2. Place

Place (tempat) adalah berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual
terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Yang termasuk dalam klasifikasi Place ini meliputi antara
lain distribution channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transportasi.

Point menarik dalam diskusi CEO Exchange episode ini adalah strategi Distribution Channel yang
dipilih oleh Estee lauder dan Hearst. Produk dapat diperoleh pelanggan melalui saluran distribusi
(distribution channel) yang merupakan rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut serta
dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau konsumen.

Permasalahan yang diutamakan dalam mata rantai saluran distribusi adalah kelancaran
penyampaian dan pemindahan barang serta hak milik atas penguasaan produk tersebut, mulai dari
pedagang besar, pedagang menengah, dan pengecer sampai akhirnya ke tangan konsumen. Jadi
saluran distribusi menyangkut aliran produk dan hak milik atau penguasaan atas produk tersebut.

William Lauder sebagai generasi ketiga dari Estee Lauder menavarkan inovasi dalam
mendistribusikan produk dengan memilih konsep stand-alone stores yang focus dalam
mendistribusikan brand masing-masing. Konsep ini dipilih karena William Lauder
mempertimbangkan bahwa setiap produk Estee Lauder memiliki segment dan positioning masing-
masing.

Saluran distribusi yang digunakan oleh Hearst dalam pemasaran global adalah dengan melakukan
joint-venture dengan perusahaan lokal. Hal ini selain agar memberikan konten majalah yang sesuai
dengan segmen pasar, namun juga agar dapat mendistribusikan produk-produk Hearst secara
optimal.

3. Price

Price adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang dapat dikendalikan oleh perusahaan. Harga
merupakan penentuan penjualan produk sekaligus akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.
Estee Lauder, tiga generasi telah menjual hampir $ 7.000.000.000 dalam penjualan tahunan produk
kecantikan dan Hearst dengan 19 majalah dengan pembaca mencapai puluhan juta.

Pada tahun 1964, Estee Lauder (nenek William Lauder) memulai bisnisnya hanya dengan biaya $2.50
per botol, namun sekarang bisa memasarkan 25 merek yang memiliki senama seperti Estee Lauder,
Clinique, Bobbi Brown, MAC, La Mer dan garis Tom Ford baru. Menurut William lauder, nilai harga
tergantung pada materi yang terkandung dalam produk tersebut, seperti kualitas bahan, konsentrasi
bahan aktif yang membuat perbedaan, kualitas kemasan. Kualitas lingkungan ritel di mana itu dijual
dan komponen layanan apa yang ditawarkan.

Majalah Cosmos sudah berumur sekitar 37 tahun, dengan menjual rata-rata 2 juta copy perbulannya
di kios Koran den memiliki 900.000 pelanggan. Ketika Cathie Black tiba di Hearst satu decade lalu, dia
mendapatkan pendapatan lebih dari $ 1 miliar dolar, dan majalah seperti Herpers Bazzar dan Esquire
sedang berjuang untuk meningkatkan brand, namun sekarang majalah tersebut telah sukses dan
mendapatkan pendapatan diatas $ 2 miliar dolar.

4. Promotion

Perusahaan Estee Lauder beriorientasi pengembangan pasar di luar negeri dan customer baru
(remaja dan wanita muda), juga menggunakan media elektronik mempromosikan dan menjual
secara langsung produk- produknya kepada konsumen. Estee Lauder juga tetap melakukan promosi
lewat standalone dan majalah-majalah (print dan digital). Dalam memasarkan dan melakukan
promosinya, Estee Lauder juga harus culturally sensitive, karena di setiap tempat memiliki budaya
yang berbeda, yang perlu dicermati oleh team Estee Lauder dalam melakukan promosi.

Estee Lauder konsisten membangun kepopuleran merek dengan strategi komunikasi melalui iklan.
Estee lauder menampilkan diri sebagai merek kosmetik yang berharga mempunyai jiwa dan
kepribadian khusus. Dalam iklannya mengungkapkan, mensosialisasikan kepribadian tersebut dalam
satu bentuk iklan, ataupun bentuk kegiatan promosi lainnya. Hal itulah yang akan terus menerus
menjadi penghubung antara produk/merek dengan konsumen. Estee Lauder konsisten dalam
menjaga brand image ke konsumen

Hearst dibawah Cathleen Black meletakkan pondasi bagi promosinya dengan apa yang dinamakan
membangun kredibilitas bagi setiap majalahnya. Dengan cara ini perusahaan tetap fokus kepada
pembaca setianya sekaligus memberikan tempat bagi kliennya mengiklankan produknya.
Hearst tetap terbuka untuk melakukan penerbitan majalah dan aktifitas promosi secara online
(digital), diharapkan bisa saling melengkapi dan bisa mengakomodasi pembaca yang memilih
hardcopy (edisi cetak) maupun format elektronik (e-magazine).

5. Process

Proses (process) adalah kegiatan yang menunjukkan bagaimana pelayanan diberikan kepada
konsumen selama melakukan pembelian barang. Pengelola usaha melalui front liner sering
menawarkan berbagai macam bentuk pelayanan untuk tujuan menarik konsumen. Fasilitas jasa
konsultasi gratis, pengiriman produk, credit card, card member dan fasilitas layanan yang
berpengaruh pada image perusahaan. Proses juga bisa diartikan sebagai mutu layanan sangat
bergantung pada proses penyampaian informasi kepada konsumen. Mengingat bahwa penggerak
perusahaan adalah karyawan itu sendiri, maka untuk menjamin mutu layanan (Quality Assurance),
seluruh operasional perusahaan harus dijalankan sesuai dengan sistem dan prosedur yang
terstandarisasi oleh karyawan yang berkompetensi, berkomitmen, dan loyal terhadap perusahaan
tempatnya bekerja.

Hal yang menarik dalam keluarga Lauder adalah kenyataan bahwa sang nenek atau CEO pertama
Estee Lauder sudah mengajarkan bagaimana cara mencapai kesuksesan dan keberhasilan yaitu
dengan cara fokus terhadap mimpi, bekerja keras, menjaga ketekunan dan konsistensi, terus
berprestasi dan berkompetisi dengan tidak memandang darimana mereka berasal. Menyesuaikan
jenis produk yang diluncurkan dengan kondisi budaya dan topografi masyarakat sangat berpengaruh
terhadap minat dan ketertarikan pasar. Estee Lauder memposisikan diri sebagai perusahaan dunia
dengan tujuan agar masyarakat dunia merespon positif dan tahu bahwa produk-produk yang mereka
luncurkan merupakan produk dunia yang sudah disesuaikan dengan pasar masing-masing.

Untuk perusahaan “Hearst”, Majalah memiliki hubungan yang kuat pada sisi client/customer,
majalah digunakan untuk membangun citra dari produk dan layanan. Halaman – halaman majalah
mampu menerbitkan ide dan inspirasi. Di situlah letak citra Majalah diperlukan agar mampu menarik
dan membius konsumen.

Hearst dan Estee Lauder menjalin kerjasama untuk melakukan sinergi dalam periklanan. Bagaimana
cara menampilkan iklan product Estee Lauder di majalah Hearst, Cosmo, Harper dan iklan E-Digital
agar mampu menarik konsumen yang berasal dari beragam dimensi dan kebiasaan. Tantangan untuk
Hearst sendiri adalah bagaimana cara menyajikan informasi dan editorial yang mampu membius
pembaca.

6. Physical Environment

Physical evidence merupakan elemen terakhir dari tambahan marketing mix selain ‘people’ and
‘process’. Yang dimaksud ‘physical evidence’ adalah lingkungan fisik tempat jasa diberikan dan
tempat dimana pelanggan dan perusahan melakukan interaksi serta komponen lain yang membantu
meningkatkan pelayanan jasa yang diberikan.

Bagi Estee Lauder, contoh penerapan ‘physical evidence’ ini adalah pada pemilihan lokasi gerai Estee
Lauder. Sebagai produk premium, Estee Lauder memilih untuk membuka gerai ditempat eksklusif
(dalam video dicontohkan Saks Fifth Avenue). Tidak hanya itu, gerai ekslusif tersebut disertai dengan
wiraniaga yang siap membantu melayani konsumen, yang bertindak tidak hanya sebagai wiraniaga,
namun juga sebagai konsultan produk yang akan membantu memilih produk dengan formulasi yang
tepat bagi konsumen. Disamping itu, sebagai produk premium, Estee Lauder juga memastikan
bahwa kemasan (packaging) dari produk-produknya memiliki kualitas yang berbeda dengan produk
lain dan sesuai dengan klaim mereka bahwa Estee Lauder merupakan produk premium yang
berbeda dibandingkan dengan pesaing.

Bagi Hearst, contoh penerapan ‘physical evidence’ ini adalah pada pemilihan sampul majalah dan
kertas glossy yang merupakan ciri dari majalan terbitan Hearst. Sampul majalah Cosmopolitan
misalnya dibikin menarik dengan selalu memasukkan artikel terkait dengan sex namun dalam bahasa
yang tidak terkesan vulgar, yang terbukti dapat menarik pembeli majalah. Sebagai majalah yang
menyasar konsumen premium dengan iklan produk premium, Cosmopolitan menggunakan kertas
printing yang berbeda dengan majalah pada umumnya. Hal ini memberikan kesan mewah pada
majalah dan kesan berbeda dibandingkan dengan majalah lain.

7. People

Yang dimaksud “ people” adalah semua pelaku yang memainkan peran penting dalam penyajian
jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembeli. Elemen dari “people” adalah pegawai
perusahaan, dan konsumen. Semua sikap dan tindakan karyawan, cara berpakaian karyawan dan
penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan penyampaian jasa. Berbicara
mengenai karyawan berarti adalah berbicara mengenai kompetensi ( knowledge, skill dan attitude)
dan motivasi. Untuk mendukung pencapaian misi dan visi perusahaan diperlukan karyawan yang
handal atau mumpuni. Karyawan adalah elemen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan
dalam rangka mengeksekusi strategi perusahaan.

Bagi Estee Lauder, strategi ini diterapkan dalam hal menjadikan wiraniaga sebagai konsultan bagi
konsumen dalam hal membantu memilih produk dengan formulasi yang tepat. Selain itu kebijakan
untuk “Attrack” dan “Retain” para “Talent” dengan memberikan kesempatan berkarir bagi semua
karyawan, sedangkan anggota keluarga yang bekerja diperusahaan ini hanya sedikit sekali. Bagi
Hearst, Cathleen Black menyadari bahwa persaingan dalam industri majalah adalah berkaitan
dengan membangun merek (brand builder). Untuk itu karyawan harus melakukan inovasi – inovasi
dan selau memperbaiki proses

https://smeinfo.com.my/my/memasarkan-perniagaan-anda/ketahui-kaedah-pemasaran-anda-7-
kaedah-pemasaran