Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemantauan ( Monitoring ) pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan


Pemantauan yang dilakukan oleh pengawas atau kepala sekolah dengan cara diskusi
kelompok berfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara dan
dokumentasi. Pemantauan tersebut dilakukan pada tahap: perencanaan, pelaksanaan
dan penilaian hasil belajar. ( Permendiknas No. 41 tahun 2007 bagian V A ). Hal ini
sejalan dengan Salah satu Dimensi Kompetensi Manajerial kepala sekolah berdasarkan
Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 yaitu : Melakukan monitoring, evaluasi, dan
pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/madrasah dengan prosedur yang
tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.

Pelaksanaan Monitoring ( Pemantauan ) ada tiga tahap yaitu:

1. Pemantauan Pada tahap perencanan meliputi unsur Silabus dan RPP.

2. Pemantauan Pada pelaksanaan proses pembelajaran meliputi kegiatan:

pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

3. Pemantauan Penilaian proses dan hasil belajar adalah jenis penilaian yang

berorientasi pada pengungkapan kompetensi peserta didik seperti tes dan nontes

dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian

hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, portolio seperti yang tercantum

pada Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata

Pelajaran.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka pemantuan terhadap kinerja pendidk


dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil belajar perlu dilakukan dalam
upaya mencari data berupa kondisi ril, kenyataan yang sebenarnya, dan fakta
autentik. Hasil pematauan itu bisa berupa catatan, rekaman, dan dokumen dengan
menggunakan instrument pemantauan. Data atau informasi yang diperoleh melalui
pemanantauan diolah dan ditafsirkan agar bermakna. Hasil penafsiran terhadap data
atau informasi tersebutlah memerlukan tindakan selanjutnya. Jika data memenuhi
standar akan dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi di atas standar. Kalau data
menyatakan belum memenuhi standar, upaya yang dilakukan adalah meningkatkannya
menjadi standar yaitu melaksanakan supervisi ( supervisi hanya dapat dilkukan jika
ada data dan informasi bermakna dari hasil pemantauan ).

1
B. Dasar Kebijakan :

1. Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang


Standar Nasional Pendidikan;
2. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
3. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah;
4. Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah /
Madrasah

C. Tujuan
Tujuan Pemantauan ( Monitoring ) adalah :
1. Sebagai bahan pengumpulan data, informasi, dan fakta tentang kondisi ril
dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran yang
dilakukan oleh pendidik
2. Untuk mengetahui apakah pembelajaran yang telah dilaksanakan sudah
cukup baik, atau perlu adanya inovasi dan revisi dalam kegiatan
pembelajaran
3. Sebagai bahan diskusi mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran
bersama para guru, dan merencanakan berbagai tindakan yang diperlukan
4. Data dan informasi hasil pemantauan merupakan bahan untuk melaksanakan
supervisi.

2
BAB II
PELAKSANAAN PEMANTAUAN PROSES PEMBELAJARAN

Pemantauan dilakukan oleh pimpinan satuan pendidikan dan komite


sekolah/madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang
berkepentingan secara teratur dan berkesinambungan untuk menilai efisiensi,
efektivitas, dan akuntabilitas satuan pendidikan. ( PP 19 tahun 2005 tentang Standar
Pengelolaan Bab VIII pasal 56 ). Pemantauan ( Monitoring ) merupakan kegiatan
untuk mengetahui apakah program yang dibuat itu berjalan dengan baik sebagaiman
mestinya sesuai dengan yang direncanakan, adakah hambatan yang terjadi dan
bagaiman para pelaksana program itu mengatasi hambatan tersebut. Monitoring
terhadap sebuah hasil perencanaan yang sedang berlangsung menjadi alat
pengendalian yang baik dalam seluruh proses implementasi.

Ada lima lingkup kerja kepengawasan proses pembelajaran. Kelima lingkup itu adalah
Pemantauan, Supervisi, Evaluasi, Pelaporan, dan Tindak Lanjut. Hal itu tertuang di
dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41/2007 tentang Standar Proses.
Dari lima lingkup kerja kepengawasan proses pembelajaran di atas, Kegiatan diawali
dengan pematauan. Hal yang dipantau adalah perencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian proses pembelajaran.

1. Pemantauan Perencanaan Proses Pembelajaran.


Pemantauan Perencanaan Proses Pembelajaran meliputi unsur silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ).

1.1 Pemantauan Silabus meliputi:


1.1.1 Format silabus memuat : identitas mata pelajaran atau tema pelajaran,
SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pen-
capaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
1.1.2 Isi silabus yang dipantau keterkaitan antara : materi pokok dengan
KD, kegiatan pembelajaran dengan KD, indikator pencapaian dengan
KD, penilianan dengan KD, alokasi waktu dengan pencapaian KD dan
beban belajar, sumber belajar dengan materi pembelajaran
1.2 Pemantauan Silabus meliputi:
1.2.1 Format RPP memuat : identitas mata pelajaran, SK, KD, Indikator
Pencapaian Kompetensi ( IPK ), Tujuan pembelajaran, Materi ajar,
Alokasi waktu, Metode Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Penilaian
Hasil Belajar dan sumber belajar.
1.2.2 Isi RPP yang dipantau keterkaitan antara : tujuan pembelajaran
dengan KD, materi ajar dengan IPK, alokasi waktu dengan pencapaian
3
KD dan beban belajar, metode pembelajaran dengan KD, kegiatan
pembelajaran dengan KD, IPK dengan KD, instrumen penilaian dengan
IPK dan mengacu pada standar penilaian, sumber belajar dengan
SK/KD dan IPK.
1.2.3 RPP yang disusun pendidik merupan jabaran dari silabus.
( Lembar Pemantauan Perencanaan Pembelajaran terlampir )

2. Pemantuan Pelaksanaan Proses Pembelajaran


Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pemantuan pada tahap Pelaksanaan
Proses Pembelajaran adalah Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan Inti dan Kegiatan
Penutup.

2.1 Pemantuan Kegiatan Pendahuluan antara lain : apakah pendidik memeriksa


kesiapan peserta didik, melaksanakan kegiatan apersepsi ?
2.2 Pemantuan Kegiatan Inti meliputi :
2.2.1 Penguasaan meteri pelajaran, apakah pendidik: menguasai materi
pembelajaran, mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang
relevan, menyampaikan tujuan, motivasi dan materi dengan jelas
dan sesuai dengan hierarki belajar, mengaitkan materi dengan
realitas kehidupan?.
2.2.2 Pendekatan / Strategi Pembelajaran, apakah pendidik: melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan kompetensi ( tujuan ) yang akan dicapai,
melaksanakan pembelajaran secara runtut, menguasai kelas,
melaksanakan pembelajaran bersifat kontekstual, melaksanakan
pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif,
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang
direncanakan?.
2.2.3 Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajran, apakah pendidik:
menggunakan media secara efektif dan efesien, menghasilkan pesan
yang menarik, melibatkan siswa dalam pemanfaatan media?.
2.2.4 Pembelajaran melibatkan peserta didik, apakah pendidik:
menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran,
menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa, menumbuhkan
keceriaan dan antusiasme peserta didik dalam belajar?.
2.2.5 Penguasaan Bahasa, apakah pendidik: menggunakan bahasa lisan dan
tulis secara jelas, baik dan benar, menyampaikan pesan dengan
dengan gaya yang sesuai?.
2.3 Pemantuan Kegiatan Penutup, apakah pendidik: membuat rangkuman
dengan melibatkan peserta didik, melakukan penilaian akhir sesuai dengan
kompetensi, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran, melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan atau

4
kegiatan/tugas sebagai bagian remedi/pengayaan?. ( Lembar Pemantauan
Pelaksanaan Pembelajaran terlampir )

3. Pemantauan Penilaian Proses Pembelajaran

Penilaian dilakukan oleh pendidik terhadap hasil pembelajaran untuk


mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai
bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses
pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan
menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau
produk, portofolio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan
Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran
( Permendiknas No. 41 tahun 2007 bagian V )
Pemantauan penilaian proses Pembelajaran meliputi: apakah pendidik
menggunakan berbagai macam Teknik Penilian, Pelaksanaan ulangan harian
melaksanakan remedial dan pengayaan, dan melaksanakan penilaian kelompok
mata pelajaran. ( Lembar Pemantauan Penilaian Proses Pembelajaran terlampir )

5
BAB III
PENUTUP

Berdasarkan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan

dan Permendiknas No.41 tahun 2007 tentang Standar Proses bagian V A,

1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,


pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawacara, dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan
pendidikan.
Monitoring pelaksanaan pembelajaran adalah kegiatan monitoring yang
menyertakan proses pengumpulan, penganalisisan, pencatatan, pelaporan dan
penggunaan informasi manajemen tentang perencanaan kegiatan pembelajaran,
monitoring pelaksanaan pembelajaran ada pada kegiatan dan tingkat capaian dari
perencanaan pembelajaran yang telah dibuat berdasarkan tujuan yang telah
ditetapkan. Kegiatan monitoring pelaksanaan pembelajaran berkaitan dengan penilaian
terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pengidentifikasian tindakan untuk
memperbaiki kekurangan dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan.