Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan pemasaran harus menghasilkan win-win solution artinya
pelanggan ingin membeli produk kalau produk tersebut sesuai dengan
keinginannya. Sebaliknya perusahaan dapat memperoleh profit dari produk
yang dihasilkannya kalau produk tersebut di beli oleh pelanggan. Berdasarkan
profit tersebut, perusahaan dapat melanjutkan bisnisnya hingga ia dapat
memenuhi keinginan pelanggan lebih besar di masa yang akan datang. Dengan
kata lain perusahaan selalu berpedoman atau berfokus kepada nilai-nilai yang
terdapat dalam diri pelanggan, sehingga kegiatan pemasaran tersebut dapat
berhasil dengan baik.
Dengan demikian sebuah usaha harus didasari terlebih dahulu
perencanaan, karena perencanaan usaha merupakan suatu dokumen yang
menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang
atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik
bagi penyandang dana serta perencanaan pemasaran merupakan persyaratan
inti bagi pemasar. Manfaat penyusunan sebuah rencana antara lain :

1. Mendorong pemikiran sistematik mengenai masa depan


2. Meningkatkan koordinasi, menetapkan standar kinerja untuk mengukur
tren
3. Memberikan dasar logis bagi pembuatan keputusan
4. Meningkatkan kemampuan untuk menangani perubahan
5. Meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar.

Perencanaan usaha juga harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat


akan adanya barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut,
sehingga perencanaan usaha harus berbasis pada permintaan pasar. “Seorang
pengusaha yang tidak bisa membuat perencanaan usaha sebenarnya sedari
awal telah merencanakan kegagalan bagi kegiatan usahanya”. Perencanaan

1|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


usaha harus dapat menjawab pertanyaan: “Where am I now ? Where am I
going? How will I get there?”

1.2 Rumusan Masalah

Marketing plan ini adalah merupakan bagian dari business plan.


Perencanaan yang harus disiapkan seperti dijelaskan oleh Bygrave adalah
analisa situasi perusahaan dan lingkungannya analisa dan penilaian peluang,
kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi dipasar. Sehingga dalam
makalah ini penulis akan membahas mengenai Marketing Planning yang
dilakukan oleh PT Sinar Sosro Tbk dengan rincian rumusan permasalahan,
sbb:
1. Sejarah PT Sinar Sosro Tbk
2. Strategi pemasaran PT Sinar Sosro Tbk
3. Analisa S.W.O.T PT Sinar Sosro Tbk

1.3 Tujuan Penulisan


Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Manajemen Pemasaran
namun selain itu penulis memiliki tujuan dengan adanya makalah ini kita bisa
belajar untuk lebih mengerti konsep-konsep apa saja yang diperlukan dalam
sebuah marketing planning sehingga ketika kita akan terjun ke dalam dunia
usaha kita akan memiliki modal dan wawasan yang lebih luas.

2|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tentang Perusahaan PT Sinar Sosro Tbk

Keluarga Sosrodjojo memulai bisnisnya pada tahun 1940 di kota Slawi,


Jawa Tengah dengan memproduksi dan memasarkan teh seduh merek “Teh Cap
Botol”. Tahun 1965, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan
merambah ke Jakarta dengan melakukan strategi CICIP RASA (product
sampling) ke beberapa pasar di Jakarta.

Awalnya, datang ke pasar-pasar dengan cara memasak dan menyeduh teh


langsung di tempat. Setelah siap, seduhan teh tersebut langsung dibagikan kepada
orang-orang yang ada di pasar. Namun cara ini kurang berhasil karena teh yang
telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga
pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu. Cara kedua,
teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci
besar untuk selanjutnya dibawa kepasar dengan menggunakan mobil bak terbuka.
Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa tumpah selama
perjalanan dari kantor ke pasar karena pada saat tersebut jalanan di Jakarta masih
berlubang dan belum sebagus sekarang.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh dan dikemas
kedalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat
pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu
menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya.

Tahun 1969, diputuskan untukmenjual minuman the dalam kemasan botol


secara massal dengan nama The botol Sosro. Nama “Teh botol” diambil dari
tehseduh merek ”The Cap Botol”, yang saat itu sudah mulai terkenal di Jakarta
dan ”Sosro” dari nama keluarga pendirinya yakni ”Sosro Djojo”. Agar bisa
melayani pasar dengan lebih baik, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya

3|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


memutuskan untuk memisahkan usaha teh siap minum dalam kemasan dari usaha
teh seduh keluarga Sosrodjojo yakni dengan mendirikan sebuah perusahaan baru.
Perusahaan baru ini diharapkan akan bisa lebih focus dalam melayani dan
mengembangkan pasar minuman teh siap minum dalam kemasan botol beling.

Pada tangal 17 Juli 1974, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya


resmi mendaftarkan perusahaan baru tersebut dengan nama PT. Sinar Sosro, yang
berdomisili di Jalan Raya Sultan Agung Km. 28, Medan Satria, Bekasi – yang
juga merupakan lokasi pabrik pertama Tehbotol Sosro sekaligus merupakan
Pabrik teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia dan di dunia.

Bisnis SOSRO sampai dengan saat ini sudah dijalankan oleh tiga Generasi
SOSRODJOJO, yakni :

Generasi Pertama Generasi Kedua

1. Bapak Sosrodjojo (Alm.) 1. Bapak Soemarsono


Sosrodjojo
2. Bapak SoegihartoSosrodjojo
3. Bapak Soetjipto Sosrodjojo
4. Bapak Surjanto Sosrodjojo

VISI & MISI PT SINAR SOSRO

VISI :

“Mengutamakan agar produk-produknya dapat sampai pada konsumen


dimanapun mereka berada.”

MISI :

4|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


“Meningkatkan jaringan distribusi (baik Nasional atau Internasional) dengan
memasarkan produk baru dibidang minuman.”

Struktur Organisasi PT Sinar Sosro

PERKEMBANGAN BISNIS PT SINAR SOSRO

Seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan, maka sejak Tanggal 27


November 2004, PT SINAR SOSRO dan PT GUNUNG SLAMAT bernaung
dibawah perusahaan induk (holding company) yakni PT ANGGADA PUTRA
REKSO MULIA (Grup Rekso) yang berkantor Pusat di : Gedung Graha Rekso
Jl. Boulevard Artha Gading Kav A1, Sentra Bisnis Artha Gading – Kelapa Gading
– Jakarta Utara, 14240.

Secara singkat Berikut perjalanan PT Sinar Sosro hingga sekarang :

1940 : Sosrodjojo mulai merintis the wangi cap botol

1953 : PT. Gunung Slamat didirikan

5|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


1965 : Promosi cicip rasa

1969 : muncul gagasan menjual the dalam kemasan botol

1974 : mendirikan PT. Sinar Sosro

2000 : Pabrik ke 7 di Bali mulai beroperasi

2004 : Mendirikan PT. Puri Tirta Kencana

2011 : Sosro mulai melebarkan sayap ke bidang makanan

2.2 Strategi Pemasaran PT Sinar Sosro

Segmentasi Produk

PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di


bidang agro industri yang memproduksi berbagai macam produk dengan
menggunakan pucuk daun teh sebagai salah satu bahan baku utamanya,
dimana salah satu produknya adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro
merupakan produk teh siap minum pertama di Indonesia yang di kemas dalam
botol dan telah dikenal oleh masyarakat luas.

Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalam kemasan botol
yang beredar di pasaran. Berdasarkan data pada PT. Sinar Sosro terdapat tujuh
merek teh dalam kemasan botol yang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol
Sosro, Fruit Tea, TEBS, S-tee, Frestea, Tekita. PT. Sinar Sosro pada saat ini
dihadapkan pada berbagai saingan produk minuman ringan yang tidak hanya
dari pesaing lokal, namun juga pesaing asing. Persaingan berbagai merek teh
dalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati – hati dalam
merancang strategi pemasarannya. Perusahaan akan berhasil memperoleh
pelanggan dalam jumlah yang banyak apabila dinilai memiliki citra baik
dalam benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen akan

6|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan beberapa
manfaat.

Keberhasilan Sosro tidak lepas dari brand “teh botol” yang


didapatkannya, persis seperti aqua menjadi brand pada air putih. Berikutnya
Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh Botol yang sangat kuat
sampai di titik akhir pelosok. Persis seperti Aqua dengan air putihnya, pemain
lain terlambat masuk di segmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide
air teh masuk dalam botol. Hal yang masih kurang dari Teh Botol adalah
upaya – upaya mempertahankan image secara above the line. Upaya iklan di
media massa, event, maupun promosi yang akan terus membuat teh botol
tertancap di kepala konsumen masih jarang dilakukan. Terkesan Teh Botol
merasa sudah besar dan yakin dengan penetrasi produk yang telah
dilakukannya sehingga tidak perlu lagi melakukan promosi above the line
secara intensif.

1. Demografi

 Usia : Anak – anak (usia 9 sampai 12 tahun), Remaja (usia 13 sampai 18


tahun) dan Dewasa.
 Jenis Kelamin : Pria dan Wanita

 Pekerjaan : Semua orang yang mempunyai pekerjaan


 Pendidikan : Semua golongan masyarakat

2. Psikografis, orang yang menyukai minuman teh yang mempunyai rasa


alami dan berkualitas.

3. Geografis, wilayah pemasaran untuk konsumen adalah seluruh wilayah


Indonesia baik di kota – kota besar maupun daerah – daerah.

Targetting

7|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yang
dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam
situasi dimana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan
pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk. Target
dari teh botol ini adalah yang menyukai rasa asli teh (non fruity) dan praktis,
para supir atau pejalan kaki. Diberikanlah kemasan botol yang praktis dan
disediakan di kios – kios yang ada di pinggir jalan. Jadi jika ada yang haus, ya
tinggal minum sosro. Plus ditempatkan dalam boks es, sehingga menjadi
dingin. Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang
sedang melakukan perjalanan.

Pada waktu itu, strategi promosi yang dilakukan juga baik dengan
menetapkan harga tidak lebih dari biaya parker pada waktu itu (mengingat
target adalah orang yang sedang melakukan perjalanan). Pada waktu
pengenalan produk, Sosro juga memiliki keunggulan kompetitif karena
merupakan teh siap minum dalam kemasan botol yang dipasarkan pertama
kali di Indonesia.

Positioning

Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar


tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan
diasajikan dingin. Karena pada awal kemunculan produk, masyarakat
Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan panas. Ternyata
proses diferensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik, sehingga
Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat
memberikan kesegaran.

Dalam perkembangannya, untuk bersaing dengan competitor Sosro


mulai melakukan kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan membuat
tubuh menjadi sehat, karena teh mengandung anti oksidan. Hal ini menambah
keunggulan kompetitif dari Sosro.

8|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


Deferensiasi

Produk Teh Botol Sosro berbeda dari yang lain karena teh ini di kemas
dalam botol dan rasa khas tehnya sangat kuat. Ditambah lagi dengan aroma
buah-buahan dan melati.

Marketing Mix (Price

 Product : rasa teh asli yang kini bervariasi dengan ditambahkan aroma
buah – buahan dan daun teh melati.
 Price : antara Rp 3000,00 hingga Rp 5000,00.
 Place : Supermarket, minimarket bahkan warung kecil dan gerobak.
 Promotion:

Positioning yang dilakukan oleh Sosro juga didukung oleh marketing mix
yang baik. Hal ini ditunjukan dari integrasi yang baik dari komponen-
komponen 4P. Contoh adalah bahwa pengembangan produk berasal dari
strategi promosi, hubungan antara penentuan harga (price) dengan saluran
distribusi (place), dll.

1. Product Strategy

Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar


tidak merasa aneh untuk meminum teh dalam kemasan botol dan dengan
diasajikan dingin. Karena pada awal kemunculan produk, masyarakat
Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan panas. Ternyata
proses diferensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik,
sehingga Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang
dapat memberikan kesegaran. Dalam perkembangannya, untuk bersaing
dengan competitor Sosro mulai melakukan kampanye bahwa dengan
mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat, karena teh
mengandung anti oksidan. Hal ini menambah keunggulan kompetitif dari
Sosro.

9|Marketing Planning PT Sinar Sosro Tbk


Brand Sosro telah terbentuk melalui proses yang panjang. Sosro telah
berhasil mengembangkan merek Teh Botol Sosro menjadi merek dengan
brand equity yang kuat. Beberapa hal yang dapat dicermati dalam
pembentukan brand equity ini adalah :

1. Brand Awareness yang dimiliki Teh Botol Sosro dapat dikatakan telah
memasuki tingkatan top of mind. Hal ini dapat dilihat dari Teh Botol
Sosro dapat menjadi pemimpin pasar dalam kategori teh siap minum
dalam kemasan botol.
2. Perceived Quality dari Teh Botol Sosro telah terbukti selama puluhan
tahun. PT. Sinar Sosro telah berhasil menjaga kualitas produk ini
sehingga mendapat anggapan baik dari konsumen.
3. Brand Association dari Teh Botol Sosro kuat, dapat dilihat bahwa
ketika orang menyebut teh botol kemudian yang menjadi maksud dari
teh botol itu sendiri adalah Teh Botol Sosro.
4. Brand Loyalty dari Teh Botol Sosro juga kuat. Ini merupakan hasil
dari pengembangan saluran distribusi, menjaga kualitas, dan strategi
promosi yang dilakukan dengan jargon “apapun makanannya
minumannya teh botol sosro”.

Hasil dari brand equity yang kuat ini telah dirasakan oleh Sosro yaitu
memudahkan PT. Sinar Sosro untuk melakukan pengembangan pasar
dengan mengenalkan produk Fruit Tea untuk kalangan muda dan Tebs
untuk pengkonsumsi minuman berkarbonasi, selain itu PT. Sinar Sosro
juga menikmati profit margin yang lebih besar, yang terlihat dari profit
margin antara agen dan distributornya .

Ada Hal menarik untuk brand Teh Botol Sosro karena dengan
penggunaan kata “Teh Botol” kemudian memberikan asosiasi pada Sosro
sendiri, yang menjadi keunggulan dari brand ini, sehingga tidak menjadi
merek biasa. Selain itu kekuatan brand equity harus dijaga agar tetap bisa
menghadapi kompetisi yang semakin ketat, karena ketika sebuah poduk

10 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
dari sebuah produsen berhasil maka kemudian produsen lain akan
mengeluarkan produk serupa. Hal ini terjadi pada munculnya teh dalam
botol dari bermacam-macam produsen seperti tekita dan frestea yang di
produksi oleh coca cola dan pepsi .

Dalam melakukan pengembangan brand PT. Sinar Sosro menerapkan


beberapa strategi. Diantaranya adalah :

1. Line Extension dengan mengeluarkan produk Fruit Tea dengan pangsa


pasar generasi muda, dan juga peluncuran produk Tebs untuk menarik
minat pelanggan yang mengkonsumsi minuman berkarbonasi. Kedua
produk ini dapat meraih sukses di pasar, terutama untuk produk Fruit
Tea yang kemudian mulai menggerogoti pasar dari minuman
berkarbonasi. Akibat dari itu, maka kemudian produk ini diikuti oleh
Coca Cola yang merasa terancam dengan mengeluarkan produk
Fruitcy. Kesuksesan produk ini adalah karena kekuatan saluran
distribusi dari PT. SInar Sosro, dan dengan produk Fruit Tea dan Tebs
sekali lagi PT. Sinar Sosro menghadirkan inovasi dan menjadi pioneer
dengan menyajikan produk teh dengan rasa buah dan produk teh yang
mengandung soda.
2. Brand Exten s ion dengan meluncurkan produk Air Minum Dalam
Kemasan (AMDK) dengan merek PRIMA. Walaupun dengan
dukungan saluran distribusi yang baik namun PRIMA tidak dapat
merebut pasar AMDK yang sudah dikuasai oleh AQUA.

Teh Botol Sosro didistribusikan ke pelosok – pelosok daerah.


Konsumen menjadi tidak sulit membeli teh botol sosro karena mudah di
cari dan harganya terjangkau.

2. Place Strategy (Distribution Strategy)

Distribusi (penempatan) adalah bagian dari bauran pemasaran yang


mempertimbangkan cara menyampaikan produk-produk dari produsen ke

11 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
konsumen. Perusahaan harus membuat keputusan mengenai saluran
(channel) yang akan digunakan dalam mendistribusikan produk-produk
mereka. PT Sinar Sosro merupakan salah satu contoh perusahaan terbaik
yang sukses mengolah minuman ringan (soft drink) teh, salah satu produk
yang dihasilkan adalah teh dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol
Sosro. Sukses pemasaran produk dan besarnya keuntungan yang diraih
perusahaan tidak terlepas dari strategi distribusi yang jitu dalam
menjangkau pasar. Strategi penjualan yang dilakukan Sosro adalah dengan
mengembangkan saluran distribusi secara luas dan terus menerus.
Mengutamakan availability dan kualitas produk sehingga berbuah pada
kesetiaan pelanggan.

Distribusi Sosro mencakup hampir seluruh wilayah nasional mulai


dari Batam, Jabotabek, Jabar, Jatim, hingga Kalimantan dan Sulawesi.
Bahkan teh dalam kemasan botol Sosro diekspor ke Australia, Vietnam,
Brunei Darussalam dan Amerika Serikat. Sosro dikenal memiliki jaringan
distribusi yang sangat mengakar. Keputusan mengenai pergudangan dan
pengendalian persediaan juga merupakan keputusan distribusi.
Ketersediaan (availability) menjadi kunci sukses pemasaran.

Pihak Sosro selalu memantau outlet-outlet Sosro dari pengaruh


pesaing (competitor) yang berniat menggantikan Teh Botol Sosro. Survei
AC Nielsen beberapa waktu lalu menemukan availability Sosro mencapai
100 persen. Namun Coca-Cola juga tidak kalah kuat dalam saluran
distribusi. Database Coca-Cola diketahui memiliki ratusan ribu warung
pinggir jalan yang siap menjajakan produk Coca-Cola termasuk Freshtea.
Kini Coca Cola bersaing head to head dengan Sosro yang mengusung teh
botol dan Fruit Tea. Maka menarik melihat persaingan di antara kedua
pemain besar ini.

Pengembangan proses yang dilakukan oleh Sosro adalah dengan


mengintegrasikan supply chain, seperti memiliki kebun teh sendiri.

12 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
berbeda dengan proses distribusi produk dilakukan dengan bekerja sama
dengan banyak agen penjualan untuk memperluas cakupan distribusi dari
Sosro

Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:

 Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur


 Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur
 Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur
 Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut
 Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut
 Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan
 Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya

3. Pricing Strategy

Pertama kali mengenalkan teh siap minum dalam kemasan botol,


Sosro memiliki target pasar yang jelas, dengan target orang yang sedang
melakukan perjalanan. Pada waktu itu, strategi promosi yang dilakukan
juga baik dengan menetapkan harga tidak lebih dari biaya parkir pada
waktu itu (mengingat target adalah orang yang sedang melakukan
perjalanan). Pada waktu pengenalan produk, Sosro juga memiliki
keunggulan kompetitif karena merupakan teh siap minum dalam kemasan
botol yang dipasarkan pertama kali di Indonesia.

4. Promotion Strategy

Kesuksesesan sosro dalam merebut hati konsumen Indonesia


sesungguhnya dilihat dari aspek pemasaran cukup unik. Sosro,dalam
beberapa hal, telah mengabaikan hukum-hukum umum yang terdapat di
ilmu pemasaran. Misalnya saja mengenai perlunya riset pasar sebelum
meluncurkan produk. Konon kabarnya sebelum sosro hadir, ada sebuah
perusahaan asing yang ingin mengeluarkan produk teh dalam botol sepert i

13 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
yang dilakukan sosro saat ini. Kala itu sang perusahaan menyewa jasa
sebuah biro riset pemasaran untuk menguji kelayakan dan prospek produk
tersebut di Indonesia. Setelah meneliti dan mengamati kebiasaan minum
teh di masyarakat sang biro pun menyimpulkan bahwa produk ini tidak
memiliki prospek bagus untuk dipasarkan di Indonesia. Biro itu beralasan
bahwa budaya minum teh pada bangsa Indonesia umumnya dilakukan pagi
hari dalam cangkir dan disajikan hangat sehingga kehadiran teh dalam
kemasan botol justru akan dianggap sebuah keanehan.

Sosrodjojo, pendiri perusahaan sosro, justru berpikir sebaliknya.


Awalnya ide kemasan botol berasal dari pengalaman tes cicip (on place
test) di pasar-pasar tradisional terhadap teh tubruk cap botol. Pada
demonstrasi pertama teh langsung diseduh di tempat dan disajikan pada
calon konsumen yang menyaksikan. Namun cara tersebut memakan waktu
lama sehingga calon konsumen cenderung meninggalkan tempat.
Kemudian pada uji berikutnya teh telah diseduh dari pabrik dan kemudian
dimasukkan ke dalam tong-tong dan dibawa dengan mobil. Akan tetapu
cara ini ternyata membuat banyak teh tumpah selama perjalanan karena
saat itu struktur jalan belum sebaik sekarang.

Akhirnya sosro mencoba untuk memasukkannya pada kemasan-


kemasan botol limun agar mudah dibawa. Beranglkat dari itu
merekaberpikir bahwa penggunaan kemasan botol adalah alternatif yang
paling praktis dalam menghadirkan kenikmatan teh lansung ke konsumen.
Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan
perjalanan seperti supir dan pejalan kaki sosro. Sosro menyadari bahwa
segmen konsumen ini memiliki keinginan hadirnya minuman yang dapat
menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan kondisi panas selama
perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi dengan
menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan
tersedia di kios-kios sepanjang jalan. Untuk menambah nilai kepuasan teh

14 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
botol ini disajikan dingin dengan menyediakan boks-boks es pada titik-
titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu belum lazim).

Kini SOSRO telah menjadi perusahaan minuman yang besar dan


otomatis strategi pemasaran yang dipakai pun semakin besar pula.
Promosinya kini bukan menggunakan metode cicip rasa tetapi kini banyak
iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagai stasiun televisi, internet,
majalah, surat kabar, radio, dan berbagai acara-acara besar maupun kecil.

2.3 Analisis SWOT PT Sinar Sosro

Kekuatan (Strenght)
Kekuatan yang menjadi keunggulan sosro dibandingkan yang lain adalah
produk ini telah dikenal banyak orang dan telah di percaya sehingga produk
ini memiliki jaringan yang luas dari semua jenis kalangan. Di samping itu
Sosro juga terus mengeluarkan inovasi-inovasi baru sehingga ia tidak stuck di
tempat.Selain dari segi external seperti diatas segi internalnya pun juga sangat
baik yaitu sistem pengendalain yang bagus dan cash flow yang berjalan
cukup lancar sehingga tidak mempengaruhi faktor produksi

Kelemahan (Weakness)
Disamping keunggulan yang dimilikinya ada juga sisi kelemahannya yaitu
penjualan tidak bisa di targetkan secara spesifik karena banyaknya pesaing
yang mulai muncul belakangan ini.Dari internal pun ternyata ada
kelemahannya yaitu semua posisi kepemimpinan selalu berasal dari keluarga
Sosrodjojo sehingga tidak ada kesempatan bagi staff yang ada untuk menjabat
posisi-posisi tinggi.

Peluang (Opportunity)
Peluang yang terbuka lebar adalah dengan mengembangkan sayapnya untuk
lebih merambah ke pasar international seperti yang telah dilakukan
belakangan dan juga bisa memfokuskan ke negara-negara tetangga sesama
penyuka teh ,sehingga peluang untuk berkembang dinegara itu besar, serta

15 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
inovasi-inovasi yang dilakukan Sosro bisa lebih baik dan lebih baru tak kala
para pesaingnya hanya berinovasi itu-itu saja. Dan dalam pasar nasional pun
teh ini bisa menjadi tuan rumah, dan juga pasti akan dapat di teruskan ke
generasi- generasi selanjutnya karena cita rasanya yg khas akan negara
sendiri.

Ancaman (Threat)
Ancaman yang paling signifikan adalah merajalelanya minuman bersoda
yang mulai mengambil pasar teh di Indonesia. Di samping itu banyak juga
yang meniru sistem penjualan PT Sinar Sosro dan tidak sedikit yang bersaing
menggunakan cara-cara yang tidak sehat.Selain itu juga mulai bermunculan
produk teh-teh palsu yang menimbulkan image buruk terhadap teh dalam
kemasan seperti penggunaan bahan pengawet dan sebagainya, hal ini
membuat konsumen berpikir lagi untuk mengkonsumsi teh dalam kemasan.

16 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pada masa sekarang ini, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan


dan teknologi, pertumbuhan dan perkembangan perekonomian telah
memasuki era globalisasi. Hal ini menyebabkan kompetisi dalam dunia bisnis
menjadi semakin tajam. Konsumen yang merupakan orientasi dalam suatu
bisnis merupakan kunci utama dalam memenangkan persaingan ini. Apalagi
konsumen pun semakin kritis dalam memilih suatu produk atau jasa yang
hendak dibeli.

Dalam hal ini SOSRO mampu menjaga kualitas produknya dan selalu
menjaga ketersediaan produknya dipasaran dengan melakukan strategi-strategi
yang tepat untuk dapat bersaing, Bahan bakunya pun dari teh yang berkualitas
pilihan, karena sosro memiliki perkebunan teh sendiri.

3.2 Saran

1. PT Sinar Sosro Tbk tetap mempertahankan kualitas pelayanan, kualtitas


dengan harga yang tetap ekonomis

2. PT Sinar Sosro Tbk mengembangkan inovasi baru untuk mengembangkan


usahanya, seperti: Membuat produk-prodk baru

17 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k
18 | M a r k e t i n g P l a n n i n g P T S i n a r S o s r o T b k