Anda di halaman 1dari 6

Gambaran umum dan proses bisnis

A. Struktur Organisasi

Pemilik
(owner)

Pengelola toko
(Admin)

Bagian produksi Bagian gudang Bagian


pemasaran

karyawan karyawan

B. Staf Organisasi
1. Pemilik
 Mengadakan pengawasan secara umum atas operasi yang berlangsung dalam proses
pembuatan aksesoris tersebut.
 Melakukan koordinasi terhadap pengelola toko (admin) yang menjalankan system
bisnis tersebut.
 Menyediakan modal dan menggaji kepda karyawannya, selain itu pemilik harus
menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
2. Pengelola Toko (admin)
 Melakukan pengembangan jaringan dalam bisnis online tersebut supaya bisnis
aksesoris lebih dikenal masyarakat.
 Melakukan monitoring kepada akun-akun bisnis online tersebut dan melayani order
pesanan.
3. Bagian Produksi
 Bagian yang memproduksi secara langsung prduknya.
4. Bagian Gudang
 Bagian yang bertugas menyimpan barang yang belum atau telah diproduksi serta
bertugas pengelolaan barang.
5. Bagian Pemasaran
 Bagian yang bertugas memperluas jaringan-jaringan bisnis tersebut.
 Bagian yang merancang strategi bagaimana menaikan laba penjualan de3ngan
kreativitas dan inovasi produk.
6. Karyawan
 Bagian yang bertujuan untuk pengepakan dan pengiriman kepada pelanggan/pembeli.

C. Strategi Bisnis
Agar produk kita tidak kalah dengan produsen dan toko-toko online yang semakin marak
dan bersaing ketat. Maka kita dapat menerapkan beberapa cara, yaitu:
1. Flash sales dan diskon
Dengan menerapkannya akan membuat bisnis online meningkat dan berkembang
pesat.
2. Social shoping
Melebarkan jaringan bisnis baik ke berbagai akun media sosial seperti IG, twitter,
facebook dll.

Siklus Konversi
A. Sistem Persediaan
Sistem persediaan merupakan sebuah sistem memelihara catatan persediaan dan
memberitahu manajer apabila jenis barang tertentu memerlukan penambahan. Dalam
perusahaan manufaktur, sistem persediaan mengendalikan tingkat (jumlah) bahan baku dan
jumlah produk jadi.
1. Pembelian barang
Siklus pengeluaran memproses transaksi pembelian barang. Normal, jurnal yang
dibuat untuk mencatat transaksi ini tergantung pada metode yang digunakan untuk
akuntansi persediaan, yaitu metode periodik dan metode perpetual. Dengan metode
periodik, perusahaan tidak menyelenggarakan catatan yang menggambarkan perubahan
persediaan dari waktu ke waktu. Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian adalah:
Pembelian…………………………………………………………xxxxx
Utang Dagang………………………………………………………… xxxxx
Dengan metode perpetual, perusahaan menyelenggarakan catatan yang menampung
transaksi mutasi persediaan. Pencatatan dalam jurnal dilakukan sebagai berikut :
Persediaan Barang Dagangan…………………………………….. xxxxx
Utang Dagang………………………………………………………… xxxxx
2. Penjualan barang
Perusahaan mencatat harga pokok barang yang terjual dalam sebuah rekening buku
besar yang berjudul Harga Pokok Penjualan. Bagaimana perusahaan menentukan nilai
harga pokok ini sangat tergantung pada metode persediaan yang digunakan. Apabila
perusahaan menggunakan metode periodik, maka perusahaan tidak perlu membuat jurnal
ketika terjadi transaksi penjualan. Dengan demikian hasil pejualan dihitung dengan
menambahkan nilai pembelian ke harga pokok persediaan awal. Apabila perusahaan
menggunakan metode perpetual, perusahaan akan mendebit rekening Harga Pokok
Penjualan dan mengkredit rekening Persediaan pada saat terjadinya transaksi penjualan.
Pada akhir periode saldo akhir pada rekening harga pokok penjualan merupakan harga
pokok barang yang terjual selama satu periode akuntansi.
3. Laporan yang Dihasilkan
Sistem persediaan juga menghasikan berbagai macam laporan. Laporan yang
dihasilkan mencakup laporan status persediaan, laporan per jenis persediaan, laporan
pemesanan kembali, dan laporan hasil fisik persediaan. Uraian rinci untuk setiap jenis
laporan adalah sebagai berikut:
a. Laporan Status Persediaan (inventory status report)
Laporan ini berisi daftar seluruh jenis persediaan, kualitas, dan harga perolehan.
Laporan ini memberikan penjelasan tentang persediaan yang dilaporkan dalam neraca.
Sistem batch mencetak laporan ini setiap minggu atau setiap bulan. Karyawan
menggunakan laporan ini untuk mengetahui kuantitas yang tersedia.
b. Laporan per jenis Persediaan (Query Inventory Item)
Dalam sistem on-line real-time karyawan perusahaan mengetahui kuantitas per
jenis persediaan yang tersediaan saat laporan ini dihasilkan. Ada dua pilihan untuk
mengetahui informasi tersebut, yaitu mencetak ke kertas atau melihat di layar monitor.
c. Laporan Pemesanan Kembali (Reorder Report)
Laporan ini mengidentifikasi jenis persediaan yang memerlukan penambahan. Bila
kualitas turun sampai titik pemesanan kembali, sistem pengawasan persediaan
memasukkan informasi ini dalam laporan. Dalam perusahaan manufaktur, informasi
ini mengawali dibuatnya perintah produksi.
d. Laporan Hasil Perhitungan Fisik (Physical Inventory Report)
Laporan ini berisi hasil perhitungan fisik persediaan yang dilakukan secara
periodik. Dengan laporan ini maka penghitungan harga pokok penjualan dapat
dilakukan. Laporan ini terutama dihasilkan atau dibuat jika perusahaan menggunakan
metode periodik.
3. Catatan Akuntansi
Dalam sistem manual, perusahaan yang menggunakan metode perpetual
membutuhkan sebuah rekening pembantu persediaan untuk mencatat perubahan yang
terjadi pada setiap jenis barang. Rekening pembantu yang sering disebut dengan kartu
persediaan. Dalam kartu tersebut selain dicatat bertambah dan berkurangnya kuantitas
persediaan, dan saldo yang baru.
Dalam sistem berbasis komputer, apabila perusahaan masih menggunakan pendekatan
file, maka tata cara pencatatanya sama dengan sistem manual. Catatan akuntansi yang
diselenggarakan terdiri atas file induk (master file) dan file transaksi (transaction file).
Jika perusahaan menggunakan pendekatan sistem manajemen database (DBMS), maka
data yang disimpan sama, namun DBMS menyimpan data ini secara independen. File
yang diselenggarakan sama yaitu file induk persediaan. File ini ekuivalen dengan kartu
persediaan dalam sistem manual. File ini berisi satu record untuk setiap jenis barang.
4. Prosedur Pemrosesan Transaksi Persediaan
Jika persediaan diselenggarakan secara manual, maka sistem ini sudah menjadi satu
(tergabung), apabila menggunakan komputer maka persediaan diuraikan dengan bagan
dibawah ini.
5. Pengendalian aplikasi
Pengendalian aplikasi untuk system persediaan dibagi menjadi pengendalian input,
pengendalian proses, dan pengendalian output.

B. Sistem Produksi
Sistem produksi mencakup serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data
yang berkaitan erat dengan subsistem yang lain.
1. Siklus pendapatan yang memberikan informasi tentang produk apa yang dipesan dan
ramalan penjualan (kuantitas), yang akan digunakan oleh bagian produksi untuk
menyusun rencana produksi dan tingkat (jumlah) persediaan (inventory level)
2. Informasi tentang bahan baku dikirim ke siklus pembelian dalam bentuk Surat
Permintaan Pembelian (purchase requisition). Sebaliknya siklus pembelian juga
memberikan informasi tentang bahan baku yang dibeli dan pengeluaran yang termasuk
dalam overhead pabrik.

3. Informasi tentang kebutuhan tenaga kerja dikirimkan ke system manajemen sumberdaya


manusia/penggajian yang nantinya akan memberikan data tentang tersedianya tenaga
kerja dan biayanya (biaya tenaga kerja).

4. Informasi tentang harga pokok produksi dikirimkan ke siklus buku besar dan pelaporan.

C. Sistem Manajemen Sumberdaya Manusia (Penggajian)


Sistem manajemen sumberdaya manusia atau sistem penggajian adalah serangkaian
aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang terkait dan berhubungan dengan
pengelolaan karyawan perusahaan secara efektif. Kegiatan yang tercakup dalam sistem
manajemen sumberdaya manusia adalah:
1. Seleksi calon karyawan dan pengangkatan karyawan baru
2. Pelatihan (training) karyawan baru
3. Penempatan (placement) atau penugasan karyawan baru
4. Penggajian atau penentuan gaji, upah, dan insentif lainnya
5. Evaluasi kinerja karyawan
6. Pemberhentian karyawan
Sistem penggajian dikelola oleh manajer keuangan, bagian ini memfokuskan terutama
pada sistem penggajian karena sistem ini merupakan salah satu komponen terbesar dan
penting dalam sistem informasi akuntansi. Sistem penggajian harus diintegrasikan dengan
sistem manajemen SDM sehingga manajemen memiliki akses yang mudah tidak hanya ke
data yang berhubungan dengan biaya tenaga kerja, namun juga informasi tentang
keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawannya.