Anda di halaman 1dari 8

Teori Dasar Oposisi

A. Pengertian Oposisi
Definisi dari oposisi adalah penempatan raja segaris dengan jarak petak genap. Sehingga oposisi
akan terjadi jika memenuhi 2 syarat yaitu : Letak kedua raja bisa ditarik garis lurus (segaris) dan
memiliki jarak petak genap (2,4, dan 6). Serta khusus untuk oposisi diagonal hanya berlaku untuk
jarak 2 petak.
Diagram A

Perhatikan posisi raja selajur dalam diagram di atas terlihat bahwa jarak petak genap selalu jatuh
pada petak raja yang sewarna. Misalnya antara ¢f1 dan ¢f7 masing-masing berada pada petak f1
dan f7 maka jaraknya : 7-1 = 6 petak (genap). Perhatikan posisi ¢b5 dan ¢b7 : ini merupakan
oposisi langsung atau oposisi jarak dekat. Perhatikan posisi ¢d4 dan ¢d8 : ini merupakan oposisi
jarak jauh atau oposisi panjang. Perhatikan posisi ¢f1 dan ¢f7 : ini juga merupakan oposisi jarak
jauh. Perhatikan posisi ¢h2 dan ¢h7 : ini bukan termasuk oposisi karena meskipun selajur tapi
petak kedua raja tidak sewarna atau memiliki jarak petak ganjil (5 petak).

B. Macam Oposisi
Berdasarkan jenisnya maka oposisi dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Oposisi Lajur/Vertikal
2. Oposisi Baris/Horizontal
3. Oposisi Diagonal/Miring

Diagram B

Perhatikan ¢b1 dan ¢b3 : ini merupakan oposisi lajur/vertikal. Perhatikan ¢g5 dan ¢c5 ini
merupakan oposisi baris/horizontal atau lebih spesifiknya oposisi baris jarak jauh. Perhatikan ¢g1
dan ¢e3 ini merupakan oposisi diagonal. Catatan : Khusus untuk oposisi diagonal hanya berlaku
pada oposisi langsung/jarak dekat sehingga perhatikan posisi ¢f7 dan ¢b3 meskipun bisa ditarik
garis lurus dengan jarak petak genap (4 petak) maka tidak termasuk sebagai bentuk oposisi
karena sekali lagi khusus oposisi diagonal hanya berlaku untuk jarak 2 petak.

C. Penerapan Teori Oposisi Raja


Oposisi merupakan teknik untuk mengendalikan pergerakan raja lawan serta memegang kendali
tempo permainan dengan tujuan untuk memaksa raja lawan meninggalkan penjagaan atas petak-
petak penting/tertentu.
Diagram C
XABCDEFGHY
8-+-mk-+-+(
7+-+-+-+-'
6-+-+-+-+&
5+-+-+-+-%
4-+-+-+-+$
3+-+-+-+-#
2-+-+K+-+"
1+-+-+-+-!
xabcdefghy
Putih Giliran Melangkah

Putih bisa menerapkan prinsip oposisi dengan melangkah ¢d2! sehingga setelah itu kemanapun
raja hitam melangkah maka akan selalu diikuti oleh raja putih. Misalnya :
1.¢d2! ¢c8 2.¢c2 ¢d8 3.¢d2 ¢d7 4.¢d3 ¢e7 5.¢e3 ¢d6 6.¢d4 ¢e6 7.¢e4 ¢f7 8.¢f5 dst
Perhatikan langkah raja putih selalu mengikuti warna petak tempat raja hitam melangkah dalam
satu garis sehingga dalam kasus ini raja putih yang memegang/mengontrol oposisi sedangkan
raja hitam adalah pihak yang dikontrol/terkena oposisi.

C.1. Oposisi Raja Pada Ending Pion Dasar

Diagram C1
XABCDEFGHY
8-+-+-+-+(
7+-+-+-+-'
6-+-mk-+-+&
5+-+p+-+-%
4-+-mK-+-+$
3+-+-+-+-#
2-+-+-+-+"
1+-+-+-+-!
xabcdefghy
Putih Giliran Melangkah

Putih tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk menahan draw dengan penerapan prinsip
oposisi raja.
Solusi : 1.¢d3! ¢e5 2.¢e3! d4+ 3.¢d3 ¢d5 4.¢d2 ¢c5 5.¢d3! ¢d5 6.¢d2 ¢c4 7.¢c2! d3+
8.¢d2 ¢d4 9.¢d1 [Jangan 9.¢e1?? ¢e3! (Fatal karena raja putih malah yang terkena
oposisi pada fase krusial.) 10.¢d1 d2 11.¢c2 ¢e2 dan pion bebas hitam bisa lolos ke garis
finish.] 9...¢e3 10.¢e1 d2+ 11.¢d1 ¢d3 ½–½

C.1.1. Oposisi Raja Pada Ending Pion Draw

Diagram C11
XABCDEFGHY
8-+-+k+-+(
7+-+-zp-+-'
6-+-+-+-+&
5+-+-+-+-%
4-+-+-+-+$
3+-+-+-+-#
2-+-+-mK-+"
1+-+-+-+-!
xabcdefghy
Putih Jalan Draw

Solusi : 1.¢e3! [Raja putih harus naik mendekati raja hitam secara segaris.] ¢f7 2.¢f3!
[Sekali memegang oposisi maka putih akan mengontrol untuk seterusnya.] 2...¢g6 3.¢e4!
[Ingat! ini adalah oposisi diagonal meski bisa juga dengan (3.¢g4!? e5 4.¢g3 ¢g5 5.¢f3 ¢f5
6.¢e3 e4 7.¢e2! ¢f4 8.¢f2!=)] 3...¢f6 4.¢f4! ¢e6 5.¢e4! ¢d6 6.¢d4! [Perhatikan raja putih
selalu mengontrol arah pergerakan raja hitam dengan mengikutinya.] 6...e6 7.¢e4 e5
8.¢e3! ¢d5 9.¢d3! e4+ 10.¢e3 ¢e5 11.¢e2! ¢f4 12.¢f2! e3+ 13.¢e2 ¢e4 14.¢e1! ¢d3 15.¢d1!
e2+ 16.¢e1 ¢e3 ½–½

C.1.2. Oposisi Raja Pada Ending Pion Menang

Diagram C12
XABCDEFGHY
8-+-+k+-+(
7+-+-+-+-'
6-+-+-+-+&
5+-+-+-+-%
4-+-+-+-+$
3+-+-+-+-#
2-+-+P+-+"
1+-+-mK-+-!
xabcdefghy
Putih Jalan Menang

Eksplanasi : Perhatikan diagram di atas. Posisi raja hitam cukup jauh dari pion putih sehingga yang
perlu dilakukan putih adalah untuk tidak mendorong pionnya terlebih dulu serta menempatkan
rajanya sejauh mungkin di depan pionnya. Karena dengan menempatkan rajanya minimal berjarak
2 petak di depan pionnya maka putih memiliki cadangan 1 tempo yang bisa digunakan untuk
memenangkan perebutan oposisi.

Solusi : 1.¢d2 [ Atau bisa ¢f2 intinya putih harus melakukan oposisi atas raja hitam.]
1...¢e7 [1...¢d7 2.¢d3!+-] 2.¢e3! ¢f7 3.¢e4! [Raja putih harus ditempatkan minimal 2 petak
di depan pionnya.] 3...¢e6 [Raja hitam memegang oposisi hanya untuk satu langkah saja
karena putih memiliki cadangan tempo dari pionnya.] 4.e3! [Hitam giliran melangkah dan
rajanya terkena oposisi lagi.] 4...¢f6 [4...¢d6 5.¢f5!+-] 5.¢d5! [Inilah inti dari penerapan
oposisi sehingga raja putih bisa lewat dari seberang sisi untuk mengawal laju pionnya.]
5...¢f7 [5...¢e7 6.¢e5 ¢d7 7.¢f6 ¢d8 8.¢e6 (Perhatikan raja putih ditempatkan sejauh
mungkin di depan pionnya.) 8...¢e8 9.e4! ¢d8 10.¢f7! ¢d7 11.e5+-] 6.¢e5 ¢e7 7.e4! [Raja
hitam kena oposisi lagi.] 7...¢d7 8.¢f6 ¢d8 9.¢e6 ¢e8 10.e5! ¢f8 11.¢d7+-

C.2. Oposisi Raja Pada Ending Pion Lanjutan

Pemahaman tentang prinsip dasar teori oposisi raja akan sangat membantu dalam menyelesaikan
persoalan ending pion pada level lanjut. Teknik oposisi merupakan suatu metode mengontrol
pergerakan raja untuk memenangkan tempo sehingga pada akhirnya raja lawan akan kehabisan
perlawanan atau bergerak menjauh dari petak-petak penting yang dijaganya. Berikut ini mari kita
simak penerapan prinsip oposisi pada ending pion lanjutan.
Diagram C21
XABCDEFGHY
8-+-+-+-+(
7+-+-+-+-'
6-+-+-+-+&
5+p+-+-mk-%
4-zP-+-zp-+$
3+-+-+K+-#
2-+-+-+P+"
1+-+-+-+-!
xabcdefghy
Putih Jalan Menang

Diagram C22
XABCDEFGHY
8-+-+-+-+(
7+-+-+-+-'
6-+-+-+-+&
5+p+-+-mK-%
4-zP-+-zp-+$
3+-+-+-mk-#
2-+-+-+P+"
1+-+-+-+-!
xabcdefghy
Hitam Giliran Melangkah

Perhatikan Diagram C21 :


Raja putih tidak bisa memburu pion b5 secara langsung karena raja hitam juga akan memburu
pion g2 yang akan menyebabkan pion hitam promosi duluan.

Eksplanasi :
1.¢e4 ¢g4 2.¢d5 ¢g3 3.¢c5?? ¢xg2 4.¢xb5 f3 5.¢c6 f2 6.b5 f1£–+
Begitu juga pengaduan pion dengan 1.g3? fxg3 2. ¢xg3 ¢f5 hanya menghasilkan remis.
Maka strategi putih yang bisa dijalankan adalah memepet raja hitam dari belakang
sampai terjadi posisi seperti yang ditampilkan pada diagram C22.

Perhatikan diagram C22 :


Pada posisi ini raja hitam sudah kehabisan langkah pertahanan dan pion b4 akan menjadi kunci
kemenangan putih.
Eksplanasi :
1...¢xg2 [1...f3 2.gxf3 ¢xf3 3.¢f5 ¢g3 4.¢e5 ¢g4 5.¢d5 ¢f5 6.¢c5 ¢e6 7.¢xb5 ¢d7 8.¢b6 ¢c8
9.¢a7 ¢c7 10.b5] 2.¢xf4 ¢h3 3.¢e5 ¢g4 4.¢d5 ¢f5 5.¢c5 ¢e6 6.¢xb5 ¢d6 7.¢b6 ¢d7 8.¢b7
[Dan pion putih segera akan dilantik menjadi menteri.]

Perhatikan kembali diagram C21 :


Eksplanasi : Dalam posisi ini dapat dilihat bahwa raja putih memiliki kemungkinan untuk
membasmi pion f4 atau membasmi pion b5. Namun di sisi lain raja hitam juga memiliki bayang-
bayang ancaman atas pion g2 putih sehingga diperlukan teknik khusus langkah-langkah manuver
untuk membuat raja hitam kehabisan langkah pertahanan. Terlebih juga hitam melakukan
pembatasan raja putih dengan mengadopsi prinsip oposisi sehingga putih harus mencari cara
untuk memenangkan duel oposisi melalui manuver raja yang tepat.
Solusi :

1.¢e4 ¢g4 [Perhatikan pada posisi ini hitam melakukan oposisi atas raja putih secara
horizontal/oposisi baris. Maka tugas putih yang pertama adalah untuk merebut oposisi
dari raja hitam.] 2.¢d5 ¢h5 [Jika ¢f5 maka raja hitam akan segera kalah tempo karena
setelah ¢d4 selanjutnya oposisi akan langsung diambil alih putih sehingga akan
menggiring posisi hitam seperti yang ditampilkan pada diagram C22. (2...¢f5 3.¢d4! ¢g5
4.¢e5! ¢g4 5.¢f6! ¢h4 6.¢f5! ¢g3 7.¢g5!) Posisi diagram C22 telah tercapai dan putih akan
menang dengan mudah.] 3.¢c6!! [Manuver raja cerdas sudah dimulai sekaligus
merupakan langkah kunci yang krusial untuk merebut hak otoritas atas oposisi.] 3...¢g5
[Hitam tidak bisa meneruskan oposisinya dengan 3...¢g6 karena 4.¢xb5 ¢g5 5.¢c5! ¢g4
6.¢d5! ¢g3 7.¢e4 ¢xg2 8.¢xf4 putih menang.; Jika 3...¢g4 (Saat raja hitam telah mendekati
pion g2 maka raja putih juga harus mendekati pion f4 sekaligus memepet raja hitam dari
belakang. Namun selama langkah pendekatan harus menghindari kemungkinan di
oposisi raja hitam. Dalam hal ini langkah ¢d5 adalah salah karena hitam akan kembali
melakukan oposisi dengan ¢h5! (oposisi baris jarak jauh). Maka langkah yang paling aman
dari ancaman oposisi adalah pada petak yang berjarak 2 baris dari posisi raja hitam
sehingga dalam hal ini lanjutan langkah terbaiknya adalah) : 4.¢d6! ¢h5 (4...¢g3 5.¢e5
(oposisi diagonal) ¢g4 6.¢f6! (penyerbuan) ¢g3 7.¢g5; Lihat pembahasan pada diagram C22.)
5.¢d5! ¢h4 (5...¢g5 6.¢e5! ¢g4 7.¢f6! ¢g3 8.¢g5 D C22) (6.¢e5? jangan ke e5 karena akan
kena oposisi 6...¢g5! 7.¢e4 ¢g4 8.¢e5 ¢g5 9.¢e6 ¢g6! 10.¢e7 ¢g7! 11.¢d6 ¢h6!= Raja putih
tidak bisa menculik pion f4 karena dihalangi oleh oposisi raja hitam.) 6.¢e6! (Saatnya
untuk melakukan penyerbuan!) 6...¢g5 7.¢e5! ¢g4 8.¢f6! ¢h4 9.¢f5 ¢g3 10.¢g5 D C22) ]
4.¢c5! (Raja putih tidak bisa memukul pion b5 karena pion g2 juga akan kena pukul dan
pion b dan f masing-masing akan promosi bersamaan (draw). Pada posisi ini raja putih
telah berhasil merebut otoritas atas oposisi sehingga raja hitam akan kehabisan tempo
pertahanan.) 4...¢h4 5.¢d4! (Oposisi baris/horizontal jarak jauh) ¢h5 6.¢d5! (Perhatikan
sejak langkah ke-4 dan seterusnya raja putih selalu memegang kendali oposisi atas raja
hitam.) 6...¢g5 7.¢e5 ¢g4 8.¢f6! ( Saatnya melakukan penyerbuan dari bawah sekaligus
untuk menggencet/memojokkan posisi raja hitam.) 8...¢g3 9.¢g5 (Akhirnya tercapai
posisi seperti yang digambarkan pada diagram C22, putih sudah menang. )]

Berikut telah penulis uraikan secara singkat pembahasan mengenai Teori Oposisi dan pada
kesempatan selanjutnya penulis akan membahas tentang Teori Triangulasi serta penerapan
prinsip oposisi dan triangulasi pada permainan akhir. Tetaplah berlangganan Majalah Perjuangan
Catur Nasional Indonesia.

Penulis :
Sugeng Prasetyo, MN
Pelatih YueYa Chess Club