Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB) sampai
saat ini masih merupakan masalah kesehatan dunia, karena dapat
mengakibatkan penyakit hati serius mulai dari hepatitis fulminan sampai
karsinoma hepatoselular. Diperkirakan sekitar 2 miliar penduduk dunia
pernah terinfeksi virus hepatitis B, dan 360 juta orang sebagai pengidap
(carier) HbsAg dan 220 juta (78%) diantaranya terdapat di Asia. 500 ribu
hingga 750 ribu orang diduga akan meninggal karena sirosis hepatis atau
berkembang menjadi kanker hati.( Rosalina.2012)
Indonesia merupakan negara dengan endemisitas tinggi hepatitis B,
terbesar kedua di negara South East Asian Region (SEAR) setelah
Myanmar. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas), studi dan
uji saring darah donor PMI maka diperkirakan terdapat 28 juta penduduk
indonesia yang terinfeksi hepatitis B atau C, 14 juta diantaranya berpotensi
untuk menjadi kronis, dan dari yang kronis tersebut 1,4 juta orang
berpotensi untuk menderita kanker hati. Besaran masalah tersebut tentunya
akan berdampak sangat besar terhadap masalah kesehatan masyarakat,
produktifitas, umur harapan hidup, dan dampak sosial ekonomi
lainnya.(Infodatin kemenkes. 2014)
Menurut profil kesehatan sumatera selatan angka kejadian hepatitis B
kronik di provinsi Sumatera Selatan tahun 2014 mencapai 20,36% per100
ribu orang penduduk. sedangkan di kota palembang pada tahun 2014
terdapat 29 orang penduduk yang menderita penyakit hepatitis B.(profil
kesehatan sumatera selatan)
Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Rekam Medis Rumah
Sakit RK Charitas Palembang dalam kurun waktu 2013-2016 jumlah
penderita Hepatitis yang di rawat dari periode 2013 sebanyak 33 penderita,
pada tahun 2014 sebanyak 19 penderita, pada tahun 2015 sebanyak 19
penderita, sedangkan untuk tahun 2016 dari bulan januari sampai dengan
maret ditemukan sebanyak 4 penderita. Selain hal tersebut, data yang
diperoleh dari paviliun yoseph II yang terkena penyakit hepatitis pada
tahun 2016 dari bulan januari sampai dengan maret yaitu 2 penderita.
(Medikal Record RS RK Charitas Palembang)
Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk menyusun
Karya Tulis Ilmiah dengan judul Asuhan Keperawatan pada pasien Tn. R
dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Hepatitis B di paviliun yoseph II
kamar 21.3 Rumah Sakit RK Charitas Palembang.

B. Ruang lingkup penulisan


Mengingat keterbatasan waktu, tenaga, sumber-sumber, pengalaman,
pengetahuan serta keterbatasan sumber yang ada, maka penulis hanya
membatasi ruang lingkup pada asuhan keperawatan pada pasien Tn.R
dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Hepatitis B yang dirawat di
paviliun yoseph II kamar 21-3 Rumah Sakit RK Charitas Palembang pada
tanggal 19 mei 2016 sampai tanggal 21 mei 2016.

C. Tujuan penulisan
1. Tujuan Umum
Adapun tujuan yang ingin di capai penulis adalah menerapkan
Asuhan Keperawatan pada pasien Tn.R Dengan Ganguan Sistem
Pencernaan : Hepatitis B di Paviliun Yoseph II kamar 21-3 Rumah
sakit RK Charitas Palembang.
2. Tujuan Khusus
Agar penulis mampu :
a. Mengkaji data pasien Tn.R Dengan Gangguan Sistem Pencernaan :
Hepatitis B di Paviliun Yoseph II Kamar 21-3 Rumah sakit RK
Charitas Palembang.
b. Merumuskan diagnosa pada pasien Tn.R Dengan Gangguan Sistem
Pencernaan : Hepatitis B di Paviliun Yoseph II Rumah Sakit RK
Charitas Palembang.
c. Menyusun rencana tindakan keperawatan pada pasien Tn.R dengan
Gangguan Sistem Pencernaan : Hepatitis B di Paviliun Yoseph II
Kamar 23-3 Rumah Sakit RK Charitas Palembang.
d. Menerapkan rencana tindakan yang telah disusun dalam bentuk
pelaksanaan tindakan pada pasien Tn.R Dengan Gangguan Sistem
Pencernaan ; Hepatitis B di Pavilun Yoseph II Rumah Sakit
Charitas Palembang.
e. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang telah direncanakan
pada pasien Tn.R Dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Hepatitis
B di Paviliun Yoseph II kamar 21-3 Rumah Sakit RK Charitas
Palembang.

D. Metode penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya tulis ilmiah
ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bersifat menggambarkan
suatu keadaan secara objektif selama mengamati pasien, mulai dari
pengumpulan data sampai melakukan evaluasi yang disajikan dalam
bentuk naratif. Untuk mendapatkan data yang di perlukan karya tulis
ilmiah ini penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai
berikut:
1. Wawancara
Penulis melakukan wawancara langsung kepada pasien dengan
mengajukan pertanyaan yang bersifat terbuka, sehingga tejadi interaksi
perawat dengan pasien.
2. Observasi
Penulis mengadakan pengamatatan langsung terhadap respon pasien
untuk memperoleh data objektif.
3. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik secara langsung meliputi : inspeksi, palpasi, perkusi
dan auskultasi.
4. Studi kepustakaan
Dalam menyusun asuhan keprawatan serta konsep dasar tentang asuhan
keperawatan pada pasien dengan Hepatitis. Penulis menggunakan
beberapa buku sumber yang dijadikan sebagai acuan teoritis.
5. Studi dokumentasi
Untuk melengkapi data penulis mendapatkan data dan informasi dari
status kesehatan pasien serta pemeriksaan diagnostik yang dilakukan di
rumah sakit.

E. Sistematika Penulisan
karya tulis ilmiah ini terbagi atas lima Bab dengan sistematika penulisan
sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menjelaskan tentang latar belakang
masalah, ruang lingkup penulisan, metode penulisan, dan
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN TEORI
Bab ini penulis menjelaskan tentang landasan teori medis
dan konsep asuhan keperawatan.
BAB III TINJAUAN KASUS
Bab ini merupakan penerapan asuhan keperawatan secara
langsung pada pasien dengan pendektan proses
keperawatan yang terdiri dari pengkajian, daftar diagnosa
keperawatan, rencana tindakan, catatan keperawatan, dan
catatan perembangan.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang hasil studi kasus dan kajian yang
meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana
keperawatan, pelaksanaan keperwatan dan evaluasi.

BAB V PENUTUP
Bab ini meliputi kesimpulan dan saran.
Daftar Pustaka
Lampiran