Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI

TENTANG PROSES OSMOSIS


Page | 1

D
I
S
U
S
U
N
OLEH KELOMPOK 3 :
Delviani Putri
Della Nurfadila Pakaya
Azzahra Zahwa
Nazla Aulianur Rifni
Sry Muliani
Nuraini

SMA NEGERI 1 PARIGI


TAHUN AJARAN 2017/2018
[Type text] Page 1
KATA PENGANTAR

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Page | 2 Alhamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat
Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga kami mampu menyelesaikan tugas “Laporan Pratikum Difusi
dan Osmosis pada labu siam” sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi
pratikum Biologi.

Sebelum kami menyelesaikan laporan ini, terlebih dahulu kami telah melakukan uji coba
tugas yang telah diberikan mengenai “Difusi dan Osmosis” laporan ini dibuat sesuai
kemampuan dari hasil dari uji coba yang telah kami lakukan. Untuk itu kami mohon maaf jika
terdapat kesalahan dalam laporan ini.

Akhirnya tiada satu kata yang kami dapat berikan sebagai imbalan selain mengucapkan
terima kasih dan kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Dengan segala kesederhanaan penyempurnaan laporan ini.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb

[Type text] Page 2


DAFTAR ISI

Kata pengantar ……………………………………………………………….


Page | 3
Daftar isi …………………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………….

Latar belakang teori…………………………………………………………

BAB II ISI ………………………………………………………………………….

Alat dan bahan ……………………………………………………………….

Cara kerja ……………………………………………………………………….

BAB III HASIL PENGAMATAN ……………………………………………….

BAB IV PEMBAHASAN …………………………………………………………

BAB V PENUTUP .……………………………………………………………

Saran ……………………………………………………………………

Kesimpulan ……………………………………………………………

[Type text] Page 3


BAB I
PENDAHULUAN

Page | 4 Latar Belakang Teori


1. Difusi adalah perpindahan molekul-molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi
rendah baik melalui membrane plasma ataupun tidak. Molekul dan Ion yang terlarut dalam
air bergerak secara acak dengan kecepatan konstan. Gerakan ini mendorong terjadinya
difusi.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu :
 Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan
bergerak. Sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
 Ketebalan Membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan
difusinya.
 Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
 Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan
difusinya.
 Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan
lebih cepat maka semakin cepat pula kecepatan difusinya.

2. Osmosis adalah perpindahan molekul air melalui membran semipermeabel dari larutan
yang konsentrasi tinggi kelarutan yang konsentrasinya rendah. Dengan kata lain osmosis
berarti juga perpindahan molekul dari larutan berkepekaan rendah (Hipotonis) kelarutan
berkepekaan tinggi (Hipertonis) melalui selaput (membran) semipermeabel. Membrane
semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak oleh zat terlarut yang
mengakibatkan aradient sepanjang membrane.

Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan
meningkatkan tekanan pada bagian dengan kosentrasi pekat menjadi melibihi bagian
dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya perunit luas yang dibutuhkan untuk mencegah
mengalirnya pelarut memlalui membrane permable selektif dan masuk ke larutan dengan
konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.

Tekanan osmosis merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung
pada kosentrasi zat terlarut, dan bahkan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Osmosis adalah suatu tovic yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat
menjelaskan mengapa air dapat di transportasikan kedalam dan keluar sel.

[Type text] Page 4


BAB II
ISI
1. OSMOSIS PADA LABU SIAM
Page | 5
A. ALAT DAN BAHAN
1. Sebelum melakukan pratikum terlebih dahulu kita mempersiapkan alat dan bahan. Alat
dan bahan yang dipersiapkan diantaranya sebagai berikut :
 Gelas Plastik • Labu siam
 Sendok Plastik • Air
 Mistar/penggaris • Pisau
 Timbangan • Gula
 Tisu • Garam
 Labu siam

B. CARA KERJA
2. Setelah semua perlengkapan untuk melakukan sebuah pratikum pengamatan pada
proses difusi dan osmosis tersedia, kita dapat memulai pratikum dengan langkah-
langkah kerja sebagai berikut :
a. Bersihkan labu siam, kemudian potong dengan berbentuk dadu dengan
perbandingan panjang : lebar : tinggi adalah 2 cm : 2 cm : 2 cm sebanyak 3 potong!
Timbanglah labu siam tersebut dan catatlah hasilnya!
b. Siapkan 3 buah gelas dan isi air dengan ukuran yang sama secukupnya!
c. Larutkan dua sendok garam pada gelas pertama dan diberi label A, dua sendok gula
pada gelas kedua yang diberi label B, dan gelas ketiga hanya diisi dengan air tanpa
larutan apa pun dan diberi label C!
d. Masukkan potongan labu siam secara bersamaan ke masing-masing gelas yang telah
dipersiapkan !
e. Biarkan potongan labu siam tersebut terendam selama 20 menit !
f. Setelah 20 menit, angkatlah potongan labu siam, kemudian letakkan di atas tisu!
Periksa keadaan labu siam tersebut! Timbang ulang labu siam tersebut dan catat
hasilnya!

[Type text] Page 5


BAB III
HASIL PENGAMATAN

Page | 6 3. Setelah kita melakukan pengamatan hasilnya ada pada tabel seperti berikut :

Berat labu siam Keadaan labu siam


Gelas beker Larutan
Awal Akhir Awal Akhir

A Garam 3,36 gram 2,90 gram Keras/Padat Lunak

B Gula 3,35 gram 3,04 gram Keras/Padat Agak Lunak

C Air 3,50 gram 3,56 gram Keras/Padat Keras

[Type text] Page 6


BAB IV
PEMBAHASAN
4. Berdasarkan hasil pengamatan kita, proses osmosis yang terjadi pada labu siam
Page | 7 tersebut yaitu :

 Dari hasil pengamatan pertama yang telah dilakukan, awalnya berat labu siam 3,36
setelah dimasukkan kedalam larutan garam berat akhirnya mencapai 2,90 dan keadaan
labu siam awalnya keras dan padat setelah dilakukan pengamatan akhir keadaan labu
siam menjadi lunak. Karena larutan garam konsentrasinya tinggi sehingga berat labu
siam akan bertambah.
 Pengamatan kedua yang telah dilakukan, awalnya berat labu siam 3,35 setelah
dimasukkan kedalam larutan gula berat akhirnya menurun hingga 3,04 dan keadaan
labu siam awalnya keras dan padat setelah dilakukan pengamatan akhir keadaan labu
siam menjadi agak lunak. Karena larutan gula konsentrasinya rendah sehingga berat
labu siam akan berkurang
 Pengamatan ketiga yang telah dilakukan, awalnya berat labu siam 3,50 gram setelah
labu siam di rendam tanpa memakai laturan apa-apa. akhirnya berat labu siam menjadi
3,56 gram.

[Type text] Page 7


BAB V
KESIMPULAN

Page | 8
Berdasarkan hasil praktikum, dapatdisimpulkan bahwa:

 Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul pelarut (air) dari konsentrasi


pelarut tinggi ke konsentrasi pelarut yang lebih rendah melalui membran diferensial
permeabel.
 Larutan yang mempunyai konsentrasi lebih tinggia kan naik. Hal ini berarti bahwa pada
osmosis terjadi dari konsentrasi yang lebih rendah kekonsentrasi yang lebih tinggi.
 Zat pelarut (air) akan berpindah dari hipotonik ke hipertonik hingga isotonis yang
mengakibatkan plasmolisis
 Potensial air pada sel dipengaruhi oleh larutan. Ketika larutan hipotonis maka molekul
air di lingkungan akan masuk ke dalam sel sehingga menambah berat sel. Ketika larutan
hipertonis maka molekul air di dalam sel akan keluar dan mengurangi berat sel.
 Labu siam yang direndam dalam larutan gula mengalami osmosis dimana kandungan air
dalam labu siam lebih besar sehingga air cenderung keluar yang menyebabkan berat
kentang berkurang (hipertonis).
 Labu siam yang direndam dalam air biasa mengalami difusi dimana kandungan air yang
ada di luar labu siam lebih besar sehingga air cenderung masuk dan menyebabkan berat
labu siam bertambah (hipotonis).
 Difusi dan Osmosis merupakan bagian dari proses trasnpor pasif yang tidak memerlukan
energi dalam prosesnya

[Type text] Page 8