Anda di halaman 1dari 20

UTILITAS

TUGAS KELOMPOK

MOTOR DAN GENERATOR INDUSTRI


Dosen Pengampu: Ir. RTD Wisnu Broto, MT.

Disusun oleh:
KELOMPOK 2
1. Melinta Nurul Islam ( 40040117060003 )
2. Ilyas Teguh Pangestu ( 40040117060012 )
3. Isnaini Latifa Cahyani ( 40040117060023 )
4. Rashinta Rizka Putri Arisy ( 40040117060026 )
5. Irma Andriastuti ( 40040117060033 )
6. Bella Ayu Nathania Putri ( 40040117060043 )
7. Uswatun Hasanah ( 40040117060053 )
8. Muhammad Abdullah Arif ( 40040117060054 )
9. Aniq Fitriadi A Daud ( 40040117060059 )

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


PROGRAM DIPLOMA SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS DIPONEGORO
S E MARAN G
2018

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah mata kuliah Utilitas tentang Motor dan Generator
Industri.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah
ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga menyelesaikan makalah mata kuliah
Utilitas tentang Motor dan Generator Industri ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

Semarang, 30 Agustus 2018

Penyusun

Daftar Isi
ii
Halaman Sampul.......................................................................................................i

Kata Pengantar.........................................................................................................ii

Daftar Isi.................................................................................................................iii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................1


1.2 Perumusan Masalah...............................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Motor......................................................................................................2
2.1.1 Pengertian motor listrik...................................................................2
2.1.2 Prinsip Kerja Motor.........................................................................2
2.1.3 Jenis- jenis Motor............................................................................2
2.1.4 Karakteristik Motor AC...................................................................4
2.1.5 Klasifikasi Motor AC......................................................................4
2.1.6 Pemilihan Pemasangan dan Pemeliharan Motor............................6
2.2 Generator Listrik....................................................................................7
2.2.1 Pengertian Generator Listrik...........................................................7
2.2.2 Macam-macam Generator Listrik...................................................8
2.2.3 Jenis-jenis Generator DC................................................................9
2.2.4 Kelebihan dan kekurangan Generator DC......................................9
2.2.5 Aplikasi Generator DC..................................................................10
2.2.6 Prinsip kerja Generator AC...........................................................10
2.2.7 Jenis-jenis Generator AC...............................................................10
2.2.8 Kelebihan dan kekurangan Generator AC.....................................10
2.2.9 Aplikasi Generator AC..................................................................11
2.2.10 Persamaan dan Perbedaan Generator AC....................................11
2.2.11 Cara Set Up dan Set Down Genset ……………………… 12
2.2.12 Hubungan Listrik Phase 1 dan Phase 3 …………………..... 12

BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan......................................................................................…13

Daftar Pustaka...................................................................................................….14

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kegiatan manusia dizaman yang semakin modern ini tidak akan pernah lepas
dari penggunaan listrik sebagai sumber dari energi, banyak peralatan rumah
tangga yang menggunakan alat motor seperti kipas angin, mesin cuci, penyedot
debu, dll. Motor listrik sudah menjadi kebutuhan sehari-hari untuk menggerakan
peralatan dan mesin yang membantu pekerjaan Dalam kehidupan sehari-hari
motor listrik sangatlah berguna dalam membantu pekerjaan manusia maupun
fungsi lainnya sebagai penghasil putaran tinggi. Prinsip dari motor listrik adalah
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Motor mempunyai 2 bagian
penting yakni stator dan rotor yang bekerja dengan prinsip hukum lorenz sehingga
menghasilkan energi putar dari medan magnet. Selain itu, ada pula yang disebut
generator. Generator sebaliknya dengan motor, alat ini menghasilkan energi listrik
dari hasil pergerakan mekanik berupa putaran belitan kawat. Sama halnya dengan
motor akan tetapi kita memanfaatkan listriknya dan memberi perlakuan yakni
memberi tenaga putar padastatornya. Generator adalah penghasil listrik
sedangkan motor listrik adalah memanfaatkan arus listrik menjadi sumber
tenaganya. Pengenalan alat ini sangatlah penting, dilihat dari kegiatan keseharian
kita yang tidak pernah lepas sedikitpun dari listrik. Karena selain listrik digunakan
untuk kegiatan yang dilakukan sehari-hari, melainkan juga listrik digunakan
dalam industri baik itu rumah tangga ataupun industri menengah dan besar.
Karena itu butuh pengenalan lanjut dan mendetail tentang alat motor listrik dan
generatordan membuat inovasi baru yang berhubungan dengan motor dan
generator.

1.2. Perumusan Masalah


1. Apa itu motor ?
2. Apa itu generator listrik ?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui motor
2. Untuk mengetahui generator listrik

BAB II
1
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Motor

2.1.1 Pengertian Motor Listrik

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi
magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Pada pengubahan ini energi mekanik
tersebut digunakan untuk penggerak misalnya untuk memutar impeller pompa, fan
atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Motor listrik
menggunakan energi listrik dan energi magnet untuk menghasilkan energi
mekanis. Secara sederhana, dikatakan bahwa motor listrik bekerja dengan prinsip
bahwa dua medan magnet dapat dibuat berinteraksi untuk menghasilkan gerakan.
Tujuan motor adalah untuk menghasilkan gaya yang mengerakkan (torsi).

2.1.2 Prinsip Kerja Motor

Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama. Arus
listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya. Jika kawat yang membawa
arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka kedua sisi loop, yaitu
pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah yang
berlawanan. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/torque untuk memutar
kumparan. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk
memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan
oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.

2.1.3 Jenis-Jenis Motor

Jenis-jenis motor listrik ada dua:

1. Motor Arus Searah

Motor arus searah jarang digunakan pada aplikasi industri umum karena
semua sistem utiliti listrik diperlengkapi dengan perkakas arus bolak-balik.
Meskipun demikian, untuk aplikasi khusus, adalah menguntungkan jika
mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah dengan menggunakan motor dc.

Motor arus searah digunakan dimana kontrol torsi dan kecepatan dengan
rentang yang lebar diperluakan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi. Meskipun
demikian susunan sifat komutator menimbulkan masalah pada pemeliharahan
sikat dan bunga api listrik.

2
Motor dc jenis seri terdiri dari medan seri yang dibuat dari sedikit lilitan
kawat besar yang dihubungkan seri dengan jangkar. Jenis motor dc ini mempunyai
karakteristik torsi start dan kecepatan variabel yang tinggi. Ini berarti bahwa
motor dapat start atau menggerakkan beban yang sangat berat, tetapi kecepatan
akan bertambah kalau beban turun.

Sifat istimewa terpenting dari motor dc seri adalah kemampuanya untuk


start atau menjalankan beban yang sangat berat. Karena alasan itu, motor sering
digunakan pada gerakan dan elevator. Untuk membalik arah putaran motor dc seri,
nalik arah arus pada kumparan seri atau kumparan jangkar.

 Motor DC Shunt

Pada motor dc jenis shunt, kumparan medan shunt dibuat dengan banyak
lilitan kawat kecil, karena itu mempunyai tahanan yang tinggi. Motor shunt
mempunyai rangkaian jangkar dan medan yang dihubungkan paralel yang
memberikan kekuatan medan dan kecepatan motor yang sangat konstan.

Motor shunt digunakan jika diperlukan pengatur kecepatan yang bagus


pada mesin yang digerakkan. Motor shunt dapat melaju pada kecepatan tinggi
yang berbahaya jika arus kumparan medan hilang. Untuk membalik motor dc
shunt, adalah dengan membalik aliran arus pada medan shunt atau jangkar.

 Motor DC Compound

Biasanya motor dipasang untuk mengerjakan pekerjaan tertentu yang


memerlukan arah putaran yang tepat, tetapi mungkin pada suatu waktu anda ingin
mengubah arah putaran. Arah putaran motor dc tergantung pada arah medan dan
arah aliran arus pada jangkar.

Jika arah medan atau arah aliran arus pada jangkar dibalik, putaran motor
akan ikut terbalik. Jika kedua faktor tersebut dibalik pada saat yang sama, motor
akan terus berputar pada arah putaran yang sama, motor akan terus berputar pada
arah putaran yang sama.

2. Motor Arus Bolak Balik

3
Motor arus bolak-balik (motor AC) ialah suatu mesin yang berfungsi
mengubah tenaga listrik yang berupa arus bolak-balik atau disebut juga dengan
listrik AC menjadi tenaga gerak atau mekanik seperti putaran daripada rotornya.

2.1.4 Karakteristik Motor AC

Harga lebih murah, pemeliharaannya lebih mudah. Ada berbagai bentuk


penampilan tergantung lingkungan pengoperasiannya. Kemampuan untuk
bertahan pada lingkungan yang keras. Secara fisik lebih kecil dibandingkan
dengan motor DC biaya perbaikan lebih murah. Kemampuan untuk berputar pada
kecepatan di atas ukuran kecepatan kerja yang tertera.Kecepatan motor AC sulit
dikendalikan namun dilengkapi dengan penggerak frekuensi variabel untuk
meningkatkan kendali kecepatan sekaligus menurunkan dayanya.

2.1.5 Klasifikasi Motor AC

Motor Sinkron

Motor sinkron merupakan motor AC yang bekerja dengan kecepatan tetap


pada sistem frekuensi tertentu mulai dari tanpa beban hingga bebannya penuh.
Motor sinkron memerlukan arus searah (DC) yang berfungsi untuk
membangkitkan daya dan memiliki torque awal yang rendah. Motor sinkron
biasanya digunakan untuk menggerakkan beban yang mempunyai putaran konstan
dan cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti kompresor udara,
perubahan frekuensi dan generator motor.

Komponen Motor Sinkron

Rotor pada mesin sinkron berjalan pada kecepatan yang sama dengan
perputaran medan magnet. Rotor bertindak seperti magnet dan tidak lagi
terinduksi dimana akan terkunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan
medan magnet lainnya. Stator pada mesin sinkron menghasilkan medan magnet
yang berputar sebanding dengan frekuensi yang dipasok.

Motor sinkron adalah motor AC bekerja pada kecepatan tetap pada sistem
frekuensi tertentu. Motor sinkron mampu untuk memperbaiki faktor daya sistim,
sehingga sering digunakan pada sistim yang menggunakan banyak listrik.

Motor sinkron cocok untuk penggunaan awal dengan beban rendah, seperti
kompresor udara, perubahan frekuensi dan generator motor.

4
Motor Ansinkron

1. Motor induksi satu fase. Motor ini hanya memiliki satu gulungan stator,
beroperasi dengan pasokan daya satu fase, dan memerlukan sebuah alat
untuk menghidupkan motornya. Motor ini merupakan jenis motor yang
paling umum digunakan dalam peralatan rumah tangga, seperti kipas
angin, mesin cuci dan pengering pakaian

2. Motor induksi tiga fase. Medan magnet yang berputar dihasilkan oleh
pasokan tiga fase yang seimbang. Motor tersebut memiliki kemampuan
daya yang tinggi, diperkirakan bahwa sekitar 70% motor di industri
menggunakan jenis ini. Sebagai contoh, pompa, kompresor, belt conveyor,
jaringan listrik , dan grinder.

3. Motor Induksi. Merupakan motor yang paling umum digunakan pada


berbagai peralatan industri karena rancangannya yang sederhana, murah
dan mudah didapat serta dapat langsung disambungkan ke sumber daya
AC.

5
Komponen Utama Motor Induksi :

Pada motor induksi digunakan dua jenis rotor, yaitu:

Rotor kandang tupai terdiri dari batang penghantar tebal yang dilekatkan
dalam petak-petak slots paralel. Batang-batang tersebut diberi hubungan pendek
pada kedua ujungnya dengan alat cincin hubungan pendek. Karakteristik rotor
kandang tupai adalah:

Kecepatan konstan Arus start yang besar yang diperlukan oleh motor
menyebabkan tegangan berfluktuasi. Arah putaran dapat dibalik dengan
menukarkan dua dari tiga lin daya utama pada motor. Faktor daya cenderung
buruk untuk beban yang dikurangi, dll.

Lingkaran rotor atau disebut juga rotor lilit memiliki gulungan tiga fase,
lapisan ganda dan terdistribusi yang dibuat melingkar sebanyak kutub stator.
Rotor lilit biasanya digunakan untuk kecepatan yang variabel.

Keuntungan dari motor lilit adalah:

Torsi sangat tinggi dan arus start rendah. Percepatan dengan beban berat
lembut. Tidak ada pemanasan abnormal selama periode starting. Pengaturan
kecepatan yang bagus selama bekerja dengan beban konstan

Kelemahan rotor lilit adalah:

Harga beli dan pemeliharaan lebih tinggi dibandingkan dengan rotor


sangkar tupai. Regulasi kecepatan yang buruk apabila bekerja dengan tahanan
pada rangkaian rotor

2.1.6 Pemilihan, Pemasangan dan Pemeliharaan Motor

Daya motor sangat tergantung pada besar dan jenis beban yang dibawa
oleh mesin. Semakin besar beban yang ditanggung mesin, semakin besar daya
motor yang dibutuhkan. Dua faktor penting yang menentukan output daya-
mekanis adalah torsi dan kecepatan.

Horse power = (kecepatan (rpm) x torsi (lb/ft))/5252

6
Efisiensi daya adalah daya efisien yang dihasilkan oleh motor, pada
umumnya output mekanis yang berguna dari motor lebih kecil dibandingkan
dengan input listrik karena adanya kerugian-kerugian.

Efisiensi daya dari motor listrik :

Efisiensi (%) = Output / Input = Daya Output / (Output Daya + Kerugian)

Kerugian dalam Operasi Motor :

Rugi Inti
Rugi Stator
Rugi Rotor
Kerugian Bebab Liar
Kerugian Angin dan Gesekan

Tutup Motor

 ODP (Open Drip-Proof). Tutup ODP digunakan untuk lingkungan yang


bersih
 TEFC (Totally Enclosed Fan Cooled). Tutup TEFC digunakan untuk
lingkungan berdebu dan korosif
 Tahan ledakan digunakan pada lingkungan yang mudah terbakar

Program Pemeliharaan Motor

Jadwal inspeksi secara periodik. Sekurang-kurangnya sekali setahun. Jaga


motor agar selalu bersih. Jaga motor agar selalu kering. Periksa pelumasan.
Pergunakan analisis getaran, apabila terjadi peningkatan getaran yang mencolok
maka terdapat indikasi masalah pada motor. Starting yang berlebihan adalah kasus
utama dalam kegagalan motor. Arus yang tinggi yang mengalir selama start
menimbulkan jumlah panas yang besar pada motor.

2.2 Generator Listrik

2.2.1 Pengertian Generator Listrik

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari
sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik.
Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya
banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi
energi mekanik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui
sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah
ada di dalam kabel lilitannya.
7
2.2.2 Macam –Macam Generator Listrik

Generator listrik sendiri dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

1. Generator DC

2. Generator AC

1. Generator DC

Generator DC merupakan sebuah perangkat motor listrik/mesin listrik


dinamis yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Generator DC
menghasilkan arus DC / arus searah.

Generator DC terdiri dua bagian, yaitu :

a. Bagian stator, yaitu bagian mesin DC yang diam. Bagian stator terdiri
dari: rangka motor, belitan stator, sikat arang, bearing dan terminal box

b. Bagian rotor, yaitu bagian mesin DC yang berputar. Bagian rotor


terdiri dari: komutator, belitan rotor, kipas rotor dan poros rotor.

Prinsip kerja generator (dinamo) DC sama dengan generator AC. Namun,


pada generator DC arah arus induksinya tidak berubah. Hal ini disebabkan cincin
yang digunakan pada generator DC berupa cincin belah (komutator). Prinsip
kerjanya adalah kumparan yang terdiri dari banyak lilitan diputarkan di dalam
medan magnet,sehingga memotong garis-garis gaya magnet dan timbulah Gaya
Gerak Listrik. Dari segi prinsip kerja.

2.2.3 Jenis-Jenis Generator DC :

 Generator Berpenguatan Bebas, merupakan generator yang lilitan


medannya dapat dihubungkan ke sumber DC yang tidak tergantung dari
mesin
 Generator Berpenguatan Sendiri. Generator jenis ini menggunakan
sebagian arus yang dihasilkan untuk memperkuat medan. Generator
berpenguatan sendiri diklasifikasikan lagi menjadi :
• Generator searah seri merupakan generator penguatan sendiri yang
kumparan penguat magnetnya dihubungkan seri dengan kumparan
jangkar.
• Generator shunt merupakan generator penguatan sendiri dimana
kumparan penguat magnetnya dihubungkan paralel dengan
kumparan jangkar.

8
• Generator compound merupakan generator arus searah yang
kumparan penguat magnetnya terdiri dari kumparan penguat shunt
dan kumparan penguat seri.

2.2.4 Kelebihan Dan Kekurangan Generator DC

KELEBIHAN

Generator DC adalah mempunyai Torsi awal yang besar, sehingga banyak


digunakan sebagai starter motor.

KEKURANGAN

Komutator pada generator DC yang berguna untuk menjaga arah putar


rotor supaya tetap satu arah putaran atau menyearahkan arus-tegangan dari AC
menjadi DC secara mekanis pada terminalnya untuk generator DC konstruksinya
sangat rumit dan membutuhkan banyak kawat sehingga harganya mahal.

2.2.5 Aplikasi Generator DC

 Aplikasi generator DC yaitu pada dinamo sepeda


• Kipas Komputer
• Handphone (Telpon seluler)
• Lampu Senter
• Lampu Emergency saat padam
• Kalkulator
• Remote Control
• Alternator pada mobil

Generator AC

Generator arus bolak-balik sering disebut juga sebagai alternator atau


generator AC (alternating current) atau juga generator singkron. Generator arus
bolak-balik berfungsi mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik arus
bolak-balik. Alat ini sering dimanfaatkan di industri untuk mengerakkan beberapa
mesin yang menggunakan arus listrik sebagai sumber penggerak. Generator arus
bolak-balik dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

9
• Generator arus bolak-balik 1 fasa
• Generator arus bolak-balik 3 fasa
Komponen dari generator AC yaitu rotor, stator, sikat, exciter, AVR

2.2.6 Prinsip Kerja Generator AC

Prinsip kerja generator arus bolak-balik tiga fasa (alternator) pada


dasarnya sama dengan generator arus bolak-balik satu fasa, akan tetapi pada
generator tiga fasa memiliki tiga lilitan yang sama dan tiga tegangan outputnya
berbeda fasa 1200 pada masing-masing fasa.

Jika kumparan berputar satu keliling (360º perputaran mekanik), maka


tegangan yang dihasilkan kumparan akan menyelesaikan satu gelombang penuh
(satu siklus). Besar sudut yang ditempuh oleh tegangan yang dihasilkan akibat
perputaran kumparan diantara kutub-kutub magnet (medan magnet) inilah yang
disebut dengan derajat listrik. Sedangkan sudut yang ditempuh oleh perputaran
kumparan disebut dengan derajat mekanik.

Dari kedua fenomena di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Jika kumparan berputar satu putaran (360º) pada suatu medan magnet
yang memiliki satu pasang kutub, maka gelombang tegangan induksi yang
dihasilkan menempuh 360º listrik. Sedangkan bila kumparan berputar satu putaran
(360º) pada suatu medan magnet yang memiliki dua pasang kutub, maka
gelombang tegangan induksi yang dihasilkan menempuh 720º listrik.

2.2.7 Jenis – Jenis Generator AC

Generator AC memiliki 2 jenis, yaitu:

Generator satu fasa: Generator yang dalam sistem melilitnya hanya terdiri
dari satu kumpulan kumparan yang hanya digambarkan dengan satu garis dan
dalam hal ini tidak diperhatikan banyaknya lilitan.

Generator tiga fasa: generator yang dalam sistem melilitnya terdiri dari
tiga kumpulan kumparan yang setiap kumparannya dinamakan lilitan fasa.

10
2.2.8 Kelebihan dan Kekurangan generator AC

KELEBIHAN

Pada generator AC menggunakan Slip Ring. Slip Ring tidak membutuhkan


terlalu banyak kawat atau kabel yang dihubungkan kepadanya, sehingga
konstruksinya sederhana. Hal ini juga mengakibatkan harga dari Generator AC
lebih murah. Selain itu Slip Ring juga tidak mempunyai banyak segmen-segmen
yang berjarak , sehingga saat Slip Ring berputar dengan kecepatan tinggi tidak
mengakibatkan bising.
KEKURANGAN

Generator AC juga mempunyai kekurangan yaitu torsi awal yang


dihasilkan lemah.

2.2.9 Aplikasi Generator AC


Aplikasi:

• Sebagai alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar,


membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi.
• Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai
perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan
daya sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12 volt.
• Generator AC juga banyak kita jumpai pada pusat-pusat listrik (dengan
kapasitas yang relatif besar). Misalnya pada PLTA, PLTU, PLTD, PLTN,
PLTG, dan lain lain. Disini umumnya generator AC disebut dengan
alternator atau generator saja.
• Selain generator AC dengan kapasitas yang relatif besar tersebut, kita
mengenal pula generator dengan kapasitas yang relatif kecil. Misalnya
generator yang dipakai untuk penerangan darurat, untuk penerangan
daerah-daerah terpencil (yang belum terjangkau PLN), dan sebagainya.
Generator tersebut sering disebut home light atau generator set.

2.2.10 Persamaan dan Perbedaan Generator AC


PERSAMAAN

 Generator AC dan generator DC ini menggunakan energi kinetik yang


dihasilkan dari luar atau gaya magnetik

11
 Generator AC dan generator DC sama-sama menghasilkan arus listrik,
meskipun pada dasarnya arus yang dihasilkan berbeda jenis. Dua jenis
arus listrik ini memiliki manfaat yang sama
 Kedua generator ini memiliki komponen yang berfungsi sama yaitu rotor
dan stator
 Kedua jenis generator ini menggunakan induksi elektromagnetik yang
sama untuk menghasilkan arus listrik
PERBEDAAN

 Generator AC memiliki stator berupa kabel yang tetap dan rotor berupa
magnetnya. Jadi magnet berputar di sekitar kumparan. Sementara itu
generator DC memiliki kumparan yang berputar dengan magnet sebagai
statornya
 Generator AC digunakan untuk kebutuhan listrik rumahan untuk
menggerakan motor berukuran kecil seperti vacuum cleaner dan kipas
angin. Sedangkan pada generator DC digunakan untuk kereta listrik dan
motor-motor besar lainnya.
 Arah dari arus yang dihasilkan genrator AC berbalik dan terus berbalik
ketika mengalir di sebuah sirkuit. Sementara itu, arus dari generator DC
mengalir di satu arah.

2.2.11 Cara Step Up dan Step Down Genset Industri

Sebelum Menyalakan Genset


 Periksa bahan bakar (posisi kran pada daily tank harus ON atau tetap
terbuka)
 Periksa air radiator. Jika air radiator dirasa kurang, segera tambahkan air
radiator
 Periksa air ACCU. Jika dirasa kurang, segera tambahkan
 Periksa oli mesin. Jika dirasa kurang, segera tambahkan oli mesin
 Periksa kabel R-S-T-N apakah sudah terpasang dengan benar
 Pasang kabel ACCU dengan benar dan kuat. Warna merah adalah positif
(+), sedangkan warna hitam (-)
 Buka box panel, kemudian naikkan semua MCB

Saat Menyalakan Genset


 Hidupkan mesin tanpa beban (warming up) kurang lebih selama 10 menit

12
 Periksa Oil Meter, Battery Charge, Water Temperature, Volt Meter AC,
Frequency Meter dan Hour Counter Meter), apakah sudah dalam keadaan
baik ketika mesin dalam keadaan hidup

Cara Mematikan Diesel Genset


 Turunkan breaker atau matikan beban terlebih dahulu. Kemudian tunggu
sekitar 5 menit untuk pendinginan mesin (cooling down), setelah itu baru
matikan mesin
 Jika menyimpang dari ketentuan, AVR generator pada mesin akan cepat
rusak

2.2.12 Hubungan Listrik Phase 1 dan Hubungan Listrik Phase 3

Sistem listrik 3 phase (fasa) merupakan sistem listrik dimana dalam proses
penghantaran energinya menggunakan 3 buah kabel. Hal ini berbeda dengan
listrik 1 phase yang sering digunakan dalam rumah tangga.
Sistem 3 phase lebih ekonomis dalam penghantaran daya listrik, dibanding
dengan sistem 1 phase karna dengan ukuran penghantar yang sama sistem listrik 3
phase dapat menghantarkan daya listrik yang lebih besar.
Listrik 3 phase merupakan listrik AC (alternating current) yang bersumber
dari generator 3 phase yang menggunakan 3 penghantar bertegangan sama tetapi
berbeda dalam sudut phase sebesar 120° sehingga masing-masing arus yang
keluar dari generator saling berbeda phase 120°.

Listrik 3 phase dalam instalasi listrik 3 phase dikenal dengan 2 macam hubungan
yaitu hubungan delta (∆) dan hubungan bintang (Y)

Sistem 3 phase di Indonesia dikenal juga dengan istilah RST dimana RST
merupakan nama dari ketika hubungan kabel. Sistem delta menggunakan 3 buah
kabel sedangkan hubungan bintang menggunakan 4 buah kabel dimana kabel ke 4
merupakan kabel netral (N) yang merupakan pertemuan dari ketiga ujung kabel

Skema Listrik 1 Phase Dan 3 Phase

13
Skema kelistrikan 3 phase untuk hubungan delta dan bintang sedikit
berbeda.

Listrik Hubungan Delta

Sistem listrik hubungan delta biasanya digunakan untuk listrik


bertegangan tinggi sekitar 20KV atau 20000V. Hubungan delta menggunakan 3
buah kabel dimana ujung-ujung kabel saling terhubung satu sama lain dengan
beda sudut 120°. Lihat gambar paling atas.

Adapun skema dari hubungan delta adalah sebagai berikut:

hubungan delta

Listrik Hubungan Bintang

Pada listrik hubungan bintang beda potensial antar ujung R, S, dan T


adalah 380V sedangkan beda potensial dari ketiga ujung kabel baik R, S, T
dengan netral (N) adalah 220V. Hubungan antara titik R, S, T dengan titik N
dinamakan 1 phase, listrik inilah yang kemudian disalurkan ke rumah-rumah
dengan tegangan 220VAC.

14
hubungan bintang

Pada gambar listrik hubungan bintang diatas beda potensial antara R-S, S-
T, dan T-R = 380V. listrik inilah yang dinamakan 3 phase.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi
magnet yang disebut sebagai elektro magnet. Pada pengubahan ini energi mekanik
tersebut digunakan untuk penggerak misalnya untuk memutar impeller pompa, fan
atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll. Jenis-jenis
motor listrik ada dua yaitu motor arus searah dan motor arus bolak balik.
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber
energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses

15
ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak
kesamaan, tapi motor adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui
sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah
ada di dalam kabel lilitannya. Macam-macam generator listrik ada dua yaitu
generator AC dan generator DC.

16
DAFTAR PUSTAKA
Afid, Agita. 2013. https://babychokim.wordpress.com/2014/05/17/motor-dan-
generator-industri/

Chokym, Baby. 2014. https://www.scribd.com/doc/186715771/Makalah-Motor-Dan-


Generator-Industri

17