Anda di halaman 1dari 5

PANDUAN PENGOLAH DAN PEMUSNAHAN LIMBAH PADAT DAN GAS

RUMAH SAKIT BAPTIS BATU


I. DEFINISI
1. Limbah Rumah Sakit : Semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit yang berbentuk
padat, cair dan gas (Permenkes No. 1204, 2004).
2. Limbah gas : semua limbah yang berbentuk gas yang berasal dari kegiatan pembakaran di rumah
sakit seperti insinerator, dapur, perlengkapan generator, anastesi dan pembuatan obat sitotoksik
(Pedoman Sanitasi RS, 2002).
3. Limbah padat Rumah Sakit : Semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat
kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan non medis (Permenkes No. 1204,
2004).
4. Limbah medis padat : Limbah padat yang terdiri dari limbah benda tajam, limbah infeksius,
limbah jaringan tubuh, limbah sitotoksis, limbah farmasi, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah
plastik (Pedoman Sanitasi RS, 2002).
5. Limbah padat non medis : limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan di rumah sakit di luar medis
yang berasal dari dapur, perkantoran, taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan kembali apabila
ada teknologinya (Pedoman Sanitasi RS, 2002).
6. Insinerator : Alat untuk menghancurkan limbah melalui proses pembakaran yang dilaksanakan
dalam ruang ganda dengan mekanisme pemantauan ketat dan pengendalian parameter pembakaran
(Pedoman Sanitasi RS, 2002).
7. Pemantauan Pembakaran : Monitoring limbah gas berupa NO2, SO2, logam berat dan dioksin
dilakukan minimal 1 (satu) tahun sekali (Permenkes No. 1204, 2004).
8. Parameter Pembakaran : Suhu pembakaran limbah gas minimal 10000C, dilengkapi alat untuk
mengurangi emisi gas dan debu (Permenkes No. 1204, 2004).
9. Emisi : zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk
dan/atau dimasukkannnya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan/atau tidak mempunyai
potensi sebagai unsur pencemar (Pergub No. 10, 2009).
2
II. RUANG LINGKUP
1. Penimbangan dan pencatatan jenis limbah yang dibakar di insinerator
2. Proses pembakaran limbah di insinerator
3. Pengumpulan dan pengemasan abu insinerator
4. Pengangkutan abu insinerator ke luar rumah sakit
5. Pemantauan limbah gas insinerator

III. TATA LAKSANA


1. Limbah padat medis
a. Limbah yang akan di bakar, ditimbang dan dicatat berdasarkan jenisnya. Contoh : safety box
adalah limbah benda tajam, kantong plastik kuning adalah limbah infeksius, kardus coklat adalah
limbah farmasi, kantong plastik ungu adalah limbah sitotoksis.
b. Petugas yang membakar limbah padat medis, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
sesuai ketentuan.
c. Proses pembakaran limbah di insinerator dilakukan pada hari kerja (senin - sabtu) dengan
menggunakan mesin insinerator berkapasitas maksimal 60 kg, bertemperatur minimal 8500C dengan
lama waktu pembakaran maksimal 2 jam. Proses pembakaran bisa dilakukan beberapa kali
angkatan/sicle dalam 1 hari, apabila diperlukan. Sebelum mengoperasikan mesin insinerator, selalu
cek kondisi mesin dan bahan bakar dalam tangki minimal 1/3 bagian.
d. Abu sisa hasil pembakaran insinerator, dikumpulkan dalam kaleng besi, ditimbang dan dicatat
jumlahnya pada lembar monitoring insinerator. Abu sisa hasil pembakaran insinerator tersebut,
dimasukkan ke dalam tong/kontainer tertutup dan diberi label “LIMBAH B3”.
e. Pengangkutan abu insinerator keluar rumah sakit dengan mengunakan kendaraan khusus dari pihak
ketiga. Pihak ketiga bertanggungjawab penuh atas resiko dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari
kegiatan pengangkutan abu insinerator sejak keluar dari rumah sakit. Bukti pengiriman abu
insinerator yang berisi : tanggal dan jam pengiriman, nama dan alamat instansi luar, volume abu,
nama
3
petugas penerima dan pengirim, serta keterangan tentang pembayaran, disimpan sebagai dokumen
pengelolaan “LIMBAH B3”.
f. Pemantauan limbah gas insinerator, dilakukan dengan mengamati suhu pembakaran asap
insinerator minimal 10000C. Pemeriksaan emisi insinerator, dilakukan oleh laboratorium yang telah
ditunjuk oleh pemerintah dan dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

2. Limbah padat non medis


a. Limbah yang akan di bakar, ditimbang dan dicatat berdasarkan jenisnya. Contoh : , lumpur/sludge
IPAL, lemak/minyak Pretreatment dapur dan laundry, kertas/dokumen rahasia.
b. Petugas yang membakar limbah padat non medis, harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
sesuai ketentuan.
c. Proses pembakaran limbah di insinerator dilakukan pada hari kerja (senin - sabtu) dengan
menggunakan mesin insinerator berkapasitas maksimal 60 kg, bertemperatur minimal 8500C dengan
lama waktu pembakaran maksimal 2 jam. Proses pembakaran bisa dilakukan beberapa kali
angkatan/sicle dalam 1 hari, apabila diperlukan. Sebelum mengoperasikan mesin insinerator, selalu
cek kondisi mesin dan bahan bakar dalam tangki minimal 1/3 bagian.
d. Abu sisa hasil pembakaran insinerator, dikumpulkan dalam kaleng besi, ditimbang dan dicatat
jumlahnya pada lembar monitoring insinerator. Abu sisa hasil pembakaran insinerator tersebut,
dimasukkan ke dalam tong/kontainer tertutup dan diberi label “LIMBAH B3”.
e. Pengangkutan abu insinerator keluar rumah sakit dengan mengunakan kendaraan khusus dari pihak
ketiga. Pihak ketiga bertanggungjawab penuh atas resiko dan akibat yang mungkin ditimbulkan dari
kegiatan pengangkutan abu insinerator sejak keluar dari rumah sakit. Bukti pengiriman abu
insinerator yang berisi : : tanggal dan jam pengiriman, nama dan alamat instansi luar, volume abu,
nama petugas penerima dan pengirim, serta keterangan tentang pembayaran, disimpan sebagai
dokumen pengelolaan “LIMBAH B3”.
4
g. Pemantauan limbah gas insinerator, dilakukan dengan mengamati suhu pembakaran asap
insinerator minimal 10000C. Pemeriksaan emisi insinerator, dilakukan oleh laboratorium yang telah
ditunjuk oleh pemerintah dan dilaksanakan sesuai perundang-undangan yang berlaku.

IV. DOKUMENTASI
1. Pencatatan jumlah limbah yang dibakar insinerator
2. Pencatatan monitoring pembakaran limbah di insinerator
3. Pencatatan jumlah abu yang dihasilkan insinerator
4. Pencatatan jumlah abu yang diangkut keluar rumah sakit
5. Pencatatan monitoring pembakaran asap insinerator
5
PENGOLAH DAN PEMUSNAHAN LIMBAH
PENGHASIL LIMBAH
Kerjasama dengan pihak ketiga
Pencatatan volume abu, pewadahan & labeling
Monitoring pembakaran asap
Monitoring pembakaran limbah
Pembakaran di insinerator
Pencatatan volume sampah
Limbah Padat Non Medis
Limbah Padat Medis