Anda di halaman 1dari 11

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYIAPKAN KEBUTUHAN AKAN

MANAJEMEN PROFSIONAL BERWAWASAN GLOBAL

Disusun guna memenuhi Tugas Akhir Semester (UAS)

Oleh:
Iwan Yulianto

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN


UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk untuk menyelesaikan tugas
makalah ini. Makalah ini merupakan salah satu dari Tugas Akhir Semester (UAS).
Tidak lupa juga kami ucapkan terimakasih kepada dosen dan rekan-rekan
sekalian yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan tugas makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak sekali
kekurangan, oleh sebab itu kami dengan sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembaca maupun orang lain.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR1 ....................................................................................... i


DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ...................................................................................................... 2
BAB 2. PEMBAHASAN ..................................................................................... 3
2.1 Manajemen Profesional............................................................................ 3
2.2 Pentingnya Manajemen Profesional......................................................... 3
2.3 Mengapa Harus Manajemen Profesional ................................................. 4
2.4 Langkah Menyiapkan Manajemen Profesional Berwawasan Global ...... 4
BAB 3. PENUTUP............................................................................................... 7
3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 7
3.2 Saran......................................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 8

ii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Globalisasi memberikan peluang sekaligus masalah kepada semua orang,
bergantung pada antisipasi yang disiapkan dan dilaksanakan. Dalam dunia usaha,
globalisasi memberikan peluang positif untuk meningkatkan penempatan jasa
tenaga kerja lintas negara, peluang kesempatan kerja bagi SDM ataupun peluang
bisnis apabila SDM ataupun dunia usaha bisnis tersebut mampu memanfaatkan
sekecil apa pun peluang yang terbuka. Pola pikir global manajerial harus mewadahi
setiap level yang ada di perusahaan, kompleksitas dan ketidakpastian selayaknya
menjadi tantangan manajerial untuk terus berkembang. Fenomena global ini
memicu organisasi atau perusahaan untuk mengembangkan pola yang inovatif
dalam setiap aktivitasnya.
Dalam dunia usaha globalisasi memberikan dampak negatif dalam arti
persaingan yang sangat ketat dan tajam serta suasana yang sangat mudah meledak,
apabila SDM dan dunia usaha bisnis tidak siap atau tidak memiliki nilai jual untuk
menghadapi tantangan yang akan terjadi. Dengan munculnya globalisasi tenaga
kerja, perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh
dunia sesuai dengan kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari
tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang
biasa diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi, human movement
semakin mudah dan bebas.
Perdagangan bebas juga akan membawa dampak ataupun peluang baru yang
tidak terikat akan batas Negara sehingga untuk tetap dapat hidup dan berkembang
di era perdagangan bebas, dibutuhkan manajemen yang professional dan tenaga
kerja (SDM) yang memiliki skill dan wawasan global. Oleh karena itu, semakin
nyata adanya globalisasi, praktik manajemenpun harus semakin menjurus ke arah
yang tidak semata-mata tentang mengetahui isu manajemen internasional, tetapi
juga mengaplikasikan manajemen yang bermutu global di dalam sebuah organisasi
atau perusahaan hingga mampu bersaing secara global. Makalah ini akan

1
menjelaskan bagaimana langkah dalam menyiapkan kebutuhan akan manajemen
profesional berwawasan global.

1.2 Rumusan Masalah


Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang jelas
mengenai Langkah-Langkah dalam Menyiapkan Kebutuhan Akan Manajemen
Profesional Berwawasan Global. Berdasarkan hal tersebut maka dirumuskan
beberapa rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen profesional?
2. Apakah pentingnya manajemen profesional?
3. Mengapa harus manajemen profesional?
4. Bagaimana langkah menyiapkan manajemen profesional berwawasan global?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah yang berjudul Langkah-Langkah dalam
Menyiapkan Kebutuhan Akan Manajemen Profesional Berwawasan Global ini
adalah untuk menjelaskan apa yang sudah menjadi rumusan masalah diatas, yaitu
sebagai berikut :
1. Menjelaskan manajemen profesional
2. Menjelaskan pentingnya manajemen profesional
3. Menjelaskan mengapa harus manajemen profesional
4. Menjelaskan langkah yang harus dipersiapkan untuk manajemen profesional
berwawasan global

2
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Manajemen Profesional


Dalam konteks SDM, manajemen profesional adalah pelaksanaan fungsi
tersebut dalam pengembangan mutu SDM secara profesional. Kebalikannya adalah
manajemen amatiran yang ciri-cirinya bertentangan dengan ciri-ciri manajemen
profesional. Ciri-ciri manajemen profesional dalam pengembangan mutu SDM
dapat dilihat dari sisi operasional dan manajerial, yaitu :
1. Memperoleh dukungan top manajemen
2. Bermanfaat untuk kepentingan internal dan eksternal organisasi
3. Memiliki program jangka panjang dan berkesinambungan
4. Berorientasi ke masa depan dengan pendekatan holistik
5. Melaksanakan prinsip efisiensi dan efektivitas
6. Melakukan tindakan secara terencana dan terprogram
7. Melakukan monitoring, evaluasi serta menerima umpan balik
8. Mampu menggunakan teknologi tepat guna
9. Kepemimpinan dalam membangun komitmen
10. Semua lapisan berpartisipasi aktif dalam semua aktivitas
11. Kerja sama tim yang solid
12. Memberikan penghargaan kepada setiap karyawan yang berprestasi
13. Persuasi pada karyawan yang kurang berprestasi untuk menjadi yang terbaik
14. Ada budaya korporat yang transparansi, responsive, dan akuntabilitas
15. Memiliki karyawan dan pimpinan unit yang memiliki kompetensi atau
keahlian dan pengalaman panjang di bidangnya, berani menerima, tantangan,
inovatif, kreatif, inisiatif, memiliki integritas tinggi, menghargai profesi lain,
dan selalu siap menghadapi segala risiko, serta bertanggung jawab atas setiap
kata dan perbuatannya

2.2 Pentingnya Manajemen Profesional


Manajemen profesional berguna untuk mengatasi kemunduran birokrasi
dalam pelayanan publik. Birokrasi dan birokratisasi pada layanan publik dalam
lingkungan masyarakat modern dipandang memprihatinkan. Tidak hanya dalam

3
institusi pemerintah, tetapi juga dalam institusi swasta yang sudah merasa mapan
sehingga diramalkan bahwa semakin menggejala dan berkembangnya
praktikpraktik birokrasi yang paling rasional sekalipun, tidak bisa lagi dianggap
sebagai kabar gembira karena justru merupakan pertanda malapetaka dan bencana
baru yang menakutkan (Blau dan Meyer, 2000:3).
Menurut Islamy (1998: 8) menyatakan bahwa birokrasi di negara berkembang
pada umumnya, termasuk Indonesia, cenderung bersifat patri-monialistik: tidak
efesien, tidak efektif (over consuming and under producing), tidak objektif,
menjadi pemarah ketika dikontrol dan dikritik, tidak mengabdi pada kepentingan
umum, tidak lagi menjadi alat rakyat, tetapi telah menjadi instrument penguasa dan
sering tampil sebagai penguasa yang sangat otoritatif dan represif.

2.3 Mengapa Harus Manajemen Profesional


Persaingan bisnis menjadi hal yang biasa. Setiap organisasi, khususnya bisnis
belum tentu sudah siap menghadapi perkembangan tersebut. Masih banyak
organisasi yang berorientasi pada kemapanan, berpikir dan bertindak seketika, tidak
berorientasi ke depan dan sangat sedikit menerapkan IPTEK terbaru. Secara garis
besar faktor-faktor yang mendorong organisasi untuk profesional adalah :
1. Perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi berupa inovasi melalui riset
dan pengembangan dan adopsi teknologi baru
2. Perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi berupa sistem
teknologi informasi dan e-business
3. Persaingan organisasi bisnis berupa modernisasi dan efisiensi
4. Persaingan pasar verja berupa peningkatan kecerdasan intelektual, emosional,
dan spiritual para karyawan
5. Tuntutan pelanggan semakin tinggi berupa peningkatan mutu

2.4 Langkah Menyiapkan Manajemen Profesional Berwawasan Global


Dengan mengacuh pada karakteristik bisnis masa depan (globalisasi), serta
memperhatikan masalah-masalah SDM yang dihadapi oleh perusahaan di
Indonesia, maka perlu dirumuskan dan diimplementasi langkah-langkah yang
dibutuhkan untuk menyiapkan manajemen profesional agar berwawasan global :

4
1. Prediksi SDM perlu dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui
penelitian SDM.
2. Rekrutmen dan seleksi harus mendasarkan pada faktor kemampuan,
kepribadian yang positif, bermotivasi tinggi, nilai-nilai yang menunjang misi,
visi serta strategi masa depan, misalnya kreativitas, kemampuan berubah
cepat, potensi berkembang, serta berkemampuan dan kemauan belajar terus-
menerus.
3. Orientasi atau induction perlu dilakukan dengan mendasarkan pada budaya
perusahaan.
4. Pelatihan serta pengembangan perlu mengacu pada kompeten, motivasi dan
nilai-nilai yang diharapkan serta hasilnya harus dapat diukur.
5. Pemeliharaan perlu dilakukan dengan memperhatikan hak dan kewajiban
karyawan secara seksama. Kompensasi yang mendasarkan pada suatu
pertimbangan yang efektif dan adil. Insentif atau tunjangan harus
dipertimbangan dengan seksama dan berdasarkan prestasi.
6. Penilaian prestasi perlu benar-benar menilai prestasi karyawan secara tepat
dan berorientasi pada pengembangan karyawan.
7. Penanaman nilai yang menekankan pada paradigma learning organization,
dan budaya organisasi yang berorientasi pada profesionalisme
8. Memperhatikan faktor-faktor eksternal ---- strategi perusahaan yang
berorientasi global, lingkungan bisnis dan lain-lain.
9. Jalur karier karyawan perlu direncanakan dengan seksama dan secara
transparan dikomunikasikan.
10. Struktur organisasi seyogyanya cenderung ramping dan fleksibel dan
mendorong komunikasi lateral dan empowerment
Selain itu, Taylor (1994) mengemukakan beberapa tindakan yang harus
dilakukan dalam melakukan transformasi manajemen agar profesional dan siap
menghadapi masalahan-masalah di masa depan khususnya globalisasi yaitu :
1. Strectch goals dengan sasaran harus spesifik dan dapat diukur
2. Visi masa depan
3. Struktur yang ramping
4. Budaya baru yang mengacu pada profesionalisme

5
5. Keterbukaan dan kerjasama kelompok
6. Berorientasi pada mutu atau layanan berkelas dunia
7. Manajemen prestasi
8. Mensyaratkan setiap individu memberikan produk berkualitas dan layanan
yang memuaskan
9. Inovasi menyeluruh dan kemitraan dan jaringan kerja

6
BAB 3. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pada prinsipnya manajemen yang professional dan berwawasan global sangat
diperlukan dalam era ini terlebih dengan adanya perdagangan bebas sehingga
dengan memahami langkah-langkah untuk mewujudkan manajemen profesional
yang berwawasan global nantinya perusahaan akan mampu bersaing dan tetap dapat
hidup serta berkembang.

3.2 Saran
Para pimpinan organisasi bisnis dituntut harus mampu mendorong dan
mengarahkan perilaku SDM nya, agar senantiasa memahami dan menerima
perubahan yang akan terjadi, terutama efektifitas kehidupan organisasi sebagai
dampak dari perdaganagn bebas di Era Global.

7
DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, R. 2008. Mendorong Dan Mengarahkan Perilaku SDM Dalam Kehidupan


Organisasi Bisnis Di Era Global. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Volume 5 No.
1. Surabaya : Universitas 17 Agustus 1945.

Rusdiana, AH dan Ghazin, A. 2014. Asas-asas Manajemen Berwawasan Global.


Putaka Setia : Bandung

Suprapto, J. 2007. Statistik untuk Pemimpin Berwawasan Global. Edisi 2. Salemba


Empat : Jakarta

Ulber, S. 2002. Pemahaman Praktis Asas-asas Manajemen. Bandung : Mandar


Maju.