Anda di halaman 1dari 30

1 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

I. PENDAHULUAN
A. RASIONAL
Standar proses merupakan bagian tak terpisahkan dari delapan standar nasional
pendidikan lainnya, yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar pendidik dan
tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan dan standar penilaian. Standar proses Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
merupakan ketentuan dalam proses pembelajaran yang harus dipenuhi Universitas dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sebagaimana tertuang dalam
Renstra tahun 2011-2015, UPI telah menetapkan tujuan yang harus dicapai lima tahun
yang akan datang yang diharapkan dapat menjadi batu loncatan (mile stone) tercapainya
visi UPI sebagai universitas pelopor dan unggul dalam bidang pendidikan (World Class
University in Education) dua puluh lima tahun yang akan datang. Sasaran antara itu juga
sesungguhnya merupakan bagian integral dari Renstra Kemendiknas 2010-2014 yang
ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dengan demikian, pemenuhan standar proses UPI harus senantiasa diarahkan pada
pencapaian visi universitas, yaitu memiliki kepeloporan dan keunggulan dalam bidang
pendidikan, khususnya pelopor dan unggul sebagai universitas pendidikan berbasis
penelitian (research-based teaching university) dimana penelitian dan pendidikan akan
saling menguatkan sehingga terjadi proses perabukan silang (cross fertilization).
Stándar proses pembelajaran ini terdiri atas setidaknya empat hal, yaitu: bagaimana
pembelajaran direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan dimonitor serta dievaluasi agar
terjadi peningkatan mutu secara berkelanjutan atau Kaizen. Pada intinya, perencanaan
pembelajaran mencakupi penyusunan silabus dan SAP, sedangkan pelaksanaan
mencakupi pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Penilaian mencakupi aspek
penilaian, pengembangan instrumen penilaian, pengolahan dan pelaporan hasilnya.
Terakhir, kegiatan monitoring proses pembelajaran setidaknya mencakupi monitoring
perkuliahan dan praktikum, pengelolaan administrasi pembelajaran dan penilaian, serta
penanganan keluhan mahasiswa.

B. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 1


2 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.


5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum
6. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman
Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan
atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2008
tentang Pedoman Penyusunan Standar Minimum bagi Perguruan Tinggi yang
Menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2008
tentang Pedoman Penyusunan Statuta Perguruan Tinggi.

C. TUJUAN
Tujuan ditetapkannya standar proses UPI ini adalah:
1. Tersedianya standar proses pembelajaran bagi segenap civitas akademika UPI dalam
menjalankan tugas sehari-hari sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-
masing.
2. Tersedianya standar implementasi proses pembelajaran yang dapat memotivasi
seluruh civitas akademika UPI untuk selalu bekerja di dalam standar yang dari hari ke
hari makin meningkat kualitasnya.
3. Terjadinya proses pembelajaran bermutu tinggi, transparan dan akuntabel yang dapat
memenuhi harapan segenap pemangku kepentingan universitas.
4. Terjadinya proses pembelajaran yang efektif dan efisien serta selalu berorientasi
kepada hasil yang lebih baik yang dapat menunjang kepeloporan dan keunggulan
universitas.
Dampak atau outcome yang diharapkan dari standar proses ini di antaranya adalah
1. Terjadinya peningkatan kualitas dan hasil pembelajaran secara terus menenerus pada
setiap aspek dan ranah pembelajaran.
2. Terjadinya peningkatan yang terus menerus dalam kualitas layanan kepada mahasiswa
sehingga harapan dan kepuasan mahasiswa juga senantiasa terus meningkat.
3. Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas penyelenggarakaan pendidikan yang
dilakukan Universitas.
4. Dihasikannya lulusan yang dapat memenuhi dan merespon setiap dinamika yang terjadi
pada masyarakat lokal maupun global.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2


3 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

D. SASARAN
Standar proses ini diharapkan menjadi pedoman bagi segenap civitas akademika
UPI dalam melakukan aktivitas sehari-hari sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya
masing-masing. Secara lebih rinci, standar proses ini diharapkan dapat menjadi pedoman
bagi:
1. Pimpinan Universitas
2. Dosen
3. Mahasiswa
4. Pustakawan, laboran, dan teknisi
5. Staf administrasi

Standar proses ini diharapkan dapat menjadi rujukan seluruh penyelenggaraan


proses pembelajaran pada jenjang pendidikan tinggi di lingkungan UPI baik pada tingkat
universitas, fakultas, Kampus Daerah, Sekolah Pascasarjana, Fakultas, Jurusan, dan
Program Studi.

E. PENGERTIAN
Proses pembelajaran adalah interaksi antara pembelajar dengan pendidik dan
sumber belajar (Pasal 1, Butir 20, UU No 20 Tahun 2003) pada suatu lingkungan belajar.
Interaksi itu terjadi antara dosen, mahasiswa, perpustakaan, layanan Internet, dan
sumber belajar lainnya. Dalam interaksi itu terjadi perubahan yang dialami mahasiswa
dalam tiga ranah, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Standar Proses UPI adalah
standar pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai
standar kompetensi lulusan yang ditetapkan UPI.

F. MEKANISME PENETAPAN STANDAR PROSES


Standar proses ditetapkan dengan meramu visi universitas dan kebutuhan
pemangku kepentingan (stakeholders). Visi UPI sebagai kampus pelopor dan unggul
merupakan pernyataan yang menggambarkan penglihatan UPI ke masa mendatang dalam
lingkup misinya, serta kemampuan mengidentifikasi tantangan yang mungkin muncul dan
mendefinisikan perannya pada bidang tugas yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai
pemangku kepentingan utama UPI. Berdasarkan visi dan misi ditetapkan, dirinci proses
akademik yang berlangsung sejak perekrutan mahasiswa baru hingga proses wisuda.
Selanjutnya, diidentifikasi standar-standar yang harus dipenuhi agar visi dan misi yang
telah ditetapkan dapat dicapai. Standar proses disusun dengan mengidentifikasi
persyaratan minimal yang harus dipenuhi agar proses pembelajar dapat memenuhi
standar yang telah ditetapkan. Bila standar proses terpenuhi, mutu pembelajaran dan

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 3


4 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

pada akhirnya mutu lulusan diharapkan meningkat secara terus menerus (kaizen).
Persyaratan-persyaratan pembelajaran yang telah teridentifikasi ditetapkan oleh lembaga
normatif universitas tertinggi, yaitu Senat Akademik, dan implementasinya dilakukan oleh
pimpinan dan seluruh civitas akademika universitas.

G. MEKANISME PEMENUHAN STANDAR


Agar standar yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, setiap unit kerja yang ada di
lingkungan UPI dapat menyusun strategi pemenuhan standar proses berdasarkan situasi
dan kondisi unit kerjanya masing-masing dalam bentuk Prosedur Operasional Baku (POB).
Standar proses dan penjabarannya dalam bentuk POB harus dapat menunjang
pencapaian visi UPI sebagai kampus pelopor dan unggul (leading and outstanding) baik
dalam pendidikan disiplin ilmu, maupun ilmu pendidikan, baik pada tingkat nasional
maupun regional. Keunggulan UPI terletak pada kualitas layanan jasa yang dihasilkan yang
dapat memuaskan para pemangku kepentingannya, yang mencakupi sektor produktif,
masyarakat luas, pemerintah, dan masyarakat universitas itu sendiri seperti mahasiswa,
dosen, dan staf pendukung lainnya. Penetapan standar proses harus mempertimbangkan
kebutuhan para pemangku kepentingan, terutama kualitas lulusan agar mampu
memenuhi kompetensi yang dibutuhkan pengguna lulusan.
Setiap unit kerja yang ada di lingkungan UPI harus andil dalam pemenuhan
standar proses. Setiap unit kerja yang ada harus dipandang sebagai satu kesatuan karena
semuanya berada dalam satu rangkaian proses yang utuh, yaitu mengantarkan
mahasiswa menjadi lulusan yang berkualitas. Setiap unit harus melakukan kinerja terbaik
sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing agar mampu memuaskan tidak hanya
mahasiswa, namun juga unit-unit kerja lainnya yang terkait sebab bila sebuah unit kerja
memiliki kinerja yang kurang baik, unit lainnya akan terganggu. Bila kepuasan unit terkait
terganggu, kepuasan mahasiswa pun akan terganggu pula.
Agar standar proses pembelajaran terpenuhi, ada beberapa aspek terkait proses
pembelajaran yang harus dilakukan atau dipenuhi, yaitu:
1. Perencanaan pembelajaran
 Materi
 Metode
 Proses pembelajaran
 Penilaian hasil pembelajaran
 Sarana pembelajaran dan pemanfatannya
2. Pelaksanaan proses pembelajaran
3. Interaksi dosen dan mahasiswa
4. Administrasi pendukung pembelajaran
5. Pengawasan dan pengendalian mutu pembelajaran
6. Pengaksesan fasilitas pendukung pembelajaran
SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 4
5 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

7. Interaksi akademik mahasiswa dengan pihak lain di luar disiplin ilmunya

H. MANAJEMEN PENGENDALIAN STANDAR


1. Pengendalian standar dapat dilakukan melalui perencanaan:
1) Pengendalian proses pembelajaran
2) Evaluasi pembelajaran
3) Evaluasi dosen oleh mahasiswa

2. Dosen bersama mahasiswa mengusahakan agar proses pembelajaran yang terjadi:


1) Memperhatikan kebutuhan dan kepentingan mahasiswa.
2) Bersifat kooperatif dengan melibatkan berbagai ranah pembelajaran.
3) Mengembangkan belajar mandiri (autonomous learning).
4) Mengembangkan kualitas pribadi (soft skills).
5) Mengembangkan sikap dan keterampilan agar dapat terus belajar sepanjang hayat
(lifelong learning).
6) Memanfaatkan IPTEK (ICT).

3. Evaluasi proses pembelajaran harus:


1) Memperhatikan penilaian proses dan hasil.
2) Dilakukan secara reguler dan hasilnya diadministrasikan dengan baik.
3) Dilakukan sesuai standar yang ditetapkan (batas kelulusan, penggunaan penafsiran
hasil belajar berdasarkan penilaian acuan patokan (PAP).
4) Transparan dan akuntabel.

4. Evaluasi dosen
1) Evaluasi dosen dilakukan oleh mahasiswa untuk memastikan dosen telah
mengupayakan agar mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran yang
sesuai dengan standar yang ditetapkan.
2) Evaluasi dapat dilakukan secara tertutup atau terbuka. Secara tertutup dapat
dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang pemeriksaannya dapat
menggunakan komputer. Sedangkan secara terbuka dapat dilakukan dengan
memberikan pertanyaan terbuka yang nantinya akan dianalisis langsung oleh
pimpinan program studi atau oleh dosen yang bersangkutan.
3) Hasil evaluasi disampaikan kepada mahasiswa, dosen, dan pimpinan jurusan untuk
kepentingan pemberian tunjangan prestatif dosen dan perbaikan KBM.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 5


6 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

I. LANDASAN PEMBELAJARAN
1. Pilar Belajar
Proses pembelajaran di UPI harus memperhatikan pilar belajar UNESCO ”plus”
yang meliputi: learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to
be, ditambah learning to believe in God, sebagai spektrum penyelenggaraan pendidikan.

2. Dimensi Belajar
Inti pendidikan adalah belajar, yaitu perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap
atau perilaku ke arah yang lebih baik karena pengalaman belajar tertentu. Dimensi belajar
itu dapat berupa: dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mau menjadi mau, dari tidak
biasa menjadi terbiasa, dari bersikap negatif menjadi bersikap positif, atau dari tidak
ikhlas menjadi ikhlas. Belajar tidak sekedar transfer pengetahuan (knowledge), melainkan
juga penumbuhkembangan nilai-nilai (values), keterampilan (skills), sikap (attitudes), dan
ketaqwaan kepada Tuhan (spiritual values).

3. Pilar Pembelajaran
Dimensi belajar sebagaimana disebutkan di atas membutuhkan pembelajaran
yang mencakupi: pertama, pilar kedekatan yang kuat (high touch) yang dibangun
berdasarkan prinsip ”ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tutwuri
handayani, dan gotong royong. Kedua, pilar teknologi tinggi atau high tech, yang
didasarkan atas prinsip ”alam takambang jadi guru” (berguru kepada alam), silih asah,
silih asih, silih asuh (saling berbagi pengetahuan, saling mengasihi, dan saling
membimbing), agar menjadi mahasiswa yang cageur, bageur, singer, pinter (sehat
jasmani dan rohani, berbudi pekerti luhur, terampil, dan pintar atau smart).

4. Muatan Pembelajaran
Pembelajaran yang menegakkan pilar high touch dan high tech sebagaimana
disebutkan di atas harus mengandungi nilai-nilai: (1) iman dan takwa, (2) inisiatif
(kreativitas, kepekaan, semangat, aspirasi, motivasi dan ambisi), (3) rajin (bekerja keras,
ulet, pantang menyerah, disiplin, produktif, menggunakan nilai tambah yang positif yang
didasari oleh IPTEKS serta memperhatikan kebersihan, keindahan, dan keamanan), (4)
individu (bakat, minat, dan perbedaan individu lainnya), (5) interaksi (sosial dan
kontekstual dengan lingkungan), (6) ilmiah (logis dan sistematis, berdasarkan fakta), dan
(7) edukatif (mencerminkan pribadi terdidik, matang, dan dewasa).

5. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran diharapkan dapat menghasilkan produk yang ber-triguna,
yaitu makna guna, daya guna, dan karyaguna. Pada tahap awal, proses pembelajaran
menghasilkan sesuatu yang bermakna bagi mahasiswa, dan dirasakan gunanya oleh
mahasiswa. Hasil belajar yang bermakna guna itu merupakan sesuatu yang benar-benar
menyatu dalam diri mahasiswa dengan berbagai konteksnya. Perolehan yang bermakna

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 6


7 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

itu mendorong mahasiswa (berdaya guna) untuk berperilaku atau berbuat (berkarya
guna) sesuai dengan kompetensi dan konteksnya.

J. PERAN UPI
Peran UPI dalam proses penyelenggaraan pembelajaran mencakupi peran
pimpinan UPI, program studi, mahasiswa, kurikulum, sumber daya pembelajaran,
pengelolaan proses pembelajaran, suasana akademis, dan penjaminan mutu.
1. Kepemimpinan UPI
Kepemimpinan UPI mencakupi Rektor, para pembantu rektor, dekan, direktur
sekolah pascasarjana, direktur kampus daerah, serta unsur pimpinan lainnya yang terkait
langsung dengan proses pembelajaran. Dalam kaitannya dengan pemenuhan standar
proses, Rektor UPI berkewajiban:
1) Memastikan bahwa kegiatan pembelajaran di kelas terlaksana sesuai standar yang
telah ditetapkan melalui monitoring dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran baik
melalui penjaminan mutu internal maupun eksternal.
2) Mengimplementasikan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan
otonomi keilmuan untuk mencapai proses pembelajaran yang bermutu.
3) Memanfaatkan, menambah dan mengelola sarana dan prasarana sesuai Standar
Prasarana-Sarana Perguruan Tinggi untuk disiplin ilmu/teknologi/seni yang menjadi
kekhususan program studi.
4) Menyediakan dana untuk proses pembelajaran bermutu sesuai Standar Pembiayaan
Perguruan Tinggi.
5) Meningkatkan kualitas SDM universitas secara terus menerus baik melalui pendidikan
bergelar, nirgelar, atau penciptaan suasana akademik yang mendukung.
6) Memastikan bahwa setiap ketidaksesuaian dalam proses pembelajaran dan keluhan
mahasiswa diperhatikan dan ditindaklanjuti oleh unit kerja terkait.
Untuk memenuhi standar proses, para dekan, direktur SPs, dan Direktur Kampus
Daerah di lingkungan UPI berkewajiban:
1) Melakukan supervisi dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran baik melalui
penjaminan mutu internal maupun eksternal dengan mengaktifkan unsur pelaksana
penjaminan mutu terkait.
2) Berinisiatif meningkatkan mutu proses pembelajaran oleh dosen sesuai dengan target
mutu yang telah ditetapkan dalam visi, misi, dan renstra unit kerja masing-masing.
3) Mengimplementasikan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan
otonomi keilmuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermutu.
4) Memanfaatkan, menambah dan mengelola sarana dan prasarana sesuai Standar
Prasarana-Sarana Perguruan Tinggi untuk disiplin ilmu yang menjadi kekhususan
fakultas masing-masing.
5) Menyediakan dan mengalokasikan dana untuk proses pembelajaran bermutu sesuai
Standar Pembiayaan Perguruan Tinggi.
6) Meningkatkan kualitas SDM fakultas secara terus menerus baik melalui pendidikan
bergelar, nirgelar, atau penciptaan suasana akademik yang mendukung.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 7


8 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

7) Meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa melalui standarisasi proses layanan


akademik yang berlangsung di fakultas atau direktorat masing-masing.

2. Jurusan/Program Studi
Jurusan/Program studi mempunyai tugas dan kewajiban:
1) Menyelenggarakan sistem pembelajaran dengan SKS (Sistem Kredit Semester), yang
mengacu kepada Standar Isi Pendidikan Tinggi.
2) Mengembangkan interaksi yang kondusif dan konstruktif dalam rangka memantapkan
dan meningkatkan mutu materi dan proses pembelajaran.
3) Mengembangkan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi
keilmuan untuk memperkaya proses pembelajaran dalam rangka peningkatan
suasana akademis.
4) Bertanggung jawab atas terselenggaranya proses pembelajaran serta evaluasi hasil
pembelajaran yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
5) Mendorong Gugus Kendali Mutu (GKM) program studi untuk aktif bekerja sama
dengan Satuan Kendali Mutu (SKM) Fakultas dan Satuan Penjaminan Mutu (SPM) UPI
dalam melakukan monitoring dan evaluasi internal proses pembelajaran untuk
memastikan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan telah memenuhi standar yang
ditetapkan.
6) Merumuskan, merencanakan, dan mengusulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan proses pembelajaran di tingkat program studi.
7) Menangani dan menindaklanjuti keluhan, aspirasi, dan masukan mahasiswa
8) Menyediakan sumber belajar yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik
program studi.
9) Melakukan pengukuran ketercapaian sasaran mutu pembelajaran yang telah
ditetapkan serta melakukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
10) Memotivasi mahasiswa agar aktif berpartisipasi secara penuh demi keberlangsungan
proses pembelajaran yang bermutu.

3. Mahasiswa
Mahasiswa berkewajiban untuk:
1) Berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
2) Mengembangkan kreativitas dan kemampuan diri yang berkarakter, cerdas, dan
terampil berdasarkan iman dan takwa dalam kaitannya dengan proses
pembelajaran.
3) Memfasilitasi diri untuk keberhasilan proses pembelajaran.
4) Menaati dan memenuhi ketentuan mengenai standar proses pembelajaran yang
ditetapkan oleh dosen, program studi dan UPI.
5) Menaati kode etik dan pedoman perilaku mahasiswa yang telah ditetapkan UPI.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 8


9 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

4. Kurikulum
1) UPI membentuk Tim Pengembang Kurikulum (TPK) yang merupakan representasi
disiplin ilmu yang dikembangkan UPI.
2) TPK mengkaji dan mengembangkan kurikulum secara berkala sesuai tuntutan
perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat serta sejalan dengan tuntutan
Standar Isi Pendidikan Tinggi menurut jenis program pendidikan akademik, profesi,
dan atau vokasi yang setidaknya memuat: tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan.
3) UPI menyosialisasikan kurikulum secara terus menerus dan mengevaluasi
efektivitasnya secara periodik melalui kajian yang melibatkan stakeholders utama
seperti mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan.

5. Sumber Daya Pembelajaran


1) Dosen berkewajiban:
(1) Menyusun silabus dan satuan acara perkuliahan (SAP), melaksanakan proses
pembelajaran, serta mengevaluasinya.
(2) Memperbaharui materi, strategi, metode dan teknik pembelajaran dengan
memanfaatkan lingkungan sekitar, khususnya dengan memanfaatkan teknologi
informasi secara optimal.
(3) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang terprogram dan akuntabel
berdasarkan kurikulum, silabus, SAP, dan peraturan akademik yang diberlakukan
oleh program studi dan universitas sesuai target mutu yang telah ditetapkan.
(4) Menyelenggarakan proses pembelajaran melalui tatap muka, penugasan
terstruktur lapangan (laboratorium, bengkel, studio, simulator) maupun tugas
mandiri.
(5) Melakukan penelusuran bahan-bahan pustaka, baik dari perpustakaan, pusat
sumber belajar, dunia maya)
(6) Menyiapkan bahan-bahan ujian sesuai dengan karakteristik bahan dan tujuan
pembelajaran, melaksanakan ujian serta mengadministrasikan dan melaporkan
hasilnya secara transparan
(7) Melakukan penelitian dan memanfaatkan hasilnya baik dalam kegiatan
pembelajaran maupun dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk
memantapkan dan mengembangkan materi dan penyelenggaraan pembelajaran
yang meningkat kualitasnya secara berkelanjutan.
(8) Menyelenggarakan pelayanan akademik secara individual kepada mahasiswa baik
berupa bimbingan akademik, bimbingan skripsi, bimbingan belajar, maupun
bimbingan karir.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 9


10 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

2) Tenaga penunjang pembelajaran (laboran, teknisi, pustakawan)


(1) Memberikan pelayanan secara optimal bagi penyediaan fasilitas pembelajaran
seperti bahan pustaka, alat bantu dan bahan pembelajaran untuk laboratorium/
bengkel kerja/simulator, perpustakaan dan pusat sumber belajar.
(2) Memberikan layanan keamanan, keselamatan, dan kebersihan kerja, bagi
penyediaan fasilitas dan keberlangsungan proses pembelajaran sesuai standar mutu
yang telah ditetapkan.

6. Pengelolaan pembelajaran
Dalam mengelola pembelajaran, dosen berkewajiban untuk:
1) Menciptakan komunikasi yang efisien dan efektif dengan pihak yang terkait
dengan proses pembelajaran seperti mahasiswa, staf administrasi jurusan dan
fakultas, direktorat akademik, dan direktorat teknologi informasi dan komunikasi
2) Menyelenggarakan pembelajaran dengan menerapkan:
(1) Format kelas, kelompok, atau individual.
(2) E-learning.
(3) Pembelajaran melalui laboratorium/bengkel/studio/simulator dan atau
lapangan.
(4) Penerapan sistem pembelajaran tuntas (mastery learning).
(5) Penciptaan suasana pembelajaran yang mengembangkan kemampuan
berpikir, merasa, bersikap, berempati, bertindak dan bertanggung jawab.
(6) Menciptakan sistem pembelajaran yang terprogram dan akuntabel
berdasarkan kurikulum, silabus, SAP, dan peraturan akademik yang berlaku
sesuai dengan target yang mutu yang telah ditetapkan.
2) Menyelenggarakan pembelajaran dengan sistem SKS mengacu kepada Standar Isi
Perguruan Tinggi.
3) Melaksanakan sistem pembelajaran melalui tatap muka, tugas terstruktur, tugas
mandiri, tugas lapangan, laboratorium/bengkel kerja/studio/simulator,
penelusuran bahan perkuliahan dan bahan ujian dan mengadministrasikannya
secara transparan.
4) Memanfaatkan sistem informasi, baik konvensional maupun elektronik, secara
optimal untuk menunjang proses pembelajaran yang bermutu.
5) Mengembangan karakter positif yang dapat menunjang pembangunan karakter
bangsa (character building) baik melalui contoh maupun keteladanan, seperti
kejujuran, kerja keras, pluralis, menghormati orang lain, beorientasi pada hasil,
kreatif, hemat, percaya diri, menghormati hukum dan peraturan, bangga sebagai
bangsa Indonesia, ramah lingkungan, serta peduli atas pergaulan dunia.

7. Suasana Akademik
Pimpinan program studi berkewajiban meningkatkan suasana akademis di
lingkungan unit kerjanya masing-masing dengan

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 10


11 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

1) Menciptakan interaksi yang kondusif dan konstruktif antara dosen, mahasiswa,


petugas penunjang pembelajaran dan lingkungan.
2) Memanfaatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk
meningkatkan mutu pembelajaran.
3) Menerapkan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi
keilmuan.
4) Menerapkan budaya menulis, meneliti, memublikasikan karya ilmiah serta
mengikuti presentasi dan pertemuan ilmiah lainnya di kalangan para dosen baik di
dalam maupun luar negeri.
5) Melakukan cross fertilization antara program studi kependidikan dan
nonkependidikan.
6) Melakukan networking dengan rekan profesi baik di dalam maupun di luar negeri

8. Perpustakaan
Dalam rangka menunjang proses pembelajaran yang bermutu, Perpustakaan UPI
berkewajiban:
1) Menyediakan bahan pustaka yang memadai sesuai dengan tuntutan kebutuhan
mahasiswa dan dosen.
2) Menyediakan, mengolah, memelihara dan mengelola bahan pustaka untuk
menunjang proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
yang bermutu.
3) Melakukan langkah-langkah strategis yang selain dapat memenuhi layanan kepada
pemustaka yang efektif dan efisien juga dapat meningkatkan citra universitas baik
di dalam maupun luar negeri.

9. Penjaminan Mutu
1) Satuan Penjaminan Mutu (SPM)
(1) Mengembangkan dan melaksanakan sistem penjaminan mutu UPI.
(2) Menyusun perangkat yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan sistem
penjaminan mutu UPI.
(3) Menyelenggarakan sosialisasi, pelatihan, dan kerjasama penjaminan mutu.
(4) Mengkoordinasikan, memfasilitasi, dan memotivasi kegiatan penjaminan mutu
pada setiap unit kerja di lingkungan UPI.
(5) Melakukan evaluasi pelaksanaan sistem penjaminan mutu UPI.
(6) Melaporkan secara berkala pelaksanaan penjaminan mutu UPI untuk setiap
periode mutu.
(7) Merumuskan kebijakan pimpinan UPI tentang pengawasan proses pembelajaran
secara internal.
(8) Menyiapkan bahan-bahan tentang mutu proses pembelajaran yang diperlukan
untuk penilaian secara eksternal.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 11


12 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

2) Satuan Kendali Mutu (SKM)


(1) Bersama-sama GKM menyusun standar mutu setiap kegiatan pada unit kerja
yang bersangkutan.
(2) Mengkoordinasikan, memfasilitasi, dan memotivasi GKM untuk menyusun
prosedur operasional baku (POB) setiap kegiatan yang diselenggarakan.
(3) Bersama-sama GKM memotivasi pelaksana kegiatan untuk melaksanakan
kegiatannya sesuai dengan POB kegiatan itu.
(4) Melaksanakan evaluasi atau pengukuran mutu yanag dicapai unit kerja dan
memotivasi pelaksana kegiatan atau GKM untuk melaksanakan evaluasi atau
pengukuran mutu hasil kegiatan, serta melakukan tindakan perbaikan mutu
berkelanjutan (continuous quality improvement) melalui pelaksanaan siklus
Plan, Do, Check dan Action (PDCA).
(5) Melaporkan secara berkala pelaksanaan penjaminan mutu unit kerja untuk
setiap periode mutu.
(6) Mendorong GKM untuk melakukan monitoring dan evaluasi internal
mengenai proses pembelajaran dan tindaklanjutnya untuk proses perbaikan

3) Gugus Kendali Mutu (GKM)


(1) Melakukan monitoring perkuliahan dan mengadministrasikan serta
melaporkan hasilnya kepada pimpinan prodi dan kepada dosen masing-
masing.
(2) Memonitor ketersediaan prasarana dan sarana pendukung pembelajaran baik
di dalam kelas, laboratorium, bengkel kerja, studio, simulator maupun di
lapangan.
(3) Memonitor dan mengevaluasi kepatuhan dosen dalam memenuhi persyaratan
proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
(4) Memonitor dan mengevaluasi keselamatan dan kesehatan kerja, kebersihan
dan keamanan lingkungan tempat penyelenggaraan proses pembelajaran dan
melaporkan ketidaksesuaian yang ditemukan kepada pimpinan program studi
(5) Menangani dan menindaklanjuti keluhan mahasiswa yang berkaitan dengan
proses pembelajaran.
(6) Melakukan pengukuran ketercapaian sasaran mutu.
(7) Bersama-sama dengan pimpinan prodi menyiapkan borang EPSBED, evaluasi
diri prodi, dan mengisi borang akreditasi.
(8) Menyiapkan data-data yang diperlukan untuk kepentingan penjaminan mutu
lainnya seperti data untuk file-direktori dosen dan QS Stars.

II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN


Perencanaan proses pembelajaran meliputi penyiapan silabus dan satuan acara
perkuliahan (SAP). Silabus setidaknya memuat identitas mata kuliah, deskripsi mata
kuliah, tujuan perkuliahan, pendekatan atau metode perkuliahan, evaluasi perkuliahan,

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 12


13 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

materi perkuliahan, dan bahan pustaka yang digunakan. SAP setidaknya mencakupi
identitas mata kuliah, hari/tanggal sesi perkuliahan, tujuan perkuliahan, materi
perkuliahan, kegiatan perkuliahan yang akan dilakukan, tugas/tagihan, penilaian, serta
alat atau bahan pustaka yang digunakan.

A. SILABUS
Silabus merupakan garis besar deskripsi, tujuan, materi, kegiatan perkuliahan, dan
penilaian yang akan dilakukan dalam satu semester. Silabus dikembangkan berdasarkan
kepakaran dosen pengampu mata kuliah yang bersangkutan dengan mempertimbangkan
perkembangan keilmuan mutakhir mata kuliah tersebut yang diantaranya dapat dilakukan
melalui perbandingan, benchmarking, dan pengembangan isi (content) mata kuliah
sejenis pada sejumlah universitas kelas dunia.
Silabus minimal memuat:
1. Identitas mata kuliah
2. Deskripsi mengenai kontribusi mata kuliah dalam mencapai standar kompetensi
lulusan program studi
3. Kompetensi yang diharapkan
4. Deskripsi materi pokok dan pengetahuan prasyarat
5. Indikator dan bentuk penilaian pencapaian kompetensi
6. Alokasi waktu yang dibutuhkan
7. Bahan pustaka dan sumber belajar lain yang digunakan
Identitas silabus mencakupi nama mata kuliah, kode mata kuliah, jenjang mata
kuliah (Diploma, S1,S2, S3), jumlah SKS, semester, kelompok mata kuliah (Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian, Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan, Mata Kuliah
Keahlian Berkarya, Mata Kuliah Perilaku Berkarya, Mata Kuliah Kehidupan
Bermasyarakat), Jurusan/Program studi, Status mata kuliah (wajib, pilihan, pengganti
skripsi, dan lain lain), dosen, ruangan, dan waktu penyelenggaraan perkuliahan.
Deskripsi perkuliahan menggambarkan visi dan misi perkuliahan, tujuan umum
perkuliahan, garis besar aktivitas, dan pendekatan penilaian yang akan dilakukan. Tujuan
perkuliahan merupakan tujuan yang ingin dicapai setelah perkuliahan dilakukan. Tujuan
perkuliahan ini harus sudah mengarah pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang harus dimiliki mahasiswa setelah memenuhi persyaratan perkuliahan yang
diberlakukan. Tujuan perkuliahan juga harus mempertimbangkan kecerdasan ganda
(multiple intelligences) seperti kecerdasan: verbal/linguistics, logical/mathematical,
musical, visual/spatial, bodily/kinaesthetics, interpersonal, intrapersonal, naturalistic, dan
spiritual). Pendekatan pembelajaran merupakan uraian mengenai metodologi
pembelajaran yang akan dilakukan seperti inquiry atau expository. Metode pembelajaran
dapat berupa ceramah, tanya jawab, diskusi, inquiry, problem solving, proyek, dan
lainnya. Pendekatan pembelajaran juga harus mencakupi tugas yang akan diberikan
kepada mahasiswa seperti chapter report, article review, coursework, mini research dan
lain-lain. Pendekatan pembelajaran juga harus mencakupi media pembelajaran yang

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 13


14 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

digunakan, baik berupa handout, Power Point, OHP, cassette player, laboratorium, dan
lain-lain.
Evaluasi pembelajaran setidaknya mencakupi: Kuis, tugas, Ujian Tengah Semester
(UTS), Ujian Akhir Semester (UAS). Keempat komponen harus diberi bobot sesuai dengan
tinggi rendahnya beban masing-masing komponen. Komponen penilaian, bobot masing-
masing komponen serta teknis perhitungannya harus disampaikan kepada mahasiswa
sebelum perkuliahan dilakukan. Kehadiran digunakan sebagai syarat mahasiswa dapat
mengikuti proses penilaian atau tidak, dan bukan merupakan bagian dari komponen
penilaian.
Materi perkuliahan berisi butir material yang akan disampaikan atau dibahas pada
setiap pertemuan. Uraian materi harus mencakupi referensi yang digunakan, serta
dimana bahan itu dapat diperoleh sehingga mahasiswa dapat mencari bahan itu secara
mudah. Jika di bahan itu dapat diperoleh di perpustakaan, sebutkan dirak mana buku itu
berada. Demikian pula jika bahan itu berasal dari bahan Internet, sebutkan pula alamat
web site-nya.

B. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)


Satuan Acara Perkuliahan (SAP) disusun berdasarkan silabus untuk mengarahkan
kegiatan pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas. Dosen menyusun SAP untuk
satu atau beberapa kali kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan dalam semester yang
akan berlangsung. Penyusunan SAP harus memperhatikan partisipasi aktif mahasiswa,
penerapan teknologi informasi dan komunikasi, keterkaitan dan keterpaduan
antarmateri, umpan balik dan tindak lanjut.
SAP setidaknya memuat:
1. Identitas mata kuliah
2. Tujuan pembelajaran
3. Kompetensi dan indikator pencapaiannya
4. Uraian materi
5. Metode dan kegiatan pembelajaran
6. Alokasi waktu
7. Bentuk penilaian
8. Jenis tagihan
9. Sumber belajar
10. Perangkat pendukung proses pembelajaran
Alokasi waktu merupakan tanggal pasti perkuliahan itu akan dilakukan, disertai
ruangan yang akan digunakan. Tujuan merupakan jenis perilaku mahasiswa yang
diharapkan muncul setelah perkuliahan selesai. Tujuan harus dinyatakan secara spesifik
menggunakan kata-kata operasional misalnya dengan menggunakan taksonomi bloom
atau taksonomi lainnya yang relevan. Materi yang akan disampaikan merupakan inti dari
bidang keilmuan (body of knowledge) mata kuliah yang bersangkutan yang akan dicakup
dalam satu semester. Kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan merupakan aktivitas
SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 14
15 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

yang akan dilakukan oleh mahasiswa dan dosen selama satu semester. Kegiatan belajar
mengajar yang dipilih diarahkan pada bentuk kegiatan yang berpusat pada mahasiswa,
mendorong pemecahan masalah, kreativitas dan kerja sama antarmahasiswa. Tagihan
merupakan tugas, kegiatan, perbuatan, atau produk yang harus dilakukan atau dihasilkan
mahasiswa yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Selama
satu satu semester setidaknya mahasiswa memperoleh satu tugas dan kuis dari dosen.
Bahan pustaka yang digunakan setidaknya mencakupi nama penulis, judul buku, tahun
terbit, tempat penerbitan serta penerbit buku yang bersangkutan. Referensi bahan
pustaka juga mencakupi Chapter atau Bab yang digunakan serta dimana bahan tersebut
dapat diperoleh. Jika di perpustakaan sebutkan di bagian mana buku itu berada. Jika dari
web, sebutkan alamat website-nya. Perangkat pendukung pelajaran dapat berupa, realia,
OHP, LCD Projector, kaset, TV, bahan praktek laboratorium, peralatan bengkel atau
simulator yang relevan.

C. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN


Perencanaan proses pembelajaran dalam SAP sekurang-kurangnya mencakupi
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup.
1. Pendahuluan
Pelaksanaan pembelajaran setidaknya mencakupi tiga langkah, yaitu
pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Pendahuluan merupakan langkah awal dalam
kegiatan belajar mengajar yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan
memusatkan perhatian mahasiswa atas tujuan pembelajaran dan kegiatan inti yang akan
dilakukan serta tagihan yang harus dipenuhi. Kegiatan pendahuluan dilakukan setelah
dosen mengecek kehadiran mahasiswa dan mengisi Berita Acara Perkuliahan (BAP).
Kegiatan pendahuluan dapat dilakukan melalui paparan mengenai pentingnya materi
yang akan dibahas serta, mengulas bahan yang telah diajarkan, apersepsi, scaffolding
melalui teori skema atau mind mapping atau tulang ikan (fishbone) sesuai dengan
karakteristik materi yang bersangkutan.

2. Kegiatan Inti
Kegiatan merupakan kegiatan utama dalam mencapai tujuan perkuliahan.
Kegiatan inti diarahkan melalui kegiatan yang interaktif, inspiratif, menantang, dan
memotivasi mahasiswa untuk terlibat secara aktif serta memberi ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai minat, bakat, dan kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan itu dapat dilakukan melalui proses eksposisi, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi,
aplikasi, dan ekstensifikasi. Mahasiswa juga diarahkan tidak hanya pada hafalan tetapi
juga penalaran ilmiah seperti membuat laporan percobaan laboratorium, laporan
observasi, laporan penelitian, laporan praktik, menulis esei, makalah dan sejenisnya.
Dalam hal penulisan laporan atau makalah, mahasiswa dan dosen harus senantiasa
memperhatikan etika ilmiah dan kode etik perilaku dosen dan mahasiswa yang ditetapkan
UPI.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 15


16 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

3. Penutup
Merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran
yang dapat dilakukan dalam bentuk meringkas dan menyimpulkan atas apa yang telah
dilakukan, memberi pertanyaan, meminta mahasiswa menyimpulkan, atau kegiatan
lainnya. Kegiatan penutup juga dapat dilakukan melalui penyampaian tagihan atau tugas
yang harus dikerjakan.

4. Penilaian hasil belajar


Penilaian pada setiap akhir kegiatan pembelajaran dilakukan mengidentifikasi
kekurangan dan kelebihan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan serta untuk
mengukur ketercapaian tujuan. Kegiatan penilaian dapat dilakukan secara lisan berupa
tanya jawab, tertulis seperti kuis atau praktikum. Tindak lanjut kegiatan pembelajaran
yang telah dilakukan dapat berupa tugas yang relevan, observasi lapangan, praktik
lapangan atau praktikum.

5. Sumber belajar
Dosen harus menyampaikan sumber belajar yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Sumber belajar yang dipilih disesuaikan dengan tujuan,
materi, dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Sumber belajar dapat berupa website,
perpustakaan, self-access center, atau narasumber.

D. PRINSIP-PRINSIP PENYUSUNAN SAP


SAP yang disiapkan oleh setiap dosen pengampu mata kuliah disusun berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Mendorong pengembangan minat, bakat dan penalaran mahasiswa.
2. Memperhatikan perbedaan kekhasan mahasiswa secara individual.
3. Mendorong mahasiswa utuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
4. Mendorong mahasiswa untuk membaca dan menulis baik menulis akademik maupun
menulis kreatif.
5. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut seperti memeriksa pekerjaan mahasiswa,
memberi penguatan, pengayaan, dan remedial.
6. Menitikberatkan pada pemerolehan pengetahuan melalui pengalaman, pencarian dan
praktik secara langsung, bukan mengandalkan hapalan semata.
7. Memanfaatkan teknologi informasi seperti komputer, Internet, televisi, radio,
telepon, dan sejenisnya.
8. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 16


17 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN


A. PERSYARATAN PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
1. Rombongan belajar
Rombongan belajar untuk setiap mata kuliah disesuaikan dengan karakteristik
mata kuliah dan mengutamakan interaksi yang efektif dan efisien antara mahasiswa dan
dosen untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, baik dari segi
penguasaan materi maupun pengembangan karakter. Karakteristik mata kuliah yang
dimaksud dapat mengacu kepada ketentuan-ketentuan asosiasi keilmuan/profesi masing-
masing dan target hasil belajar yang telah ditetapkan.

Rombongan belajar dapat berupa:


1) Rombongan belajar kuliah program diploma dan sarjana (S1) maksimal 40 mahasiswa,
minimal 25 orang.
2) Rombongan belajar kuliah program pascasarjana (S2) dan profesi maksimal 25
mahasiswa, minimal 10 orang.
3) Rombongan belajar kuliah program doktoral dan profesi atau kajian untuk setiap
program studi maksimal 10 orang, minimal 3 orang.
4) Rombongan belajar praktikum, bengkel, dan studio maksimal 20 mahasiswa, minimal
5 orang.
5) Rombongan belajar praktik lapangan dan industri disesuaikan dengan kapasitas
lapangan/industri yang bersangkutan.
6) Rombongan belajar untuk mata kuliah tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi
disesuaikan dengan beban kerja pembimbing yang sesungguhnya berdasarkan sistem
SKS.
7) Rombongan belajar untuk kuliah/mimbar umum yang merupakan gabungan dari 2
atau lebih rombongan belajar kuliah disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang
dihadapi dengan tetap memperhatikan efektivitas dan efisiensi kegiatan
pembelajaran.
8) Rombongan belajar untuk mata kuliah tertentu seperti piano, keyboard, paduan
suara, dan sejenisnya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata kuliah.

2. Beban kerja dosen (min 12 SKS dan maks 16 SKS)


Beban kerja dosen yang berkaitan dengan proses pembelajaran
mempertimbangkan:
1) beban mengajar dan tutorial.
2) bimbingan skripsi/tesis/disertasi.
3) aktualisasi potensi dan kepakaran dosen yang bersangkutan.
4) bimbingan praktik di laboratorium, program latihan profesi, dan program kerja
lapangan.
5) tugas struktural yang diemban.
6) kesempatan dosen melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta
berpartisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 17


18 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

7) Jumlah beban bimbingan akademik.


Beban kerja dosen ditetapkan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku,
yaitu antara 12-16 SKS. Beban kerja dosen diidentifikasi melalui pengisian Ekuivalensi
Wajib Mengajar Penuh dan pengisian borang Beban Kerja Dosen (BKD) yang dilakukan
secara reguler oleh universitas. Dosen tidak diperkenankan memiliki beban kerja
berlebihan sehingga menurunkan standar proses pembelajaran, menghambat
pengembangan keilmuan pada program studi yang bersangkutan serta dapat
menimbulkan suasana akademik yang tidak kondusif. Untuk mengontrol agar setiap
dosen tidak mendapat beban mengajar yang berlebih (overload), pimpinan jurusan atau
program studi berkewajiban mengendalikan dan mengontrol beban kerja dosen yang
berada di bawah koordinasinya. Dalam hal dosen memiliki tugas tambahan, seperti
kaprodi, Pembantu Dekan, Dekan, Direktur, Kepala Divisi, dan sejenisnya, pengawasan
dilakukan oleh atasan langsung yang bersangkutan. Misalnya, dekan atau direktur
berkewajiban memantau beban kerja kaprodi yang ada di bawah koordinasinya.

3. Penyiapan Sumber Belajar


1) Dosen diberi kewenangan penuh menentukan sumber belajar yang digunakan
berdasarkan pertimbangan kepakarannya.
2) Dosen menyiapkan sumber belajar yang di antaranya dapat mencakupi:
(1) Buku
(2) akses informasi
(3) hasil karya
(4) kejadian/fakta, dan
(5) hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
3) Dosen menyiapkan sumber belajar yang isinya minimal mencakupi:
(1) teori-teori dasar dalam mata kuliah yang bersangkutan
(2) buku-buku terkini (minimal terbitan 3 tahun terakhir) dalam bidang yang
relevan.
(3) jurnal bermitra bestari (refereed journal)
(4) ensiklopedia, prosiding, e-book dan e-journal
(5) bahan belajar dari internet baik dalam file .doc, pdf, .ppt, atau file jenis lainnya
beserta alamatnya
4) Untuk setiap mata kuliah, jika relevan dan memungkinkan, dosen setidaknya
menganjurkan mahasiswa untuk membaca:
(1) minimal 1 buku untuk program diploma atau dual modes,
(2) minimal 2 buku rujukan yang digunakan untuk S1,
(3) minimal 3 buku dan satu artikel jurnal rujukan untuk S2, dan
(4) minimal 3 buku dan 3 artikel jurnal rujukan terbaru yang relevan untuk S3.
5) Dosen mendorong mahasiswa menggunakan bahan pustaka lain yang relevan
seperti, ensiklopedia, thesaurus, kamus, who is who, majalah, buletin serta
referensi lainnya.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 18


19 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

6) Dosen memberi informasi kepada mahasiswa mengenai bahan pustaka yang akan
digunakan dan dimana bahan pustaka itu dapat diakses.
4. Pengelolaan Pembelajaran
Pengelolaan proses pembelajaran memerlukan strategi yang dipersiapkan dengan
baik agar dapat tercipta proses yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan
memotivasi mahasiswa untuk mencapai target pembelajaran.

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Kegiatan pembelajaran merupakan implementasi silabus dan SAP yang telah
disiapkan. Kegiatan itu dapat dikelompokan menjadi kegiatan, yaitu: pendahuluan,
kegiatan inti dan kegiatan penutup atau variasi-variasi ketiga langkah tersebut.
Pelaksanaan pembelajaran merupakan wahana yang secara langsung mengembangkan
pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan membangun karakter mahasiswa UPI
yang cerdas, ilmiah, religius dan edukatif. Pelaksanaan pembelajaran berdasarkan
rencana proses pembelajaran meliputi: (1) kegiatan pendahuluan, (2) kegiatan inti, dan
(3) kegiatan penutup.

1. Kegiatan Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan pembelajaran merupakan wahana pemberian informasi yang
menyeluruh tentang capaian proses sebelumnya berdasarkan penilaian dan umpan balik
dan mengaitkannya dengan materi yang akan disampaikan, tujuan yang ingin dicapai,
serta indikator keberhasilannya. Kegiatan pendahuluan berisi kegiatan yang dapat
membangkitkan minat mahasiswa atas topik bahasan yang akan diberikan.

Dalam kegiatan pendahuluan, dosen:


1) menyiapkan mahasiswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
2) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari;
3) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
4) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Kegiatan pendahuluan didahului oleh kegiatan administratif, yaitu dosen:


 salam dan tegur sapa
 mengecek kehadiran mahasiswa
 mengisi berita acara perkuliahan
 mempersiapkan bahan pembelajaran atau alat bantu belajar seperti LCD projector,
OHP, atau lainnya.
 mengecek kesiapan mahasiswa

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 19


20 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, memotivasi mahasiswa untuk terlibat dalam KBM secara aktf, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis mahasiswa.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik
mahasiswa dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi.

1) Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, dosen:
(1) Menciptakan kondisi dimana mahasiswa mencari informasi yang luas dan dalam
tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip belajar
mandiri dan belajar sepanjang hayat, berguru pada alam, serta silih asah, silih asih,
dan silih asuh;
(2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar lain;
(3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarmahasiswa serta antara mahasiswa dan
dosen, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
(4) Melibatkan mahasiswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
(5) Memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan percobaan di laboratorium, studio,
bengkel kerja, simulator, atau di lapangan.

2) Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, dosen:
(1) Membiasakan mahasiswa membaca dan menulis dengan model retorika yang
beragam (eksposisi, narasi, argumentasi) melalui tugas-tugas yang relevan dan
bermakna;
(2) Memfasilitasi mahasiswa melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
(3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan
bertindak;
(4) Memfasilitasi mahasiswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
(5) Memfasilitasi mahasiswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi
belajar;
(6) Memfasilitasi mahasiswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
(7) Memfasilitasi mahasiswa untuk menyajikan variasi; kerja individual maupun
kelompok;
(8) Memfasilitasi mahasiswa melakukan pameran, turnamen, festival, serta karya atau
produk yang dihasilkan;

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 20


21 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

(9) Memfasilitasi mahasiswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan


dan rasa percaya diri mahasiswa seperti menjadi atlet nasional, lomba debat,
lomba robot tingkat internasional, mendaki gunung, dan sejenisnya.

3) Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, dosen:
(1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat,
maupun hadiah terhadap keberhasilan mahasiswa;
(2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi mahasiswa melalui
berbagai sumber;
(3) Memfasilitasi mahasiswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar
yang telah dilakukan;
(4) Memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar, yaitu dengan:
 berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
mahasiswa yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku
dan benar;
 membantu menyelesaikan masalah;
 memberi acuan agar mahasiswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
 memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
 memberikan motivasi kepada mahasiswa yang kurang atau belum berpartisipasi
aktif dalam proses pembelajaran.

3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, dosen:
1) Bersama-sama dengan mahasiswa dan/atau sendiri-sendiri membuat rangkuman/
simpulan pelajaran;
2) Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram;
3) Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
4) Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk program remedial, pengayaan,
tugas dan sejenisnya.
5) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

4. Kegiatan Dosen dalam Proses Pembelajaran


Dalam pelaksanaan pembelajaran ini, dosen berkewajiban:
1) Mengatur strategi implementasi kegiatan pembelajaran seperti pembagian
kelompok atau penugasan.
2) Berusaha agar suaranya dapat didengar secara jelas oleh semua mahasiswa
3) Menyampaikan materi secara santun dan dapat dimengerti oleh mahasiswa
4) Menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan mahasiswa
5) Menerapkan kode etik dosen sesuai ketentuan yang berlaku

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 21


22 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

6) Mendorong mahasiswa berperilaku sesuai dengan kode etik dan pedoman perilaku
mahasiswa yang berlaku.
7) Mengingatkan atau menegur mahasiswa bila mereka tak berperilaku sebagaimana
diharapkan dalam kode etik mahasiswa.
8) Memberi perhatian khusus bagi mahasiswa yang lambat atau cepat dalam belajar.
9) Memberi respon atau umpan balik atas tugas yang telah diberikan.
10) Menghargai dan memperlakukan mahasiswa secara fair tanpa memandang
perbedaan jenis kelamin, agama, suku, status sosial ekonomi, serta kondisi fisik
mahasiswa.
11) Menyampaikan silabus dan SAP pada setiap awal semester sesuai jadwal yang telah
ditetapkan kepada kaprodi atau pengelola dokumen prodi yang telah ditetapkan.
12) Memulai dan mengakhiri pelajaran sesuai waktu yang telah ditetapkan.

IV. PENILAIAN PEMBELAJARAN


A. PENGERTIAN, FUNGSI, LINGKUP DAN PENDEKATAN

1. Pengertian dan Fungsi Penilaian


Penilaian merupakan usaha pengumpulan informasi mengenai proses dan hasil
belajar mahasiswa yang dilakukan secara terencana, terukur dan sistematis, yang
dilakukan setelah kegiatan pembelajaran selesai. Penilaian berfungsi:
1) Memotivasi mahasiswa,
2) Perbaikan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran,
3) Menentukan keberhasilan mahasiswa, serta
4) Sebagai wujud peningkatan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan proses
pembelajaran bagi para stakeholders.

2. Lingkup Penilaian
Lingkup penilaian meliputi penilaian terhadap perencanaan dan pelaksanaan
proses pembelajaran, serta penilaian hasil pembelajaran.
1) Penilaian terhadap perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran adalah
penilaian terhadap kegiatan pembelajaran yang mencakupi aspek-aspek dan kondisi
kegiatan pembelajaran oleh dosen yang diikuti oleh mahasiswa yang mengacu pada
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
2) Penilaian terhadap hasil pembelajaran merupakan penilaian terhadap penguasaan
materi yang diperoleh mahasiswa yang meliputi penguasaan kompetensi lulusan
(output) dan hasil guna (outcome) yang telah ditetapkan dalam tujuan pembelajaran
yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, kecerdasan ganda, atau aspek
lainnya.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 22


23 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

3. Pendekatan Penilaian Hasil Belajar


Pendekatan penilaian hasil belajar meliputi pendekatan penilaian acuan patokan
(PAP), bukan penilaian acuan norma (PAN).
1) Pendekatan PAP merupakan penilaian yang didasarkan atas pencapaian
kompetensi yang ditetapkan sebagai tujuan pembelajaran sehingga nilai yang
diperoleh mahasiswa mencerminkan penguasaan kompetensi.
2) Kurikulum berbasis kompetensi menggunakan pendekatan acuan patokan (PAP)
dan prinsip belajar tuntas (mastery learning).
3) Dosen dalam menafsirkan capaian hasil belajar mahasiswa diharuskan
menggunakan PAP.

B. SASARAN PENILAIAN
1. Penilaian Perencanaan dan Pelaksanaan Perencanaan
1) Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di dalam kelas
mencakupi: mutu rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang
mencakupi: tujuan, strategi, metode, teknik dan alat bantu pembelajaran.
Pelaksanaan pembelajaran mencakupi penerapan, strategi, metode, teknik, dan alat
bantu pembelajaran, serta interaksi mahasiswa dengan dosen dengan mahasiswa,
partisipasi mahasiswa, iklim pembelajaran, refleksi, dan umpan balik.
2) Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di
laboratorium/bengkel, studio, atau simulator, meliputi rencana pelaksanaan
pembelajaran berdasarkan silabus yang mencakupi: tujuan, strategi, metode, teknik
dan alat bantu pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran mencakupi: penerapan
strategi, metode, teknik dan alat bantu pembelajaran serta interaksi dosen dengan
mahasiswa, partisipasi mahasiswa, iklim pembelajaran, refleksi, dan umpan balik.
3) Sasaran Penilaian
Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran di lapangan
meliputi mutu rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus, yang
mencakupi: pemilihan lapangan, strategi, metode, teknik pembelajaran, khususnya
yang berkaitan dengan lembar kerja kegiatan lapangan dan alat bantu pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran lapangan mencakupi partisipasi mahasiswa,
suasana pembimbingan, iklim pembelajaran, pemanfaatan unsur-unsur lapangan,
refleksi dan umpan balik.
4) Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang melalui
penugasan, meliputi standar mutu sebagai berikut:
(1) Rencana pelaksaan pembelajaran berdasarkan silabus, yang mencakupi: materi
pemberian tugas, strategi, metode, teknik pembelajaran, khususnya yang
berkaitan dengan pelaksanaan tugas.
(2) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran mencakupi: kinerja mahasiswa, suasana
pembimbingan, pemanfaatan unsur-unsur pelaksanaan tugas, refleksi dan umpan
balik.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 23


24 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

5) Sasaran penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran dalam bentuk


penyusunan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi meliputi mutu:
1) Ketepatan dengan prosedur akademis tentang penyusunan tugas akhir, skripsi,
tesis, dan disertasi.
2) Kinerja mahasiswa
3) Suasana pembimbingan
4) Pemanfaatan unsur-unsur penyelesaian tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi,
yaitu:
(1) Untuk mengikuti ujian akhir mahasiswa S1 program studi nonbahasa Inggris
harus memiliki skor TOEFL minimal 440 atau sertifikat kemampuan berbahasa
lain yang relevan dengan kebutuhan program studi seperti TOEIC, TOAFL, dan
UKBI.
(2) Sebelum mengajukan proposal skripsi, mahasiswa jurusan bahasa Inggris S1
harus memiliki skor TOEFL 525 dan 550 sebelum mengikuti ujian sidang
skripsi.
(3) Sebelum semester 2, mahasiswa S2 dan S3 nonbahasa Inggris harus memiliki
skor TOEFL minimal 450, dan 550 bagi mahasiswa S2 dan S3 jurusan bahasa
Inggris.
(4) Sertifikat kompetensi berbahasa harus dikeluarkan oleh lembaga yang
kredibel dengan memperhatikan validitas, dan reliabilitas, dari tes yang
bersangkutan.
(5) Sebelum sidang tahap 2, mahasiswa S2 harus menyajikan hasil penelitiannya
pada seminar atau konferensi tingkat nasional atau memublikasikannya pada
jurnal nasional.
(6) Sebelum ujian sidang tahap 2, mahasiswa S3 harus menyajikan hasil
penelitiannya pada seminar nasional atau internasional, atau
mempublikasikannya pada jurnal ilmiah nasional atau internasional.

2. Sasaran Penilaian Hasil Pembelajaran


1) Sasaran penilaian hasil pembelajaran dalam kelas/kegiatan laboratorium/
bengkel/studio/simulator/lapangan meliputi mutu:
(1) Penguasaan kompetensi (output) yang telah ditentukan beserta arah outcome
yang relevan.
(2) Partisipasi/kinerja mahasiswa.

2) Sasaran penilaian hasil pembelajaran dalam penugasan mata kuliah meliputi mutu:
(1) Penguasaan kompetensi (output) yang telah ditentukan beserta arah outcome
yang relevan.
(2) Laporan berkenaan dengan isi, bahasa dan struktur penulisan
(3) Partisipasi/kinerja mahasiswa

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 24


25 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

3) Sasaran penilaian hasil pembelajaran dalam bentuk penyusunan tugas akhir, skripsi,
tesis, dan disertasi, meliputi mutu:
(1) Penguasaan kompetensi yang telah ditentukan pada penyusunan tugas akhir,
tesis, dan disertasi.
(2) Laporan berkenaan dengan isi, bahasa dan struktur penulisan.
(3) Partisipasi/kinerja mahasiswa.
(4) Kemampuan mempertahankan hasil karya ilmiah secara logis dan ilmiah.
(5) Kesesuaian dengan aturan akademik yang berlaku. Misalnya, tata cara penulisan
tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi merujuk kepada Pedoman Penulisan
Karya Ilmiah UPI, sedangkan penilaiannya merujuk kepada Pedoman Akademik
UPI, serta peraturan lain yang relevan.

Catatan:
Capaian outcome dinilai berdasarkan penguasaan kondisi lapangan yang relevan dengan
materi mata kuliah beserta pembahasannya dalam rangka pengembangan kemampuan
berpikir, merasa, bersikap, bertindak dan bertanggung jawab.

C. PELAKSANAAN PENILAIAN
1. Bentuk Pelaksanaan Penilaian
Bentuk pelaksanaan penilaian dapat dilakukan melalui ujian-ujian, seperti ujian
tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS) , atau bentuk penilaian
lain yang setara (Tes Unit, ulangan blok, dll) , pertanggungjawaban tugas, dan
ujian khusus untuk tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi.
(1) Ujian tengah semester adalah penilaian atas penguasaan materi pembelajaran
setelah pembelajaran berlangsung selama setengah semester, yang dilaksanakan
pada akhir tengah semester dalam bentuk tes tertulis, tes lisan dan/atau tes praktik.
(2) Ujian akhir semester adalah penilaian atas penguasaan materi pembelajaran
setelah pembelajaran berlangsung selama satu semester, yang dilaksanakan pada
akhir semester dalam bentuk tes tertulis, tes lisan dan/atau tes praktik.
(3) Penilaian pertanggungjawaban tugas diselenggarakan terhadap hasil penyelesaian tugas
(4) Pelaksanaan dan teknik penilaian ujian untuk tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi
dilaksanakan sesuai dengan panduan akademik UPI.
(5) Pelaksanaan penilaian disesuaikan dengan kalender akademik yang berlaku.

2. Bentuk Instrumen dan Mekanisme Penilaian


1) Instrumen penilaian dirancang untuk mengukur penguasaan indikator kompetensi
sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran, baik dalam bentuk tertulis, lisan,
penampilan kinerja, hasil penugasan, maupun hash penyusunan tugas akhir, skripsi,
tesis, dan disertasi.
2) Instrumen yang dimaksud dapat berbentuk tes maupun nontes (seperti: inventori, skala

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 25


26 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

penilaian, daftar cek, daftar peringkat, portofolio, rubrik penilaian, proyek, dan hasil
karya).
3) Penggunaan instrumen dalam penilaian perencanaan dan pelaksanaan proses dan
hasil pembelajaran disesuaikan dengan sasaran penilaian.
4) Mekanisme penilaian dapat diselenggarakan dalam bentuk penilaian tunggal
oleh dosen, penilaian tim dosen, penilaian dosen dengan mengikutsertakan
penilaian sejawat, dan mahasiswa.
5) Instrumen penilaian perlu dikembangkan dalam rangka pembakuannya, dan
disosialisasikan sehingga mahasiswa mengetahui kinerja puncak yang harus
ditunjukannya agar mendapatkan nilai maksimum.

3. Bentuk Hasil Penilaian


Bentuk hasil penilaian berupa: angka, huruf, dan yudisium.
Penilaian hasil akhir pembelajaran dalam bentuk skala 5 (A, B, C, D, E) mengacu pada
Penilaian Acuan Patokan (PAP).
1) Penilaian hasil akhir pembelajaran baik untuk program pendidikan vokasi, akademik dan
profesi ditetapkan berdasarkan tingkat penguasaan materi dengan ketentuan sebagai
berikut.

Tingkat penguasaan Materi Skala 4


Huruf
(Skala 100%)
A 95≤ x≤100 4
A- 90≤ x<94 3.7
B+ 85≤ x<89 3.3
B 80≤ x<84 3
B- 75≤ x<79 2.7
C+ 70≤ x<74 2.3
C 65≤ x<69 2
C- 60≤ x<64 1.7
D+ 55≤ x<59 1.3
D 50≤ x<54 1
E X<50 0

3) Hasil akhir penilaian dalam bentuk indeks prestasi meliputi indeks prestasi
semester (IPS) dan indeks prestasi kumulatif (IPK) diperoleh melalui perhitungan
dengan rumus:

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 26


27 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

Keterangan : IP = indek prestasi (IPS atau IPK)


k = bobot sks setiap mata kuliah
n = bobot nilai setiap mata kuliah

3) IPK sebagai nilai akhir keseluruhan pembelajaran pada program studi dinyatakan
dalam bentuk yudisium sebagai berikut:

a. Batas lulus
No. Program IPK Minimal untuk Lulus
1. Diploma 2.50
2. Sarjana 2.50
3. Magister 3.00
4. Doktor 3.00
5. Profesi 3.00

b. Kriteria yudisium kelulusan


No. Program IPK Kriteria
1. Diploma 2,50 - 2,69 memuaskan
2,70 - 3,49 sangat memuaskan
3,50 -4,00 dengan pujian *)

2. Sarjana 3,00 - 3,29 memuaskan


3,30 - 3,59 sangat memuaskan
3,50 -4,00 dengan pujian *)

3. Magister 3,00 - 3,29 memuaskan


3,30 - 3,59 sangat memuaskan
3,60 - 4.00 dengan pujian *)

4. Doktor (by course) 3,00 - 3,49 memuaskan


3,50 - 3,74 sangat memuaskan
3,75 - 4,00 dengan pujian *)

5. Doktor (by research) dengan nilai dan predikat sesuai


ketentuan yang ditetapkan oleh Sekolah
Pascasarjana

6. Profesi 3,00 - 3,49 memuaskan


3,50 - 3,74 sangat memuaskan
3,75 - 4.00 dengan pujian *)

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 27


28 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

Catatan: *
1) Predikat dengan pujian untuk diberikan apabila yang bersangkutan dapat
menyelesaikan studinya tepat waktu dan tidak mengulang mata kuliah.
2) Untuk S2 dan S3 ditambah dengan persyaratan lain yang ditetapkan dalam
pedoman akademik khusus SPs.

4. Pelaporan Penilaian
1. Nilai akhir setiap mata kuliah (tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi)
dinyatakan secara tertulis dalam Kartu Hasil Studi (KHS).
2. Nilai skripsi dan pemertahanan skripsi merupakan bagian dari nilai mata kuliah
sesuai dengan bobot SKS yang telah ditetapkan.
3. Nilai akhir keseluruhan hasil pembelajaran program studi dinyatakan dalam bentuk
transkrip akademis.
4. Universitas menyediakan terjemahan transkrip dalam bahasa Inggris secara
baku untuk.
5. Bukti kelulusan studi dari program studi dinyatakan dalam bentuk ijazah.

D. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN


1. Esensi Pengawasan
1) Pengertian dan Komponen
a. Pengawasan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran mengacu
kepada akuntabilitas penyelenggarakan pembelajaran universitas untuk
mencapal kualitas yang lebih baik di atas standar yang ditetapkan.
b. Pengawasan pembelajaran dilaksanakan sebagai upaya pengawasan terhadap
akuntabilitas pembelajaran di UPI, baik dalam proses maupun hasilnya.
c. Komponen pengawasan meliputi :
 Kurikulum
 Silabus
 SAP
 penyelenggaraan pembelajaran
 sarana pembelajaran
 penilaian hasil pembelajaran
 iklim akademis pembelajaran
 manajemen pembelajaran
 hasil penelusuran lulusan (tracer study)

2) Data, Pengolahan, Dan Penafsiran


a. Perolehan data tentang semua komponen tersebut di atas dengan
menggunakan instrumen yang sesuai dan terstandar diperlukan agar
pengawasan dalam pembelajaran terselenggara dengan baik.
b. Data yang diperoleh diolah, ditafsirkan, dan dilaporkan dalam

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 28


29 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

bentuk/pola yang ditetapkan oleh UPI.

3) Mekanisme Pengawasan
(1) Mekanisme Pelaksanaan
a. Penyelenggaraan pengawasan dilaksanakan melalui pemantauan dan
supervisi yang menggunakan instrumen sebagai tersebut di atas dengan
dosen dan mahasiswa sebagai sumber data.
b. Mekanisme pelaksanaan pengawasan dilakukan oleh tim yang
ditetapkan oleh UPI.
c. Pada tingkat universitas, pengawasan proses pembelajaran dilakukan
oleh Satuan Penjaminan Mutu dan Satuan Audit Internal (SAI), pada
tingkat fakultas oleh Satuan Kendali Mutu, dan tingkat jurusan atau
prodi oleh Gugus Kendali Mutu.
d. Pengawasan dapat berbentuk penyebaran kuesioner kepuasan
mahasiswa atas kinerja dosen dan layanan akademik atau dalam bentuk
monitoring perkuliahan.
e. Monitoring perkuliahan dilakukan secara terus menerus selama proses
perkuliahan berjalan baik dengan mendatangi kelas secara langsung dan
mengontrol berita acara perkuliahan, atau dengan teknik pemantauan
lainnya.
f. Asosiasi profesi yang relevan dengan program studi dapat diikutsertakan
dalam pengawasan proses pembelajaran secara eksternal baik dalam
bentuk benchmarking, sertifikasi maupun akreditasi.
g. Universitas secara regular minimal satu tahun sekali menyelenggarakan
audit internal mutu akademik ysng sakah satu komponennya adalah
mengevaluasi penyelenggaraan proses pembelajaran oleh program
studi.
h. Untuk menilai implementasi standar proses, Universitas dapat
mengundang pihak eksternal untuk melakukan oengukuran kepuasan
mahasiswa atas kualitas pembelajaran yang hasilnya dapat dijadikan
bahan perbaikan bagi Universitas untuk meningkatkan mutu.

(2) Pelaporan
Pelaporan hasil pengawasan pembelajaran bersifat internal dan eksternal
a. Pelaporan internal disampaikan oleh tim kepada pimpinan program
studi, fakultas, dan universitas untuk digunakan sebagaimana mestinya.
b. Pelaporan eksternal dapat dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan di luar UPI
guna diperolehnya masukan untuk peningkatan mutu pembelajaran.

(3) Tindak Lanjut


a. Hasil pengawasan pembelajaran digunakan sebagai umpan balik bagi kinerja
pembelajaran program studi untuk ditindaklanjuti mengacu kepada standar

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 29


30 Draft 4: Standar Proses UPI (3April 2011)

proses yang ditetapkan.


b. Tindak lanjut dimaksud dapat menjangkau sarana dan prasarana, termasuk di
dalamnya sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam meningkatkan mutu
pembelajaran.

VI. PENUTUP
Untuk melengkapi standar proses di atas, unit terkait seperti SPM, fakultas,
jurusan atau prodi dapat menyusun prosedur operasional baku proses pembelajaran yang
isinya dapat disesuaikan dengan kekhasan program studi masing-masing.

SENAT AKADEMIK | UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 30