Anda di halaman 1dari 43

SOIL INVESTIGATION REPORT

Pembangunan Saluran di Jl. Pagarsih


Oktober – November 2017
PENGANTAR

Laporan mingguan ini disusun sebagai rangkuman atas pekerjaan survey geoteknik
untuk pekerjaan drainase di Jl. Pagarsih kota Bandung. Adapun survey geoteknik ini bertujuan
untuk mendapatkan parameter dan nilai daya dukung tanah setempat secara actual sehingga
jika ditemukan permasalahan pada tanah dasar dapat segera ditangani dan pekerjaan konstruksi
dapat dilaksanakan dengan baik

Laporan ini berisikan gambaran pekerjaan, metode dan hasil pengukuran pengujian
daya dukung tanah dengan Cone Penetration Test (CPT), dan rekomendasi geoteknik.

Demikian laporan ini kami sampaikan, semoga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang
berkepentingan, atas perhatian dan kerjasamanya yang baik kami ucapkan terima kasih.

Bandung, 4 Desember 2017

Saekan Geoteknik
Daftar Isi

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i


DAFTAR ISI ..................................................................................................................ii

1 GAMBARAN UMUM
1.1. Lokasi Pekerjaan ............................................................................................... I-1
1.2. Gambaran Geologi ............................................................................................ I-2
2 INVESTIGASI LAPANGAN
2.1. Pengujian Sondir............................................................................................... II-1
2.1.1. Persiapan Lapangan ................................................................................ II-1
2.1.2. Metode Pelaksanaan Sondir (CPT)......................................................... II-1
2.2. Interprestasi Data .............................................................................................. II-2
2.2.1. Klasifikasi dan Profil Tanah ................................................................... II-2
2.3. Hasil Investigasi Lapangan ............................................................................... II-5
2.3.1. STA 0+000 ............................................................................................. II-6
2.3.2. STA 0+010 ............................................................................................. II-7
2.3.3. STA 0+020 .............................................................................................. II-8
2.3.4. STA 0+030 ............................................................................................. II-9
2.3.5. STA 0+040 ............................................................................................ II-10
2.3.6. STA 0+050 ............................................................................................ II-11
2.3.7. STA 0+060 ............................................................................................ II-13
2.3.8. STA 0+070 ............................................................................................ II-14
2.3.9. STA 0+080 ............................................................................................ II-15
2.3.10. STA 0+100 .......................................................................................... II-16
2.3.11. STA 0+120 .......................................................................................... II-17
2.3.12. STA 0+140 .......................................................................................... II-18
2.3.13. STA 0+160 .......................................................................................... II-19
2.3.14. STA 0+180 .......................................................................................... II-20
2.3.15. STA 0+200 .......................................................................................... II-21
2.4. Rekomendasi .................................................................................................. II-16

LAMPIRAN
1 GAMBARAN UMUM
1.1. Lokasi Pekerjaan
Lokasi pekerjaan pada pekerjaan ini berada di Jl. Pagarsih, kota Bandung, Jawa Barat.
Penyelidikan tanah dimaksudkan untuk memberikan data daya dukung tanah actual di lapangan
kepada pelaksana konstruksi untuk kemudian ditentukan metode kerja yang sesuai dengan
kondisi tanah dasar pada elevasi galian yang direncanakan. Dalam pekerjaan ini, dilaksanakan
15 titik investigasi tanah dengan jarak antara 10 m sampai 20 m.

Gambar 1.1. Tampak Lokasi STA 0+080

Gambar 1.2. Tampak Lokasi STA 0+010

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


1.2. Gambaran Geologi
Penggambaran geologi secara umum bermaksud untuk mendapatkan data-data
tentang jenis tanah dan batuan dasar, dan aktivitas geologi di sekitar lokasi pekerjaan.
Informasi ini akan memberikan gambaran awal tentang kondisi tanah dan membantu
proses identifikasi jenis penanganan yang sesuai dengan pembangunan di lokasi
pekerjaan. Lokasi pekerjaan dalam peta geologi masuk dalam lembar Bandung, dengan
batuan penyusun utama berasal dari letusan gunung api.

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


PETA GEOLOGI

Gambar 1.5. Peta Geologi Lembar Bandung, Jawa (sumber: Badan Penelitian Geologi Indonesia)

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2 INVESTIGASI LAPANGAN
2.1. Pengujian Sondir

2.1.1. Persiapan lapangan


Dalam melakukan penyelidikan lapangan ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu
menentukan lokasi sondir dengan memperhatikan faktor keselamatan kerja maupun tingkat
keakuratan hasil penyelidikan tanah. Setiap titik uji ditentukan sesuai arahan pengawas dan
telah disetujui bersama. Titik – titik tersebut ditandai dengan GPS, dilengkapi dengan sketsa
untuk memudahkan kajian lanjutan jika diperlukan.

2.1.2. Metode Pelaksanaan Sondir


Kegiatan penyelidikan sondir di lokasi meliputi :
1. Uji penetrasi sondir
Uji penetrasi menggunakan alat sondir mekanis dengan kapasitas 500 kg/cm2 dengan
kedalaman penetrasi maksimum 20 m. Dengan melihat kondisi tanah asli yang berlempung
maka digunakan ujung bikonus untuk mendapatkan data tahanan ujung dan tahanan
selimut yang umumnya dimiliki oleh jenis tanah kelempungan.
2. Pengukuran Muka Air Tanah
Keberadaan muka air tanah tampak pada stang sondir saat diangkat dari dalam tanah.
Pengukuran ini membantu analisa kekuatan dan kestabilan tanah dimana air tanah akan
sangat berpengaruh terhadap penanganan yang perlu dilakukan.

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.2.Interpretasi Data

2.2.1. Klasifikasi dan profil tanah


Pembuatan klasifikasi tanah dan profil tanah per kedalaman tertentu, dapat
menggunakan sejumlah metode yang paling umum digunakan adalah menggunakan
grafik non-normalized dari Robertson et al. (1986) seperti tersaji pada gambar 2.1.
Grafik ini menggunakan parameter dari uji Cone Penetration Test (CPT) yaitu tahanan
ujung konus (qc) dan rasio gesek (Rf). Grafik ini bersifat global dan dapat digunakan
untuk memprediksi tipe perilaku tanah. Grafik ini dapat mengidentifikasi sejumlah
respon tanah antara lain peningkatan kepadatan relatif (Dr) pada tanah berpasir,
peningkatan stress history (OCR), sensitifitas tanah (St) dan angka pori (e) untuk
tanah kohesif. (Guide to In-Situ Testing – 2006).

Klasifikasi tanah juga dapat dilakukan menggunakan data dari Analisa butiran dengan
uji ayakan dan hydrometer untuk menentukan apakah tanah termasuk dalam
kelompok berbutir kasar atau berbutir halus. Selanjutnya digunakan data tambahan
dari pengujian batas-batas Atterberg untuk memisahkan klasifikasi tanah lebih lanjut
menjadi golongan lanau atau lempung. Kriteria klasifikasi menggunakan standar
USCS dan AASHTO

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Gambar 2. 1. Grafik Tipe Perilaku Tanah dari CPT (Robertson et al., 1986)

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Gambar 2. 2. Klasifikasi USCS Untuk Tanah Berbutir Kasar

Gambar 2. 3. Klasifikasi USCS Untuk Tanah Berbutir Halus

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Gambar 2. 4. Klasifikasi Tanah AASHTO

2.3. Hasil Investigasi Lapangan


Investigasi lapangan yang dilakukan berupa uji CPT/sondir dan pengeboran auger
dengan kedalaman 6 m per titik. Jumlah yang terlaksana antara tanggal 24 November sampai
dengan 1 Oktober 2017 adalah 11 titik sondir, 11 titik bor, 64 meter corebox, dan 5 set
sampling.

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.1. STA 0+000 (Rabu, 25 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+000, dengan titik koordinat X: 6o
55,390'; Y: 107o 35,875'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 6,6 m
dari permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 3,8 m. Jenis tanah
dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Posisi awal penetrasi adalah
pada -2 m dari permukaan jalan, sehingga total penetrasi yang tercapai sampai lapisan tanah
pasir kerikilan adalah 4,6 m. Pengambilan sampel dengan core box tetap dilakukan dari bawah
pondasi jalan dengan benda uji untuk laboratorium diambil pada kedalaman 5 meter. Muka air
tanah ditemukan pada kedalaman 2,3 meter yang diduga hanya air resapan permukaan,
sementara muka air tanah yang sebenarnya ditemukan pada kedalaman 3,8 m.

Gambar 2. 1. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+000

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.2. STA 0+010 (Rabu, 25 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+010, pada titik koordinat X: 6o 55,388';
Y: 107o 35,870'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 6,6 m dari
permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 3,8 m. Jenis tanah
dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Posisi awal penetrasi adalah
pada -2 m dari permukaan jalan, sehingga total penetrasi yang tercapai sampai lapisan tanah
pasir kerikilan adalah 4,6 m. Pengambilan sampel dengan core box tetap dilakukan dari bawah
pondasi jalan dengan benda uji untuk laboratorium diambil pada kedalaman 5 meter. Muka air
tanah ditemukan pada kedalaman 2,6 meter.

Gambar 2. 2. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+010

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.3. STA 0+020 (Kamis, 26 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+020, pada titik koordinat X: 6o 55,387';
Y: 107o 35,867'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5,2 m dari
permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 3,2 m. Jenis tanah
dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Posisi awal penetrasi adalah
pada -2 m dari permukaan jalan, sehingga total penetrasi yang tercapai sampai lapisan tanah
pasir kerikilan adalah 3,2 m. Pengambilan sampel dengan core box tetap dilakukan dari bawah
pondasi jalan dengan benda uji untuk laboratorium diambil pada kedalaman 5 meter. Muka air
tanah ditemukan pada kedalaman 3,8 m.

Gambar 2. 3. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+020

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.4. STA 0+030 (Kamis, 26 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+030, pada titik koordinat X: 6o 55,388';
Y: 107o 35,865'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5,4 m dari
permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 2,2 m. Jenis tanah
dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 2,2 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Pengambilan sampel dengan
core box tetap dilakukan dari bawah pondasi jalan dengan muka air tanah ditemukan pada
kedalaman 3,6 meter.

Gambar 2. 4. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+030

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.5. STA 0+040 (Sabtu dan Senin, 28 dan 30 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+040, pada titik koordinat X: 6o 55,387';
Y: 107o 35,867'. Pada titik ini hanya dapat dilaksanakan pekerjaan Handbor akibat kondisi
cuaca hujan dan potensi luapan air yang dapat membahayakan pekerjaan Sondir. Pengambilan
sampel dengan core box tetap dilakukan dari bawah pondasi jalan dengan benda uji untuk
laboratorium diambil pada kedalaman 5,5 meter. Muka air tanah ditemukan pada kedalaman
4,5 m. Pekerjaan sondir dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2017 dengan akhir penetrasi
pada kedalaman 5,6 m menunjukkan tahanan konus mencapai 310 kg/cm2.

Gambar 2. 5. Dokumentasi Handbor STA 0+040

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Gambar 2. 5. Dokumentasi Sondir STA 0+040

2.3.6. STA 0+050 (Sabtu dan Senin, 28 dan 30 Oktober 2017)


Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+050, pada titik koordinat X: 6o 55,388';
Y: 107o 35,865'. Pada titik ini hanya dapat dilaksanakan pekerjaan Handbor akibat kondisi
cuaca hujan dan potensi luapan air yang dapat membahayakan pekerjaan Sondir. Pengambilan
sampel dengan core box tetap dilakukan dari bawah pondasi jalan dengan benda uji untuk
laboratorium diambil pada kedalaman 5,0 meter. Muka air tanah ditemukan pada kedalaman
5,5 m. Pekerjaan sondir dilaksanakan pada hari Senin, 30 Oktober 2017 dengan akhir penetrasi
pada kedalaman 5,4 m menunjukkan tahanan konus mencapai 290 kg/cm2.

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Gambar 2. 6. Dokumentasi Handbor STA 0+050

Gambar 2. 6. Dokumentasi Sondir STA 0+050

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.7. STA 0+060 (Senin, 30 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+030, pada titik koordinat X:
6°55,3855'; Y: 107°35,8502'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman
5,4 m dari permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 3 m. Jenis
tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 3,4 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Pengambilan sampel dengan
core box tetap dilakukan dari bawah pondasi jalan dengan muka air tanah ditemukan pada
kedalaman 3,6 meter.

Gambar 2. 7. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+060

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.8. STA 0+070 (Selasa, 31 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+070, pada titik koordinat X:
6°55,3849'; Y: 107°35,8453'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman
5,6 m dari permukaan jalan, dengan tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 2,6 m. Jenis
tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman
mencapai 2,6 m mulai ditemukan pasir lanauan dan lanau pasiran. Pengambilan sampel dengan
core box tetap dilakukan dari bawah pondasi jalan dengan muka air tanah ditemukan pada
kedalaman 4 meter.

Gambar 2. 8. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+070

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.9. STA 0+080 (Selasa, 24 Oktober 2017)
Penyelidikan tanah lapangan dilakukan di STA 0+080, pada titik koordinat X: 6o 55,385';
Y: 107o 35,838'. Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 6 m, dengan
tanah keras mulai ditemukan pada kedalaman 2,2 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran
atau lanau lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir
lanauan dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi
sondir pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir
penetrasi yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air
tanah ditemukan pada kedalaman 2,4 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+080

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.10. STA 0+100 (Rabu, 1 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5,8 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 2,8 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 3,4 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+100

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.11. STA 0+120 (Rabu, 2 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5,8 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 3,8 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 3,4 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+120

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.12. STA 0+140 (Senin, 6 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 4,8 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 3,4 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 2,8 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+140

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.13. STA 0+160 (Selasa, 7 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 4,8 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 3 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 2,4 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+160

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.14. STA 0+180 (Senin, 13 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 3,4 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 2,6 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+180

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.3.15. STA 0+200 (Rabu, 15 November 2017)
Dalam pelaksanaan CPT/sondir penetrasi mencapai kedalaman 5 m, dengan tanah keras
mulai ditemukan pada kedalaman 3,4 m. Jenis tanah dilokasi dominan lanau pasiran atau lanau
lempungan di permukaan dan pada kedalaman mencapai 3 m mulai ditemukan pasir lanauan
dan lanau pasiran, semakin banyak kandungan pasir dengan semakin dalam penetrasi sondir
pada kedalaman 4 m dan berlanjut dengan pasir padat dengan kerikil lepas pada akhir penetrasi
yang dibuktikan dengan pengambilan contoh tanah dengan bor tangan. Muka air tanah
ditemukan pada kedalaman 2,4 meter.

Gambar 2. 9. Titik Uji CPT/Sondir dan Handbor STA 0+200

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


2.4. Rekomendasi
Dari pengujian tanah lapangan di Jl. Pagarsih, dapat diketahui tanah permukaan tergolong
lempung atau lanau berpasir, sementara pada kedalaman antara 3 s/d 6 meter jenis tanah
adalah pasir dan pasir kerikilan dengan daya dukung ijin antara 2,4 s/d 6,04 kg/cm2 jika
menggunakan persamaan umum Terzaghi dengan interpretasi data sondir. Parameter lain
yang dapat diketahui adalah korelasi N-SPT dan Sudut geser (Table 1), dan interpretasi
perilaku tanah dengan menggunakan bagan dari Robertson et al (1986). Dengan data yang
ada maka, pondasi yang dibutuhkan tergolong pondasi dangkal yang dapat ditempatkan
pada kedalaman antara 2,8 m sampai maksimal 6 meter dengan pemadatan tanah dasar yang
memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan.

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 1. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+000

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
1,00 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
1,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,1
1,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,1
1,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,2
1,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,3
2,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,4
2,20 15 29 3 2 26,1 1,1 0,5
2,40 18 36 4 3 26,7 1,3 0,7
2,60 20 38 4 3 27,0 1,4 0,9
2,80 42 50 8 7 30,2 3,0 1,2
3,00 48 50 10 8 30,9 3,4 1,4
3,20 50 54 10 8 31,1 3,6 1,7
3,40 70 75 14 11 33,1 5,0 2,0
3,60 85 90 17 14 34,5 6,1 2,3
3,80 105 125 21 17 36,1 7,5 2,7
4,00 105 120 21 17 36,1 7,5 3,1
4,20 120 140 24 19 37,2 8,6 3,5
4,40 140 160 28 22 38,6 10,0 3,9
4,60 160 180 32 26 39,9 11,4 4,3
4,80 180 200 36 29 41,1 12,9 4,7
5,00 210 220 42 34 42,7 15,0 5,1
5,20 235 245 47 38 44,1 16,8 5,4
5,40 235 250 47 38 44,1 16,8 5,7
5,60 240 250 48 38 44,3 17,1 6,0
5,80 245 250 49 39 44,6 17,5 6,1
6,00 255 260 51 41 45,1 18,2 6,2
6,20 260 268 52 42 45,3 18,6 6,3
6,40 260 268 52 42 45,3 18,6 6,3
6,60 260 268 52 42 45,3 18,6 6,4

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 2. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+010

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
1,00 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
1,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,1
1,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,3
1,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,4
1,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,6
2,00 0 0 0 0 20,0 0,0 0,9
2,20 48 55 10 8 30,9 3,4 1,1
2,40 54 65 11 9 31,5 3,9 1,4
2,60 66 80 13 11 32,8 4,7 1,7
2,80 88 90 18 14 34,7 6,3 2,1
3,00 100 130 20 16 35,7 7,1 2,4
3,20 100 135 20 16 35,7 7,1 2,7
3,40 105 140 21 17 36,1 7,5 3,0
3,60 120 150 24 19 37,2 8,6 3,3
3,80 140 185 28 22 38,6 10,0 3,6
4,00 145 185 29 23 38,9 10,4 3,8
4,20 158 195 32 25 39,7 11,3 4,1
4,40 178 190 36 28 40,9 12,7 4,4
4,60 190 230 38 30 41,6 13,6 4,6
4,80 200 205 40 32 42,2 14,3 4,9
5,00 202 205 40 32 42,3 14,4 5,2
5,20 208 210 42 33 42,6 14,9 5,4
5,40 215 230 43 34 43,0 15,4 5,7
5,60 220 240 44 35 43,3 15,7 5,8
5,80 245 265 49 39 44,6 17,5 5,9
6,00 250 265 50 40 44,8 17,9 6,0
6,20 265 270 53 42 45,6 18,9 6,2
6,40 265 270 53 42 45,6 18,9 6,3
6,60 265 270 53 42 45,6 18,9 6,5

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 3. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+020

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,4
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,6
1,20 15 26 3 2 26,1 1,1 1,0
1,40 18 31 4 3 26,7 1,3 1,1
1,60 20 35 4 3 27,0 1,4 1,3
1,80 80 95 16 13 34,0 5,7 1,5
2,00 100 110 20 16 35,7 7,1 1,7
2,20 140 150 28 22 38,6 10,0 1,9
2,40 70 100 14 11 33,1 5,0 2,2
2,60 80 120 16 13 34,0 5,7 2,6
2,80 80 125 16 13 34,0 5,7 2,9
3,00 80 135 16 13 34,0 5,7 3,1
3,20 100 150 20 16 35,7 7,1 3,4
3,40 145 160 29 23 38,9 10,4 3,8
3,60 165 180 33 26 40,2 11,8 4,2
3,80 180 200 36 29 41,1 12,9 4,6
4,00 210 240 42 34 42,7 15,0 5,1
4,20 235 255 47 38 44,1 16,8 5,6
4,40 235 255 47 38 44,1 16,8 5,8
4,60 240 265 48 38 44,3 17,1 6,0
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,3
5,00 270 280 54 43 45,8 19,3 6,4
5,20 320 330 64 51 48,1 22,9 6,6

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 4. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+030

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,80 0 0 0 0 20,0 0,0 0,4
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,7
1,20 15 26 3 2 26,1 1,1 1,0
1,40 27 44 5 4 28,2 1,9 1,3
1,60 42 55 8 7 30,2 3,0 1,7
1,80 82 95 16 13 34,2 5,9 2,0
2,00 102 110 20 16 35,9 7,3 2,3
2,20 140 150 28 22 38,6 10,0 2,5
2,40 120 130 24 19 37,2 8,6 2,7
2,60 122 132 24 20 37,3 8,7 3,0
2,80 120 125 24 19 37,2 8,6 3,3
3,00 130 135 26 21 37,9 9,3 3,6
3,20 100 150 20 16 35,7 7,1 3,8
3,40 140 160 28 22 38,6 10,0 4,1
3,60 162 180 32 26 40,0 11,6 4,4
3,80 175 200 35 28 40,8 12,5 4,7
4,00 225 240 45 36 43,5 16,1 5,1
4,20 235 255 47 38 44,1 16,8 5,5
4,40 235 255 47 38 44,1 16,8 5,9
4,60 240 265 48 38 44,3 17,1 6,2
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,4
5,00 270 280 54 43 45,8 19,3 6,5
5,20 280 295 56 45 46,3 20,0 6,6
5,40 310 320 62 50 47,6 22,1 6,7

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 5. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+040

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 10 18 2 2 25,0 0,7 0,5
0,80 15 26 3 2 26,1 1,1 0,6
1,00 27 44 5 4 28,2 1,9 0,8
1,20 35 55 7 6 29,3 2,5 1,0
1,40 42 75 8 7 30,2 3,0 1,2
1,60 55 80 11 9 31,6 3,9 1,4
1,80 65 100 13 10 32,7 4,6 1,6
2,00 68 110 14 11 32,9 4,9 1,9
2,20 70 112 14 11 33,1 5,0 2,2
2,40 80 120 16 13 34,0 5,7 2,5
2,60 100 135 20 16 35,7 7,1 3,0
2,80 100 130 20 16 35,7 7,1 3,4
3,00 140 160 28 22 38,6 10,0 3,8
3,20 162 180 32 26 40,0 11,6 4,2
3,40 175 200 35 28 40,8 12,5 4,6
3,60 225 240 45 36 43,5 16,1 5,0
3,80 235 255 47 38 44,1 16,8 5,4
4,00 235 255 47 38 44,1 16,8 5,7
4,20 240 265 48 38 44,3 17,1 6,0
4,40 245 265 49 39 44,6 17,5 6,3
4,60 245 265 49 39 44,6 17,5 6,5
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,6
5,00 270 280 54 43 45,8 19,3 6,7
5,20 280 295 56 45 46,3 20,0 6,8
5,40 310 320 62 50 47,6 22,1 6,9
5,60 310 320 62 50 47,6 22,1 7,1

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 6. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+050

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 25 45 5 4 27,8 1,8 0,0
0,80 44 60 9 7 30,4 3,1 0,6
1,00 25 40 5 4 27,8 1,8 0,8
1,20 35 55 7 6 29,3 2,5 1,0
1,40 27 44 5 4 28,2 1,9 1,2
1,60 42 55 8 7 30,2 3,0 1,4
1,80 55 70 11 9 31,6 3,9 1,6
2,00 67 90 13 11 32,8 4,8 1,9
2,20 80 100 16 13 34,0 5,7 2,0
2,40 95 130 19 15 35,3 6,8 2,3
2,60 100 132 20 16 35,7 7,1 2,6
2,80 120 125 24 19 37,2 8,6 2,9
3,00 130 135 26 21 37,9 9,3 3,3
3,20 100 150 20 16 35,7 7,1 3,7
3,40 140 160 28 22 38,6 10,0 4,1
3,60 162 180 32 26 40,0 11,6 4,4
3,80 175 200 35 28 40,8 12,5 4,7
4,00 225 240 45 36 43,5 16,1 5,1
4,20 235 255 47 38 44,1 16,8 5,5
4,40 240 255 48 38 44,3 17,1 5,9
4,60 240 265 48 38 44,3 17,1 6,1
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,3
5,00 270 280 54 43 45,8 19,3 6,4
5,20 280 290 56 45 46,3 20,0 6,5
5,40 290 295 58 46 46,7 20,7 6,6

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 7. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+060

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 5 8 1 1 23,5 0,4 0,0
0,80 4 6 1 1 23,1 0,3 0,3
1,00 5 10 1 1 23,5 0,4 0,5
1,20 15 25 3 2 26,1 1,1 0,6
1,40 27 34 5 4 28,2 1,9 0,8
1,60 33 35 7 5 29,0 2,4 1,0
1,80 45 53 9 7 30,5 3,2 1,3
2,00 57 60 11 9 31,9 4,1 1,5
2,20 60 70 12 10 32,2 4,3 1,7
2,40 85 100 17 14 34,5 6,1 2,0
2,60 80 100 16 13 34,0 5,7 2,3
2,80 96 110 19 15 35,4 6,9 2,7
3,00 110 135 22 18 36,5 7,9 3,1
3,20 100 135 20 16 35,7 7,1 3,5
3,40 140 160 28 22 38,6 10,0 3,9
3,60 165 180 33 26 40,2 11,8 4,3
3,80 175 190 35 28 40,8 12,5 4,7
4,00 225 240 45 36 43,5 16,1 5,1
4,20 235 255 47 38 44,1 16,8 5,5
4,40 240 255 48 38 44,3 17,1 5,9
4,60 240 265 48 38 44,3 17,1 6,1
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,3
5,00 270 280 54 43 45,8 19,3 6,4
5,20 280 290 56 45 46,3 20,0 6,5
5,40 290 295 58 46 46,7 20,7 6,6

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 8. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+070

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 5 10 1 1 23,5 0,4 0,0
0,60 8 16 2 1 24,4 0,6 0,0
0,80 10 17 2 2 25,0 0,7 0,3
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,4
1,20 15 26 3 2 26,1 1,1 0,6
1,40 18 31 4 3 26,7 1,3 0,7
1,60 20 35 4 3 27,0 1,4 1,1
1,80 42 50 8 7 30,2 3,0 1,5
2,00 48 70 10 8 30,9 3,4 2,0
2,20 50 90 10 8 31,1 3,6 2,6
2,40 70 100 14 11 33,1 5,0 3,1
2,60 150 170 30 24 39,2 10,7 3,6
2,80 190 200 38 30 41,6 13,6 4,1
3,00 210 230 42 34 42,7 15,0 4,6
3,20 225 245 45 36 43,5 16,1 5,0
3,40 230 255 46 37 43,8 16,4 5,4
3,60 210 230 42 34 42,7 15,0 5,7
3,80 245 265 49 39 44,6 17,5 5,8
4,00 240 265 48 38 44,3 17,1 5,9
4,20 235 245 47 38 44,1 16,8 6,0
4,40 235 255 47 38 44,1 16,8 6,1
4,60 240 255 48 38 44,3 17,1 6,2
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,3
5,00 255 265 51 41 45,1 18,2 6,3
5,20 260 268 52 42 45,3 18,6 6,3
5,40 270 275 54 43 45,8 19,3 6,4
5,60 270 275 54 43 45,8 19,3 6,5

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 9. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+080

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 5 10 1 1 23,5 0,4 0,0
0,40 5 10 1 1 23,5 0,4 0,0
0,60 8 16 2 1 24,4 0,6 0,0
0,80 10 17 2 2 25,0 0,7 0,3
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,5
1,20 15 26 3 2 26,1 1,1 0,6
1,40 18 31 4 3 26,7 1,3 0,7
1,60 20 35 4 3 27,0 1,4 1,1
1,80 42 50 8 7 30,2 3,0 1,5
2,00 48 70 10 8 30,9 3,4 2,0
2,20 50 90 10 8 31,1 3,6 2,6
2,40 70 100 14 11 33,1 5,0 3,1
2,60 150 190 30 24 39,2 10,7 3,6
2,80 190 200 38 30 41,6 13,6 4,1
3,00 210 230 42 34 42,7 15,0 4,6
3,20 225 245 45 36 43,5 16,1 5,1
3,40 230 255 46 37 43,8 16,4 5,5
3,60 235 255 47 38 44,1 16,8 5,7
3,80 245 265 49 39 44,6 17,5 5,9
4,00 240 265 48 38 44,3 17,1 6,0
4,20 235 245 47 38 44,1 16,8 6,1
4,40 235 255 47 38 44,1 16,8 6,1
4,60 240 255 48 38 44,3 17,1 6,2
4,80 245 265 49 39 44,6 17,5 6,2
5,00 255 265 51 41 45,1 18,2 6,2
5,20 260 268 52 42 45,3 18,6 6,3
5,40 260 270 52 42 45,3 18,6 6,3
5,60 260 270 52 42 45,3 18,6 6,4

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 10. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+100

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 5 10 1 1 23,5 0,4 0,0
0,60 8 16 2 1 24,4 0,6 0,0
0,80 10 17 2 2 25,0 0,7 0,3
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,4
1,20 10 26 2 2 25,0 0,7 0,5
1,40 10 31 2 2 25,0 0,7 0,7
1,60 10 35 2 2 25,0 0,7 0,9
1,80 42 50 8 7 30,2 3,0 1,2
2,00 48 70 10 8 30,9 3,4 1,6
2,20 50 90 10 8 31,1 3,6 2,0
2,40 70 90 14 11 33,1 5,0 2,5
2,60 90 120 18 14 34,9 6,4 3,1
2,80 120 180 24 19 37,2 8,6 3,6
3,00 180 230 36 29 41,1 12,9 4,1
3,20 195 220 39 31 41,9 13,9 4,6
3,40 210 230 42 34 42,7 15,0 5,0
3,60 225 255 45 36 43,5 16,1 5,4
3,80 235 265 47 38 44,1 16,8 5,8
4,00 245 265 49 39 44,6 17,5 6,0
4,20 250 280 50 40 44,8 17,9 6,1
4,40 250 285 50 40 44,8 17,9 6,3
4,60 260 265 52 42 45,3 18,6 6,4
4,80 260 265 52 42 45,3 18,6 6,4
5,00 255 265 51 41 45,1 18,2 6,5
5,20 260 268 52 42 45,3 18,6 6,5
5,40 260 270 52 42 45,3 18,6 6,6
5,60 280 290 56 45 46,3 20,0 6,6

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 11. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+120

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 4 5 1 1 23,1 0,3 0,0
0,60 8 9 2 1 24,4 0,6 0,0
0,80 10 17 2 2 25,0 0,7 0,3
1,00 10 18 2 2 25,0 0,7 0,3
1,20 17 26 3 3 26,5 1,2 0,4
1,40 18 27 4 3 26,7 1,3 0,5
1,60 20 30 4 3 27,0 1,4 0,6
1,80 22 34 4 4 27,4 1,6 0,7
2,00 28 38 6 4 28,3 2,0 0,9
2,20 30 41 6 5 28,6 2,1 1,0
2,40 42 55 8 7 30,2 3,0 1,2
2,60 50 90 10 8 31,1 3,6 1,4
2,80 60 100 12 10 32,2 4,3 1,6
3,00 65 100 13 10 32,7 4,6 1,9
3,20 75 110 15 12 33,6 5,4 2,2
3,40 86 120 17 14 34,6 6,1 2,4
3,60 95 120 19 15 35,3 6,8 2,6
3,80 125 135 25 20 37,5 8,9 2,9
4,00 140 165 28 22 38,6 10,0 3,1
4,20 135 145 27 22 38,2 9,6 3,3
4,40 135 155 27 22 38,2 9,6 3,7
4,60 140 155 28 22 38,6 10,0 4,0
4,80 165 180 33 26 40,2 11,8 4,4
5,00 155 165 31 25 39,5 11,1 4,5
5,20 160 168 32 26 39,9 11,4 4,6
5,40 210 220 42 34 42,7 15,0 4,8
5,60 240 250 48 38 44,3 17,1 5,0
5,80 280 290 56 45 46,3 20,0 5,2

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 12. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+140

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 12 18 2 2 25,4 0,9 0,0
0,80 16 20 3 3 26,3 1,1 0,5
1,00 21 26 4 3 27,2 1,5 0,6
1,20 26 30 5 4 28,0 1,9 0,7
1,40 32 38 6 5 28,9 2,3 0,9
1,60 38 40 8 6 29,7 2,7 1,0
1,80 43 48 9 7 30,3 3,1 1,2
2,00 49 52 10 8 31,0 3,5 1,4
2,20 55 65 11 9 31,6 3,9 1,5
2,40 62 70 12 10 32,4 4,4 1,8
2,60 73 85 15 12 33,4 5,2 2,0
2,80 80 90 16 13 34,0 5,7 2,3
3,00 88 110 18 14 34,7 6,3 2,6
3,20 96 130 19 15 35,4 6,9 3,0
3,40 120 150 24 19 37,2 8,6 3,4
3,60 140 170 28 22 38,6 10,0 3,8
3,80 165 185 33 26 40,2 11,8 4,2
4,00 180 200 36 29 41,1 12,9 4,0
4,20 200 215 40 32 42,2 14,3 3,8
4,40 210 225 42 34 42,7 15,0 3,5
4,60 240 260 48 38 44,3 17,1 3,1
4,80 245 270 49 39 44,6 17,5 2,7

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 13. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+160

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Perlawanan Gesek (3)- Hambatan Hambatan
Kedalaman qc Jumlah Perlawanan J.H.P
(2) Pelekat Setempat
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm) (5D/hg)x(4) S (5) (D/4hg)x(4)
(kg/cm) (kg/cm2)
0,00 0 0,000 0,000 0
0,20 0 0,000 0,000 0
0,40 0 0,000 0,000 0
0,60 0 0,000 0,000 0
0,80 13 20 7 9,368 9,368 82,859
1,00 15 25 10 13,383 22,752 118,37
1,20 20 30 10 13,383 36,135 118,37
1,40 25 40 15 20,075 56,211 177,555
1,60 30 55 25 33,459 89,669 295,925
1,80 45 60 15 20,075 109,744 177,555
2,00 52 75 23 30,782 140,526 272,251
2,20 68 95 27 36,135 176,662 319,599
2,40 74 110 36 48,180 224,842 426,132
2,60 86 120 34 45,504 270,346 402,458
2,80 95 155 60 80,301 350,647 710,22
3,00 110 160 50 66,917 417,564 591,85
3,20 130 185 55 73,609 491,173 651,035
3,40 145 200 55 73,609 564,782 651,035
3,60 160 220 60 80,301 645,083 710,22
3,80 175 230 55 73,609 718,692 651,035
4,00 195 235 40 53,534 772,226 473,48
4,20 200 240 40 53,534 825,759 473,48
4,40 210 250 40 53,534 879,293 473,48
4,60 220 260 40 53,534 932,827 473,48
4,80 240 275 35 46,842 979,669 414,295

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 14. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+180

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Perlawanan Gesek (3)- Hambatan Hambatan
Kedalaman qc Jumlah Perlawanan J.H.P
(2) Pelekat Setempat
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) (kg/cm) (5D/hg)x(4) S (5) (D/4hg)x(4)
(kg/cm) (kg/cm2)
0,00 0 0,000 0,000 0
0,20 0 0,000 0,000 0
0,40 0 0,000 0,000 0
0,60 0 0,000 0,000 0
0,80 15 25 10 13,383 13,383 118,37
1,00 20 36 16 21,414 34,797 189,392
1,20 25 47 22 29,444 64,241 260,414
1,40 35 54 19 25,429 89,669 224,903
1,60 43 65 22 29,444 119,113 260,414
1,80 50 72 22 29,444 148,556 260,414
2,00 58 80 22 29,444 178,000 260,414
2,20 65 88 23 30,782 208,782 272,251
2,40 71 96 25 33,459 242,241 295,925
2,60 77 100 23 30,782 273,023 272,251
2,80 82 110 28 37,474 310,496 331,436
3,00 87 125 38 50,857 361,353 449,806
3,20 93 140 47 62,902 424,256 556,339
3,40 110 160 50 66,917 491,173 591,85
3,60 125 180 55 73,609 564,782 651,035
3,80 140 200 60 80,301 645,083 710,22
4,00 150 220 70 93,684 738,767 828,59
4,20 190 235 45 60,226 798,992 532,665
4,40 230 250 20 26,767 825,759 236,74
4,60 245 265 20 26,767 852,526 236,74
4,80 250 275 25 33,459 885,985 295,925

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih


Table 15. Korelasi dan Daya Dukung Ijin dari Uji Penetrasi Sondir STA 0+200

(1) (2) (3) (4) (5) (7) (5) (6)


Kedalaman qc Jumlah Perlawanan N-SPT N60 φ' Undrained σ ijin
(m) (kg/cm2) (kg/cm2) qc / 5 CN= 1 SS (Cu) qc / 40
Hatanaka &
CE=0.8; CB=1;
Uchida (1996)
CR=1; CS=1 qc / 14
0,00 0 0
0,20 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,40 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,60 0 0 0 0 20,0 0,0 0,0
0,80 14 27 3 2 25,9 1,0 0,4
1,00 18 39 4 3 26,7 1,3 0,6
1,20 23 46 5 4 27,5 1,6 0,7
1,40 30 53 6 5 28,6 2,1 0,9
1,60 38 67 8 6 29,7 2,7 1,1
1,80 46 75 9 7 30,6 3,3 1,2
2,00 52 83 10 8 31,3 3,7 1,4
2,20 59 89 12 9 32,1 4,2 1,6
2,40 67 98 13 11 32,8 4,8 1,7
2,60 73 110 15 12 33,4 5,2 1,9
2,80 80 124 16 13 34,0 5,7 2,1
3,00 87 136 17 14 34,6 6,2 2,4
3,20 92 155 18 15 35,1 6,6 2,6
3,40 100 167 20 16 35,7 7,1 3,0
3,60 115 181 23 18 36,8 8,2 3,4
3,80 130 215 26 21 37,9 9,3 3,8
4,00 150 225 30 24 39,2 10,7 3,5
4,20 160 240 32 26 39,9 11,4 3,3
4,40 200 265 40 32 42,2 14,3 3,1
4,60 230 270 46 37 43,8 16,4 2,8
4,80 240 275 48 38 44,3 17,1 2,5

Laporan Soil Investigasi Jl. Pagarsih