Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN

NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA TANJUNG MEDANG

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/768 hari Rabu tanggal 28
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Tanjung Medang.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
a. Jumlah ibu nifas dan neonatus di desa Tanjung Medang bulan Februari sebanyak 4 orang
b. Saat kunjungan tidak ditemukan permasalahan pada ibu nifas dan neonatus
c. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat
d. Pemeriksaan SHK belum dilakukan karena alat belum tersedia, seperti kertas saring dan jarum
(lancet) SHK
4. Masalah dan Hambatan
Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan, semua ibu nifas dan
keluarga kooperatif dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan, pemantauan
kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK).

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Selain itu diharapkan ibu nifas,
keluarga dan masyarakat lebih kooperatif karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga
kesehatan saja tetapi tanggung jawab kita bersama serta dapat mengetahui tentang asuhan pada ibu
nifas. Pelayanan ini akan tetap dilakukan sampai masa nifas berakhir.

Tanjung Medang, 01 Maret 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO ELDA PUSPITA, AM. KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19880323 201503 2 008

TRI MULYANI, AM.KEB


NIP. 19830403 201102 2 001
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA SUKA DAMAI

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/767 hari Senin tanggal 05
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Suka Damai.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
 Pada bulan Februari tidak ada ibu yang melahirkan di desa Suka Damai

4. Masalah dan Hambatan


 Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Namun pelaksanaan kegiatan
kunjungan pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) di desa Suka Damai tidak terlaksanakan karena tidak ada ibu yang melahirkan pada
bulan Februari tahun 2018.

Tanjung Medang, 06 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO TRI MULYANI, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19830403 201102 2 001

ELDA PUSPITA, AM.KEB


NIP. 19880323 201503 2 008
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA TANJUNG PUNAK

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/766 hari Senin tanggal 19
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Tanjung Punak.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
a. Jumlah ibu nifas dan neonatus di desa Tanjung Punak bulan Februari sebanyak 1 orang
b. Saat kunjungan tidak ditemukan permasalahan pada ibu nifas dan neonatus
c. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat
d. Pemeriksaan SHK belum dilakukan karena alat belum tersedia, seperti kertas saring dan jarum
(lancet) SHK

4. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Selain itu diharapkan ibu nifas,
keluarga dan masyarakat lebih kooperatif karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga
kesehatan saja tetapi tanggung jawab kita bersama serta dapat mengetahui tentang asuhan pada ibu
nifas. Pelayanan ini akan tetap dilakukan sampai masa nifas berakhir.

Tanjung Medang, 20 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO TRI MULYANI, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19830403 201102 2 001

MIRA HERNITA, AM.KEB


NIP. 19841216 201705 2 004
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA PUTERI SEMBILAN

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/770 hari Selasa tanggal 27
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Puteri Sembilan.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
a. Jumlah ibu nifas dan neonatus di desa Puteri Sembilan bulan Februari sebanyak 1 orang
b. Saat kunjungan tidak ditemukan permasalahan pada ibu nifas dan neonatus
c. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat
d. Pemeriksaan SHK belum dilakukan karena alat belum tersedia, seperti kertas saring dan jarum
(lancet) SHK

4. Masalah dan Hambatan


Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan, semua ibu nifas dan
keluarga kooperatif dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan, pemantauan
kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK).

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Selain itu diharapkan ibu nifas,
keluarga dan masyarakat lebih kooperatif karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga
kesehatan saja tetapi tanggung jawab kita bersama serta dapat mengetahui tentang asuhan pada ibu
nifas. Pelayanan ini akan tetap dilakukan sampai masa nifas berakhir.

Tanjung Medang, 28 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO TRI MULYANI, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19830403 201102 2 001

AGUSTIARNI, AM.KEB
NIP. 19840817 201705 2 004
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA HUTAN AYU

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/769 hari Rabu tanggal 21
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat dengan bantuan Operasional
Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas
dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK)di desa Hutan Ayu.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
a. Jumlah ibu nifas dan neonatus di desa Hutan Ayu bulan Februari sebanyak 2 orang
b. Saat kunjungan tidak ditemukan permasalahan pada ibu nifas dan neonatus
c. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat
d. Pemeriksaan SHK belum dilakukan karena alat belum tersedia, seperti kertas saring dan jarum
(lancet) SHK

4. Masalah dan Hambatan


Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan, semua ibu nifas dan
keluarga kooperatif dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan, pemantauan
kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK).

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Selain itu diharapkan ibu nifas,
keluarga dan masyarakat lebih kooperatif karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga
kesehatan saja tetapi tanggung jawab kita bersama serta dapat mengetahui tentang asuhan pada ibu
nifas. Pelayanan ini akan tetap dilakukan sampai masa nifas berakhir.

Tanjung Medang, 22 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO SELLY HELNA OKTARIKA, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 198910161 201102 2 002

ELDA PUSPITA, AM.KEB


NIP. 19880323 201503 2 008
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA KADUR

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/764 hari Jumat tanggal 09
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Kadur.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
a. Jumlah ibu nifas dan neonatus di desa Kadur bulan Februari sebanyak 2 orang
b. Saat kunjungan tidak ditemukan permasalahan pada ibu nifas dan neonatus
c. Ibu dan bayi dalam kondisi sehat
d. Pemeriksaan SHK belum dilakukan karena alat belum tersedia, seperti kertas saring dan jarum
(lancet) SHK

4. Masalah dan Hambatan


Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan, semua ibu nifas dan
keluarga kooperatif dan bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan, pemantauan
kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK).

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Selain itu diharapkan ibu nifas,
keluarga dan masyarakat lebih kooperatif karena kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga
kesehatan saja tetapi tanggung jawab kita bersama serta dapat mengetahui tentang asuhan pada ibu
nifas. Pelayanan ini akan tetap dilakukan sampai masa nifas berakhir.

Tanjung Medang, 10 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO SELLY HELNA OKTARIKA, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19891016 201102 2 002

AGUSTIARNI, AM.KEB
NIP. 19840817 201705 2 004
LAPORAN PELAYANAN, PEMANTAUAN KESEHATAN IBU NIFAS DAN PEMERIKSAAN
NEONATUS (KN I, KN II, KN LENGKAP, SHK) DESA TELUK RHU

1. Dasar
Pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara komprehensif dan menyeluruh.
Pelayanan nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari
paska persalinan oleh tenaga kesehatan. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Masa
neonatus merupakan masa krisis dari kehidupan bayi, dua pertiga kematian bayi terjadi dalam 4
minggu setelah persalinan dan 60% kematian bayi baru lahir terjadi dalam waktu 7 hari setelah lahir.
Petugas kesehatan dapat memberikan asuhan kebidanan selama masa nifas melalui kunjungan
rumah yang dapat dilakukan pada hari ketiga atau hari keenam, minggu kedua dan minggu keenam
setelah persalinan, untuk membantu ibu dalam proses pemulihan ibu dan memperhatikan kondisi
bayi terutama penanganan tali pusat atau rujukan komplikasi yang mungkin terjadi pada masa nifas.
Sekarang ini perlu juga dilakukan deteksi dini kelainan bawaan melalui skrining bayi baru lahir
(SBBL) yang merupakan salah satu upaya mendapatkan generasi yang lebih baik. Skrining
Hipotyroid Kongenital (SHK) adalah tes yang dilakukan pada bayi saat bayi berumur 48 jam atau 2
hari untuk mendeteksi bayi yang menderita kelainan kongenital dari bayi yang sehat. Skrining bayi
baru lahir dapat mendeteksi adanya gangguan kongenital sedini mungkin sehingga bila ditemukan
dapat segera dilakukan intervensi segera.
Berdasarkan Surat Perintah Tugas Nomor : 440/UPT-TU/SPT/2018/765 hari Senin tanggal 12
Februari 2018 UPT Puskesmas Tanjung Medang Kecamatan Rupat Utara dengan bantuan
Operasional Kesehatan Tahun 2018 maka dilaksanakan kegiatan pelayanan, pemantauan kesehatan
ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN Lengkap, SHK) di desa Teluk Rhu.

2. Tujuan Kunjungan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan atau masalah
pada ibu nifas dan neonatus serta memberikan dukungan secara berkesinambungan selama nifas
sesuai dengan kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.

3. Hasil Kunjungan
 Pada bulan Februari tidak ada ibu yang melahirkan di desa Teluk Rhu

4. Masalah dan Hambatan


 Pada pelaksanaan kegiatan tidak ditemukan masalah dan hambatan

5. Kesimpulan
Pelayanan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus sangat bermanfaat untuk memantau kesehatan
guna mengetahui secara dini jika ada kelainan atau masalah lain. Namun pelaksanaan kegiatan
kunjungan pelayanan, pemantauan kesehatan ibu nifas dan pemeriksaan neonatus (KN I, KN II, KN
Lengkap, SHK) di desa Teluk Rhu tidak terlaksanakan karena tidak ada ibu yang melahirkan pada
bulan Februari tahun 2018.

Tanjung Medang, 13 Februari 2018


Mengetahui, Yang Membuat Laporan
Kepala UPT Puskesmas Tanjung Medang
Kecamatan Rupat Utara

Drg. HUGO PRATOMOJOYO ELDA PUSPITA, AM.KEB


NIP. 19640425 200003 1 002 NIP. 19880323 201503 2 008

MIRA HERNITA, AM.KEB


NIP. 19841216 201705 2 004