Anda di halaman 1dari 12

“PENGENALAN ICD-10 BAGI REKAM MEDIS”

MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh :
Agis Abdurrahman Suyadi Lukhan P2.06.37.0.18.002
Anisa Novianti P2.06.37.0.18.007
Mega Putri Cahya Pertiwi P2.06.37.0.18.034

JURUSAN PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN


PROGRAM STUDI D3 PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN
POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
2018
KATA PENGANTAR

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang”


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. dan dengan segala pemberian
rahmat dan hidayah-Nya, atas anugerah kesabaran dan kekuatan sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “PENGENALAN ICD-10 BAGI REKAM

MEDIS”. Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Nabi besar Muhammad saw. para
keluarganya, para sahabatnya dan kaum muslimin dan muslimat seluruhnya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
dan mengetahui tentang buku ICD-10. Penulis berharap dapat menambah wawasan dan
pengetahuan khususnya dalam bidang karya tulis ilmiah. Serta pembaca dapat memperoleh
inspirasi dan ilmu yang bersangkutan dengan buku ICD-10.
International Statistical Clasification of Disease and Related Health Problem – Tenth
Revision (ICD – 10) adalah klasifikasi penyakit yang disusun berdasarkan sistem
pengkategorian penyakit yang penataannya sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh
WHO. ICD – 10 digunakan untuk menerjemahkan suatu diagnose penyakit dan masalah
kesehatan dari kata – kata menjadi kode numerik, ICD – 10 terdiri dari 3 volume yang terdiri
dari 2 BAB/Chapter. Dalam menggunakan ICD – 10, perlu diketahui dan dipahami
bagaimana cara pencarian dan pemilihaan nomor kode yang diperlukan. Pengodean
dijalankan melalui penahapan mencari istilah ICD volume 3, kemudian mencocokkan kode
yang ditemukan dengan yang ada di volume 1.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
melengkapi segala kekurangan dan kesalahan agar makalah ini menjadi lebih baik serta
bermanfaat bagi pembaca umunya dan bagi penulis khususnya, selanjutnya kita serahkan
kehadirat Allah Yang Maha Kuasa.
Selesainya makalah ini tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu, dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Hj. Betty Suprapti, S.Kp., M.Kes, Kepala Direktorat Poltekkes Kemenkes
Tasikmalaya atas dukungan dan kepercayaannya kepada penulis untuk membuat
makalah ini.

i
2. Yuni Ertinawati, M.Pd., Dosen Bahasa Indonesia Poltekkes Kemenkes
Tasikmalaya program studi D3 PIKES atas dukungan dan kepercayaannya kepada
penulis untuk membuat makalah ini.
3. teman-teman dari program studi D3 PIKES yang memberikan motivasi dalam
proses pembuatan makalah ini.
Semoga Allah swt. membalas atas segala kebaikanya.
Wassalauamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Tasikmalaya, 30 September 2018


Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i


DAFTAR ISI .................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 2
C. Tujuan Makalah ............................................................................... 2
D. Kegunaan Makalah .......................................................................... 2
E. Prosedur Makalah ............................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3
A. Pengertian ICD-10 .......................................................................... 3
B. Fungsi dan Kegunaan ICD-10 ........................................................ 3
C. Struktur ICD-10 .............................................................................. 4
D. Penggunaan ICD-10........................................................................ 6
BAB III SIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 7
A. Simpulan ......................................................................................... 7
B. Saran ............................................................................................... 7
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 8

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelayanan kesehatan adalah sebuah konsep yang digunakan dalam memberikan layanan
kesehatan kepada masyarakat. Menurut Prof.Dr,Soekidjo Notoatmojo “pelayanan kesehatan adalah
sebuah sub sistem yang tujuan utamanya adalah pelayanan preventif (pencegahan) dan promotif
(peningkatan kesehatan) dengan sasaran masyarakat”.
Pelayanan kesehatan menghadapi banyak tantangan, termasuk peningkatan usia harapan
hidup yang cenderung mengubah pola populasi penyakit, kebutuhan sumber daya kesehatan yang
tersedia, perkembangan IPTEK kedokteran dan pelayanan kesehatan yang berkembang pesat diiringi
oleh minat konsumen dalam mengakses informasi melalui internet. Menghadapi semua tantangan ini,
organisasi pelayanan kesehatan harus mampu mengikuti perkembangan dan mampu mengoperasikan
sistem pelayanan yang dilakukan oleh seorang rekam medis.
Rekam medis merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan yang akan maupun telah diberikan kepada
pasien. Definisi tersebut berdasarkan Huffman EK, 1992.
“Rekam medis adalah rekaman atau catatan mengenai siapa, apa, mengapa, bilamana, dan
bagaimana pelayanan yang diberikan kepada pasien selama masa perawatan yang memuat
informasi yang cukup untuk menemukenali (mengidentifikasi) pasien, membenarkan
diagnosis pengobatan serta merekam hasilnya”. (Huffman EK, 1992)
Karena pekerjaan perekam medis adalah mendokumentasi dan merekam identitas serta
riwayat pasien dari awal masuk, pemeriksaan, hingga keluar dari Rumah Sakit. Maka para perekam
medis dituntut untuk mengetahui berbagai macam penyakit dan salah satu bahan ajar untuk mengenal
berbagai penyakit dan pengkodean adalah ICD-10. ICD-10 merupakan klasifikasi statik, yang terdiri
dari sejumlah kode alphanumerik yang satu sama lain berbeda menurut kategori, yang
menggambarkan konsep seluruh penyakit (Depkes RI:2008).
ICD-10 merupakan buku yang digunakan rekam medis untuk mengkode seluruh penyakit dan
menjadi pedoman dalam menjalankan tugas menjadi perekam medis. ICD – 10 ialah singkatan dari
International Statistical Clasification of Disease and Related Health Problem – Tenth Revision. ICD
– 10 menggunakan kode penomoran alfa numerik dan bersifat rahasia hanya pihak rumah sakit dan
tenaga kesehatan yang mengetahuinya.

1
B. Rumusan Masalah
Dengan mempertimbangkan uraian di atas, terbentuknya rumusan masalah yang akan
diidentifikasi yakni :
1. Apa pengertian ICD – 10 ?
2. Apa fungsi dan kegunaan dari buku ICD – 10 ?
3. Bagaimana Stuktur ICD – 10 ?
4. Bagaimana penggunaan ICD – 10 ?

C. Tujuan Makalah
Dengan uraian rumusan masalah di atas, terbentuknya tujuan yang akan dibahas dalam
makalah ini untuk mengetahui :
1. Pengertian dari ICD – 10
2. Fungsi dan kegunaan dari buku ICD – 10
3. Stuktur ICD – 10
4. Penggunaan ICD – 10

D. Kegunaan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara terioretis
maupun secara praktis. Secara terioretis, makalah ini berguna untuk menambah wawasan
terutama tentang hal yang berkaitan dengan ICD – 10. Secara praktis makalah ini
diharapakan bermanfaat bagi :
1. Penulis, sebagai wahana penambah pengetahuan dan kondes keilmuan khususnya
tentang pengenalan ICD-10 bagi rekam medis;
2. Pembaca, sebagai media informasi tentang pengenalan ICD-10 bagi rekam medis
secara teoretis maupun praktis.

E. Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan metode yang digunakan adalah metode literatur dan
tinjauan pustaka. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas
secara jelas dan komprehensif yang diambil dari berbagai sumber dan dikumpulkan menjadi
satu dan disajikan dalam bentuk makalah.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian ICD – 10
ICD merupakanm buku yang dikembangkan karena mengikuti perkembangan IPTEK
dalam dunia kedokteran dan ketenagakerjaan medis yang sangat berkembang pesat yang
diiringi oleh minat konsumen dalam pelayanan kesehatan. Menurut Hatta (2013:131)
“...International Statistical Clasification of Disease and Related Health Problem (ICD)
dari WHO adalah sistem klasifikasi yang komprehensif dan diakui secara internasional.”
International Statistical Clasification of Disease and Related Health Problem – Tenth
Revision (ICD – 10) adalah klasifikasi penyakit yang disusun berdasarkan sistem
pengkategorian penyakit yang penataannya sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh
WHO. ICD-10 merupakan klasifikasi statik, yang terdiri dari sejumlah kode
alphanumerik yang satu sama lain berbeda menurut kategori, yang menggambarkan
konsep seluruh penyakit. (Depkes RI:2008).

B. Fungsi dan Kegunaan ICD – 10


ICD – 10 digunakan untuk menerjemahkan suatu diagnose penyakit dan masalah
kesehatan dari kata – kata menjadi kode numerik, dengan tujuan memungkinkan untuk
membuat catatan yang sistematis, analitik, menerjemahkan dan membandingkan
peristiwa penyakit dan kematian yang telah dikumpulkan diberbagai tempat dan Negara
pada saat yang berlainan sehingga memudahkan untuk disimpan dan dicari serta
dianalisis kembali.
Fungsi ICD – 10 sebagai sistem klasifikasi penyakit dan masalah terkait kesehatan
pasien, yaitu:
1. Mengindeks pencatatan penyakit disarana pelayanan kesehatan,
2. Memudahkan proses pengkodean terkait diagnosis karakteristik pasien,
3. Untuk penelitian epidemiologi dan klinis,
4. Masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis,
5. Pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas.

3
C. Struktur ICD – 10
Pengembangan klasifikasi penyakit pertamakali dilakukan oleh Willian Farr (1856)
dengan pengklasifikasian menjadi 5 kelompok yaitu:
1. Penyakit epidemic (penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi
tertentu manusia, dalam suatu periode waktu tertentu, dengan laju yang
melampaui laju “ekspektasi” (dugaan) yang didasarkan pada pengalaman
mutakhir.)
2. Penyakit konstutusi dan umum
3. Penyakit local yang disusun berdasarkan tempat
4. Penyakit perkembangan (developmental diseases)
5. Cidera
ICD – 10 diperkenalkan pada 1 januari 1993. Layout dari ICD – 10 terdiri dari 3
volume yang terdiri dari 2 BAB/Chapter. Dengan struktur :
1. Volume 1 (daftar tabulasi penyakit/klasifikasi utama)
a) Pengantar
b) Penyataan
c) Pusat – pusat kolaborasi WHO untuk klasifikasi penyakit
d) Laporan konferensi internasional yang menyetujui revisi ICD – 10
e) Daftar kategori 3 karakter
f) Daftar tabulasi penyakit dan daftar kategori termasuk subkategori empat
karakter
g) Daftar Morfologi Neoplasma
h) Daftar tabulasi khusus morbiditas dan mortalitas
i) Definisi-definisi
j) Regulasi-regulasi nomenklatur
k) Daftar Tabulasi Mortalitas terdiri dari :
a. Daftar 1-Kematian umum – daftar dengan 103 penyebab yang luas (general
mortality condensed list-103 causes)
b. Daftar 2-Kematian umum-daftar terpilih dengan 80 penyebab (general
mortality selected list-80 causes)
c. Daftar 3-Kematian bayi dan anak – daftar dengan 67 penyebab yang luas
(infant and child mortality-condensed list-67 causes)

4
d. Daftar 4-Kematian bayi dan anak – daftar terpilih dengan 51 penyebab
(infant and child mortality-selected list-51 causes)
l) Daftar Tabulasi Morbiditas (terdiri dari 298 penyebab
Volume 1 (edisi ke-1) terdiri dari atas 21 bab dengan sistem kode alfanumerik.
Pada volume 1 edisi ke-2 terdapat penambahan bab menjadi 22 bab disusun
menurut grup sistem anatomi dan grup khusus. Grup khusus mencakup penyakit-
penyakit yang sulit untuk diletakkan secara anatomis, misalnya penyakit infeksi,
tumor, darah, endokrin, metabolic, gangguan jiwa, obstetrik, perinatologi, dan
kelainan congenital.
Pengkodean dimulai dengan huruf, 15 bab menggunakan satu huruf (Bab IV-
VI, IX-XVIII, XXI dan XXII), tiga bab menggunakan huruf yang juga dipakai oleh
bab lain (bab III menggunalkan alfabet D, yang sama dengan Neoplasma, Bab VII
dan VIII menggunakan abjad H), dan empat bab memiliki lebih dari satu huruf (
bab I, II, XIX dan XX).
Setiap bab dibagi menurut blok, setiap blok teridiri atas daftar kategori tiga
karakter dan setiap kategori dibagi menjadi subkategori empat karakter.
Subkategori empat karakter bisa dibagi lagi atas subdivisi dengan karakter kelima
dan keenam. Karakter pertama menggunakan huruf diikuti oleh karakter kedua dan
ketiga yang menggunakan angka (contoh A00). Kode yang lebih spesifik
menggunakan karakter keempat yang didahului oleh titik (contoh A01.1).
Daftar pengecualian atau eksklusi terdapat pada level bab, blok, kategori, dan
subkategori. Daftar eksklusi berisi pengecualian bagi istilah yang terlihat mirip,
tetapi sesungguhnya terkelompok ke nomor kode lain. Di samping itu terdafat pula
daftar inklusi yang berperan untuk mencari istilah yang berbeda tapi memiliki
makna yang sama dengan diagnosis utama.
2. Volume 2 ( intruksi manual)
a) Pengantar
b) Penjelasan tentang International Statistical Classification of Diseases and
Related Health Problems
c) Cara penggunaan ICD – 10
d) Aturan dan petunjuk pengodean mortalitas and morbiditas
e) Presentasi statistic
f) Riwayat perkembangan ICD

5
3. Volume 3 (indeks alfabetik daftar tabulasi untuk mencari kode)
a) Pengantar
b) Susunan indeks secara umum
c) Seksi I : indeks abjad penyakit, bentuk cedera
d) Seksi II : penyebab luar cedera
e) Seksi III : table obat dan zat kimia
f) Perbaikan terhadap volume 1
D. Penggunaan ICD – 10
1. Tata cara pengkodean
Dalam menggunakan ICD – 10, perlu diketahui dan dipahami bagaimana cara
pencarian dan pemilihaan nomor kode yang diperlukan. Pengodean dijalankan melalui
penahapan mencari istilah ICD volume 3, kemudian mencocokkan kode yang
ditemukan dengan yang ada di volume 1. Berikut ini tata cara pengkodean :
1) Baca diagnosisnya
2) Cari artinya
3) Tentukan terminology medisnya (wordroot, combining from, suffix, prefix,
keterangan)
4) Tentukan lead term (kata kunci)
5) Cari lead term di ICD-10 volume 3 (catat halaman, minus (-), kode)
6) Cari kode yang sudah ditemukan kamudian samakan kode tersebut di ICD-10
volume 1 (catat halaman dan kodenya)
7) Tentukan kode
8) Simpulkan
9) Cocokan pada diagnosis dokumen rekam medis.

6
BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1. ICD-10 merupakan klasifikasi penyakit yang disusun berdasarkan sistem
pengkategorian penyakit yang penataannya sesuai dengan kriteria yang ditentukan
oleh WHO, yang terdiri dari sejumlah kode alphanumerik yang satu sama lain
berbeda, yang menggambarkan konsep seluruh penyakit.
2. ICD-10 digunakan untuk menerjemahkan suatu diagnose penyakit dan masalah
kesehatan dari kata – kata menjadi kode numerik, dengan tujuan memungkinkan
untuk membuat catatan yang sistematis, analitik, menerjemahkan dan
membandingkan peristiwa penyakit dan kematian yang telah dikumpulkan diberbagai
tempat dan Negara pada saat yang berlainan sehingga memudahkan untuk disimpan
dan dicari serta dianalisis kembali.
3. ICD-10 terdiri dari volume 1,2,dan 3. Volume 1 merupakan daftar tabulasi penyakit
yang memperjelas kode yang telah dicari di volume 3, Volume 2 merupakan intruksi
manual yang menjelaskan bagaimana penggunaan ICD-10 yang baik dan benar,
kemudian volume 3 merupakan indeks alfabetik daftar tabulasi yang digunakan untuk
mencari kode penyakit yang telah terdiagnosis oleh dokter.
4. Dalam penggunaan ICD-10, rekam medis harus tahu dan paham cara pencarian dan
pemilihaan nomor kode yang diperlukan. Pengodean dijalankan melalui penahapan
mencari istilah ICD volume 3, kemudian mencocokkan kode yang ditemukan dengan
yang ada di volume 1, kemudian simpulkan dan disimpan didalam dokumen rekam
medis.

B. Saran
Berdasarkan simpulan diatas, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :
1. Setiap rekam medis dalam menjalankan profesinya harus memiliki ICD-10 baik itu
berbentuk buku maupun elektronik, serta menjaga dan merawat buku tersebut.
2. Gunakan ICD-10 dengan baik dan benar sesuai dengan penataan dari WHO, agar
tidak terjadi kesalahan atau kecerobohan dalam menganalisis dan mengkode suatu
penyakit, jika sedikit saja terjadi kesalahan maka akan berakibat fatal.

7
DAFTAR PUSAKA

Hatta, G.R. (2014). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Disarana Pelayanan


Kesehatan Revisi 3. Jakarta: Universitas Indonesia.
Villavos. (2015). Pengertian, fungsi, kegunaan, struktur dan penggunaan ICD 10. [Online].
Tersedia: https://villavos.wordpress.com/2015/07/03/pengertian-fungsi-kegunaan-struktur-
dan-penggunaan-icd-10/. [30 September 2018].