Anda di halaman 1dari 9

Tanaman kelapa (cocos nucifera L.

) merupakan salah satu komoditi industri yang memegang


peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Indonesia merupakan Negara penghasil
kopra kedua terbesar didunia sesudah Filiphina.

Keberadaan kelapa kopyor yang unik dan asli Indonesia perlu terus dilestarikan dan
dikembangkan lebih lanjut agar sumberdaya genetik asli Indonesia tersebut dapat dimanfaatkan
sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Berbeda dengan kelapa kopyor Indonesia,
abnormalitas endosperma pada kelapa Makapuno menyebabkan jaringan ini menjadi lunak
seperti jeli dan jika terlalu tua sebagian dari endospermanya akan terlarut dalam air kelapa,
sehingga air kelapanya menjadi kental seperti minyak pelumas

Perbedaan utama antara abnormalitas endosperma kelapa kopyor dan kelapa makapuno
adalah pada kelapa kopyor endospermanya tetap mempunyai penampakan seperti endosperma
kelapa tetapi terlepas dari cangkangnya, rasa air kelapa dan endospermanya lebih manis dari
kelapa normal dan tekstur endospermanya lembut seperti tekstur gabus (Maskromo 2005).
Semakin tua buah kelapanya umumnya air kelapanya semakin berkurang dan volume
endosperma yang terlepas serta mengumpul dalam rongga dalam cangkang biji kelapanya
semakin banyak (Maskromo et al. 2007).

Persyaratan Tumbuh

Pertumbuhan dan produksi Kelapa dipengaruhi oleh faktor iklim dan lahan/tanah.
Untuk itu pengetahuan mengenai keadaan iklim dan tanah suatu daerah dalam rangka
pengusahaan Kelapa sangat penting. Hal ini diperlukan untuk memperkecil atau
menghindari resiko kegagalan atau penurunan hasil. Selain itu juga untuk memaksimalkan
pengaruh dari penerapan teknologi, sehingga didapatkan sistem usahatani Kelapa yang lebih
efisien dan ramah lingkungan.

1. Iklim
Persyaratan tumbuh tanaman kelapa antara lain harus memenuhi kesesuaian iklim.
Kesesuaian iklim untuk Kelapa (Tabel 1) menggunakan kriteria utama yaitu (1) air yang
diindikasikan oleh pola curah hujan tahunan dan bulanan dan, (2) tinggi tempat (elevasi) yang
mencerminkan perbedaan suhu udara.

Tabel 1. Kriteria Kesesuaian Iklim untuk Tanaman Kelapa

Kesesu Simbo Elevas Curah Jumla Perkir Unsur


aian l i Hujan h aan iklim
(mm/ bulan lama pemba Kerangka pemikiran
(m)
thn) kering penyin tas
Tanaman kelapa
aran
merupakan salah satu
(jam/h
komoditi perkebunan yang
ari)
mempunyai nilai ekonomi
Sangat K1.1 <500 <2.500 <3 1.750- **2
tinggi dan sangat penting
sesuai 2.250
dalam perekonomian
Sesuai K1.2 <30 <2.500 *1 *1 Penyin
nasional, yaitu sebagai
aran
penghasil minyak nabati.
rendah
Seluruh bagian tanaman
Agak K.2 <500 2.500- < 1.650- Kekeri
kelapa seperti buah, daun,
Sesuai 3.500 20.000 ngan
batang,dan akaranya dapat
Kurang K3.1 <500 <2.500 >4 >2.100 Kekeri
dimanfaatkan untuk
Sesuai K3.2 <500 >2.500 4 >2.000 ngan
memenuhi kebutuhan
periodi
manusia. Buah kelapa dapat
k
dijadikan sebagai santan
Belum K4 <500 >3.500 *1 <1.750 Penyin
bahan pembuat masakan.
di- aran
K5 <500 *1 *1 *1
Selain itu tanaman kelapa
rekome rendah
dijuluki sebagai pohon
ndasi- Suhu
kehidupan (tree of life)
kan udara
rendah
Tanaman kelapa merupakan salah satu komoditi perkebunan yang mempunyai nilai
ekonomi tinggi dan sangat penting dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai penghasil
minyak nabati. Seluruh bagian tanaman kelapa seperti buah, daun, batang, dan akaranya dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Daging buah kelapa dapat dijadikan sebagai
santan bahan pembuat masakan. Daun kelapa dapat dijadikan sebagai barang-barang seperti topi,
keranjang, sapu dan mainan kecil berupa hewan-hewanan (Winarno,2014). Akar tanaman kelapa
dapat digunakan sebagai obat-obatan dan hiasan rumah tangga. Batang kelapa dapat digunakan
sebagai bahan bangunan dan perabot industri rumah tangga. Sedangkan buah pada tanaman
kelapa dapat digunakan hampir pada seluruh bagiannya. Buah kelapa terdiri dari sabut,
tempurung, daging buah dan air. Air pada buah kelapa dapat digunakan untuk minuman segar
(nata de coco). Sabut pada buahnya digunakan untuk bahan pembuatan anyaman, dan tempurung
kelapa digunakan sebagai gayung air, arang, bahkan sebagai briket arang bila diolah lebih lanjut
(Suhardiono,1993).

Tabel 2. Kriteria Kesesuaian Lahan untuk Kelapa


No Kriteria Kesesuaian
S. Sesuai K. T.
Sesuai Sesuai Sesuai
1. Kemirin datar Datar- berelom Curam
gan bergelom bang (>45%)
lahan bang
2. Kedalam >100 75-100 50-75 <50
an tanah
3. Tekstur Lempun Liat Pasir, Liat
permuka g berpasir liat berat
an tanah berpasir
4. Kepasita >19 13-19 6-13 <6
s
menahan
air (%)
5. Kedalam 100 75-100 50-75 <60
an air
tanah
(cm)
6. Genanga 0 1-2 3 >3
n air
(hari)
7. pH 5,5 – 7,0 7,1-7,5 7,6-8,5 >8,5

5,0-5,4 4,0-4,9 <4,0


8. Kapasita >25 12-25 6-12 <6
s tukar
kation
(ml/100
g)
9. Nitrogen >0,2 0,15-0,2 0,1-0,15 <0,1
top soil
(%)
10. Fosfor >20 15-20 7-15 <7
(ppm)
11. Kalium >75 55-75 36-55 <36
(ppm)
12. Klor >400 250-400 100- <100
(ppm) 2.250
13. Salinitas <2 2-4 4-8 >8
sub soil
(mm
hos/ cm)

Detail

Kategori: Pertanian

Diterbitkan pada Sabtu, 13 Juli 2013 20:37

Dilihat: 1912

http://www.padangpariamankab.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=286:kelapa&catid=66:pertanian&Itemid=248

(pemkab.padang pariaman)

Kelapa merupakan tanaman yang terluas di Kabupaten Padang Pariaman, mempunyai mutu
terbaik dibandingkan daerah lainnya dengan ditandai masih mendominasi di pasar-pasar baik
dalam daerah maupun luar daerah.

Pemasaran luar daerah yang lebih dominan adalah Pekanbaru dan jambi dengan kapasitas jual
lebih 10.000 buah perhari.

luas kawasan produksi Padang Pariaman 34.722.00 Ha dengan Jumlah Produksi 512,7 ton/tahun
dengan harga produksi Rp 800,-/buah
Lapangan Usaha : Pemgembangan usaha tanaman kelapa

Lokasi Utama
Lokasi utama untuk tanaman kelapa di Kabupaten Padang Pariaman antara lain :
1. Sungai Geringging dengan luas 5446 Ha
2. IV Koto Aur Malintang dengan luas 3910 Ha
3. VII Koto Sungai Sarik dengan luas 3019 Ha
4. Lubuk Aluang

Faktor Penunjang
Faktor penunjang untuk usaha kelapa pada tiga daerah tersebut :
a. Kualitas jalan : aspal
b. Status tanah : ulayat
c. Jarak antara lokasi utama dengan sarana perhubungan / pelabuhan :
- Pelabuhan laut (Teluk Bayur) ke Sei. Geringging ± 85 km
- Pelabuhan laut (Teluk Bayur) ke IV Koto A. Malintang ± 110 km
- Pelabuhan laut (Teluk Bayur) ke VII Koto Sei. Sarik ± 70 km
- Pelabuhan udara (Ketaping) ke Sei. Geringging ± 35 km
- Pelabuhan udara (Ketaping) ke IV Koto Aur Malintang ± 80 km
- Pelabuhan udara (Ketaping) ke VII Koto Sei. Sarik ± 40 km

d. Listrik dan Komunikasi : ada

Tenaga Kerja
Tenaga kerja : tersedia

Upah Buruh
Upah buruh yang dipakai harian : Rp. 25.000 – 30.000 / hari

Luas lahan Siap Usaha


Luas lahan yang siap untuk diusahakan antara lain :
- Kec. Batang Anai luas 927 Ha
- Kec. Lubuk Alung luas 1866 Ha
- Kec. Sintuk Toboh Gadang luas 1217 Ha
- Kec. Ulakan Tapakis luas 1105 H
- Kec. Nan Sabaris luas 1191 Ha
- Kec. 2 x 11 Enam Lingkung Sicincin luas 1038 Ha
- Kec. Enam Lingkung Pakandangan luas 1321 Ha
- Kec. 2 x 11 Kayu tanam luas 1245 Ha
- Kec. VII Koto Sei. Sarik luas 1994 Ha
- Kec. Patamuan luas 1082 Ha
- Kec. Padang Sago luas 1976 Ha
- Kec. V Koto Kp. Dalam luas 1936 Ha
- Kec. V Koto Timur luas 1526 Ha
- Kec. Sei. Limau luas 1376 Ha
- Kec. Batang Gasan luas 1585 Ha
- Kec. Sei. Geringging luas 3950 Ha
- Kec. IV Koto Aur Malintang luas 3733 Ha

Harga Tanah
Harga tanag berkisar antara Rp. 40.000 – Rp. 80.000

Bahan Baku Penolong


Bahan baku penolong yang digunakan :
- Round Up
- Polaris
- Pupuk buatan
- Pupuk kandang
- Obat-obatan ( Insektisida, fungisida )

Sumber Air
Sumber pengairan : pengairan desa ( Non PU )

Pemasaran
Pemasaran dilakukan di seluruh Kabupaten Padang Pariaman, Pekanbaru, Jambi, Sumatera Utara
dan luar derah lainnya.

Prakiraan Investasi : Rp. 8.000.000 / Ha{jcomments on}

A. Variabel Pengamatan

1. Lokasi koordinat menggunakan GPS (Global Positioning System)

Data yang diambil berdasarkan tinggi tempat, letak geografis Kecamatan, Nagarai, Desa
sumber lokasi. Titik koordinat keberadaan tanaman talas (cocos nucifera L.) diketahui melalui
pengukuran langsung dengan menggunakan GPS. Sedangkan pengambilan sampel pada setiap
tanaman diambil berdasarkan Desa di Kecamatan di Kabupaten Padang Pariamani Sumatera
Barat.

2. Pengamatan morfologi

Pengamatan ini dilakukan berdasarkan Guidebook karakterisasi dan evaluasi plasma


nutfah tanaman Kelapa (cocos nucifera L.) Departemen Pertanian Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian Komisi Nasional Plasma Nutfah, 2000. Dapat dilihat pada Lampiran 2.

Sebagian besar wilayah dataran rendah Indonesia berpotensi sebagai lahan tumbuhnya
pohon kelapa. Hal ini disebabkan oleh letak geografis Indonesia pada garis khatulistiwa yang
menjadikan Indonesia beriklim tropis, yang merupakan iklim ideal untuk pertumbuhan kelapa.
Data yang didapat dari badan Litbang Pertanian pada tahun 2011 menunjukkan rata-rata produksi
kelapa Indonesia adalah 15,5 milyar butir per tahun, membuat Indonesia menjadi produsen
kelapa nomor satu di dunia.

Buah merupakan bagian utama dari tanaman kelapa yang dimanfaatkan sebagai bahan
industri. Beberapa komponen dari buah kelapa adalah sebagai berikut sabut, tempurung, daging
buah dan air kelapa. Komponen buah kelapa tersebut memiliki manfaat yang penting dan
bernilai. Sabut kelapa (Mesocarpium) merupakan bagian terluar dari buah kelapa yang
membungkus tempurung kelapa dengan ketebalan sabut kelapa bervariasi berkisar antara 4-6 cm.
Sabut kelapa memiliki serat-serat halus yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat karpet,
karung, sikat dan keset. Daging buah adalah komponen utama dari kelapa yang dapat diolah
menjadi berbagai macam produk bernilai ekonomi yang tinggi seperti minyak goreng, VCO,
santan, selai, es kelapa muda (Allorerung, 2005). Pada Pengembangan Inovasi Pertanian (2014)
menjelaskan buah kelapa mengandung 25% air kelapa, presentase kandungan air kelapa
tergantung umur buah. Kelapa muda mengadung 95,5% air, o,1% lemak dan protein serta
karbohidrat 4,0%. Vitamin C, B komplek dan mineral juga banyak terkandung di air kelapa
muda. Mineral pada air kelapa sangat bermanfaat mempercepat penyerapan obat-obat dalam
darah dan menurunkan hipertensi salah satunya mineral K.