Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KETERBUKAAN DAN KEADILAN DALAM KEHIDUPAN

BERBANGSA DAN BERNEGARA

GURU PENGAJAR :

Bu Eny

Penyusun :

KELOMPOK : 3

SMK DWIJA BHAKTI 1 JOMBANG

TAHUN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur Penyusun panjatkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan karunia-Nya
Penyusun dapat menyelesaikan Makalah PKn yang berjudul “ Keterbukaan dan Keadilan dalam
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”. Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah
ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, hal ini dengan keterbatasan kemampuan dan
kedangkalan ilmu yang Penyusun miliki. Dalam kesempatan ini Penyusun mengucapkan banyak
terima kasih kepada teman-teman dan kepada pihak yang membantu sehingga terselesainya
makalah ini.

Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa Penyusun berharap dan berdoa agar makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi Penyusun sendiri selaku sebagai penyusun dan umumnya bagi para
pembaca makalah ini. Amin

Rebang Tangkas, Oktober 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara

2.2 Ciri-ciri dan batas-batas keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan ......... 4

2.3 Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara .......................................... 4

2.4 Pentingnya Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Terbuka .............. 5

2.5 Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa

dan Bernegara ......................................................................................................... 6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 9

3.2 Saran........................................................................................................................ 9

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Keterbukaan dan keadilan sangatlah penting sertah dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara jika tampa adanya keterbukaan dan keadilan maka tidak terwujutlah pemerintah
yang baik. Pengertian pemerintahan yang baik :

1. Work Bank, Good adalah suatu penyelenggaraan menejemen pemerintahan yang solit dan
bertanggung jawab sejalan dengan prinsip demokrasi,pasar yang efesien, pencegahan korupsi
menjalankan disiplin anggaran dan penciptaan krangka hukum dan politik bagi tumbuhnya
aktivitas suwasta.

2. UNDP, Good Gevernance adalah suatu hubungan yang sinergis dan konstruktif di antara
sektor suwasta dan masyarakat.

3. Peraturan pemerintah No. 101 Tahun 2000, Pmerintah yang baik adalah pemerintah yang
mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip profesionalitas , akuntabilitas, transpalasi,
pelayanan prima, demokrasi, efesiensi, efektivitas, supremasi hukum dan dapat diterima oleh
masyarakat.

Ciri atau karakteristik, Good governance menurut UDNP :

a. Partisipasi (praticiparion), yaitu keikutsertaan dalam proses pembuatan keputusan ,


kebebasan berserikat, dan berpendapat, berprestasi secara konstruktif.

b. Aturean hukum (Rule of low) yaitu hukum harus adil tampa pandang bulu.

c. Daya tangap (responsivenes) yaitu proses yang dilakukan setiap institusi diupayakan untuk
melayani berbagai pihak.

d. Berkeadilan (equity) yaitu memberikan kesempatan yang sangat baik pada laili-laki maupun
perempuan dalam upaya meningkatkan dan memelihara kualitas hidupnya.

e. Kesaling keterkaitan (interrelated) yaitu adanya kebijakan yang saling memperkuat dan
tidak berdiri sendiri.
Asas-asas umum pemerintahan yang baik menurut UU No.28 Tahun 1999 tentang
penyelenggaraan Negara yang bersihdan bebas dari KKN pasal 3 yaitu:

1. Asas kepastian hukum, mengutamakan peraturan perundangan, kepatutan dan keadilan


sebagai dasar setiap kebijakan penyelenggaraan negara.

2. Asas tertip penyelenggaraan negara, mengedepankan keteraturan keserasian


keseimbangan sebagai landasan penyelenggaraan negara.

3. Asas kpentinagn umum mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif,
akomodatif dan selektif.

4. Asas proporsionalitas, mengutamakan keseimbangan antara hak dan kewajiban


penyelenggaraan negara.

5. Asas profesionalitas , mengutamakan ke ahlian yang berdasarkan kode etik peraturan yang
brlaku

Dengan demikian, keterbukaan dan keadilan perlu diprioritaskan di dalam kehidupuan


berbangsa dan negara. Keterbukaan pemerintah ini mengarah kebijakan pemerintah secara
demokrasi pada masyarakat. Dalam pemerintahan Indonesia terdapat indikator-indikator yang
perlu diketengahkan untuk menciptakan Negara demokrasi yang sesungguhnya. Salah satu
indikator tersebut adalah belum adanya transparansi dan penyelenggaraan Negara dan
diterimanyapartisipasi politik warga secara utuh.

1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara ?

2. Latar Belakang Pentingnya Penyelenggaraan Pemerintahan yang Terbuka dan Adil dalam
kehidupan Berbangsa dan Bernegara ?

3. Pengertian dan Ciri-Ciri pemerintahan Transparan ?

4. Bentuk dan pentingnya Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan Berbangsa dan
bernegara ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan Berbangsa dan
Bernegara ?

2. Mengetahui Latar Belakang Pentingnya Penyelenggaraan Pemerintahan yang Terbuka dan


Adil dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara ?

3. Mengetahui Pengertian dan Ciri-Ciri pemerintahan Transparan ?

4. Mengetahui Bentuk dan pentingnya Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan


Berbangsa dan bernegara

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan Berbangsa

dan Bernegara

Menurut etimologi bahasa, keterbukaan berasal dari kata dasar terbuka yang berarti suatu
kondisi yang di dalamnya tidak terdapat suatu rahasia, mau menerima sesuatu dari luar dirinya,
dan mau berkomunikasi dengan lingkungan di luar dirinya. Adapun keterbukaan dapat diartikan
sebagai suatu sikap dan perasaan untuk selalu bertoleransi serta mengungkapkan kata-kata
dengan sejujurnya sebagai landasan untuk berkomunikasi. Dengan demikian, keterbukaan
berkaitan erat dengan komunikasi dan hubungan antarmanusia. Keterbukaan sangat penting
dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial karena keterbukaan merupakan prasyarat
bagi adanya komunikasi.

Keterbukaan merupakan salah satu syarat terbentuknya masyarakat demokratis. Bahkan,


keterbukaan merupakan ciri suatu negara demokratis. Adanya keterbukaan, rakyat akan
merasa mempunyai dan berperan serta aktif dalam kehidupan bernegara. Begitu pentingnya
keterbukaan sehingga semua Negara berupaya menumbuhkan keterbukaan dalam berbangsa
dan bernegara.(Purwanto B.T, Sunardi. 2010)

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut
benda atau orang. Menurut John Rawls, fi lsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu fi lsuf
politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama
dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Pada intinya,
keadilan adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya Istilah keadilan berasal dari
kata adil yang berasal dari bahasa Arab. Kata adil berarti tengah. Adil pada hakikatnya bahwa
kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Keadilan berarti tidak berat
sebelah, menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak memihak. Keadilan juga diartikan
sebagai suatu keadaan dimana setiap orang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara memperoleh apa yang menjadi haknya, sehingga dapat melaksanakan
kewajibannya.

Selain keterbukaan atau transparansi dalam penyelenggaraan negara, jaminan keadilan pun
merupakan hal penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Jaminan keadilan ini
berkaitan dengan penghargaan nilai-nilai hak asasi manusia. Oleh karena itu, keadilan harus ada
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Berbagai negara demokratis berusaha mewujudkan praktik penyelenggaraan pemerintahan


yang baik berdasarkan prinsip-prinsip good governance. Keterbukaan atau transparansi
merupakan salah satu dari prinsip good governance.

Adapun prinsi-prinsip governance meluputi sembilan hal, yaitu:

a. Partisipasi masyarakat

b. Tegaknya supremasi hukum

c. Keterbukaan

d. Peduli pada stakeholder

e. Berorientasi pada konsesus

f. Kesetaraan

g. Efektivitas dan efisiensi

h. Akuntabilitas

i. Visi strategi

2.2 Ciri-ciri dan batas-batas keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan

a. Pemerintah menyediakan berbagai informasi faktual mengenai kebijaksanaan yagn akan


dan sudah dibuatnya.
b. Adanya peluang bagi publik dan pers untuk mendapatkan atau mengakses berbagai
dokumen pemerintah.

c. Terbukanya rapat-rapat pemerintah bagi publik dan pers.

d. Adanya konsultasi publik yang dilakukan secara sistematik oleh pemerintah.

Berdasarkan keempat ciri tersebut, dapat disimpulkan tiga hal penting berkenaan dengna
pemerintah yang terbuka yaitu:

1) Pemerintah yang terbuka adalah pemerintah yang menjamin adanya kebebasan informasi.

2) Abila pemerintahan diselenggarakan secara terbuka maka berbagai kebijakan permintah


akan menjadi jelas, mudah dipahami, serta relatif tidak menimbulkan kesangsian atau
kecurigaan publik.

3) Bila pemerintahan dilaksanaka secara terbuka maka publik akan memiliki informasi yag
mencukupi untuk bisa menilai dan menentukan sikap secara rasional dan objektif terhadap
kinerja pemerintah.

2.3 Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

1. Pengertian dan Jenis Keadilan

Istilah “keadilan” berasal dari kata “adil” yang berarti : tidak berat sebelah, tidak memihak,
berpihak ekpada yang benar, sepatutnya, tidak sewenang-wenang. Dalam kaitan dengan
keadilan, dikenal adanya beberapa macam keadilan. Macam-macam keadilan itu adalah
keadilan komulatif (iustia commutativa), keadilan distributif (iustatia distributiva), keadilan
vidikatif (iustitia vindicativa) dan ekadilan legal (iustatia legalis).

a. Keadilan Komulatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi bagiannya,
dimana yang diutamakan adalah objek tertentu yang merupakan hak dari seseorang.

b. Keadilan ditributif
Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang pa yang menjadi haknya,
dimana yang menjadi subjek hak adalah individu sedangkan subjek kewajiban adalah
masyarakat.

c. Keadilan Legal

Adalah keadilan berdasarkan undang-undang, yang menjadi objek dari keadilan legal adalah
tata masyarakat.

d. Keadilan Vindikatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang hukuman atau denda
sebanding dengan pelanggaran atau kejahatan yang dilakukannya.

e. Keadilan Kreatif

Adalah keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang bagiannya, yaitu berupa
kebebasan untuk mencipta sesuai dengan kreativitas yang dimilikinya.

f. Keadilan Protektif

Adalah keadilan yang memberikan perlindungan kepada pribadi-pribadi. Dalam mayarakat


keamanan dan kehidupan pribadi-pribadi warga masyarakat wajib dilindungi dari adanya tindak
sewenang-wenang pihak lain.

2. Keadilan Sosial

Adalah keadilan yang pelaksanaannya tergantung dari struktur proses-proses ekonomis, politis,
sosial, budaya dan ideologis dalam masyarakat.

2.4 Pentingnya Mewujudkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang Terbuka

sejarah bangsa indonesia menunjukkan, sejak bangsa ini merdeka tahun 1945 sampai dengan
sekarang ini, belum pernah ada pemerintahan yang disenggarakan secara terbuka dalam arti
yang sebenarnya hingga terjadinya korupsi politik yaitu: penyalahgunaan jabatan publik untuk
keuntungan pribadi atau kelompok.

2.5 Sikap Keterbukaan dan Jaminan Keadilan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

1. Sikap Terbuka dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sikap keterbukaan dalam masyarakat seperti bangsa Indonesia akari menciptakan


kebersamaan. Keterbukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan awal dari
suatu pemerintahan yang benar dan baik. Keterbukaan berbangsa dan bernegara harus dimiliki
oleh warga negara dan pemerintah (negara). Keterbukaan sebagai warga negara dapat
diwujudkan dengan partisipasi warga negara.

Upaya untuk memahami, menilai, dan menghargai keterbukaan dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut.

a. Berusaha mengetahui dan memahami hal yang mendasar atau elementer tentang
keterbukaan dan keadilan.

b. Aktif mencermati kebijakan dalam kehidupan bangsa dan negara. Berusaha menilai
perkembangan keterbukaan dan keadilan.

c. Menghargai tindakan pemerintah atau pihak lain yang konsisten dengan prinsip
keterbukaan.

d. Mengajukan kritik terhadap tindakan yang bertentangan dengan prinsip keterbukaan.


Menumbuhkan dan mempromosikan budaya keterbukaan dan transparansi mulai dari keluarga,
masyarakat, dan lingkungan kerja.

2. Sikap Adil dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sebagai warga negara yang baik, kita harus ikut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan
jaminan keadilan. Jaminan keadilan bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah.
Partisipasi warga negara juga mutlak diperlukan: Partisipasi secara dua arah diperlukan agar
jaminan keadilan dapat berjalan dengan efektifj Partisipasi warga negara dalam upaya
peningkatan jaminan keadilan dapat dilakukan dengan melakukan cara-cara sebagai berikut:

a. Menaati setiap peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia.


b. Menghormati setiap keputusan hukum yang dibuat oleh lembaga peradilan.

c. Memberikan pengawasan terhadap jalannnya proses-proses hukum yang sedang


berlangsung.

d. Memberi dukungan terhadap pemerintah dalam upaya meningkatkan jaminan keadilan.

e. Memahami serta menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara.

Untuk meminimalisasi terjadinya korupsi dibutuhkan peran aktif masyarakat, di antaranya


sebagai berikut:

a. Berusaha memahami berbagai aturan yang diterapkan pemerintah pada instansi-instansi


tertentu.

b. Mau mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai dengan aturan yang berlaku dalam
mengurus suatu kepentingan di instansi tertentu.

c. Jika terdapat kejanggalan dalam penerapan aturan, tanyakan dengan baik dan sopan kepada
pejabat atau instansi yang berwenang untuk konfirmasi.

d. Bersedia melaporkan atau menginformasikan pelaku korupsi kepada lembaga berwenang,


seperti kejaksaan, kepolisian, dan Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disertai dengan
bukti-bukti awal yang memadai (tidak fitnah).

e. Mau menjadi bagian anggota masyarakat yang memberi contoh dan keteladanan dalam
menolak berbagai pemberian yang tidak semestinya.

f. Melakukan kampanye preventif (pencegahan) sedini mungkin melalui jalur-jalur pendidikan


formal maupun nonformal dengan melaksanakan program seperti pelajar BTP (Bersih,
Transparah, Profesional) dan mengadakan lomba poster menolak suap/ korupsi dengan segala
bentuknya.

3. Upaya Mewujudkan Keterbukaan dan Keadilan

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan dapat ditunjukkan
dalam berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat. Adapun bentuk sikap positif tersebut sebagai berikut:

a. Dilingkungan Keluarga
Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jamianan keadilan I di lingkungan
keluarga dapat ditunjukkan dalam perilaku sebagai berikut.

1) Orang tua bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan anak-anaknya.

2) Orang tua bertanggung jawab untuk mendidik dan menyekolahkan anak- i anaknyna
sehingga menjadikan manusia yang cerdas.

3) Orang tua mendengarkan usul dan pendapat anak.

4) Anak taat dan patuh kepada orang tua.

5) Anak wajib membantu orang tua dalam menjaga ñama baik keluarga.

6) Adanya kesamaan hak mengemukakan pendapat dalam musyawarah keluarga

b. Di lingkungan sekolah

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan di lingkungan
sekolah dapt ditunjukkan dalam bentuk perilaku sebagai berikut.

1) Para siswa ikut menegakkan tata tertib yang berlaku di sekolah.

2) Pewan guru mendidik dan memberikan pelajaran.

3) Dewan gurú mémberi peringatan, nasihat, bimbingan, dan arahan kepada siswa.

4) Gurú memberikan hak kesempatan kepada peserta didik sesuai dengan hak peserta didik
di sekolah.

5) Siswa memerima kritik dan sarán dari teman dalam diskusi kelas.

6) Siswa berani bertanya kepada gurú tentang pelajaran yang belum jelas.

c. Di lingkungan masyarakat

Sikap positif terhadap upaya mewujudkan keterbukaan dan jaminan keadilan di lingkungan
masyarakat dapat ditunjukkan dalam bentuk perilaku sebagai berikut:

1. Warga masyarakat membiasakan diri untuk tunfuk dan menjalankan aturan yang telah
dibuat bersama
2. Turut serta menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

3. Menjaga kebersihan lingkungan.

4. Membina kerukuan bertetangga secara baik.

5. Tidak membeda-bedakan anggota masyarakat dalam segala hal.

6. Menjaga nama baik masyarakat.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dengan keterbukaan dan jaminan keadilan, masyarakat akan lebih mudah dalam
menyampaikan aspirasi dan pendapat yang membangun. Aspirasi dan pendapat itu ditampung
dan diseleksi, kemudian dijadikan suatu keputusan bersama yang bermanfaat.

3.2 Saran

Dengan adanya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka
kita harys memahami dan menerapkan sehingga nantinya tidak akan timbul tindakan ataupun
konflik yang sering terjadi konflik di wilayah NKRI ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.warnetgadis.com/2015/12/makalah-keterbukaan-dan-keadilan-dalam.html
http://hanasky.blogspot.co.id/2014/04/definisi-keterbukaan-dan-keadilan-dalam.html