Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KOTA BANDUNG

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA
Jalan Buah Batu No. 275 Kel. Turangga, Kec. Lengkong Kota Bandung
Telp. 022 – 73512288, Email : cijagralamapkm275@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT CIJAGRA LAMA

NOMOR : / / /2018

TENTANG

LAYANAN KLINIS DAN PELAYANAN TERPADU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

KEPALA UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA,

Menimbang : a. bahwa untuk menjamin tercapainya hasil


mutu pelayanan yang sesuai harapan
pasien, diperlukan pemahaman akan
penyusunan layanan klinis dan layanan
terpadu yang baik oleh petugas pemberi
layanan klinis maupun oleh pasien dan
keluarga;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan pada
huruf a, perlu ditetapkan Keputusan
Kepala Puskesmas Cijagra Lama tentang
Penyusunan Layanan klinis dan
Pelayanan Terpadu.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 128/ Menkes/ SK/ II/ 2004
tentang Kebijakan Dasar Puskesmas;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 290/ Menkes/ PER/ III/
2008 tentang Persetujuan Tindakan
Kedokteran;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia No. 1691/ Menkes/ PER/ VIII/
2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.

MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : Pasien memiliki hak untuk dilibatkan dan
diberi peluang untuk bekerjasama dan
mengambil keputusan terhadap layanan yang
akan diperoleh dalam penyusunan layanan
klinis;
KEDUA : Memberlakukan SOP Penyusunan Layanan
Klinis dan Pelayanan Terpadu sebagaimana
terlampir dalam keputusan ini;
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal
ditetapkan dan apabila di kemudian hari
terdapat kekeliruan dalam penetapannya,
maka akan diadakan pembetulan
sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bandung
Pada tanggal : Juni 2017
KEPALA UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA

dr.Hj. Tita Rostiana


NIP.19761107 200801 2 004

Lampiran : KEPUTUSAN KEPALA


UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA

Nomor : / / / 2018
Tanggal : 2018

PENYUSUNAN LAYANAN KLINIS DAN PELAYANAN


TERPADU DI UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggungjawab layanan


klinis dan penanggungjawab Upaya Kesehatan Perorangan
Puskesmas Wajib berpartisipasi dalam pembuatan layanan
klinis dan pelayanan terpadu mulai dari perencanaan,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.
2. Layanan klinis dan pelayanan terpadu disusun oleh
penanggungjawab layanan klinis dan layanan terpadu pada
masing masing unit.
3. Setiap petugas yang terkait dalam layanan klinis dan
pelayanan terpadu megetahui kebijakan dan prosedur yang
jelas untuk menyusun layanan klinis dan pelayanan
terpadu.
4. Proses pendaftaran pasien, proses pendaftaran pasien
memenuhi kebutuhan pelanggan dan didukung oleh sarana
dan lingkungan yang memadai serta dilaksanakan dengan
efektif dan efesien dengan memperhatikan kebutuhan
pasien, bila kebutuhan pasien tidak terpenuhi, maka dapat
dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
Keselamatan pasien dan petugas harus terpenuhi terutama
identifikasi pasien. Informasi yang berhubungan dengan
layanan klinis di Puskesmas Cijagra Lama tersedia dan
terdokumentasi pada waktu pendaftaran dengan
memperhatikan latar belakang budaya dan bahasa yang
dimiliki pasien.
5. Pimpinan Puskesmas Cijagra Lama beserta staff mengetahui
hak dan kewajiban petugas, pasien dan keluarganya, serta
tanggung jawab Puskesmas sesuai dengan undang-undang
dan peraturan yang berlaku. Kewajiban petugas termasuk
didalam persyaratan kompetensi petugas, dan kesesuaian
terhadap persyaratan kompetensi dan pola ketenagaan,
pelatihan yang diikuti. Serta terdapat koordinasi komunikasi
antara pendaftaran dengan unit-unit penunjang terkait.
6. Tahapan layanan klinis diinformasikan kepada pasien untuk
menjamin kesinambungan pelayanan. Tahapan pelayanan
klinis adalah tahapan pelayanan sejak mendaftar, diperiksa
sampai dengan meninggalkan tempat pelayanan dan tindak
lanjut di rumah sakit jika diperlukan.
7. Kendala fisik, bahasa, budaya dan penghalang lain dalam
memberikan pelayanan diusahakan dikurangi, di antisipasi
serta dihilangkan. Serta dampak dari hambatan itu
diminimalkan untuk memberikan pelayanan yang optimal.
Kajian dilakukan oleh dokter, bidan dan perawat dalam
lingkup praktik profesi, perizinan, undang-undang dan
peraturan terkait atau sertifikasi.
8. Untuk menjamin kesinambungan pelayanan, maka hasil
kajian harus dicatat dalam rekam medis pasien. Informasi
yang ada dalam rekam medis harus dapat di akses oleh
petugas yang bertanggung jawab, temuan pada kajian awal
dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis dan
menetapkan pelayanan/tindakan sesuai kebutuhan serta
tindak lanjut dan evaluasinya.
9. Pasien dengan kebutuhan darurat, mendesak atau segera
emergensi, diidentifikasi dengan proses triase. Bila telah di
identifikasi sebagai keadaan dengan kebutuhan darurat,
mendesak, atau segera (infeksi melalui udara/airborne),
pasien ini sesegera mungkin diperiksa dan mendapat
asuhan. Pasien tersebut didahulukan diperiksa dokter
sebelum pasien yang lain, mendapat pelayanan diagnostic
sesegera mungkin dan diberikan pengobatan sesuai dengan
kebutuhan. Bila pasien harus dirujuk pasien harus
distabilkan terlebih dahulu sebelum dirujuk .
10. Keputusan layanan klinis, hasil kajian dianalisis oleh
petugas professional dan atau tim kesehatan antar profesi
yang digunakan untuk menyusun keputusan layanan klinis
berupa diagnosis medis dan diagnosis keperawatan. Dan
terdapat pendelegasian wewenang bila ada petugas yang
berhalangan melakukan tugasnya serta Terdapat peralatan
dan tempat yang memadai untuk melakukan kajian awal
pasien dimana jaminan kualitas dilakukan dengan
pemeliharaan yang teratur, proses sterilisasi yang benar
terhadap peralatan klinis yang digunakan.
11. Terdapat prosedur yang efektif untuk menyusun rencana
layanan, baik layanan medis maupun layanan terpadu jika
pasien membutuhkan penanganan oleh tim kesehatan antar
profesi yang disusun dengan tujuan jelas, terkoordinasi dan
melibatkan pasien/keluarga. Rencana layanan klinis
disusun bersama pasien dengan memperhatikan kebutuhan
psikologi, social, spriritual dan tata nilai budaya pasien.
Pasien berhak untuk mengamnil keputusan terhadap
layanan yang akan diperoleh. Rencana layanan terpadu
disusun secara komprehensif oleh tim kesehatan antar
profesi dengan kejelasan tanggung jawab dari masing-
masing anggota nya. Serta terdapat persetujuan tindakan
medic yang diminta sebelum pelaksanaan tindakan bagi
yang membutuhkan persetujuan tindakan.
12. Terdapat prosedur yang jelas tentang rujukan ke sarana
lain bila kebutuhan pasien tidak bisa dipenuhi oleh
puskesmas. Serta terdapat prosedur persiapan pasien
rujukan dan komunikasi dengan fasilitas kesehatan yang
menjadi tujuan rujukan. Informasi tentang rencana rujukan
disampaikan dengan cara yang mudah dipahami
pasien/keluarga pasien. Terdapat resume tertulis tentang
kondisi klinis pasien dan tindakan yang telah dilakukan.
Selama proses rujukan pasien secara langsung, staf yang
kompeten terus memonitor kondidi pasien.
13. Pelaksanaan layanan dipandu oleh kebijakan, prosedur, dan
peraturan yang berlaku. Sebelum layanan dilaksanakan.
Pasien/keluarga perlu informasi yang jelas tentang rencana
dan memberikan persetujuan tentang rencana layanan yang
diperlukan, dan bila perlu dituangkan dalam bentuk
dokumen informed consent/informed choice. Pelaksanaan
layanan pasien gawat darurat dan/atau berisiko tinggi
dipandu oleh kebijakan dan prosedur yang berlaku.
Penanganan, penggunaan dan pemberian darah dan produk
obat dan/atau cairan intravena dipandu dengan kebijakan
dan prosedur yang jelas. Hasil pemantauan pelaksanaan
layanan digunakan untuk menyesuaikan rencana layanan
serta memperhatikan dan menghargai kebutuhan dan hak
pasien, kebutuhan dan keluhan diidentifikasi da nada nya
tindak lanjut penanganan. Perencanaan dan pelaksanaan
layanan dilakukan untuk menjamin kelangsungan dan
menghindari pengulangan yang tidak perlu dan terdapat
prosedur yang menjamin kesinambungan layanan. Pasien
dan keluarga pasien memperoleh penjelasan hak dan
tanggung jawab mereka berhubungan dengan penolakan
atau tidak melanjutkan pengobatan, termasuk penolakan
untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.
14. Pelayanan anastesi local dan sedasi serta pelayanan bedah
di Puskesmas Cijagra Lama dilaksanakan memenuhi
standar di Puskesmas, standar nasional, undang-undang
dan peraturan serta standar profesi sesuai kebutuhan
pasien.
15. Pasien dan keluarga memperoleh penyuluhan kesehatan
dengan pendekatan yang komunikatif dan bahasa yang
mudah dipahami.
16. Pemberian makanan dan terapi nutrisi sesuai dengan
kebutuhan pasien dan ketentuan yang berlaku,dimana
pasien yang berisiko nutrisi mendapat terapi gizi.
17. Tindak lanjut pasien, baik yang bertujuan untuk
kelangsungan layanan, rujukan maupun pulang dipandu
oleh prosedur yang standar. Jika pasien di rujuk ke fasilitas
kesehatan lain perlu ada mekanisme umpan balik dari
fasilitas kesehatan tersebut dan dilakukan tindak lanjut
serta memberikan alternatif jika tindak lanjut tidak dapat
dilaksanakan. Keluarga dan pasien memperoleh penjelasan
yang memadai tentang tindak lanjut layanan saat
pemulangan atau saat dirujuk ke saranan kesehatan lain
dan merupakan pilihan dan kebutuhan pasien.

18. Ada pembakuan mengenai singkatan – singkatan yang biasa


dilakukan di Puskesmas Cijagra tertuang dalam prosedur
agar dipahami oleh semua petugas.
19. Terdapat kebijakan prosedur mengenai layanan diluar jam
kerja, yang jelas dan efektif. Terutama kasus emergency

KEPALA UPT PUSKESMAS CIJAGRA LAMA

dr.Hj. Tita Rostiana

NIP.19761107 200801 2 004